standar nasional pendidikan perkembangan sekolah gubememen di masa penjajahan belanda dikalangan...

Download STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN perkembangan sekolah gubememen di masa penjajahan Belanda dikalangan masyarakat

If you can't read please download the document

Post on 18-Oct-2020

4 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN

    KUALITAS MADRASAH

    Studi Dampak Standardisasi Pendidikan terhadap Mutu

    Madrasah

    Intan Zakiyyah, M.A.

    Pengantar:

    Prof. Dr. Husni Rahim

    Pustakapedia

    Indonesia

  • STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN KUALITAS

    MADRASAH

    Studi Dampak Standardisasi Pendidikan terhadap Mutu

    Madrasah

    ©2020, INTAN ZAKIYYAH

    Hak cipta dilindungi undang-undang

    Penulis : INTAN ZAKIYYAH, MA

    Tata Letak : Tim Pustakapedia

    Desain Sampul : Fadil Fadhilla

    ISBN : 978-623-7641-17-9

    Cetakan ke-I, Januari 2020

    Diterbitkan oleh:

    Pustakapedia (CV Pustakapedia Indonesia) Jl. Kertamukti No.80 Pisangan Ciputat Timur, Tangerang Selatan 15419 Email: penerbitpustakapedia@gmail.com Website: http://pustakapedia.com

    Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari Penulis

  • i

    KATA PENGANTAR

    Madrasah Pendidikan Alternatif yang Belum Selesai dalam Upaya

    Mengintegrasikan Moral dan Sains

    Prof. Dr. H. Husni Rahim.

    (Guru Besar Politik Pendidikan SPs UIN Jakarta dan Direktur

    Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Tahun 1998-

    2002)

    Kajian tentang Madrasah selalu menarik dan seolah tidak

    ada akhirnya. Ada dua faktor yang mendorong lahirnya madrasah,

    pertama pendidikan Islam tradisional dianggap kurang sistematis

    dan kurang memberikan kemampuan pragmatis yang memadai

    untuk menghadapi persaingan dengan lulusan sekolah. Kedua, laju

    perkembangan sekolah gubememen di masa penjajahan Belanda dikalangan masyarakat cenderung meluas dan membawa watak

    sekularisme, sehingga harus diimbangi dengan sistem pendidikan

    Islam yang memiliki model dan organisasi yang lebih teratur dan

    terencana. Madrasah berawal dari perpaduan model sekolah

    (pengaruh Barat) dan model pesantren (pengaruh Timur Tengah).

    Dari madrasah diharapkan lahir alumni sebagai kader umat dan

    kader bangsa yang mempunyai kemampuan Moral dan Sains yang

    saling menopang.

    Perjuangan Lembaga pendidikan Islam (madrasah)

    menuntut eksistensi dan perlakuan yang sama dengan sekolah

    telah di mulai lewat SKB 3 Menteri tahun 1975. Dan

    alhamdulillah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2

    Tahun 1989 sudah mengakui madrasah sebagai sekolah umum

    bercirikan Islam dan kurikulumnya sama dengan sekolah plus

    pelajaran agama Islam. Setelah mendapat pengakuan dan

    penghargaan yang sama antara madrasah dan sekolah maka

    perjuangan berikutnya adalah menampilkan keunggulan madrasah

    serta kesiapan bersaing secara nasional dan global. Dalam kaitan

  • ii

    inilah akreditasi berdasarkan standar nasional Pendidikan

    memberikan jalan dan peluang untuk mencapainya.

    Akreditasi pendidikan merupakan buah reformasi yang

    dituangkan dalam UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem

    Pendidikan Nasional. Melalui akreditasi dihapuskan diskriminasi

    dalam Pendidikan antara sekolah negeri dan swasta, antara

    sekolah umum dan sekolah agama (madrasah), antara sekolah di

    Jawa dan Luar Jawa. Tidak ada lagi istilah sekolah yang berstatus

    terdaftar, diakui dan disamakan, tidak ada lagi perbedaan

    perlakukan pengakuan antara sekolah negeri dan swasta, juga

    antara sekolah umum dan sekolah agama, semua diperlakukan

    sama, terakreditasi atau tidak dan bila terakreditasi maka apakah

    terakreditasi dalam peringkat A, B dan C tergantung kemampuan

    sekolah itu sendiri. Ijazah hanya diakui bila diberika oleh Lembaga

    Pendidikan yang terakreditasi. Akreditasi juga memberikan

    kesempatan masing-masing sekolah/madrasah untuk memberikan

    ciri khas nya. Peringkat akreditasi C merupakan standar minimal

    suatu Lembaga pendidikan dan sekolah/madrasah dipersilahkan

    untuk meningkatkan kualitasnya setinggi mungkin dan tetap boleh

    memberikan ciri khas dan karateristik masing masing. Disinilah

    peluang madrasah untuk tetap memlihara ciri sekolah Islamnya

    dengan kualitas yang unggul siap bersaing secara nasional dan

    global. Kini banyak madrasah yang berupaya menampilkan

    identitas sekolah Islami, Populis, Beragam, Unggul Moral dan

    Sains

    Penelitian Intan Zakiyyah mengenai, “Standar Nasional

    Pendidikan dan Kualitas Madrasah: Studi Dampak Standardisasi

    Pendidikan terhadap Mutu Madrasah”, menunjukkan bahwa

    akreditasi sebagai satu sistem penjaminan mutu madrasah yang

    menggunakan Standar Nasional Pendidikan, memberikan dampak

    yang signifikan dalam meningkatkan mutu madrasah dengan tetap

    mempertahankan ciri khasnya. Diharapkan madrasah menjadikan

    akreditasi sebagai pintu untuk meningkatkan kualitasnya dengan

    cara mengimplementasikan SNP sebagai standar minimal dan

  • iii

    menyadari SNP bukan untuk mengekang madrasah, melainkan

    untuk menjadi arah dalam peningkatan mutu madrasah.

