askeb neonatus

Download askeb neonatus

Post on 18-Jul-2015

443 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM DAN OBSTRUKSI BILIARIS

D I SUSUN OLEH : ELVIONORA SUWITA LIA ANGGINA LUSI RILPITA DEWI MERI ASTUTI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKes PAYUNG NEGERI PEKANBARU TA 2010/2011

A. ASFIKSIA NEONATARUM1. PENGERTIAN ASFIKSIA Asfiksia merupakan salah satu kelainan-kelainan pada bayi yang baru dilahirkan dengan ditandai susah bernafas

2. TANDA-TANDA DAN GEJALA ASFIKSIA Tidak ada pernafasan atau pernafasan lambat (kurang dari 30 kali per menit) Pernafasan tidak teratur,dan sdengkuran atau retraksi (pelukan dada) Tangisan lemah Warna kulit pucat atau biru Tonus otot lemas dan terkulai Denyut jantung tidak ada atau perlahan (kurang dari 100 kali per menit)

3.PENYEBAB ASFIKSIA Faktor Ibu Hipoksia ibu akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala gangguan kontraksi uterus, hipotensi mendadak karena pendarahan, hipertensi karena eklamsia, penyakit jantung Faktor Placenta Yang meliputi solutio plasenta, pendarahan pada plasenta previa, plasenta tipis, plasenta kecil, plasenta tak menempel pada tempatnya. Faktor Janin dan Neonatus Meliputi tali pusat menumbung, tali pusat melilit ke leher, kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir, gemelli, IUGR, kelainan kongenital Faktor Persalinan Meliputi partus lama, partus tindakan dan lain-lain

4. PATOGENESIS Penyebab asfiksia dapat berasal dari faktor ibu, janin dan plasenta. Adanya hipoksia dan iskemia jaringan menyebabkan perubahan fungsional dan biokimia pada janin 6. KLASIFIKASI ASFIKSIA Klasifikasi asfiksia berdasarkan nilai APGAR : Asfiksia berat dengan nilai APGAR 0-3 Asfiksia ringan sedang dengan nilai APGAR 4-6 Bayi normal atau sedikit asfiksia dengan nilai APGAR 7-9 Bayi normal dengan nilai APGAR 10

7.DIAGNOSIS Denyut jantung janin Frekuensi normal ialah antara 120 dan 160 debyutan semenit, selama his frekuensi ini bisa turun Mekonium dalam air ketuban Mekonium pada presentasi sungsang tidak ada artinya, akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenisasi Pemeriksaan pH darah janin Dengan menggunakan amnioskop yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin

8. KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat ditemukan antara lain : Odem Otak Pendarahan Otak Anuria atau Oliguria Hyperbilirubinemia Obstruksi usus yang fungsional Kejang sampai koma Komplikasi akibat resusitasinya sendiri : Pneumonthorax 9. PROGNOSA Asfiksia ringan / normal : Baik. Asfiksia sedang; tergantung kecepatan penatalaksanaan bila cepat prognosa baik. Asfiksia berat; dapat menimbulkan kematian pada hari-hari pertama, atau kelainan syaraf permanen. Asfiksia dengan pH 6,9 dapat menyebabkan kejang sampai koma dan kelainan neurologis yang permanent misalnya cerebal palsy, mental retardation

11. ASUHAN DAN PENANGANAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Melakukan perawatan pada bayi baru lahir Menjaga kehangatan pada bayi dengan membalut bayi dengan kain Menjaga kebersihan mulut bayi dan jalan nafas bayi Melakukan resusitasi dengan alat yang dimasukan ke dalam mulut untuk mengalirkan O2, dengan tekanan 12 mmHg

12. PENATALAKSANAAN Mencegah kehilangan panas ( keringkan dan berikan rangsangan pada bayi) Posisikan bayi dengan baik dan bersihkan jalan nafas Memberikan rangsangan taktil

Lakukan tindakan cepat dan tepat pada bayi dengan tanda-tanda ascfiksia selain mengeringkan dan menghangatkan tubuh bayi,lakukan penghisapan lendir secara lembut untk membersihkan jalan nafas bayi

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Kasus Asfiksia Neonatorum /Bayi Lahir Tidak Menangis Spontan

A. LANDASAN TEORI Proses persalinan terfokus pada ibu tetapi karena proses tersebut merupakan proses pengeluaran hasil kehamilan (bayi), maka penatalaksanaan satu persalinan dikatakan berhasil apabila selain ibunya, maka bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal

B. ETIOLOGI Sambutan pada jalan nafas diakibatkan atau dikarenakan oleh lendir dan air ketuban yang menyumbat pada hidung, mulut dan tenggorokan halus langsung dilakukan pembersihan jalan nafas agar bayi dapat bernafas dan menangis, setelah itu beri rangsang taktil bila bayi tidak juga menangis

C. GEJALA DAN TANDA ASFIKSIA NEONATORUM a. Tidak bernafas atau nafas megap-megap diikiuti dengan bayi lahir tidak menangis spontan dan bernafas lamba;. (kflrang dan 30 x per menit) b. Pernafasan tidak teratur, dengkuran / retraksi (pelekukan dada) c. Tangisan lemah atau merintih d. Warna kulit biru atau pucat e. Tonus otot lemas atau ekstremitas terkulai f. Denyut jari tung tidak ada atau lambat (bradikardi) kurang dan 100 x/menit

