prospektus - bank sinarmas€¦ · kantor cabang dan kantor kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor...

314
PT BANK SINARMAS Tbk. Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang usaha perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat Wisma Bank Sinarmas – Tower I, 1 st & 2 nd Floor Jl. M. H. Thamrin No.51 Jakarta 10350 - Indonesia Telp. (62-21) 3199 0101 Fax (62-21) 3199 0401 Website: www.banksinarmas.com Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional dan 1 kantor kas syariah berlokasi di Indonesia PENAWARAN UMUM Sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan saham baru atau sebesar 21,97% (dua puluh satu koma sembilan tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham, atau seluruhnya bernilai Rp 240.000.000.000,- (dua ratus empat puluh miliar Rupiah), dan sebanyak 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) Waran Seri I yang menyertai Saham Biasa Atas Nama yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum. Waran Seri I diberikan secara Cuma-Cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada Tanggal Penjatahan, yaitu tanggal 8 Desember 2010. Setiap pemegang 5 (lima) saham baru Perseroan berhak memperoleh 6 (enam) waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 5 (lima) tahun. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah), sehingga seluruhnya adalah sebesar Rp 288.000.000.000 (dua ratus delapan puluh delapan miliar Rupiah), yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 11 Desember 2015. Saham-saham yang ditawarkan seluruhnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK PT Sinarmas Sekuritas (Terafiliasi) Tanggal Efektif : 29 November 2010 Masa Penawaran : 1 - 3 Desember 2010 Tanggal Penjatahan : 8 Desember 2010 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 10 Desember 2010 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 10 Desember 2010 Tanggal Pencatatan Saham Dan Waran Seri I di Bursa Efek Indonesia : 13 Desember 2010 Periode Perdagangan Waran Seri I : 13 Desember 2010 - 11 Desember 2015 Peride Pelaksanaan Waran Seri I : 13 Juni 2011 - 11 Desember 2015 Jangka Waktu Waran Seri I : 13 Desember 2010 - 11 Desember 2015 BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT BANK SINARMAS Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PENJAMIN EMISI EFEK ● PT Dinamika Usaha Jaya ● PT Erdikha Elit Sekuritas ● PT Henan Putihrai Sekuritas ● PT Indomitra Securities ● PT Makinta Securities ● PT Minna Padi Investama ● PT OSK Nusadana Securities Indonesia ● PT Pacific Capital ● PT Panca Global Securities ● PT Sucorinvest Central Gani ● PT Valbury Asia Securities ● PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK DAN PARA PENJAMIN EMISI EFEK MENJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)TERHADAP PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PERSEROAN MENGINGAT JUMLAH SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM PERDANA INI RELATIF TERBATAS, MAKA TERDAPAT KEMUNGKINAN PERDAGANGAN SAHAM-SAHAM TERSEBUT MENJADI KURANG LIKUID. RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO OPERASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB V PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”) Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 30 November 2010 PROSPEKTUS

Upload: others

Post on 10-Nov-2020

16 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk.Kegiatan Usaha

Bergerak dalam bidang usaha perbankanBerkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Kantor PusatWisma Bank Sinarmas – Tower I, 1st & 2nd Floor

Jl. M. H. Thamrin No.51Jakarta 10350 - IndonesiaTelp. (62-21) 3199 0101Fax (62-21) 3199 0401

Website: www.banksinarmas.com

Kantor Cabang dan Kantor Kas1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah,

3 kantor kas konvensional dan 1 kantor kas syariah berlokasi di Indonesia

PENAWARAN UMUMSebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan saham baru atau sebesar 21,97% (dua puluh satu koma sembilan tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham, atau seluruhnya bernilai Rp 240.000.000.000,- (dua ratus empat puluh miliar Rupiah), dan sebanyak 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) Waran Seri I yang menyertai Saham Biasa Atas Nama yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum. Waran Seri I diberikan secara Cuma-Cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada Tanggal Penjatahan, yaitu tanggal 8 Desember 2010. Setiap pemegang 5 (lima) saham baru Perseroan berhak memperoleh 6 (enam) waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 5 (lima) tahun.Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah), sehingga seluruhnya adalah sebesar Rp 288.000.000.000 (dua ratus delapan puluh delapan miliar Rupiah), yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 11 Desember 2015.

Saham-saham yang ditawarkan seluruhnya akan dicatatkan di Bursa Efek IndonesiaPENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK

PT Sinarmas Sekuritas (Terafiliasi)

Tanggal Efektif : 29 November 2010Masa Penawaran : 1 - 3 Desember 2010Tanggal Penjatahan : 8 Desember 2010Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 10 Desember 2010Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 10 Desember 2010Tanggal Pencatatan Saham Dan Waran Seri I di Bursa Efek Indonesia : 13 Desember 2010Periode Perdagangan Waran Seri I : 13 Desember 2010 - 11 Desember 2015Peride Pelaksanaan Waran Seri I : 13 Juni 2011 - 11 Desember 2015Jangka Waktu Waran Seri I : 13 Desember 2010 - 11 Desember 2015

BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT BANK SINARMAS Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PENJAMIN EMISI EFEK ● PT Dinamika Usaha Jaya ● PT Erdikha Elit Sekuritas ● PT Henan Putihrai Sekuritas ● PT Indomitra Securities ● PT Makinta Securities ● PT Minna Padi Investama ● PT OSK Nusadana Securities Indonesia ● PT Pacific Capital ● PT Panca Global Securities ● PT Sucorinvest Central Gani ● PT Valbury Asia Securities ●PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK DAN PARA PENJAMIN EMISI EFEK MENJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)TERHADAP PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PERSEROAN

MENGINGAT JUMLAH SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM PERDANA INI RELATIF TERBATAS, MAKA TERDAPAT KEMUNGKINAN PERDAGANGAN SAHAM-SAHAM TERSEBUT MENJADI KURANG LIKUID.

RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO OPERASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB V PROSPEKTUS INI.

PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”)

Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 30 November 2010

PR

OS

PE

KT

US

Page 2: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT Bank Sinarmas Tbk. (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut ”Perseroan”) telah menyampaikan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum ini kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM dan LK) di Jakarta dengan surat No. 223/2010/PRESDIR-CorpSec pada tanggal 27 September 2010 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan No.3608, beserta peraturan pelaksanaannya (selanjutnya disebut sebagai ”UUPM”). Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, direncanakan untuk dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia (”BEI”) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang dibuat antara Perseroan dengan BEI pada tanggal 23 September 2010. Apabila syarat-syarat pencatatan yang ditetapkan BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum ini dibatalkan dan uang pemesanan yang telah diterima akan dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan UUPM.Bersamaan dengan pencatatan saham baru yang berasal dari Penawaran Umum sejumlah 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama, Perseroan atas nama pemegang saham lama juga akan mencatatkan sejumlah 5.588.495.000 (lima miliar lima ratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) sehingga jumlah seluruh saham yang akan dicatatkan pada BEI berjumlah 7.188.495.000 (tujuh miliar seratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) atau 98,74% (sembilan puluh delapan koma tujuh empat persen) dari seluruh jumlah saham yang telah Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan sesudah Penawaran Umum. Sedangkan sejumlah 92.005.000 (sembilan puluh dua juta lima ribu) atau 1,26% (satu koma dua enam persen) saham milik PT Sinar Mas Multiartha Tbk tidak dicatatkan pada BEI sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum ditetapkan bahwa:a. Jumlah kepemilikan saham bank oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing yang

diperoleh melalui pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 3);

b. Pembelian oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% (seratus persen) dari jumlah saham bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1);

c. Bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2);

d. Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3).

Dan sesuai dengan pengumuman PT Bursa Efek Jakarta No. Peng-10/BEJ-DAG/U/05 1999 tanggal 20 Mei 1999 perihal Porsi Kepemilikan Perbankan oleh Pemodal Asing, ditetapkan porsi kepemilikan saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek oleh Pemodal Asing, dibatasi sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) sampai dengan dipenuhinya Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dalam PP No. 29 tersebut di atas.Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, para Penjamin Emisi Efek serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuran pendapat, keterangan dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesi masing-masing.Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan dan/atau penjelasan atau membuat pernyataan apapun mengenai hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.Kecuali PT Sinarmas Sekuritas dan PT Sinartama Gunita, para Penjamin Emisi Efek serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.

PENAWARAN UMUM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN SELAIN YANG BERLAKU DI REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA PROSPEKTUS INI TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR WILAYAH REPUBLIK INDONESIA TERSEBUT.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.

Page 3: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..............................................................................................................................................i

DEFINISI DAN SINGKATAN .................................................................................................................. iii

RINGKASAN ......................................................................................................................................... vii

I. PENAWARAN UMUM ...................................................................................................................1

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM ...............................................5

III. PERNYATAAN HUTANG ...............................................................................................................6

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ...............................................................11

V. RISIKO USAHA ..........................................................................................................................36

VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ...................39

VII. KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN ................................................................................40

1. Riwayat Singkat Perseroan ..................................................................................................40

2. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan ..................................................................43

3. Kepengurusan dan Pengawasan Perseroan .......................................................................51

4. Sumber Daya Manusia .........................................................................................................56

5 Hubungan Kepemilikan, Pengurusan, Pengawasan Perseroan dengan

Pemegang Saham Perseroan Berbentuk Badan Hukum .....................................................60

6. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Perseroan Berbentuk

Badan Hukum ......................................................................................................................60

7. TransaksiAfiliasi...................................................................................................................64

8. Ikatan Dan Perjanjian Dengan Pihak Ketiga ........................................................................70

9. Keterangan Tentang Aset Tetap ...........................................................................................71

10. Perkara yang Dihadapi Perseroan .......................................................................................74

VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA .........................................................................................75

1. Umum ...................................................................................................................................75

2. Kegiatan Usaha ....................................................................................................................79

3. Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Audit Intern ..................................................................86

4. Good Corporate Governance ...............................................................................................92

5. Penerapan Know Your Customer .........................................................................................93

6. Pemasaran ...........................................................................................................................94

7. Persaingan Usaha ................................................................................................................96

8. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) .............................96

9. Teknologi Informasi ..............................................................................................................97

10. Strategi Dan Prospek Usaha ................................................................................................99

11. Asuransi .............................................................................................................................102

Page 4: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

ii

IX. INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA .................................................................................103

X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ..................................................................................109

XI. EKUITAS ................................................................................................................................... 111

XII. PERPAJAKAN ...........................................................................................................................112

XIII. KEBIJAKAN DIVIDEN ...............................................................................................................114

XIV. PENJAMINAN EMISI EFEK ......................................................................................................115

XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA

PENAWARAN UMUM ...............................................................................................................117

XVI. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ..............................................................................................121

XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN ................133

XVIII. LAPORAN PENILAI INDEPENDEN ..........................................................................................251

XIX. KETERANGAN TENTANG PENAWARAN SAHAM DAN PENERBITAN WARAN ...................267

XX ANGGARAN DASAR PERSEROAN .........................................................................................276

XXI. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM .............................................................293

XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN

PEMBELIAN SAHAM ................................................................................................................299

Page 5: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

iii

DEFINISI DAN SINGKATAN

“Afiliasi” Berarti(a).hubungankeluargakarenaperkawinandanketurunansampaiderajatkedua, baik secara horizontal maupun vertikal; (b). hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut; (c). hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama; (d). hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; (e). hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau (f). hubungan antara perusahaan dan Pemegang Saham Utama.

“ATM” BerartiAnjunganTunaiMandiri (Automated Teller Machine) yaitu mesin elektronik yang dapat menggantikan fungsi teller seperti penarikan uang tunai, pemeriksaaan saldo dan pemindahbukuan.

“ATMR” BerartiAsetTertimbangMenurutRisiko yaitu kredit pada aset tertimbangmenurut risiko yang merupakan komponen pembagi dalam CAR.

“BAPEPAMdanLK” BerartiBadanPengawasPasarModaldanLembagaKeuangansebagaimanadimaksud dalam pasal 3 ayat 1 UUPM.

“BEI” BerartiBursaEfekIndonesia,yaitubursaefeksebagaimanadidefinisikandalampasal 1 ayat 4 UUPM yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta, tempat dimana saham dicatatkan.

“BI” BerartiBank Indonesia sebagaimanadidefinisikandalamPasal 4Undang-UndangNo.23Tahun1999tentangBankIndonesiajisUndang-UndangNo.3Tahun 2004, PeraturanPemerintahPengganti Undang-UndangRepublikIndonesiaNo.2Tahun2008danUndang-UndangRepublik IndonesiaNo.6Tahun2009TentangPenetapanPeraturanPemerintahPenggantiUndang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-UndangNo.23Tahun1999TentangBankIndonesiamenjadiUndang-Undang.

“BOPO” Berarti rasio atau perbandingan antara biaya/beban operasional denganpendapatan operasional.

“CAR” BerartiCapital Adequacy Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara modal sendiri dengan total asset Perseroan.

“Daftar Pemegang Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentangSaham” kepemilikansahamolehPemegangSahamdalamPenitipanKolektifdiKSEI

berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.

“GWM” BerartiGiroWajibMinimum,yaitusimpananminimumyangharusdipeliharaoleh Perseroan dalam bentuk saldo rekening giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga dalam Perseroan.

“HariBank” Berarti hari kerja bank yaitu hari pada saat mana Bank Indonesiamenyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.

Page 6: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

iv

“HariBursa” Berarti hari dimana BEI atau badan hukum yang menggantikannyamenyelenggarakan kegiatan bursa efekmenurut peraturan perundang-undanganyangberlakudanketentuan-ketentuanbursa(-bursa)efektersebut.

“HariKalender” Berartisemuaharidalam1(satu)tahunsesuaidengankalenderGregoriustanpakecuali,termasukhariMinggudanhariliburnasionalyangsewaktu-waktuditetapkan oleh Pemerintah dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan hari kerja biasa.

“HariKerja” BerartihariSeninsampaidenganhariJumat,kecualihariliburnasionalyangditetapkan oleh Pemerintah.

“KSEI” BerartiPTKustodianSentralEfekIndonesia,yangberkedudukandiJakartadanmenjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimanadidefinisikandalamUUPM,yangdalamemisisahambertugasmengadministrasikan saham berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek di KSEI pada penitipan kolektif.

“LDR” BerartiLoan to Deposit Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara jumlah kredit yang disalurkan oleh Perseroan terhadap jumlah simpanan dana pihak ketiga atau masyarakat yang terdapat pada Perseroan]..

“Masyarakat” Berartiperorangandan/ataubadan-badan,baikWargaNegaraIndonesia/badanIndonesiamaupunWargaNegaraAsing/badanasingbaikbertempattinggal/berkedudukanhukumdiIndonesiamaupunbertempattinggal/berkedudukanhukum di luar negeri.

“MenteriHukum” BerartiMenteriHukumdanHakAsasiManusiaRepublik Indonesia(dahulubernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia

“NIM” Berarti singkatandariNet Interest Margin yaitu Marjin Bunga Bersih yang merupakanpendapatanbungabersihdibagidenganrata-rataAsetProduktifdalam kolektibilitas lancer dan dalam perhatian khusus.

“NPL” BerartisingkatandariNon Performing Loan yaitu kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan dan macet berdasarkan ketentuan penggolongan kolektibilitas Bank Indonesia.

“Pemerintah” BerartipemerintahNegaraRepublikIndonesia.

“PemegangSaham” BerartiMasyarakatyangmemilikimanfaatatassebagianatauseluruhSahamyang disimpan dan diadministrasikan dalam: Rekening Efek pada KSEI; atau Rekening Efek pada KSEI melalui Bank Kustodian atau Perusahaan Efek.

“PemegangRekening” BerartipihakyangnamanyatercatatsebagaipemilikRekeningEfekdiKSEIyangmeliputiBankKustodiandan/atauPerusahaanEfekdan/ataupihaklainyang disetujui olehKSEI denganmemperhatikan perundang-undangan dibidang Pasar Modal.

“PenawaranUmum” BerartikegiatanpenawaranefekyangdilakukanolehPerseroanuntukmenjualsaham kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM.

“PenitipanKolektif” Berartijasapenitipanatasefekyangdimilikibersamaolehlebihdarisatupihakyang kepentingannya diwakili oleh kustodian, sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

Page 7: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

v

“PenjaminEmisiEfek” Berartipihak-pihakyangmembuatkontrakdenganPerseroanuntukmelakukanPenawaran Umum Saham atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

“Penjamin Pelaksana Berarti pihak yang akan bertanggung jawab atas penyelenggaraan PenawaranEmisiEfek” Umum,yangdalamhaliniadalahPT.SinarmasSekuritasyangberkedudukandi

Jakarta,sesuaidengansyarat-syaratdanketentuan-ketentuandalamPerjanjianPenjaminan Emisi Efek.

“Perjanjian Penjaminan Berarti Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No.5 tanggal 1 SeptemberEmisiEfek” 2010,yangdibuatdihadapanAuliaTaufani,SH.,penggantidariSutjipto,SH.,

NotarisdiJakarta,berikutperubahan-perubahannyadan/ataupenambahan-penambahannyadan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yangdibuatolehpihak-pihakyangbersangkutandikemudianhari.

“Perseroan” BerartiPTBankSinarmasTbk(dahulubernamaPTBankShintaIndonesia),suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat.

“PerubahanPerjanjian Berarti perubahan dan/atau tambahan padaPerjanjianPenjaminanEmisiPenjaminanEmisiEfek” Efek yang dibuat dan ditandatangani setelah sindikasi Penjamin Emisi

Efek terbentuk, yang syarat dan ketentuannya telah disetujui bersama oleh Perseroan dan Penjamin Emisi Efek termasuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek berikutperubahan-perubahannyadan/ataupenambahan-penambahannyadan/ataupembaharuan-pembaharuannyayangsahyangdibuatolehpihak-pihakyang bersangkutan di kemudian hari.

“Prospektus” Berarti setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yangdigunakan untuk penawaran umum dengan tujuan pihak lain membeli atau memperdagangkan Saham, kecuali pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan Bapepam dan LK dinyatakan bukan sebagai Prospektus.

“PSAK” BerartisingkatandariPernyataanStandarAkuntansiKeuangan.

“ROA” BerartisingkatandariReturn on Assets yaitu tingkat pengembalian yang dihitung dengan membagi laba sebelum pajak dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan berturut-turutdenganjumlahrata-rataasetdalamperiodeyangsama.

“ROE” BerartisingkatandariReturnonEquityyaitutingkatpengembalianyangdihitungdengan membagi laba setelah pajak dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan berturut-turutdenganjumlahrata-rataekuitasdalamperiodeyangsama.

“RUPS” Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yangdiselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

“RUPSLB” Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yangdiselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

“SABH” BerartiSistemAdministrasiBadanHukumDepartemenHukumdanHakAsasiManusia Republik Indonesia

“TanggalEmisi” BerartitanggaldistribusisahamkedalamRekeningEfekPenjaminPelaksanaEmisiEfekberdasarkanpenyerahanSertifikatJumboyangditerimaolehKSEIdari Perseroan, yang juga merupakan Tanggal Pembayaran hasil emisi efek dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan.

Page 8: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

vi

“UU” BerartiUndang-Undang.

“UUPM” Berarti Undang-undangRepublik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64Tahun 1995, TambahanNo. 3608, beserta peraturan-peraturanpelaksanaannya.

Page 9: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

vii

RINGKASAN

Ringkasan ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan penting yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci serta laporan keuangan dan penjelasan yang tercantum dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan yang berkedudukan hukum di Indonesia disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Perseroan sebelumnya bernama PT Bank Shinta Indonesia yang didirikan di Jakarta Pusat sebagaimana termaktub dalam Akta Perseroan Terbatas No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 jo Akta Perubahan No. 91 tanggal 15 September 1989 yang keduanya dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. C2.9142.HT.01.01-TH.89 tanggal 27September 1989 serta telah didaftarkan dalambuku register diKantorPengadilanNegeri JakartaBarat berturut-turut di bawahNo. 1506/1989danNo.1507/1989 tanggal 21 Oktober 1989 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 6448 Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 21 Juni 2005.

Perseroan diubah namanya menjadi PT Bank Sinarmas sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataaan Keputusan Rapat No.1 tanggal 21 Nopember 2006, yang dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat KeputusanNo.W7-03960.HT.04-TH2006tanggal20Desember2006

MaksuddantujuanPerseroansebagaimanatermaktubdalamAktaNo.31/2010adalahberusahadalambidang Perbankan. Untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan tersebut, Perseroan telah memperolehizin-izindariinstansiyangberwenangantaralain:

1) SuratKeputusanMenteriKeuanganRepublikIndonesiaNo.156/KMK.013/1990tanggal16Februari1990 perihal pemberian izin kepada PT Bank Shinta Indonesia Untuk Melakukan Kegiatan Sebagai BankUmum jo.Kep.GubernurBank IndonesiaNo.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal22Januari2007perihal Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Sinarmas;

2) SuratKeputusanMenteriKeuanganRepublik IndonesiaNo.S-245/MK.03/1994 tanggal15April1994 perihal Penunjukan PT. Bank Shinta Indonesia sebagai Bank Persepsi Penerimaan Pajak;

3) SuratKeputusanBankIndonesiaNo.27/156/KEP/DIRtanggal22Maret1995tentangPenunjukanPT Bank Shinta Indonesia menjadi Bank Devisa;

4) SuratMenteriKeuanganRepublikIndonesiaNo.S-34/MK.03/1996tanggal23Januari1996perihalPenunjukan PT Bank Shinta sebagai Bank Devisa Persepsi Kas Negara; dan

5) SuratKeputusanDeputiGubernurBankIndonesiaNo.11/13/KEP.DpG/2009tanggal27Oktober2009 Tentang Pemberian Izin usaha Syariah PT Bank Sinarmas.

PENAWARAN UMUM

Para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek atas nama Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama,dengannilainominalRp100,-(seratusRupiah)setiapsaham,denganhargapenawaransebesarRp150,-(seratuslimapuluhRupiah)setiapsahamharusdibayarpenuhpadasaatmengajukanFormulirPemesananPembelianSaham,atauseluruhnyabernilaiRp240.000.000.000,-(duaratusempatpuluhmiliar Rupiah). Dalam rangka Penawaran Umum ini, secara bersamaan Perseroan akan menerbitkan 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) Waran Seri I yang menyertai seluruh Saham Biasa AtasNamadenganHargaPelaksanaansebesarRp150,-(seratuslimapuluhRupiah),sehinggaseluruhnyaadalah sebesarRp288.000.000.000,- (dua ratusdelapanpuluhdelapanmiliarRupiah) yangdapatdilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 11 Desember 2015. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam Tanggal Penjatahan yaitu pada tanggal 8 Desember 2010 akan mendapatkan 6 (enam) Waran Seri I dimana setiap 1 (satu) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang akan

Page 10: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

viii

dikeluarkandariportepeldengannilainominalRp100,-(seratusRupiah)setiapsaham.Pemegangwarantidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak atas dividen selama waran tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Bila waran tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka waran tersebutmenjadikadaluarsa, tidakbernilaidantidakberlaku.Saham-sahamyangditawarkandalamPenawaran Umum ini akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

STRUKTUR PERMODALAN

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan yang terakhir sebelum Penawaran Umum sebagaimanatermaktubdalamAktaNo.31/2010,adalahsebagaiberikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 100,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -PTSinarMasMultiarthaTbk 5.127.408.650 512.740.865.000 90,26-PTShintaUtama 553.091.350 55.309.135.000 9,74Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.680.500.000 568.050.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 14.319.500.000 1.431.950.000.000

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Penawaran Umum ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana

Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Nominal (Rp) Nominal (Rp) A. Modal Dasar Saham(NominalRp100,-) 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1 PTSinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 90,26 5.127.408.650 512.740.865.000 70,432 PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 9,74 553.091.350 55.309.135.000 7,603 Masyarakat - - - 1.600.000.000 160.000.000.000 21,97 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.680.500.000 568.050.000.000 100,00 7.280.500.000 728.050.000.000 100,00C. Jumlah Saham dalam Portepel 14.319.500.000 1.431.950.000.000 12.719.500.000 1.271.950.000.000

Apabila Waran Seri I yang diperoleh pemegang saham telah dilaksanakan seluruhnya menjadi saham baru dalam Perseroan, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah pelaksanaan Waran Seri I adalah sebagai berikut:

Keterangan Sebelum Pelaksanaan Waran Seri I Sesudah Pelaksanaan Waran Seri I

Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Nominal (Rp) Nominal (Rp) A. Modal Dasar Saham(NominalRp100,-) 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1 PTSinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 70,43 5.127.408.650 512.740.865.000 55,732 PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 7,60 553.091.350 55.309.135.000 6,013 Masyarakat 1.600.000.000 160.000.000.000 21,97 1.600.000.000 160.000.000.000 17,394. Masyarakat - - - 1.920.000.000 192.000.000.000 20,87 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 7.280.500.000 728.050.000.000 100,00 9.200.500.000 920.050.000.000 100,00C. Jumlah Saham dalam Portepel 12.719.500.000 1.271.950.000.000 10.799.500.000 1.079.950.000.000

Bersamaan dengan pencatatan saham baru yang berasal dari Penawaran Umum sejumlah 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta ) Saham Biasa Atas Nama atau sebesar 21,97 % (dua puluh satu koma sembilan tujuh persen) dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh setelah Penawaran Umum, Perseroan atas nama pemegang saham lama juga akan mencatatkan sejumlah 5.588.495.000 (lima miliar lima ratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) sehingga jumlah seluruh saham

Page 11: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

ix

yang akan dicatatkan pada BEI berjumlah 7.188.495.000 (tujuh miliar seratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) atau 98,74% (sembilan puluh delapan koma tujuh empat persen) dari seluruh jumlah saham yang telah Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan sesudah Penawaran Umum. Sedangkan sejumlah 92.005.000 (sembilan puluh dua juta lima ribu) atau 1,26% (satu koma dua enam persen) saham milik PT Sinar Mas Multiartha Tbk tidak dicatatkan pada BEI sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.

RENCANA PENGGUNAAN DANA

SeluruhdanayangdiperolehdarihasilPenawaranUmumini,setelahdikurangidenganbiaya-biayaemisisaham, seluruhnya akan dipergunakan untuk ekspansi kredit

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat modal Perseroan (Capital Adequacy Ratio) dalam kaitannya untuk meningkatkan modal kerja Perseroan.

RISIKO USAHA

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi risiko yang mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Beberapa risiko yang mempengaruhi usaha Perseroan secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Risiko Operasional2. Risiko Kredit 3. Risiko Pasar 4. Risiko Likuiditas5. Risiko Hukum6. Risiko Strategis7. Risiko Kepatuhan8. Risiko Reputasi

STRATEGI USAHA PERSEROAN

Kinerja Perseroan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, di masa mendatang akan selalu dipertahankan untuk tumbuh secara berkelanjutan guna mencapai visi Persero yaitu menjadi Bank terkemuka di Indonesia. Dalam upaya merealisasikan visi tersebut, Perseroan menyadari bahwa tantangan yang dihadapi, seperti meningkatnya iklim persaingan yang berpotensi menurunkan margin keuntungan serta peningkatan beban operasional dan modal, perlu diantisipasi dengan strategi usaha yang fokus dan terarah. Adapun strategi usaha tesebut antara lain adalah:

1. Memperluas basis nasabah, mulai dari nasabah kecil sampai korporasi.2. Memacu pertumbuhan kredit usaha kecil, menengah dan kredit korporasi, melalui kerjasama dengan

lembaga keuangan maupun mitra usaha lainnya.3. Memperluasjaringankantoruntukpenetrasipasarpadasentra-sentraUKMdansektorusahaskala

korporasi4. Pengembangan Produk dan Layanan 5. Peningkatan Fee Based Income6. Mengembangkan Unit Usaha Syariah

PROSPEK USAHA

Di bandingkan banyak negara lainnya, perekonomian Indonesia pada tahun 2009 secara umum menunjukkan kinerja yang cukup baik. Meskipun penurunan tidak dapat dihindari, secara keseluruhan tahun 2009 perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar 4,5% (YOY) sehingga menjadikan Indonesia salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih mencatat pertumbuhan positif. Bank Indonesia memandang bahwa proses pemulihan ekonomi global terus berlangsung dan semakin kuat sehingga ke depan perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus membaik, meskipun masih terdapat berbagai faktor risiko dan potensi ketidakpastian yang perlu terus dicermati.

Page 12: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

x

Perbankan Nasional pada semester I 2010 menunjukkan prestasi yang fantastis bahkan pada laporan publikasi 10 bank terbesar yang menguasai 63,83% aset perbankan menunjukkan pertumbuhan laba mencapai 44% year on year (yoy). Sementara itu berdasarkan data statistik perbankan Indonesia per Juni 2010 laba perbankan Nasional tumbuh 25,81% yoy walau kredit hanya tumbuh 18,83% yoy dan Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya tumbuh 14,93%. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) pun terjaga di level 2,98%, di bawah ketentuan maksimal 5% dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio)sebesar18,06%,diatasketentuanminimal8%.Rasio-rasio tersebutmenggambarkankinerjaperbankan yang semakin mengkilat di tengah perbaikan ekonomi global.

Dengankondisiperekonomianyangmendukungtersebut,peluangbisniskredit/pembiayaanPerseroanmasih terbuka luas baik di wilayah yang telah memiliki jaringan kantor maupun di wilayah yang akan menjadi bagian dari jaringan kantorPerseroan.Dengan target penyaluran kredit/pembiayaan yangmencakupseluruhsektorekonomi/industri,sepanjanglayakdibiayai,sertamelaluikerjasamadenganlembaga keuangan maupun mitra usaha lainnya maka aset produktif Perseroan dalam 5 tahun kedepan diproyeksikan akan terus meningkat minimal sebesar 18% pertahun.

IKHTISAR DATA KEUANGAN

Ikhtisar data keuangandi bawah ini yang angka-angkanya berasal dari atau dihitung berdasarkanlaporan keuangan Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto, dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)No.50(Revisi2006)tentang“InstrumenKeuangan:PenyajiandanPengungkapan”danPSAKNo.55(Revisi2006)tentang“InstrumenKeuangan:PengakuandanPengukuran”padatahun2010,danlaporankeuanganPerseroanuntuktahun-tahunyangberakhirpadatanggal31Desember2009,2008,2007dan 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian serta laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dedy Muliadi & Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, adalah sebagai berikut :

(dalam jutaan Rupiah)Uraian 31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007 2006 2005Jumlah Aset 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442 2.050.943 739.297 Jumlah Kewajiban 8.714.171 7.464.586 5.646.963 5.199.316 1.904.807 635.762 Jumlah Ekuitas 614.470 571.429 417.663 269.126 146.136 103.535 Beban bunga 192.188 470.357 425.759 237.307 65.973 23.418PendapatanBunga-bersih 164.320 312.033 175.276 120.920 40.348 18.643Laba Operasional 57.616 74.956 18.693 11.480 10.287 3.868 Laba Bersih 41.320 48.766 12.851 5.748 7.601 4.081

Uraian 31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007 2006 2005ROA 1,51% 0,93% 0,34% 0,33% 0,98% 1,14%ROE 15,61% 8,46% 3,85% 3,05% 6,15% 4,71%NIM 5,23% 5,04% 3,66% 4,15% 4,44% 4,19%CAR 13,74% 13,95% 12,70% 12,42% 16,18% 45,12%LDR 72,18% 79,01% 83,31% 62,18% 52,73% 25,26%NPL NETTO 2,74% 1,65% 1,72% 0,00% 0,16% 0,00%

KEBIJAKAN DIVIDEN

Seluruh saham Perseroan yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perseroan, termasuk saham yang akan ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum ini, mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak atas dividen.

Sesuai Anggaran Dasar, pembayaran dividen harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan.

Page 13: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

xi

DenganmemperhatikanlabaPerseroandanCARsetelahmemperhitungkanrisikopasarmencapai≥20%,kondisi likuiditas tahun berjalan serta dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar PT Bank Sinarmas Tbk, manajemen Perseroanmerencanakanakanmembagikandividentunaisebanyak-banyaknya30%darilababersihsetelah pajak dimulai dari tahun buku 2013.

Page 14: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 15: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

1

I. PENAWARAN UMUM

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek atas nama Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan saham baru yang berasal dari portepel, dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham, atau seluruhnya bernilai Rp 240.000.000.000,- (dua ratus empat puluh miliar Rupiah)

Dalam rangka Penawaran Umum ini, Perseroan secara bersamaan akan menerbitkan sebanyak 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) Waran Seri I yang menyertai seluruh Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 11 Desember 2015, sehingga seluruhnya adalah sebesar Rp 288.000.000.000,- (dua ratus delapan puluh delapan miliar Rupiah). Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam Tanggal Penjatahan yaitu pada tanggal 8 Desember 2010 mendapatkan 6 (enam) Waran Seri I dimana setiap 1 (satu) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham. Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak suara dan dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan sebagai saham. Bila waran tersebut tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis, maka waran tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak laku.

PT BANK SINARMAS TBK.KEGIATAN USAHA

Bergerak dalam bidang usaha perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Kantor Pusat OperasionalWisma Bank Sinarmas – Tower I, 1st & 2nd Floor

Jl. M. H. Thamrin No.51 Jakarta 10350 - Indonesia

Telp. (62-21) 3199 0101 Fax (62-21) 3199 0401

Kantor Cabang dan Kantor Kas1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah,

3 kantor kas konvensional dan 1 kantor kas syariah berlokasi di Indonesia

RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO OPERASIONAL, YAITU RISIKO YANG TIMBUL AKIBAT KURANG MEMADAINYA ATAU TIDAK BERFUNGSINYA PENGAWASAN INTERNAL, TIDAK EFEKTIFNYA SISTEM PROSEDUR OPERASIONAL, FAKTOR KESALAHAN ATAU KELALAIAN MANUSIA, KEGAGALAN SISTEM ATAU ADANYA FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI OPERASIONAL PERSEROAN.RISIKO USAHA LAINNYA YANG MUNGKIN DIHADAPI PERSEROAN DAPAT DILIHAT PADA BAB V PROSPEKTUS INI.

PARA PENJAMIN EMISI EFEK MENJAMIN SELURUH PENAWARAN SAHAM PERSEROAN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)

Page 16: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

2

Perseroan sebelumnya bernama PT Bank Shinta Indonesia yang didirikan di Jakarta Pusat sebagaimana termaktub dalam Akta Perseroan Terbatas No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 jo Akta Perubahan No. 91 tanggal 15 September 1989 yang keduanya dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, SH., Notaris di Jakarta yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. C2.9142.HT.01.01-TH.89 tanggal 27 September 1989 serta telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat berturut-turut di bawah No. 1506/1989 dan No. 1507/1989 tanggal 21 Oktober 1989 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 6448 Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 21 Juni 2005.

Perseroan diubah namanya menjadi PT Bank Sinarmas sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.1 tanggal 21 Nopember 2006, yang dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.W7-03960 HT.01.04-TH 2006 tanggal 20 Desember 2006.

