revisi paket rekomendasi 01 apotek untuk anggota

43
PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT UNTUK ANGGOTA PAKET 1 PEDOMAN DAN TATACARA PEMBERIAN REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTEK Pengantar Rekomendasi merupakan instrumen organisasi untuk memfasilitasi Anggota dalam mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki. Rekomendasi dapat pula dipandang sebagai bentuk tanggungjawab, kontribusi dan partisipasi aktif organisasi dalam praktik kefarmasian agar dapat berjalan secara profesional sesuai tujuan Pasal 4, PP51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Pedoman dan tatacara pemberian rekomendasi ini dimaksudkan untuk memperlancar dan memperjelas mekanisme yang harus ditempuh oleh Anggota dalam memperoleh Rekomendasi yang selanjutnya akan bermanfaat untuk mengurus Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) di Apotek. Sebagai suatu Pernyataan Organisasi terkait kesiapan anggota dalam melaksanakan praktik, Rekomendasi mensyaratkan ruang, waktu, instrument, proses dan komitmen yang berhubungan dengan pelaksanaan praktik itu sendiri. Sebagai organisasi profesi yang diliputi oleh nilai-nilai kesejawatan, pemenuhan atas kode etik profesi menjadi bagian penting dalam memperoleh Rekomendasi. Peningkatan peran Tim Rekomendasi Cabang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas rekomendasi yang selanjutnya diharapkan akan berpengaruh secara signifikan bagi peningkatan kualitas praktik kefarmasian sebagaimana tuntutan standar pelayanan dan ketentuan mengenai hak pengguna jasa pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah disamping standar profesi dan strandar kompetensi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Pekerjaan kefarmasian memiliki kompleksitas tinggi. Apoteker, sesuai PP51/2009 harus menjalankan dan bertanggungjawab terhadap praktik kefarmasian mulai dari pengadaan, produksi, distribusi dan pelayanan sediaan farmasi secara kompetens di tengah berbagai kepentingan masyarakat. Kenyataan ini mempengaruhi jenis rekomendasi yang akan diberikan. Oleh karena itu PD IAI JAWA BARAT menerbitkan Rekomendasi Berbasis Kompetensi dalam 6 (enam) Paket sebagai berikut : 1. PAKET 1 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-1 (Apotek) 2. PAKET 2 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-2 (Puskesmas, Klinik, BP, RSB, IFRS Tipe C/D) 3. PAKET 3 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-3 (Instalasi Farmasi RS Tipe A/B) 4. PAKET 4 : Rekomendasi Praktik Kefarmasian di Fasilitas Distribusi (PBF) 5. PAKET 5 : Rekomendasi Praktik Kefarmasian di Fasilitas Industri Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan Halaman 1 dari 43

Upload: siti-uripah

Post on 01-Dec-2015

682 views

Category:

Documents


7 download

DESCRIPTION

great

TRANSCRIPT

Page 1: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

UNTUK ANGGOTA

PAKET 1PEDOMAN DAN TATACARA

PEMBERIAN REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER

DI APOTEK

Pengantar Rekomendasi merupakan instrumen organisasi untuk memfasilitasi Anggota dalam mengimplementasikan

kompetensi yang dimiliki. Rekomendasi dapat pula dipandang sebagai bentuk tanggungjawab, kontribusi dan partisipasi aktif organisasi dalam praktik kefarmasian agar dapat berjalan secara profesional sesuai tujuan Pasal 4, PP51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.

Pedoman dan tatacara pemberian rekomendasi ini dimaksudkan untuk memperlancar dan memperjelas mekanisme yang harus ditempuh oleh Anggota dalam memperoleh Rekomendasi yang selanjutnya akan bermanfaat untuk mengurus Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) di Apotek. Sebagai suatu Pernyataan Organisasi terkait kesiapan anggota dalam melaksanakan praktik, Rekomendasi mensyaratkan ruang, waktu, instrument, proses dan komitmen yang berhubungan dengan pelaksanaan praktik itu sendiri. Sebagai organisasi profesi yang diliputi oleh nilai-nilai kesejawatan, pemenuhan atas kode etik profesi menjadi bagian penting dalam memperoleh Rekomendasi.

Peningkatan peran Tim Rekomendasi Cabang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas rekomendasi yang selanjutnya diharapkan akan berpengaruh secara signifikan bagi peningkatan kualitas praktik kefarmasian sebagaimana tuntutan standar pelayanan dan ketentuan mengenai hak pengguna jasa pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah disamping standar profesi dan strandar kompetensi yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

Pekerjaan kefarmasian memiliki kompleksitas tinggi. Apoteker, sesuai PP51/2009 harus menjalankan dan bertanggungjawab terhadap praktik kefarmasian mulai dari pengadaan, produksi, distribusi dan pelayanan sediaan farmasi secara kompetens di tengah berbagai kepentingan masyarakat. Kenyataan ini mempengaruhi jenis rekomendasi yang akan diberikan. Oleh karena itu PD IAI JAWA BARAT menerbitkan Rekomendasi Berbasis Kompetensi dalam 6 (enam) Paket sebagai berikut :

1. PAKET 1 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-1 (Apotek)2. PAKET 2 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-2 (Puskesmas, Klinik, BP, RSB, IFRS Tipe C/D)3. PAKET 3 : Rekomendasi Praktik Apoteker di Fasilitas Pelayanan-3 (Instalasi Farmasi RS Tipe A/B)4. PAKET 4 : Rekomendasi Praktik Kefarmasian di Fasilitas Distribusi (PBF) 5. PAKET 5 : Rekomendasi Praktik Kefarmasian di Fasilitas Industri Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan6. PAKET 6 : Rekomendasi Praktik Kefarmasian di Fasilitas Industri Obat Tradisional, Makanan dan Minuman

Untuk mencapai sasaran kompetensi yang diharapkan oleh Standar Kompetensi Apoteker Indonesia Tahun 2010, PD IAI JAWA BARAT melibatkan Himpunan Seminat dalam suatu Tim Rekomendasi (HISFARMA, HISFARSI, HISFARDIS, HISFARIN dan HISFARIN-OT). Suatu mekanisme yang terstruktur diharapkan mampu membangun interaksi kompetensi antar generasi guna mengembangkan profesi ini ke arah yang semakin baik. Rekomendasi praktik apoteker untuk pelayanan dasar diterbitkan oleh Pengurus Cabang; sedangkan rekomendasi praktik apoteker di tingkat lanjut dan rekomendasi praktik kefarmasian di bidang distribusi dan produksi (industri) diterbitkan oleh Pengurus Daerah.

Paket-1 Rekomendasi ini meliputi :A. PROSEDUR CARA MEMPEROLEH REKOMENDASI B. PELAPORAN ANGGOTA PASCA PEROLEHAN REKOMENDASIC. KETENTUAN TENTANG PELAKSANAAN REKOMENDASID. KOMITMEN MENJALANKAN PRAKTIK APOTEKERE. PELAPORAN ANGGOTA DALAM MELAKSANAAN REKOMENDASIF. LAMPIRAN BERKAS DAN DOKUMEN TERKAITG. LAMPIRAN POLA PERJANJIAN PENGGUNAAN MODAL UNTUK PENYELENGGARAAN APOTEKH. LAMPIRAN TAMBAHAN (PENGAYAAN)

Halaman 1 dari 30

Page 2: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

A. PROSEDUR CARA MEMPEROLEH REKOMENDASI Sebelum memperoleh SIPA (Surat Izin Praktik Apoteker) secara definitif dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, berdasarkan Pasal 23, 98(2) dan 108(1) UU 36/2009; Pasal 55 PP51/2009 dan Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011 Apoteker yang bersangkutan belum memiliki wewenang teknis untuk menjalankan/melaksanakan tugas (praktik kefarmasian di tempat yang dimaksud). SIPA diterbitkan oleh Dinas Kesehatan/Kabupaten setelah memperoleh Rekomendasi Dari Organisasi Profesi (Cabang/Daerah).

Empat Langkah Cara Memperoleh Rekomendasi Praktik ApotekerLangkah 1 (PENGURUS CABANG) dalam map warna KuningPengajuan Permohonan :

1) Mengajukan dengan mengisi Surat Permohonan untuk mendapatkan Rekomendasi Praktik Apoteker (Form tersedia)

2) Menyerahkan Copy KTP dan KTA IAI yang masih berlaku (bukan KTA ISFI)Bagi yang berpindah dari Luar Kota/Kab :

Fotokopi Surat Keterangan Bebas Praktik (SKBP) dari PC IAI Kab/Kota sebelumnya dan Keterangan Pindah Domisili dari (kelurahan/desa kab/kota sebelumnya), atau

Fotokopi Surat Keterangan Lolos Butuh dari PD IAI Provinsi sebelumnya dan Keterangan Pindah Domisili dari (kelurahan/desa kab/kota provinsi sebelumnya)

3) Menyerahkan Copy STRA yang sah dan masih berlaku 4) Menyerahkan Copy Sertifikat Kompetensi yang masih berlaku5) Mengisi Form Surat Permohonan untuk mendapatkan Notifikasi Praktik Apoteker (tersedia)

Yang dilakukan oleh PC :a. Melakukan Verifikasi Pendahuluan tentang Domisili Apoteker yang bersangkutanb. Menandatangani Surat Permohonan Notifikasi yang telah diisi lengkap untuk diajukan kepada PD IAI

JAWA BARAT.

