tugas kelompok elemen

Click here to load reader

Post on 25-Jun-2015

1.035 views

Category:

Documents

32 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MATA KULIAH

PERANCANGAN & PERENCANAAN 1 ELEMEN BANGUNAN

Anggota : Asril Chairul Taufik Desi Ana Wati (10124011) Indra Prakoso (10124009) Sri Kurniati Tedi Setiawan (10124005)

(10124007)

(10124008)

Tri Mulyadi

(10124001)

KOLOMA. DEFINISI Definisi kolom adalah tiang (pilar) penyangga (biasanya dari beton yg bertulang besi). Menurut Nawy, kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka (frame) struktur yang memikul beban dari balok. Sedangkan menurut SK SNI T-15-1991-03 (PU 1991) : Kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban tekan aksial dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Kolom meneruskan beban-beban dari elevasi atas ke elevasi yang lebih bawah hingga akhirnya sampai ke tanah melalui fondasi. Karena kolom merupakan komponen tekan, maka keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan keruntuhan (collapse) lantai yang bersangkutan, dan juga merupakan batas runtuh total (ultimate total collapse) seluruh strukturnya. Oleh karena itu dalam merencanakan kolom perlu lebih teliti, yaitu dengan memberikan kekuatan cadangan yang lebih tinggi daripada yang dilakukan pada balok dan elemen struktur horisontal lainnya, terlebih lagi keruntuhan tekan tidak memberikan peringatan awal yang cukup

B. FUNGSI Fungsi kolom adalah sebagai penyangga atau penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh.

C. JENIS BAHAN 1. Besi tulangan 2. Adukan

D. JENIS dan DIMENSI Kolom praktis merupakan tiang dari besi yang di cor dengan adukan 1 Pc:2Ps:3Kr biasanya ditulis dengan 4 12 atau empat batang besi berdiameter 12 mm dengan cincin / sengkang 8 mm sejarak 20 cm-25 cm.

Contoh gambar :

Kolom struktur merupakan tulangan rumah yang biasanya berdiameter 13 dengan cincin / sengkang 8 sejarak 15 cm.

Contoh gambar :

Kolom manipulasi

Kolom baja

Contoh gambar :

Kolom kayu

Contoh gambar :

E. SYARAT Kekakuan Suatu struktur harus memiliki kekakuan yang cukup sehingga pergerakkannya dapat dibatasi. Kekakuan struktur dapat diukur dari besarnya simpangan antar lantai (drift) bangunan, semakin kecil simpangan struktur maka bangunan tersebut akan semakin kaku. Ada perbedaan antara displacement dan drift, displacement adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai sedangkan drift adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai di bawahnya. Kekakuan bahan itu sendiri dipengaruhi oleh modulus elastisitas bahan dan ukuran elemen tersebut. Dan modulus elastisitas berbanding lurus dengan kekuatan bahan, maka semakin kuat bahan maka bahan tersebut juga semakin kaku. Namun bahan yang terlalu kaku bisa menjadi getas (patah seketika). Kekuatan Syarat kekuatan ini mencakup seluruh elemen struktur, baik pelat, kolom, balok, dan shearwall. Cara mengeceknya pun sesuai dengan perilaku elemen-elemen tersebut. Misalnya kolom, cari terlebih dahulu diagram interaksi dan tentukan dimana titik Pu,Mu maksimum pada diagram interaksi tersebut, jika titik tersebut berada di luar dan di bawah keadaan balance, maka terjadi kegagalan tarik. Jika berada di luar sebelah atas keadaan balance maka terjadi kegagalan tekan. Sedangkan pada balok dan pelat, di cek dengan mengukur kemampuan balok dengan ukuran dan tulangan terpasang kemudian bandingkan dengan momen

yang terjadi. Bila momen kapasitas balok di atas momen yang terjadi di lapangan, baik itu tekan maupun tarik, maka balok dan pelat tersebut aman. Sedangkan pada shearwall, ada beberapa pakar yang mengasumsikan shearwall sebagai kolom pendek karena itu pengecekannya pun sama dengan kolom, yaitu dengan mencari diagram interaksi tersebut. Kestabilan Konsep kestabilan struktur seperti sebuah bola yang berada pada suatu tempat dengan keadaan tertentu. Pemeriksaan kestabilan ini dikemukakan oleh Mac Gregor dalam bukunya yang berjudul Reinforced Concrete, Mecjanics and Design pada tahun 1997.

F. BAHAN FINISHING Pasir Semen

G. CONTOH

H. TIPS Tips bila kolom retak : Untuk retak diagonal dan retak horisontal perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan kolom, apabila kolom masih cukup kuat cukup dilakukan grouting dengan cairan epoxy pada daerah tekan. Jika setelah di analisa kolom kurang kuat, maka diperlukan pelebaran ukuran kolom. Pelebaran ini dilakukan untuk memperkuat kolom sehingga mampu menahan beban di atasnya.

