bab ii-bps lingga (upload)

Download BAB II-BPS Lingga (Upload)

Post on 09-Jul-2016

7 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Lingga

BAB IIGAMBARAN UMUM KABUPATEN LINGGA

2.1. Geografis, Kondisi Fisik dan Administratif a. Kondisi GeografisKabupaten Lingga mempunyai luas wilayah daratan dan lautan mencapai 211.772 km2. Namun, berdasarkan data eksisting luas wilayah Kabupaten Lingga sebesar 45.667,56 Km2 yang terdiri dari luas daratan sebesar 2.235,48 Km2 (4,91%) dan lautan sebesar 43.432,08 Km2 (95,09%). Secara administrasi, pemerintahan Kabupaten Lingga terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan, yaitu Kecamatan Singkep, Kecamatan Singkep Barat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kecamatan Singkep Selatan, Kecamatan Lingga, Kecamatan Lingga Utara, Kecamatan Selayar, Kecamatan Lingga Timur, dan Kecamatan Senayang. Jumlah pulau yang terdapat di Kabupaten Lingga sebanyak 604 pulau dengan kondisi 571 belum berpenghuni.Kabupaten Lingga terletak di antara 0 00 - 1 00 Lintang Selatan dan 103 30 - 10500 Bujur Timur. Adapun batas wilayah Kabupaten Lingga antara lain:1. Sebelah Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Galang Kota Batam dan Kabupaten Bintan.2. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Laut Natuna.3. Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Laut Bangka dan Selat Berhala.4. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Laut Indragiri (Provinsi Riau)

b. Kondisi Fisik Kondisi fisik dasar wilayah Kabupaten Lingga antara lain meliputi :

Kondisi Iklim dan Curah HujanIklim di Kabupaten Lingga mempunyai sifat-sifat yaitu suhu rata-rata 26,8 C; kelembaban relatif rata-rata 84 %; Kecepatan angin rata-rata 5 Knot; tekanan udara rata-rata 1009,4 millibar; jumlah curah hujan rata-rata 13,5mm/hari; Penyinaran matahari rata-rata 52 %. Kabupaten Lingga dialiri oleh sungai-sungai yang menjadi potensi sumber air bagi pemenuhan kebutuhan air baik bagi pertanian ataupun kegiatan yang lainnnya. Di Kabupaten Lingga mempunyai potensi air yang surplus sepanjang tahun, dengan jumlah curah hujan yang berkisar antara 2000-3500 mm/thn dengan kondisi air surplus maka potensi sumber daya air cukup besar yang dapat dimanfaatkan, berikut merupakan uraian potensi ketersediaan air lahan:

Potensi Ketersediaan Air Lahan di Kabupaten LinggaNama DaerahCurah Hujan(mm/th)Air Tersedia(mm)Kondisi Air (mm/th)

DefisitSurplus

Lingga2600,7640968

Singkep2600,782,20968

Senayang2600,762,70968

Sumber : Hasil Analisis, 2009

Curah hujan tahunan di wilayah Kabupaten Lingga tergolong tinggi, yaitu 2.024,2 mm/tahun (< 2.000 mm/tahun) dengan hari hujan rata-rata sebanyak 194 hari/tahun. Berdasarkan Klasifikasi Iklim Schmidt dan Ferguson (1951), terdapat 9 bulan basah (curah hujan >100 mm/bln), 1 bulan kering (curah hujan < 60 mm/bln), dan 2 bulan lembab (curah hujan 60 - 100 mm/bulan). Sedangkan berdasarkan Zona Agroklimat Oldeman et.al (1980), bulan basah (curah hujan >200 mm/bulan) dijumpai selama 4 bulan kering sebanyak 3 bulan (curah hujan 360), dengan ketinggian wilayah 262 - 815 meter di atas permukaan laut. Pada daerah yang termasuk dalam satuan morfologi ini mempunyai tingkat erosi sangat tinggi, terutama erosi vertikalnya. Penyebaran satuan ini antara lain terdapat di sekitar di Kecamatan Lingga dan sebagian kecil di Kecamatan Lingga Utara serta sebagian kecil di sekitar Kecamatan Singkep.

