bab i (repaired) (autosaved) (autosaved) 1 (autosaved)

Upload: -nurmayuimdasimatupang-

Post on 03-Mar-2018

318 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    1/29

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Rumah Sakit merupakan tempat berkumpulnya segala macam penyakit, baik menular

    maupun tidak menular (Musadad, Lubis, &Kasnodihardjo, 199!" Seluruh petugas

    kesehatan yang bekerja dirumah sakit seharusnya mengetahui pentingnya pencegahan

    in#eksi silang (nosokomial!" $n#eksi sebagian besar dapat dicegah dengan strategi yang

    telah tersedia yaitu dengan cuci tangan (%ietjen, ossemeyer, & Mc$ntosh, ')!"

    $n#eksi nosokomial adalah in#eksi yang diperoleh atau terjadi di rumah sakit

    (*armadi, '+!" $n#eksi nosokomial dikenal pertama kali pada tahun 1+) oleh

    Sam-el-eis dan hingga saat ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka

    kesakitan (morbidity! dan angka kematian (mortality! di rumah sakit, sehingga dapat

    menjadi masalah kesehatan baru, baik di negara berkembang maupun di negara maju"

    eberapa kejadian in#eksi nosokomial mungkin tidak menyebabkan kematian pada pasien,

    akan tetapi ini menjadi penyebab penting pasien dira-at lebih lama di Rumah Sakit"

    $n#eksi nosokomial merupakan persoalan serius yang menjadi penyebab langsung

    maupun tidak langsung kematian pasien, hal ini dapat di cegah melalui perilaku cuci

    tangan petugas kesehatan di Rumah Sakit" Kebiasaan cuci tangan petugas merupakan

    perilaku yang mendasar sekali dalam upaya mencegah cross in#ection (in#eksi silang!" .al

    ini mengingat Rumah sakit sebagai tempat berkumpulnya segala macam penyakit, baik

    menular maupun tidak menular"

    Salah satu sumber penularan in#eksi nosokomial di rumah sakit adalah pera-at, yang

    dapat menyebarkan melalui kontaklangsung kepada pasien" /era-at memiliki andil yangsangat besar dalam pencegahan in#eksi nosokomial, karena pera-at lebih sering kontak

    dengan pasien dan linkungan pasien" 0ara penularan terutama melalui tangan dan dari

    petugas kesehatan maupun tenaga kesehatan yang lain" /engetahuan pera-at tentang

    kebersihan dan kesehatan tangan sudah baik, akan tetapi pada praktiknya sulit dilakukan"

    anyak #aktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan di kalangan

    pera-at"/erilaku mencuci tangan pera-at yang kurang adekuat akan memindahkan

    organismeorganisme bakteri pathogen secara langsung kepada hospes yang menyebabkan

    in#eksi nosokomial di semua jenis lingkungan pasien"

    1

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    2/29

    2aktor#aktor yang mempengaruhi kepatuhan pera-at terhadap tindakan pencegahan

    in#eksi adalah #aktor karakteristik indi3idu (jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, masa

    kerja, tingkat pendidikan!, #aktor psikososial (sikap terhadap penyakit, ketegangan kerja,

    rasa takut dan persepsi terhadap resiko!, #aktor organisasi manajemen, #aktor pengetahuan,

    #aktor #asilitas, #aktor moti3asi dan kesadaran, #aktor tempat tugas, dan #aktor bahan cuci

    tangan terhadap kulit ( %ohamik, '!"

    Rumah Sakit 4-al ros %angerang saat ini sedang menggalakan perilaku cuci tangan

    pada tenaga kesehatan khususnya pera-at sebagai upaya untuk mencegah terjadinya

    in#eksi nosokomial" Salah satu upaya dalam pencegahan in#eksi nosokomial yang paling

    penting adalah perilaku cuci tangan karena tangan merupakan sumber penularan utama

    yang paling e#isien untuk penularan in#eksi nosokomial"

    2asilitas beserta poster tentang langkah langkah melakukan cuci tangan secara baik

    dan benar tersedia di setiap ruangan di RS, tetapi berdasarkan hasil sur3ei pendahuluan

    diketahui bah-a masih terdapat pera-at yang enggan untuk melakukan cuci tangan dengan

    berbagai alasan diantaranya pera-at mengaku keterbatasan -aktu yang digunakan untuk

    melakukan cuci tangan, kondisi pasien, dan pera-at menyatakan mencuci tangan

    merupakan hal yang dirasanya kurang praktis untuk dilakukan" Kondisi seperti ini tentu

    saja berdampak munculnya masalah seperti terjadinya kasuskasus in#eksi" $nsiden in#eksi

    nosokomial antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya berbeda" 4ngka in#eksi

    nosokomial yang tercatat di berbagai negara berkisar antara , 5 9,' 5, artinya sekian

    persen penderita yang di ra-at tertular in#eksi nosokomial dan dapat terjadi secara akut

    atau kronis"

    *ata kejadian in#eksi nosokomial dari %im //$ (/encegahan dan /engendalian

    $n#eksi! RS 4-al ros %angerang pada bulan Mei '1' diruang 6$07 (6eonatus $ntensi3e

    0are 7nit! sebanyak ' pasien ( 1,5! dan pada bulan 8uli '1' sebanyak ' pasien

    (1),'5! diruang $07 ($ntensi3e 0are 7nit!" Kemungkinan penyebab in#eksi nosokomial

    tersebut adalah karena ketidak patuhan petugas khususnya pera-at melakukan cuci tangan"

    erdasarkan hasil obser3asi di ruang $07 pada bulan 8uli '1 dari 1 pera-at yang di

    obser3asi hanya orang pera-at yang patuh melakukan cuci tangan"

    *ata sur3ey kepatuhan cuci tangan pera-at dari %im $/S ($nternasional /atient

    Sa#ety oals! RS 4-al ros %angerang dari + ruangan yang ada, pada bulan 4gustus '1'

    ratarata pencapaiannya :5, pada bulan September '1' ratarata pencapaiannya tetap

    :5, sedangkan pada bulan ;ktober '1' pencapaiannya mengalami penurunan

    yaituhanya ,1':5" *ari data tersebut dapat disimpulkan bah-a kepatuhan pera-at di

    2

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    3/29

    rumah sakit 4-al ros tiga bulan terakhir adalah ,1':5:5, sedangkan %im $/S RS

    4-al ros mempunyai target minimal 5 setiap bulannya"

    1.2 Tujuan Pembahasan

    *alam penyusunan makalah ini tentunya memiliki tujuan yang diharapkan berguna

    bagi para pembaca dan khususnya kepada penulis sendiri" *imana tujuannya dibagi

    menjadi dua macam yang pertama secara umum makalah ini bertujuan menambah

    -a-asan mahasis-a

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    4/29

    BAB II

    PEMBAHA#AN

    2.1 #kenar"

    $n#eksi 6osokomial

    Seorang pasien umur >: tahun dira-at diruang $07 rumah sakit 4 dengan penyakit non

    in#eksi" Setelah hari ke : pera-atan pasien mengalami demam, sensorium compos mentis,

    temperatur= +,:0, /ols= 1+?