Langkah 2 (PENGURUS DAERAH) dalam map warna BiruVerifikasi Kompetensi, Komitmen (dan Pola Kerjasama Modal) :

1) Menyerahkan Surat Permohonan Notifikasi Praktik Apoteker sudah ditandatangani oleh PC2) Menyerahkan Copy Rekomendasi terakhir yang pernah diperoleh sebelumnya (khusus bagi Apoteker lama)3) Menyerahkan Copy Sertifikat SKP yang dimiliki (selama 2 tahun terakhir)4) Penandatanganan Pernyataan Siap Melaksanakan Komitmen Praktik Apoteker5) Penandatanganan Pernyataan Mematuhi dan Melaksanakan Ketentuan Etika Profesi 6) Verifikasi Permodalan :

Bila menggunakan modal sendiri : Pernyataan bahwa Apoteker mendirikan Apotek dengan menggunakan modal milik sendiri sepenuhnya.

Bila Apoteker menggunakan modal dari Pemodal : membawa Usulan Akta Notaris Perjanjian Penggunaan Modal dan berkas-berkas Lampirannya.

7) Khusus Pengajuan Notifikasi sebagai Apoteker Pendamping : harus menyertakan SK Pengangkatan dari Apoteker Penanggungjawab (dan Fotokopi SIPA Pendamping yang dimiliki sebelumnya).

8) PD IAI JABAR menerbitkan Notifikasi Praktik Apoteker

Langkah 3 (TIM REKOMENDASI) dalam map warna MerahVerifikasi dan Wawancara Kesiapan Praktik.

1) Verifikasi dokumen-dokumen untuk Pelaksanaan Praktik (SOP dan berkas instrument Praktik)2) Verifikasi perlengkapan fisik (Ruang Praktik & Papan Praktik) untuk Pelaksanaan Praktik3) Wawancara Kesiapan instrument administratif untuk Pelaksanaan Praktik4) Wawancara Kesiapan teknis prosedural Pelaksanaan Praktik

Jika Sidang Tim Rekomendasi menyatakan Lolos, :Tim Rekomendasi menerbitkan SK Ketetapan Tim Rekomendasi

Langkah 4 (PENGURUS CABANG) dalam map warna Hijau

Halaman 2 dari 30

Page 3: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Penerbitan Rekomendasi :(1) Menyerahkan Pasfoto warna, terbaru 3x4 @ 2 lembar(2) Menyerahkan Surat Notifikasi Praktik Apoteker dari PD IAI JAWA BARAT.(3) Menyerahkan SK Ketetapan Hasil Sidang Tim Rekomendasi(4) Menyerahkan Copy Pernyataan Siap Melaksanakan Komitmen Praktik Apoteker(5) Copy Pernyataan Mematuhi dan melaksanakan Ketentuan Etika Profesi (asli ke dinas)(6) Copy Pernyataan mempunyai tempat untuk menjalankan Praktik Profesi (asli ke Dinas)

Membayar Biaya Rekomendasi sebesar Rp 150.000,- (melalui Rekening/Bendahara PC)

Selanjutnya PC IAI Kab/kota menerbitkan Rekomendasi, rangkap 2 (dua) : 1 untuk Anggota yang bersangkutan 1 untuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat

B. PELAPORAN ANGGOTA PASCA PEROLEHAN REKOMENDASISetelah menerima SIPA, anggota wajib melaporkan dokumen (dalam map warna hijau):1. Copy Rekomendasi Praktik Apoteker yang telah diperoleh2. Copy SIPA yang telah diperoleh3. Menyampaikan :

a. Contoh Etiket, Contoh Copy Resep, Contoh Surat Pesanan Obat, Contoh Lembar Skrining, Komponding dan PMR yang telah dicetak sesuai dengan legalitas (SIPA) yang dimiliki.

b. Contoh Cap/Stempel STRA dan SIPAc. Foto Papan Praktik Apoteker yang sudah lengkap dengan SIPA dan sudah dipasang di depan Apotek dan

Foto Ruang Praktik Apoteker

Dokumen-dokumen tersebut dibuat rangkap 2 (dua), masing dimasukkan dalam amplop warna biru : 1 berkas diserahkan kepada PC IAI Kab/Kota 1 berkas diserahkan/dikirimkan ke PD IAI JAWA BARAT

C. KETENTUAN TENTANG PELAKSANAAN REKOMENDASI :a) Apoteker yang telah memperoleh Rekomendasi berhak menjalankan Praktik Kefarmasian setelah

memperoleh SIPA dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.b) Praktik Apoteker adalah praktik kefarmasian atas pasien yang dijalankan secara langsung oleh Apoteker yang

bersangkutan. c) Jabatan sebagai Apoteker Penanggungjawab hanya dapat diberikan oleh Organisasi Profesi dan Dinas

Kesehatan berdasarkan Tingkat Kompetensi yang bersangkutan.d) Hak sebagai Apoteker Penanggungjawab tidak dapat diwakilkan/dilimpahkan kepada siapapun termasuk

kepada Apoteker Pendamping. e) Apoteker Pendamping dapat menjalankan Praktik Apoteker sesuai dengan hak dan kewenangan yang dimiliki

berdasarkan job desc yang ditentukan oleh Apoteker Penanggungjawab. f) Apoteker yang berdomisili :

- Di luar Daerah Jawa Barat, atau- Di luar Kabupaten/Kota (kecuali dalam radius kurang dari 10 Km)Tidak dapat diberikan Rekomendasi karena alasan teknis praktik kefarmasian sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku serta akan membuka peluang terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat dibenarkan.

g) Tugas-tugas Apoteker Penanggung Jawab :- Memimpin dan mengendalikan seluruh pelaksanaan Praktik Kefarmasian di fasilitas pelayanan yang

bersangkutan.- Melakukan dan menandatangani pemesanan obat, penyimpanan, pengamanan dan pengendalian

sediaan farmasi di fasilitas pelayanan yang bersangkutan.- Mengangkat dan menentukan job desc bagi Apoteker Pendamping, TTK dan petugas lain yang terlibat

sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundangan di bidang kefarmasian.- Bertindak sebagai jurubicara atas praktik kefarmasian baik di dalam atau di luar pengadilan.

Halaman 3 dari 30

Page 4: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

- Menyetujui perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga dengan tetap berpegang pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

h) Apoteker Penanggung Jawab yang:- Menandatangani blangko Surat Pesanan Obat (bodong), atau- Menjalankan Panel Distribusi (menjalankan Apotek Panel) kepada pihak lain, atau- Meninggalkan Apotek dalam keadaan kosong Apoteker dan Apotek tetap beroperasi sehingga dan/atau- Membiarkan TTK atau petugas lain (non tenaga kefarmasian) melakukan penyerahan Resep Obat.- Tidak membuat Laporan Tugas Profesi selama 3 (tiga) kali berturut-turut Berdasarkan penilaian Tim Rekomendasi, akan memperoleh peringatan dan/atau sangsi dari Organisasi (PC).Bentuk sangsi Organisasi :- Jika Anggota menandatangani blangko SP bodong atau menjalankan Panel Distribusi kepada pihak lain;

maka Rekomendasi dapat dibekukan atau di-recall (sesuai Surat Edaran PP IAI)- Jika Anggota meninggalkan Apotek dalam keadaan kosong Apoteker dan Apotek tetap beroperasi atau

sengaja membiarkan TTK atau petugas lain (non kefarmasian) melakukan penyerahan Obat Keras (pelayanan resep); maka akan mendapatkan sangsi berupa pengurangan kredit SKP Praktik (Bobot SKP Praktiknya negative). Dalam hal ini, per 1 (satu) hari, SKP Praktik akan berkurang 3 poin (atau minus 3)

- Jika Anggota tidak membuat laporan tugas profesi selama 3 (tiga) kali berturut-turut, akan mendapatkan Peringatan dari Organisasi Profesi (PC)

i) Kewajiban Anggota atas Rekomedasi :- Menjaga dan memelihara Rekomendasi yang telah diterimanya dengan menjalankan tugas-tugas Profesi

sesuai dengan kompetensi dan komitmen.- Membuat Laporan tertulis atas Tugas Profesi setiap 3 (tiga) bulan sekali (sesuai format) untuk diteruskan

kepada PD IAI JAWA BARAT guna memperoleh Sertifikat SKP Praktik.

D. KOMITMEN PRAKTIK APOTEKER :1. Berkomitmen mengenakan Baju Praktik Standar sesuai Ketetapan Organisasi.2. Berkomitmen menyiapkan Ruang Praktik untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.3. Berkomitmen melakukan praktik pelayanan kefarmasian (jurai dan penyerahan obat) di Ruang Praktik yang

layak dan memenuhi syarat minimal. (jurai = penjelasan dan penguaraian)4. Berkomitmen menjalankan prosedur pelayanan resep (SPO = standar prosedur operasional) sesuai Standar

Kepmenkes 1027/MENKES/SK/V/2004.5. Berkomitmen mengumumkan/memberitahukan kepada publik tentang keberadaan riilnya di apotek (hari

dan jam praktik) 6. Berkomitmen mentaati dan memelihara ‘prinsip-prinsip jasa pelayanan kefarmasian’ yang dibuat dan

ditetapkan bersama (Organisasi)7. Berkomitmen menjaga dan memelihara independensi profesi dan mencegah intervensi pihak manapun

masuk ke Ruang Praktik Apoteker. (termasuk tetapi tidak hanya terbatas pada investor) 8. Berkomitmen menjaga dan memelihara etika kesejawatan, standar profesi dan standar kompetensi selama

menjalankan praktik kefarmasian.9. Berkomitmen tidak lalai meninggalkan tempat praktik dalam keadaan kosong Apoteker.10. Berkomitmen tidak lalai menyerahkan tanggungjawab praktik pelayanan kefarmasian kepada TTK dan/atau

petugas lain yang tidak memiliki kewenangan sah untuk itu pada saat tidak ada di tempat.11. Berkomitmen tidak membuat SP kosong (bodong)12. Berkomitmen tidak menjalankan/terlibat dalam praktik panel dispensing (menyalurkan perbekalan kepada

pihak lain) yang dapat merusak tatanan pelayanan kefarmasian secara benar.13. Berkomitmen tidak memberi kesempatan kepada pihak manapun untuk terlibat baik langsung ataupun tidak

langsung dalam pelaksanaan praktik kefarmasian.14. Menyadari bahwa tatatertib ini merupakan bagian penting dalam pemeliharaan rekomendasi yang

diterbitkan oleh Organisasi.15. Berkomitmen menjalankan tatatertib ini dengan tidak ada pengecualian atasnya.