Tabel 2.1 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Kabupaten LinggaNoNAMA DASAREAPERIMETERHA

1Bakung73363135,21123726,5028 7.336,31

2Cikasim111924542,864150,89232 11.192,45

3Daik92916742,2670399,90542 9.291,67

4Jelutung32658062,8727704,46133 3.265,81

5Kelumu71950250,2871950250,28 7.195,03

6Keton70214656,8550723,18351 7.021,47

7Langkap81348311,3754951,39449 8.134,83

8Limas 146221490,1107717,3461 14.622,15

9Marok Tua 54897668,5387721,36951 5.489,77

10Mengkudung59664261,1948495,45043 5.966,43

11Mentunda43136342,1235607,37406 4.313,63

12Nerekeh29281574,6329801,35441 2.928,16

13Pancur37343629,8631873,10728 3.734,36

14Panggak Darat19864149,0125306,82996 1.986,41

15Petengah24814291,9425058,37743 2.481,43

16Resun54372550,939338,56905 5.437,26

17Selayar103877730,663432,56559 10.387,77

18Senayang40289778,7647651,07666 4.028,98

19Serak82283607,4574073,71066 8.228,36

20Sergang293817791,2105552,9238 29.381,78

21Sungai Besar78536805,8345747,23906 7.853,68

22Sungai Pinang65630224,2740943,34728 6.563,02

23Tanda 185547016,2115668,9984 18.554,70

24Temiang41936846,2634680,41069 4.193,68

25Pulau Pulau Kecil41712180,2172658,06466 4.171,22

c. Kondisi AdministratifBerdasarkan Undang Undang No. 31 Tahun 2003, Kabupaten Lingga mempunyai luas wilayah daratan dan lautan mencapai 211.772 km2. Namun, berdasarkan data eksisting luas wilayah Kabupaten Lingga sebesar 45.667,56 Km2 yang terdiri dari luas daratan sebesar 2.235,48 Km2 (4,91%) dan lautan sebesar 43.432,08 Km2 (95,09%). Secara administrasi, pemerintahan Kabupaten Lingga terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan, yaitu Kecamatan Singkep, Kecamatan Singkep Barat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kecamatan Singkep Selatan, Kecamatan Lingga, Kecamatan Lingga Utara, Kecamatan Selayar, Kecamatan Lingga Timur, dan Kecamatan Senayang. Jumlah pulau yang terdapat di Kabupaten Lingga sebanyak 604 pulau dengan kondisi 571 belum berpenghuni.Kecamatan dengan wilayah terluas adalah Kecamatan Senayang dengan luas wilayah 48730 Ha . Sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Selayar dengan luas wilayah 4198 Ha.Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2.2

Tabel 2.2 Nama, Luas Wilayah per-Kecamatan dan Jumlah Kelurahan/DesaNONAMA KECAMATANJUMLAH KELURAHAN/DESALUAS WILAYAH (HA)