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    5/29

    maupun rumah sakit" Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan

    tanda in#eksi kurang dari ' jam menunjukkan bah-a masa inkubasi penyakit telah terjadi

    sebelum pasien masuk rumah sakit, dan in#eksi yang baru menunjukkan gejala setelah '

    jam pasien berada dirumah sakit baru dapat disebut in#eksi nosokomial"

    $n#eksi nosokomial adalah suatu in#eksi yang diperoleh atau dialami oleh pasien

    selama dia dira-at di rumah sakit dan menunjukkan gejala in#eksi baru setelah ' jam

    pasien berada di rumah sakit serta in#eksi itu tidak ditemukan atau diderita pada saat pasien

    masuk ke rumah sakit (;lmsted R6, 199>, *ucel, , ''!"

    @Health-care Associated Infections (HAIs)@ merupakan komplikasi yang paling

    sering terjadi di pelayanan kesehatan" .4$s selama ini dikenal sebagai $n#eksi 6osokomial

    atau disebut juga sebagai $n#eksi di rumah sakit @Hospital-Acquired Infections@ merupakan

    persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung

    kematian pasien" Kalaupun tak berakibat kematian, pasien dira-at lebih lama sehingga

    pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak"

    /asien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok

    yang berisiko mendapat .4$s" $n#eksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien

    kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga

    maupun dari petugas kepada pasien" *engan demikian akan menyebabkan peningkatan

    angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari ra-at dan peningkatan biaya rumah

    sakit"

    $n#eksi nosokomial bersumber pada peralatan kedokteran, makanan minuman, udara,

    debu, air limbah, bahanbahan desin#ektan, dokter, pera-at, bidan, laboran, sta##,

    pengunjung, penderita yang dira-at, he-an yang berada di lingkungan sarana pelayanan

    kesehatan, misalnya nyamuk lalat dan masih banyak lagi yang berada di lingkungan sarana

    pelayanan kesehatan"

    *alam kasus ini, jenis yang paling sering adalah in#eksi luka bedah, in#eksi saluran

    kemih, dan saluran perna#asan bagian ba-ah (pneumonia!" %ingkat paling tinggi terjadi di

    unit pera-atan khusus, ruang ra-at bedah dan ortopedi serta pelayanan obstetri (seksio

    sesarea!" %ingkat paling tinggi dialami oleh pasien usia lanjut, mereka yang mengalami

    penurunan kekebalan tubuh (.$A

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    6/29

    $n#eksi nosokomial banyak terjadi di seluruh dunia dengan kejadian terbanyak di

    negara miskin dan negara yang sedang berkembang karena penyakitpenyakit in#eksi

    masih menjadi penyebab utama" Suatu penelitian yang yang dilakukan oleh C.;

    menunjukka n bah-a sekitar +,5 dari :: rumah sakit dari 1) negara yang berasal dari

    Bropa, %imur %engah, 4sia %enggara dan /asi#ik tetap menunjukkan adanya in#eksi

    nosokomial dengan 4sia %enggara sebanyak1,5 (*ucel, , ''! "

    Calaupun ilmu pengetahuan dan penelitian tentang mikrobiologi meningkat pesat

    pada dekade terakhir dan sedikit demi sedikit resiko in#eksi dapat dicegah, tetapi semakin

    meningkatnya pasienpasien dengan penyakit immunocompromised, bakteri yang resisten

    antibiotik, super in#eksi 3irus dan jamur, dan prosedur in3asi#, masih menyebabkan in#eksi

    nosokomial menimbulkan kematian sebanyak ++" kasus setiap tahunnya -alaupun

    (Light RC, '1!"

    Laporanlaporan rumah sakit di $ndonesia yang menunjukkan in#eksi nosokomial

    berupa in#eksi luka operasi adalah di R"S" .asan Sadikin andung 9,95 (1991, Carko!, di

    R"S" /irngadi Medan 1,9'5 (19+!, R"S" *r" Karyadi Semarang ,5 (19+)!,

    R"S"*r"Soetomo Surabaya :,'5 (19++! dan RS0M :,)5 (19+9!" $n#eksi luka operasi ini

    semuanya untuk kasuskasus bersih dan bersih tercemar yang dioperasi (*epkes R$

    8akarta, 199:!"

    2.3.3 /embagian in#eksi nosokomial

    1. $n#eksi saluran kemih ( 7%$ !

    Merupakan in#eksi nosokomial yg paling sering terjadi" Sekitar +5 in#eksi saluran

    kemih ini berhubungan dengan pemasangan kateter" $n#eksi saluran kemih jarang

    menyebabkan kematian dibandingkan in#eksi nosokomial lainnya" %etapi kadangkadang

    dapat menyebabkan bakterimia dan kematian" $n#eksi biasanya ditentukan oleh kriteria

    secara mikrobiologi" /ositi# apabila kultur urin D 1: mikroorganisme < ml, denganmaksimum dari dua isolat spesies bakteri" akteri dapat berasal dari #lora normal saluran

    cerna, misalnya B" coli ataupun didapat dari rumah sakit, misalnya Klebsiella multiresisten"

    2. $n#eksi luka operasi < in#eksi daerah operasi ( $L; < $*; !

    $n#eksi nosokomial yang sering terjadi, insiden ber3ariasi, dari ,: sampai 1: 5,

    tergantung tipe operasi dan penyakit yang mendasarinya" .al ini merupakan masalah yang

    signi#ikan, karena memberikan dampak pada biaya rumah sakit yang semakin besar, dan

    6

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    7/29

    bertambah lamanya masa inap setelah operasi" Kriteria dari in#eksi luka in#eksi ini yaitu

    ditemukan discharge purulendisekitar luka atau insisi dari drain atau sellulitis yang meluas

    dari luka" $n#eksi biasanya didapat ketika operasi baik secara e?ogen (dari udara, dari alat

    kesehatan, dokter bedah dan petugas petugas lainnya!, maupun endogen dari

    mikroorganisme pada kulit yang diinsisi" $n#eksi mikroorganisme ber3ariasi, tergantung

    tipe dan lokasi dari operasi dan antimikroba yang diterima pasien"

    3. /neumonia nosokomial ( A4/ !

    Eang paling penting adalah penggunaan 3entilator pada pasien di $07", dimana

    pre3alensi terjadinya pneumonia sebesar 5 perhari" Merupakan angka kejadian #atal yang

    tinggi, yang dihubungkan dengan Aentilator associated /neumonia" Mikroorganisme

    berkolonisasi di saluran perna#asan bagian atas dan bronchus dan menyebabkan in#eksi

    pada paru (pneumonia!" Sering merupakan endogen, tetapi dapat juga secara e?ogen"

    *iagnosa pneumonia berdasarkan gejala klinis dan radiologi, sputum purulen serta

    timbulnya demam" *iketahui sekarang bah-a yang merupakan #aktor resiko adalah tipe

    dan lamanya penggunaan 3entilator, beratnya kondisi pasien atau ada atau tidaknya

    penggunaan antibiotik sebelumnya"

    '. akteremia nosokomial ( S$ !