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 6 April 2010, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.AHU-22745.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 4 Mei 2010, yang mengubah seluruh isi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan BAPEPAM dan LK No.IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik dalam rangka perubahan status Perseroan dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka (go public) (Akta No.31/2010)

Maksud dan tujuan Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta No.31/2010 adalah berusaha dalam bidang Perbankan. Untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan tersebut, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari instansi yang berwenang antara lain:

1) Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990 perihal pemberian izin kepada PT Bank Shinta Indonesia Untuk Melakukan Kegiatan Sebagai Bank Umum jo. Kep. Gubernur Bank Indonesia No. 9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 perihal Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Sinarmas;

2) Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-245/MK.03/1994 tanggal 15 April 1994 perihal Penunjukan PT. Bank Shinta Indonesia sebagai Bank Persepsi Penerimaan Pajak;

3) Keputusan Bank Indonesia No.27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995 tentang Penunjukan PT Bank Shinta Indonesia menjadi Bank Devisa;

4) Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-34/MK.03/1996 tanggal 23 Januari 1996 perihal Penunjukan PT Bank Shinta sebagai Bank Devisa Persepsi Kas Negara; dan

5) Surat Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP.DpG/2009 tanggal 27 Oktober 2009 Tentang Pemberian Izin usaha Syariah PT Bank Sinarmas.

Sebagaimana termaktub dalam Akta No.31/2010, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 100,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 90,26- PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 9,74Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.680.500.000 568.050.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 14.319.500.000 1.431.950.000.000

Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum ini, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebelum dan sesudah Penawaran Umum ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:

Page 17: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

3

Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Nominal (Rp) Nominal (Rp) A. Modal Dasar Saham (Nominal Rp 100,-) 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1 PTSinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 90,26 5.127.408.650 512.740.865.000 70,432 PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 9,74 553.091.350 55.309.135.000 7,603 Masyarakat - - - 1.600.000.000 160.000.000.000 21,97 Jumlah Modal Ditempatkan dan 5.680.500.000 568.050.000.000 100,00 7.280.500.000 728.050.000.000 100,00 Disetor Penuh C. Jumlah Saham dalam Portepel 14.319.500.000 1.431.950.000.000 12.719.500.000 1.271.950.000.000

Apabila Waran Seri I yang diperoleh pemegang saham telah dilaksanakan seluruhnya menjadi saham baru dalam Perseroan, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebelum dan sesudah pelaksanaan Waran Seri I adalah sebagai berikut:

Keterangan Sebelum Pelaksanaan Waran Seri I Sesudah Pelaksanaan Waran Seri I

Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) Nominal (Rp) Nominal (Rp) A. Modal Dasar Saham (Nominal Rp 100,-) 20.000.000.000 2.000.000.000.000 20.000.000.000 2.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1 PTSinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 70,43 5.127.408.650 512.740.865.000 55,732 PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 7,60 553.091.350 55.309.135.000 6,013 Masyarakat 1.600.000.000 160.000.000.000 21,97 1.600.000.000 160.000.000.000 17,394. Masyarakat - - - 1.920.000.000 192.000.000.000 20,87 Jumlah Modal Ditempatkan dan 7.280.500.000 728.050.000.000 100,00 9.200.500.000 920.050.000.000 100,00 Disetor PenuhC. Jumlah Saham dalam Portepel 12.719.500.000 1.271.950.000.000 10.799.500.000 1.079.950.000.000

Bersamaan dengan pencatatan saham baru yang berasal dari Penawaran Umum sejumlah 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama atau sebesar 21,97 % (dua puluh satu koma sembilan tujuh persen) dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh setelah Penawaran Umum, Perseroan atas nama pemegang saham lama juga akan mencatatkan sejumlah 5.588.495.000 (lima miliar lima ratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) sehingga jumlah seluruh saham yang akan dicatatkan pada BEI berjumlah 7.188.495.000 (tujuh miliar seratus delapan puluh delapan juta empat ratus sembilan puluh lima ribu) atau 98,74% (sembilan puluh delapan koma tujuh empat persen) dari seluruh jumlah saham yang telah Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan sesudah Penawaran Umum. Sedangkan sejumlah 92.005.000 (sembilan puluh dua juta lima ribu) atau 1,26% (satu koma dua enam persen) saham milik PT Sinar Mas Multiartha Tbk tidak dicatatkan pada BEI sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum ditetapkan bahwa:

a. Jumlah kepemilikan saham bank oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 3);

b. Pembelian oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% (seratus persen) dari jumlah saham bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1);

c. Bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2);

d. Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3).

Dan sesuai dengan pengumuman PT Bursa Efek Jakarta No. Peng-10/BEJ-DAG/U/05 1999 tanggal 20 Mei 1999 perihal Porsi Kepemilikan Perbankan oleh Pemodal Asing, ditetapkan porsi kepemilikan saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek oleh Pemodal Asing, dibatasi sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) sampai dengan dipenuhinya Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dalam PP No. 29 tersebut di atas.

Page 18: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

4

Setiap pihak yang memperoleh saham dan atau efek bersifat ekuitas lain dari Perseroan dengan harga dan atau nilai konversi dan atau harga pelaksanaan di bawah harga Penawaran Umum perdana saham dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum Pernyataan Pendaftaran kepada BAPEPAM dan LK, tidak akan mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham dan atau efek bersifat ekuitas lain tersebut sampai dengan 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif.

Pada saat ini sampai dengan jangka waktu 12 (duabelas) bulan setelah Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif, Perseroan tidak merencanakan untuk mengeluarkan dan atau mencatatkan saham baru atau efek ekuitas lainnya yang dapat dikonversikan menjadi saham serta tidak akan mengadakan pembagian saham bonus dan penerbitan saham baru lainnya, kecuali saham baru yang dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan Waran Seri I.

Page 19: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

5

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM

Perseroan merencanakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini setelah dikurangi biaya emisi saham seluruhnya akan dipergunakan untuk ekspansi kredit.

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat modal Perseroan (Capital Adequacy Ratio) dalam kaitannya untuk meningkatkan modal kerja Perseroan.

Perseroan wajib melaporkan Realisasi Penggunaan Dana secara berkala kepada BAPEPAM dan LK dan wajib mempertanggungjawabkannya kepada RUPS, sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.X.K.4, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003.

Dalam hal terjadi perubahan penggunaan dana, maka perubahan tersebut wajib dilaporkan terlebih dahulu kepada BAPEPAM dan LK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari RUPS Perseroan.

Sesuai dengan Surat Edaran yang ditentukan oleh BAPEPAM dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum ini, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar kurang lebih 3,03% dari jumlah Penawaran Umum yang meliputi biaya-biaya belum termasuk perhitungan pajak sebagai berikut :

Biaya Jasa Penjaminan (underwriting fee) sebesar 0,25%Biaya Jasa Penyelenggaraan (management fee) sebesar 1,50%Biaya Jasa Penjualan (selling fee) sebesar 0,25%;Biaya Jasa Penasehat Keuangan sebesar 0,01% ;Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal (Akuntan, Notaris, Konsultan Hukum dan Penilai) sebesar 0,80%;Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal, yaitu BAE sebesar 0,07%;Biaya Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia sebesar 0,02 %; danBiaya Lain-lain (percetakan, iklan dan public expose) sebesar 0,13%.

Apabila penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana memenuhi ketentuan kriteria Transaksi Afiliasi dan Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan dan atau Transaksi Material maka Perseroan akan dan wajib mengikuti ketentuan dalam Peraturan BAPEPAM dan LK No.IX.E.1 Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Tertentu dan No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Page 20: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

6

III. PERNYATAAN HUTANG

Tabel di bawah ini menyajikan data kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 yang berasal dari laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Mei 2010, yang tercantum dalam Prospektus ini dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan PSAK No.50 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”.

Saldo kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 sebesar Rp 8.714.171 juta dengan perincian kewajiban sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahKewajiban segera lainnya 179.253Simpanan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 4.103.496 Pihak ketiga 4.080.477Simpanan dari bank lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 14.500 Pihak ketiga 268.315Hutang pajak 18.073Surat berharga yang diterbitkan 2.112Estimasi kerugian komitmen dan kontijensi 4.023Bunga yang masih harus dibayar 18.785Kewajiban pajak tangguhan – bersih 10.299Cadangan imbalan pasti pasca kerja 5.781Kewajiban lain-lain 9.057Jumlah Kewajiban 8.714.171

KEWAJIBAN SEGERA LAINNYA

Saldo kewajiban segera lainnya pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 179.253 juta yang terdiri dari kiriman uang, kewajiban sehubungan dengan ATM bersama, cadangan bonus dan THR, kewajiban pada perusahaan asuransi, kewajiban administrasi kredit, beban yang masih harus dibayar, kewajiban setoran Jamsostek dan lain-lain.

SIMPANAN

Saldo simpanan pada tanggal 31 Mei 2010 yang berhasil dihimpun Perseroan adalah sebesar Rp 8.183.973 juta yang terdiri dari simpanan dalam mata uang Rupiah sebesar Rp 5.786.715 juta dan simpanan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sebesar ekuivalen Rp 2.397.258 juta. Simpanan terdiri dari giro sebesar Rp 1.785.962 juta, tabungan sebesar Rp 1.142.205 juta dan deposito berjangka sebesar Rp 5.255.806 juta sebagaimana yang terlihat dalam tabel berikut. (dalam jutaan Rupiah)Keterangan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga JumlahGiro 1.014.983 770.979 1.785.962Tabungan 7.071 1.135.134 1.142.205Deposito berjangka 3.081.442 2.174.364 5.255.806Jumlah 4.103.496 4.080.477 8.183.973

a. Giro Saldo giro pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 1.785.962 juta yang terdiri dari:

- giro pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 395.145 juta dan dalam mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 619.838 juta

- giro pihak ketiga dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 358.587 juta dan dalam mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 412.392 juta

Suku bunga giro per tahun pada tanggal 31 Mei 2010 untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing adalah masing-masing sebesar 1,50% -5,00% dan 0,15%-0,25%.

Page 21: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

7

b. Tabungan Seluruh tabungan adalah dalam mata uang Rupiah. Suku bunga tabungan per tahun pada tanggal

31 Mei 2010 adalah sebesar 2,50%-6,50%.

c. Deposito Berjangka Saldo deposito berjangka pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 5.255.806 juta yang terdiri

dari:- deposito berjangka pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam bentuk Rupiah sebesar

Rp 1.885.449 juta dan dalam mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 1.195.993 juta- deposito berjangka pihak ketiga dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 2.005.329 juta dan dalam

bentuk mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 169.035 juta Suku bunga deposito berjangka per tahun pada tanggal 31 Mei 2010 untuk mata uang Rupiah dan

mata uang asing adalah masing-masing sebesar 6,00%-9,75% dan 2,50%-2,75%. Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah

sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Pihak yang mempunyai Pihak ketiga Jumlah hubungan istimewaRupiah 1 bulan atau kurang 1.572.075 1.049.970 2.622.045 1-3 bulan 163.515 649.600 813.115 3-6 bulan 109.979 198.322 308.301 6-12 bulan 39.880 107.437 147.317 Jumlah 1.885.449 2.005.329 3.890.778Mata uang asing 1 bulan atau kurang 966.934 129.504 1.096.438 1-3 bulan 183.147 29.874 213.021 3-6 bulan 45.912 8.055 53.967 6-12 bulan - 1.602 1.602 Jumlah 1.195.993 169.035 1.365.028

Jumlah 3.081.442 2.174.364 5.255.806

SIMPANAN DARI BANK LAIN

Saldo simpanan dari bank lain pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 282.815 juta yang terdiri dari giro sebesar Rp 62.274 juta, call money sebesar Rp 92.111 juta dan deposito sebesar Rp 127.980 juta dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah)Keterangan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga JumlahGiro 14.500 48.224 62.274Call Money - 92.111 92.111Deposito berjangka - 127.980 127.980Jumlah 14.500 268.315 282.815

a. GiroSaldo giro pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 62.274 juta yang terdiri dari: - giro pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam bentuk mata uang asing sebesar ekuivalen

Rp 14.500 juta- giro pihak ketiga dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 48.224 juta Suku bunga giro per tahun pada tanggal 31 Mei 2010 untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing adalah masing-masing sebesar 1,50%-5,00% dan 0,15%-0,25%.

b. Call Money- Saldo call money pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 92.111 juta yang merupakan

milik pihak ketiga.- Call money dalam mata uang Rupiah sebesar Rp 92.000 juta dan dalam bentuk mata uang

asing sebesar ekuivalen Rp 111 juta.Suku bunga call money per tahun pada tanggal 31 Mei 2010 dalam bentuk Rupiah adalah sebesar 6,00%.

Page 22: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

8

c. Deposito Berjangka- Saldo deposito berjangka pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 127.980 juta yang

merupakan milik pihak ketiga.- Seluruh saldo deposito berjangka adalah dalam mata uang Rupiah- Suku bunga deposito berjangka per tahun pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebagai berikut:

1 bulan 7,00%3 bulan 7,00% - 8,00%6 bulan 7,75% - 9,50%

HUTANG PAJAK

Saldo hutang pajak Perseroan adalah sebesar Rp 18.073 juta yang terdiri dari:

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahPajak kini 8.559Pajak penghasilan Pasal 21 579 Pasal 23 dan 26 7.065 Pasal 25 1.870

Jumlah 18.073

SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN

Saldo surat berharga yang diterbitkan pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 2.112 juta, akun ini merupakan surat berharga yang diterbitkan dalam bentuk cek perjalanan (traveller cheques)

ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI

Saldo estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 4.023 juta. Dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 2.755 juta yang terdiri dari bank garansi sebesar Rp 1.806 juta dan fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp 949 juta serta dalam bentuk mata uang asing sebesar Rp 1.268 juta yang terdiri dari bank garansi sebesar ekuivalen Rp 856 juta dan fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar ekuivalen Rp 412 juta.

BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Saldo bunga yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 18.785 juta, terdiri dari bunga yang masih harus dibayar atas giro, tabungan, deposito berjangka dan simpanan dari bank lain.

Bunga yang masih harus dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 5.631 juta.

KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN – BERSIH

Saldo kewajiban pajak tangguhan – bersih pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 10.299 juta.

CADANGAN IMBALAN PASTI PASCA - KERJA

Besarnya imbalan pasca - kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasti pasca - kerja tersebut.

Saldo cadangan imbalan pasti pasca - kerja pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 5.781 juta. Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca - kerja adalah sebagai berikut:

Page 23: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

9

(dalam jutaan Rupiah)Keterangan JumlahNilai kini cadangan imbalan pasti yang tidak didanai 8.456 Keuntungan aktuarial yang tidak diakui (2.675)

Jumlah 5.781

KEWAJIBAN LAIN-LAIN

Jumlah saldo kewajiban lain-lain pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 9.057 juta yang terdiri dari:

(dalam jutaan Rupiah)Keterangan JumlahPendapatan diterima dimuka 3.924Premi Penjaminan Pemerintah 772Setoran jaminan L/C dan bank garansi 677Lain-lain 3.684

Jumlah 9.057

Pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan dari provisi lainnya yang diamortisasi selama jangka waktu transaksi.

Lain-lain pada tanggal 31 Mei 2010 termasuk kerugian yang belum direalisasi atas pembelian atau penjualan tunai mata uang asing (spot) yang belum diselesaikan sebesar Rp 99 juta.

Kewajiban lain-lain dalam mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar ekuivalen Rp 53 juta.

Pada tanggal 31 Mei 2010, tidak terdapat saldo kewajiban lain-lain kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

KOMITMEN DAN KONTINJENSI

Perseroan memiliki tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi dengan rincian sebagai berikut:

Jumlah (dalam jutaan Rupiah)

KomitmenKewajiban Komitmen Fasilitas kredit kepada debitur yang belum digunakan 136,161 Irrevocable letters of credit 28,418 Jumlah 164,579

Kontinjensi

Tagihan Kontinjensi Pendapatan bunga dalam penyelesaian 11,164Kewajiban Kontinjensi Bank garansi 295,628Jumlah - bersih (284,464)

Seluruh kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 telah diungkapkan di dalam Prospektus

Sejak tanggal 31 Mei 2010 sampai dengan tanggal Laporan Auditor Independen dan setelah tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak terdapat kewajiban yang telah jatuh tempo namun belum dilunasi.

Page 24: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

10

Setelah tanggal 31 Mei 2010 sampai dengan tanggal Laporan Auditor Independen dan setelah tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan tidak memiliki kewajiban-kewajiban lain kecuali kewajiban-kewajiban yang timbul dari kegiatan usaha normal Perseroan serta kewajiban-kewajiban yang telah dinyatakan di dalam Prospektus ini dan yang telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan.

Dengan adanya pengelolaan yang sistimatis atas aset dan kewajiban serta peningkatan hasil operasi dimasa yang akan datang Perseroan berkeyakinan akan dapat menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan persyaratan sebagaimana mestinya.

Page 25: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

11

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Analisis dan pembahasan ini harus dibaca bersama-sama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting pada Prospektus (Bab X) dan Laporan Keuangan Perseroan beserta catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada Prospektus (Bab XVII).

Analisis dan pembahasan ini disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto, dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan PSAK No.50 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” serta laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

1. Umum

Perseroan berdiri pada tahun 1989 berkedudukan di Jakarta sebelumnya bernama PT Bank Shinta Indonesia yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.52 tanggal 18 Agustus 1989 jo Akta No.91 tanggal 15 September 1989 yang keduanya dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, SH., Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.C2-9142.HT.01.01-TH.89 yang telah diumumkan dalam Tambahan No.6448 Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 21 Juni 2005.

Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Februari 1990 sesuai dengan izin usaha yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990. Sesuai dengan Surat Keputusan Bank Indonesia No.27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995, Perseroan memperoleh status menjadi Bank Devisa.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, Perseroan berhasil mencapai peningkatan kinerja keuangan yang cukup memuaskan. Per tanggal 31 Mei 2010, jumlah aset Perseroan sebesar Rp 9.328.641 juta, jumlah kredit gross yang diberikan sebesar Rp 5.906.805 juta dan jumlah simpanan sebesar Rp 8.466.788 juta. Jumlah kredit gross yang diberikan dibandingkan dengan jumlah simpanan d simpanan dari bank lain Perseroan adalah sebesar 69,76%, hal ini menunjukkan fungsi intermediasi sudah berjalan dengan baik.

Hasil kinerja operasi dan perbandingan hasil kinerja keuangan selama beberapa periode berturut-turut telah dan akan tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor-faktor, termasuk kondisi ekonomi Indonesia, perubahan kebijakan dan peraturan pemerintah mengenai sektor perbankan, fluktuasi suku bunga dan nilai tukar mata uang asing.

Kondisi Perekonomian

Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 menunjukan pertumbuhan positif yang memberikan peluang cukup menjanjikan bagi Perseroan. Pertumbuhan perekonomian 2010 (diperkirakan 5%) jauh lebih baik dibandingkan dengan 2009 yang hanya tumbuh 3,6%. Di antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan ekonomi Indonesia menduduki di urutan ketiga setelah China (8%) dan India (5,4%). Di samping tetap kuatnya permintaan domestik, pemulihan ekonomi global yang terjadi pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, maupun di kawasan Asia turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Membaiknya kinerja ekspor dan aliran modal asing yang terus berlangsung berpotensi mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir 2010 yang diperkirakan mengalami surplus diharapkan terus berlanjut tahun depan.

Page 26: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

12

Bank Indonesia (BI) memperkirakan target pertumbuhan kredit 2010 hanya sebesar 15%-17%. Perkiraan ini didasari beberapa asumsi seperti pertumbuhan ekonomi sebesar 5%-5,5% dan tingkat inflasi 5%-6%. Sebelumnya BI menargetkan pertumbuhan kredit di atas 20%. Dari sisi suku bunga kredit, BI sudah menurunkan tingkat bunga acuan (BI rate) dari 9,50% (November 2008) menjadi 6,5% (Juli 2009) tampaknya kebijakan tersebut mendapat respons dari dunia perbankan dalam bentuk penurunan suku bunga kredit. Pemulihan perekonomian ditandai dengan kinerja ekspor non migas seperti pertambangan, pertanian, dan komoditas manufaktur yang menunjukan adanya pertumbuhan yang sangat baik dan pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi pada sektor industri dan sektor perdagangan. Selain kinerja ekspor yang membaik, kegiatan konsumsi swasta juga menunjukkan pertumbuhan positif yang terlihat dari peningkatan pada berbagai indikator konsumsi seperti impor barang konsumsi, penjualan mobil dan motor, serta penjualan ritel. Permintaan pasar atas barang komoditas maupun barang konsumsi mendorong adanya permintaan pendanaan yang akan terus meningkat. Kondisi ini memberikan peluang yang sangat besar bagi Perseroan untuk mempercepat pertumbuhan usaha dengan melakukan langkah-langkah ekspansif dan penetratif dengan tetap memperhatikan prinsip prudential banking.

Perubahan Kondisi Likuiditas

Perseroan memprediksi bahwa kondisi likuiditas pasar akan tetap likuid dan baik terkait dengan beberapa kebijakan baru BI di pasar dan perkembangan ekonomi global. Faktor-faktor yang menunjukkan likuiditas akan tetap tinggi adalah sebagai berikut:

a. Perseroan memprediksi dampak kenaikan GWM yang dikeluarkan BI dari 5% menjadi 8% mulai 1 Nopember 2010 tidak akan selalu mempengaruhi likuiditas Perseroan. Kelebihan likuiditas bank dalam SBN (Surat Berharga Negara) sebesar 7% dari dana pihak ketiga, dengan pemenuhan GWM dengan konversi SBN ke GWM, maka tidak membuat dampak terhadap likuiditas bank. Saat ini bank juga telah menaikkan suku bunga dana pihak ketiga rupiah untuk antisipasi persaingan dana pihak ketiga.

b. Selain itu, faktor kapital inflow dengan pertimbangan bahwa investor asing masih tertarik untuk berinvestasi di Indonesia karena rating yang membaik dan akan masuk dalam kategori investment grade dalam 11-12 bulan ke depan. Hal ini juga yang menyebabkan penguatan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini dan ikut menambah likuiditas di pasar.

c. Kebijakan BI dengan holding period SBI minimal selama satu bulan dapat mengurangi tekanan penarikan dana oleh pihak asing melalui penjualan SBI secara besar-besaran.

d. Kondisi LDR dari bank-bank besar nasional yang hingga Juni 2010 menunjukkan di bawah 78%, turut mempengaruhi kondisi pasar menjadi semakin likuid.

Kemampuan Untuk Mendapatkan Pendanaan Dengan Harga Yang Menarik

Dalam menentukan suku bunga yang akan diberikan untuk menarik minat dari masyarakat untuk menginvestasikan dana ke Perseroan, maka setiap bulannya diadakan pertemuan Asset Liabilities Commitee yang membahas kondisi ekonomi dan rata-rata suku bunga yang ditawarkan oleh pasar. Kemampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan dengan harga yang menarik dan bersaing terbukti dari meningkatnya dana pihak ketiga dari tahun ke tahun.

Berikut ini adalah tabel total investasi nasabah:

(dalam jutaan Rupiah) Mei 2010 2009 2008 2007 2006 2005Giro 1.785.962 1.097.746 770.140 478.058 262.764 74.047Tabungan 1.142.205 970.389 594.076 102.879 26.551 24.954Deposito 5.255.806 4.764.287 3910.985 4.321.814 1.555.078 525.962Total 8.183.973 6.832.422 5.275.201 4.902.751 1.844.393 624.963

Page 27: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

13

Perubahan Perilaku Konsumen

Secara umum konsumen atau nasabah Perseroan dibagi menjadi 2 kategori yaitu :

a. Kebutuhan akan pelayanan Untuk perilaku konsumen yang mengutamakan pelayanan, maka hal terpenting adalah adanya

kenyamanan yang diberikan kepada para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan sehari-hari. Terkait dengan hal ini, Perseroan telah berusaha untuk melengkapi alternatif transaksi elektronik yang umum digunakan nasabah seperti ATM, Phone Banking dan Internet Banking. Di lain pihak, Perseroan juga terus mengembangkan kerjasama bill payment untuk memudahkan nasabah untuk melakukan dalam melakukan pembayaran tagihan rutinnya melalui Perseroan. Atas dasar keyakinan Perseroan, apabila nasabah mendapatkan kepuasan atas pelayanan yang diberikan serta adanya kenyamanan dan kemudahan dalam melakukan aktivitas transaksinya, sehingga kecenderungan perilaku konsumen untuk berpindah ke bank lain sangatlah kecil.

b. Kebutuhan akan investasi Untuk konsumen yang menjadi nasabah Perseroan untuk berinvestasi, maka hal terpenting

adalah tingkat hasil investasi yang menarik dan adanya jaminan keamanan investasi yang ditawarkan Perseroan kepada nasabah. Mengenai jaminan keamanan investasi, tentunya tidak terlepas dari nama besar grup sinarmas yang selalu ditekankan Perseroan kepada para nasabah. Sedangkan mengenai tingkat hasil investasi, Perseroan beranggapan bahwa produk-produk investasi yang dimiliki Perseroan cukup dapat bersaing dan sejauh ini terus bertumbuh sehingga hal ini menunjukkan adanya kepuasan dan kepercayaan nasabah yang tinggi kepada Perseroan maupun produk-produk Perseroan. Atas dasar kondisi di atas maka Perseroan berkeyakinan bahwa perilaku konsumen yang terkait dengan kebutuhan investasi cenderung dapat dijaga dengan baik, dan selain itu Perseroan memiliki keyakinan juga bahwa jumlah konsumen ini akan terus bertumbuh sejalan dengan inovasi produk baru yang menarik yang akan tetap dikembangkan terus untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabah.

Perkembangan Aktivitas Pemasaran

Aktivitas pemasaran yang dilakukan Perseroan selama ini dibagi menjadi 2 yaitu retail marketing dan affinity marketing. Kedua aktivitas marketing tersebut tentunya didukung oleh para tenaga pemasaran yang tersebar di seluruh kantor cabang/capem Perseroan. Selain itu para tenaga pemasaran Perseroan diikutkan program pendidikan yang secara rutin diadakan dua kali dalam setahun di mana hal ini selain bertujuan untuk memberikan career path kepada mereka, juga untuk terus meningkatkan product knowledge dan profesionalisme mereka dalam melakukan kegiatan pemasaran kepada para calon nasabah.

Retail marketing yang Perseroan tempuh sejauh ini memberikan hasil yang memuaskan di mana seluruh sales force termasuk di dalamnya para branch manager dan sub branch manager aktif dalam memasarkan produk-produk yang ada dengan melakukan kunjungan langsung ke tempat nasabah. Di samping itu untuk mendukung penjualan retail ini Perseroan juga mengembangkan sistem agency yang bertugas memasarkan produk tabungan dan bancassurance sehingga akan membantu cabang dalam meningkatkan sales performancenya. Khusus untuk sistem agency Perseroan telah merancang sistem kompensasi yang menarik di antaranya adalah insentif untuk rekruter sehingga akan memotivasi para agen yang ada untuk merekrut agen baru, sehingga hal ini akan terus menambah jumlah agen Perseroan dengan cepat.

Affinity marketing yang telah Perseroan jalankan selama ini adalah dalam memasarkan produk tabunganKu seiring untuk mensukseskan program pemerintah yang telah dicanangkan pada bulan Februari 2010 yang lalu. Kegiatan marketing ini diarahkan kepada kerja sama dengan komunitas-komunitas yang berminat untuk membukakan rekening tabunganKu untuk para anggotanya. Di samping penjualan produk tabunganKu seperti yang dijelaskan di atas, Perseroan juga aktif melakukan kerja sama payroll dengan perusahaan-perusahaan bersakala kecil maupun besar untuk memudahkan proses penggajian bagi para karyawan.

Page 28: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

14

Kondisi Persaingan Dan Perubahan Yang Terjadi Pada Kompetitor

Persaingan yang terjadi selama ini untuk produk deposito umumnya adalah pada suku bunga yang ditawarkan, di mana jika terdapat bank yang memberikan suku bunga yang lebih tinggi, maka sebagian nasabah akan berpindah mengikuti suku bunga yang lebih tinggi tersebut. Hal ini lebih banyak terjadi pada kota-kota kecil yang umumnya lebih price sensitive. Dalam menyikapi kondisi seperti ini, biasanya bank sinarmas akan melakukan analisa terhadap posisi likuiditas dan bagaimana kebutuhannya untuk beberapa bulan ke depan dan hal ini secara rutin dilakukan pada saat meeting ALCO bulanan sehingga akan ditetapkan pricing yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Perseroan.

Mengenai persaingan pada produk lainnya umumnya tidak terlalu banyak terjadi dikarenakan produk giro dan tabungan adalah lebih pada kebutuhan nasabah akan pelayanan dan transaksi seperti yang telah dikemukakan pada bagian di atas. Namun khusus untuk produk tabungan, Perseroan akan terus melakukan inovasi untuk mengadakan program promosi yang menarik untuk para nasabah sehingga diharapkan dana murah melalui produk tabungan bisa terus ditingkatkan khususnya untuk dana jangka menengah-panjang yang berhasil Perseroan himpun melalui produk tabungan berjangka.

Selain yang telah diuraikan di atas, persaingan yang terjadi juga terhadap produk-produk non bank dimana bank bertindak sebagai agen penjual. Umumnya produk-produk yang dijual saat ini adalah produk bancassurance dan reksadana. Mengenai produk-produk tersebut, Perseroan tidak mengalami kendala yang berarti sejauh ini dikarenakan produk yang ditawarkan adalah jenis produk yang low risk dengan jaminan tingkat hasil investasi yang pasti, sehingga menjadi daya tarik yang besar bagi para nasabah yang ingin berinvestasi secara aman dengan hasil investasi yang tetap menarik. Hal ini terbukti dengan portofolio Perseroan yang terus bertumbuh pesat setiap tahunnya.

Perubahan Yang Mempengaruhi Pendapatan Perusahaan

Kondisi perekonomian selama tahun 2010 dinilai cukup positif, dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang positif, tingkat suku bunga dan nilai tukar yang cenderung stabil serta strategi bisnis Perseroan yang cukup baik menjadi modal Perseroan dalam melakuan peningkatan usaha. Hal tersebut tercermin dari pendapatan usaha Perseroan yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga membuktikan kemampuan Perseroan dalam menjalankan usaha bidang Perbankan dan mengatasi berbagai permasalahan yang timbul di kemudian hari. Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak menghadapi persoalan dengan nasabah maupun peristiwa lainnya yang mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Pengembangan Produk Baru

Perseroan akan terus mengembangkan dan meluncurkan produk dan aktivitas yang mampu mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan bagi bank, diantaranya melalui kerjasama pemasaran produk-produk bancassurance serta masuk dalam bisnis kartu kredit yang saat ini menunjukan peluang cukup besar bagi Perseroan. Kerjasama dengan pihak ketiga juga terus dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan dan tren kebutuhan nasabah, yaitu dengan penambahan fitur-fitur seperti fasilitas pembayaran dan pembelian baik itu secara swalayan melalui media elektronik banking seperti ATM, Internet Banking, layanan Bills Payment, maupun Mobile Banking.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Sama seperti bank - bank lainnya, Perseroan menghadapi faktor-faktor eksternal dan internal dalam menjalankan kegiatan sehari-hari yang bisa berakibat positif maupun negatif terhadap kondisi keuangan. Perubahan peraturan dari Bank Indonesia, gejolak ekonomi, dan sumber daya manusia merupakan beberapa faktor eksternal dan internal yang dihadapi. Untuk memitigasi dampak dari peraturan baru dan gejolak ekonomi, langkah - langkah yang sudah dilakukan adalah mematuhi regulasi yang berlaku, memastikan Perseroan memiliki modal yang cukup, melakukan estimasi tingkat kredit macet dan melakukan sekuritisasi asset. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Perseroan mengharuskan existing karyawan untuk mengikuti program pelatihan minimal 40 jam setahun dan mengadakan Management Trainee Program.

Page 29: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

15

Kebijakan Perseroan Untuk Memperbaiki Dan Meningkatkan Kinerja

Sebagai bank swasta nasional, Perseroan mengambil langkah-langkah nyata guna memperbaiki dan meningkatkan kinerja di tengah tantangan pasar yang terus berkembang. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas terutama dilakukan terhadap kinerja pelayanan, teknologi informasi dan Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan pelayanan dilakukan antara lain melalui pembentukan unit kerja Service Quality yang secara khusus bertanggung jawab memberikan pengarahan dan memastikan bahwa petugas telah menjalankan pelayanan yang berkualitas. Terkait teknologi informasi, Perseroan secara berkala melakukan pemeliharaan dan sejumlah pengujian untuk memastikan bahwa seluruh sistem/jaringan dapat berfungsi dengan baik. Sumber Daya Manusia merupakan aset Perseroan yang berharga sehingga pengembangan dan peningkatan kualitas SDM senantiasa menjadi perhatian Manajemen. Pelatihan dan pendidikan SDM merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM yang handal.

Kebijakan Akuntansi Penting

Pencatatan laporan keuangan Perseroan telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan, Peraturan Bapepam dan LK serta Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia yang berlaku.

Estimasi Akuntansi Penting

Estimasi akuntansi penting Perseroan adalah estimasi yang dianggap paling penting dalam menyajikan kondisi finansial dan hasil operasi Perseroan, serta yang memerlukan pertimbangan paling sulit dan subjektif. Dalam banyak kejadian, perlakuan akuntansi untuk transaksi tertentu diatur oleh PSAK dan tidak diperlukan pertimbangan Perseroan. Akan tetapi, dalam situasi lainnya penyusunan laporan keuangan yang mematuhi PSAK memerlukan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang dapat mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban, pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan, serta pendapatan dan biaya yang dilaporkan pada periode pelaporan tersebut. Hasil sesungguhnya dapat berbeda dengan estimasi tersebut. Estimasi-estimasi akuntansi yang digunakan Perseroan didasarkan pada pengalaman historis dan pada beberapa asumsi lainnya yang oleh manajemen Perseroan dianggap masuk akal dalam kondisi yang berlaku. Akan tetapi estimasi akuntansi penting mencerminkan pertimbangan dan ketidakpastian yang signifikan dan cukup peka terhadap hasil, dalam hal hasil berbeda secara material apabila menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda. Perseroan berkeyakinan estimasi akuntansi penting adalah sebagaimana yang dijelaskan di bawah ini.

Aset Tetap

Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Semua aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight - line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

• 20 tahun untuk bangunan,• 10 tahun untuk inventaris kantor, dan• 4 tahun untuk kendaraan bermotor.

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.

Aset dalam penyelesaian merupakan aset tetap dalam pembangunan yang dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai secara substansial dan siap digunakan sesuai tujuannya.

Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir periode dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

Page 30: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

16

Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Manajemen menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal neraca dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset.

Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset non-keuangan melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi.

Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi periode berjalan.

Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan

1. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya, jika dan hanya jika:

a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; ataub. Perseroan mentransfer aset keuangan dan transfer tersebut memenuhi kriteria penghentian

pengakuan yang disyaratkan dalam PSAK 55 (2006)

Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara (a) nilai tercatat, dengan (b) jumlah dari (i) pembayaran yang diterima (termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap kewajiban baru yang harus ditanggung) dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.

2. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan

Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya jika dan hanya jika, kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

Pertukaran di antara peminjam dan pemberi pinjaman yang saat ini ada atas instrumen hutang dengan persyaratan yang berbeda secara substansial dicatat sebagai penghapusan (extinguishment) kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru. Modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada atau bagian dari kewajiban keuangan tersebut (terlepas ada atau tidak keterkaitannya dengan kesulitan keuangan debitur) dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru.

Selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan yang berakhir atau yang ditransfer kepada pihak lain, dengan jumlah yang dibayarkan, termasuk aset non-kas yang ditransfer atau kewajiban yang ditanggung, diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan.

Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka PendekImbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai kewajiban pada neraca, setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar, dan sebagai beban pada laba rugi periode berjalan.

Page 31: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

17

Imbalan Pasca Kerja

Imbalan pasca kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan dan dampak penyelesaian (jika ada) diakui pada laba rugi periode berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial bagi karyawan yang masih aktif bekerja diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan.

2. Keuangan

A. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Dan Laba Pertumbuhan Pendapatan, Beban dan Laba Perseroan ditampilkan dalam tabel di bawah ini: (dalam jutaaan Rupiah) Laba Rugi 31 Mei 2010 2009 31 Desember 2007 (5 bulan) (12 bulan) 2008(12 bulan) (12 bulan)Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil /356.508 782.390 601.035 358.227Beban Operasional Lainnya-bersih 106.704 237.077 156.583 109.440Laba Sebelum Pajak 56.663 70.797 19.641 11.784Beban Pajak 15.343 22.031 6.790 6.036

Laba Bersih 41.320 48.766 12.851 5.748

a. Pendapatan Bunga dan Beban Bunga

Sejak tanggal 1 Januari 2010, pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan diakui di dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman yang diberikan dan piutang, serta tersedia untuk dijual telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelah penurunan nilai diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai.

356.508

106.70456.663

41.320

782.390

237.077

70.79748.766

601.035

156.583

19.64112.851

358.227

109.44011.784

5.7480

100.000

200.000

300.000

400.000

500.000

600.000

700.000

800.000

Dal

am J

utaa

n R

upia

h

31 Mei 2010 2009 2008 2007

Periode/Tahun

Perbandingan Pendapatan, Beban dan Laba

Pendapatan Bunga

Beban Operasional Lainny a - Bersih

Laba Sebelum Pajak

Laba Bersih

Page 32: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

18

Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual berdasarkan suku bunga kontraktual, kecuali pendapatan bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai non-performing. Pendapatan bunga tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan non-performing. Pendapatan bunga atas aset non-performing yang belum diterima dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dalam rekening administratif dan diakui sebagai pendapatan pada saat diterima tunai. Sedangkan diskonto dan premi dari surat berharga, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus dan dicatat sebagai bagian atas pendapatan dan beban bunga.

Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual berdasarkan suku bunga kontraktual, kecuali pendapatan bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai non-performing. Pendapatan bunga tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan non-performing. (dalam jutaaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Rupiah Kredit yang diberikan 287.972 611.620 483.878 223.842 Efek-efek (termasuk Sertifikat Bank Indonesia) 37.803 99.402 69.346 98.360 Penempatan pada bank lain 3.892 6.887 1.972 2.867 Efek yang dibeli dengan janji jual kembali 42 1.058 4.832 - Giro pada Bank lain - 1.380 2 Jumlah 329.709 718.967 561.408 325.071 Mata uang Asing Kredit yang diberikan 15.958 38.837 13.985 7.351 Efek-efek 10.204 23.559 11.524 1.870 Penempatan pada bank lain 637 758 14.095 23.935 Efek yang dibeli dengan janji jual kembali 269 23 - Jumlah 26.799 63.423 39.627 33.156Total pendapatan bunga 356.508 782.390 601.035 358.227

Pendapatan bunga Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 356.508 juta.

Pendapatan bunga Perseroan pada tahun 2009 naik sebesar Rp 181.355 juta atau sebesar 30,17% dari Rp 601.035 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 782.390 juta pada tahun 2009. Meningkatnya pendapatan bunga tersebut terutama sebagai akibat dari adanya peningkatan jumlah kredit yang diberikan sebesar Rp 1. 132.381 juta atau meningkat sebesar 26,45% dari Rp 4. 281.483 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 5. 413.864 juta pada tahun 2009. Selama tahun 2009 tingkat rata-rata suku bunga kredit 13,5% mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga rata-rata tahun 2008 sebesar 15%, jadi peningkatan pendapatan bunga Perseroan banyak dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kredit yang diberikan.

Pendapatan bunga Perseroan pada tahun 2008 naik sebesar Rp 242.808 juta atau sebesar 67,78% dari Rp 358.227 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 601.035 juta pada tahun 2008. Meningkatnya pendapatan bunga tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah kredit yang diberikan sebesar Rp 1. 230.636 juta atau meningkat sebesar 40,34% dari Rp 3. 050.847 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 4. 281.483 juta pada tahun 2008. Selama tahun 2008 tingkat bunga rata-rata suku bunga kredit 15% mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga rata-rata tahun 2007 sebesar 11,50%. Jadi peningkatan bunga Perseroan disamping dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kredit yang diberikan juga dipengaruhi oleh meningkatnya suku bunga rata-rata kredit.

Page 33: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

19

Tabel di bawah ini memberikan rincian komponen beban bunga Perseroan untuk masing-masing periode:

(dalam jutaaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Beban Bunga dan Bagi Hasil Rupiah Deposito berjangka 130.158 347.635 314.716 178.400 Tabungan 22.209 45.497 25.857 2.087 Giro 11.347 26.000 22.538 15.471 Premi penjaminan Pemerintah 6.977 13.816 10.048 6.415 Simpanan dari bank lain 1.321 4.274 16.802 10.588 Efek yang dijual dengan janji beli kembali 633 1.294 7.182 38 Jumlah 172.645 438.516 397.143 212.999 Mata uang asing Deposito berjangka 16.518 26.834 24.059 21.795 Giro 3.025 5.006 4.505 2.493 Simpanan dari bank lain 1 52 20 Jumlah 19.453 31.841 28.616 24.308

Total Beban Bunga dan Bagi Hasil 192.188 470.357 425.759 237.307

Beban bunga Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 192.188 juta.

Beban bunga Perseroan pada tahun 2009 naik sebesar Rp 44.598 juta atau sebesar 10,47% dari Rp 425.759 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 470.357 juta pada tahun 2009. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh pertumbuhan simpanan sebesar Rp 1.557.221 juta atau tumbuh sebesar 29,52% dari Rp 5.275.201 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 6.832.422 juta pada tahun 2009. Selama tahun 2009 tingkat rata-rata suku bunga simpanan berjangka Rupiah adalah sebesar 7,75% mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga rata-rata tahun 2008 sebesar 10,38%. Sementara, suku bunga rata-rata simpanan berjangka valuta asing tahun 2009 adalah sebesar 2,75% mengalami penurunan jika dibandingkan dengan suku bunga tahun 2008 sebesar 4,5%.

Beban bunga Perseroan pada tahun 2008 naik sebesar Rp 188.452 juta atau sebesar 79,41% dari Rp 237.307 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 425.759 juta pada tahun 2008. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh pertumbuhan simpanan sebesar Rp 372.450 juta atau tumbuh sebesar 7,60% dari Rp 4.902.751 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 5.275.201 juta pada tahun 2008. Selama tahun 2008, tingkat rata-rata suku bunga simpanan berjangka Rupiah adalah sebesar 10,38% mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga rata-rata pada tahun 2007 sebesar 8,88%. Sementara suku bunga rata-rata simpanan berjangka valuta asing pada tahun 2008 adalah sebesar 4,5% mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 3,75%Jadi peningkatan beban bunga Perseroan selain dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah simpanan, juga dipengaruhi oleh meningkatnya suku bunga rata-rata simpanan.

b. Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Bersih

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil 356.508 782.390 601.035 358.227Beban Bunga dan Bagi Hasil 192.188 470.357 425.759 237.307

Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil – Bersih 164.320 312.033 175.276 120.920

Pendapatan bunga dan bagi hasil bersih Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 164.320 juta.

Page 34: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

20

Pendapatan bunga dan bagi hasil bersih Perseroan pada tahun 2009 naik sebesar Rp 136.757 juta atau 78,02% dari Rp 175.276 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 312.033 juta pada tahun 2009. Meningkatnya pendapatan bunga bersih tersebut disebabkan meningkatnya pendapatan bunga Rp 181.355 juta atau sebesar 30,17% dari Rp 601.035 juta tahun 2008 menjadi Rp 782.390 juta, sedangkan beban bunga meningkat sebesar Rp 44.598 juta atau 10,47% dari Rp 425.759 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 470.357 juta di tahun 2009. Terjadinya peningkatkan pendapatan bunga bersih di pegaruhi situasi perekonomian di tahun 2009 yang membaik.

Pendapatan bunga dan bagi hasil bersih Perseroan pada tahun 2008 naik sebesar Rp 54.356 juta atau 44,95% dari Rp 120.920 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 175.276 juta pada tahun 2008. Meningkatnya pendapatan bunga bersih tersebut disebabkan meningkatnya pendapatan bunga Rp 242.808 juta atau sebesar 67,78% dari Rp 358.227 juta tahun 2007 menjadi Rp 601.035 juta, sedangkan beban bunga meningkat sebesar Rp 188.452 juta atau 79,41% dari Rp 237.307 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 425.759 juta di tahun 2008.

c. Pendapatan Operasional Lainnya

Tabel di bawah ini memberikan rincian komponen pendapatan operasional Perseroan untuk masing-masing periode :

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Pendapatan Operasional Lainnya Provisi dan komisi selain dari kredit 27.859 55.381 35.837 15.705Pemulihan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.709 - 2.477 -Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek yang diperdagangkan – bersih 1.184 1.656 879 13.072Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih 463 9.988 9.270 50Pemulihan cadangan kerugian penurunan nilai aset non- Produktif 245 - -Lain-lain 134 245 154 96Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya – Bersih 32.349 67.515 48.617 28.923

Pendapatan operasional Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 32.349 juta.

Pendapatan operasional Perseroan pada tahun 2009 naik sebesar Rp 18.898 juta atau sebesar 38,87% dari Rp 48.617 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 67.515 juta pada tahun 2009. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan pendapatan provisi dan komisi selain kredit sebesar Rp 19.544 juta atau sebesar 54,54% dari Rp 35.837 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 55.381 juta pada tahun 2009.

Pendapatan operasional Perseroan pada tahun 2008 naik sebesar Rp 19.694 juta atau sebesar 68,09% dari Rp 28.923 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 48.617 juta pada tahun 2008. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan pendapatan provisi dan komisi selain kredit sebesar Rp 20.132 juta atau sebesar 128,19% dari Rp 15.705 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 35.837 juta pada tahun 2008. Peningkatan pendapatan provisi dan komisi selain kredit disebabkan oleh meningkatnya pendapatan komisi dan provisi dari nasabah sehubungan dengan pengembangan produk-produk Perseroan yang sudah berjalan maupun produk baru yang baru diluncurkan.

Page 35: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

21

d. Beban Operasional Lainnya

Tabel di bawah ini memberikan rincian komponen beban operasional Perseroan untuk masing-masing periode :

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Umum dan Administrasi Umum 15.888 35.203 24.603 13.688 Komunikasi 10.068 21.172 18.794 7.325 Perbaikan dan pemeliharaan 9.422 20.302 10.170 6.970 Transportasi 7.262 13.809 9.182 4.996 Cetakan dan alat tulis 6.689 13.786 10.756 3.433 Sewa gedung 6.294 14.535 8.824 6.540 Promosi 3.035 10.774 20.962 14.102 Listrik dan air 2.257 5.099 4.114 1.480 Pendidikan dan pengembangan 2.010 4.989 5.010 7.752 Perjalanan dinas 1.092 3.172 3.384 2.947 Imbalan pasti pasca-kerja 1.083 2.006 628 2.026 Asuransi 840 1.879 1.360 810 Jasa profesional 424 1.598 567 770 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 66.364 148.324 118.354 72.839 Tenaga kerja 44.987 72.534 59.532 34.365Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif 17.455 60.473 13.057 20.382Penyusutan aset tetap 8.910 18.747 13.558 6.585Penyusutan obyek ijarah 1.160 - - -Cadangan kerugian penurunan nilai aset non- Produktif 14 - - 270Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi - 4.299 - 3.546Lain-lain 163 215 699 376

Jumlah Beban Operasional Lainnya 139.053 304.592 205.200 138.363

Beban operasional Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 139.053 juta.

Beban operasional Perseroan pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp 99.392 juta atau 48,44% dari Rp 205.200 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 304.592 juta pada tahun 2009. Hal ini disebabkan terutama oleh terjadinya peningkatan beban umum dan administrasi sebesar Rp 29.970 juta atau sebesar 25,32% dari Rp 118.354 juta pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp 148.324 juta pada tahun 2009, terjadi peningkatan beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset produktif dan beban tenaga kerja masing–masing sebesar Rp 47.416 dan Rp 13.002 juta.

Beban operasional Perseroan pada tahun 2008 meningkat sebesar Rp 66.837 juta atau 48,31% dari Rp 138.363 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 205.200 juta pada tahun 2008. Hal ini disebabkan terutama oleh meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar Rp 45.515 juta atau sebesar 62,49% dari Rp 72.839 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 118.354 juta pada tahun 2008. Peningkatan beban umum dan administrasi, serta tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor perluasan jaringan kantor serta peningkatan infrastruktur Perseroan, sedangkan peningkatan beban cadangan kerugian penurunan nilai aset dipengaruhi oleh meningkatnya aset produktif.

e. Laba Operasional

Tabel di bawah ini memberikan rincian komponen laba operasional Perseroan untuk masing-masing periode : (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Pendapatan Bunga – Bersih 164.320 312.033 175.276 120.920 Beban Operasional Lainnya – Bersih (106.704) (237.077) (156.583) (109.440)

Laba Operasional 57.616 74.956 18.693 11.480

Page 36: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

22

Laba operasional Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 57.616 juta.

Laba operasional Perseroan pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp 56.263 juta atau 300,96% dari Rp 18.693 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 74.956 juta pada tahun 2009. Meningkatnya laba operasional tersebut disebabkan oleh meningkat pendapatan bunga bersih Rp 136.757 juta atau sebesar 78,02 % dari Rp 175.276 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 312.033 juta pada tahun 2009.

Laba operasional Perseroan pada tahun 2008 meningkat sebesar Rp 7.213 juta atau 62,83% dari Rp 11.480 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 18.693 juta pada tahun 2008. Meningkatnya laba operasional tersebut disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih Rp 54.356 juta atau sebesar 44,95 % dari Rp 120.920 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 175.276 juta pada tahun 2008.

f. Laba Sebelum Pajak Penghasilan

Laba sebelum pajak penghasilan Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 56.663 juta.

Laba sebelum pajak penghasilan pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp 51.156 juta atau 260,45% dari Rp 19.641 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp 70.797 juta pada tahun 2009. Meningkatnya laba sebelum pajak penghasilan disebabkan oleh Meningkatnya laba operasional Rp 56.263 juta atau sebesar 300,97 % dari Rp 18.693 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 74.956 juta pada tahun 2009.

Laba sebelum pajak penghasilan pada tahun 2008 meningkat sebesar Rp 7.857 juta atau 66,67% dari Rp 11.784 juta pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 19.641 juta pada tahun 2008. Meningkatnya laba sebelum pajak penghasilan disebabkan oleh meningkatnya laba operasional Rp 7.213 juta atau sebesar 62,83 % dari Rp 11.480 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 18.693 juta pada tahun 2008.

g. Laba Bersih

Laba bersih Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 41.320 juta.

Pada tahun 2009 laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 48.766 juta, meningkat sebesar Rp 35.915 juta atau 279.47% dari Rp 12.851 juta pada tahun 2008. Meningkatnya laba bersih tersebut disebabkan oleh meningkatnya laba sebelum pajak Rp 51.156 juta atau sebesar 260,45 % dari Rp 19.641 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 70.797 juta pada tahun 2009.

Pada tahun 2008 laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 12.851 juta, meningkat sebesar Rp 7.103 juta atau 123,57% dari Rp 5.748 juta pada tahun 2007. Meningkatnya laba bersih tersebut disebabkan oleh meningkatnya laba sebelum pajak Rp 7.857 juta atau sebesar 66,67 % dari Rp 11.784 juta pada tahun 2007menjadi Rp 19.641 juta pada tahun 2008.

Page 37: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

23

3. Pertumbuhan Aset, Kewajiban dan Ekuitas

a. Pertumbuhan Aset

Pertumbuhan Aset pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007; disajikan pada Tabel di bawah ini.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007ASET Kas 197.696 199.311 141.250 46.266Giro pada Bank Indonesia 985.882 854.850 365.516 309.301Giro pada bank lain – bersih 160.302 87.698 110.063 50.113Penempatan pada Bank lain – bersih 671.627 273.277 84.998 437.754Efek-efek – bersih 1.072.827 941.637 782.910 1.311.011Efek yang dibeli dengan janji jual kembali 10.018 - 87.798Kredit yang diberikan – bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879Pendapatan bunga yang masih akan diterima 43.601 44.008 39.952 26.737Biaya dibayar dimuka 43.333 38.030 29.201 22.030Aset tetap – bersih 226.800 217.525 161.781 81.579Objek Ijarah – bersih 58.694 - - -Aset lain-lain – bersih 69.914 46.687 120.176 78.974

Jumlah Aset 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 9.328.641 juta. Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp 8.036.015 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp 1.971.389 juta atau 32,51% dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2008 yang sebesar Rp 6.064.626 juta. Peningkatan aset Perseroan terutama disebabkan karena adanya peningkatan kredit yang diberikan bersih sebesar Rp 1.094.196 juta atau sebesar 25,87% ,peningkatan penempatan pada bank lain bersih sebesar Rp 188.279 juta atau sebesar 221,51%, peningkatan efek-efek bersih sebesar Rp 158.727 juta atau sebesar 20,27%.

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 6.064.626 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp 596.184 juta atau 10,90% dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2007 yang sebesar Rp 5.468.442 juta. Peningkatan aset Perseroan terutama disebabkan karena adanya peningkatan kredit yang diberikan bersih sebesar Rp 1.211.900 juta atau sebesar 40,17%.

10.000.000 9.236.6418.714.170

8.036.0157.464.586

6.064.626 5.646.9635.468.442 5.199.316

269.126417.664571.428614.471

8.000.000

6.000.000

4.000.000

2.000.000-

31 Mei2010

2009 2008 2007

AsetKewajibanEkuitas

Page 38: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

24

Adanya peningkatan kredit tersebut dikarenakan Perseroan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan yang antara lain mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit.

Kebijakan manajemen tersebut antara lain adalah:

1) Mengukur dan memantau risiko untuk setiap debitur baik secara individual, sektor ekonomi maupun seluruh portofolio kredit dengan menerapkan four - eyes principle secara konsisten.

2) Dalam upaya penyebaran risiko sekaligus meningkatkan customer base maka penyaluran kredit akan lebih diarahkan pada kegiatan usaha yang tergolong dalam Kredit UKM dan Korporasi.

3) Penyaluran kredit tidak dibatasi hanya pada sektor ekonomi / industri tertentu saja tetapi pada seluruh sektor ekonomi / industri sepanjang usahanya layak dan aman untuk dibiayai.

4) Mempercepat proses pemberian fasilitas kredit pada Komite Kredit baik di tingkat Cabang maupun ditingkat Kantor Pusat atau Wilayah dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian.

5) Memperkenalkan produk-produk kredit dengan mengutamakan proses yang singkat, pricing yang menarik serta prosedur yang sederhana seperti Kredit Tanpa Agunan, Kredit Pemilikan Mobil, dan Kredit Modal Kerja untuk kalangan pensiun.

6) Meningkatkan pengawasan fasilitas kredit yang telah berjalan untuk meminimalkan risiko kredit bermasalah dan mempertahankan rasio NPL selalu dibawah 5%.

7) Penjualan aset pinjaman apabila dimungkinkan adanya pinjaman baru yang memberikan return lebih baik, untuk memperbaiki portofolio kredit.

Dana yang terkumpul selain disalurkan ke kredit juga ke aset produktif lainnya. Kebijakan Manajemen mengenai penempatan ke aset produktif lainnya adalah sebagai berikut:

1) Mengoptimalkan fungsi treasury dalam mengelola likuiditas Bank, dengan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku seperti GWM, PDN dan lain – lain.

2) Memfokuskan kelebihan dana pada produk – produk yang sudah ada seperti transaksi trading surat berharga, Indon Global Bond, bank notes, forex dengan nasabah, proprietary forex trading dan repo serta reverse repo surat berharga.

Mengoptimalkan pemanfaatan kelebihan likuiditas, baik rupiah maupun valuta asing untuk memperoleh pendapatan dan menghindari terjadinya idle funds.

b. Pertumbuhan Kewajiban

Pertumbuhan Kewajiban pada tanggal 31 Mei 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, disajikan pada Tabel di bawah ini: (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007Kewajiban segera lainnya 179.253 65.362 59.213 4.855Simpanan 8.183.973 6.832.422 5.275.201 4.902.751Simpanan dari bank lain 282.815 238.626 80.045 244.935Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 258.428 169.759 -Hutang pajak 18.073 19.227 12.242 6.230Surat berharga yang diterbitkan 2.112 2.626 5.431 8.259Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 4.023 6.763 2.561 5.020Bunga yang masih harus dibayar 18.785 15.657 19.762 14.211Kewajiban pajak tangguhan - bersih 10.299 9.866 7.133 343Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 5.781 4.735 2.840 2.429Kewajiban lain-lain 9.057 10.874 12.776 10.283

Jumlah Kewajiban 8.714.171 7.464.586 5.646.963 5.199.316

Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 8.714.171 juta.

Page 39: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

25

Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp 7.464.586 juta, meningkat sebesar Rp 1.817.623 juta atau 32,19% dibandingkan dengan jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp 5.646.963 juta. Hal ini terutama disebabkan peningkatan simpanan nasabah sebesar Rp 1.557.221 juta atau sebesar 29,52%,peningkatan simpanan dari bank lain sebesar Rp 158.581 juta atau sebesar 198,11%, peningkatan efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Rp 88.669 juta atau sebesar 52,23%.

Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 5.646.963 juta, meningkat sebesar Rp 447.647 juta atau 8,61% dibandingkan dengan jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 5.199.316 juta. Hal ini terutama disebabkan peningkatan simpanan nasabah sebesar Rp 372.451 juta atau sebesar 7,60%.

c. Pertumbuhan Ekuitas

Pertumbuhan ekuitas tanggal 31 Mei 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007Modal ditempatkan dan disetor 568.050 525.000 425.000 275.000Cadangan umum 3.000 2.500 2.000 1.500Rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efekyang tersedia untuk dijual (40.788) (42.072) (47.072) (32.758)Saldo Laba 84.208 86.001 37.735 25.384

Jumlah Ekuitas 614.470 571.429 417.663 269.126

Jumlah ekuitas Perseroan untuk pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar Rp 614.470 juta.Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp 571.429 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp 153.766 juta atau 36,82% dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp 417.663 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan modal yang ditempatkan dan disetor penuh dan juga disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang berasal dari laba bersih Perseroan tahun 2009. Peningkatan ekuitas yang cukup signifikan ini sejalan dengan kebijakan Perseroan untuk senantiasa menjaga rasio kesehatan Perseroan (debt to equity ratio).

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 417.663 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp 148.537 juta atau 55,19% dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 269.126 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan modal yang ditempatkan dan disetor penuh dan juga disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang berasal dari laba bersih Perseroan tahun 2008. Peningkatan ekuitas yang cukup signifikan ini sejalan dengan kebijakan Perseroan untuk senantiasa menjaga rasio kesehatan Perseroan (debt to equity ratio).

4. Rasio-rasio Penting Perseroan

Analisa keuangan dilakukan dengan melihat beberapa rasio-rasio keuangan yang menentukan tingkat kesehatan dari suatu Bank. Beberapa rasio-rasio adalah sama dengan rasio-rasio yang digunakan oleh BI dalam menilai tingkat kesehatan suatu bank, yaitu: rasio kecukupan modal (CAR= capital adequacy ratio), kualitas aset (asset quality), manajemen, kelangsungan pendapatan dan likuiditas.

a. Kecukupan Modal (Capital Adequacy)

Modal adalah salah satu unsur terpenting dalam usaha perbankan. Semakin tinggi modal, maka kemampuan Bank dalam melakukan operasionalnya akan makin kuat dan memberikan keleluasaan lebih besar dalam mengembangkan aset produktifnya. Makin tinggi modal akan juga makin menaikkan rasio kecukupan modal (CAR= capital adequacy ratio).

Page 40: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

26

Posisi rasio kecukupan modal pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar 13,74%, 13,95% dan 12,70% dan 12,42%. Rasio kecukupan modal per 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.

Rasio kecukupan modal untuk Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007I. Komponen Modal A. Modal Inti 1. Modal disetor 568.050 525.000 425.000 275.000 2. Cadangan umum 3.000 2.500 2.000 1.500 3. Saldo laba yang tidak ditentukan penggunaannya setelah diperhitungkan pajak 52.754 44.368 25.227 18.866 4. Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak (50%) 20.877 25.749 9.821 3.431 Jumlah Modal Inti 644.681 597.617 462.048 298.797 B. Modal Pelengkap Cadangan Umum Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP) (maksimum 1,25% dari ATMR) 57.135 51.111 44.294 29.006II. Total Modal Inti dan Modal Pelengkap (A+B) 701.816 648.728 506.342 327.803III. Aset Tertimbang Menuru Risiko (ATMR) 5.106.910 4.648.915 3.987.474 2.638.373IV. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang tersedia 13,74% 13,95% 12,70% 12,42%V. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang diwajibkan 8% 8% 8% 8%

Rasio kecukupan modal Perseroan setelah memperhitungkan risiko pasar pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008, dan 2007 masing-masing adalah sebesar 13,71%, 13,84%, 12,65% dan 11,12%.

b. Kualitas Aset Produktif

Pada tanggal 20 Januari 2005, BI mengeluarkan peraturan No. 7/2/PBI/2005 tentang “Penilaian Kualitas Aset Bank Umum” dengan perubahan terakhir melalui Peraturan Bank Indonesia No.11/2/PBI/2009, yang mengatur penilaian kualitas kredit dari Bank. Perseroan juga menerapkan penilaian atas kualitas kredit yang diberikan oleh Perseroan berdasarkan peraturan tersebut.

Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, efek-efek, kredit, tagihan akseptasi termasuk komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif. BI telah menetapkan ketentuan mengenai klasifikasi atas kualitas aset produktif yang mengharuskan bank-bank mengkategorikan setiap aset produktif menjadi salah satu dari 5 (lima) kategori dan menetapkan jumlah minimum persentase cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang wajib dibentuk. Sementara aset non-produktif yang dinilai kualitasnya terdiri dari agunan yang diambil alih (AYDA) dan properti terbengkalai sesuai dengan ketentuan BI.

Kualitas kredit Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 berdasarkan kolektibilitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut :

(dalam jutaan Rupiah)

31 Mei 31 DesemberKredit Yang Diberikan 2010 2009 2008 2007 Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %Lancar 5.300.828 89,77 4.799.931 89,43 4.126.373 96,64 2.755.543 90,74Dalam Perhatian Khusus 409.147 6,93 496.387 8,90 69.856 1,62 287.249 9,25Kurang Lancar 55.922 0,95 39.731 0,69 60.918 1,38 101 0,01Diragukan 74.681 1,26 60.770 0,98 10.489 0,25 - Macet 66.227 1,09 17.045 - 13.847 0,11 7.954 Jumlah Bruto 5.906.805 100,00 5.413.864 100,00 4.281.483 100,00 3.050.847 100,00 Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (108.840) (90.889) (52.704) (33.968)

Jumlah Kredit yang diberikan- bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

Page 41: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

27

Berikut Tabel Perkembangan Aset Likuid

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007ASET LIKUID Kas 197.696 199.311 141.250 46.266Giro pada Bank Indonesia 985.882 854.850 365.516 309.301Giro pada bank lain – bersih 160.302 87.698 110.063 50.113Penempatan pada Bank lain – bersih 671.627 273.277 84.998 437.754Efek-efek – bersih 1.072.827 941.637 782.910 1.311.011Efek yang dibeli dengan janji jual kembali 10.018 - 87.798Jumlah Aset Likuid 3.088.334 2.366.791 1.484.737 2.242.243

Berikut Tabel Perkembangan Aset Produktif

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007ASET PRODUKTIF Kas 197.696 199.311 141.250 46.266Giro pada Bank Indonesia 985.882 854.850 365.516 309.301Giro pada bank lain – bersih 160.302 87.698 110.063 50.113Penempatan pada Bank lain – bersih 671.627 273.277 84.998 437.754Efek-efek – bersih 1.072.827 941.637 782.910 1.311.011Efek yang dibeli dengan janji jual kembali 10.018 - 87.798Kredit yang diberikan – bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879Jumlah Aset Produktif 8.886.299 7.689.766 5.713.516 5.259.122

Berikut Tabel Perkembangan Aset Produktif Bermasalah

31 Mei 31 DesemberAset produktif Bermasalah 2010 2009 2008 2007

Jumlah Jumlah Jumlah JumlahKurang Lancar 55.922 39.731 60.918 101Diragukan 74.681 60.770 10.489 -Macet 66.227 17.045 13.847 7.954Jumlah Bruto 196.830 117.546 85.254 8.055

Berikut Tabel Perkembangan Rasio

Rasio 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007Aset Produktif Bermasalah 2,52% 1,75% 1,62% 0,16%Rasio NPL Netto 2,74% 1,65% 1,72% 0,00%

Rasio aset produktif bermasalah dan NPL netto perseroan cenderung meningkat seiiring dengan meningkatnya eksposur aset produktif, namun Perseroaan mempunyai keyakinan dapat menekan kenaikan rasio tersebut dengan melakukan upaya-upaya sebagai berikut menangani secara khusus agar kredit bermasalah tersebut tidak mempengaruhi kinerja Perseroan. Untuk itu Perseroan telah membentuk komite khusus yaitu Komite Penyelesaian Kredit Bermasalah (KPKB) yang menangani penyelesaian kredit bermasalah mulai dari kantor pusat hingga tingkat cabang. Di samping itu perusahaan juga menyisihkan cadangan aset produktif sesuai dengan jumlah yang disyaratkan oleh Bank Indonesia. Berikut antara lain beberapa upaya yang diambil manajemen dalam rangka perbaikan kualitas kredit bermasalah :

1. Menerapkan suatu rencana dan strategi terpadu yang pelaksanaannya dilakukan oleh suatu Komite khusus yang terpisah dengan Komite lainnya yang memberikan kredit yaitu Komite Penyelesaian Kredit Bermasalah (KPKB) yang menangani penyelesaian kredit bermasalah. Upaya penyelamatan kredit dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu Reschedulling, Reconditioning dan Restructuring.

Page 42: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

28

2. Penagihan kepada debitur bermasalah sesuai ketentuan yang telah dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.

3. Negosiasi/Mediasi. Dimana negosiasi dilakukan apabila debitur bermasalah tersebut mohon untuk dilakukan pengurangan terhadap biaya-biaya atau denda-denda akibat kredit macet tersebut, sedangkan mediasi dilakukan apabila debitur bermasalah tersebut mohon kepada kreditur untuk diberikan waktu untuk melakukan pelunasan seluruh kewajibannya secara tunai/cash.

4. Bank akan melakukan pengambilalihan agunan atau penjualan aset milik debitur atau penjamin secara sukarela apabila upaya Collection (penagihan) tidak berhasil, sehingga total kredit bermasalah dapat menurun.

5. Melakukan upaya Litigasi untuk debitur bermasalah yang perlu diselesaikan melalui pengadilan.

c. Batas Maksimum Pemberian Kredit ( BMPK )

BMPK adalah persentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana yang diperkenankan kepada suatu pihak atau suatu grup terhadap modal bank. BI melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang BMPK serta perubahannya dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang BMPK, telah menetapkan BMPK suatu Bank adalah maksimum sebesar 10% dari modal bank bila diberikan kepada suatu pihak atau sebuah grup yang terkait dengan bank.

Dalam PBI tersebut diatur antara lain larangan bagi bank untuk memberikan penyediaan dana pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga dalam batasan tertentu. Untuk pihak yang mempunyai hubungan istimewa, batasan maksimum yang berlaku adalah 10%, batasan maksimum sebesar 20% kepada satu peminjam yang bukan merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta 25% kepada satu kelompok peminjam yang bukan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

a. Penyertaan modal sementara untuk mengatasi kegagalan kredit.b. Pemberian kredit kepada nasabah melalui lembaga pembiayaan dengan metode penerusan.c. Pemberian kredit dengan pola kemitraan inti – plasma.d. Kredit kepada pejabat/eksekutif bank sepanjang dalam rangka kesejahteraan sumber daya

manusia bank.e. Penyediaan dana kepada BUMN untuk tujuan pembangunan dan mempengaruhi hajat hidup

orang banyak dengan batasan 30%.

Dari segi BMPK, Perseroan selalu berusaha untuk menjaga agar BMPK Perseroan selalu sesuai dengan ketentuan BI. Pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008, dan 2007 tidak terdapat penyediaan dana kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga yang melampaui BMPK. Berikut adalah tabel BMPK Perseroan dari tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 untuk pihak yang mempunyai hubungan istimewa, adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007Penyediaan dana kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 811.326 758.655 130.801 354.573Penyediaan dana kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang diperhitungkan dalam BMPK 21.566 1.679 17.162 2.704Persentase BMPK pihak yang mempunyai hubunganistimewa (%) 3,07% 0,26% 3,39% 0,82%Ketentuan BMPK dari BI (%) BMPK Perseroan 10% 10% 10% 10%

Dengan rasio-rasio tersebut di atas, maka penilaian atas unsur BMPK adalah SEHAT.

Page 43: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

29

d. Giro Wajib Minimum (GWM)

BI menentukan bahwa bank-bank di Indonesia diwajibkan menjaga posisi Giro Wajib Minimum (GWM) yang ditempatkan pada rekening di Bank Indonesia sebesar 5,0% dari jumlah dana masyarakat yang dihimpun dari kewajiban kepada pihak ketiga lainnya baik dalam Rupiah maupun valuta asing.

Giro Wajib Minimum (GWM) Perseroan dalam mata uang Rupiah pada tanggal 31 Mei 2010 untuk GWM Utama dan Sekunder masing-masing adalah sebesar Rp 285.160 juta dan Rp 142.160 juta, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2009 untuk GWM Utama dan Sekunder masing-masing adalah sebesar Rp 264.481 juta dan Rp 132.241 juta, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk GWM Utama masing-masing adalah sebesar Rp 223.991 juta dan Rp 282.909 juta. GWM Perseroan untuk mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008, dan 2007 masing-masing adalah sebesar ekuivalen Rp 21.943 juta, Rp 24.391 juta, Rp 8.939 juta dan Rp 17.643 juta.

Selama ini Perseroan selalu memenuhi Giro Wajib Minimum atas dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh Perseroan. Berikut adalah tingkat GWM Perseroan pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007.

