sistem pakar kerusakan sepeda motor 4t ( stroke news. pakar kerusakan sepeda motor 4t (stroke)...

Download SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T ( STROKE news.  PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE) DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR Agus Purnomo ... beberapa definisi

Post on 06-Feb-2018

217 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    SISTEM PAKAR KERUSAKAN SEPEDA MOTOR 4T (STROKE)

    DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

    Agus Purnomo

    Arif Kurniawan

    Bayu Eko Ariesta

    Jurusan Teknik Informatika

    STIMIK PalComTeCh Palembang

    Abstrak

    Sepeda motor merupakan kendaraan beroda dua yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu motor 2

    tak dan 4 tak. Dengan semakin banyaknya kendaraan roda dua ini maka semakin banyak juga

    bengkel-bengkel yang menyediakan jasa perbaikan kendaaraan sepeda motor. Kerusakan

    kendaraan sepeda motor ini tidak banyak orang mengetahui sumber kerusakan yang terjadi pada

    kendaraan motor tersebut dan hal ini menjadi salah satu celah bagi bengkel-bengkel untuk

    melakukan penipuan terhadap pemilik motor. Pada penelitian ini penulis membuat suatu sistem

    pakar kerusakan sepeda motor agar masyarakat dapat mengetahui kerusakan yang terjadi pada

    kendaraannya. Sistem pakar untuk diagnosa kerusakan motor 4 tak ini merupakan suatu sistem

    pakar yang dirancang sebagai alat bantu untuk mendiagnosa kerusakan dengan basis

    pengetahuan yang dinamis. Dimana sistem pakar merupakan sistem komputer yang dapat

    melakukan penalaran seorang pakar dengan keahlian pada suatu keahlian tertentu. Sistem pakar

    dapat menggantikan peran seorang pakar yang prinsip kerjanya dapat memberikan hasil yang

    pasti, seperti yang dilakukan oleh seorang pakar. Metode sistem pakar yang dipakai adalah

    certainty factor. Sistem pakar ini akan menampilkan pilihan gejala yang dapat dipilih oleh user.

    Hasil akhirnya, sistem akan menampilkan kerusakan, perhitungan certainty factor dan solusi yang

    terjadi pada kendaraan. Sistem tersebut memberikan hasil berupa kepastian yang didapat dari

    perhitungan nilai bobot dari tiap gejala.

    Kata kunci : Sistem pakar, certainty factor, Motor 4 Tak, Berbasis Web

    PENDAHULUAN

    Di zaman yang modern ini, teknologi semakin berkembang. Dengan perkembangan

    teknologi tersebut, terciptalah kendaraan beroda empat dan beroda dua. Sepeda motor

    merupakan kendaraan beroda dua yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu motor 2T (Stroke)

    dan 4T (Stroke) Dengan semakin banyaknya kendaraan roda dua ini maka semakin banyak

    juga bengkel-bengkel yang menyediakan jasa perbaikan kendaaraan sepeda motor. Kerusakan

    kendaraan sepeda motor ini tidak banyak orang mengetahui masalah yang terjadi pada

    kendaraan motor tersebut dan hal ini menjadi salah satu celah bagi bengkel-bengkel untuk

    melakukan penipuan terhadap pemilik motor. Diharapkan dalam hal ini pengguna kendaraan

    tersebut harus memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas dalam merawat kendaraanya

    agar kendaraan tersebut layak untuk digunakan. Para pengguna kendaraan sepeda motor ini

    cenderung tidak mengetahui permasalahan apa saja kerusakan yang akan terjadi, karena

    identifikasi perbaikan kerusakan motor tidak semua orang bisa melakukannya, sehingga umur

    kendaraan menjadi lebih pendek.

    Di harapkan dengan penggunaan kendaraan yang wajar masyarakat mampu mengetahui

    permasalahan kerusakan apa saja yang terjadi pada kendaraan sehingga mengurangi resiko

    kerusakan-kerusakan fatal yang sering terjadi dalam komponen motor, dan mengurangi biaya

    perawatan motor agar motor menjadi lebih awet atau tidak cepat rusak.

    Oleh karena itu dilihat dari penjelasan ini diperlukan suatu cara bagi pengguna

    kendaaran untuk mengerti permsalahan dan kerusakan yang dialami agar secara efektif dapat

    dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Untuk mengetahui ini diperlukanlah sebuah

  • 2

    sistem yang disebut sistem pakar. Dimana sistem pakar merupakan salah satu kecerdasan

    buatan yang mempelajari bagaimana cara seorang pakar berpikir dan bernalar dalam

    menyelesaikan suatu permasalahan dan membuat suatu keputusan maupun mengambil

    kesimpulan dari sejumlah fakta. Pada sistem pakar ini diterapkan untuk mendukung aktivitas

    memecahkan permasalahan.

    Untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode

    Certainty Factor yang merupakan metode perhitungan tingkat kepastian yang dihitung

    berdasarkan nilai probabilitas. Metode certainty factor ini hanya bisa mengolah 2 bobot

    dalam sekali perhitungan. Untuk bobot yang lebih dari 2 banyaknya, untuk melakukan

    perhitungan tidak terjadi masalah apabila bobot yang dihitung teracak, artinya tidak ada

    aturan untuk mengkombinasikan bobotnya, karena untuk kombinasi seperti apapun hasilnya

    akan tetap sama, dilihat dari hasil perhitungan bobot setelah semua keluhan-keluhan

    diinputkan dan semua bobot dihitung dengan menggunakan metode certainty factor, maka

    hasil yang didapat yang memiliki bobot mendekati +1 dengan keluhan-keluhan yang dimiliki.

    Dari penjelasan latar belakang dan uraian diatas maka penulis membuat penelitian berjudul

    Sistem Pakar Kerusakan Sepeda Motor 4T (Stroke) Dengan Metode Certainty Factor.

    LANDASAN TEORI

    Kecerdasan Buatan

    Menurut Kusrini (2006:3), beberapa definisi tentang kecerdasan buatan menurut

    beberapa ahli yaitu :

    1. Menurut Minsky : Kecerdasan buatan adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia.

    2. Menurut H.A Simon : kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitan, aplikasi dan instruksi yang tekait dalam pemrograman komputer untuk

    melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

    3. Menurut Rich and Knight : kecerdasan buatan sebagai sebuah studi tentnang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh

    manusia.

    Sistem Pakar

    Menurut Kusrini (2006:11), sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang

    menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang

    biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.

    Menurut Nita Merlina dan Rahmat Hidayat dalam bukunya Perancangan Sistem

    Pakar (2012:1), beberapa definisi sistem pakar menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut.

    1. Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar.

    2. Menurut Ignizo : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan

    keahlian seorang pakar.

    3. Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

    Basis Pengetahuan

    Menurut Arhami (2005:15), basis pengetahuan mengandug pengetahuan untuk

    pehamanan, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas

    dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan (Rule). Fakta merupakan informasi tentang objek

    dalam area permasalahan tertentu, sedangan aturan merupakan informasi tentang cara

    bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui.

  • 3

    Sistem

    Menurut Jogiyanto (2006:683), Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan

    yang terdiri atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu

    tujuan.

    Al Fatta (2007:3), Sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan

    berinteraksi serta hubungan antar objek bias dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang

    untuk mencapai tujuan.

    Informasi

    Menurut Hall (2001:193), sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal

    dimana data di kelompokkan, diproses menjadi informasi, dan di distribusikan kepada

    pemakai.

    Data Flow Diagram Menurut Idrajani (2011:11), Data Flow Diagram (DFD) adalah Sebuah alat yang

    menggambarkan aliran data sampai sebuah sistem selesai, dan kerja atau proses dilakukan

    dalam sistem tersebut .

    Data Primer

    Menurut Sumarsono (2004:69), data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh

    pengumpul data dari objek risetnya. Misalnya data kerusakan sepeda motor diperoleh dari

    orang yang bersangkutan sendiri. Pengumpulan data primer tetap dapat dilakukan dengan

    mneggunakan tenaga pembantu (enumerator), asalkan penelitian telah menghayati

    permasalahan yang dihadapi atau telah bertemu dengan objek risetnya.

    Data Sekunder

    Menurut Sumarsono (2004:69), data sekunder adalah semua data yang diperolah secara

    tidak langsung dari objek yang diteliti. Data yang diperolah dari penelitian lain atau dari

    catatan yang sudah diolah atau belum diolah yang dipentingkan adalah keadaan atau ada

    tidaknya data itu sendiri. Contohnya jurnal-jurnal yang berkaitan denga sistem pakar

    kerusakan sepeda motor.

    Jenis Penelitian

    Menurut Sugiyono (2013:334), metode eksperimen termasuk dalam metode penelitian

    kuantitatif. Penelitian eksperimen dilakukan di laboratorium sedangkan penelitian naturalistic

    atau kualitatif dilakukan pada kondiisi yang alamiah.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Identifikasi Masalah Pada sistem pakar ini mengidentifikasi kerusakan sepeda motor 4T (Stroke) didasarkan

    oleh gejala-gejala kerusakan yang ada pada sepeda motor tersebut. Ketetapan hasil konsultasi

    sudah ditetapkan oleh user sistem pakar itu sendiri yang telah memilih kategori dan gejala

    sebelumnya.

    Agar sistem pakar dapat melakukan penalaran sebagaimana seorang pakar meskipun

    berada dalam kondisi ketidakpastian kategori kerusakan yang dikeluarkan diperlukan suatu

    metode Certainty Factor. Certainty Factor m

Recommended

View more >