E. PELAPORAN ANGGOTA DALAM MELAKSANAKAN REKOMENDASIAnggota yang telah memperoleh pengakuan kompetensi berupa Sertifikat Kompetensi Profesi

berkewajiban untuk menjalankan tugas-tugas profesi sesuai dengan Standar Kompetensi Apoteker Indonesia.

Halaman 4 dari 30

Page 5: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Parameter obyektif untuk mengukur pelaksanaan kompetensi (pasca Rekomendasi) ditunjukkan dengan pencapaian angka Satuan Kredit Profesi (SKP) yang berbentuk Sertifikat SKP. Satuan Kredit Profesi (SKP) menjadi prasyarat dalam menempuh Uji Kompetensi yang dilakukan oleh Organisasi Profesi guna memperoleh Perpanjangan Sertifikat Kompetensi pada periode selanjutnya (Pasal 11 ayat (1), Permenkes-889). Pedoman-pedoman mengenai penyelenggaraan Uji Kompetensi dan besaran angka Satuan Kredit Profesi untuk pelaksanaan pengembangan pendidikan berkelanjutan ditetapkan oleh Komite Farmasi Nasional (Pasal 11 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (2) huruf c, Permenkes-889).

Guna mengantisipasi tetapan yang akan dikeluarkan oleh Komite, PD IAI JAWA BARAT berupaya mendorong anggota untuk senantiasa meningkatkan kompetensi melalui Penerapan SKP berdasarkan Petunjuk dan Pedoman yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat. Selanjutnya, perincian dan penguraian unit-unit SKP dibuat berdasarkan aspek-aspek praktis/teknis sesuai dengan bidang-bidang pekerjaan tiap-tiap anggota serta tujuan-tujuan lain Organisasi yang dipandang perlu.

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia menetapkan capaian SKP tidak kurang dari 150 poin selama 5 (lima) tahun sebagai salah satu syarat untuk memperpanjang Sertifikat Kompetensi.

Penilaian SKP didasarkan pada beberapa kelompok kegiatan pokok profesi sebagai berikut :1. Kegiatan Praktik Profesi : SKP-Praktik/Skill (51%)

- Melaksanakan Praktik Kefarmasian sesuai bidang masing-masing.

2. Kegiatan Pengembangan Keilmuan dan Pengetahuan : SKP-Knowledge (40%)- Seminar, lokakarya, workshop, menulis buku, jurnal ilmiah, penelitian, pembimbingan

mahasiswa, terlibat dalam kelompok belajar bersama dll- Menjadi pembicara dalam suatu seminar, moderator, dosen penguji, pembimbing praktik dll

3. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Kesejawatan : SKP-Attitude (9%)

- Terlibat dalam penanggulangan bencana, terlibat dalam organisasi massa terkait masalah obat/kefarmasian/kesehatan dll

- Terlibat dalam kepengurusan dan kepanitiaan IAI di berbagai level- Pembinaan kader kesehatan, menjadi pendamping minum obat, penyuluhan hiv/aids/narkoba,

promosi kesehatan masyarakat dll

Kecuali kelompok kegiatan 2, anggota harus menyampaikan laporan pelaksanaan rekomendasi kepada Pengurus Cabang setelah mendapatkan verifikasi dari Tim Rekomendasi Cabang atas dasar penilaian dokumen-dokumen praktik di lapangan. Selanjutnya Pengurus Cabang meneruskan laporan kepada Pengurus Daerah guna menerbitkan Sertifikat SKP Praktik sesuai bobot yang diperoleh anggota yang bersangkutan. SKP Praktik merupakan salah satu elemen penilaian portofolio kompetensi untuk memperoleh Perpanjangan Sertifikat Kompetensi periode berikutnya. Dalam hal tertentu, Pengurus Daerah dapat meminta keterangan anggota terkait dengan data dan fakta di lapangan.

Beberapa Kegiatan lain seperti menulis buku, jurnal ilmiah dan penelitian, pembimbingan mahasiswa, terlibat dalam kelompok belajar, keterlibatan dalam suatu organisasi, kepengurusan/kepanitiaan dan lain-lain dapat diusulkan secara langsung oleh anggota yang bersangkutan atau oleh pimpinan lembaga atau kelompok itu untuk dinilai sebagai SKP jika ada bukti otentik mengenainya.

Laporan dilakukan dengan mengisi formulir yang telah disiapkan oleh Sekretariat PD IAI JAWA BARAT (Perangkat Kendali SKP untuk mengukur Kompetensi Anggota)

F. LAMPIRAN BERKAS DAN DOKUMEN TERKAITLAMPIRAN-LAMPIRAN PAKET 1

Halaman 5 dari 30

Page 6: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

FORMULIR PERMOHONAN UNTUK MENDAPATKAN REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER (Di APOTEK)

Halaman 6 dari 30

Page 7: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Kepada Yth,PC IAI KAB/KOTA

………………………………………

RPA-01 : untuk Praktik Apoteker (Apotek/Mandiri)RPA-P : untuk Apoteker Pendamping

FORMULIR MODELRPA01 / P

Guna melaksanakan Praktek Apoteker, dengan ini saya mengajukan Permohonan Rekomendasi atas nama :

1. Nama Lengkap & Gelar :2. No Anggota IAI Nasional :3. No Anggota IAI Jabar : *) Masih berlaku

4. No. Sertifikat Kompetensi : Tertanggal :

5. No. STRA : Tertanggal :

6. No. Notifikasi Praktik *) : Tertanggal :

7. No. SK Tim Rekomendasi *) : Tertanggal :

8. No. KTP : Catatan :Harus dlm satu Kab/Kota9. Alamat domisili/mukim : Jalan ……………………………..

10. Alamat tempat praktik : Jalan ……………………………..

11. Kelengkapan : Terlampir (sebagaimana tahap 4)12. Peruntukan (pilih/lingkari) : a) Melaksanakan (penanggung jawab) Praktik Apoteker

b) Sebagai Apoteker Pendamping ( langsung ke no.15)

Khusus Ajuan Sebagai Apoteker Penanggungjawab13. Hari dan Jam Praktik :

14. Kompetensi Pendukung : Sertifikat Managemen Apotek atau Keterangan dari Bidang VENTURA PD IAI JABAR(untuk sementara belum diberlakukan)

KHUSUS AJUAN SEBAGAI APOTEKER PENDAMPING

15.Pekerjaan Utama saat ini (pilih)

a) Apoteker Bebas b) PNS/Puskesmas di ……………………………………c) Lainnya, sebutkan …………………………………….

URAIAN Pendamping ke-1 Pendamping ke-2 Pendamping ke-3

Nama & No. SIPA - Apoteker Penanggungjawab

:

No. & tgl SK Pengangkatan sbg Apoteker Pendamping

:

Hari dan Jam Praktik :

PERNYATAAN KOMITMEN PROFESIONAL APOTEKER

Dengan ini menyatakan bahwa :1. Data yang saya sampaikan sebagaimana tersebut di atas adalah benar serta

dapat dipertanggungjawabkan.2. Saya saggup melaksanakan tugas-tugas profesi (Praktek Apoteker) sesuai

Standar Kompetensi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi

……………………, ………………………..20……

Tanda tangan dan Nama Jelas

(…………………………………..)

*) diisi setelah memperoleh Notifikasi dan SK Penetapan Lolos dari Sidang Tim Rekomendasi.

FORMULIR PERMOHONAN UNTUK MENDAPATKAN NOTIFIKASI PRAKTIK APOTEKER (Di APOTEK)

Nomor : Tanggal :

Kepada Yth,PD IAI JAWA BARAT

NPA-01 : untuk Praktik Apoteker (Apotek/Mandiri)NPA-P : untuk Apoteker Pendamping

FORMULIR MODEL

NPA01 / P

Halaman 7 dari 30

Page 8: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Di Bandung Guna memperoleh Rekomendasi Praktik Apoteker, dengan ini PC IAI Kab/Kota……………………………

Mengajukan Permohonan Notifikasi Praktik untuk dan atas nama :1. Nama Lengkap & Gelar :2. No Anggota IAI Nasional :3. No Anggota IAI Jabar : *) Masih berlaku

4. No. Sertifikat Kompetensi : Tertanggal :

5. No. STRA : Tertanggal :

6. No. KTP : Catatan :Harus dlm satu Kab/Kota7. Alamat domisili/mukim : Jalan ……………………………..

8. Rencana alamat tempat praktik

: Jalan ……………………………..