Untuk retak-retak kecil, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

LANTAIA. DEFINISI Definsi dari lantai dalam kamus besar bahasa Indonesia : n(1) bagian bawah(alas,datar)suatu ruang atau bangunan

terbuat

dari

papan,semen,ubin,dsb);

(2)

tingkatan

pada

gedung bertingkat:kantornya terletak didua gedung itu : (3)geladak kapal.lantai juga merupakan penutup dari bagian bangunan. Lantai merupakan penutup permukaan tanah dalam ruangan dan sekitar rumah (teras,carport). Hal yang kadang terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang jenis,sifat,dan teknik pemasangan setiap jenis lantai sehingga lantai tidak terpasang secara baik dan tidak berfungsi secara baik dan tidak berfungsi secara maxsimal menurut kebutuhan ruang.jenis lantai ada beberapa macam,tetapi fungsinya sebagai alat pijakan kaki sehingga memberi kenyamanan ketika berjalan di atasnya.lantai juga dapat memberi nilai estetika suatu rumah sehingga dapat menambah nilai jual bangunan rumah. Tinggi lantai diatas permukaan tanah bergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi ada pula yang menyukai lantai rata dengan tanah ,tetapi ada pula yang menyukai lantai tinggi.di daerah yang sering terkena banjir ataupun terhadap jalan raya , sebaiknya lantai di buat lebih tinggi dari permukaan tersebut. Penggunaan lantai bermacam-macam. Untuk dalam ruangan (interior) sebaiknya di gunakan bahan lantai yang mempunyai warna,pola, dan dimensi serta tekstur yang halus. Sedangkan untuk luar ruangan (exsterior) digunakan lantai yang bertekstur kasar supaya tidak licin apa bila terkena air.

B. FUNGSI

Tempat berpijak seseorang atau benda dalam suatu ruang atau bagian dasar suatu ruang.Lantai juga merupakan bagian yang paling dominan dan memiliki peran psangat besar untuk menciptakan keindahan pada suatu ruang. Untuk memperindah lantai rumah banyak bahan yang bias digunakan antara lain plester, acian, keramik, ubin PC, marmer, granit alam, vinyl , batu alam dsb. Walaupun memiliki banyak variasi namun fungsi secara umum sama saja,yaitu untuk: 1. Mencegah agar kelembaban dari dalam tanah tidak naik kepermukaan 2. Menciptakan kesan bersih dan luas di dalam ruang 3. Dengan penempatan warna dan pola tertentu dapat memberikan kesan perbedaan zona atau fungsi dalam ruangan,seperti ruang tamu,ruang keluarga,dapur,dsb 4. Material khusus dapat digunakan paa ruang dengan fungsi tertentu,misalnya untuk lantai rumah sakit banyak menggunakan penutup lantai enis vinyl dengan tujuan agar lebih higienisdan mudah di bersihkan.(sabrul.com)

C. JENIS BAHAN Ada jenis lantai yang tidak bisa dibebani benda

berat,misalnya lantai dari pasangan batu bata, balok kayu, kayu yang agak lunak, dsb. Masing-masing material yang dipakai untuk menjadi bahan lantai menentukan kegiatan apa yang boleh dilakukan diatasnya. Kebalikannya, jenis kegatan apa yang mungkin dilakukan diatas tsb menjadi pertimbangan utama dalam memilih bahan lantai. Jenis material bervariasi dari yang sangat keras seperti keramik, beton, batuan, maupun yang lunak atau mudah pecah

seperti vinyl, bata, karpet, dsb. Bahan material yang umum digunakan adalah keramik, ubin, dan jenis kayu yang keras seperti kayu jati, ulin, beton atau parket pabrikan yang cukup keras materialnya. Lantai keras semacam ini bisa digunakan untuk meletakkan berat diatasnya. Bahan keras dengan lapisan seperti keramik , cukup baik digunakan untuk rumah dan merupakan pilihan paling sering digunakan karena permukaannya yang keras, serta mudah dibersihkan. Keramik saat ini hadir dengan berbagai motif dan warna yang makin memperkaya desain interior anda. Jenis lantai keramik termasuk paling popular untuk rumah tinggal.

D. JENIS LANTAI Di bawah ini adalah jenis-jenis lantai yang biasa dipakai dalam bangunan/gedung maupun rumah tinggal.seperti: 1.lantai keramik 2.lantai kayu 3.lantai batu alam 4.lantai karpet 5.lantai unik 1.keramik Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.dan dibagi menjadi 2 yaitu keramik dan ubin keramik. Pada dasarnya hanya ada 2 jenis keramik yaitu : Keramik yang mempunyai lapisan glazur ( glazed ) Ini adalah jenis keramik yang paling banyak di pasaran untuk aplikasi lantai maupun dinding. Lapisan glazur di aplikasikan

dengan temperature tinggi sehingga menyatu dengan badan keramik. Lapisan ini lah yang membuat motif desain dan tekstur keramik. Lapisan glazur membuat keramik tahan air, tahan api dan mudah dibersihkan karena sangat padat dan tidak berpori. Merk-merk terkenal dari jenis ini adalah Roman, Platinum, Kia, Mulia,Ikad, Asia tile dll. Keramik homogenious tanpa lapisan glazur ( unglazed ) Jenis keramik ini sekarang semakin trend dengan bermacam macam desain. Tidak ada lapisan apapun yang di aplikasikan pada keramik. Pencampuran bahan utama dan motif keramik dilakukan sejak awal sebelum pembentukan body sehingga ada kesatuan warna antara bagian permukaan da