    Ciputat, 20 Januari 2020

    Prof. Dr. H. Husni Rahim.

  • iv

  • v

    PRAKATA PENULIS

    الرَِّحْيمَِِِمنِِالرَّحِِْاهللِِبْسمِِ Segala puji dan syukur hanya patut terlimpahkan kehadirat

    Allah SWT., karena berkat taufik, hidayah, inayah, izin serta

    ridha-Nya penulis dapat menyelesaikan buku dengan judul:

    STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN KUALITAS

    MADRASAH (Studi Dampak Standardisasi Pendidikan Terhadap

    Mutu Madrasah). Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan

    kepada Nabi dan Rasul-Nya, Muhammad SAW., beserta keluarga,

    para sahabat, dan para pengikut setia beliau hingga hari akhir.

    Buku ini merupakan hasil penelitian penulis untuk

    menyelesaikan jenjang pendidikan Magister Pengkajian Islam di

    Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan

    konsentrasi Pendidikan Islam.

    Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan ini tidak

    terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak, baik berupa

    moril maupun materil. Oleh sebab itu, dari lubuk hati yang dalam,

    penulis haturkan ribuan terima kasih kepada semua pihak.

    Pertama, kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof.

    Dr. Amany Burhanuddin Umar Lubis, MA., Direktur SPs UIN

    Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Jamhari, MA. beserta jajaran

    pimpinan, Prof. Dr. Didin Saepudin, MA., Dr. Hamka Hasan,

    MA., Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D., Dr. Imam Sujoko, MA., juga

    kepada para staf, pustakawan-pustakawati dan seluruh civitas

    akademika SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Kedua, kepada Prof. Dr. Husni Rahim selaku dosen

    pembimbing. Penulis haturkan banyak terima kasih atas kesabaran

    dan keikhlasannya dalam memberikan bimbingan, motivasi dan

    semua arahannya. Tidak lupa pula para dosen penguji proposal,

    work in progress I dan II, ujian pendahuluan serta ujian promosi tesis di SPs UIN Jakarta yang telah memberikan ilmunya, Prof.

    Dr. Suwito, MA., Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA., Suparto,

    M.Ed., Ph.D., Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D., Dr. JM Muslimin,

  • vi

    MA., Dr. Kamarusdiana, MH., Dr. Halid, serta para dosen lainnya

    yang turut memberikan sumbangsih pemikiran, kritik tajam dan

    saran-saran dalam penyempurnaan penulisan ini.

    Ketiga, kedua orang tua tercinta Abinda Drs. H. Oman

    Syahroni dan Uminda Hj. Haryanti, S.Pd., yang dengan tulus dan

    penuh kasih sayang senantiasa mengorbankan banyak waktu,

    pikiran, dan tenaganya sejak penulis lahir hingga saat ini.

    Kesabaran, keikhlasan, perhatian serta kasih sayang keduanya

    yang tak pernah habis bahkan bermunajat tak henti-hentinya

    mendoakan penulis agar lancar dan sukses dalam menyelesaikan

    studi. Dan juga kepada mertua terkasih penulis yakni Babah H.

    Bahrudin dan Uminda Hj. Bariyah yang juga terus mendoakan

    keluarga penulis. Serta kepada abang H. Khairul Umam, M.Ag.,

    kakak Arnia Kalbu, S.St., dan adik Malik Rahmatullah serta

    Dinda Nadwah Aulia, yang telah memberikan dukungan dan

    motivasi, melalui perhatian mereka yang membuat penulis tidak

    patah semangat dalam menyelesaikan studi S2 di SPs UIN Syarif

    Hidayatullah Jakarta.

    Keempat, suami tercinta Ayahanda Ahmad Abdul Muis,

    M.Pd.I., yang senantiasa mendukung dikala suka dan duka, serta

    selalu memotivasi penulis untuk terus berkarya dan terima kasih

    yang tak terhingga untuk selalu sabar menjaga anak kita dikala

    penulis menyelesaikan tesis. Serta anakku tersayang Adinda

    Mutiara Suci Kamilah sebagai penyejuk hati kami yang cerdas,

    pintar dan sholehah selalu memahami jika ditinggal Bunda

    sekolah, serta sudah berkorban demi Bunda untuk ikut besama

    beberapa bulan ketika pasca melahirkan meninggalkan keluarga

    untuk menyelesaikan tesis Bunda.

    Kelima, rasa terima kasih sebesar-besarnya penulis

    haturkan kepada teman-teman yang senantiasa terlibat dalam

    diskusi berbagai hal dan motivasi selama menempuh

Recommended

View more >