9. Capaian SKP : ……… poin SKP Praktik ……… poin SKP Seminar + PengabdianFotokopi Sertifikat SKP yang sah atau disahkan oleh PD IAI JABAR

10. Peruntukan (pilih/lingkari) : a) Melaksanakan (penanggung jawab) Praktik Apoteker

b) Sebagai Apoteker Pendamping ( langsung ke no.16)

Khusus Ajuan Sebagai Apoteker Penanggungjawab/Mandiri Dengan Modal Sendiri11. Hari dan Jam Praktik :

Khusus Ajuan Sebagai Apoteker Penanggungjawab Dengan Modal Dari Investor12. Konfigurasi Modal : Sebagian berupa penyertaan modal dari pemilik modal

13. Draft PPM Penggunaan Modal(Lampirkan)

: Induk Perjanjian Penggunaan Modal (PPM) Rencana Usaha dan Permodalan Lampiran 1, Lampiran 2 dan Lampiran 3

14. Kompetensi Pendukung : Sertifikat Managemen Apotek atau Keterangan dari Bidang VENTURA PD IAI JABAR(sementara belum diberlakukan/situasional sesuai perkembangan)

15. Hari dan Jam Praktik :

Khusus Ajuan Sebagai Apoteker Pendamping (Lampirkan Bukti Pendukung)[Ajuan sebagai Apoteker Pendamping hanya dapat dilakukan setelah Apoteker Penanggung Jawab yang bersangkutan

memperoleh SIPA (Pasal 24, PP51/2009)]

16. Pekerjaan Utama saat ini (pilih)

a) Apoteker Bebas b) PNS/Puskesmas di ……………………………………c) Lainnya, sebutkan …………………………………….

URAIAN Pendamping ke-1 Pendamping ke-2 Pendamping ke-3

Nama & No. SIPA - Apoteker Penanggungjawab

:

No. & tgl SK Pengangkatan sbg Apoteker Pendamping *)

:

Hari dan Jam Praktik :

VALIDASI

PENGURUS CABANG IKATAN APOTEKER INDONESIAKAB/KOTA ………………………………………………..

Cap & Tandatangan

(………………………………………………….…………………..)

Tanda tangan dan Nama Jelas

(………………………………………………..…………………..)*) Lampirkan SK Pengangkatan sebagai Apoteker Pendamping (Pasal 24, PP51/2009)

BERIKUT HANYA SEBAGAI CONTOH, FORMAT TIDAK BERSIFAT MENGIKAT DAN BUKAN SUATU KETENTUAN BAKU

Contoh Format SK PENGANGKATANNAMA APOTEKER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN KEFARMASIAN

Halaman 8 dari 30

Page 9: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

NOMOR SIPA dan ALAMAT PRAKTIK

SURAT KEPUTUSANAPOTEKER PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN KEFARMASIAN

Nomor : ………………………………………….Tentang

PENGANGKATAN SEBAGAI (APOTEKER PENDAMPING / TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN)ATAS NAMA ………………………….

Berdasarkan Pasal 20 dan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, saya …………………………………………., dengan SIPA Nomor : …………………………, dengan ini mengangkat Saudara :

Nama (dan gelar Lengkap) : ………………………………………………………………………………..Tempat, Tanggal Lahir : ………………………………………………………………………………..Nomor STRA/STRTTK : ………………………………………………………. Berlaku s/d : ……………………………….Nomor SIPA/SIKTTK : ……………………………..…………….. Alamat tinggal/domisili : ………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………….Sebagai : Apoteker Pendamping / Tenaga Teknis Kefarmasian

Untuk melaksanakan tugas sebagai berikut :1. Membantu menerima resep (atau copy resep) dan selanjutnya menyerahkannya kepada saya atau kepada

Apoteker yang sedang melaksanakan Praktik2. Membantu melaksanakan penyiapan/peracikan/komponding sediaan obat dan selanjutnya menyerahkannya

kepada saya atau kepada Apoteker yang sedang melaksanakan Praktik.3. Membantu melaksanakan administrasi pembelian, penyimpanan dan pengamanan sediaan di gudang obat4. Membantu melaksanakan dokumentasi pelayanan kefarmasian.5. Membantu melaksanakan informasi dan komunikasi kepada pasien (khusus bagi Apoteker Pendamping)6. Lainnya ……………. (sesuai kewenangan berdasarkan peraturan perundangan)

Dimana semua pekerjaan kefarmasian tersebut di atas hanya dapat dilakukan pada saat saya dan/atau Apoteker Praktik sedang ada di tempat serta di bawah tanggungjawab saya dan/atau Apoteker Praktik yang bersangkutan.

Di tempat saya melaksanakan praktik di alamat :

………………………………………………………………………………………………………………..

Demikian, Surat Keputusan ini saya buat dengan menjunjung tinggi Sumpah Jabatan saya selaku Apoteker.

Kab/Kota………………, ………………………….20 ……..

Tandatangan dan Stempel SIPA APJ

NAMA DAN GELAR LENGKAPNomor STRA

PETUNJUK PENGISIAN FORM SK PENGANGKATAN SEBAGAI APOTEKER PENDAMPING/TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

1. Nomenklatur SK : cukup jelas

Halaman 9 dari 30

Page 10: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

2. Nomor SK : <nomor urut SK> / SK-APJ / <insial nama Anda>/<inisial kota/kab>/ Aping / <angka arab bulan>/<angka arab tahun>Contoh : 001/SK-APJ/AMS/PWK/Aping/10/2011

002/SK-APJ/AMS/PWK/TTK/10/20113. Kolom lain : cukup jelas4. Tugas : apa yang menjadi tugas Aping, tidak dapat/tidak boleh dilakukan oleh TTK. Meskipun

berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang bersangkutan mampu, akan tetapi TTK tersebut tidak diberi kewenangan yang semain luas yang dapat melampauai hak undang-undang baginya. Bahkan diharapkan supaya Apoteker Penanggungjawab dapat terus memperluas/memperbanyak tugas bagi Apoteker Pendamping (termasuk penyerahan obat dan konseling) dalam rangka untuk membantu mempersiapkan diri melaksanakan Praktik secara mandiri/bebas dan memimpin Apotek sendiri.

SURAT PERNYATAAN MEMPUNYAI TEMPAT PRAKTIK PROFESI

Halaman 10 dari 30

Page 11: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Berdasarkan Pasal 21 ayat (2) huruf b Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian, saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah :

Nama dan gelar lengkap : ………………………………..Alamat domisili : ………………………………..Nomor STRA : ………………………………..berlaku sampai dengan ……………..

Dengan ini menyatakan bahwa saya benar-benar telah memilik tempat untuk dapat melaksanakan Praktik Profesi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kepmenkes 1027/MENKES/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Alamat tempat Praktik :

…………………………………………………………………………………………………………………

Demikian Pernyataan ini saya buat untuk dapat dipergunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Surat Izin Praktik Apoteker.

Kab/Kota……………….., …………………………20…..

Yang Membuat Pernyataan,

Tandatangan diatas materai Rp 6000,-

……………………………………………………………………

SURAT KETERANGAN APOTEKER PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN KEFARMASIANTENTANG TEMPAT PRAKTIK PROFESI BAGI APOTEKER …………………………………………..

Halaman 11 dari 30

Page 12: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Berdasarkan Pasal 21 ayat (2) huruf b Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian, saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah :

Nama dan gelar lengkap : ………………………………..Nomor SIPA : ……………………………….. tertanggal ………………………..Jabatan : Apoteker PenanggungjawabAlamat Tempat Praktik : …………………………………………………………………………….

Dengan ini menerangkan bahwa tempat/alamat tersebut dapat dipergunakan oleh :Nama dan gelar lengkap : ………………………………..Nomor STRA : ……………………………….. berlaku sampai dengan ……………..

Untuk melaksanakan Praktik Profesi sebagai (pilih):a. Apoteker Mandiri/Bebasb. Apoteker Pendamping

Demikian Surat Keterangan ini saya buat untuk dapat dipergunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Surat Izin Praktik Apoteker atas nama yangbersangkutan.

Terima kasih !

Kab/Kota……………….., …………………………20…..

Yang Membuat Keterangan,

Tandatangan dan Stempel SIPA-APJ

……………………………………………………………………

SURAT REKOMENDASI KEMAMPUANSEBAGAI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

ATAS NAMA …………………………………………..

Halaman 12 dari 30

Page 13: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Berdasarkan Pasal 14 ayat (2) huruf d Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian, saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah :Nama dan gelar lengkap : ………………………………..Nomor STRA : ……………………………….. berlaku sampai dengan ……………..

Setelah melakukan penilaian terhadap kemampuan dalam bidang *):a. Orientasi Pengetahuan bahan/obat/materialb. Peraturan perundangan yang berlaku terkait tugas dan fungsi TTKc. Aspek orientasi administrasi perbekalan dan kepelayanan dasar d. Orientasi Keterampilan peracikan/penyiapan/komponding sediaan obat e. Orientasi Keterampilan/kerapihan dalam pengemasan dan etiketing f. Aspek orientasi penyimpanan dan pengamanan sediaan obat di gudangg. Aspek orientasi pemeliharaan kualitas obath. Kebersihan, kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja

Dengan ini menyatakan memberikan REKOMENDASI kepada :Nama dan gelar lengkap : ……………………………….. (gelar bagi Ahli Madya/Sarjana Farmasi)Tempat, tanggal lahir : ………………………………..……………..Alamat domisili : ……………………………………………….telp/hp : ………….Lulusan Sekolah/PTF/Tahun : ………………………………………………………………………….