D. TINDAKAN PASCA ASFIKSIA NEONATORUM 1. Faktor waktu sangat penting 2. Kerusakan yang timbul pada bayi akibat anaksia/hipoksia antenatal tidak diperbaiki, tetapi kerusakan yang akan terjadi karena bisa anaksia/hipoksia pasca natal harus di cegah dan di atasi. 3. Riwayat kehamilan dan pertus akan memberikan keterangan yang jelas tentang faktor terjadinya depresi pernafasan BBL. 4. Penilaian BBL perlu dikenal baik agar resusitasi yang lakukan secara adekuat.

E. PRINSIP DASAR RESUSITASI YANG PERLU DI INGAT Memberikan lingkungan yang baik pada bayi dan mengusahakan saluran pernafasan tetap bebas serta merangsang timbulnya pernafasan Memberi bantuan pernafasan secara efektifpada bayi yang menunjukan usaha pernafasan lemah. Riwayat kehamilan dan partus akan memberikan keterangan yang jelas tentang faktor penyebab terjadinya depresi pernafasan pada BBL Penilaian BBL perlu dikenal baik agar resusitasi yang dilakukan dapat di pilih dan di tentukan secara adekuat.

F. PENATALAKSANAAN ASFIKSIA 1. Langkah awal a. Mencegah kehilangan panas, termasuk menyiapkan tempat yang kering dan hangat untuk melakukan pertolongan. b. Memposisikan bayi dengan baik, (kepala bayi setengah tengadah/sedikit ekstensi atau mengganjal bahu bayi dengan kain) c. Bersihkan jalan nafas dengan alat penghisap yang tersedia Bersihkan jalan nafas

OBSTRUKSI BILLIARIS1. Definisi Obstruksi billiaris adalah suatu kelainan bawaan dimana terjadi penyumbatan pada saluran empedu sehingga cairan empedu tidak dapat mengalir ke dalam usus untuk dikeluarkan dalam feses (sebagai sterkobilin).

2.Metabolisme Bilirubin Metabolisme bilirubin mempunyai tingkatan sebagai berikut : a. Produksi b. Transportasi c. Konjugasi d. Ekskresi e. Metabolisme bilirubin pada janin dan neonatus

3. Patofisiologi pada Ikterus a. Ikterus Fisiologis Pada umumnya untuk menentukan penyebab ikterus jika : 1. Ikterus timbul dalam 24 jam pertama kehidupan; 2. Bilirubin serum meningkat dengan jecepatn lebih besar dari 5 mg/dl/24 jam; 3. Kadar bilirubin serum lebi besar dari 12 mg/dl pada bayi aterm dan lebih besar dari 14 mg/dl pada bayi preterm; 4. Ikterus persisten sampai melewati minggu pertama kehidupan; dan 5. Bilirubin direk lebih besar dari 1 mg/dl.

4.Tanda dan Gejala Ikterus Penyebab ikterus pada bayi baru lahir dapat berdiri sendiri ataupun dapat disebabkan oleh beberapa faktor : Produksi yang berlebihan; Gangguan dalam proses uptake dan konjugasi hepar; Gangguan transportasi; dan Gangguan dalam ekskresi.

5. Penatalaksanaan a. Pendekatan Menentukan Kemungkinan Penyebab b. Ikterus yang timbul 24 72 jam setelah lahir - Biasanya ikterus fisiologis; dan - Inkompatibilitas darah ABO arau Rh. c. Ikterus yang timbul sesudah 72 jam sampai akhir minggu pertama - Biasanya karena infeksi; - Dehidrasi asidosis; - Defisiensi enzim; - Pengaruh obat; d. Ikterus yang timbul pada akhir minggu pertama dan selanjutnya - Biasanya karena obstruksi; - Hipotiroidisme;

6. Pencegahan Ikterus dapat dicegah dan dihentikan peningkatannya dengan : Pengawasan yang baik; Menghindari obat yang dapat meningkatkan ikterus pada bayi, pada masa kehamilan dan kelahiran, misalnya sulfafurazole, nevobiosin, oksitosin, dan lain-lain; Pencegahan dan mengobati hipoksia pada janin dan neonatus; Penggunaan fenobarbitas pada ibu 1 2 hari sebelum partus; Illuminasi yang baik pada bangsal bayi baru lahir; Pemberian makanan yang dini; dan Pencegahan infeksi.

7. Perawatan Pemberian Terapi Sinar 1. Bayi diletakkan di bawah lampu terapi sinar a. Bila berat badan bayi 2000 gram atau lebih, letakkan bayi dalam keadaan telanjang di boks bayi; b. Tutup mata bayi dengan penutup, pastikan penutup mata tidak menutupi lubag hidung. 2. Letakkan bayi sedekat mungkin dengan lampu sesuai dengan petunjuk 3. Ubah posisi bayi tiap 3 jam 4. Pastikan bayi diberi minum