1LINGGA1 Kelurahan / 10 Desa44.101

2LINGGA TIMUR6 Desa13.871

3LINGGA UTARA1 Kelurahan / 11 Desa30.182

4SINGKEP3 Kelurahan / 3 Desa13.453

5SINGKEP PESISIR6 Desa 9.562

6SINGKEP SELATAN 3 Desa15.096

7SINGKEP BARAT1 Kelurahan / 14 Desa 45.202

8SENAYANG1 Kelurahan / 18 Desa 48.730

9SELAYAR4 Desa4.198

Total82 Desa / Kel.224.395

Sumber : RTRW Kabupaten Lingga

Gambaran umum kondisi penggunaan lahan Kabupaten Lingga meliputi distribusi penggunaan lahan, kondisi penggunaan lahan menurut jenisnya, kondisi penggunaan lahan kawasan terbangun, penggunaan lahan kawasan non terbangun, dan penggunaan lahan menurut fungsinya.1. Distribusi Penggunaan LahanPenggunaan lahan merupakan suatu cara atau metode bagaimana pemanfaatan ruang di suatu wilayah yang akan digunakan berdasarkan potensi dan sumber daya alam yang tersedia. Penggunaan lahan di suatu wilayah dapat dibagi menurut fungsi dan jenisnya. Penggunaan lahan menurut fungsinya dapat dibagi menjadi 2 kawasan, yaitu: kawasan terbangun (perumahan dan perkampungan, jasa perdagangan, jalan, dan industri) dan kawasan non terbangun (sawah teknis dan sawah non teknis, tegalan atau ladang, kebun, hutan, penggunaan tanah khusus dan lainnya seperti sungai, jalan).

2. Kondisi Penggunaan Lahan Menurut JenisnyaSalah satu aspek yang dikaji dalam melihat potensi fisik dasar adalah penggunaan lahan eksisting pada suatu wilayah. Hal tersebut dikarenakan penggunaan lahan merupakan gambaran dari pemanfaatan lahan yang terdapat di wilayah Kabupaten Lingga. Pengertian dari masingmasing jenis penggunaan lahan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:a. Pesawahan/sawah merupakan lahan pematang dengan ditunjang atau tidak ditunjang oleh saluran irigasi, sering digenangi, ditanami padi atau tanaman semusim lainnya.b. Perkampungan merupakan lahan pemukiman (rumah tinggal, dan penggunaan fasilitas lainnya, seperti pendidikan, pemerintahan dan lainnya) yang berkelompok tetapi tersebar pada pusatpusat kota/desa maupun sepanjang jalur jalan.c. Tegalan/perkebunan merupakan lahan yang diusahakan untuk pengembangan pertanian lahan kering yang diusahakan menetap dengan tanaman semusim dengan tanaman keras sebagai batas persil dan tidak memiliki saluran irigasi.d. Padang rumput merupakan lahan yang tanamannya merupakan padang rumput dan kadangkadang hanya digunakan bagi kepentingan ternak, tetapi kadang pula dimanfaatkan penduduk untuk menanam tanaman sebagai tanaman sambilan. e. Empang/kolam merupakan areal lahan yang tidak dapat dimanfaatkan dikarenakan lahannya rusak. f. Hutan merupakan lahan hutan yang berdasarkan ciri vegetasi dan status, serta fungsinya dapat dibedakan dalam: Hutan lebat mempunyai ciriciri tumbuhan dengan berbagai jenis pohon, tingkat pertumbuhan maksimum, tajug rapat, semak belukar jarang didapati. Hutan belukar banyak ditumbuhi dengan tumbuhan berbatang kecil, umumnya merupakan bekas daerah penebangan hutan, perladangan. Hutan sejenis dicirikan oleh dominasi satu jenis pohon dengan kriteria dominasi 75% atau lebih. Perkebunan merupakan lahan yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman dan berumur panjang baik diusahakan oleh perkebunan besar maupun perkebunan rakyat/kecil. Umumnya tanaman yang diusahakan hanya satu jenis.Penggunaan lainnya, dimana penggunaan ini termasuk penggunaan untuk jalan, irigasi, riool, sungai, tanah yang tidak diusahakan, penggalian, industri, dan peternakan serta pariwisata.Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa pola penggunaan tersebut mengalami pergeseran luasan jenis penggunaan sejalan dengan tuntutan perubahan kegiatan, guna meningkatkan nilai tambah dari setiap jenis penggunaan lahan bersangkutan. Kecenderungan perubahan penggunaan lahan yaitu dengan tumbuhnya beberapa kawasan perumahan baru, kawasan/zona industri, persawahan, dan lainnya yang akan menggeser jenis penggunaan kegiatan perta