Sebagai salah satu syarat guna memperoleh Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Demikian Rekomendasi ini saya buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Terima kasih !

Kab/Kota……………….., …………………………20…..

Yang Menerbitkan Rekomendasi,

Tandatangan

……………………………………………………………………Nomor STRA

*) Jika Apoteker memandang belum layak memenuhi kualifikasi, maka sebaiknya dilakukan pembinaan sedemikian sehingga yang bersangkutan memenuhi standar minimal.

SURAT PERNYATAAN BAHWA ……….(NAMA) …………

SIAP MELAKSANAKAN PEKERJAAN KEFARMASIAN

Halaman 13 dari 30

Page 14: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Berdasarkan Pasal 22 ayat (2) huruf b Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian, saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah :Nama dan gelar lengkap : ………………………………..Nomor STRA : ……………………………….. berlaku sampai dengan ……………..

Setelah melakukan penilaian terhadap kesiapan teknis dalam bidang *):a. Pengetahuan bahan/obat/materialb. Peraturan perundangan yang berlaku terkait tugas dan fungsi TTKc. Aspek teknik administrasi perbekalan dan kepelayanan dasar (tekanan untuk ke Toko Obat Berizin)d. Keterampilan peracikan/penyiapan/komponding sediaan obat (diutamakan dg tes praktik)e. Standar pelayanan kefarmasian (diutamakan untuk di Toko Obat)f. Dokumentasi/pencatatan pelayanan kefarmasian (diutamakan untuk di Toko Obat)g. Keterampilan/kerapihan dalam pengemasan dan etiketing (diutamakan dg tes praktik)h. Aspek teknik penyimpanan dan pengamanan sediaan obat di gudangi. Aspek teknik pemeliharaan kualitas obatj. Kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja

Bahwa :Nama dan gelar lengkap : ……………………………….. (gelar bagi Ahli Madya/Sarjana Farmasi)Tempat, tanggal lahir : ………………………………..……………..Nomor STRTTK : ………………………………………………. Berlaku sampai denganAlamat domisili : ……………………………………………….telp/hp : ………….

Dengan ini dinyatakan :

SIAP MELAKSANAKAN PEKERJAAN KEFARMASIAN SEBAGAI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN.

Di Fasilitas (pilih) :a. Tempat Praktik Pelayanan Kefarmasian (Apotek/Puskesmas/Klinik/BP/RSB/IFRS) yang saya pimpinb. Sarana Distribusi Kefarmasian (PBF) di bawah tanggungjawab sayac. Sarana Produksi (Farmasi/IOT/IKOT/IKOSMAKMIN) di bawah tanggungjawab sayad. Toko Obat Berizin, dimana TTK tersebut berada di bawah asuhan saya.

Nama Sarana/Perusahaan : ……………………………………………………

Alamat : ……………………………………………………

Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagai salah satu persyaratan guna memperoleh Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian (SIKTTK).Terima kasih !

Kab/Kota……………….., …………………………20…..Yang Membuat Pernyataan,

Tandatangan di atas Materai Rp 6000,-

……………………………………………………………………Nomor STRA

*) Jika Apoteker memandang belum layak memenuhi kualifikasi, maka sebaiknya dilakukan pembinaan sedemikian sehingga yang bersangkutan memenuhi standar minimal.

BERIKUT HANYA SEBAGAI CONTOH, FORMAT TIDAK BERSIFAT MENGIKAT DAN BUKAN SUATU KETENTUAN BAKU

Halaman 14 dari 30

Page 15: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

CONTOH PAPAN APOTEK

CONTOH PAPAN PRAKTIK APOTEKERBerikut adalah dokumen Personal dalam melaksanakan Praktik Apoteker di Sarana Pelayanan Kefarmasian :

KOP SURAT-MENYURAT dan STEMPEL(1) Surat Pesanan, Etiket, Copy Resep, Lembar Skrining, Komponding Obat dan PMR ber-’KOP’ atas

nama Diri Sendiri

(2) Stempel/Cap Nama atas Diri Sendiri (2 buah), Standar

Stempel-SIPA : utk penerbitan Surat Pesanan, Resep yg telah di-skrining, Copy Resep dllStempel-SIKA : utk penerbitan Surat Pesanan, Faktur Penjualan dari Apoteker-PBF ke Apoteker di Pelayanan dll

(3) Copy Resep ber-‘KOP’ atasnama Diri Sendiri, seperti (1)(4) Etiket ber-‘KOP’ atasnama Diri Sendiri, seperti (1)(5) Lembar Skrining, Komponding dan PMR ber-‘KOP’ atasnama Diri Sendiri, seperti (1)(6) Lain-lain yang diperlukan, atasnama Diri Sendiri, seperti (1)

G. LAMPIRAN POLA PERJANJIAN PENYERTAAN MODAL UNTUK PENYELENGGARAAN APOTEKContoh :

Halaman 15 dari 30

Page 16: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

NOTARIS

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH

SK MENTERI KEHAKIMAN DAN HAM REPUBLIK INDONESIA

NOMOR :………………… TANGGAL

SK KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

NOMOR : ………………………………….

JALAN :……………………….Kota-Kode Pos

TELP / FAX : (0…)

AKTA PERJANJIAN

ANTARA APOTEKER DENGAN PEMILIK MODAL

MENGENAI PENGGUNAAN MODAL

NOMOR : .....................................

TANGGAL : .....................................

Halaman 16 dari 30

Page 17: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

AKTA PERJANJIAN NOMOR .....ANTARA

APOTEKER DENGAN PEMILIK MODALMENGENAI PENGGUNAAN MODAL

Pada hari ini, …………….., tanggal ……………bulan............tahun ………………..(00-00-0000), pukul ………………

Waktu Indonesia Bagian Barat (00.00 WIB).----------------------------------------------------------------

menghadap kepada saya, ……………………………, Notaris di ………………, dengan hadirnya saksi-saksi yang saya,

notaris, kenal dan akan disebutkan pada bagian akhir Akta ini;------------------------------------------------------------

1. Tuan/Nyonya/Nona..........Apoteker di Kota…………, dewasa, seorang Apoteker sah berdasarkan Surat

Tanda Registrasi Apoteker (STRA) nomor .......... dikeluarkankan oleh ........... di ...........

tartanggal...............bulan....... tahun......... (00-00-000) berlaku sampai dengan tanggal ........ bulan .......

tahun ....... (00-00-000) lahir di…………………, pada tanggal ……………… bulan…..……tahun………………… (00-

00-0000), Warga Negara Indonesia, pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor;…………..………, yang

dikeluarkan oleh Camat selaku Kepala Wilayah Kecamatan…………………, dan selama ini nyata-nyata

bertempat tinggal di jalan…………… nomor....., kampung......... Rukun Tetangga ……, Rukun Warga……,

Kelurahan/Desa……………., Kecamatan……………….., Kota…………, Kabupaten........ Provinsi............... yang

untuk keperluan ini saat ini nyata-nyata telah berada di jalan…………… nomor....., kampung......... Rukun

Tetangga ……, Rukun Warga……, Kelurahan/Desa……………., Kecamatan……………….., Kota…………,

Kabupaten........ Provinsi...............------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya dalam Akta ini disebut -------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------------------APOTEKER

------------------------------------------------------

2. Tuan/Nyonya/Nona ------------, lahir di ……………, pada tanggal----------------Bulan------------------

tahun------------------------------(00-00-0000), dewasa, Warga Negara Indonesia, pemegang Kartu Tanda

Penduduk nomor :------------------------ yang dikeluarkan oleh Camat Kepala Wilayah

Kecamatan--------------- bertempat tinggal di Jalan --------------14, Rukun Tetangga ----, Rukun Warga ----,

Kelurahan-----------, Kecamatan------------, Kota ……………. Untuk dan atas nama (diri sendiri atau

perusahaan PT/CV.........); [perinci kejelasan status kedudukan dan dasar kewenangannya atas

perusahaan yang bersangkutan]------------------------------------ Selanjutnya dalam akta ini disebut

--------------------------------------------------------------------------------------------------------- PEMILIK

MODAL-----------------------------------------------------

Sehubungan dengan kesepakatan penggunaan modal untuk keperluan suatu apotik yang didirikan

oleh APOTEKER, para penghadap sepakat untuk mengadakan Perjanjian dengan ketentuan-

ketentuan sebagai berikut :----------------------------------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------------Pasal 1-----------------------------------------------------------

Halaman 17 dari 30

Page 18: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

Perjanjian ini disusun dan disepakati atas dasar kecakapan hukum dan kesadaran penuh kedua

belah pihak serta saling percaya satu sama lain atas suatu penggunaan modal tertentu yang akan

digunakan untuk penyelenggaraan suatu praktik kefarmasian berupa Apotik yang didirikan dan

dikuasai sepenuhnya oleh APOTEKER guna mendapatkan sejumlah tertentu Keuntungan Investasi

yang akan disebut pada bagian tersendiri dalam Perjanjian ini sesuai peraturan perundang-

undangan yang berlaku -------------------------------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------Pasal 2---------------------------------------------------------

Pelaksanaan pekerjaan kefarmasian dilakukan sendiri oleh APOTEKER dan dapat bersama-sama

dengan staf/karyawan yang membantunya sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun

1962 tentang Sumpah Jabatan APOTEKER, Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2009 tentang

Pekerjaan Kefarmasian Pasal 25, dan Kode Etik APOTEKER Indonesia berikut implementasi-

jabarannya, serta Peraturan Perundang-undangan lain yang berlaku.----------------------------------------

----------------------------BAGIAN KESATU : KEDUDUKAN DAN MATERI

PERJANJIAN---------------------------

-----------------------------------------------------------------Pasal 3--------------------------------------------------------

Perjanjian ini hanya ditujukan terbatas pada penggunaan modal dan/atau aset dari PEMILIK

MODAL oleh APOTEKER untuk sebuah Apotik yang didirikan oleh APOTEKER dengan nama :

“APOTIK……….....…….” dan berlokasi di jalan….....……No…… Rt……Rw…...Kelurahan.................