    %ipe in#eksi nosokomial ini merupakan proporsi kecil dari in#eksi nosokomial (sekitar

    : 5!, tetapi angka kejadian #atal nya tinggi, lebih dari :5 untuk beberapa organisme"

    Misalnya Staphylococcus 0oagulase6egati3e dan 0andida spp" $n#eksi mungkin kelihatan

    pada tempat masuknya alat intra3askular atau pada subkutaneus dari pemasangan kateter"

    ;rganisme berkolonisasi dikateter didalam pembuluh darah dapat menghasilkan

    bakteremia tanpa adanya tanda tanda in#eksi dari luar" 2lora normal yang sementara atau

    tetap pada kulit merupakan sumber in#eksi" 2aktor resiko yang utama dalam

    mempangaruhi in#eksi nosokomial ini adalah lamanya kateterisasi, le3el aseptik dan

    pemeliharaan yang kontiniu dari kateter"

    (. $n#eksi nosokomial lainnya

    Merupakan in#eksi nosokomial yang ke empat tersering"Sebagai contoh, misalnya =

    a. $n#eksi pada kulit dan jaringan lunak, misalnya luka terbuka (luka bakar dan luka

    akibat berbaring lama!

    b. astroenteritis merupakan in#eksi nosokomial tersering pada anak anak, dimana

    penyebabnya terbanyak adalah rota3irus" 7ntuk penyebab tersering gastroenteritis

    pada orang de-asa adalah 0lostridium di##icile, sering terdapat pada negara

    berkembang"

    7

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    8/29

    %. Sinusitis dan in#eksi saluran cerna lainnya, in#eksi pada mata dan konjungti3a"

    !. Bndometritis dan in#eksi lainnya dari organ reproduksi setelah melahirkan"

    '"") Btiologi

    1" 4gen $n#eksi

    /asien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama dira-at di rumah sakit"

    Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan

    gejala klinis karena banyaknya #aktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya in#eksi

    nosokomial" Kemungkinan terjadinya in#eksi tergantung pada =

    a" karakteristik mikroorganisme

    b" resistensi terhadap FatFat antibiotika

    c" tingkat 3irulensi, dan

    d" banyaknya materi in#eksiusSemua mikroorganisme termasuk bakteri, 3irus, jamur dan parasit dapat menyebabkan

    in#eksi nosokomial" $n#eksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang didapat dari

    orang lain (cross infection! atau disebabkan oleh #lora normal dari pasien itu sendiri

    (endogenous infection!" Kebanyakan in#eksi yang terjadi di rumah sakit ini lebih

    disebabkan karena #aktor eksternal, yaitu penyakit yang penyebarannya melalui makanan

    dan udara dan benda atau bahanbahan yang tidak steril" /enyakit yang didapat dari rumah

    sakit saat ini kebanyakan disebabkan oleh mikroorganisme yang umumnya selalu ada pada

    manusia yang sebelumnya tidak atau jarang menyebabkan penyakit pada orang normal"

    /asien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia dira-at di rumah

    sakit" Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu

    menimbulkan gejala klinis karena banyaknya #aktor lain yang dapat menyebabkan

    terjadinya in#eksi nosokomial" Kemungkinan terjadinya in#eksi tergantung pada

    karakteristik mikroorganisme, resistensi terhadap FatFat antibiotika, tingkat 3irulensi,dan

    banyaknya materi in#eksius (*ucel, , ''!"

    Semua mikroorganisme termasuk bakteri, 3irus, jamur dan parasit dapat menyebabkan

    in#eksi nosokomial" $n#eksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang didapat dari

    orang lain (cross in#ection! atau disebabkan oleh #lora normal dari pasien itu sendiri

    (endogenous in#ection!" Kebanyakan in#eksi yang terjadi di rumah sakit ini lebih

    disebabkan karena #aktor eksternal, yaitu penyakit yang penyebarannya melalui makanan

    dan udara dan benda atau bahanbahan yang tidak steril" /enyakit yang didapat dari rumah

    sakit saat ini kebanyakan disebabkan oleh mikroorganisme yang umumnya selalu ada pada

    8

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    9/29

    manusia yang sebelumnya tidak atau jarang menyebabkan penyakit pada orang normal

    (*ucel, , ''! "

    akteri /enyebab $n#eksi 6osokomial (%ortora et al", 199:!

    akteri /ersentase(5!

    Bnterobacteriaceae G)

    S" aureus 11

    Bnterococcus 1

    /" aeruginosa 9

    Mikroorganisma /enyebab $n#eksi 6osokomial (%ortora et al", '1!

    Mikroorganisme /ersentase(5!

    S" aureus, Staphylococci koagulase negati#, Bnterococci )

    B" coli, /" aeruginosa, Bnterobacter spp", & K" pneumonia '

    0" di##icile 12ungi (kebanyakan

    0" 4lbicans!1

    akteri ram negati# lain (4cinetobacter,

    0itrobacter,.aemophilus!

    '" Respon dan toleransi tubuh pasien

    2aktor terpenting yang mempengaruhi tingkat toleransi dan respon tubuh pasien dalam

    hal ini adalah umur, status imunitas penderita, penyakit yang diderita, obesitas dan

    malnutrisi, orang yang menggunakan obatobatan immunosupresan dan steroid serta

    inter3ensi yang dilakukan pada tubuh untuk melakukan diagnosa dan terapi (abb, 8R"

    Li##e, 48, 199:!"

    7sia muda dan usia tua berhubungan dengan penurunan resistensi tubuh terhadap

    in#eksi kondisi ini lebih diperberat bila penderita menderita penyakit kronis seperti tumor,

    anemia, leukemia, diabetes mellitus, gagal ginjal, SLB dan 4$*S" Keadaankeadaan ini

    akan meningkatkan toleransi tubuh terhadap in#eksi dari kuman yang semula bersi#atopportunistik";batobatan yang bersi#at immunosupresi# dapat menurunkan pertahanan

    tubuh terhadap in#eksi" anyaknya prosedur pemeriksaan penunjang dan terapi seperti

    biopsi, endoskopi, kateterisasi, intubasi dan tindakan pembedahan juga meningkatkan

    resiko in#eksi (abb, 8R" Li##e, 48, 199:!"