31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007 % % % %GWM yang wajib dibentuk Rupiah GWM Utama 5,00 5,00 5,00 9,00 GWM Sekunder 2,50 2,50 - -Mata uang asing 1,00 1,00 1,00 3,00 GWM yang telah dibentuk Rupiah GWM Utama 5,31 5,04 5,04 9,28 GWM Sekunder 9,99 4,76 - -Mata uang asing 31,11 24,12 15,67 3,01

e. Rentabilitas (Earning Sustainability)

i. Kelangsungan Pendapatan

Pendapatan utama Perseroan adalah dari pendapatan bunga, serta kelangsungan pendapatan bunga serta tingkat efisiensi dalam perolehan pendapatan bunga yang tercermin juga dari pendapatan bunga bersih akan tergantung dari kualitas aset produktif Perseroan.Tingkat kelangsungan pendapatan dapat dicerminkan dari rasio : Imbal hasil ekuitas (Return on Equity) dan Imbal hasil aset (Return on Asset).

ii. Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity)

Imbal hasil ekuitas mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Perhitungan Imbal hasil ekuitas didapat dari membagi laba bersih perseroan dengan rata-rata jumlah ekuitas. Imbal hasil ekuitas untuk laporan keuangan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 15,61%, 8,46%, 3,85% dan 3,05%.

iii. Imbal Hasil Aset (Return on Assets)

Imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. ROA diukur dengan membagi laba bersih Perseroan dengan rata-rata bersih dari aset. Imbal hasil aset untuk laporan keuangan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008, 2007 masing-masing adalah sebesar 1,51%, 0,93%, 0,34% dan 0,33%.

Page 44: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

30

iv. Net Interest Margin ( NIM )

Rasio pendapatan bunga bersih (NIM) Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009, 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 adalah masing-masing sebesar 5,23%, 5,04%, 3,66% dan 4,15%. Perseroan bertekad untuk meningkatkan rasio NIM dengan memperbaiki komposisi/struktur dana pihak ketiga.

v. Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional ( BOPO )

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) adalah rasio untuk mengukur tingkat efisiensi yang dicapai. BOPO Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008, dan 2007 masing-masing adalah sebesar 85,18%, 91,18%, 97,12% dan 97,03%. Perseroan berencana untuk menurunkan rasio ini ke tingkat yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan prinsip ke hati-hatian.

f. Likuiditas

Likuiditas adalah mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah. Ini dilakukan antara lain dengan menjaga simpanan wajib yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Perusahaan selalu menjaga simpanan wajibnya sesuai ketentuan Bank Indonesia yakni antara 5% - 10%.

Perseroan akan melakukan upaya yang optimal dalam menjaga likuiditas dengan meningkatkan pelayanan kepada para nasabah dan deposan dengan memberikan produk-produk yang bervariasi sehingga mereka mau menyimpan dananya di Perseroan. Retensi nasabah dan upaya penggalangan nasabah baru merupakan strategi yang akan dilakukan oleh Perseroan secara konsisten.

Upaya-upaya yang dilakukan Perseroan berkaitan dengan retensi nasabah dan penggalangan nasabah baru, adalah sebagai berikut:

- Memberikan suku bunga deposito yang lebih tinggi bagi nasabah pada saat melakukan perpanjangan jangka waktu depositonya.

- Fasilitas penyewaan SDB (safe deposit box) secara cuma-cuma bagi nasabah dengan jumlah dana tertentu yang masih disimpan di Perseroan.

- Mengadakan program promosi berhadiah untuk menarik nasabah baru dan perolehan dana baru (fresh fund).

- Meluncurkan produk tabungan berjangka dengan hadiah-hadiah menarik yang mengikuti trend terkini sehingga akan menjadi daya tarik bagi nasabah untuk membeli produk tabungan yang dimaksud.

- Melakukan kerjasama layanan payroll dan virtual account untuk meningkatkan perolehan dana maupun para nasabah baru.

- Kegiatan Affinity marketing dengan bekerja sama untuk pembukaan tabungan bagi para anggotanya.

- Mengembangkan sistem agency untuk mendukung kegiatan new customer acquisition sehingga akan meningkatkan jumlah nasabah baru

Rasio umum yang sering digunakan untuk pengukuran likuiditas dalam industri perbankan adalah rasio kredit yang diberikan terhadap simpanan (LDR). Rasio LDR pada tanggal 31 Mei 2010, 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar 72,18%, 79,01%, 83,31% dan 62,18%.

Kebijakan manajemen yang berkaitan dengan LDR didasarkan pada peraturan Bank Indonesia Nomor: 12/19/PBI/2010 Tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta asing dimana parameter yang digunakan dalam perhitungan GWM LDR dalam rupiah ditetapkan sebagai berikut :

Page 45: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

31

a. Batas bawah LDR Target sebesar 78% (tujuh puluh delapan persen).b. Batas atas LDR Target sebesar 100% (seratus persen).c. KPMM Insentif sebesar 14% (empat belas persen).d. Parameter Disinsentif Bawah sebesar 0,1 (nol koma satu).e. Parameter Disinsentif Atas sebesar 0,2 (nol koma dua).

Oleh karena itu saat ini Perseroan mengupayakan agar pertumbuhan LDR dapat berada dikisaran 78% agar terhindar dari sanksi yang diberikan oleh Bank Indonesia. Dimana sanksi yang diberikan tersebut adalah bilamana rasio LDR berada dibawah 78% maka akan dikenakan sanksi membayar sebesar 125% (seratus dua puluh lima persen) dari rata – rata suku bunga jangka waktu 1 (satu) hari overnight dari JIBOR dalam rupiah pada hari terjadinya pelanggaran, terhadap kekurangan GWM dalam rupiah, untuk setiap hari kerja pelanggaran. Selain itu juga akan dikenakan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

Keterangan 31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007Rasio Kredit Yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga (%) 72,18% 79,01% 83,31% 62,18%

Berkaitan dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang sistem PenilaianTingkat Kesehatan Bank Umum, berikut adalah kriteria dari penetapan LDR:

- Peringkat 1: 50 < Rasio d” 75%, mencerminkan bahwa Bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.

- Peringkat 2: 75% < Rasio d” 85%, mencerminkan bahwa bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan namun bank masih memiliki kelemahan-kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin.

- Peringkat 3: 85% < Rasio d” 100% atau rasio d” 50%, mencerminkan bahwa bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila bank tidak segera melakukan tindakan korektif.

- Peringkat 4: 100% < Rasio d” 120%, mencerminkan bahwa bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan atau bank memiliki kelemahan keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang tidak memuaskan, yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif yang efektif berpotensi mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.

- Peringkat 5: Rasio > 120%, mencerminkan bahwa bank tergolong tidak baik dan sangat sensitif terhadap pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan serta mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.

Ekspansi kredit dan peningkatan simpanan nasabah berpengaruh terhadap perubahan tingkat LDR. Jika LDR perusahaan menurun, maka perusahaan akan menurunkan jumlah DPK supaya LDR tidak terlalu rendah. Namun sebaliknya jika LDR meningkat, maka Perseroan akan menaikkan jumlah DPK. Perseroan mempunyai strategi untuk menaikkan atau menurunkan jumlah DPK dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga simpanan yang diputuskan dalam rapat ALCO yang dilakukan Perseroan setiap bulannya. Selain itu, pihak yang mempunyai hubungan istimewa berfungsi sebagai balancing factor dalam menaikkan atau menurunkan Dana Pihak Ketiga diawalnya, karena Dana Pihak Ketiga lainnya memerlukan waktu lebih lama karena berasal dari jumlah nasabah yang tersebar.

5. Manajemen Risiko

Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan telah mengalami perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha perbankan dan meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (good corporate governance). Sebagai tanggapan Perseroan terhadap kondisi tersebut, Perseroan telah menerapkan suatu kebijakan manajemen risiko yang bertujuan untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang timbul dalam kegiatan usahanya dapat diidentifikasi, diukur, dikelola dan dilaporkan, yang

Page 46: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

32

pada akhirnya akan memberikan manfaat berupa peningkatan kepercayaan pemegang saham dan masyarakat, memberikan gambaran lebih akurat mengenai kinerja di masa mendatang termasuk kemungkinan kerugian yang akan terjadi, dan meningkatkan metode dan proses pengambilan keputusan serta penilaian risiko dengan adanya ketersediaan informasi yang terkini, yang dengan sendirinya meningkatkan kinerja dan daya saing Perseroan.

Untuk menyesuaikan dengan manajemen risiko di perbankan internasional, secara terus-menerus Perseroan mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat memberikan informasi bagi Perseroan adanya potensi risiko secara lebih dini dan selanjutnya mengambil langkah-langkah yang memadai untuk meminimalkan dampak risiko. Kerangka manajemen risiko ini dituangkan dalam kebijakan, prosedur, limit-limit transaksi dan kewenangan dan ketentuan lain serta berbagai perangkat manajemen risiko yang berlaku di seluruh lingkup aktivitas usaha.Pembahasan mengenai Manajemen Risiko yang dilakukan Perseroan atas risiko usaha Perseroan diungkapkan pada Bab VIII Kegiatan dan Prospek Usaha.

6. Penilaian Tingkat Kesehatan Dengan Model CAMELS

Bank Indonesia dalam menilai tingkat kesehatan suatu bank pada dasarnya menggunakan pendekatan kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi suatu bank. Metode tersebut dikenal dengan metode CAMELS. Metode CAMELS mencakup komponen-komponen sebagai berikut:

• C = Capital : untuk rasio kecukupan modal bank• A = Assets : untuk rasio kualitatif aktiva produktif atau aset• M = Manajemen : untuk penilaian kualitas manajemen• E = Earning : untuk rasio rentabilitas bank• L = Liquidity : untuk rasio likuiditas bank• S = Sensitivity to Market Risk : untuk sensitivitas terhadap risiko pasar

Komponen Faktor Penilaian Permodalan:• Pemenuhan KPMM terhadap ketentuan yang berlaku • Komposisi Permodalan • Trend kedepan/proyeksi KPMM• Aktiva produktif yg diklasifikasikan (APYD) dibandingkan dgn Modal Bank• Kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari profitabilitas • Rencana permodalan untuk mendukung pertumbuhan usaha • Akses kepada sumber permodalan • Kinerja keuangan Pemegang Saham untuk meningkatkan modal

Komponen Faktor Penilaian Aset:• Aktiva Produktif yg Diklasifikasikan tehadap Total Aktiva Produktif • Debitur Inti (grup atau individu)diluar pihak terkait dibandingkan dengan Total Kredit • Perkembangan Aktiva Produktif Bermasalah (KL, D dan M) 12 bulan terakhir.• Tingkat Kecukupan PPAP• Kebijakan dan Prosedur Aktiva Produktif • Sistem Internal Review terhadap Aktiva Produktif • Dokumentasi Aktiva Produktif • Kinerja Penanganan Aktiva Produktif Bermasalah

Komponen Faktor Penilaian Manajemen:• Manajemen Umum • Penerapan Sistem Manajemen Risiko • Kepatuhan Bank terhadap ketentuan dan komitmen

Komponen Faktor Penilaian Rentabilitas:• ROA (Return On Assets)• ROE (Return On Equity)

Page 47: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

33

• NIM (Net Interest Margins)• Rasio Efisiensi (BOPO)• Perkembangan Laba Operasional • Komposisi Portfolio Aktiva Produktif • Penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya • Prospek Laba Operasional

Komponen Faktor Penilaian Likuiditas:• Rasio Aktiva Likuid < 1 bulan dibandingkan dengan Pasiva Likuid < 1 bulan • 1 (one) Month Maturity Mismatch Ratio• Loan to Deposits Ratio• Proyeksi Cash Flow 3 bulan mendatang • Ketergantungan pada Dana Antar Bank dan Deposan Inti • Kebijakan dan Pengelolaan Likuiditas (ALMA)• Kemampuan Bank untuk memperoleh akses ke Pasar Uang, Pasar Modal atau sumber

pendanaan lainnya • Stabilitas Dana Pihak Ketiga

Komponen Faktor Penilaian Sensitivitas:• Modal atau Cadangan yang dibentuk untuk meng-cover fluktuasi suku bunga terhadap Potential

Loss (=Eksposur Trading Book + Banking Book x Fluktuasi Suku Bunga)• Modal atau Cadangan yang dibentuk untuk meng-cover fluktuasi nilai tukar terhadap Potential

Loss (=Eksposur Trading Book + Banking Book x Fluktuasi Nilai Tukar)• Kecukupan penerapan Sistem Manajemen Risiko Pasar

Dari ke 5 komponen itulah kemudian disimpulkan peringkat kesehatan bank secara keseluruhan ,yang berada di range 1-5. Nilai peringkat bank adalah sebagai berikut:

1. Peringkat komposit 1 “Sangat Sehat” berarti “bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh negative kondisi perekonomian dan industri keuangan”.

2. Peringkatn komposit 2 “Sehat” berarti “bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negative kondisi perekonomian dan industry keuangan namun bank masih memiliki kelemahan kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin”.

3. Peringkat komposit 3 “Cukup Sehat” berarti “ bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila bank tidak segera melakukan tindakan korektif”.

4. Peringkat komposit 4 “Kurang Sehat” berarti “ bank tergolong kurang baik dan sensitive terhadap pengaruh negative kondisi perekonomian dan industry keuangan atau bank memiliki kelemahan keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang tidak memuaskan, yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif yang efektif berpotensi mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya”.

5. Peringkat komposit 5 “Tidak Sehat” berarti “bank tergolong tidak baik dan sangat sensitive terhadap pengaruh negative kondisi perekonomian dan industry keuangan serta mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya”.

Tingkat kesehatan Perseroan berada pada peringkat komposit 2 yaitu “Sehat” –”bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan namun bank masih memiliki kelemahan kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin” dengan faktor faktor penilaian sebagai berikut:

1. Capital : 2 – Tingkat modal berada lebih tinggi dari ketentuan KPMM yang berlaku dan diperkirakan tetap berada ditingkat ini serta membaik dari tingkat saat ini untuk 12 bulan mendatang

2. Aset: 2 – Kualitas asset baik namun terdapat minor deficiencies yang tidak signifikan. Kebijakan pemberian kredit/investasi, prosedur dan administrasi mendukung kegiatan operasional yang aman dan sehat, serta didokumentasikan dengan baik.

Page 48: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

34

3. Manajemen: 1 – Manajemen bank memiliki track record kinerja yang sangat memuaskan, independen, mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekstern, dan memiliki sistem pengendalian resiko yang sangat kuat serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi baik saat ini maupun dimasa yang akan dating. Respon pengurus sangat baik sehingga tidak diperlukan tindakan pengawasan yang bersifat mandatory.

4. Rentabilitas: 2 – Secara umum kinerja rentabilitas baik. Kemampuan rentabilitas tinggi untuk mengantisipasi potensi kerugian dan meningkatkan modal.

5. Likuiditas: 2 – Secara umum kinerja likuiditas baik. Kemampuan likuiditas untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas kuat.

6. Sensitivitas: 2 – Risiko relative rendah yang dikombinasikan penerapan manajemen risiko pasar yang efektif dan konsisten.

7. Arus Kas

Tabel arus kas Perseroan adalah sebagai berikut

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 725.016 667.051 (749.590) 627.453Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (18.139) (74.123) (93.646) (65.721)Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan - 100.000 150.000 150.000

Untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010, arus kas Perseroan yang digunakan untuk aktivitas operasi terutama ditujukan untuk pembayaran bunga dan beban operasional serta kenaikan kewajiban segera. Selama periode ini kas bersih yang digunakan untuk investasi ditujukan untuk memperoleh aset tetap.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas operasi terutama ditujukan untuk pembayaran bunga dan beban operasional serta kenaikan kredit yang diberikan. Selama periode ini, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap. Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan berasal dari penambahan modal disetor.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas operasi terutama ditujukan untuk pembayaran bunga dan beban operasional serta kenaikan kredit yang diberikan. Selama periode ini, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap. Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan berasal dari penambahan modal disetor.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas operasi terutama ditujukan untuk pembayaran bunga dan beban operasional, kenaikan efek-efek serta kenaikan kredit yang diberikan. Selama periode ini, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap. Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan berasal dari penambahan modal disetor.

8. Prospek Usaha

Perseroan memiliki keyakinan bahwa prospek usaha kedepan akan semakin kondusif. Hal ini sebagaimana pendangan Bank Indonesia bahwa proses pemulihan ekonomi global terus berlangsung dan semakin kuat sehingga ke depan perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus membaik, meskipun masih terdapat berbagai faktor risiko dan potensi ketidakpastian yang perlu terus dicermati. Kondisi ini memberikan dampak positif pada prospek usaha Perseroan. Prospek usaha lebih lanjut dibahas dalam Bab VIII “ Kegiatan Dan Prospek Usaha”.

Page 49: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

35

9. Pembelian Barang Modal (capital expenditure)

Sumber dana Perseroan mengenai pembelian barang modal CAPEX berasal dari ekuitas perseroan dimana diantaranya terdapat setoran modal dan laba yang dihasilkan dari aktivitas operasi Perseroan. Pembelian barang modal saat ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan. Pembelian biasanya menggunakan mata uang IDR dan USD dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap maupun sekali bayar. Perseroan belum melakukan transaksi lindung nilai pada transaksi yang menggunakan mata uang asing.

Berikut tabel pembelian barang modal Perseroan. (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006 2005Tanah - 3.495 28.012 3.1989 - -Bangunan 1.701 28.040 14.160 5.210 21 1.975Inventaris Kantor 16.395 42.254 49.031 55.812 8.208 1.240Kendaraan Bermotor 94 531 2.839 2.036 4.107 2.731Total 18.190 74.320 94.042 66.256 12.336 5.947

Page 50: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

36

V. RISIKO USAHA

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, baik penghimpunan dana, pemberian pinjaman maupun penyediaan jasa perbankan lainnya. Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha. Pelaksanaan kegiatan usaha tersebut dapat mengakibatkan timbulnya dampak negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan. Semua risiko yang mempengaruhi usaha Perseroan secara umum dan telah disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Risiko Operasional

Risiko operasional adalah risiko yang timbul akibat kurang memadainya atau tidak berfungsinya pengawasan internal, tidak efektifnya sistem prosedur operasional, faktor kesalahan atau kelalaian manusia, kegagalan sistem atau adanya faktor eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan. Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan Perseroan secara langsung dan tidak langsung. Apabila risiko operasional tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi penyimpangan yang dapat mengganggu kelancaran operasional dan mengganggu pelayanan kepada nasabah. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan nasabah Perseroan yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan bisnis Perseroan dan menurunkan kinerja serta daya saing Bank.

2. Risiko Kredit

Risiko Kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Perseroan. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, serta pembiayaan perdagangan, yang tercatat dalam banking book maupun trading book.

Pemberian kredit dalam jumlah yang signifikan terhadap sekelompok perusahaan atau industri tertentu akan meningkatkan pengaruh risiko ini terhadap kinerja Perseroan. Selain itu, ketidakmampuan counterparty dalam membayar kembali pokok maupun bunga yang dipinjam akan memberikan dampak terhadap penurunan tingkat kolektibilitas dan semakin besar pula kebutuhan biaya cadangan kerugian penurunan nilai. Karena itu, apabila aktivitas pemberian pembiayaan tidak dikelola secara hati-hati dapat menimbulkan pembiayaan bermasalah yang dapat menurunkan tingkat kesehatan dan pendapatan bank.

Untuk posisi per 31 Mei 2010, kelompok industri terbesar yang memperoleh penyaluran kredit dari Perseroan adalah sektor ekonomi Rumah Tangga dan Industri Pengolahan.

3. Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan risiko kerugian dari portofolio yang dimiliki oleh Perseroan karena adanya pergerakan variabel pasar seperti tingkat suku bunga, nilai tukar, termasuk turunan dari kedua risiko tersebut. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional Perseroan seperti kegiatan tresuri dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat hutang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance). Pergerakan suku bunga dan nilai tukar terjadi dalam waktu yang tidak dapat ditentukan, dimana dengan kondisi seperti ini Perseroan selalu melakukan pengawasan secara terus menerus dari setiap perubahan variabel yang ada. Perubahan variabel yang terjadi secara signifikan akan dapat menurunkan nilai dari portofolio yang dimiliki oleh Perseroan dan apabila hal ini memiliki nilai yang material maka akan dapat berdampak pada kinerja keuangan Perseroan

Page 51: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

37

4. Risiko Likuiditas

Risiko Likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Perseroan. Risiko likuiditas dapat dikategorikan sebagai berikut:

• Risiko Likuiditas Pasar, yaitu risiko yang timbul karena Perseroan tidak mampu melakukan offsetting posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak memadai atau terjadi gangguan di pasar (market disruption).

• Risiko Likuiditas Pendanaan, yaitu risiko yang timbul karena Perseroan tidak mampu mencairkan asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain.

Sebagian besar pendanaan Perseroan berasal dari dana masyarakat yang relatif bersifat jangka pendek seperti deposito dan tabungan, sedangkan kredit yang diberikan memiliki jangka waktu yang relatif lebih panjang. Perbedaan jangka waktu tersebut harus dikelola dengan baik. Apabila Perseroan tidak melakukan pengelolaan perbedaan jangka waktu penghimpunan dana dari masyarakat dengan jangka waktu penempatan dana dengan baik maka hal ini akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kewajiban Perseroan. Apabila hal ini memiliki nilai yang material maka Perseroan mengalami masalah likuiditas yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha Perseroan.

5. Risiko Hukum

Risiko Hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna. Risiko hukum dapat timbul dari adanya perubahan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta pelaksanaan putusan pengadilan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi Perseroan.

6. Risiko Strategis

Risiko Strategik adalah risiko yang timbul karena adanya penetapan dan pelaksanaan strategik Perseroan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Perseroan terhadap perubahan eksternal.

Setiap perubahan yang ada akan memerlukan strategi yang tepat sehingga Perseroan dapat tetap menjalankan usahanya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Risiko strategik juga mencakup kemampuan dalam mengembangkan daya saing dan keunggulan Perseroan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ketidakmampuan Perseroan dalam memformulasikan strategi dalam menghadapi suatu perubahan akan berdampak negatif terhadap kinerja Perseroan.

7. Risiko Kepatuhan

Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perseroan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku seperti Ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif (KAP), Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN) dan lainnya.

Risiko Kepatuhan adalah risiko yang disebabkan Perseroan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan harus selalu tunduk terhadap peraturan perbankan yang dari waktu ke waktu terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan kondisi perbankan nasional, antara lain seperti Ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif (KAP), Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN) dan lainnya. Apabila terjadi pelanggaran terhadap salah-satu

Page 52: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

38

dari peraturan perundang-undangan ataupun ketentuan lain yang berlaku, maka risiko yang mungkin terjadi adalah sanksi bagi Perseroan yang dapat berupa sanksi finansial berbentuk denda material maupun sanksi non finansial berbentuk teguran tertulis, sanksi ketidaklayakan dan ketidakmampuan bagi manajemen Perseroan ataupun pembekuan kegiatan usaha Perseroan. Hal ini dapat menurunkan kinerja Perseroan baik secara finansial maupun secara non finansial.

8. Risiko Reputasi

Risiko reputasi timbul dari adanya publikasi ataupun persepsi publik yang negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perseroan. Mengingat reputasi dan kepercayaan merupakan pondasi penting dalam industri perbankan, maka hilangnya kepercayaan nasabah tersebut dapat berdampak langsung pada penurunan jumlah nasabah yang pada akhirnya akan memberikan dampak pada penurunan pendapatan dan volume aktivitas Perseroan.

Manajemen Perseroan telah mengungkapkan seluruh risiko yang dihadapi oleh Perseroan.

Page 53: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

39

VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 1 November 2010 yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini atas Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31 Mei 2010 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran serta penerapan ketentuan transisi dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Edaran No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009 mengenai estimasi penurunan nilai kolektif kredit yang diberikan dengan keterbatasan pengalaman kerugian spesifik.

Page 54: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

40

VII. KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN

1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perseroan sebelumnya bernama PT Bank Shinta Indonesia yang didirikan di Jakarta sebagaimana termaktub dalam akta Perseroan Terbatas No.52 tanggal 18 Agustus 1989 jo Akta Perubahan No. 91 tanggal 15 September 1989 yang keduanya dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dengan Surat Keputusan No. C2.9142.HT.01.01-TH.89 tanggal 27 September 1989 serta telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat berturut-turut di bawah No. 1506/1989 dan No. 1507/1989 tanggal 21 Oktober 1989 serta telah diumumkan dalam Tambahan No.6448 Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 21 Juni 2005 (“Akta Pendirian”).

Pada tahun 2005, kelompok usaha Sinarmas melalui PT Sinar Mas Multiartha Tbk yang membawahi Divisi Financial Services mengambil alih PT Bank Shinta Indonesia. Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 1 tanggal 21 Nopember 2006, dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH., MKn., Notaris di Jakarta, dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dengan Surat Keputusan No. W7-03960 HT. 01.04-TH 2006 tanggal 20 Desember 2006; nama PT Bank Shinta Indonesia berubah menjadi PT Bank Sinarmas. Perubahan nama tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 tentang Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Sinarmas.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan sebagaimana dimuat dalam akta-akta sebagai berikut:

1. Akta Pernyataan Keputusan Rapat “P.T. Bank Shinta Indonesia” No. 33 tanggal 6 Februari 1996 yang dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, SH., Notaris di Jakarta, yang mengubah Pasal 4 ayat 2 dan Pasal 8 ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.33/1996);

2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat “PT. Bank Shinta Indonesia” No. 42 tanggal 27 Agustus 1998 sebagaimana yang telah diperbaiki dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat “PT. Bank Shinta Indonesia” No. 44 tanggal 27 Agustus 1998, yang keduanya dibuat di hadapan Djedjem Widjaja, SH, MH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-27970.HT.01.04.TH.98 tanggal 14 Desember 1998 serta telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. C2-27969 HT.01.04.TH.98 tanggal 14 Desember 1998 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah No. 0410/BH.09.02/V/2000 tanggal 4 Mei 2000 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 6449 Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 21 Juni 2005, yang merubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas termasuk perubahan Pasal 4 (“Akta No.42/1998”);

3. Akta Berita Acara Rapat “PT. Bank Shinta Indonesia” No. 7 tanggal 5 September 2002 yang dibuat oleh Sri Sulastri Anggraini, SH, Notaris di Tangerang dan telah diterima dan dicatat dalam database SABH di bawah No. C-19316 HT.01.04.TH.2002 tanggal 8 Oktober 2002 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Jakarta Barat di bawah No. 2234/RUB.09.02/X/2003 tanggal 11 November 2003 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 567 Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 21 Juni 2005, yang mengubah Pasal 5 ayat (2), Pasal 10 ayat (2), (3), dan (9), dan Pasal 13 ayat (1), (2), dan (8) dari Anggaran Dasar Perseroan;

4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bank Shinta Indonesia No. 11 tanggal 12 Januari 2004 yang dibuat di hadapan Sri Sulastri Anggraini, SH, Notaris di Tangerang dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. C-02251 HT.01.04.TH.2004 tanggal 29 Januari 2004 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di

Page 55: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

41

bawah No. 703/RUB.09.02/IV/2005 tanggal 27 April 2005 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 568 Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 21 Juni 2005, yang mengubah Pasal 11 ayat (3) huruf (a), (e), (f), alinea terakhir ayat (3), ayat (4) huruf (a), (b), (c), dan (d), ayat (6) huruf (b), dan ayat (8) serta Pasal 21 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan;

5. Akta Berita Acara Rapat No. 136 tanggal 27 Desember 2005 yang dibuat oleh Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. C-06210 HT.01.04.TH.2006 tanggal 6 Maret 2006 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No. 6225/RUB.09.05/VII/2008 tanggal 7 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 934 Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 2 Desember 2008, yang merubah Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.136/2005”);

6. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 70 tanggal 24 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Sri Sulastri Anggraini, SH, Notaris di Tangerang dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. C-14685 HT.01.04.TH.2006 tanggal 18 Mei 2006 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No. 2171/RUB.09.05/VIII/2007 tanggal 16 Agustus 2007 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 228 Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 31 Maret 2009, yang mengubah Pasal 4 ayat (2) dan (3), Pasal 10 ayat (1), Pasal 11 ayat (3) huruf (d) dan (e), Pasal 13, Pasal 14, dan Pasal 15 Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.70/2006”);

7. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.1 tanggal 21 November 2006 yang dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-03960 HT.01.04-TH. 2006 tanggal 20 Desember 2006 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah No.217/RUB.09.06/VIII/2007 tanggal 16 Agustus 2007, yang mengubah Pasal 1 Anggaran Dasar Perseroan;

8. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 6 tanggal 21 Desember 2006 yang dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-09455 HT.01.04-TH.2007 tanggal 28 Agustus 2007, yang mengubah Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.6/2006”);

9. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3 tanggal 29 Agustus 2007 yang dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. C-UM.HT.01.10-82 tanggal 4 Oktober 2007,yang mengubah Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.3/2007”);

10. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT. Bank Sinarmas No. 14 tanggal 29 Januari 2008 yang dibuat di hadapan Bambang Sudiarto, SH, pengganti dari Umar Saili, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat dalam database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-3836 tanggal 18 Februari 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0011708.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 18 Februari 2008, yang mengubah Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.14/29 Januari 2008”);

11. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT. Bank Sinarmas No. 16 tanggal 29 Januari 2008 dibuat di hadapan Bambang Sudiarto, SH, pengganti dari Umar Saili, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-7028 tanggal 26 Maret 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0021800.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 26 Maret 2008, yang mengubah Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.16/2008”);

12. Akta Pernyataan Keputusan Rapat “PT Bank Sinarmas” No. 14 tanggal 5 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Dahlia, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-18126 tanggal 18 Juli 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0060597.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 18 Juli 2008,yang mengubah Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan (“Akta No.14/6 Juni 2008”);

Page 56: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

42

13. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham “PT Bank Sinarmas” No. 12 tanggal 8 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Dahlia, SH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-68393.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 September 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0090438.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 23 September 2008,yang mengubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“Akta No.12/2008”);

14. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham “PT. Bank Sinarmas” No. 10 tanggal 16 April 2009 yang dibuat di hadapan Dahlia, SH, Notaris di Kota Jakarta Utara dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-40480.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0053882.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009,yang merubah Pasal 3 dan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan;

15. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bank Sinarmas No. 1 tanggal 8 Oktober 2009 yang dibuat di hadapan Nyonya Endang Saritomo Utari, SH, Notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat dalam database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-22483 tanggal 11 Desember 2009 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0082789.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 11 Desember 2009,yang mengubah Pasal 17, Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 20 Anggaran Dasar Perseroan.

16. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar “PT. Bank Sinarmas” No. 31 tanggal 6 April 2010, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-22745.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 4 Mei 2010, yang mengubah seluruh isi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka perubahan status Perseroan dari semula perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dan untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik (“Akta No.31/2010”).

Sebagaimana termaktub dalam Akta No.31/2010 maksud dan tujuan Perseroan adalah Berusaha dalam bidang perbankan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk simpanan lainnya yang dipersamakan.

b. memberikan kredit;c. menerbitkan surat pengakuan hutang;d. membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah

sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya:(i) surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh Bank yang -berlakunya tidak lebih

lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat yang dimaksud;(ii) surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa -berlakunya tidak lebih dari

kebiasaan dalam perdagangan surat-surat yang dimaksud;(iii) kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah;(iv) sertifikat Bank Indonesia;(v) obligasi; (vi) surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun;(vii) instrumen surat berjangka lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun.

e. memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah;f. menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain,

baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel tunjuk, cek atau saran lainnya;

g. menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga;

h. menyediakan tempat untuk menyimpan barang atau surat atau surat berharga;

Page 57: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

43

i. melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak;j. melakukan penempatan dana dari nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak

tercatat di bursa efek;k. membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak

memenuhi kewajiban kepada bank, dengan ketentuan agunan tersebut wajib dicairkan secepatnya;

l. melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat;m. melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh

Bank Indonesia;n. melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan,

seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi serta lembaga kliring dan penjaminan dan lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;

o. melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi kegagalan kredit, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;

p. bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku;

q. menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;

r. melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Untuk menjalankan kegiatan usahanya Perseroan telah memperoleh izin-izin dari instansi yang terkait antara lain:

a. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990 perihal pemberian izin kepada PT Bank Shinta Indonesia Untuk Melakukan Kegiatan Sebagai Bank Umum jo. Kep. Gubernur Bank Indonesia No. 9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 perihal Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Sinarmas;

b. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-245/MK.03/1994 tanggal 15 April 1994 perihal Penunjukan PT. Bank Shinta Indonesia sebagai Bank Persepsi Penerimaan Pajak;

c. Keputusan Bank Indonesia No.27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995 tentang Penunjukan PT Bank Shinta Indonesia menjadi Bank Devisa;

d. Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-34/MK.03/1996 tanggal 23 Januari 1996 perihal Penunjukan PT Bank Shinta sebagai Bank Devisa Persepsi Kas Negara; dan

e. Surat Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP.DpG/2009 tanggal 27 Oktober 2009 Tentang Pemberian Izin usaha Syariah PT Bank Sinarmas.

2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN

Komposisi permodalan dan kepemilikan saham Perseroan telah mengalami perubahan sejak pendiriannya. Adapun riwayat perkembangan kepemilikan saham Perseroan sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 2010 dapat dilihat pada lketerangan di bawah ini.

Tahun 1989 (Pendirian)Berdasarkan Akta Perseroan No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 jo. akta Perubahan No. 91 tanggal 15 September 1989, yang keduanya dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, S.H., notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) sesuai dengan Surat Keputusan No.C2-9142.HT.01.01-TH.89 tanggal 27 September 1989 dan telah didaftarkan dalam buku register Pengadilan Negeri Jakarta Barat berturut-turut di bawah No.1506/1989 dan No.1507/1989 tanggal 21 Oktober 1989 serta telah diumumkan dalam Tambahan No.6448 Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 21 Juni 2005, modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 60.000 (enam puluh ribu) lembar saham dengan nilai nominal Rp 500.000,- (lima ratus ribu Rupiah) setiap

Page 58: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

44

saham. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai sebesar Rp 10.500.000.000,- (sepuluh miliar lima ratus juta Rupiah) oleh para pemegang saham Perseroan yang merupakan penyetoran atas saham Perseroan.

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian Perseroan, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 60.000 30.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Toto Hermijanto 15.750 7.875.000.000 75,00- Hendra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 12,50- Indra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 12,50Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 21.000 10.500.000.000 100.00Saham Dalam Portepel 39.000 19.500.000.00

Tahun 1996Pada tanggal 8 Januari 1996, telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan untuk peningkatan modal Perseroan yang semula sebesar Rp 10.500.000.000,- (sepuluh miliar lima ratus juta Rupiah) atau sebanyak 21.000 (dua puluh satu ribu) lembar saham menjadi Rp 16.500.000.000,- (enam belas miliar lima ratus juta Rupiah) atau sebanyak 33.000 (tiga puluh tiga ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil oleh PT Shinta Utama sebagai pemegang saham baru Perseroan dengan melakukan penyetoran uang tunai, sebagaimana termaktub dalam Akta No.33 tanggal 6 Februari 1996, dibuat di hadapan Buniarti Tjandra, S.H., notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum.