Kecamatan................Kota................berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun

2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, Dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian serta

Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait dan berlaku agar mana PEMILIK MODAL

memperoleh Keuntungan Investasi dari modal dan/atau aset yang digunakan oleh APOTEKER ------

---------------------------------------------------------------Pasal 4----------------------------------------------------------

(1) Di hadapan saya............, Notaris, PEMILIK MODAL :--------------------------------------------------------

a. telah menyatakan kesediaan dan siap menyerahkan modal berupa dana dengan

nominal sebesar Rp............. (terbilang........ rupiah) dengan bukti yang saya...........,

Notaris saksikan sendiri berupa.............. (pilih : uang kontan, cek, bilyet giro, atau

sejenisnya) senilai sebagaimana tersebut; dan/atau-------------------------------------------------

b. telah menyatakan menyiapkan, menyediakan dan siap menyerahkan kekuasaan atas

penggunaan aset berupa [tanah, bangunan, dst ........... (sebutkan secara rinci pada

suatu lampiran)] dengan nilai sewa sebesar Rp ........... (terbilang........ rupiah) dengan

bukti yang saya..........., Notaris saksikan sendiri berupa Surat Pernyataan Penyerahan

Kuasa Penggunaan Aset selama masa Perjanjian ini.-------------------------------------------------

Halaman 18 dari 30

Page 19: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

c. telah menyatakan dalam bentuk tertulis berupa pernyataan bahwa tidak akan

melibatkan diri dan/atau meminta orang-orang lain siapapun juga untuk melibatkan diri

dalam hal apapun juga dalam pengelolaan ataupun pengendalian ataupun operasional

apotik.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

d. menyatakan haknya berupa kesempatan untuk menginvestasikan modal-modal lain yang

dimilikinya diluar Perjanjian ini untuk keperluan apoteker-apoteker lainnya dengan atau

tanpa sepengetahuan APOTEKER tanpa mengurangi hak penggunaan modal dan/atau

aset oleh APOTEKER-------------------------------------------------------------------------------------------

(2) Di hadapan saya............, Notaris, APOTEKER :----------------------------------------------------------------

a. telah menerima modal berupa dana dengan nominal sebesar Rp............. (terbilang........

rupiah) dengan bukti yang saya..........., Notaris saksikan sendiri berupa.............. (pilih :

uang kontan, cek, bilyet giro, atau sejenisnya) senilai sebagaimana tersebut; dan/atau------

b. telah menerima kekuasaan atas penggunaan aset berupa [tanah, bangunan, dst ......... ..

(sebutkan secara rinci pada suatu lampiran)] dengan nilai sewa sebesar Rp ...........

(terbilang........ rupiah) dengan bukti yang saya..........., Notaris saksikan sendiri berupa

Surat Pernyataan Penyerahan Kuasa Penggunaan Aset selama masa Perjanjian ini.------------

c. telah menyatakan akan berwenang penuh untuk melakukan segala pengendalian atas

dana, aset-aset, sarana, prasarana, personalia dan seluruh sistem yang ada di apotik secara

sah (legal) melalui praktik dan pelayanan kefarmasian dengan bukti telah memiliki bukti

legal berupa Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) yang masih berlaku serta berjanji

kepada PEMILIK MODAL dan di hadapan saya..........., Notaris untuk akan segera

menyelesaikan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) sesuai peraturan perundangan yang

berlaku--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

d. menyatakan haknya berupa kesempatan untuk memperoleh dan/atau menggunakan

modal untuk keperluan apotik ini dari sumber-sumber permodalan lainnya dengan atau

tanpa sepengetahuan PEMILIK MODAL tanpa mengurangi hak keuntungan investasi dari

PEMILIK MODAL -------------------------------------------------------------------------------------------------

---------------------------------BAGIAN KEDUA : KEMANFAATAN PERJANJIAN-------------------------------------

--------------------------------------------------------Pasal 5----------------------------------------------------------------

(1) Perjanjian ini memberi manfaat bagi APOTEKER karena dapat memperoleh modal berupa

dana dan/atau bentuk modal lain dari PEMILIK MODAL secara sah yang akan digunakan untuk

memperlancar dalam menjalankan praktik kefarmasian sesuai peraturan perundangan yang

berlaku.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(2) Perjanjian ini memberi manfaat bagi PEMILIK MODAL karena memperoleh perlindungan dan

jaminan hukum berupa perolehan kesempatan untuk berpartisipasi dalam permodalan

Halaman 19 dari 30

Page 20: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

apotek serta akan memperoleh Keuntungan Investasi sebesar .......% (persentase tertentu)

setiap tahun dari modal yang diserahkan kepada APOTEKER----------------------------------------------

(3) Perjanjian ini tidak dapat dimanfaatkan dan/atau dijadikan alasan bagi PEMILIK MODAL

dan/atau orang-orang yang dikuasainya untuk meminta, menyuruh dan/atau mengatur

dengan cara-cara lain apapun saja kepada siapapun untuk ikut terlibat dalam bentuk dan cara

apapun dalam pelaksanaan praktik kefarmasian karena akan dapat menjadi sebab terjadinya

pelanggaran peraturan perundangan yang berlaku----------------------------------------------------------

------------------------------------BAGIAN KETIGA : KEWAJIBAN APOTEKER-----------------------------------------

---------------------------------------------------------Pasal 6----------------------------------------------------------------

(1) APOTEKER berkewajiban menerbitkan suatu Bukti Tanda Terima dana dan/atau aset-aset

yang telah diserahkan PEMILIK MODAL dengan dilengkapi hari dan tanggal diterbitkannya

sebanyak 2 (dua) rangkap untuk dokumen masing-masing------------------------------------------------

(2) Dalam Bukti Tanda Terima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicantumkan pula tanggal

diterimanya modal; jenis dan besarnya modal yang diterima serta keterangan mengenai

kondisi umum aset yang bersangkutan -------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------Pasal 7---------------------------------------------------------------

(1) APOTEKER berkewajiban memberikan Bukti Komitmen Pemberian Keuntungan Investasi

(KPKI) atas modal yang digunakan kepada pihak PEMILIK MODAL pada setiap 1 (satu) tahun

takwin yang dihitung sejak beroperasionalnya Apotik secara nyata------------------------------------

(2) Besarnya Komitmen Pemberian Keuntungan Investasi (KPKI) sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dituangkan dalam bentuk prosentase dari nilai investasi setiap tahun sebagaimana

dimaksud pada Pasal 4 Perjanjian ini atau dalam bentuk nominal sebesar Rp................

(terbilang................rupiah)---------------------------------------------------------------------------------------

(3) Besarnya Komitmen Pemberian Keuntungan Investasi (KPKI) sebagaimana dimaksud pada

ayat (2) adalah tidak kurang dari besarnya bunga deposito serta tidak lebih dari bunga

pinjaman bank yang berlaku umum pada bank komersial pada saat Perjanjian disepakati--------

-------------------------------------------------------------Pasal 8----------------------------------------------------------

(1) Pemberian keuntungan investasi kepada PEMILIK MODAL oleh APOTEKER dilakukan dengan

cara menunjukkan Bukti Asli Komitmen Pemberian Keuntungan Investasi (KPKI) sesuai dengan

jadwal pemberian keuntungan yang telah disepakati-------------------------------------------------------

(2) Pemberian keuntungan yang sisa waktu pembagiannya kurang dari 1 (satu) tahun yang

disebabkan karena akan berakhirnya Perjanjian, maka akan dihitung secara proporsional atas

investasi tersebut sesuai dengan persentase yang telah disepakati-

------------------------------------------------------Pasal 9-------------------------------------------------------------------

Halaman 20 dari 30

Page 21: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

(1) APOTEKER berkewajiban menyampaikan Pemberitahuan secara tertulis mengenai Besarnya

Keuntungan Investasi yang akan diberikan kepada PEMILIK MODAL selambat-lambatnya ......