    Menurut /ur-andari '>, bayi mempunyai pertahanan yang lemah terhadap in#eksi,

    lahir mempunyai antibodi dari ibu, sedangkan sistem imunnya masih imatur" *e-asa muda

    sistem imun telah memberikan pertahanan pada bakteri yang mengin3asi" /ada usia lanjut,

    karena #ungsi dan organ tubuh mengalami penurunan, sistem imun juga mengalami

    9

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    10/29

    perubahan" /eningkatan in#eksi nosokomial juga sesuai dengan umur dimana pada usia

    G>: tahun kejadian in#eksi tiga kali lebih sering dari pada usia muda (/ur-andari, '>!"

    2aktor terpenting yang mempengaruhi tingkat toleransi dan respon tubuh pasien dalam

    hal ini adalah =

    a" 7sia

    b" Status imunitas penderita

    c" /enyakit yang diderita

    d" ;besitas dan malnutrisi

    e" ;rang yang menggunakan obatobatan

    #" $munosupresan dan steroid

    g" $nter3ensi yang dilakukan pada tubuh untuk melakukan diagnosa dan terapi

    7sia muda dan usia tua berhubungan dengan penurunan resistensi tubuh terhadap

    in#eksi kondisi ini lebih diperberat bila penderita menderita penyakit kronis seperti tumor,

    anemia, leukemia, diabetes mellitus, gagal ginjal, SLB dan 4$*S" Keadaankeadaan ini

    akan meningkatkan toleransi tubuh terhadap in#eksi dari kuman yang semula bersi#at

    opportunistik" ;batobatan yang bersi#at immunosupresi# dapat menurunkan pertahanan

    tubuh terhadap in#eksi" anyaknya prosedur pemeriksaan penunjang dan terapi seperti

    biopsi, endoskopi, kateterisasi, intubasi dan tindakan pembedahan juga meningkatkan

    resiko in#eksi"

    " $n#eksi melalui kontak langsung dan tidak langsung

    $n#eksi yang terjadi karena kontak secara langsung atau tidak langsung dengan

    penyebab in#eksi" /enularan in#eksi ini dapat melalui tangan, kulit dan baju, seperti

    golongan staphylococcus aureus" *apat juga melalui cairan yang diberikan intra3ena dan

    jarum suntik, hepatitis dan .$A" /eralatan dan instrumen kedokteran" Makanan yang tidak

    steril, tidak dimasak dan diambil menggunakan tangan yang menyebabkan terjadinya

    in#eksi silang"

    )" Resistensi antibiotika

    Seiring dengan penemuan dan penggunaan antibiotika penicillin antara tahun 19:

    19, kebanyakan penyakit yang serius da n #atal ketika itu dapat diterapi dan

    disembuhkan" agaimanapun, keberhasilan ini menyebabkan penggunaan berlebihan dan

    penyalahgunaan antibiotika Maka, banyak mikroorganisme yang kini menjadi lebih

    resisten" /eningkatan resistensi bakteri dapat meningkatkan angka mortalitas terutama pada

    pasien yang immunocompromised (*ucel, , ''!"

    10

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    11/29

    /enggunaan antibiotika yang terusmenerus ini meningkatkan multiplikasi serta

    penyebaran strain yang resisten" /enyebab utamanya adalah penggunaan antibiotika yang

    tidak sesuai dan tidak terkontrol, dosis antibiotika yang tidak optimal, terapi dan

    pengobatan menggunakan antibiotika yang terlalu singkat serta kesalahan diagnosa (*ucel,

    , ''!"

    $n#eksi nosokomial sangat mempengaruhi angka morbiditas dan mortalitas di rumah

    sakit,dan menjadi sangat penting karena=

    a" Meningkatnya jumlah penderita yang dira-at

    b" Seringnya imunitas tubuh melemah karena sakit, pengobatan atau umuri

    c" Mikroorganisme yang baru (mutasi!

    d" Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotika (*ucel, , ''!

    Seiring dengan penemuan dan penggunaan antibiotika penicillin antara tahun 19:

    19, banyak penyakit yang serius dan #atal ketika itu dapat diterapi dan disembuhkan"

    agaimana pun juga, keberhasilan ini menyebabkan penggunaan berlebihan dan

    penyalahgunaan dari antibiotika" anyak mikroorganisme yang kini menjadi lebih resisten"

    Meningkatnya resistensi bakteri dapat meningkatkan angka mortalitas terutama terhadap

    pasien yang immunocompromised" Resitensi dari bakteri ditransmisikan antar pasien dan

    #aktor resistensinya dipindahkan antara bakteri" /enggunaan antibiotika yang terus

    menerus ini justru meningkatkan multiplikasi dan penyebaran strain yang resisten"

    /enyebab utamanya karena =

    a" /enggunaan antibiotika yang tidak sesuai dan tidak terkontrol

    b" *osis antibiotika yang tidak optimal

    c" %erapi dan pengobatan menggunakan antibiotika yang terlalu singkat

    d" Kesalahan diagnosa

    anyaknya pasien yang mendapat obat antibiotika dan perubahan dari gen yang

    resisten terhadap antibiotika mengakibatkan timbulnya multiresistensi kuman terhadap

    obatobatan tersebut" /enggunaan antibiotika secara besarbesaran untuk terapi dan

    pro#ilaksis adalah #aktor utama terjadinya resistensi" anyak strain dari pneumococci,

    staphylococci, enterococci, dan tuberculosis telah resisten terhadap banyak antibiotika,

    begitu juga klebsiella dan pseudomonas aeruginosa juga telah bersi#at multiresisten"

    Keadaan ini sangat nyata terjadi terutama di negaranegara berkembang dimana antibiotika

    lini kedua belum ada atau tidak tersedia"

    $n#eksi nosokomial sangat mempengaruhi angka morbiditas dan mortalitas di rumah

    sakit, serta menjadi sangat penting karena meningkatnya jumlah penderita yang dira-at,

    seringnya imunitas tubuh melemah karena sakit, pengobatan atau umur, mikororganisme

    yang baru (mutasi!, dan Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotika"

    11

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    12/29

    :" 2aktor alat

    Suatu penelitian klinis menujukka n in#eksi nosokomial terutama disebabkan oleh

    in#eksi dari kateter urin, in#eksi jarum in#us, in#eksi saluran na#as, in#eksi kulit, in#eksi dari

    luka operasi dan septikemia" /enggunaan peralatan non steril juga bolehmenyebabkan

    in#eksi nosokomial (*ucel, , ''!"