Setelah masuknya PT Shinta Utama sebagai pemegang saham baru Perseroan, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 60.000 30.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Toto Hermijanto 15.750 7.875.000.000 47,74- Hendra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 7,95- Indra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 7,95- PT Shinta Utama 12.000 6.000.000.000 36,36Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 33.000 16.500.000.000 100.00Saham Dalam Portepel 27.000 13.500.000.000

Tahun 1998Sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat “PT Bank Shinta Indonesia” No. 42 tanggal 27 Agustus 1998, yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja, S.H., M.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 16.500.000.000,- (enam belas miliar lima ratus juta Rupiah) atau sebanyak 33.000 (tiga puluh tiga ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 23.621.000.000,- (dua puluh tiga miliar enam ratus dua puluh satu juta Rupiah) atau sebanyak 47.242 (empat puluh tujuh ribu dua ratus empat puluh dua) lembar saham, yang seluruhnya berasal dari kapitalisasi laba ditahan Perseroan sampai akhir tahun 1996 yakni sebesar Rp 7.121.000.000,- (tujuh miliar seratus dua puluh satu juta Rupiah) yang seluruhnya diambil oleh PT Shinta Utama, sehingga susunan modal dan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 60.000 30.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Toto Hermijanto 15.750 7.875.000.000 33,34- Hendra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 5,56- Indra Hermijanto 2.625 1.312.500.000 5,56- PT Shinta Utama 26.242 13.121.000.000 55,54Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 47.242 23.621.000.000 100.00Saham Dalam Portepel 12.758 -

Page 59: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

45

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat “PT Bank Shinta Indonesia” No. 44 tanggal 27 Agustus 1998, yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja, S.H., M.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Perseroan yang semula sebesar Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar Rupiah) atau sebanyak 60.000 (enam puluh ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) atau sebanyak 400.000 (empat ratus ribu) lembar saham dan peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 23.621.000.000,- (dua puluh tiga miliar enam ratus dua puluh satu juta Rupiah) atau sebanyak 47.242 (empat puluh tujuh ribu dua ratus empat puluh dua) lembar saham menjadi sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) atau sebanyak 100.000 (seratus ribu) lembar saham serta menerima masuknya Surjadi Hermijanto dan Susila Hermijanto sebagai pemegang saham baru Perseroan, sehingga susunan modal dan pemegang saham Perseroanmenjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Toto Hermijanto 39.750 19.875.000.000 39,75- Hendra Hermijanto 10.211 5.105.500.000 10,21- Indra Hermijanto 10.211 5.105.500.000 10,21- PT Shinta Utama 26.242 13.121.000.000 26,24- Suryadi Hermijanto 7.586 3.793.000.000 7,59- Susila Hermijanto 6.000 3.000.000.000 6,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100.000 50.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.000

Peningkatan modal sebesar Rp 26.379.000.000,- (dua puluh enam miliar tiga ratus tujuh puluh sembilan juta Rupiah) telah disetor penuh dalam bentuk uang tunai oleh para pemegang saham Perseroan.

Tahun 2001Pada tahun 2001, telah terjadi jual beli saham-saham dalam Perseroana. pada tanggal 9 Maret 2001 telah dilakukan jual beli saham sebanyak 40.297 (empat puluh ribu dua

ratus sembilan puluh tujuh) lembar saham yang dimiliki oleh:1). Toto Hermijanto sebanyak 19.875 (sembilan belas ribu delapan ratus tujuh puluh lima) lembar

saham;2). Hendra Hermijanto sebanyak 10.211 (sepuluh ribu dua ratus sebelas) lembar saham;3). Indra Hermijanto sebanyak 10.211 (sepuluh ribu dua ratus sebelas) lembar saham;yang keseluruhannya dijual kepada PT Shinta Utama berdasarkan Akta Jual Beli Saham No.18 tanggal 9 Maret 2001 yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja, SH, MH, Notaris di Jakarta dan jual beli saham tersebut telah memperoleh persetujuan RUPSLB Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara “PT Bank Shinta Indonesia” No.17 tanggal 9 Maret 2001 dibuat oleh Djedjem Widjaja, SH., MH., Notaris di Jakarta.

Jual beli saham-saham tersebut di atas telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perseroan yang diadakan pada tanggal 9 Maret 2001 sebagaimana termaktub dalam akta Berita Acara Perseroan No. 17 tanggal 9 Maret 2001 dibuat oleh Djedjem Widjaja, SH, MH, Notaris di Jakarta.

Setelah jual beli saham tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Toto Hermijanto 19.875 9.937.500.000 19,87- PT Shinta Utama 66.539 33.269.500.000 66,54- Suryadi Hermijanto 7.586 3.793.000.000 7,59- Susila Hermijanto 6.000 3.000.000.000 6,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100.000 50.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.000

Page 60: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

46

b. pada tanggal 13 Maret 2001, telah dilakukan jual beli saham dalam Perseroan sebanyak 32.461 (tiga puluh dua ribu empat ratus enam puluh satu) lembar saham yang dimiliki oleh:

1). Toto Hermijanto sebanyak 19.875 (sembilan belas ribu delapan ratus tujuh puluh lima) lembar saham;

2). Suryadi Hermijanto sebanyak 6.586 (enam ribu lima ratus delapan puluh enam) lembar saham;3). Susila Hermijanto sebanyak 6.000 (enam ribu) lembar saham;

yang keseluruhannya dijual kepada PT Shinta Utama dan jual beli saham-saham tersebut telah memperoleh persetujuan RUPSLB Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Perseroan No.19 tanggal 13 Maret 2001 yang dibuat di hadapan Djedjem Widjaja, SH, MH, Notaris di Jakarta.

Setelah jual beli saham tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Shinta Utama 99.000 49.500.000.000 99,00- Suryadi Hermijanto 1.000 500.000.000 1,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100.000 50.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.000

c. pada tanggal 12 Desember 2001 telah dilakukan jual beli saham dalam Perseroan sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) lembar saham milik PT Shinta Utama dijual kepada United Asia Overseas Pte Ltd. sebagaimana termaktub dalam Akta Jual Beli Saham No.22 tanggal 12 Desember 2001 yang dibuat dihadapan Djedjem Widjaja, SH., MH., Notaris di Jakarta dan jual beli saham-saham tersebut telah memperoleh persetujuan RULB Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Perseroan No. 21 tanggal 12 Desember 2001 dibuat oleh Djedjem Widjaja, SH, MH, Notaris di Jakarta.

Setelah jual beli saham tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Shinta Utama 79.000 39.500.000.000 79,00- United Asia Overseas Pte, Ltd. 20.000 10.000.000.000 20,00- Suryadi Hermijanto 1.000 500.000.000 1,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100.000 50.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.00

Tahun 2005a. Pada tanggal 12 April 2005 telah dilakukan jual beli saham dalam Perseroan sebagai berikut:

1). sebanyak 1.000 (seribu) lembar saham milik Tuan Suryadi Hermijanto dijual kepada PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebagaimana termaktub dalam akta Pemindahan Hak-Hak Atas Saham No. 29 tanggal 12 April 2005 dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta; dan

2). sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) lembar saham milik United Asia Overseas Pte Ltd dijual kepada PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebagaimana termaktub dalam akta Pemindahan Hak-Hak Atas Saham No. 30 tanggal 12 April 2005 dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta.

Jual beli saham-saham tersebut di atas telah memperoleh persetujuan RUPSLB Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat No. 28 tanggal 12 April 2005 dibuat oleh Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta.

Page 61: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

47

Setelah jual beli saham tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Shinta Utama 79.000 39.500.000.000 79,00- PT Sinar Mas Multiartha Tbk 21.000 10.500.000.000 21,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100.000 50.000.000.000 100,00

Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.000

b. Pada tanggal 27 Desember 2005 para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) atau sebanyak 100.000 (seratus ribu) lembar saham menjadi Rp 65.000.000.000,- (enam puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 130.000 (seratus tiga puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk yaitu sebanyak 30.000 (tiga puluh ribu) saham yang telah disetor penuh dengan uang tunai, sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat No.136 tanggal 27 Desember 2005 yang dibuat dihadapan Linda Herawati, SH., Notaris di Jakarta.

Setelah peningkatan modal disetor Perseroan tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Shinta Utama 79.000 39.500.000.000 60,77- PT Sinar Mas Multiartha Tbk 51.000 25.500.000.000 39,23Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 130.000 65.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 270.000 135.000.000.00

Tahun 2006Pada tanggal 24 Maret 2006 para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 65.000.000.000,- (enam puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 130.000 (seratus tiga puluh ribu) lembar saham menjadi Rp 85.000.000.000,- (delapan puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 170.000 (seratus tujuh puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk yaitu sebanyak 40.000 (empat puluh ribu) saham yang telah disetor penuh dengan uang tunai, sebagaimana termaktub dalam Akta No.70 tanggal 24 Maret 2006 yang dibuat dihadapan Sri Sulastri Anggraini, SH., Notaris di Tangerang..

Setelah peningkatan modal disetor tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 400.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 91.000 45.500.000.000 53,53- PT Shinta Utama 79.000 39.500.000.000 46,47Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 170.000 85.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 230.000 115.000.000.00

Page 62: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

48

Kemudian pada tanggal 21 Desember 2006 para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan yang semula sebesar Rp 200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) atau sebanyak 400.000 (empat ratus ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) atau sebanyak 1.000.000 (satu juta) lembar saham dan peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 85.000.000.000,- (delapan puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 170.000 (seratus tujuh puluh ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 125.000.000.000,- (seratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) lembar saham, dengan komposisi sebagai berikut:

a). sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) lembar saham atau sebesar Rp 25.000.000.000 (dua puluh lima miliar Rupiah) berasal dari kapitalisasi laba ditahan Perseroan sampai akhir tahun 2005 yang dibagi secara proporsional;

b). sebanyak 30.000 (tiga puluh ribu) lembar saham atau sebesar Rp 15.000.000.000,- (lima belas miliar Rupiah) yang merupakan setoran dengan uang tunai seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk.

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.6 tanggal 21 Desember 2006 yang dibuat dihadapan Trihopsa Lily Ekadewi, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta, setelah peningkatan modal dasar dan modal disetor Perseroan tersebut, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 500.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 147.765 73.882.500.000 59,11- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 40,89Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 125.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 750.000 375.000.000.00

Tahun 2007Sesuai dengan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3 tanggal 29 Agustus 2007 dibuat di hadapan Triphosa Lily Ekadewi, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta, yang laporan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat dalam Database SABH di bawah No. C-UM.HT.01.10-82 tanggal 4 Oktober 2007, telah disetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 125.000.000.000,- (seratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) lembar saham menjadi Rp 175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya sebanyak 100.000 (seratus ribu) saham atau sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk dengan setoran uang tunai.

Setelah peningkatan modal disetor tersebut di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 247.765 123.882.500.000 70,79- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 29,21Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 350.000 175.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 650.000 325.000.000.00

a. Pada tanggal 30 Agustus 2007, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 225.000.000.000,- (dua ratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 450.000 (empat ratus lima puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya sebanyak 100.000 (seratus ribu) saham atau sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) dan telah disetor penuh dengan uang tunai diambil

Page 63: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

49

bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.14 tanggal 29 Januari 2008 yang dibuat dihadapan Bambang Sudiarto, SH, pengganti dari Umar Saili, SH, Notaris di Jakarta, yang laporan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat dalam Database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-3836 tanggal 18 Februari 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0011708.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 18 Februari 2008.

Setelah peningkatan modal disetor tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 347.765 173.882.500.000 77,28- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 22,72Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 450.000 225.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 550.000 275.000.000.00

b. Pada tanggal 12 Desember 2007, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan

modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 225.000.000.000,- (dua ratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 450.000 (empat ratus lima puluh ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 275.000.000.000,- (dua ratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 550.000 (lima ratus lima puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.16 tanggal 29 Januari 2008 dibuat di hadapan Bambang Sudiarto, SH, pengganti dari Umar Saili, SH, Notaris di Jakarta, yang laporan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat dalam Database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-7028 tanggal 26 Maret 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0021800.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 26 Maret 2008.

Setelah peningkatan modal disetor Perseroan tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 447.765 223.882.500.000 81,41- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 18,59Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 550.000 275.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 450.000 225.000.000.00

Tahun 2008Pada tahun 2008, telah terjadi beberapa peningkatan modal Perseroan sebagaimana diuraikan di bawah inia. Pada tanggal 26 Mei 2008, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan

modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 275.000.000.000,- (dua ratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 550.000 (lima ratus lima puluh ribu) lembar saham menjadi Rp 350.000.000.000,- (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) atau sebanyak 700.000 (tujuh ratus ribu) lembar saham yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebanyak 150.000 (seratus lima puluh ribu) atau sebesar Rp 75.000.000.000,- (tujuh puluh lima miliar) dengan setoran uang tunai sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.14 tanggal 5 Juni 2008 dibuat di hadapan Dahlia, S.H., notaris di Jakarta, yang laporan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat dalam Database SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-18126 tanggal 18 Juli 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0060597.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 18 Juli 2008.

Page 64: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

50

Setelah peningkatan modal disetor tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 500.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 597.765 298.882.500.000 85,40- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 14,60Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 700.000 350.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 300.000 150.000.000.00

b. Pada tanggal 25 Juli 2008, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 350.000.000.000,- (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) atau sebanyak 700.000 (tujuh ratus ribu) lembar saham menjadi sebesar Rp 425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 850.000 (delapan ratus lima puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebanyak 150.000 (seratus lima puluh ribu) atau sebesar Rp 75.000.000.000,- (tujuh puluh lima miliar) dengan setoran uang tunai sebagaimana termaktub dalam Akta No. 12 tanggal 8 Agustus 2008 dibuat di hadapan Dahlia, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-68393.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 September 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0090438.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 23 September 2008.

Setelah peningkatan modal disetor tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000.000 500.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 747.765 373.882.500.000 87,97- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 12,03Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 850.000 425.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 150.000 75.000.000.000

Tahun 2009Pada tanggal 30 Maret 2009 para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan yang semula sebesar Rp 500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) atau sebanyak 1.000.000 (satu juta) lembar saham menjadi Rp 2.000.000.000.000,- (dua triliun Rupiah) atau sebanyak 4.000.000 (empat juta) lembar saham dan peningkatan modal disetor Perseroan yang semula sebesar Rp 425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 850.000 (delapan ratus lima puluh ribu) lembar saham menjadi Rp 525.000.000.000,- (lima ratus dua puluh lima miliar Rupiah) atau sebanyak 1.050.000 (satu juta lima puluh ribu) lembar saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebanyak 200.000 (dua ratus ribu) lembar saham atau sebesar Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) dengan setoran uang tunai sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No.10 tanggal 16 April 2009 dibuat di hadapan Dahlia, S.H., notaris di Kota Jakarta Utara, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-40480.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0053882.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009.

Page 65: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

51

Setelah peningkatan modal dasar dan modal disetor Perseroan tersebut di atas, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 4.000.000 2.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 947.765 473.882.500.000 90,26- PT Shinta Utama 102.235 51.117.500.000 9,74Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.050.000 525.000.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 2.950.000 1.475.000.000.000

Tahun 2010Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 6 April 2010 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dengan Surat Keputusan No. AHU-22745.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 4 Mei 2010 para pemegang saham Perseroan telah menyetujui hal-hal sebagai berikut (i) melakukan pemecahan nilai nominal saham Perseroan dari Rp 500.000,- per saham menjadi sebesar Rp 100,- per saham; (ii) kapitalisasi laba sebesar Rp 43.050.000.000,- (empat puluh tiga miliar lima puluh juta Rupiah) dengan demikian di keluarkan 430.500.000 (empat ratus tiga puluh juta lima ratus ribu) saham baru dari portepel yang dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional; serta menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor yang semula sebesar Rp 525.000.000.000,- (lima ratus dua puluh lima miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp 568.050.000.000,- (lima ratus enam puluh delapan miliar lima puluh juta Rupiah). Dengan demikian struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp 100,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %Modal Dasar 20.000.000.000 2.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 512.740.865.000 90,26- PT Shinta Utama 553.091.350 55.309.135.000 9,74Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.680.500.000 568.050.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 14.319.500.000 1.431.950.000.000

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan struktur permodalan dan susunan pemegang saham.

3. KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Sinarmas No. 148 tanggal 25 Agustus 2010 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Komisaris Utama : Tjendrawati WidjajaKomisaris Independen : Antonius Chandra Satya NapitupuluKomisaris Independen : Wimpie Rianto

Direksi Direktur Utama : Freenyan Liwang Wakil Direktur Utama : Dani Lihardja Direktur : Heru Agus WuryantoDirektur : Hadi Christianto WijayaDirektur : Salis Teguh HartonoDirektur : Loa Johnny Mailoa

Page 66: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

52

Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM Nomor IX.I.6, tentang Direksi dan Komisaris Perseroan dan Perusahaan Publik.

Jumlah remunerasi pada tahun 2009 untuk Dewan Komisaris Rp 923 juta dan Direksi Perseroan sebesar Rp 3.123 juta. Penetapan remunerasi tersebut berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:

DEWAN KOMISARIS

1. Tjendrawati Widjaja Komisaris Utama, 46 Tahun Warga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga tahun 1986. Memulai pengalaman kerja sebagai Manager Keuangan PT Lima Sempurna Makmur, Semarang (1986 – 1987) dan selanjutnya sebagai Assistant Manager Pemasaran PT Shinta Indah Jaya, Jakarta (1987 – 1989). Bergabung dengan Perseroan sebagai tim inti pendirian. Pada tahun 1990 dengan jabatan berturut-turut sebagai Account Officer (1990 – 1993), Kepala Cabang (1993 – 2001), Group Leader Credit dan Marketing pada tahun 2001 dan diangkat sebagai Direktur Kredit dan Marketing pada tahun 2001. Menjabat sebagai Presiden Direktur (2003 – 2010). Sejak tahun 2010 diangkat sebagai Presiden Komisaris.

2. Antonius Chandra Komisaris Independen, 49 Tahun Satya Napitupulu Warga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan

Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Memulai karirnya dari kantor Akuntan Santoso Reksoatmodjo (1986 – 1987) dan PT Bakrie Brothers (1988 – 1989). Mengawali karir di perbankan di PT Bank Niaga pada tahun 1989 – 1999 berturut-turut sebagai peserta Program Pendidikan Eksekutif hingga Senior Manager pada Asset Management Group dan Merchant Banking Group. Selanjutnya di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai Assistant Vice President pada Divisi Loan Workout, Vice President pada Divisi Penjualan Aset Kredit dan Senior Vice President pada Divisi Restrukturisasi Hutang (1999 – 2003). Selanjutnya dengan PT Bank Lippo (2003 – 2004), berturut-turut sebagai Wakil Presiden Direktur Chief Business Officer dan Senior Advisor kepada Dewan Direksi. Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2005 menjabat sebagai Komisaris Independen.

3. Wimpie Rianto Komisaris Independen, 62 TahunWarga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Muda Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta pada tahun 1970. Memulai karirnya di bidang perbankan dimulai pada HSBC cabang Jakarta sebagai Accounting & Bills Department Staff (1970 – 1972), kemudian di Citibank cabang Jakarta sebagai Officer In Charge of Accounting & Current Accounts Department (1972 – 1976). Karirnya dilanjutkan di BCA dengan jabatan mulai dari Kepala Cabang Lampung, kemudian kepala Divisi Finance & Treasury, Logistik, Sumber Daya Manusia dan Retail Banking dan Risk Management & Compliance (1976 – 1994). Bergabung dengan Bank LTCB Central Asia sebagai Deputy President Director (1994 – 1997), kemudian menjabat sebagai Presiden Direktur pada Bank Yama (1997 – 1999). Bergabung kembali dengan Bank BCA sebagai Kepala Divisi Risk Management & Compliance (1999 – 2002). Bergabung dengan Perseroan dengan menjabat sebagai Direktur Kepatuhan sejak tanggal 22 Desember 2003. Mulai tahun 2007 diangkat sebagai Komisaris Independen hingga sekarang.

Page 67: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

53

DIREKSI

1. Freenyan Liwang Direktur Utama, 48 TahunWarga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Bachelor of Art dari Tamkang University, Taipei Taiwan pada tahun 1986. Memulai pengalaman kerja sebagai Chief Dept. Of Production Control PT. Systex Setia Garment Jakarta (1986-1987), Senior Quality Control Officer & Marchandiser Mondial Orient Limited Cardex Service (Far East) Limited Jakarta (1987-1991), sebagai New Account Manager _ Credit Card Center PT. Bank International Indonesia Jakarta (1991-2001) dan pada Tahun 1994 menjabat sebagai Deputy General Manager di Bank International Ningbo China hingga tahun 2010. Bergabung dengan Perseroan sejak 1 November 2010 menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan.

2. Dani Lihardja Wakil Direktur Utama, 46 TahunWarga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Hukum jurusan Hukum Perdata dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 1986. Memulai karirnya pada Tamara Commercial Bank sebagai Kepala Bagian Marketing dan Kredit (1990 – 1991). Kemudian bergabung dengan PT Bank International Indonesia Tbk berturut-turut sebagai Pemimpin Cabang di Lampung, Palembang dan Medan (1996 – 2004), menjabat sebagai Area Sales Manager (2005 – 2006), menjabat sebagai Area Business Manager (2006). Mulai bergabung dengan Perseroan sejak 6 Oktober 2006 sebagai Direktur Kredit dan Pemasaran.

3. Heru Agus Wuryanto Direktur, 43 tahunWarga negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1989 dan memperoleh gelar Master jurusan Finance dari Universitas Indonesia Eka Unggul pada tahun 1999. Memulai karirnya di PT Astra Credit Company (1990 – 1995). Kemudian bergabung dengan PT Bank International Indonesia Tbk sebagai Marketing Manager (1995 – 1997), sebagai Area Manager (1997 – 2002) dan sebagai General Manager (2002 – 2003). Pernah menjabat Direktur pada PT Sinar Mas Multifinance (2003 – 2006). Bergabung dengan Perseroan sejak 9 Maret 2006 diangkat sebagai Direktur Kredit & Marketing kemudian pada tanggal 6 Oktober 2006 diangkat sebagai Direktur Human Resources & General Affair. Sejak Januari 2009 diangkat menjadi Direktur Unit Usaha Syariah dan General Affair.

Page 68: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

54

4. Hadi Christianto Wijaya Direktur, 59 tahunWarga Negara Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dengan jurusan Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Mahardika Surabaya pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1991. Memulai karirnya di PT Panggung Electronic Industries Surabaya (1974 – 1988). Terjun ke dunia perbankan pada PT Bank Rama Tbk dengan jabatan berturut-turut Direktur Internal Audit (1988 – 1989), Direktur Kredit & Marketing (1989 – 1991), Direktur Planning & Development (1991), Direktur Treasury & International Banking (1991 – 1999) dan Anggota Tim Pengelola Sementara (1999). Bergabung ke PT Bank Tiara Tbk dengan jabatan Direktur Treasury & International Banking (1999 – 2000) dan sebagai Tim Koordinator Bank Danamon eks Bank Tiara Operation Merger (2000). Selanjutnya bergabung dengan PT Bank Prima Express sebagai Direktur Treasury & International Banking (2000 – 2002). Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2003 sebagai Komisaris. Sejak tahun 2007 diangkat sebagai Direktur Operasional.

5. Salis Teguh Hartono Direktur, 40 tahunWarga negara Indonesia. Memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2001. Memulai karirnya di Roda Mas Group sebagai Internal Audit (1992 – 1996). Terjun ke dunia perbankan dengan bergabung ke PT Bank International Indonesia Tbk sebagai Kepala Cabang (1996 – 2001). Menjabat sebagai Senior Manager di Sinar Mas Group Agribusiness Division (2002 – 2005). Mulai bergabung dengan Perseroan sejak September 2005 menjabat sebagai Group Head Credit & Marketing, Group Head Kepatuhan (2006). Sejak 2007 diangkat sebagai Direktur Kepatuhan Perseroan.

6. Loa Johnny Mailoa Direktur, 37 tahunWarga negara Indonesia. Memperoleh gelar Bachelor of Business dari Victoria University of Technology – Melboune Australia pada Tahun 1996. Memulai karirnya di PT. Bank International Indonesia berturut-turut sebagai Account Officer dan Team Leader Commercial Lending (1997-2005), sebagai Senior Relationship Manager pada PT. Bank DBS Indonesia (2005 – 2007), bergabung di PT. Citibank Indonesia sebagai Senior Credit Analyst pada tahun 2007-2009. Bergabung dengan Perseroan sejak 1 Oktober 2009 sebagai Group Head Kredit & Marketing. Diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko sejak bulan Januari 2010.

Komite Audit

Perseroan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan yang disyaratkan pada Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2004 dan No.8/14/PBI/2006 yang juga memenuhi ketentuan Peraturan BAPEPAM dan LK N0.IX.I.5. Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan SK No.002/2008/PRESKOM-Corpsec tanggal 2 Januari 2008, susunan keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut:

Ketua : Antonius Chandra Satya NapitupuluAnggota : Wimpie RiantoAnggota : Edwin Hidayat AbdullahAnggota : Agustinus Antonius

Page 69: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

55

Antonius Chandra Satya Napitupulu, Ketua Komite AuditWarga Negara Indonesia, saat ini berusia 49 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Memulai karirnya dari kantor Akuntan Santoso Reksoatmodjo (1986 – 1987) dan PT Bakrie Brothers (1988 – 1989). Mengawali karir di perbankan di PT Bank Niaga pada tahun 1989 – 1999 berturut-turut sebagai peserta Program Pendidikan Eksekutif hingga Senior Manager pada Asset Management Group dan Merchant Banking Group. Selanjutnya di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai Assistant Vice President pada Divisi Loan Workout, Vice Presideny pada Divisi Penjualan Aset Kredit dan Senior Vice President pada Divisi Restrukturisasi Hutang (1999 – 2003). Selanjutnya dengan PT Bank Lippo (2003 – 2004), berturut-turut sebagai Wakil Presiden Direktur Chief Business Officer dan Senior Advisor kepada Dewan Direksi. Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2005 menjabat sebagai Komisaris Independen.

Wimpie Rianto, Anggota Komite AuditWarga Negara Indonesia, saat ini berusia 62 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Muda Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta pada tahun 1970. Memulai karirnya di bidang perbankan dimulai pada HSBC cabang Jakarta sebagai Accounting & Bills Department Staff (1970 – 1972), kemudian di Citibank cabang Jakarta sebagai Officer In Charge of Accounting & Current Accounts Department (1972 – 1976). Karirinya dilanjutkan di BCA dengan jabatan mulai dari Kepala Cabang Lampung, kemudian kepala Divisi Finance & Treasury, Logistik, Sumber Daya Manusia dan Retail Banking dan Risk Management & Compliance (1976 – 1994). Bergabung dengan Bank LTCB Central Asia sebagai Deputy President Director (1994 – 1997), kemudian menjabat sebagai Presiden Direktur pada Bank Yama (1997 – 1999). Bergabung kembali dengan Bank BCA sebagai Kepala Divisi Risk Management & Compliance (1999 – 2002). Bergabung dengan Perseroan dengan menjabat sebagai Direktur Kepatuhan sejak tanggal 22 Desember 2003. Mulai tahun 2007 diangkat sebagai Komisaris Independen hingga sekarang.

Edwin Hidayat Abdullah, Anggota Komite AuditWarga Negara Indonesia, saat ini berusia 39 tahun. Memperoleh gelar Master of Public Management Joint Programme National University of Singapore (NUS) and Kennedy School of Government (Harvard University) pada tahun 2004. Memulai karir pada tahun 1996 sebagai Corporate Banking Officer (Trainee) di Pan Indonesia Bank, Sebagai Analyst di PT. Bank IBJ Indonesia (1996-1998), Chairman Office – Chief of Staff – Sevior Vice President – Indonesian Bank Restructuring Agency (2002-2004), dan sampai saat ini masih menjabat sebagai Komisaris Independent di PT. Bumi Serpong Damai sejak tahun 2003 dan CEO di PT. Lentera Lapan Asia sejak tahun 2005. Bergabung di perseroan sejak tahun 2007 sebagai anggota Komite Audit dan merangkap sebagai anggota Pemantau Risiko.

Agustinus Antonius, Anggota Komite AuditWarga Negara Indonesia, saat ini berusia 42 tahun. Memperoleh Gelar Magister Manajemen di Universitas Gajah Mada pada tahun 1992. Memulai karir di Bank Sumitomo Niaga pada tahun 1992-1997 sebagai kepala Departemen, Sebagai Kepala Divisi di Bank Commonwealth (1997-1999), berturut-turut sebagai Senior Credit Officer dan Kepala Divisi pada BPPN (1999-2004), sebagai Presiden Direktur PT. Fortius Agro Asia dan PT Teguhkarsa Wanalestari pada tahun 2004-2007, dan sampai saat ini menjabat sebagai Seinor Advisor di PT. Tebo Indah sejak tahun 2007. Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2007 sebagai anggota Komite Audit dan merangkap sebagai anggota Pemantau Risiko.

Dewan Pengawas Syariah

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Sinarmas Tbk No.148 tanggal 25 Agustus 2010, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta susunan Dewan Pengawas Syariah adalah sebagai berikut:

Ketua : Ali Mustafa YaqubAnggota : Ahmadi Bin Sukarno

Page 70: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

56

Komite Pemantau Risiko

Perseroan telah membentuk Komite Pemantau Risiko sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris No.SK.001/2008/PRESKOM-Corpsec tanggal 2 Januari 2008, susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut:

Ketua : Wimpie RiantoAnggota : Antonius Chandra Satya NapitupuluAnggota : Edwin Hidayat AbdullahAnggota : Agustinus Antonius

Komite Remunerasi dan Nominasi

Perseroan telah membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan SK Direksi No.SK.033/2010/Presdir-CorpSec tanggal 12 April 2010, susunan keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi adalah sebagai berikut:

Ketua : Antonius Chandra Satya NapitupuluAnggota : Tjendrawati WidjajaAnggota : Trusto Jati Prakoso

Corporate SecretaryPembentukan Sekretaris Perusahaan telah sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan juncto Peraturan Pencatatan Efek PT Bursa Efek Indonesia (dahulu PT Bursa Efek Jakarta) Nomor 1-A lampiran II Keputusan Direksi BEJ No Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, pada saat ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi Surat Keputusan Direksi Perseroan No.SK.180/2007/DIR3-HRD tanggal 26 Juli 2007 Jo. No.SK.228/2008/DIR3-HRD tanggal 1 Juli 2008 perseroan telah menunjuk Purwanto sebagai Corporate Secretary yang menjalankan tugas-tugas Sekretaris Perusahaan, antara lain: (i) mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal; (ii) memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi Perseroan; (iii) memberikan masukan kepada direksi Perseroan untuk mematuhi ketentuan UUPM dan peraturan pelaksanaannya; (iv) sebagai penghubung atau contact person antara Perseroan dengan Bapepam dan LK dan masyarakat.

4. SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor utama dan penting dalam suatu organisasi yang mengelola jasa keuangan dan perbankan. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan pelayanan yang baik kepada pelanggan dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan ditangani oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi. Selanjutnya, MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi Perseroan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan yang menghasilkan insan berbudaya, berintegritas, berkompetensi serta memiliki output selaras dengan visi dan misi organisasi dalam memberikan pelayanan jasa perbankan.

Peran strategis SDM dalam organisasi bisnis dapat dielaborasi dari segi teori sumber daya, dimana fungsi Perseroan adalah mengerahkan seluruh sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolak ukur keberhasilan bisnis. Kemampuan SDM ini merupakan competitive advantage dari Perseroan. Dengan demikian, dari sumber daya, strategi bisnis adalah dengan mendapatkan added value yang maksimum yang dapat mengoptimumkan competitive advantage. Menyadari hal tersebut, manajemen Perseroan berkomitmen secara berkesinambungan mengaplikasikan pengelolaan SDM yang trampil, berbudaya jujur, senang melayani dan prudent, dengan berbasiskan pada pengelolaan talenta yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, yaitu:

Page 71: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

57

- Di dalam memenuhi kebutuhan SDM seiring dengan ekspansi bisnis dan pembukaan cabang-cabang baru, maka Perseroan telah melakukan Sistem Rekruitmen yang terkoordinasi, terintegrasi dan terstruktur, sehingga dapat menyerap talenta-talenta (talent pooling) baru untuk dipersiapkan menduduki posisi-posisi strategis

- Mewajibkan untuk setiap calon karyawan (staff di Cabang) menjalani posisi trainee selama maksimal 3 bulan, dan harus mencapai kelulusan 80% materi dasar perbankan sesuai fungsi pekerjaannya melalui media e-learning (staff operasional terdiri dari modul beserta test untuk Customer Service, Teller dan Back Office)

- SDM perlu terus tumbuh, untuk mengembangkan dan menambah nilai bagi organisasinya. Oleh karena itu SDM perlu untuk secara konstan meninjau ulang dan mengembangkan pengetahuan, keahlian dan sikap. Divisi Pendidikan dan Pelatihan Perseroan telah menyiapkan program training untuk meningkatkan kualitas SDM, baik bagi karyawan yang telah bergabung maupun Management Trainee untuk pemenuhan kebutuhan dalam mengantisipasi perkembangan usaha.

Adapun pelatihan untuk middle staff yang terampil dan siap pakai dalam pemenuhan kebutuhan atas supervisor dan officer telah disiapkan jenjang pendidikan Mangement Trainee dengan durasi ± 4 bulan, yang di dalamnya mencakup Basic Operational, Peraturan dan Etika Perbankan, Akunting Perbankan, Pengoperasian System Temenos (Mini Banking) dan Product Banking Knowledge serta dilanjutkan dengan program penjurusan atau spesialisasi dengan acuan sesuai talenta dan minat yakni: BMMP (Bank Marketing Management Program) dengan kelulusan sebagai Account Officer khusus menangani Kredit dan Marketing, BAMP ( Bank Audit Management Program) dengan kelulusan sebagai Audit Officer serta BOMP (Bank Operational Management Program) dengan kelulusan sebagai Supervisor Operasional. Program penjurusan ini didominasi dengan program pelatihan praktek (On The Job Training) langsung sesuai bidangnya dengan durasi ± 5 bulan.

- Program Pengembangan Karir pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan pekerjaan para karyawan agar semakin mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan organisasi.

Penetapan SDM yang tepat merupakan kunci keberhasilan. Salah satu cara yang dilakukan Perseroan adalah melalui promosi dan mutasi karyawan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan serta menerapkan Penilaian (Assessment) yang terfokus dan independen, sehingga pengembangan karir karyawan lebih berbasiskan pada kompetensinya .

- Penggajian atau Remunerasi yang telah melalui analisa sistem remunerasi yang berbasiskan pada filosofi pengupahan atas dasar 3P (Pay for People, Pay for Position & Pay for Performance) dimana kebijakan Perseroan telah dilaksanakan sesuai norma yang diatur oleh undang-undang yang berlaku dan memperhatikan hal-hal yang terkait dengan kompetensi, posisi dan hasil kinerjanya. Khusus untuk posisi-posisi struktural dan posisi yang terkait dengan penjualan, Perseroan memberikan tunjangan serta insentif/reward yang menarik untuk memacu prestasi kerja baik individu maupun tim.