(..........) hari sejak tanggal kesepakatan jatuh tempo dengan disertai hari dan tanggal

pencairannya serta pernyataan bahwa modal yang digunakan berada dalam keadaan aman.---

(2) Dalam keadaan dimana APOTEKER tidak menyampaikan pemberitahuan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1), PEMILIK MODAL berhak mengajukan Permintaan Keterangan secara

tertulis------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(3) Dalam hal PEMILIK MODAL telah mengajukan permintaan keterangan secara tertulis sebanyak

3 (tiga) kali berturut-turut dengan jeda waktu masing-masing .......(.....) bulan sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) serta APOTEKER tidak memberikan tanggapan seperti yang

diharapkan; PEMILIK MODAL berhak mengajukan tuntutan pengembalian modal yang telah

diserahkan ditambah dengan hak keuntungan investasi berdasarkan hukum yang berlaku di

Indonesia--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------Pasal 10------------------------------------------------------------

--------------------------------------BAGIAN KEEMPAT : PENGEMBALIAN MODAL---------------------------------

Pengembalian modal dilakukan pada saat :--------------------------------------------------------------------------

(1) berakhirnya masa Perjanjian--------------------------------------------------------------------------------------

(2) salah satu pihak meninggal dunia dalam masa berlakunya Perjanjian ini------------------------------

(3) salah satu pihak mengundurkan diri berdasarkan Perjanjian ini------------------------------------------

(4) terjadi kegagalan memberikan keuntungan investasi sesuai yang diperjanjikan---------------------

-------------------------------------------------------Pasal 11---------------------------------------------------------------

(1) Pengembalian modal dilakukan dengan cara sebagai berikut :-------------------------------------------

a. Terhadap modal yang berupa uang, maka besarnya pengembalian

adalah sesuai dengan nominal seperti pada saat modal tersebut pertama kali diserahkan

kepada APOTEKER.-----

b. Terhadap modal yang berupa barang-barang peralatan dan/atau

perlengkapan yang dapat diuangkan, maka besarnya pengembalian adalah sesuai dengan

kondisi terakhir barang

tersebut.---------------------------------------------------------------------------------------------------------

c. Terhadap modal yang berupa tanah dan/atau bangunan maka tanah

atau bangunan tersebut diserahkan kembali sesuai dengan kondisi

terakhir.---------------------------------------

d. Terhadap modal yang berupa barang-barang bergerak maka barang-

barang bergerak tersebut diserahkan kembali sesuai dengan kondisi

terakhir.---------------------------------------

Halaman 21 dari 30

Page 22: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

e. Terhadap modal yang berupa barang-barang lainnya maka barang-

barang lainnya tersebut diserahkan kembali sesuai dengan kondisi

terakhir.---------------------------------------------------

(2) Atas barang-barang berupa peralatan dan/atau perlengkapan yang telah dikembalikan dalam

bentuk uang oleh APOTEKER, maka barang-barang tersebut adalah menjadi hak milik

APOTEKER---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(3) Rincian dan jadual pengembalian modal dituangkan di dalam lampiran tersendiri yang tidak

terpisah dari Perjanjian ini atas sepengetahuan dan kesaksian saya........notaris pada saat

perjanjian ini disepakati.--------------------------------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------------Pasal 12---------------------------------------------------------

Atas modal yang telah dibelanjakan oleh APOTEKER ke dalam bentuk sediaan farmasi dan/atau

alat-alat kesehatan dan/atau perbekalan farmasi lainnya tidak dapat diserahkan kepada PEMILIK

MODAL dengan alasan dan cara apapun juga pada saat proses pengembalian modal.-------------------

------------------------------------------------------------Pasal 13-----------------------------------------------------------

(1) Kecuali dinyatakan lain, dalam keadaan APOTEKER meninggal dunia selama masa Perjanjian,

pengembalian modal diselesaikan oleh ahli waris APOTEKER---------------------------------------------

(2) Kecuali dinyatakan lain, dalam keadaan PEMILIK MODAL meninggal dunia selama masa

Perjanjian, pengembalian modal dilakukan oleh APOTEKER kepada ahli waris PEMILIK MODAL-

-----------------------------------------------------------Pasal 14-----------------------------------------------------------

(1) Dalam keadaan APOTEKER atau PEMILIK MODAL mengundurkan diri dari Perjanjian selama

masa berlaku Perjanjian, maka dilakukan penjadwalan pengembalian modal sesuai

kesepakatan kedua belah pihak dengan atau tanpa ditambah komitmen keuntungan investasi

yang diperjanjikan---------------------------------------------------------------------------------------------------

(2) Dalam keadaan APOTEKER atau PEMILIK MODAL mengundurkan diri dari Perjanjian selama

masa berlaku Perjanjian, maka pengembalian modal dilakukan menurut cara sebagaimana

dimaksud pada Pasal 11 dan Pasal 12---------------------------------------------------------------------------

--------------------------BAGIAN KELIMA : KEWAJIBAN PEMILIK MODAL------------------------------------------

--------------------------------------------------------------Pasal 15--------------------------------------------------------

(1) PEMILIK MODAL berkewajiban menjamin bahwa dana yang diserahkan kepada APOTEKER

adalah dana yang sah dan halal serta tidak sedang berada dalam sengketa, tidak sedang

dalam keadaaan dikuasai oleh dan/atau dikendalikan oleh termasuk tetapi tidak hanya

terbatas keluarga dan/atau pihak-pihak manapun selama masa Perjanjian---------------------------

(2) PEMILIK MODAL berkewajiban menjamin bahwa aset-aset yang diserahkan kepada APOTEKER

adalah aset-aset yang sah, tidak sedang berada dalam sengketa, tidak sedang dalam keadaaan

dikuasai oleh dan/atau dikendalikan serta tidak sedang dalam keadaan terikat dengan pihak

Halaman 22 dari 30

Page 23: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

manapun termasuk tetapi tidak hanya terbatas pada bank dan/atau lembaga-lembaga lain

yang semacamnya selama masa Perjanjian -------------------------------------------------------------------

(3) Pembuktian mengenai keabsahan dana dan/atau aset-aset sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dan (2) dinyatakan dalam bentuk tertulis serta menjadi bagian tak terpisahkan dari

Perjanjian ini.----------------------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------Pasal 16------------------------------------------------------------

PEMILIK MODAL berkewajiban mengikuti Ketentuan dan Tatacara Pencairan Keuntungan Investasi

sebagaimana yang ditentukan oleh APOTEKER sebagaimana dimaksud pada Pasal 8--------------------

---------------------------------BAGIAN KEENAM : MENGENAI WANPRESTASI-------------------------------------

---------------------------------------------------------Pasal 17--------------------------------------------------------------

Perjanjian ini menyepakati mengenai wan prestasi terbatas pada hal-hal yang berhubungan

dengan status dan besarnya komitmen permodalan, jadwal dan besarnya pemberian keuntungan

investasi serta proses pengembalian modal-------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------Pasal 18--------------------------------------------------------------

(1) Terjadinya penyimpangan dan/atau ketidaksesuaian mengenai status dan besarnya komitmen

permodalan yang akan diinvestasikan kepada APOTEKER sebagaimana dimaksud pada Pasal

15 dan Pasal 4 ayat (1) merupakan bentuk dari wan prestasi PEMILIK MODAL.----------------------

(2) Wan prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjadi alasan bagi APOTEKER

untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian atas status dan besarnya modal yang

diinvestasikan dan/atau bahkan dapat membatalkan Perjanjian ini.------------------------------------

(3) Ketentuan mengenai cara-cara penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sedapat

mungkin dilakukan secara musyawarah untuk mufakat sedemikian sehingga kedua belah

pihak dapat menerima dengan baik tanpa ada pretensi untuk merugikan masing-masing

pihak.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-

(4) Wan prestasi PEMILIK MODAL yang berakibat pada pembatalan Perjanjian harus dilakukan di

hadapan Notaris sedemikian sehingga kedua belah pihak terbebas dari segala perikatan sesuai

hukum di Indonesia.-------------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------Pasal 19------------------------------------------------------------

(1) Kegagalan APOTEKER dalam memberikan keuntungan investasi kepada PEMILIK MODAL

setelah dilakukan penjadwalan ulang sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (1) merupakan

bentuk dari wan prestasi APOTEKER.----------------------------------------------------------------------------

Halaman 23 dari 30

Page 24: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

(2) Wan prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjadi alasan bagi PEMILIK

MODAL untuk membatalkan Perjanjian ini---------------------------------------------------------------------

(3) Wan prestasi APOTEKER yang berakibat pada pembatalan Perjanjian harus dilakukan

dihadapan Notaris dengan memperhatikan ketentuan Pasal 11 dan Pasal 12 sedemikian

sehingga kedua belah pihak terbebas dari segala perikatan sesuai hukum di Indonesia-----------

-----------------------------------BAGIAN KETUJUH : MENGENAI MALA PRAKTIK----------------------------------

---------------------------------------------------------Pasal 20-------------------------------------------------------------

Perjanjian ini tidak menyangkutpautkan kejadian mala praktik yang dilakukan dan/atau yang

disangkutkan dengan kewenangan APOTEKER dalam menjalankan praktik/ pekerjaan kefarmasian

kepada PEMILIK MODAL sepanjang PEMILIK MODAL dan/atau orang-orang yang dikuasainya tidak

melakukan intervensi dalam bentuk dan cara apapun dalam praktik/pekerjaan kefarmasian di

Apotik-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------Pasal 21-----------------------------------------------------------

Dalam hal APOTEKER dan/atau orang-orang yang dikuasainya melakukan tindakan mala praktik

profesi yang berakibat pada kerugian material maupun non material, maka hal tersebut

merupakan tanggungjawab APOTEKER sepenuhnya serta tidak akan berpengaruh terhadap status

dan besarnya modal yang diinvestasikan kepada APOTEKER serta tidak akan berpengaruh pada

hak-hak yang harus diterima oleh PEMILIK MODAL menurut Perjanjian ini---------------------------------

-------------------------------------------------------------Pasal 22----------------------------------------------------------

Dalam hal PEMILIK MODAL dan/atau orang-orang yang dikuasianya melakukan tindakan berupa

mempengaruhi, mengatur, menyuruh dan/atau melarang melakukan hal-hal yang akan

berhubungan dengan praktik/pekerjaan kefarmasian di yang dikuasai oleh APOTEKER, maka hal

tersebut dapat dikategorikan bahwa PEMILIK MODAL telah melakukan tindakan mala praktik

permodalan-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------Pasal 23---------------------------------------------------------