    *ari suatu penelitian klinis, in#eksi nosokomial terutama disebabkan in#eksi dari

    kateter urin, in#eksi jarum in#us, in#eksi saluran na#as, in#eksi kulit, in#eksi dari luka

    operasi dan septikemia" /emakaian in#us dan kateter urin lama yang tidak digantiganti" *i

    ruang penyakit dalam, diperkirakan '':5 pasien memerlukan terapi in#us" Komplikasi

    kanulasi intra3ena ini dapat berupa gangguan mekanis, #isis dan kimia-i" Komplikasi

    tersebut berupa =

    a" Bkstra3asasi in#iltrat = cairan in#us masuk ke jaringan sekitar insersi kanula

    b" /enyumbatan = $n#us tidak ber#ungsi sebagaimana mestinya tanpa dapat dideteksi

    adanya gangguan lain

    c" 2lebitis = %erdapat pembengkakan, kemerahan dan nyeri sepanjang 3ena

    d" %rombosis = %erdapat pembengkakan di sepanjang pembuluh 3ena yang

    menghambat aliran in#us

    e" Kolonisasi kanul = ila sudah dapat dibiakkan mikroorganisme dari bagian kanula

    yang ada dalam pembuluh darah#" Septikemia = ila kuman menyebar hematogen dari kanul

    g" Supurasi = ila telah terjadi bentukan pus di sekitar insersi kanul

    eberapa #aktor di ba-ah ini berperan dalam meningkatkan komplikasi kanula

    intra3ena yaitu= jenis kateter, ukuran kateter, pemasangan melalui 3enaseksi, kateter yang

    terpasang lebih dari ' jam, kateter yang dipasang pada tungkai ba-ah, tidak

    mengindahkan prinsip anti sepsis, cairan in#us yang hipertonik dan darah trans#usi karena

    merupakan media pertumbuhan mikroorganisme, peralatan tambahan pada tempat in#us

    untuk pengaturan tetes obat, manipulasi terlalu sering pada kanula" Kolonisasi kuman pada

    ujung kateter merupakan a-al in#eksi tempat in#us dan bakteremia"

    '"": /enilaian yang digunakan untuk $n#eksi 6osokomial

    $n#eksi nosokomial disebut juga dengan H.ospital 4cIuired $n#ection@ apabila

    memenuhi batasan atau kriteria sebagai berikut=

    1" /ada -aktu penderita mulai dira-at di rumah sakit tidak didapatkan tandatanda

    klinik dari in#eksi tersebut"

    12

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    13/29

    '" /ada -aktu penderita mulai dira-at tidak dalam masa inkubasi dari in#eksi

    tersebut"

    " %andatanda in#eksi tersebut baru timbul sekurangkurangnya J') jam sejak mulai

    dira-at"

    )" $n#eksi tersebut bukan merupakan sisa (residual! dari in#eksi sebelumnya

    (.asbullah %, 199'!"

    '""> 0ara /enularan $n#eksi 6osokomial

    0ara penularan in#eksi nosokomial bisa berupa in#eksi silang (0ross in#ection! yaitu

    disebabkan oleh kuman yang didapat dari orang atau penderita lain di rumah sakit secara

    langsung atau tidak langsung" $n#eksi sendiri (Sel# in#ection, 4uto in#ection! yaitu

    disebabkan oleh kuman dari penderita itu sendiri yang berpindah tempat dari satu jaringanke jaringan yang lain" $n#eksi lingkungan (Bn3ironmental in#ection! yaitu disebabkan oleh

    kuman yang berasal dari benda atau bahan yang tidak bernya-a yang berada di lingku

    ngan rumah sakit" Misalnya lingkungan yang lembab dan lainlain (*epkes R$, 199:!"

    Menurut 8emes .,.ughes dkk, yang dikutip oleh Misnadiarli 199), tentang model

    cara penularan, ada ) cara penularan in#eksi nosokomial yaitu kontak langsung antara

    pasien dan personil yang mera-at atau menjaga pasien" Seterusnya, kontak tidak langsung

    ketika objek tidak bersemangat

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    14/29

    " /ort o# e?it (/intu keluar! adalah jalan darimana agen in#eksi meninggalkan reser3oir"

    /intu keluar meliputi = saluran perna#asan, saluran pencernaan, saluran kemih dan

    kelamin, kulit dan membrana mukosa, transplasenta dan darah serta cairan tubuh lain"

    )" %ransmisi (cara penularan! adalah mekanisme bagaimana transport agen in#eksi dari

    reser3oir ke penderita (yang suseptibel!" 4da beberapa cara penularan yaitu =

    a" Kontak (contact transmission! =

    *irect

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    15/29

    karena dira-at, bertugas, juga berkunjung ke suatu rumah sakit atau #asilitas pelayanan

    kesehatan lainnya" Keberhasilan program //$ perlu keterlibatan lintas pro#esional= Klinisi,

    /era-at, Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, 2armasi, iFi, $/SRS, Sanitasi &

    Housekeeping, dan lainlain sehingga perlu -adah berupa Komite /encegahan dan

    /engendalian $n#eksi"

    /roses terjadinya in#eksi bergantung kepada interaksi antara suseptibilitas penjamu,

    agen in#eksi (pathogenesis, 3irulensi dan dosis! serta cara penularan" $denti#ikasi #aktor

    resiko pada penjamu dan pengendalian terhadap in#eksi tertentu dapat mengurangi insiden

    terjadinya in#eksi (.4$s!, baik pada pasien ataupun pada petugas kesehatan" Strategi

    pencegahan dan pengendalian in#eksi terdiri dari =

    1" /eningkatan daya tahan penjamu, dapat berupa pemberian imunisasi akti# (contoh

    3aksinasi hepatitis !, atau pemberian imunisasi pasi# (imunoglobulin!" /romosi

    kesehatan secara umum termasuk nutrisi yang adekuat akan meningkatkan daya

    tahan tubuh"

    '" $nakti3asi agen penyebab in#eksi, dapat dilakukan metode #isik maupun kimia-i"

    0ontoh metode #isik adalah pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi! dan memasak

    makanan seperlunya" Metode kimia-i termasuk klorinasi air, disin#eksi"

    " Memutus mata rantai penularan" Merupakan hal yang paling mudah untuk

    mencegah penularan penyakit in#eksi, tetapi hasilnya bergantung kepeda ketaatan

    petugas dalam melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan" %indakan pencegahan

    ini telah disusun dalam suatu HIsolation Precautions@ (Ke-aspadaan $solasi! yang

    terdiri dari ' pilar

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    16/29

    " Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang

    cukup, dan 3aksinasi"

    )" Membatasi resiko in#eksi endogen dengan meminimalkan prosedur in3asi#"

    :" /enga-asan in#eksi, identi#ikasi penyakit dan mengontrol penyebarannya"

    %erdapat pelbagai pencegahan yang perlu dilakukan untuk mencegah in#eksi

    nosokomial" 4ntaranya adalah dikontaminasi tangan dimana transmisi penyakit melalui

    tangan dapat diminimalisasi dengan menjaga hiegene dari tangan" %etapi pada

    kenyataannya, hal ini sulit dilakukan dengan benar, karena banyaknya alasan seperti

    kurangnya peralatan, alergi produk pencuci tangan, sedikitnya pengetahuan mengenai

    pentingnya hal ini, dan -aktu mencuci tangan yang lama" /enggunaan sarung tangan

    sangat dianjurkan apabila melakukan tindakan atau pemeriksaan pada pasien dengan yang

    dira-at di rumah sakit (Louisiana, ''!"Simonsen et al (1999! menyimpulkan bah-a lebih dari :5 suntikan yang dilakukan

    di negara berkembang tidak aman contohnya adalah jarum, tabung atau keduanya yang

    dipakai secara berulangulang" 7ntuk mencegah penyebaran in#eksi melalui jarum suntik

    maka diperlukan, penggunaan jarum yang steril dan penggunaan alat suntik yang

    disposabel" Masker digunakan sebagai pelindung terhadap penyakit yang ditularkan

    melalui udara" Sarung tangan, sebaiknya digunakan terutama ketika menyentuh darah,

    cairan tubuh, #eses maupun urine" Sarung tangan harus selalu diganti untuk setiap

    pasiennya, baju khusus juga harus dipakai untuk melindungi kulit dan pakaian selama kita

    melakukan suatu tindakan untuk mencegah percikan darah, cairan tubuh, urin dan #eses

    (Louisiana, ''!"