Pada tanggal 31 Mei 2010, Perseroan memiliki 2.250 orang karyawan tidak termasuk Direksi, terdiri dari 1.007 karyawan tetap, 617 karyawan Kontrak Kerja Waktu Tertentu dan 626 orang outsourcing dari penyedia jasa tenaga kerja kontrak. Perseroan tidak memiliki karyawan asing dan seluruh karyawan Perseroan merupakan tenaga kerja lokal. Tabel berikut ini menunjukkan komposisi sumber daya manusia Perseroan menurut jenjang pendidikan, manajemen, usia dan status kerja termasuk Direksi.

Komposisi Karyawan Perseroan menurut “Jenjang Manajemen”Tahun Direksi Manajer Staff Non-Staff Jumlah31 Mei 2010 5 396 1.205 649 2.25531 Desember 2009 5 347 1.096 587 2.03531 Desember 2008 5 263 967 427 1.66231 Desember 2007 5 236 659 223 1.12331 Desember 2006 4 83 266 81 43431 Desember 2005 3 63 124 57 247

Komposisi Karyawan Perseroan Menurut “Jenjang Pendidikan”Tahun Pasca Sarjana Sarjana Diploma SLTA Lain-lain Jumlah31 Mei 2010 36 1.271 201 667 80 2.25531 Desember 2009 32 1.151 211 594 47 2.03531 Desember 2008 23 936 158 510 35 1.66231 Desember 2007 14 731 77 294 7 1.12331 Desember 2006 6 313 51 59 5 43431 Desember 2005 1 95 44 96 11 247

Page 72: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

58

Komposisi Karyawan Perseroan menurut “Kelompok Usia”Tahun 20-30 tahun 30-40 tahun 40 keatas Jumlah31 Mei 2010 1.508 498 249 2.25531 Desember 2009 1.320 479 236 2.03531 Desember 2008 1.042 429 191 1.66231 Desember 2007 621 332 170 1.12331 Desember 2006 189 188 57 43431 Desember 2005 73 128 46 247

Komposisi Karyawan Perseroan menurut “Status”Tahun Pegawai Tetap Pegawai Kontrak Outsourcing Jumlah31 Mei 2010 1.012 617 626 2.25531 Desember 2009 805 649 581 2.03531 Desember 2008 532 579 551 1.66231 Desember 2007 410 353 360 1.12331 Desember 2006 214 113 107 43431 Desember 2005 177 70 0 247

Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai kemampuan Perseroan, Perseroan menyediakan fasilitas bagi karyawan berupa:

1. Program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) yang meliputi:a. Jaminan Hari Tua dalam hubungan kerja (JHT)b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)c. Jaminan Kematian

2. Tunjangan Hari Raya KeagamaanDiberikan kepada karyawan yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan secara terus-menerus.

3. Jaminan pemeliharaan kesehatanDiberikan kepada karyawan dan keluarga karyawan untuk membeli program jaminan asuransi (rawat inap dan rawat jalan) dari perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh perusahaan.

4. Tunjangan kematian dan uang duka Diberikan kepada karyawan tetap maupun keluarga inti karyawan tetap yang meninggal dunia.

5. Tunjangan pernikahanDiberikan kepada karyawan tetap yang baru melangsungkan pernikahan untuk yang pertama kalinya dan karyawan tersebut telah bekerja minimal 24 bulan secara terus menerus.

6. Tunjangan kelahiranDiberikan kepada karyawan tetap atau istri karyawan tetap yang melahirkan anak dan karyawan tersebut telah bekerja minimal 12 bulan secara terus menerus.

7. Pinjaman pegawaiUntuk meringankan beban karyawan, perusahaan memberikan bantuan keuangan berupa pinjaman dengan atau tanpa bunga bagi karyawan untuk keperluan yang dianggap penting dan mendesak.

8. Jasa produksi/bonusAtas dasar kebijaksanaan Perseroan, jasa produksi atau bonus dapat diberikan kepada karyawan yang berprestasi dan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan Perseroan saat itu.

Perseroan telah memenuhi kewajiban pembayaran kepada karyawannya di atas Upah Minimum Propinsi/ Upah Minimum Regional. Sampai saat ini tidak ada serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan.

Page 73: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

59

Struktur Organisasi Perseroan

Page 74: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

60

5. HUBUNGAN KEPEMILIKAN, KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM

a. Diagram Kepemilikan

b. Hubungan Pengurusan dan Pengawasan Dengan Pemegang Saham Perseroan Berbentuk Badan Hukum

Hubungan pengurusan dan pengawasan antara Perseroan dan pemegang saham berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Perseroan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. PT Shinta UtamaTjendrawati Widjaja KU - -Antonius Chandra Satya Napitupulu KI - -Wimpie Rianto KI - -Freenyan Liwang DU - -Dani Lihardja WDU - -Heru Agus Wuryanto D - -Hadi Christianto Wijaya D - -Salis Teguh Hartono D - -Loa Johnny Mailoa D - -Indra Widjaja - KU KUHowen Widjaja - K -Sunarto - KI -Agustinus Antonius - KI -Doddy Susanto - DU -Kurniawan Udjaja - D DGandi Sulistyanto Soeherman - - K

Keterangan:KU : Komisaris Utama DU : Direktur UtamaK : Komisaris WDU : Wakil Direktur UtamaKI : Komisaris Independen D : Direktur

Tidak ada Manajemen Perseroan yang menjadi manajemen pada Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum, dan tidak ada yang memiliki hubungan afiliasi.

6. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM PERSEROAN BERBENTUK BADAN HUKUM

a. PT Sinar Mas Multiartha, Tbk.

Riwayat Singkat

PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) pertama kali didirikan di Jakarta dengan nama PT Internas Arta Leasing Company sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian No. 60 tanggal 21 Oktober 1982 jo. Akta Perubahan No. 48 tanggal 10 September 1983, keduanya dibuat di hadapan Benny Kristianto,

Page 75: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

61

SH, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.C2-6537.HT.01.01.TH.83 tanggal 30 September 1983 dan telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat berturut-turut di bawah No. 488/1984 dan No. 489/1984, keduanya tanggal 17 Mei 1984 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 1039 Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 29 Agustus 1986.

Dalam rangka pelaksanaan penawaran umum di pasar modal (go public), SMMA telah melakukan penyesuaian Anggaran Dasar sebagaimana termaktub dalam akta Risalah Rapat P.T. Internas Arta Finance Company No. 218 tanggal 25 Februari 1995 yang dibuat oleh Veronica Lily Dharma, SH., Notaris di Jakarta jo. akta Perubahan No. 315 tanggal 26 April 1995 yang dibuat di hadapan Veronica Lily Dharma, SH., Notaris di Jakarta, yang keduanya telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.C2-5573.HT.01.04.Th.95 tanggal 5 Mei 1995 dan telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 502/1995 tanggal 22 Mei 1995 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 5385 Berita Negara Republik Indonesia No. 51 tanggal 27 Juni 1995.

Anggaran Dasar SMMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Sinar Mas Multiartha Tbk No.72 tanggal 9 Juli 2008 yang dibuat di hadapan Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-27024.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 18 Juni 2009 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0035061.AH.01.09. Tahun 2009 tanggal 18 Juni 2009, yang merubah seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar SMMA untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“Akta No.72/2008”).

Kegiatan Usaha

Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Sinar Mas Multiartha Tbk. No. 72 tanggal 9 Juli 2008 dibuat di hadapan Sutjipto. SH, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-27024.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 18 Juni 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0035061.AH.01.09. Tahun 2009 tanggal 18 Juni 2009, maksud dan tujuan SMMA adalah berusaha dalam bidang perdagangan, jasa dan pembangunan.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, SMMA dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

1) Menjalankan usaha di bidang perdagangan antara lain:a) Perdagangan besar lokal;b) Eksport-import barang-barang engineering;c) Eksport-import perdagangan dan hasil perkebunan;d) Eksport-import dan perdagangan kosmetika dan kecantikan;e) Grosir, supplier, leveransir dan commision house;f) Bertindak sebagai agen, grosir barang-barang engineering;g) Perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estate dan property;

2) Menjalankan usaha di bidang jasa antara lain:a) Jasa penunjang pertambangan umum;b) Jasa pengangkutan darat/trucking;c) Jasa konsultasi bisnis dan manajemen;d) Jasa penyewaan dan pengelolaan kawasan industri;e) Jasa konsultan;f) Jasa container/packaging;

3) Menjalankan usaha di bidang pembangunan antara lain:a) Bertindak sebagai pengembang;b) Pemborong pada umumnya (contractor);c) Pemasangan instalasi-instalasi.

Page 76: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

62

Permodalan

Sebagaimana termaktub dalam Akta No.72/2008 jis Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran PT Sinar Mas Multiartha Tbk No.6 tanggal 4 Juni 2010, yang dibuat di hadapan Wahyu Nurani, SH., Notaris di Jakarta dan saat ini sedang dalam proses pemberitahuan kepada Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keterangan dari Notaris Wahyu Nurani, SH., dan Daftar Pemegang Saham SMMA pertanggal 30 September 2010 yang diterbitkan oleh PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek, struktur modal dan susunan pemegang saham SMMA pertanggal 30 September 2010 adalah sebagai berikut

KETERANGAN Jumlah Saham Rupiah %Modal Dasar : - Saham Seri A (Nominal Rp 5.000,-) 142.474.368 712.371.840.000 - Saham Seri B (Nominal Rp 100,-) 21.371.155.200 2.137.115.520.000 Jumlah Modal Dasar 21.513.629.568 2.849.487.360.000 Modal ditempatkan dan disetor penuh : - Saham Seri A (Nominal Rp 5.000,-) 142.474.368 712.371.840.000 2,29- Saham Seri B (Nominal Rp 100,-) 6.070.109.417 607.010.941.700 97,71Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 6.212.583.785 1.319.382.781.700 100,00Saham dalam Portepel - Saham Seri A (Nominal Rp 5.000,-) - Saham Seri B (Nominal Rp 100,-) 15.301.045.783 1.530.104.578.300 Pemegang Saham - JBC International Finance (MAU) Limited 3.269.507.578 52,63- Masyarakat (di bawah 5%) 2.943.076.207 47,37Total 6.212.583.785 1.319.382.781.700 100,00 Pengurusan dan Pengawasan

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Sinar Mas Multiartha Tbk No.7 tanggal 4 Juni 2010 yang dibuat di hadapan Wahyu Nurani, SH, Notaris di Jakarta, dan saat ini sedang dalam proses pemberitahuan kepada Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keterangan dari Notaris Wahyu Nurani, SH., tertanggal 15 Juli 2010, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Komisaris Utama : Indra WidjajaKomisaris : Howen WidjajaKomisaris Independen : SunartoKomisaris Independen : Agustinus Antonius

Direksi Direktur Utama : Doddy SusantoDirektur : Kurniawan Udjaja

b. PT Shinta Utama

Riwayat Singkat

PT.Shinta Utama (SHINTA) didirikan di Jakarta dengan nama PT. Shinta Utama sebagaimana ternaktub dalam Akta Perseroan Terbatas “P.T. Shinta Utama” No. 203 tanggal 16 November 1991 jo. akta Pengunduran Diri Para Pesero Pendiri dan Perubahan Anggaran Dasar “PT. Shinta Utama” No. 124 tanggal 26 Juli 1995, keduanya dibuat di hadapan John Leonard Waworuntu, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.C2-14136.HT.01.01.TH.95 tanggal 3 November 1995 serta telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat berturut-turut di bawah No. 2284/1995 dan No. 2285/1995, keduanya tanggal 4 Desember 1995 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 3555 Berita Negara Republik Indonesia No. 30 tanggal 12 April 1996.

Page 77: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

63

Anggaran Dasar SHINTA telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Shinta Utama No. 12 tanggal 14 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Syofilawati, SH, Notaris di Bekasi dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No.AHU-75374.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No.AHU-0097962.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008, yang mengubah seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar SHINTA untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Akta No.12/14 Agustus 2008).

Kegiatan Usaha

Maksud dan tujuan SHINTA sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Shinta Utama No. 12 tanggal 14 Agustus 2008 dibuat di hadapan Syofilawati, SH., Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-75374.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0097962.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008, adalah berusaha dalam bidang Perdagangan dan Jasa.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, SHINTA dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. berdagang pada umumnya termasuk impor, ekspor, lokal dan interinsulair serta menjadi grossier, leverancier/supplier, distributor, agen dan pengecer dari segala macam barang yang dapat dilakukannya, baik untuk perhitungan sendiri maupun atas perhitungan pihak lain, dengan cara amanat atau komisi;

b. menjalankan usaha-usaha di bidang jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak;c. jasa pengerahan tenaga kerja meliputi bidang jasa penyediaan dan pengerahan tenaga kerja

yang diperlukan oleh pengguna tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri, akomodasi dan perlindungan mulai dari pra sampai dengan purna penempatan, pemasaran jasa tenaga kerja, mengurus surat izin rekomendasi dan surat lainnya, dan menjalankan usaha sebagai agen/perwaklian tenaga kerja serta kegiatan usaha yang terkait;

d. jasa konsultasi bidang manajemen untuk pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tenaga Kerja serta kegiatan usaha lainnya yang terkait;

e. jasa pelatihan dan ketrampilan tenaga kerja dan melaksanakan need analisyst dan instrument sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja untuk mengembangkan karir dan promosi jabatan karyawan antara lain komputer, marketing, akuntansi, manajemen serta kegiatan usaha terkait;

f. jasa keamanan (securities) yang meliputi kegiatan pelayanan, rekrutmen, pelatihan, pendidikan dengan menerima upah guna membantu tugas-tugas aparat dan penyaluran tenaga kerja bidang keamanan kepada perusahaan maupun perorangan;

g. jasa rekruting dan penyaluran tenaga kerja untuk disalurkan ke lapangan kerja industri atau perkantoran;

h. jasa kebersihan mencakup cleaning service dan limbah cair;i. jasa teknologi informasi termasuk Internet Content Provider, Multimedia, Distributor yang

berhubungan dengan Piranti Lunak, Word Processing, Database serta kegiatan usaha terkait;j. jasa penyelenggaraan penjualan lelang mencakup menerima dan menghimpun barang dari

pemilik barang, mencatat, penggolongan peningkatan kualitas, penyimpanan, penaksiran/penilaian dan pemasaran barang yang telah diterima dari pemilik barang dan kegiatan yang berhubungan dengan maksud dan tujuan yang terkait;

k. jasa pengelolaan dan penyewaan gedung perkantoran, taman hiburan/ rekreasi, kawasan berikat, pengelolaan parkir dan keamanan (satpam) serta bidang terkait;

l. bertindak sebagai agen/perwakilan perusahaan-perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri.

Page 78: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

64

Permodalan

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Shinta Utama No. 12 tanggal 14 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Syofilawati, SH., Notaris di Bekasi dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-75374.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0097962.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Shinta Utama No. 3 tanggal 6 September 2010, yang dibuat di hadapan Syofilawati, SH., Notaris di Bekasi dan telah diterima dan dicatat di dalam SABH di bawah No. AHU-AH.01.10-25958 tanggal 14 Oktober 2010 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0074517.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 14 Oktober 2010, struktur modal dan susunan pemegang saham SHINTA adalah sebagai berikut :

Keterangan Nilai Nominal Rp 500.000,- per saham

Jumlah Saham Rupiah %Modal Dasar 100.000 50.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Sinar Mas Multiartha Tbk 84.110 42.055.000.000 99,00- PT Arthamas Solusindo 848 424.000.000 1,00Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 84.958 42.479.000.000 100,00Saham Dalam Portepel 15.042 7.521.000.000 Catatan: Sebagian dari penyertaan SHINTA terhadap Perseroan berasal dari kapitalisasi laba ditahan.

Pengurusan Dan Pengawasan

Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Shinta Utama No. 15 tanggal 21 Juli 2009 yang dibuat di hadapan Syofilawati, SH., Notaris di Bekasi dan telah diterima dan dicatat di dalam database SABH di bawah No.AHU-AH.01.10-04121 tanggal 17 Februari 2010 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No.AHU-0012662.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 17 Februari 2010, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SHINTA adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Komisaris Utama : Indra WidjajaKomisaris : Gandi Sulistyanto Soeherman

Direksi Direktur : Kurniawan Udjaja

7. TRANSAKSI AFILIASI

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Selain karyawan kunci, pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan adalah perusahaan-perusahaan yang berada dibawah grup Sinar Mas, karena grup Sinar Mas merupakan pemegang saham utama dari Perusahaan. Transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa telah dilaksanakan dengan persyaratan yang sama dengan yang berlaku bagi pihak ketiga, kecuali pinjaman yang diberikan kepada karyawan.

Tabel berikut merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dengan pihak-pihak afiliasi antara lain:

a. Perjanjian Sewa Menyewa

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa1 Perjanjian Induk Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Induk yang akan Berlaku selama 5% x NJOP/m2 x Sewa Menyewa PT. Sinar Mas Pemegang Saham menjadi perjanjian payung 15 (lima belas) luas lantai yang Bangunan/Ruangan Multi Finance bagi perjanjian turunannya tahun sejak tanggal digunakan Secara Bersama antara PT. Bank Sinarmas 1 Juli 2010 sampai dengan PT. Sinar Mas Multi dengan tanggal Finance khusus tentang 30 juni 2025 sewa menyewa

Page 79: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

65

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa2 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 16.940.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Ruko Cempaka Mas sejak tanggal 19 Juli blok E No. 5&6 Jl. LetDjen 2010 sampai dengan Suprapto, Cempaka Putih, tanggal 18 Juli 2025 Jakarta Pusat 3 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 16.940.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Hayam Wuruk No. 146 sejak tanggal 19 Juli Jelutung - Jambi 36133 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 4 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 22.436.800,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Ciledug No. 180 Garut sejak tanggal 19 Juli 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 5 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 62.480.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Erlangga No. 32-34 sejak tanggal 19 Juli Kediri Jawa Timur 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 6 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 3.292.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Jaksa Agung Suprapto sejak tanggal 19 Juli No. 40 Ruko Blok B3 Rampal 2010 sampai dengan Celaket, Malang tanggal 18 Juli 2025 7 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 17.940.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Pahlawan No. 17 Ruko sejak tanggal 19 Juli Royal R1, Mojokerto - 2010 sampai dengan Jawa Timur tanggal 18 Juli 2025 8 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 3.484.500,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 45 sejak tanggal 19 Juli Peunayong, Banda Aceh 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 9 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 8.474.625,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Ruko Sultan Agung No. 9 sejak tanggal 19 Juli Jl. Sultan Agung no. 105-106 2010 sampai dengan Semarang - Jawa Tengah tanggal 18 Juli 2025 10 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 13.475.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Flores No. 8 Kupang - sejak tanggal 19 Juli Nusa Tenggara Timur 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 11 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 14.670.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Tajur No. 18 (Jl. Raya sejak tanggal 19 Juli Wangun No.307) 2010 sampai dengan Bogor – Jawa Barat tanggal 18 Juli 202512 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 41.334.150,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Soekarno Hataa no. 17 sejak tanggal 19 Juli (Jl. Raya Koba Km 5) Pangkal 2010 sampai dengan Pinang, Bangka Belitung tanggal 18 Juli 202513 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 19.101.600,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. S. Parman No. 77 sejak tanggal 19 Juli Purwokerto 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 14 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 42.150.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Engku Putri Rt 01/Rw 12, sejak tanggal 19 Juli Tanjung Pinang - 2010 sampai dengan Kepulauan Riau tanggal 18 Juli 2025 15 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 418.000.000,- Menyewa Bangunan/ Multi Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Balapan Kemakmuran sejak tanggal 1 Maret No. 11, Yogyakarta, 2006 sampai dengan Jawa Tengah tanggal 28 Februari 2021 16 Perjanjian Induk Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Induk yang akan Berlaku sejak tanggal 5% x NJOP/m2 x Sewa Menyewa PT. Asuransi Pemegang Saham menjadi perjanjian payung 1 Juli 2010 dan akan luas lantai yang Bangunan/Ruangan Jiwa Sinarmas bagi perjanjian turunannya tetap berlaku digunakan Secara Bersama antara PT. Bank Sinarmas sepanjang Para Pihak dengan PT. Asuransi Jiwa menghendakinya Sinarmas khusus tentang sewa menyewa

Page 80: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

66

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa17 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 24.800.000,- Menyewa Bangunan/ Jiwa Sinarmas Pemegang Saham dengan obyek sewa di 10 (sepuluh) tahun Ruangan dan Perseroan Jl. Raya Klampis No. 27 B, sejak tanggal 15 Juli Surabaya Jawa Timur 2010 sampai dengan tanggal 14 Juli 2020 18 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 10.144.312,- Menyewa Bangunan/ Jiwa Sinarmas Pemegang Saham dengan obyek sewa di 10 (sepuluh) tahun Ruangan dan Perseroan Wisma Eka Jiwa Ruko 1 dan sejak tanggal 15 Juli 2, Jl. Mangga Dua raya 2010 sampai dengan Jakarta Pusat tanggal 14 Juli 2020 19 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 8.881.250,- Menyewa Bangunan/ Jiwa Sinarmas Pemegang Saham dengan obyek sewa di 10 (sepuluh) tahun Ruangan dan Perseroan Mal Ambasador, Jl. Dr. Satrio, sejak tanggal 15 Juli Casablanca Kuningan 2010 sampai dengan Jakarta Selatan tanggal 14 Juli 2020 20 Perjanjian Sewa PT. AB Sinar Kesamaan Perjanjian Induk yang berisi Jangka waktu sewa Berdasarkan surat Guna Usaha Mas Multifinance Pemegang Saham tentang Lessor guna usaha tagihan (invoice) dan Perseroan menyewagunakan kepada ditentukan untuk Lessee atas barang-barang 1 Tahun sebagai berikut : 1. Kendaraan (Mobil) 2. Generator Set (Genset) 3. Komputer 4. PABX 5. dan barang-barang lain yang disetujui oleh Lessor 21 Perjanjian Induk Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Induk yang akan Berlaku selama 5% x NJOP/m2 x Sewa Menyewa PT. Sinarmas Pemegang Saham menjadi perjanjian payung 15 (lima belas) tahun luas lantai yang Bangunan/Ruangan Sekuritas bagi perjanjian turunannya sejak tanggal 1 Juli digunakan Secara Bersama antara PT. Bank Sinarmas 2010 sampai dengan dengan PT. Sinarmas tanggal30 juni 2025 Sekuritas khusus tentang sewa menyewa 22 Perjanjian Sewa PT. Sinarmas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 89.760.000,- Menyewa Bangunan/ Sekuritas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Jend. Basuki Rahmat sejak tanggal 19 Juli No. 58 Kauman, Klojen, 2010 sampai dengan Malang. tanggal18 Juli 2025 23 Perjanjian Sewa PT. Sinarmas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 43.680.000,- Menyewa Bangunan/ Sekuritas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Padjajaran No. 38A sejak tanggal 19 Juli Bogor, Jawa Barat 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 24 Perjanjian Sewa PT. Sinarmas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 119.987.500,- Menyewa Bangunan/ Sekuritas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Pengayoman/Edelweys sejak tanggal 19 Juli 45-1, Madale, Panakkukang, 2010 sampai dengan Makasar. tanggal 18 Juli 2025 25 Perjanjian Induk Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Induk yang akan Berlaku selama 5% x NJOP/m2 x Sewa Menyewa PT Asuransi Pemegang Saham menjadi perjanjian payung 15 (lima belas) tahun luas lantai yang Bangunan/Ruangan Sinarmas bagi perjanjian turunannya sejak tanggal 1 Juli digunakan Secara Bersama antara PT. Bank Sinarmas 2010 sampai dengan dengan PT. Asuransi tanggal30 juni 2025 Sinarmas khusus tentang sewa menyewa 26 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 19.200.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Jend. Sudirman No.40 A-B sejak tanggal 19 Juli Bengkulu, Sumatera. 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 27 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 11.731.200,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Raya Fatmawati, sejak tanggal 19 Juli Komp. Duta Mas Blok A2 2010 sampai dengan No.9-10, Jakarta Selatan tanggal 18 Juli 2025 28 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 21.982.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Jembatan Dua Raya sejak tanggal 19 Juli No.11 G Jakarta Utara 2010 sampai dengan tanggal 18 Juli 2025 29 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 7.792.400,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan obyek sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Ahmad Yani Komp. Ruko sejak tanggal 19 Juli Bekasi Mas Blok C4-5, 2010 sampai dengan Bekasi tanggal 18 Juli 2025

Page 81: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

67

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa30 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 125.000.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di Ruko 10 (sepuluh) tahun Ruangan Perseroan Golden Boulevard, Blok G1 sejak tanggal No. 07, BSD City, Tangerang 15 Oktober 2005 sampai dengan 15 Oktober 2015 31 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 192.500.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 5 (lima) tahun sejak Ruangan Perseroan Rukan Pemuda Mas Blk A, 1 September 2006 Kav A/8, Jl. Pemuda No. 150, sampai dengan Semarang 31 Agustus 2011 32 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 154.000.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 5 (lima) tahun sejak Ruangan Perseroan Jl. Komp. Pasifik Permai 1 Agustus 2006 sampai Blok C No. 34, Jayapura dengan 31 Juli 2011 33 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 670.761.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 15 (lima belas) tahun Ruangan Perseroan Jl. Mangkubumi No. 18, sejak tanggal 1 Maret Medan - Sumatera Utara 2006 sampai dengan 28 Februari 2021 34 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 330.000.000,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 6 (enam) tahun sejak Ruangan Perseroan Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo tanggal 1 September No. 29, Cirebon 2006 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2012 35 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama - Menyewa Bangunan/ Sinarmas dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 10 (sepuluh) tahun Ruangan Perseroan Jl. Jend. Sudirman No. 97, sejak tanggal Pekanbaru 03 September 3009 sampai dengan 02 September 2019 36 Perjanjian Sewa PT Summmit Kesamaan Perjanjian sewa menyewa Berlaku selama US$ 18/m2 Menyewa Bangunan/ Oto Finance Pemegang Saham dengan obyek sewa di 24 bulan yaitu sampai per bulan Ruangan dan Perseroan Gedung Summitmas II, Lt. 2, dengan 15 Februari Jl. Jend. Sudirman Kav 61-62, 2011 Jakarta Selatan 37 Perjanjian Sewa PT Sinar Mas Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 863.676.600,- Menyewa Bangunan/ Teladan dan Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 3 (tiga) tahun sejak Ruangan Perseroan Wisma BII, Jl. MH Thamrin 06 Januari 2009 sampai Kav. 22, Jakarta dengan 5 Januari 2012 38 Perjanjian Sewa PT Sinar Mas Kesamaan Ruang lantai 1 seluas 418 m2 Berlaku selama Rp 10.000.000,- Menyewa Bangunan/ Tunggal dan Pemegang Saham dan lantai 2 seluas 140 m2 10 (sepuluh) tahun Ruangan Perseroan dari gedung di Jl. Ikan Hiu sejak 1 November No. 3, Teluk Betung, 2009 sampai dengan Bandar Lampung 31 Oktober 2019 39 Perjanjian Sewa PT Shinta Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 172.500.000,- Menyewa Bangunan/ Utama Pemegang Saham dengan obyek Sewa di: 3 bulan sejak Ruangan dan Perseroan a. Jalan Mayjen Sungkono 29 Oktober 2010 No. 131, Surabaya sampai dengan Jawa Timur; 11 Februari 2011 b. Jl. Gang Tengah No. 9 Semarang-Jawa Tengah 40 Perjanjian Sewa PT Sinartama Kesamaan Ruang lantai 2 dan 4 seluas Berlaku selama Rp 9.300.000,- Menyewa Bangunan/ Gunita Pemegang Saham ± 300 m2 dari gedung di 10 tahun sejak Ruangan Jl. Lombok No. 71, 23 Agustus 2010 Jakarta Pusat sampai dengan 22 Agustus 2020 41 Perjanjian Sewa PT. Pindo Deli Hubungan saudara Gedung Utama Pindo Deli 2, Berlaku selama Rp 60.000.000,- Menyewa Bangunan/ Pulp and dari ultimate share bangunan Lt.1 seluas ± 57,5 m2 3 tahun sejak 26 Juli Ruangan Paper Mills holder di Desa Kutamekar BTB 2010 sampai dengan No. 6-9, Karawang 41361, 25 Juli 2013 Jawa Barat 42 Perjanjian Sewa PT. Smart Hubungan saudara Ruangan lantai Dasar dari Berlaku selama Rp 14.976.000,- Menyewa Bangunan/ Telecom dari ultimate share gedung di Jl. H. Agus Salim 3 tahun sejak 1 Juni Ruangan holder No. 45, Kebon Sirih, 2010 sampai dengan Menteng, Jakarta Pusat 31 Mei 2013 43 Perjanjian Sewa PT. Panji Ratu Kesamaan Ruang lantai 1 seluas 595 m2 Berlaku selama Rp 35.700.000,- Menyewa Bangunan/ Jakarta Pemegang Saham dari gedung di Jl. Teuku Cik 1 tahun sejak Ruangan Ditiro No. 29, Menteng, 23 Agustus 2010 Jakarta Pusat sampai dengan 22 Agustus 2020 44 Perjanjian Sewa PT. Indah Kiat Hubungan saudara Bangunan 1 lantai di Jl. Raya Berlaku selama Rp 500.000.000,- Menyewa Bangunan/ Pulp & dari ultimate share Minas Perawang, Km. 26, 25 tahun 1 Agustus Ruangan Paper Tbk. holder Kecamatan Tualang, 2007 sampai dengan Kabupaten Siak, Riau 31 Juli 2032

Page 82: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

68

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa45 Perjanjian Sewa PT. Indah Kiat Hubungan saudara Ruang lobby lantai 1 main Berlaku selama 2 tahun Rp 96.187.085,- Menyewa Bangunan/ Pulp & dari ultimate share office seluas 61,06 m2 di sejak 16 Juli 2009 Ruangan Paper Tbk. holder Jl. Raya Serang, Km. 76, sampai dengan Kragilan, Serang, Banten 15 Juli 2011 46 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Hubungan saudara Ruang lantai 1 seluas 133 m2 Berlaku selama Rp 10.081.400,- Menyewa Bangunan/ Tunggal dari ultimate share dari gedung di Jl. Mangga 10 tahun sejak Ruangan holder Besar VIII No. 8, 23 Agustus 2010 Jakarta Barat sampai dengan 22 Agustus 2020 47 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Hubungan saudara Bangunan 1 lantai dari gedung Berlaku selama Rp 30.800.000,- Menyewa Bangunan/ Tunggal dari ultimate share di Jl. Batu Tulis Raya No. 7, 10 tahun sejak Ruangan holder Kebon Kelapa, Jakarta Pusat 23 Agustus 2010 sampai dengan 22 Agustus 2020 48 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Hubungan saudara Ruang lantai 1 dan 2 dari Berlaku selama Rp 50.400.000,- Menyewa Bangunan/ Tunggal dari ultimate share gedung di Jl. Samanhudi 10 tahun sejak Ruangan holder No. 63, Pasar Baru, 23 Agustus 2010 Jakarta Pusat sampai dengan 22 Agustus 2020 49 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Hubungan saudara Ruang lantai 1 dan 2 dari Berlaku selama Rp 101.498.250,- Menyewa Bangunan/ Tunggal dari ultimate share gedung di Jl. Sam Ratulangi 10 tahun sejak Ruangan holder No. 18, Manado 23 Agustus 2010 sampai dengan 22 Agustus 2020 50 Perjanjian Sewa PT. Lontar Hubungan saudara Bangunan di Kantor Dusun Berlaku selama Rp 433.125.000,- Menyewa Bangunan/ Papyrus Pulp & dari ultimate share KPR PT. Lontar Papyrus Desa 20 tahun sejak Ruangan Paper Industry holder Tebing Tinggi Kec. Tebing 3 September 2007 Tinggi, Kab. Tanjung Jabung sampai dengan Barat, Jambi 2 September 2027 51 Perjanjian Sewa PT. Sinar Mas Pemegang Saham Ruangan lantai1, 2, 3, dan 5 Berlaku selama Rp 261.920.000,- Menyewa Bangunan/ Multiartha Perseroan seluas 3.274 m2 dari gedung 18 tahun sejak Ruangan di Plasa Simas Jl. Fachrudin 18 Desember 2008 No. 20, Tanah Abang sampai dengan 17 Desember 2026 52 Perjanjian Sewa PT. Pabrik Hubungan saudara Ruang lantai 1 seluas 38,5 m2 Berlaku selama Rp 7.000.000,- Menyewa Bangunan/ Kertas Tjiwi dari ultimate share di Jl. Raya Surabaya - 15 tahun sejak Ruangan Kimia Tbk. holder Mojokerto Km.44, Desa 19 Agustus 2010 Kramat Temenggung, sampai dengan Kec. Tarik, Kab. Sidoarjo 19 Agustus 2025 53 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Sebagian ruangan lantai 1 Berlaku selama Rp 1.192.876.918,- Menyewa Bangunan/ PT. Sinar Mas Pemegang Saham dan lantai 2 masing-masing 10 tahun 16 Agustus Ruangan Multi Finance seluas 300 m2 dari gedung 2007 sampai dengan di Jl. Mpu Tantular No. 8, 15 Agustus 2017 Denpasar 54 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Ruangan lantai 1 & 2 seluas Berlaku selama Rp.1.283.992.000,- Menyewa Bangunan/ PT. Sinar Mas Pemegang Saham 605 m2 dari bangunan yang 20 tahun sejak Ruangan Multi Finance terletak di Jl. Kertabumi 1 Desember 2007 No. 13, Karawang Besar. sampai dengan 30 November 2027 55 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Ruangan lantai 1 seluas Berlaku selama Rp 16.955.250,- Menyewa Bangunan/ PT Sinarmas Pemegang Saham 264 m2 dan lantai 2 seluas 15 tahun sejak Ruangan Sekuritas 185 m2 dari gedung di 19 Juli 2010 sampai Jl. Mesjid Raya Lolu No. 10, dengan 18 Juli 2025 Palu, Sulawesi Tengah. 56 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Sebagian ruangan lantai 1 Berlaku selama Rp 28.050.000,- Menyewa Bangunan/ PT. Sinar Mas Pemegang Saham seluas 30 m2 dan ruangan 15 tahun sejak 26 Juli Ruangan Multi Finance lantai 2 seluas kurang lebih 2010 sampai dengan 255 m2 dari gedung di 25 Juli 2025 Jl. Riau No. 105, Pekanbaru. 57 Perjanjian Sewa PT. Asuransi Kesamaan Ruangan Lantai 1 seluas Berlaku selama Rp 9.873.600,- Menyewa Bangunan/ Sinarmas Pemegang Saham 72 m2, Ruangan Lantai 2 15 tahun sejak 26 Juli Ruangan seluas 68 m2, dan Ruangan 2010 sampai dengan Lantai 3 seluas 64 m2 dari 25 Juli 2025 gedung di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 17 D, Tanjung Karang, Bandar Lampung. 58 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Ruang Lantai 1 seluas 225 m2 Berlaku selama Rp 11.862.500,- Menyewa Bangunan/ PT. Sinar Mas Pemegang Saham dan lantai 2 seluas 140 m2 15 tahun sejak 19 Juli Ruangan Multi Finance dari Gedung 4 lantai di 2010 sampai dengan Jl. Sutisna Senjaya No. 65, 18 Juli 2025 Tasikmalaya 59 Perjanjian Sewa PT. Indah Kiat Hubungan saudara Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 43.758.000,- Menyewa Bangunan/ Pulp and Paper dari ultimate share dengan Obyek Sewa di Wisma 1 tahun sejak Ruangan holder Indah Kiat, A Building Lt. 1 31 Desember 2009 Jl. Raya Serpong Km. 8, sampai dengan Tangerang 15310 31 Desember 2010