(1) Dalam hal PEMILIK dan/atau orang-orang yang dikuasainya melakukan tindakan mala praktik

permodalan sebagaimana dimaksud pada Pasal 22 yang berakibat apapun termasuk tetapi

tidak hanya terbatas pada kerugian material maupun non material, maka hal tersebut serta

merta akan berakibat berakhirnya Perjanjian ini disertai konsekuensi hangusnya seluruh nilai

modal dan hak-hak PEMILIK MODAL menurut Perjanjian

ini.----------------------------------------------

(2) Dalam hal berakhirnya Perjanjian disertai hangusnya seluruh nilai modal dan hak-hak PEMILIK

MODAL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka aset-aset yang berupa tanah/bangunan

yang berstatus sebagai milik dari PEMILIK MODAL dikembalikan sebagaimana mestinya---------

Halaman 24 dari 30

Page 25: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

(3) Segala akibat hukum dari terjadinya mala praktik permodalan merupakan tanggungjawab

PEMILIK MODAL sepenuhnya serta tidak akan berpengaruh terhadap APOTEKER menurut

Perjanjian ini----------------------------------------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------Pasal 24---------------------------------------------------------

Dalam hal PEMILIK dan/atau orang-orang yang dikuasainya melakukan tindakan mala praktik

permodalan sebagaimana dimaksud pada Pasal 22 yang diakibatkan oleh kelalaian APOTEKER

termasuk tetapi tidak hanya terbatas karena tidak melaksanakan kewajiban profesinya sesuai

peraturan perundangan, maka hal tersebut akan berakibat hukum kefarmasian menurut

Perjanjian ini----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------BAGIAN KEDELAPAN : BERAKHIRNYA PERJANJIAN-----------------------------

-----------------------------------------------------------------Pasal 25------------------------------------------------------

1. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu ....… (….) bulan terhitung sejak ditandatanganinya

akta ini.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(maksimal seumur dengan sisa usia STRA terakhir yang masih berlaku)

2. Perjanjian ini berakhir karena :-------------------------------------------------------------------------------------

a. Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan, dan/atau--------------------------------------------------

b. Salah satu pihak meninggal dunia dalam jangka waktu perjanjian, dan/atau

---------------------

c. Salah satu pihak mengundurkan diri dari perjanjian dalam jangka waktu perjanjian,

dan/atau -----------------------------------------------------------------------------------------------------------

d. Surat Tanda Registrasi APOTEKER (STRA) telah berakhir dan tidak diperpanjang lagi

berdasarkan ketentuan yang berlaku, dan/atau----------------------------------------------------------

e. Izin Praktik atas nama APOTEKER (SIPA) dicabut oleh yang berwajib, dan/atau -----------------

f. PEMILIK MODAL melakukan pelanggaran komitmen jadwal penyerahan modal dan/atau

terbukti ikut terlibat dalam praktik kefarmasian menurut peraturan perundangan yang

berlaku---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------Pasal 26------------------------------------------------------------

Pada saat Perjanjian ini berakhir karena sebab-sebab sebagaimana dimaksud pada Pasal 25 huruf

a sampai dengan huruf e, APOTEKER harus menyelesaikan kewajiban-kewajiban dan segala

sesuatu yang menjadi tanggungjawabnya sesuai Perjanjian ini dan sesuai Peraturan Perundang-

undangan yang berlaku.-------------------------------------------------------------------------------------------------

Halaman 25 dari 30

Page 26: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

---------------------------------BAGIAN KESEMBILAN : KEADAAN MEMAKSA---------------------------------------

---------------------------------------------------Pasal 27-------------------------------------------------------------------

(1) Dalam hal salah satu Pihak menghadapi situasi dan atau peristiwa yang tidak dapat diduga

sebelumnya ketika Perjanjian ini disepakati dan tidak mungkin baginya untuk mencegah

terjadinya situasi dan/atau peristiwa semacam itu, termasuk namun tidak terbatas pada

peristiwa bencana alam, kebakaran, peperangan, huru-hara dan pertikaian massal,

pemogokan ketenagakerjaan, kebijaksanaan dan aturan negara, yang mengakibatkan Pihak

tersebut tidak mungkin melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini baik sebagian

ataupun seluruhnya, baik untuk sementara waktu atau untuk waktu yang tidak terbatas, maka

Pihak tersebut harus memberitahukan Pihak yang lain dalam waktu yang sesingkat-singkatnya

serta memperoleh persetujuan dari Pihak yang lain bahwa Perjanjian menghadapi situasi

Keadaan Memaksa---------------------------------------------------------------------------------------------------

(2) Pihak yang mengklaim Keadaan Memaksa harus tetap berupaya seoptimal mungkin untuk

meminimalisasi risiko kerugian yang dapat timbul akibat keadaan memaksa tersebut;-------------

(3) Apabila situasi seperti yang dimaksud pada ayat (1) Pasal ini dipenuhi, maka para Pihak dapat

bersepakat untuk menunda pelaksanaan Perjanjian atau suatu prestasi yang terbit darinya,

atau mengakhiri Perjanjian dan membuat kesepakatan-kesepakatan baru mengenai

kedudukan masing-masing Pihak.---------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------Pasal 28-------------------------------------------------------------

(1) Segala sesuatu yang tidak atau tidak cukup diatur dalam perjanjian ini akan diselesaikan

dan diatur oleh APOTEKER dan PEMILIK MODAL secara musyawarah dengan tetap tidak boleh

menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku ---

(2) Apabila timbul perbedaan pendapat atau perselisihan diantara APOTEKER dan PEMILIK

MODAL, yang tidak dapat diselesaikan dengan cara seperti tersebut diatas, maka perselisihan

tersebut dapat diselesaikan oleh Badan Arbitrase, Badan Arbitrase ini terdiri dari :----------------

3 (tiga) Arbiter yaitu masing-masing pihak mengangkat seorang Arbiter dan dua orang

Arbiter yang dipilih memilih seorang Arbiter.-----------------------------------------------------------

Satu Arbiter yang ditunjuk bersama (Arbiter Tunggal) yaitu (Notaris atau Pejabat Ikatan

Apoteker Indonesia Cabang............... atau Pejabat Ikatan Apoteker Indonesia

Daerah........................)----------------------------------------------------------------------------------------

(3) Jika dalam waktu 2 (dua) minggu setelah diminta oleh pihak yang satu, diantara para pihak

tidak ada persesuaian mengenai pengangkatan Arbiter Tunggal atau bilamana diputuskan

untuk mengangkat 3 (tiga) orang Arbiter pihak yang lain menunjuk seorang Arbiter atau

diantara dua orang Arbiter yang diangkat oleh masing-masing pihak tidak ada persesuaian

paham mengenai pengangkatan Arbiter yang ketiga, maka salah satu pihak dapat meminta

Halaman 26 dari 30

Page 27: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

pada Hakim yang berwenang untuk menunjuk 3 (tiga) orang Arbiter. ---------------------------------

Dalam hal demikian maka terserah kepada 3 (tiga) orang Arbiter tersebut untuk memutuskan

soal atau soal-soal yang menjadi perselisihan.----------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------- Pasal 29 -----------------------------------------------------------------

APOTEKER dan PEMILIK MODAL memilih tentang hal ini dan segala akibatnya tempat kediaman yang sah

dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di …………..-- ---------------------------------------------------

---------------------------------------------- DEMIKIANLAH PERJANJIAN INI ---------------------------------------------

Dibuat dan dilangsungkan di ………….., pada hari dan tanggal tersebut diatas dengan dihadiri oleh :-------------

Tuan/Nyonya/Nona---------- bertempat tinggal di ……….., Rukun Tetangga----, Rukun Warga----,

Kelurahan ………, Kecamatan …………., Kabupaten/ Kota ……., dan ------------

Tuan/Nyonya/Nona ---------------,bertempat tinggal di ………, Rukun Tetangga----, Rukun Warga------,

Kelurahan---------, Kecamatan --------------, Kota ……….; ----------------------------------------

Keduanya adalah pegawai kantor saya, Notaris sebagai saksi-saksi.--------------------------------------------

Akta ini dengan segera setelah saya, notaris, bacakan kepada para penghadap dan saksi-saksi,

ditandatangani oleh para penghadap, kemudian oleh saksi-saksi dan saya, notaris.------------------------------

Dibuat dengan ........ perubahan, yaitu .............. karena coretan dengan penggantian dan ............. karena

coretan tanpa penggantian. --------------------------------------------------------------------------------------------

Akta aslinya telah ditandatangani secukupnya.-----------------------------------------------------------------------

Dikeluarkan sebagai salinan. ---------------------------------------------------------------------------------------------

Para Arbiter tersebut akan memu Notaris di………...................………

(……………………………)

Halaman 27 dari 30

Page 28: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

H. LAMPIRAN TAMBAHAN (PENGAYAAN)Yang perlu diperhatikan adalah prinsip penataan yang dapat menjamin keamanan sediaan dan mekanisme pelayanan kefarmasian yang beorientasi pada Pharmaceutical Care.

1) RUANG PRAKTIK APOTEKER (Mandiri/Individual)

2) RUANG PRAKTIK DALAM SUATU APOTEK LENGKAP

Halaman 28 dari 30

Page 29: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARAT

3) STANDAR PROSEDUR PELAYANAN (Kepmenkes 1027/2004)

Halaman 29 dari 30

Page 30: Revisi Paket Rekomendasi 01 Apotek Untuk Anggota

PAKET 1 : REKOMENDASI PRAKTIK APOTEKER DI APOTIK (anggota) – PD IAI JAWA BARATHalaman 30 dari 30