    /embersihan yang rutin sangat penting untuk meyakinkan bah-a rumah sakit sangat

    bersih dan benarbenar bersih dari debu, minyak dan kotoran" 4dministrasi rumah sakit

    harus ada -aktu yang teratur untuk membersihkan dinding, lantai, tempat tidur, pintu,

    jendela, tirai, kamar mandi, dan alatalat medis yang telah dipakai berkalikali" 7sahakan

    pemakaian penyaring udara, terutama bagi penderita dengan status imun yang rendah atau

    bagi penderita yang dapat menyebarkan penyakit melalui udara" Kamar dengan pengaturan

    udara yang baik boleh menurunkan resiko terjadinya penularan tuberkulosis" Selain itu,

    rumah sakit harus membangun suatu #asilitas penyaring air dan menjaga kebersihan

    pemprosesan serta #ilternya untuk mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri" %oilet rumah

    sakit juga harus dijaga, terutama pada unit pera-atan pasien diare untuk mencegah

    terjadinya in#eksi antar pasien" /ermukaan toilet harus selalu bersih dan diberi disin#ektan

    (CenFel, ''!"

    16

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    17/29

    /enyebaran dari in#eksi nosokomial juga dapat dicegah dengan membuat suatu

    pemisahan pasien" Ruang isolasi sangat diperlukan terutama untuk penyakit yang

    penularannya melalui udara, contohnya tuberkulosis, dan S4RS, yang mengakibatkan

    kontaminasi berat" /enularan yang melibatkan 3irus, seperti .$A serta pasien yang

    mempunyai resistensi rendah seperti leukimia juga perlu diisolasi agar terhindar dari

    in#eksi" Ruang isolasi ini harus selalu tertutup dengan 3entilasi udara yang menuju keluar

    (abb, 8R" Li##e, 48, 199:!"

    Eang perlu diperhatikan dalam pencegahan in#eksi nosokomial luka operasi adalah

    harus melakukan pemeriksaan terhadap pasien operasi sebelum pasien masuk

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    18/29

    " Memutus mata rantai penularan" Merupakan hal yang paling mudah untuk

    mencegah penularan penyakit in#eksi, tetapi hasilnya bergantung kepeda ketaatan

    petugas dalam melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan"

    )" %indakan pencegahan paska pajanan (Post *+posure Proph!la+isP*P! terhadap

    petugas kesehatan" erkaitan pencegahan agen in#eksi yang ditularkan melalui

    darah atau cairan tubuh lainnya, yang sering terjadi karena luka tusuk jarum bekas

    pakai atau pajanan lainnya" /enyakit yang perlu mendapatkan perhatian adalah

    hepatitis , .epatitis 0, dan .$A"

    '""9 Ke-aspadaan 7ni3ersal

    Sejak 4$*S diketahui, kebijakan baru yang bernama ke-aspadaan uni3ersal (K7!

    dikembangkan" Kebijakan ini menganggap bah-a setiap darah dan cairan tertentu lain

    dapat mengandung in#eksi, tidak memandang status sumbernya" Lagi pula, semua alat

    medis harus dianggap sebagai sumber penularan, dan penularan dapat terjadi pada setiap

    layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan gigi dan persalinan, pada setiap tingkat

    (klinik dan puskesmas sampai dengan rumah sakit rujukan!" .arus ditekankan bah-a

    ke-aspadaan uni3ersal dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan .$A

    tetapi yang tidak kalah penting terhadap in#eksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih

    mudah menular, mis" 3irus hepatitis dan 0" /etugas layanan kesehatan harus menerapkan

    ke-aspadaan uni3ersal secara penuh dalam hubungan dengan SBM74 pasien" Kita

    biasanya menganggap cairan yang dapat menular .$A sebagai darah, cairan kelamin dan

    4S$ saja" 6amun ada cairan lain yang dapat mengandung kumanlain, dan dalam sarana

    kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh" 0ontohnya, -alaupun tinja tidak

    mengandung .$A, cairan berikut mengandung banyak kuman lain=

    a" 6anah

    b" 0airan ketuban

    c" 0airan lim#ad" Bkskreta= air seni, tinja

    e" dll"""

    Mikroba penyebab .4$s dapat ditransmisikan oleh pasien terin#eksi

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    19/29

    1" Ke-aspadaan Standar

    Ke-aspadaan standar berlaku untuk semua pasien, kemungkinan atau terbukti in#eksi,

    setiap -aktu di semua unit pelayanan kesehatan" Ke-aspadaan standar disusun untuk

    mencegah kontaminasi silang sebelum diagnosis diketahui dan beberapa merupakan

    praktek rutin, meliputi =

    a" Kebersihan tangan

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    20/29

    /engelolaan udara khusus tidak diperlukan, pintu boleh terbuka

    b" APD petugas

    Masker edah

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    21/29

    e" /akai sarung tangan saat atau kemungkinan kontak darah dan cairan tubuh serta

    barang yang terkontaminasi, disin#eksi tangan segera setelah melepas sarung

    tangan" anti sarung tangan antara pasien

    #" /enanganan limbah #eses, urine, dan sekresi pasien lain di buang ke lubang

    pembuangan yang telah disediakan, bersihkan dan disin#eksi bedpan, urinal dan

    o#tainercontainerpasien lainnya

    g" %angani bahan in#eksius sesuai Standar /rosedur ;perasional (S/;!

    h" /astikan peralatan, barang #asilitas dan linen pasien yang in#eksius telah

    dibersihkan dan didisin#eksi benar

    8adi, upaya pencegahan in#eksi nosokomial oleh tenaga kesehatan termasuk bidan

    diperlukan suatu rencana yang terintegrasi, monitoring dan program yang termasuk =

    a" Membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien dengan cara mencuci tangan

    dan penggunaan sarung tangan, tindakan septik dan aseptik, sterilisasi dan

    disin#ektan"

    b" Mengontrol resiko penularan dari lingkungan"

    c" Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang

    cukup, dan 3aksinasi"

    d" Membatasi resiko in#eksi endogen dengan meminimalkan prosedur in3asi#"

    e" /enga-asan in#eksi, identi#ikasi penyakit, dan mengontrol penyebarannya"