Page 83: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

69

No NamaPerjanjian ParaPihak HubunganAfiliasi DeskripsiSingkat JangkaWaktu NilaiSewa60 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 10.980.000,- Menyewa Bangunan/ PT. Asuransi Pemegang Saham dengan Obyek Sewa di 15 tahun sejak 26 Juli Ruangan Jiwa Sinarmas Jl. Gatot Subroto Tengah 2010 sampai dengan No. 100 C-D, Denpasar 25 Juli 2025 61 Perjanjian Sewa Perseroan dan Kesamaan Perjanjian Sewa Menyewa Berlaku selama Rp 11.305.00,- Menyewa Bangunan/ PT. Sinarmas Pemegang Saham dengan Obyek Sewa 15 tahun sejak 19 Juli Ruangan Sekuritas di Jl. MT. Haryono No. 88A, 2010 sampai dengan Wua-Wua, Kendari 93117 18 Juli 2025 62 Perjanjian Sewa Perseroan Hubungan saudara Bangunan gedung 3 lantai Berlaku selama Rp 6.240.000,- Menyewa dengan PT Sinar dari ultimate share seluas 104 m2 yang terletak 10 tahun sejak per tahun Mas Tunggal holder di Jl. Kali Besar No. 8 2 Agustus 2010 Jakarta Barat sampai dengan 1 Agustus 2020 63 Perjanjian Sewa Perseroan Kesamaan Ruangan lantai 1 dengan luas Berlaku selama Rp 6.840.000,- Menyewa Bangunan/ dengan Pemegang Saham 114 m2 yang terletak di 10 tahun sejak per tahun Ruangan PT Asuransi Jl. Jend. Sudirman C/8-9 RT/ 2 Agustus 2010 Jiwa Sinarmas TW 004/05, Darat Sekip, sampai dengan Pontianak 1 Agustus 2020 64 Perjanjian Sewa Perseroan Kesamaan Bangunan gedung 2 lantai Berlaku selama Rp 4.130.000,- Menyewa dengan PT Sinar Pemegang Saham seluas 201 m2 yang terletak 10 tahun sejak per tahun Mas Multi di Jl. Basuki Rahmat No. 57, 2 Agustus 2010 Finance Palembang sampai dengan 1 Agustus 2020 65 Perjanjian Sewa Perseroan Kesamaan Bangunan gedung 2 lantai Berlaku selama Rp 6.295.950,- Menyewa dengan Pemegang Saham seluas 153 m2 yang terletak 10 tahun sejak per tahun PT Asuransi di Jl. Sudirman RT.13, 2 Agustus 2010 Sinarmas RW.05, Kel. Dua Puluh Ilir sampai dengan d.III, Kec. Iti, Palembang 1 Agustus 2020

b. Perjanjian Lainnya

No. Nama Perjanjian Para Pihak Deskripsi Singkat Jangka Waktu1. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Kerjasama diantara para pihak untuk Perjanjian ini berlaku sejak tanggal Asuransi Jiwa Kredit PT Asuransi Jiwa memasarkan program Asuransi Jiwa Kredit penandatanganan (20 Juni 2005) dan kolektif No.0000014. Eka Life (AJS) Kolektif kepada Nasabah Kredit Perseroan perjanjian ini dapat diakhiri jika salah satu 102 / No. 013/EL-LGL/ serta menatausahakan pembayaran premi pihak mengirimkan pemberitahuan tertulis PKS/VI/05 tanggal dan untuk menjamin pembayaran kembali terlebih dahulu kepada pihak lain paling lambat 20 Juni 2005 fasilitas kredit dalam hal Nasabah Kredit 30 hari kalender sebelumnya Perseroan meninggal dunia. .2. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Para Pihak saling bekerjasama dalam 5 (lima) tahun sejak Perjanjian ini ditandatangani Bancassurance PT Asuransi Jiwa menjalankan usaha Bancassurance, (1 Februari 2007), dan akan diperpanjang No. KPNO/001/II/2007 / Eka Life (AJS) khususnya untuk memasarkan, berdasarkan kesepakatan para pihak. No.004/EL-LGL/PKS/II/07 mempromosikan dan mendistribusikan tanggal 1 Februari 2007 produk-produk Asuransi jiwa dan/atau Asuransi kesehatan milik AJS kepada nasabah Perseroan 3. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Kerjasama diantara para pihak berupa 5 (lima) tahun yang dimulai sejak tanggal Bancassurance Antara PT. Asuransi Jiwa Penutupan pertanggungan Asuransi bagi sebagaimana dinyatakan diawal perjanjian PT. Bank Sinarmas Sinarmas (AJS) para Nasabah Perseroan yang (1 Februari 2007). dengan PT.Asuransi dipertanggungkan kepada AJS serta Jiwa Eka Life memberikan fasilitas pelayanan bagi No. KPNO/001/II/2007 / pemegang polis Sinarmas Life yang juga No.004/EL-LGL/PKS/II/07 merupakan Nasabah Perseroan guna tanggal 1 Februari 2007, mengecek jumlah saldo dan/atau jumlah dan telah beberapa kali unit penyertaan yang dimiliki oleh mengalami perubahan, pemegang polis Sinarmas Life melalui sampai dengan layanan internet yang terhubung dengan Addendum Kedelapan rekening mereka di Internet Banking No.KPNO/PKS/023/II/2010 / Perseroan berdasarkan proses permohonan No.004/AJS-LGL/ADD/II yang dilakukan oleh pemegang polis yang tanggal 10 Februari 2010. bersangkutan. 4. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Kerjasama diantara Para Pihak untuk Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 1 Januari Penutupan Asuransi PT. Asuransi memberikan pertanggungan atas risiko 2009 sampai dengan 31 Desember 2014 dan Agunan Kredit Sinarmas (AS) kerugian terhadap barang-barang jaminan atas permintaan Perseroan dengan No. 0731/PKS-BS/BSM- yang disyaratkan oleh Perseroan kepada pemberitahuan secara tertulis 1 bulan ASM/IV/2007 tanggal Nasabah Perseroan. sebelumnya dapat diperpanjang untuk jangka 26 April 2007 jo. Adendum waktu dan atas syarat-syarat yang ditentukan Kedua No. KPNO/PKS/ kemudian 053/XII/2008 tanggal 30 Desember 2008. 5. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Perseroan berhak melakukan penjualan 12 (dua belas) bulan yang dimulai sejak Agen Penjual Efek PT Sinarmas Unit Penyertaan Efek Reksa Dana-Reksa tanggal penandatanganan Perjanjian ini Reksa Dana Sekuritas (SS) Dana yang dikelola oleh SS selaku (1 Maret 2010) dan dapat diperpanjang No.014/SMS-AGEN/BSM/ Manajer Investasi kepada calon Investor / berdasarkan kesepakatan Para Pihak atau V/2010 tanggal 1 Maret Nasabah. secara otomitas diperpanjang. 2010

Page 84: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

70

No. Nama Perjanjian Para Pihak Deskripsi Singkat Jangka Waktu6. Co-operation Agreement Perseroan, Kerjasama dalam pengembangan, 10 (sepuluh) tahun sejak ditandatanganinya tanggal 2 Mei 2008 PT Smart Telecom penyebaran, dan perawatan dari penawaran Perjanjian (2 Mei 2008) dan PT Inovasi pelayanan bersama m-commerce yang akan Mobilitas Indonesia digunakan oleh nasabah atau konsumen dari Para Pihak, berupa antara lain: 1. Melakukan pembayaran dan penyelesaian dari transaksi jual beli; 2. Melakukan transaksi perbankan dalam kondisi yang istimewa; 3. Melakukan pembelian barang dan jasa dalam kondisi tertentu; dan 4. Memakai jaringan nirkable (wireless) dari Smart dan kartu akun Perseroan. 7. Perjanjian Kerjasama Perseroan dan Perseroan berhak melakukan penjualan 12 (dua belas) bulan yang dimulai sejak Agen Penjual Efek PT Sinarmas Unit Penyertaan Efek Reksa Dana-Reksa tanggal penandatanganan Perjanjian ini Reksa Dana Sekuritas (SS) Dana yang dikelola oleh SS selaku Manajer (14 Mei 2008) dan dapat diperpanjang No. 048/SMS-AGEN/BSM/ Investasi kepada calon Investor /Nasabah. berdasarkan kesepakatan Para Pihak atau V/2008 / No. KPNO/PKS/ secara otomitas diperpanjang 017/V/2008 tanggal 14 Mei 2008 8. Perjanjian Kerjasama PT Kliring Kerjasama Penyimpanan dana yang terkait 2 (dua) tahun sejak ditandatangani (7 Oktober Bank Penyimpan Dana Berjangka dengan perdagangan berjangka dan/atau 2009) dan dapat diperpanjang dengan No: 16/Per-KBI/X/2009 / Indonesia dan perdagangan derivatif lainnya oleh kesepakatan Para Pihak dengan pemberitahuan No. KPNO/PKS/045/X/09 Perseroan Perseroan dalam bentuk Produk-Produk selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum tanggal 7 Oktober 2009 Dana dan Pelaksanaan pembayaran atas berakhirnya perjanjian. Penyelesaian Transaksi Bursa baik melalui layanan perbankan elektronik maupun layanan perbankan konvensional. 9. Perjanjian Kerjasama Perseroan-Unit Penutupan pertanggungan asuransi berupa Berlaku sejak tanggal penutupan perjanjian. No. _KPNO-SY/PKS/055/ Usaha Syariah dan proses penutupan, pengadministarsian, XI/09 tanggal 18 November PT Asuransi Jiwa pembayaran premi, endorsement dan 2009 jo. Addendum Sinarmas - Unit pembayaran klaim bagi para Nasabah Pertama Perjanjian Kerja Syariah (AJS) Perseroan yang dipertanggungkan kepada Kerjasama No. KPNO-SY/ AJS. PKS/001/I/2010 tanggal 6 Januari 2010 10. Perjanjian Penggunaan Perseroan dan Penyediaan perangkat RTGS (Real Time Tidak diatur mengenai jangka waktu Sistem BI-RTGS Unit Usaha Syariah Gross settlement) oleh Perseroan dan No. KPNO/PKS/052/XI/09 PT Bank Sinarmas penggunaan sistem RTGS oleh UUS tanggal 10 November 2009 (UUS) 11. Property All Risk Perseroan dan Penutupan Asuransi Property All Risk 01 Mei 2010 sampai dengan 01 Mei 2011 Insurance PT Asuransi diantara para pihak dimana Perseroan Tanggal 16 Oktober 2009 Sinarmas sebagai Tertanggung dan PT Asuransi dengan No. Polis 22.071. Sinarmas Sebagai Penanggung. 2009.01109 12. Earthquake Insurance Perseroan dan Penutupan Earthquake Insurance diantara 01 Mei 2010 sampai dengan 01 Mei 2011 tanggal 19 Oktober 2009 PT Asuransi para pihak dimana Perseroan sebagai dengan No. Polis 34.071. Sinarmas Tertanggung dan PT Asuransi Sinarmas 2009.01263 Sebagai Penanggung.

8. IKATAN DAN PERJANJIAN DENGAN PIHAK KETIGA. a. Perjanjian Pemakaian ATM-Bersama ALTO

Perjanjian ini dibuat pada tanggal dua belas bulan Juli tahun dua ribu enam (12-7-2006) antara PT. Dayanetwork Lestari dengan PT. Bank Shinta Indonesia. Perjanjian ini dibuat agar Bank dapat menjadi anggota pada jaringan ATM-Bersama ALTO dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam Perjanjian ini. Dalam hal ini PT. Dayanetwork Lestari adalah penyelenggara ATM-Bersama ALTO yaitu penyediaan jasa switching system yang menghubungkan jaringan-jaringan ATM milik para anggotanya menjadi terhubung satu dengan lainnya secara on-line sehingga nasabah dari satu anggota dapat menggunakan ATM yang dimiliki oleh anggota lainnya.

Dalam Perjanjian ini biaya awal keanggotaan (Joining Fee) sejumlah US$300,000 (tiga ratus ribu Dollar Amerika) dan biaya iuran tahunan (Annual Fee) adalah untuk dua tahun pertama keanggotaan sebesar US$ 48,000/tahun dan untuk tahun ketiga keanggotaan dan seterusnya sebesar US$60,000/tahun. Perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya Perjanjian dan berlangsung terus-menerus hingga saat ini tanpa ada pemutusan hubungan kerjasama diantara para pihak.

Page 85: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

71

b. Perjanjian Kerjasama Bank Penyimpan Dana Antara PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan PT. Bank Sinarmas.

Perjanjian ini dibuat pada tanggal tujuh bulan Oktober tahun dua ribu sembilan (7-10-2009) bermaksud untuk mengadakan kerja sama dalam kegiatan penyimpanan dana dan pelaksanaan pembayaran Penyelesaian Transaksi Bursa, baik dengan mempergunakan jasa perbankan secara elektronik maupun konvensional.

Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak ditandatanganinya Perjanjian ini dan masih berlaku hingga saat ini.

c. Perjanjian Penggunaan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement

Perjanjian ini dibuat pada tanggal dua puluh empat bulan Maret tahun dua ribu delapan (24-3-2008) antara Bank Indonesia dengan PT. Bank Sinarmas sebagai Peserta Langsung. Dengan keikutsertaan PT. Bank Sinarmas dalam system BI-RTGS maka jenis transaksi yang wajib dilakukan oleh PT. Bank Sinarmas melalui Sistem BI-RTGS meliputi :

1. Transaksi Pasar Uang Antar Bank (PUAB) atau Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS)2. Transaksi antara bank dengan Bank Indonesia dalam rangka jual/beli surat berharga seperti

Sertifikat bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN)3. Transaksi antar bank dalam rangka jual/beli surat berharga yang penyelesaiannya dilakukan

dengan mekanisme Delivery Versus Payment (DVP) melalui BI-SSSS4. Transaksi antar bank, baik untuk kepentingan bank sendiri maupun untuk kepentingan nasabah

bank, dengan nilai nominal sesuai ketentuan batas nominal transfer kredit yang diatur dalam ketentuan mengenai sistem kliring nasional Bank Indonesia

5. Transaksi-transaksi lain yang harus diselesaikan oleh peserta (PT. Bank Sinarmas) melalui Sistem BI-RTGS yang akan diberitahukan oleh Bank Indonesia.

Dalam Perjanjian ini peserta (PT. Bank Sinarmas) dikenakan biaya penggunaan fasilitas Sistem BI-RTGS yang jenis dan besarnya sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai penyelenggaraan Sistem BI-RTGS.

d. Perjanjian Pemanfaatan ATM Bersama untuk Principle Member

Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal dua puluh delapan bulan Maret tahun dua ribu delapan (28-3-2008) antara PT. Artajasa Pembayaran Elektronis dengan PT. Bank Sinarmas. Berdasarkan klasifikasi Anggota ATM BERSAMA sebbagaimana ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengoperasian, maka pada saat ditandatanganinya Perjanjian ini klasifikasi keanggotaan Bank Sinarmas dalam ATM BERSAMA adalah sebagai Principle Member.

Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian ini dan Bank Sinarmas wajib membayar Biaya ATM BERSAMA kepada ARTAJASA dengan biaya keanggotaan sebesar Rp 400.000.000,- yang hanya dibayar satu kali dan biaya yang lain yang terlampir dalam Perjanjian.

9. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP

Perseroan memiliki dan/atau menguasai aset tetap berupa tanah dan bangunan serta kendaraan bermotor sebagaimana diuraikan dibawah ini.

a. Tanah dan Bangunan

Berikut properti tanah dan/atau bangunan berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Sertipikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (“HMSRS”) atau surat lain milik Perseroan sebagaimana terurai di bawah ini.

Page 86: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

72

NO. No. Sertipikat Tanggal Tanggal Lokasi Luas Nilai Buku Terbit Berakhir (m2) (Rp 000.000)1. HGB No. 4081/Desa Cideng 20-06-2006 19-06-2036 Jl. KH. Hasyim Ashari Blok B-1 No.3, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat 144 9332. HGB No.1473/Desa Duri Pulo 24-11-2000 23-11-2030 Jl. KH. Hasyim Ashari No.34 A, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat 140 3.8223. HM atas Satuan Rumah Susun 31-12-2003 16-07-2028 Rumah Susun JITC IIA Jalan Raya Mangga Dua, No. 1340/I/D.60A, Desa Ancol Desa Ancol, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara 10,06 5134. HM atas Satuan Rumah Susun 31-12-2003 16-07-2028 Rumah Susun JITC IIA Jalan Raya Mangga Dua, No. 1341/I/D.60B, Desa Ancol Desa Ancol, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara 10,06 5135. HM atas Satuan Rumah Susun 31-12-2003 16-07-2028 Rumah Susun JITC IIA Jalan Raya Mangga Dua, No. 1342/I/D.61, Desa Ancol Desa Ancol, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara 15,45 7876. HM atas Satuan Rumah Susun 24-04-1992 16-07-2028 Lantai I Blok D, Rumah Susun JITC IIA No.1343/I/D.62A Jalan Raya Mangga Dua 9,95 5077. HM atas Satuan Rumah Susun 24-04-1992 16-07-2028 Lantai I Blok D, Rumah Susun JITC IIA No. 1344/I/D.62B, Desa Ancol Jalan Raya Mangga Dua 9,95 5078. HGB No. 1386/Desa Bintaro 31-12-2003 24-01-2016 Jl. Raya Bintaro Blok E No.12, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan 80 1.4649. HGB No.5133/Desa Kelapa 23-09-1996 21-02-2024 Jl. Boulevard Gading Barat Blok LA-1 Kav. No. 30 Gading Timur Kelurahan Kelapa Gading Timur,Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara 80 45410. HGB No.5134/Desa Kelapa 23-09-1996 21-02-2024 Jl. Boulevard Gading Barat Blok LA-1 Kav. No. 30 Gading Timur Kelurahan Kelapa Gading Timur,Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara 80 45411. HGB No.11.952/Desa Sunter 02-11-2009 01-11-2039 Jl. Danau Sunter Utara Blok R Kav. No. 74, Kelurahan Agung Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara 95 2.02712. HGB No.3208/ 16-02-2007 19-04-2036 Blok/No.Kav.: AA.15-23, Desa Lambang Sari, Kecamatan Desa Lambang Sari Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 71 1.26313. PPJB No. 001/WBCA- 16 -11-2009 Wisma BCA Wing A, Lantai Dasar, Kawasan Kota Bumi PPAJB/XI/2009 Serpong Damai LOT 1.3, Tangerang Banten 208,3 3.00314. HGB No. 00775/Desa Depok 28-09-2005 23-06-2037 Blok No.01, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok 88 1.55015. HGB No.1653/ 29-11-2001 30-03-2029 Blok SEA No.3 Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Desa Ciangsana Putri, Bogor 63 91216. HGB No.714/Desa Pabaton 12-01-2007 10-09-2037 Jl. Jend Sudirman 15 Rt.001/03, Kelurahan Pebaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor 59 1.69117. HGB No.65/Desa Kebonjati 24-09-2038 Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Kebon Jati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi 79 2.11518. HGB No.38/Desa Jamika 26-09-1991 24-09-2034 Jl.Jamika No.30,Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kotamadya Bandung wilayah Tegellega 67 15019. HGBNo.286 / Karanganyer 30-09-2004 09-06-2018 Jl.Jend. Sudirman dan Jl.Cibadak Kav 91, Kel. Karanganyar, Kec. Astana Anyar, Kotamadya Bandung 73 1.52020. HGB No. 4759/Desa Sekajati 13-12-2004 04-01-2028 Komp. Metro Trade Centre Kav. B-11, Kelurahan Sekajati, Kecamatan Margacinta, Kota Bandung wilayah Gedebage 50 1.18621. HGB No.00176/ 09-04-1998 13-09-2027 Jl. Dr. Cipto Porsil 32 d I C1, Kelurahan Kaputran, Desa Kaputran Kecamatan Pekalongan Timur, Kotamadya Pekalongan 560 8.53622. HGB No.01506 / 10-07-2008 10-07-2028 Desa Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Desa Madegondo Sukoharjo, Jawa Tengah 262 2.42123. HGB No. 00848/ 01-11-2007 10-10-2027 Jl.Tentara Pelajar No.3-5 Kelurahan, Kemirirejo, Desa Kemirirejo Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang 144 2.19024. HGB No.231/Desa Barongan 16-04-1997 24-09-2026 Jln. Jendral Sudirman, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus Jawa Tengah 204 1.57925. HGB No.1075/ 28-11-2005 25-09-2025 Jl. Raya Diponegoro No.64, Kelurahan Dr.Sutomo, Desa Dr.Sutomo Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya 843 13.02326. HGBNo.914/ 27-09-1996 28-07-2016 Jl. Kembang Jepun No.86, Kelurahan Nyamplungan, Desa Nyamplungan Kecamatan Pabean Cantikan, Kotamadya Surabaya 68 1.23327. HGBNo.510/Desa Kepatihan 19-07-2007 2037 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 277 1.77928. HGB No.155/Desa Kel.24 Ilir 22-02-1992 13-01-2012 Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Kotamadya Palembang 64 1.13129. HGB No.110/Desa Olo 20-12-1994 09-12-2037 Jl.Damar No.67 Zone A Desa Olo, Kecamatan Padang Barat, Koyamadya Daerah Tingkat II Padang 356 4.81430. HGB No. 2300/ 28-02-1994 05-11-2027 Jl. Asia No.214-C, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Desa Sei Rengas II Medan Area, Kotamadya Medan 63 1.53731. HGB No. 534/ 06-09-2004 14-12-2027 Jl.Gunung Krakatau, Desa/Kelurahan Glugur Darat, Desa Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, Kota Medan 64 1.143

Page 87: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

73

NO. No. Sertipikat Tanggal Tanggal Lokasi Luas Nilai Buku Terbit Berakhir (m2) (Rp 000.000)32. HGB No.3/ Desa Cendana 06-09-2007 01-08-2027 Kelurahan Cendana, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara 152 2.13733. HGB No.2363/ 03-08-2005 28-11-2014 Komplek Nagoya Hill Blok P No.12A, Kelurahan Lubuk Desa Lubuk Baja Kota Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam 70 1.51534. HGB No.2364/ 03-08-2006 28-11-2014 Komplek Nagoya Hill Blok P No.12B, Kelurahan Lubuk Desa Lubuk Baja Kota Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam 70 1.51535. Buku Tanah HGB 01-03-1983 12-07-2036 Jl. Gajah Mada, Desa Tokaya, Kecamatan No.1865/Desa Parit Tokaya Pontianak Selatan, Kotamadya Pontianak 355 2.84236. Buku Tanah No.1864/ 25-02-1985 12-07-2036 Desa Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Desa Parit Tokaya Kotamadya Pontianak, Kalimantan Barat 97 62137. HGB No.1868/ 30-11-2006 29-11-2026 Jl. Veteran, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Desa Parit Tokaya Pontianak Selatan, Kotamadya Pontianak, Kalimantan Barat 40 25638. HGB No.58/ 18-04-2007 16-04-2037 Jl. R. Suprapto, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Desa Tengah(dh. HM 1821) Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat 307 1.96539. HGB No.196/ 24-10-2002 23-04-2038 Jl.KH.A.Dahlan/A.R.Hakim, Kelurahan Sungai Pinang Desa Sungai Pinang Luar Luar, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 126 2.27840. HGB No.20182/Desa Losari 23-09-2005 2035 Desa Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Kota (d/h HM No.20182/ Makassar, Sulawesi Selatan 300 1.743 Desa Losari) 41. HGB No.458/ 11-06-2007 10-06-2037 Jl.Pejanggik, Kelurahan Cakranegara Barat, Desa Cakranegara Barat Kecamatan Cakranegara, Mataram 94 1.92142. HGB No.104/Desa Klaligi 21-12-2006 03-05-2037 Jend. A. Yani Sorong,Desa Klaligi, Kecamatan Sorong, Kota Sorong, Papua. 125 1.81843. HGB No.622/Desa Senen 04-10-1996 27-05-2026 Jl. Pasar Senen Blok F No.2, Desa Senen, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat 84 52044. HGB No.621/Desa Senen 04-10-1996 27-05-2026 Jl.Pasar Senen Blok F No.1 , Desa Senen, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat 136 84245 HGB No.1160/Desa Palasari 01-03-1995 17-05-2014 Villa Palm Garden Estate Blok AA No.19, Desa Palasari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 476 130

Selain Tanah dan Bangunan tersebut di atas, Perseroan juga menguasai beberapa aset lainnya (termasuk agunan yang diambil alih) sebagai berikut:

1. Sertifikat HGB No. 6893, dengan luas 64 M2, yang terletak di Komplek Kota Grogol Permai I, Blok G, Kav. No. 24, Jakarta Barat, berlaku hingga tanggal 14 November 2027

2. Sertifikat HGB No. 1116, dengan luas 64 M2, yang terletak di Komplek Kota Grogol Permai, Bolk G, Kav. No. 20, Jakarta Barat, berlaku hingga tanggal 3 Mei 2011; dan

3. Kios di Bangunan Baru Blok “A” Pasar Tanah Abang, dengan luas 40, 21 M2, yang terletak di Lantai B1, Los: F, Lot: 088, Jl. Z. Arifin B-V 15 -16, Ketapang, Kel. Krukut, Jakarta Barat sebagaimana tertuang dalam Surat Penunjukan Tempat No. 6734/-1 824.552.1 yang dikeluarkan oleh Perusahaan Daerah Pasar Jaya, yang masih belum dilakukan proses balik nama.

4. Satuan Rumah Susunan Bukan Hunian seluas ± 208,30 M2, yang terletak di Kavling CBD Lot I.3, Jl. Kapten Soebijanto Djojohadikusumo, Desa Lengkong Gudang, Kec. Serpong, Kab. Tangerang, Banten, yang dibeli oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Ruang Perkantoran di Wisma BCA-BSD City No. 001/WBCA-PPJB/XI/2009 tanggal 16 November 2009, yang masih belum dilakukan proses balik nama

Total nilai buku aset tetap Perseroan berupa tanah dan bangunan adalah sebesar Rp 85.678 juta.

a. Kendaraan Bermotor

Selain tanah dan bangunan di atas, Perseroan juga menguasai dan atau memiliki 161 (seratus enam puluh satu) kendaraan bermotor yang terdiri dari 90 (sembilan puluh) kendaraan roda dua dan 71 (tujuh puluh satu) kendaraan roda empat. Total nilai buku dari seluruh kendaraan bermotor milik Perseroan adalah sebesar Rp 2.759 juta.

Page 88: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

74

10. PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN

Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan, Surat Pernyataan dari masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, serta Surat Keterangan dari lembaga peradilan yang terkait dan relevan, perkara-perkara yang sedang dihadapi oleh Perseroan sebagaimana diuraikan tabel di bawah ini, namun perkara-perkara tersebut tidak mempengaruhi secara material bagi kedudukan, peranan dan kelangsungan usaha Perseroan.

NO. PERIHAL URAIAN1. a. Nomor Perkara : 798/Pdt.G/2009/PN.Sby tanggal 4 Desember 2009 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Surabaya c. Para Pihak : 1. Pengugat I : Trisno Kusumo 2. Penggugat II : Sri Pujiastuti 3. Tergugat : PT Bank Sinarmas (Perseroan) d. Pokok Permasalahan : Para Penggugat adalah nasabah (debitor) dari Tergugat, yang mana Tergugat

memberikan sejumlah pinjaman kepada Para Penggugat. Kemudian, kredit (pinjaman) yang diberikan oleh Tergugat tersebut menjadi macet dan Para Penggugat tidak sependapat dengan jumlah utang ditagihkan oleh Tergugat kepada Para Penggugat. Menurut Para Penggugat, jumlah utangnya kepada Tergugat adalah sebesar Rp 162.246.682,-, sedangkan menurut Tergugat, jumlah utang Para Penggugat adalah sebesar Rp 308.258.230,-.

e. Amar Putusan : Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusannya pada tanggal 25 Mei 2010 dengan amar putusan sebagai berikut:

Dalam Eksepsi: - mengabulkan eksepsi Tergugat; Dalam Pokok Perkara: - menyatakan gugatan Para Penggugat tidak dapat diterima; - membebani Para Penggugat biaya perkara sebesar Rp 215.900,-. f. Status Akhir : Perkara ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur, yang

mana Penggugat I (Trisno Kusumo) telah mengajukan memori bandingnya pada tanggal 13 Juli 2010.

Seluruh perkara penting Perseroan telah diungkapkan dalam Prospektus ini dan perkara tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan.

Page 89: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

75

VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

1. UMUM

Sebagai bank swasta nasional, Perseroan secara konsisten mengembangkan pangsa pasarnya di tengah tantangan pasar yang sedang berkembang di Indonesia. Usaha dan inisiatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para nasabah dan masyarakat, sehingga mendorong kegiatan usaha bank yang pada awalnya melakukan pembiayaan usaha kecil, menengah dan mikro berkembang menjadi pembiayaan konsumer dan komersial.

Perseroan mendapatkan dukungan nasabah sehingga dapat bertumbuh secara signifikan, hal ini dapat dilihat dari pencapaian total aset, jaringan kantor, ATM, produk yang bervariasi dan tidak kalah penting adalah dibangunnya teknologi informasi untuk mendukung kegiatan bisnis Perseroan.

Sebagai bank yang sedang berkembang maka tuntutan fasilitas teknologi informasi yang serba canggih di masa kini dan di masa depan menjadi tantangan tersendiri untuk menyediakan layanan terbaik kepada masyarakat. Sejak tahun 2007 Perseroan memfasilitasi teknologi perbankan terintegrasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu yakni Phone Banking, Internet Banking dan Automatic Teller Machine (ATM).