    %erdapat beberapa prosedur dan tindakan pencegahan in#eksi nosokomial" %indakan

    ini merupakan seperangkat tindakan yang didesain untuk membantu meminimalkan resiko

    terpapar material in#eksius seperti darah dan cairan tubuh lain dari pasien kepada tenaga

    kesehatan atau sebaliknya" Menurut Oarkasih, pencegahan in#eksi didasarkan pada asumsi

    bah-a seluruh komponen darah dan cairan tubuh mempunyai potensi menimbulkan in#eksi

    baik dari pasien ke tenaga kesehatan atau sebaliknya" Kunci pencegahan in#eksi pada

    #asilitas pelayanan kesehatan adalah mengikuti prinsip pemeliharaan hygene yang baik,

    kebersihan dan kesterilan dengan lima standar penerapan yaitu=

    a" Mencuci tangan untuk menghindari in#eksi silang" Mencuci tangan merupakanmetode yang paling e#ekti# untuk mencegah in#eksi nosokomial, e#ekti# mengurangi

    perpindahan mikroorganisme karena bersentuhan

    b" Menggunakan alat pelindung diri untuk menghindari kontak dengan darah atau

    cairan tubuh lain" 4lat pelindung diri meliputiP pakaian khusus (apron!, masker,

    sarung tangan, topi, pelindung mata dan hidung yang digunakan di rumah sakit dan

    bertujuan untuk mencegah penularan berbagai jenis mikroorganisme dari pasien ke

    tenaga kesehatan atau sebaliknya, misalnya melaui sel darah, cairan tubuh, terhirup,

    tertelan dan lainlain"

    21

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    22/29

    c" Manajemen alat tajam secara benar untuk menghindari resiko penularan penyakit

    melalui bendabenda tajam yang tercemar oleh produk darah pasien" %erakit dengan

    hal ini, tempat sampah khusus untuk alat tajam harus disediakan agar tidak

    menimbulkan injuri pada tenaga kesehatan maupun pasien"

    d" Melakukan dekontaminasi, pencucian dan sterilisasi instrumen dengan prinsip yang

    benar" %indakan ini merupakan tiga proses untuk mengurangi resiko tranmisi

    in#eksi dari instrumen dan alat lain pada klien dan tenaga kesehatan"

    7nsur ke-aspadaan uni3ersal yang berikut melindungi terhadap tindakan ini=

    1" 0uci tangan

    '" /akai alat pelindung yang sesuai

    " /engelolaan alat tajam (disediakan tempat khusus untuk membuang jarum suntik dan

    semprit!)" *ekontaminasi, sterilisasi, disin#eksi

    :" /engelolaan limbah

    4lat pelindung

    7nsur kedua ke-asapadaan uni3ersal adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai

    tindakan" 4lat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (mis" untuk ambil darah! hingga

    semua alat ini yang dibutuhkan oleh seorang bidan -aktu membantu kelahiran" 6amun

    pera-at yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan Q yang penting

    cuci tangan sebelum dan sesudahnya"

    a" Sarung tangan

    b" 0elemek

    c" Masker Q pelindung muka

    d" Kacamata

    e" /elindung kaki

    '""1 Sterilisasi dan *esin#eksi4" Sterilisasi

    Sterilisasi merupakan upaya pembunuhan atau pengahncuran semua bentuk

    kehidupan mikroba yang dilakukan dirumah sakit melalui proses #isik maupun kimia-i"

    Strelisisasi juga dapat dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman pathogen atau

    apatogen beserta spora yang terdapat pada alat pera-atan atau kedokteran dengan cara

    merembus, menggunakan panas tinggi, atau bahan kimia" Sterilisasai adalah tahap a-al

    yang penting dari proses pengujian mikrobiologi" 4da : metode umum sterilisasi yaitu =

    a" Sterilisasi uap (panas lembap!

    b" Sterilisasi panas kering

    22

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    23/29

    c" Sterilisasi dengan penyaringan

    d" Sterilisasi gas

    e" Sterilisasi dengan radiasi

    1" Sterilisasi 7ap

    Sterilisasi uap dilakukan dengan autokla# menggunakan uap air dalam tekanan sebagai

    pensterilnya" ila ada kelembapan (uap air! bakteri akan terkoagulasi dan dirusak pada

    temperature yang lebih rendah dibandingkan bila tidak ada kelembapan" Mekanisme

    penghancuran bakteri oleh uap air panas adalah karena terjadinya denaturasi dan koagulasi

    beberapa protein esensial dari organism tersebut =

    /rinsip cara kerja autokla#

    Seperti yang telah dijelaskan sebagian pada bab pengenalan alat, autokla# adalah alatuntuk mensterilkan berbagai macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 1: psi ('

    atm! dan suhu 1'10" 7ntuk cara kerja penggunaan autokla# telah disampaikan di depan"

    Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi

    memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara

    panas" iasanya untuk mesterilkan media digunakan suhu 1'1o0 dan tekanan 1: lb

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    24/29

    7ntuk mendeteksi bah-a autokla# bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba

    pengguji yang bersi#at termo#ilik dan memiliki endospora yaitu acillus

    stearothermophillus,laFimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore

    strip" Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autokla# dan disterilkan" Setelah proses

    sterilisai lalu ditumbuhkan pada media" 8ika media tetap bening maka menunjukkan

    autokla# telah bekerja dengan baik"

    '" Sterilisasi /anas Kering

    Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan dengan menggunakan o3en pensteril karena

    panas kering kurang e#ekti# untuk membunuh mikroba dibandingkan dengan uap air panas

    maka metode ini memerlukan temperature yang lebih tinggi dan -aktu yang lebih panjang"

    Sterilisasi panas kering biasanya ditetapkan pada temperature 1>10 dengan -aktu 1'

    jam"

    Sterilisasi panas kering umumnya digunakan untuk senya-asenya-a yang tidak

    e#ekti# untuk disterilkan dengan uap air panas, karena si#atnya yang tidak dapat ditembus

    atau tidak tahan dengan uap air"Senya-asenya-a tersebut meliputi minyak lemak, gliserin

    (berbagai jenis minyak!, dan serbuk yang tidak stabil dengan uap air"Metode ini juga

    e#ekti# untuk mensterilkan alatalat gelas dan bedah"

    Karena suhunya sterilisasi yang tinggi sterilisasi panas kering tidak dapat digunakan

    untuk alatalat gelas yang membutuhkan keakuratan (contoh=alat ukur! dan penutup karet

    atau plastik"

    " Sterilisasi dengan penyaringan

    Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yang mudah rusak

    jika terkena panas atu mudah menguap (3olatile!" 0airan yang disterilisasi dile-atkan ke

    suatu saringan (ditekan dengan gaya sentri#ugasi atau pompa 3akum! yang berpori dengan

    diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri" Airus tidak akan tersaring dengan

    metode ini"

    )" Sterilisasi gas

    Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh

    mikroorganisme dan sporanya" Meskipun gas dengan cepat berpenetrasi ke dalam pori dan

    serbuk padat" Sterilisasi adalah #enomena permukaan dan mikroorganisme yang terkristal

    akan dibunuh" Sterilisasi gas biasanya digunakan untuk bahan yang tidak bisa di#iltrasi,

    tidak tahan panas dan tidak tahan radiasi atau cahaya"

    :" Sterilisasi dengan radiasi

    24

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    25/29

    Radiasi sinar gama atau partikel elektron dapat digunakan untuk mensterilkan jaringan

    yang telah dia-etkan maupun jaringan segar" 7ntuk jaringan yang dikeringkan secara

    lio#ilisasi, sterilisasi radiasi dilakukan pada temperatur kamar (proses dingin! dan tidak

    mengubah struktur jaringan, tidak meninggalkan residu dan sangat e#ekti# untuk

    membunuh mikroba dan 3irus sampai batas tertentu" Sterilisasi jaringan beku dilakukan

    pada suhu )o 0elsius" %eknologi ini sangat aman untuk diaplikasikan pada jaringan

    biologi"

    .alhal yang perlu diperhatikan pada sterilisasi, di antaranya=

    a" Sterilisator (alat untuk mensteril! harus siap pakai, bersih dan masih ber#ungsi"

    b" /eralatan yang akan disterilisasi harus dibungkus dan diberi label yang jelas dengan

    menyebutkan jenis peralatan, jumlah, tanggal pelaksanaan steril"

    c" /enataan alat harus berprinsip semua bagian dapat steril"d" %idak boleh menambah peralatan dalam sterilisator sebelum -aktu mensteril selesai"

    e" Memindahkan alat steril ke dalam tempatnya dengan korentang steril"

    #" Saat mendinginkan alat steril tidak boleh membuka pembungkusnya, bila terbuka

    harus dilakukan sterilisasi ulang"

    " *esin#eksi

    *esin#eksi adalah proses pembuangan semua mikroorganisme patogen pada objek

    yang tidak hidup dengan pengecualian pada endospora bakteri" *esin#eksi juga dikatakan

    suatu tindakan yang dilakukan untuk membunuh kuman patogen dan apatogen tetapi tidak

    dengan membunuh spora yang terdapat pada alat pera-atan ataupun kedokteran"

    *esin#eksi dilakukan dengan menggunakan bahan desin#ektan melalui cara mencuci,

    mengoles, merendam dan menjcmur dengan tujuan mencegah terjadinya in#eksi, dan

    mengondisikan alat dalam keadaan siap pakai"

    Kemampuan desin#eksi ditentukan oleh -aktu sebelum pembersihan objek,

    kandungan rat organik, tipe dan tingkat kontaminasi mikroba, konsentrasi dan -aktu

    pemaparan, kealamian objek, suhu, dan derajat keasaman (p.!"

    *isin#ektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan

    ini dinamakan antiseptik" 4ntiseptik adalah Fat yang dapat menghambat atau

    menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desin#eksi digunakan pada

    benda mati" *esin#ektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya

    tergantung dari toksisitasnya"

    *esin#ektan akan membantu mencegah in#eksi terhadap pasien yang berasal dari

    peralatan maupun dari sta# medis yang ada di RS dan juga membantu mencegah

    25

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    26/29

    tertularnya tenaga medis oleh penyakit pasien" *isin#ektan dapat membunuh

    mikroorganisme patogen pada benda mati"

    Kriteria desin#eksi yang ideal=

    a" ekerja dengan cepat untuk menginakti3asi mikroorganisme pada suhu kamar

    b" 4kti3itasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, p., temperatur dan kelembaban

    c" %idak toksik pada he-an dan manusia

    d" %idak bersi#at korosi#

    e" %idak ber-arna dan meninggalkan noda

    #" %idak berbau< baunya disenangi

    g" ersi#at biodegradable< mudah diurai

    h" Larutan stabil

    i" Mudah digunakan dan ekonomis

    j" 4kti3itas berspektrum luas

    %ujuan dari sterilisasi dan desin#eksi adalah=

    a" Mencegah terjadinya in#eksi

    b" Mencegah makanan menjadi rusak

    c" Mencegah kontaminasi mikroorganisme dalam industry

    d" Mencegah kontaminasi terhadap bahan bahan yg dipakai dalam melakukan biakan

    murni"

    .asil proses desin#eksi dipengaruhi oleh beberapa #aktor=

    a" eban organik (beban biologis! yang dijumpai pada benda"

    b" %ipe dan tingkat kontaminasi mikroba"

    c" /embersihan

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    27/29

    BAB III

    PENUTUP

    3.1 +es"m,ulan

    $n#eksi nosokomial adalah in#eksi yang didapat penderita ketika penderita itu dira-at

    disarana pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas, klinik, maupun rumah sakit, biasanya

    gejala timbul ' jam pasca penderita dira-at di pelayanan kesehatan tersebut"

    $n#eksi nosokomial dapat bersumber pada peralatan kedokteran, makanan minuman,

    udara, debu, air limbah, bahanbahan desin#ektan, dokter, pera-at, bidan, laboran, sta##,

    27

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    28/29

    pengunjung, penderita yang dira-at, he-an yang berada di lingkungan sarana pelayanan

    kesehatan, misalnya nyamuk lalat dan masih banyak lagi yang berada di lingkungan sarana

    pelayanan kesehatan

    anyak upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan terjadinya

    in#eksi nosokomial" Eang perlu menjadi #okus perhatian dalam upaya ini adalah rantai

    penularan in#eksi" /engetahuan tentang rantai penularan in#eksi sangat penting karena

    apabila satu mata rantai dihilangkan atau dirusak, maka in#eksi dapat dicegah atau

    dihentikan"

    /enelaahan tentang rantai penularan in#eksi melahirkan suatu upaya pencegahan

    berupa ke-aspadaan isolasi, yang meliputi ke-aspadaan standar dan ke-aspadaan

    transmisi"

    3.2 #aran

    *alam penyelesaian makalah ini kami juga memberikan saran bagi para pembaca dan

    mahasis-a yang akan melakukan pembuatan makalah berikutnya =

    a" Kombinasikan metode pembuatan makalah berikutnya"

    b" /embahsan yang lebih mendalam disertai datadata yang lebih akurat"

    eberapa poin diatas merupakan saran yang kami berikan apabila ada pihakpihak

    yang ingin melanjutkan penelitian terhadap makalah ini, dan demikian makalah ini disusun

    serta besar harapan nantinya makalah ini dapat berguna bagi pembaca khususunya

    mahasis-a 2akultas Kedokteran 7ni3ersitas $slam Sumatra 7tara semester A$$

  • 7/26/2019 BAB I (Repaired) (Autosaved) (Autosaved) 1 (Autosaved)

    29/29