Dalam upaya mendekatkan diri kepada para nasabah dan memberikan pelayanan yang prima, perluasan jaringan kantor menjadi salah satu wujud komitmen Perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, selain memiliki Kantor Pusat di Jakarta, Perseroan memiliki jaringan kerja yang terdiri 1 Kantor Cabang Utama, 51 Kantor Cabang, 48 Kantor Cabang Pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 Kantor Kas konvensional dan 1 kantor kas syariah di Indonesia. Dalam rangka upaya untuk memberikan pelayanan maksimal, Perseroan bekerjasama dengan ATM Bersama, Prima dan Alto. Tabel di bawah ini menunjukkan jaringan Kantor Pusat, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas sebagai berikut:

No Wilayah Lokasi Status Bangunan Jangka Waktu Kantor (Berlaku Hingga)PROVINSI DKI JAKARTA1. Kantor Pusat Wisma BII – Tower 1 Lantai 1, Jl. M. H. Thamrin Sewa 5 Januari 2012 No.51 RT 008/04 Kel. Gondangdia Kec. Menteng, Jakarta Pusat 2. KC Zainul Arifin Jl. Zainul Arifin, Komplek Ketapang Indah B-1 Sewa 30 Januari 2011 No.15-16 Kel. Krukut, Kec Tamansari, Jakarta Barat 3. KC Hasyim Ashari Jl. K. H. Hasyim Ashari No.38, Kel. Duri Pulo, Milik 23 November 2030 Kec. Gambir, Jakarta Pusat 4. KC Mangga Dua - Wisma Eka Jiwa Lantai Dasar N0. 1 & 2, Eka Jiwa Jl. Mangga Dua Raya, Kel. Mangga Dua Selatan, Sewa 14 Juli 2012 Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat 5. KC Tanah Abang Jl. Fachrudin Ruko Alfa No.18,Kel. Kampung Bali, Sewa 17 Desember 2026 Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat 6 KK Syariah Jakarta - Pasar Tanah Abang Regional, Blok A, Basment 1 los F, Milik - Tanah Abang No. 89, Jl. Fachrudin Raya No. 1 Jakarta 10250 7. KCP Jakarta - Jl. K.H Samanhudi No.63, Kel.Pasar Baru, Sewa 22 Agustus 2020 Samanhudi Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat 8. KCP Jakarta - Jl. Raya Boulevard Barat Blok LA1 No.30-31, Milik 21 Februari 2024 Kelapa Gading Kel. Kelapa Gading, Kec.Kelapa Gading, Jakarta Utara 9. KCP Jakarta - Jl. K. H. Hasyim Ashari 125, Ruko Roxy Mas Blok B1 MIlik 19 Juni 2036 Roxy Mas No.3, Kel. Cideng, Kec. Gambir, Jakarta Pusat 10. KCP Jakarta - Jl. Jembatan Dua Raya No.11 G, Kel. Pejagalan, Sewa 18 Juli 2025 Jembatan Dua Kec. Penjaringan, Jakarta Utara 11. KCP Jakarta - Jl. Raya Fatmawati, Komplek Duta Mas Blok A2 Sewa 18 Juli 2025 Fatmawati No.9-10, Kel.Ciptete Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12. KCP Cibubur Ruko Sentra Eropa Blok SEA No.3, Kota Wisata Milik 30 Maret 2029 Cibubur,Desa Ciangsana, Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor, Jawa Barat 13. KCP Bintaro Jl. Raya Bintaro Blok E No.12, RT 013/08, Milik 24 Januari 2016 Kel. Bintaro, Kec Pesanggrahan, Jakarta Selatan

Page 90: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

76

No Wilayah Lokasi Status Bangunan Jangka Waktu Kantor (Berlaku Hingga)14. KCP Jakarta - Komp. Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E Sewa 18 Juli 2025 Cempaka Mas No.5-6Jl. Letjen. Suprapto, Kel. Sumur Batu, Kec. Kemayoran Jakarta Pusat 15. KK Pluit II Muara Indah Menara I B Lt.1 No.10B, Jl. Pluit Karang Sewa 6 November 2011 Barat No.50, Kel. Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara 16. KK Tanah Abang - Jl. K. H. Agus Salim No.45, Sabang, Kel. Kebon Sirih, Sewa 31 Mei 2013 Agus Salim Kec. Menteng, Jakarta Pusat 17. KK JITC Mangga Dua JITC Mangga Dua 2A, Lt. 1 Blok D No.60A-B, 61 Milik 16 Juli 2028 Jl. Raya Mangga Dua, Kel Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara 18. KCP Sudirman – Gedung Summitmas II, Lt 2 Jl. Jend. Sudirman Sewa 15 Februari 2011 Jakarta Selatan Kav. 61-62.,Kel. Senayan,Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 19. KCP Mangga Besar - Jl. Mangga Besar VIII No. 8, Kel. Tamansari, Sewa 22 Agustus 2020 Jakarta Barat Kec.Tamansari, Jakarta Barat 20 KCP Jakarta – Jl. Kali Besar No. 8, ROA Malaka, Jakarta Barat 11230 Sewa 2 Agustus 2010 Kali Besar 21. KCP Batu Tulis – Jl. Batu Tulis Raya No.7, Kel. Kebon Kelapa, Sewa 22 Agustus 2020 Jakarta Pusat Kec. Gambir, Jakarta Pusat 22. KCP Cik Ditiro Jl. Teuku Cik Ditiro No.29, Kel.Mentang,Kec.Menteng Sewa 22 Agustus 2020 Jakarta Pusat 23 KC Syariah Cik Ditiro Jl. Teuku Cik Ditiro No.29, Kel.Mentang,Kec.Menteng Sewa 22 Agustus 2020 Jakarta Pusat 24. KCP ITC Kuningan ITC Kuningan Ambasador Blok 9-C Lt 5, Sewa 14 Juli 2020 Ambasador Jl. Prof Dr. Satrio, Casablanca, Kel.Karet Kuningan, Kec. Setia Budi,Jakarta Selatan 25. KCP Jakarta - Sunter Jl. Danau Sunter Utara Blok R 74. Kel. Sunter Agung. Milik 1 November 2039 Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara PROVINSI BANTEN26. KCP Jakarta - Ruko Golden Boulevard Blok G1 No.06 - 07, Sewa 15 Oktober 2015 BSD City Bumi Serpong Damai, Kel. Lengkong Karya, Kec. Serpong Utara,Tangerang Selatan, Prov.Banten 27. KCP Indah Kiat Wisma Indah Kiat, A Building 1st Floor, Sewa 31 Desember 2010 Serpong Jl. Raya Serpong Km.8, Kel. Pakulonan, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten 28. KCP BSD Wisma BCA Wing A/ Ground Floor, Jl. Kapten Milik - Kapt. Soebijanto Soebijanto Djojohadikusumo, BSD City, Kel. Lengkong Gudang, Kec. Serpong, Kab. Tangerang, Banten PROVINSI JAWA BARAT29. KC Bandung Jl. Abdul Rivai No. 2, Kel. Tamansari, Sewa 20 November 2011 Abdul Rivai Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 30. KC Bogor Jl. Padjajaran No.38A, Kel. Babakan, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 31. KCP Bogor Jl. Sudirman No. 15, Ruko H, Kel. Pabotan, Milik 10 September 2037 Sudirman Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 32. KCP Bogor Tajur Jl. Tajur No. 18, Bogor., Jawa Barat Sewa 18 Juli 202533. KC Sukabumi Jl. Ahmad Yani No.253, Ruko No.3, Kel. Kebonjati, Milik 24 September 2038 Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 34. KC Karawang Jl. Kertabumi No.18A, Kel. Karawang Kulon, Sewa 25 Juli 2013 Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat 35. KC Cirebon Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.29, Kel. Sukapura, Sewa 31 Agustus 2012 Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 36. KC Tasikmalaya Jl. Sutisna Senjaya No.65, Kel. Lengkongsari, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat 37. KC Garut Jl. Ciledug No. 171, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Sewa 18 Juli 2025 Kab. Garut, Jawa Barat 38. KCP Soekarno-Hatta Jl. Soekarno Hatta No. 590 Komplek MTC Kav.B-11, Milik 4 Januari 2028 Bandung Kel.Sekejeti,Kec. Buahbatu,Kota Bandung,Jawa Barat 39. KCP Bandung Jamika Jl. Jamika No.42A, Kel. Jamaika, Milik 24 September 2034 Kec. Bojong Loa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40. KCP Bandung Ruko Capitol, Jl. Jend. Sudirman No.91, Milik 9 Juni 2018 Sudirman Kel. Karanganyar, Kec. Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat 41. KCP Bekasi Komplek Ruko Bekasi Mas Blok C4-5, Sewa 18 Juli 2025 Jl.Achmad Yani, Kel. Margajaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Prov. Jawa Barat 42. KCP Depok Jl. Margonda Raya, ITC Depok Ruko No.1, Kel. Depok, Milik 23 Juni 2037 Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat

Page 91: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

77

No Wilayah Lokasi Status Bangunan Jangka Waktu Kantor (Berlaku Hingga)43. KCP Pindo Deli Gedung Utama Pindo Deli 2, Lt. 1, Desa Kuta Mekar Sewa 25 Juli 2013 BTB 6/9, Kec. Ciampel, Kab. Karawang, Jawa Barat 44. KCP Serang Kragilan Jl. Raya Serang Km.76, Desa Kragilan, Kec. Kragilan, Sewa 15 Juli 2011 Kab Serang, Banten 45. KCP Bekasi Perumahan Grand Wisata, Celebration Boulevard Milik 19 April 2036 Grand Wisata AA-15/23, Kel. Lambang Sari, Kec. Tambun Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat PROVINSI JAWA TENGAH46. KC Semarang Jl. Gang Tengah No. 9, RT. 004/004, Kel. Kranggan, Sewa 11 November 2010 Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 47. KCP Semarang Rukan Pemuda Mas Blok A Kav. A/8, Jl. Pemuda 150, Sewa 31 Agustus 2011 Pemuda Kel. Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 48. KCP Semarang Ruko Sultan Agung No.9, Jl. Sultan Agung Sewa 18 Juli 2025 Sultan Agung No. 105-106, Kel. Wonotingal, Kec. Candi Sari, Kota Semarang, Jawa Tengah 49. KC Magelang Jl. Tentara Pelajar No. 3-5, Ruko Top Square Blok A6, Milik 10 Oktober 2027 RT.01/01, Kel Magelang, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 50. KC Kudus Jl. Jend. Sudirman No.6, Desa Barongan, Kec. Kota, Milik 24 September 2026 Kab. Kudus, Jawa Tengah 51. KC Tegal Jl. Jend. Sudirman No.2, Kel. Pekauman, Sewa 30 Juni 2017 Kec. Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah 52. KC Solo Sukoharjo Komplek Ruko Super Makmur, Jl. Raya Solo Baru Milik 10 Juli 2028 No.10 F & G, Desa Madegondo, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah 53. KC Pekalongan Jl. Dr. Cipto No. 39, Kel. Keputran, Kec. Pekalongan Milik 13 September 2027 Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 54. KC Purwokerto Jl. S. Parman No.77, Kel. Purwokerto Kulon, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah PROVINSI JAWA TIMUR55. KC Surabaya Jl. Diponegoro No.64, Kel. Dr. Sutomo, Kec. Tegalsari, Milik 25 September 2025 Diponegoro Kota Surabaya, Jawa Timur 56. KC Malang Jl. Basuki Rahmat No.58, Kel. Kauaman, Kec. Klojen, Sewa 18 Juli 2025 Kota Malang, Jawa Timur 57. KC Kediri Jl. Erlangga No.32-34, Kel. Ngadirejo, Kec. Kota, Sewa 18 Juli 2025 Kota Kediri, Jawa Timur 58 KC Madiun Jl. Panglima Sudirman No.255, Kel. Pandean, Sewa 15 Oktober 2012 Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 59. KC Jember Jl. Ahmad Yani No.85, Kel. Kepatihan, Kec. Kaliwates, Milik tahun 2037 Kab Jember, Jawa Timur 60. KC Mojokerto Jl. Pahlawan No.7, Ruko Royal R18, Kel. Balongsari, Sewa 18 Juli 2025 Pahlawan Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur 61. KCP Surabaya - ITC ITC Mega Grosir, Ground Floor A1 No. 5 s/d 6, Sewa 14 Juli 2012 Jl. Gembong No. 20-30, Kel. Kapasan, Kec. Simokerto, Kota Surabaya, Jawa Timur 62. KCP Mojokerto - Jl. Raya Mojoerkto - Surabaya, KM. 44, Desa Kramat, Sewa 19 Agustus 2025 Tjiwi Kimia Temenggung, Kec. Tarik, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur 63. KCP Malang Jl. Jaksa Agung Suprapto No.40, Kel. Rampal Celaket, Sewa Jangka waktu J.A. Suprapto Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur s.d.18.07.202564. KCP Surabaya - Jl. Kembang Jepun No.86, Kel. Nyamplungan, Milik 28 Juli 2016 Kembang Jepun Kec. Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur 65. KCP Klampis Jl. Raya Klampis No. 27 B, Kel. Klampis Ngasem, Sewa 14 Juli 2020 Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 66. KCP Mayjen Jl. Mayjen Sungkono No. 131, Kel. Dukuh Pakis, Sewa 11 Februari 2011 Sungkono Kec. Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur PROVINSI D. I. YOGYAKARTA67. KC Yogyakarta Jl. Balapan Kemakmuran No.11, Kel. Klitren, Sewa 28 Februari 2021 Kec. Gondokusuman, D.I. Yogyakarta PROVINSI BALI68. KC Denpasar Jl. Mpu Tantular No.8, Desa Dangin Puri Klod, Sewa 15 Agustus 2017 Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 69. KCP Denpasar, Jl. Gatot Subroto Tengah No.100 C-D,Kel. Tonja, Sewa 25 Juli 2025 Gatsu Kab. Denpasar Utara, kota Denpasar, Prov. Bali PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT70. KC Mataram Jl. Pejanggik, Kel. Cakranegara Barat, Milik 10 Juni 2037 Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

Page 92: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

78

No Wilayah Lokasi Status Bangunan Jangka Waktu Kantor (Berlaku Hingga)PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR71 KC Kupang Jl.Flores No.8, Kel. Fatubesi, Kec. Kelapa lima, Sewa 18 Juli 2025 Kota Kupang, Nusa Temggara Timur PROVINSI SUMATERA UTARA72. KC Medan Jl. Mangkubumi No.18, Kel. Aur, Kec. Medan Maimun, Sewa 28 Februari 2021 Kota Medan, Sumatera Utara 73. KC Rantau Prapat Jl. Imam Bonjol No.4C, Kel. Cendana, Kec. Rantau Utara, Milik 1 Agustus 2027 Kab. Labuhan Batu, Rantau Prapat, Sumatera Utara 74. KCP Medan Asia Jl. Asia No.214C, Kel. Sei Rengas II, Kec. Medan Asia, Milik 5 November 2027 Kota Medan, Sumatera Utara 75. KCP Medan Krakatau Jl. Gunung Krakatau No.46B, Kel. Pulau Brayan Kota, Milik 14 Desember 2017 Kec. Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara PROVINSI RIAU 76. KC Pekanbaru Riau Jl. Riau No.105, Kel. Padang Terubuk, Kec. Senapelan, Sewa 25 Juli 2025 Kota Pekanbaru, Riau 77. KCP Pekanbaru Jl. Jend. Sudirman No.97, Kel. Rintis, Kec. Limapuluh, Sewa 2 September 2019 Sudirman Kota Pekanbaru, Riau 78. KCP Riau Perawang Jl. Raya Minas-Perawang Km.26, Desa Pinang Sewa 31 Juli 2032 Sebatang, Kec. Tualang,Kab. Siak, Prov. Riau PROVINSI KEPULAUAN RIAU 79. KC Batam Jl. Komplek Nagoya Hill, Blok P No.12A, Milik 28 November 2014 Kel. Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 80. KC Tanjung Pinang Jl. Engku Putri No.41, Kel. Tg. Ayun Sakti, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau BANGKA BELITUNG81. KC Bangka Belitung Jl. Soekarno Hatta No. 17 (Jl. Raya Koba Km 5), Sewa 18 Juli 2025 Kel. Dul, Kec. Pangkalan Baru, Kab. Bangka Tengah, Bangka Belitung PROVINSI SUMATERA BARAT82. KC Padang Jl. Damar No.67, Kel. Olo, Kec. Padang Barat, Milik 9 Desember 2037 Kota Padang, Sumatera Barat PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSALAM83. KC Banda Aceh Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 45, Kel. Peunayong, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam PROVINSI JAMBI84. KC Jambi Jl. Hayam Wuruk No.146, Kel. Talang Jauh, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Jelutung, Kota Jambi, Jambi 85. KCP Jambi, Komplek Perkantoran PT LPPI, Ds. Tebing Tinggi, Sewa 2 September 2027 Tungkal Ulu Kec. Tungkal Ulu,, Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi PROVINSI SUMATERA SELATAN 86. KC Palembang Kompleks Ilir Barat Permai, Blok D1 No.21, Kel. 24 Ilir, Milik 13 Januari 2012 Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 87 KCP Palembang- Kompleks Ilir Barat Permai, Blok D1 No.21, Kel. 24 Ilir, Milik 13 Januari 2012 Letkol Iskandar Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 88 KCP Palembang- Jl. Sudirman RT. 13, RW.05, Kel. Dua Puluh Ilir d.III, Sewa 1 Agustus 2020 Sudirman Kec. Iti, Palembang PROVINSI BENGKULU 89. KC Bengkulu Jl. Jendral Sudirman No.40 A-B, Kel. Tengah Padang, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Teluk Segara, Kota Bengkulu, Bengkulu PROVINSI LAMPUNG90. KC Bandar lampung Jl. Ikan Hiu No. 3, Kel. Teluk Betung, Kec. Teluk Sewa 31 Oktober 2019 Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung 91. KCP Lampung Jl. Jend. Ahmad Yani No.17D, Kel. Pelita, Ahmad Yani Kec. Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Penggunaan Ruang 1 April 2012 Lampung PROVINSI KALIMANTAN BARAT92. KC Pontianak Jl. Gajah Mada No.1 A-B, Kel. Benua Melayu Darat, Milik 12 Juli 2036 Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 93. KCP Kalimantan Barat Jl. Letjen. R. Suprapto No.30, Kel. Tengah, Milik 16 April 2037 Kec. Delta Pawan, Kab. Ketapang, Kalimantan Barat 94 KCP Pontianak - Jl. Jend. Sudirman No. C 8-9, Pontianak, Sewa 1 Agustus 2020 Sudirman Kalimantan Barat

Page 93: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

79

No Wilayah Lokasi Status Bangunan Jangka Waktu Kantor (Berlaku Hingga)PROVINSI KALIMANTAN SELATAN95. KC Banjarmasin Jl. Lambung Mangkurat No.32 Kav.6, Kel. Kertak Baru Ilir, Sewa 31 Mei 2012 Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan PROVINSI KALIMANTAN TIMUR96. KC Balikpapan Jl. Jend. Sudirman Komplek Ruko Bandar Blok C No.5, Sewa 15 Maret 2013 Kel. Klandasan Ulu, Kec. Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 97. KC Kaltim - Jl. Ahmad Dahlan Ruko No. 3, Kel. Sungai Pinang Milik 23 April 2038 Samarinda Luar, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur PROVINSI SULAWESI SELATAN98. KC Makassar Jl. Pengayoman No.182, Komplek Panakkukang Mas, Sewa 18 Juli 2025 Pengayoman Kel. Masale, Kec. Panakkukang, Kota Makasar, Sulawesi Selatan 99. KCP Makassar - Jl. Manggis No.1, Kel. Losasri, Kec. Ujung Pandang, Milik 2035 Manggis Kota Makassar, Sulawesi Selatan PROVINSI SULAWESI UTARA100. KC Manado Jl Sam Ratulangi No. 18, Kel. Wenang Selatan, Sewa 22 Agustus 2020 Kec. Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara PROVINSI SULAWESI TENGAH101. KC Palu Jl. Masjid Raya Lolu No.10, Kel. Lolu Utara, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah PROVINSI SULAWESI TENGGARA102. KC Kendari Jl. MT. Haryono No. 88 A, Kel. Wawowanggu, Sewa 18 Juli 2025 Kec. Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara PROVINSI MALUKU103. KC Ambon Jl. Sam Ratulangi No.78, Kel. Honipopu, Sewa 31 Agustus 2013 Kec. Sirimau, Kab. Ambon, Maluku PROVINSI PAPUA104. KC Jayapura Jl. Komplek Pasifik Permai No.34, Kel. Bhayangkara, Sewa 31 Juli 2011 Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua PROVINSI PAPUA BARAT105. KC Sorong Jl. Jend. Ahmad Yani No.35, Kel. Klaligi, Milik 3 Mei 2037 Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat

2. KEGIATAN USAHA

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghimpun dana masyarakat yang kemudian disalurkan dalam bentuk pemberian kredit kepada perorangan maupun korporasi. Selain itu Perseroan juga melaksanakan transaksi antar bank serta kegiatan-kegiatan investasi melalui penempatan pada instrumen-instrumen yang aman dan menguntungkan. Secara garis besar kegiatan usaha Perseroan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

A. Kegiatan Perkreditan

Sesuai dengan bisnis inti (core business) yang dimiliki oleh Perseroan, maka fokus kegiatan usaha pemberian kredit yang dilakukan oleh Perseroan adalah berupa pemberian kredit korporasi dan pemberian kredit non korporasi (kredit retail). Dalam rangka meningkatkan komposisi kredit dengan marjin (high yield) maka Perseroan juga akan meningkatkan portofolio kredit non korporasi yang lebih besar di segmen kredit retail, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga lain yaitu lembaga keuangan (BPR), koperasi serta perusahaan pembiayaan (multifinance) dengan pola pembiayaan secara channeling.

Adapun fasilitas-fasilitas kredit yang ditawarkan oleh Perseroan kepada nasabah perusahaan, meliputi fasilitas kredit modal kerja jangka pendek dan kredit jangka panjang /investasi, kredit back to back, kredit sindikasi/club deal serta fasilitas non cash loan seperti bank garansi dan Letters of Credit.

Page 94: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

80

Target utama penyaluran kredit Perseroan adalah nasabah potensial yang berorientasi ekspor atau industri lain yang sedang mengembangkan bisnis baru di wilayah kantong-kantong bisnis yang potensial. Pemberian kredit difokuskan pada sektor perdagangan, perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan energi, telekomunikasi serta transportasi dan yang terkait dengan pemasok, kontraktor dan subkontraktor yang mendukung nasabah korporasi. Selain itu, perseroan memfokuskan ekspansi kredit kepada nasabah yang memberikan timbal hasil tinggi (high yield).

Berikut tabel kredit yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi.

No Keterangan 2005 2006 2007 2008 2009 per 31

Mei 2010 O/S % O/S % O/S % O/S % O/S % O/S %1. Pertanian, perburuan 13,492 9 54,503 6 289,366 9 40,496 1 39,644 1 44,526 1 dan sarana pertanian2. Pertambangan 0 0 0 87,765 3 113,784 3 91,057 2 139,722 23. Industri Pengolahan 9,948 6 296,946 31 486,890 16 524,384 12 1,289,601 24 1,386,597 234. Listrik, gas dan air 0 0 37 0 0 0 0 0 62,135 1 75,751 15. Konstruksi 11,360 7 33,193 3 207,478 7 361,310 8 295,259 5 332,417 66. Perdagangan, restoran 47,163 30 114,295 12 494,531 16 418,153 10 416,564 8 510,643 9 dan hotel7. Pengangkutan, pergudangan 1,096 1 165 0 18,820 1 80,723 2 237,407 4 257,055 4 dan komunikasi8. Jasa-jasa dunia usaha 31,329 20 340,095 35 794,512 26 976,863 23 876,497 16 939,981 169. Jasa-jasa sosial/masyarakat 1,114 1 59,100 6 24,139 1 38,547 1 35,033 1 29,194 010. Lain-lain 42,383 27 74,206 8 647,346 21 1,727,223 40 2,070,667 38 2,190,919 37TOTAL 157,885 100 972,541 100 3,050,847 100 4,281,483 100 5,413,864 100 5,906,805 100

Untuk kredit modal kerja jangka pendek, Perseroan memberikan kredit terutama untuk kebutuhan biaya operasional nasabah. Perseroan memberikan kredit dalam mata uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat dengan jangka waktu 1(satu) tahun dan pemberian fasilitas tersebut dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak. Jenis kredit ini umumnya memiliki tingkat suku bunga mengambang.

Berikut tabel kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur jatuh tempo.

No Keterangan 2005 2006 2007 2008 2009 per 31

Mei 2010 O/S % O/S % O/S % O/S % O/S % O/S %1. < 1 tahun 79.402 50 718.928 74 1.859.187 61 1.206.104 28 1.833.702 34 1.936.086 332. > 1 - 2 tahun 12.015 8 41.952 4 314.251 10 686.541 16 601.379 11 683.082 123. > 2 - 5 tahun 51.800 33 186.058 19 634.834 21 1.633.092 38 2.137.859 39 2.103.638 364. > 5 tahun 14.668 9 25.603 3 242.575 8 755.746 18 840.924 16 1.183.999 20TOTAL 157.885 100 972.541 100 3.050.847 100 4.281.483 100 5.413.864 100 5.906.805 100

Untuk kredit jangka panjang, Perseroan menyediakan kredit untuk pembelanjaan barang modal dan pembiayaan proyek, Kredit jangka panjang ini diberikan dalam mata uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat, dan umumnya berjangka waktu antara 3(tiga) sampai 7(tujuh) tahun serta memiliki tingkat suku bunga mengambang pada tingkat yang kompetitif dibandingkan bank lainnya di Indonesia.

Kredit Back to Back adalah fasilitas yang dijamin dengan deposito berjangka yang ditempatkan di Perseroan dan diberikan secara selektif kepada nasabah yang memiliki relationship dan loyal kepada Bank.

Pada kredit sindikasi/club deal, perseroan dapat bertindak sebagai arranger, facility agent, security agent, escrow agent dan ikut sebagai pemberi fasilitas kredit. Perseroan menawarkan pemberian kredit secara sindikasi/club deal dalam mata uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat. Kredit sindikasi/club deal umumnya berjangka waktu antara 1(satu) sampai 7(tahun). Diberikan dengan tingkat suku bunga mengambang.

Pemberian kredit kepada nasabah retail dengan pola pembiayaan secara channeling melalui BPR maupun koperasi pada umumnya di berikan kepada pegawai negeri sipil dan pensiunan TNI / POLRI serta memiliki karakteristik tersendiri. Pada pembiayaan secara channeling, umumnya setelah melunasi pinjaman kredit, nasabah retail akan meminjam kembali. Fasilitas kredit digunakan untuk kebutuhan konsumsi dengan batasan kredit mulai dari 5 juta sampai dengan 100 juta dan jangka waktu pinjaman maksimum selama 8 tahun.

Page 95: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

81

Pada saat krisis global yang melanda Indonesia usaha pembiayaan retail menjadi salah satu bisnis yang paling bertahan. Hal tersebut tercermin pada kinerja Perseroan dengan NPL dibawah 1%. Perseroan berkeyakinan bahwa sektor ini akan terus mengalami pertumbuhan. Komitmen Perseroan terhadap sektor retail ini dibuktikan dengan terus bertambahnya pemberian kredit kepada nasabah retail.

KPM (kredit pemilikan mobil) , merupakan fasilitas pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor baru maupun bekas baik mobil maupun sepeda motor. Uang muka pada fasilitas ini dimulai dari 10% dengan jangka waktu maksimum 5 tahun. Pembiayaan KPM dibagi menjadi 2 jenis yaitu KPM langsung yang berupa pembiayaan langsung ke end user baik yg berasal dari dealer maupun walk in customer dan KPM pola kerjasama (channeling) yaitu pembiayaan kepada end user yang disalurkan melalui perusahaan multifinance.

KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan KMG (Kredit Multi Guna ) adalah fasilitas kredit yang ditujukan untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan serba guna. Fasilitas KTA maupun KMG diberikan mulai dari Rp 5 juta sampai dengan Rp 100 juta dengan jangka waktu pinjaman maksimum selama 4 tahun.

Berikut adalah tabel yang menggambarkan kredit yang diberikan Perseroan berdasarkan jenis penggunaan.

No Keterangan 2005 2006 2007 2008 2009 per 31

Mei 2010 O/S % O/S % O/S % O/S % O/S % O/S %1 Modal Kerja 90.640 57 771.488 79 2.103.923 69 1.878.367 44 2.457.503 45 2.435.027 412 Investasi 28.229 18 43.317 4 303.076 10 594.479 14 903.351 17 1.321.595 223 Konsumsi 39.016 25 157.735 16 643.848 21 1.808.637 42 2.053.010 38 2.150.183 36TOTAL 157.885 100 972.541 100 3.050.847 100 4.281.483 100 5.413.864 100 5.906.805 100

Dalam memberikan kredit, Perseroan memiliki skema proses persetujuan atas kredit yang diberikan, alurnya sebagai berikut:

Proses pengajuan kredit dimulai dengan pengumpulan data, verifikasi, analisa data keuangan, penilaian risiko, penilaian jaminan, pembuatan proyeksi keuangan, menentukan kebutuhan kredit sampai pada proses persetujuan kredit.

Page 96: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

82

Setiap permohonan kredit yang diajukan akan diputus oleh quorum Komite Kredit yang setidak-tidaknya terdiri dari 2 (dua) orang sesuai dengan limit kewenangannya. Untuk permohonan kredit di atas jumlah tertentu akan melalui proses review Direktorat Manajemen Risiko dan Direktorat Kepatuhan, sebelum mendapatkan persetujuan Komite Kredit.

B. Kegiatan Penghimpunan Dana

Melalui kegiatan ini tentunya akan meningkatkan dana pihak ketiga dan likuiditas bank serta akan meningkatkan market share dan jumlah nasabah yang dimiliki oleh Perseroan. Kegiatan pendanaan ini merupakan kegiatan menghimpun dana masyarakat melalui produk-produk yang dimiliki oleh Bank Sinarmas yang meliputi produk tabungan, giro dan deposito.

Berikut tabel komposisi dari kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan oleh Perseroan.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007 2006 2005Giro 1.785.962 1.097.746 770.140 478.058 262.763 74.048Tabungan 1.142.205 970.389 594.076 102.879 26.551 24.954Deposito berjangka 5.255.806 4.764.287 3.910.985 4.321.814 1.555.078 525.962Jumlah 8.183.973 6.832422 5.275.201 4.902.751 1.844.392 624.964

Produk-produk tersebut akan dipasarkan melalui para tenaga marketing yang merupakan karyawan bank yang telah mendapatkan pelatihan mengenai pengetahuan produk dan teknik pemasaran yang memadai. Di samping itu Perseroan juga melakukan penjualan produk tabungan melalui channel Agency yang tersebar di seluruh area jaringan kantor Perseroan.

Adapun produk-produk yang dimiliki Perseroan yaitu meliputi :

• Tabungan Sinarmas Produk tabungan ini memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif dan biaya administrasi

bulanan yang rendah. Tabungan Sinarmas ini dapat diperoleh dan diakses di seluruh jaringan kantor Perseroan. Nasabah Tabungan Sinarmas akan memperoleh layanan ATM, Internet Banking dan Phone Banking.

• Tabungan Simas Gold Produk tabungan ini merupakan produk tabungan premium yang memberikan suku bunga

maksimal dengan setoran awal yang terjangkau. Tabungan Simas Gold dapat diperoleh dan diakses di seluruh jaringan kantor Perseroan. Nasabah Tabungan Simas Gold akan memperoleh layanan ATM, Internet Banking dan Phone Banking.

• TabunganKu Produk tabungan ini adalah produk dari Bank Indonesia dan merupakan program nasional untuk

menumbuhkan kegiatan menabung masyarakat. Perseroan secara serius turut mendukung dan mensukseskan program ini. TabunganKu juga dapat diperoleh di seluruh jaringan kantor Perseroan. Nasabah TabunganKu juga akan memperoleh layanan ATM, Internet Banking dan Phone Banking.

• Giro Sinarmas Produk giro ini ditawarkan dalam beberapa mata uang yaitu Rupiah (IDR), US Dollar (USD),

Euro (EUR) dan Singapore Dollar (SGD). Tingkat suku bunga yang diberikan sangat kompetitif dan diberlakukan secara berjenjang tergantung besarnya saldo mengendap pada rekening giro tersebut. Giro Sinarmas ini dapat diperoleh di seluruh jaringan kantor Perseroan, selain itu nasabah dapat melakukan penarikan dan penyetoran dengan cek atau bilyet giro dari kantor cabang atau cabang pembantu Perseroan lainnya.

• Simas Valas Produk ini merupakan simpanan untuk perorangan dalam mata uang US Dollar (USD) dan

Singapore Dollar (SGD) dengan tingkat suku bunga yang sangat menarik. Simas Valas dapat diperoleh di seluruh jaringan kantor Perseroan.

Page 97: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

83

• Deposito Sinarmas Produk deposito ini ditawarkan dalam beberapa pilihan tenor yaitu : 1, 3, 6 dan 12 bulan. Suku

bunga yang ditawarkan sangat kompetitif. Pembayaran bunga dapat dilakukan setiap bulan atau pada saat jatuh tempo tergantung permintaan dari nasabah. Deposito Perseroan dapat diperoleh di seluruh jaringan kantor Perseroan.

C. Layanan Perbankan dan Produk E-Banking

Layanan perbankan dan produk E-Banking yang dimiliki Perseroan saat ini sudah sangat beragam, hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan memenuhi kebutuhan transaksi perbankan dari para nasabah.

Layanan perbankan Perseroan meliputi :

• Travellers Cheque Merupakan pengganti uang tunai demi keamanan dan kenyamanan Anda. Menggunakan

TC Perseroan semudah menggunakan uang tunai karena dapat langsung dibelanjakan di seluruh merchant yang bekerja sama dengan Perseroan atau dapat dicairkan di seluruh jaringan kantor Perseroan. TC Perseroan dapat juga dikliringkan di bank-bank terdekat di seluruh Indonesia. Saat ini TC Perseroan tersedia dalam berbagai denominasi yaitu : Rp 1 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 25 juta dan Rp 50 juta.

• Safe Deposit Box (SDB) Perseroan menawarkan jasa SDB kepada para nasabah melalui beberapa kantor cabang

dengan ukuran yang terdiri dari 3 jenis yaitu : kecil (S), sedang (M) dan besar (L)• Pembayaran Tagihan (Bill Payment) Perseroan menawarkan layanan pembayaran tagihan melalui mesin ATM atau fasilitas Internet

Banking yang meliputi pembayaran tagihan listrik PLN, Telkom, Telkom Vision, Speedy, First Media, dan tagihan telepon genggam (prepaid dan postpaid), premi asuransi dan pembelian prepaid Blitz Card dari Blitz Megaplex.

• Jasa Pengiriman Uang (Xpress Money) Merupakan jasa pengiriman uang dari dan ke berbagai negara hanya dalam hitungan menit

dengan jutaan pelanggan dan jaringan yang tersebar luas. Xpress Money telah beroperasi di lima benua dan tersebar di 21 negara dengan lebih dari 435 kantor dan bekerja sama dengan lebih dari 150 bank besar sebagai bank koresponden. Xpress Money merupakan member dari NMC Group, salah satu kelompok usaha terbesar di Uni Emirat Arab dan bergerak di berbagai sektor usaha antara lain financial services, farmasi, Iklan dan Komunikasi, Real Estate, Perhotelan, Restoran, hingga Teknologi Informasi. Dengan menggunakan Xpress Money kiriman uang dari berbagai negara dapat diterima secara tunai atau langsung dikreditkan ke rekening di Perseroan.

Produk E-Banking Perseroan meliputi :

• ATM (Automatic Teller Machine)Jumlah mesin ATM yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Mei 2010 adalah 166 unit, yang tersebar di seluruh Kantor – Kantor Perseroan dan juga tempat-tempat lain yang dianggap strategis dalam melayani transaksi karyawan dalam perusahaan Grup Sinarmas. Nasabah pemegang Kartu Perseroan, selain dapat melakukan transaksi melalui mesin ATM milik Perseroan, sejak tahun 2008, ATM Perseroan telah bekerja sama dengan seluruh jaringan ATM nasional yaitu ALTO, ATM Bersama dan Prima, serta dengan jaringan ATM di Malaysia yaitu MEPS (Malaysian Electronic Payment System) yang memiliki jaringan di 8 bank besar di sana dengan jumlah mesin ATM sebanyak 6.100 unit tersebar di seluruh Malaysia.Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan kebebasan bertransaksi, Perseroan memberikan fasilitas tarik tunai di seluruh jaringan ATM nasional di atas tanpa dikenakan biaya sama sekali, sedangkan untuk penarikan tunai melalui jaringan MEPS akan dikenakan biaya sebesar Rp 15.000,-/transaksi.Di tahun 2010, Perseroan juga berrencana untuk bergabung dengan Visa International, yang memiliki jaringan ATM dengan merk dagang “VISA / PLUS”, dimana dengan fasilitas ini nasabah pemegang Kartu Perseroan dapat melakukan transaksi dimana saja baik lokal maupun Internasional.

Page 98: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

84

Dengan bergabungnya Perseroan ke dalam jaringan VISA, maka mesin ATM Perseroan dapat menerima transaksi Kartu ATM, Kartu Debet, dan Kartu Kredit Bank Lain yang sudah tergabung ke dalam jaringan VISA (baik bank lokal maupun internasional). Layanan transaksi yang dapat dilakukan adalah :- Layanan Informasi Saldo- Layanan Penarikan Tunai

• Internet BankingFasilitas ini memberikan kemudahan bagi para nasabah tabungan dan giro Perseroan untuk melakukan transaksi perbankan secara aman dan nyaman melalui koneksi internet di manapun nasabah itu berada. Fitur-fitur yang tersedia dalam layanan Internet Banking ini meliputi : Cek Saldo, Transfer Antar Rekening Perseroan, Transfer Ke Rekening Bank Lain (via SKN maupun RTGS) dan Bill Payment (pembayaran tagihan). Khusus untuk transfer via RTGS, Internet Banking Perseroan memberikan batas waktu layanan sampai dengan pukul 16.00 WIB setiap hari kerja.

• Phone BankingMerupakan salah satu produk elektronik banking yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi. Melalui Phone Banking ini, para nasabah dapat memperoleh informasi tentang seluruh produk dan jasa yang dimiliki Perseroan serta melakukan transaksi perbankan di manapun dan kapanpun dengan mudah, aman dan cepat.Phone Banking Perseroan melayani nasabah selama 24 jam sehari (7 hari seminggu) dengan melalui Nomor Telepon : 021-26585858 atau 0-800-1-767627.Untuk bisa mengakses seluruh fitur pada layanan Phone Banking ini, nasabah harus memiliki PIN Channel terlebih dahulu.

Berikut adalah fitur-fitur yang tersedia pada Phone Banking Perseroan yaitu :

1. Pilihan BahasaPhone Banking Perseroan menyediakan 2 pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

2. Transaksi PerbankanFasilitas transaksi perbankan hanya dapat diakses oleh pemegang kartu ATM Sinarmas yang telah melakukan registrasi PIN Channel melalui ATM Sinarmas. Transaksi perbankan yang tersedia meliputi : Cek Saldo, Informasi 6 (enam) Transaksi Terakhir dan Transfer Antar Rekening Perseroan.

3. Informasi PerbankanInformasi perbankan dapat diakses oleh siapa saja karena untuk mengaksesnya tidak membutuhkan PIN Channel. Informasi ini meliputi : Informasi Nilai Tukar Valuta Asing, Tingkat Suku Bunga, Produk dan Layanan Perseroan.

4. Ganti PIN ChannelNasabah dapat mengganti PIN Channel secara berkala demi menjaga keamanan PIN tersebut.

5. Berbicara dengan Phone Banking OfficerMelalui layanan ini nasabah dapat berbicara langsung dengan Phone Banking Officer Perseroan yang siap melayani setiap pertanyaan dan keluhan dari nasabah dengan profesional.

• Mobile BankingFasilitas mobile banking Perseroan saat ini bekerja sama dengan jaringan Smart Telecom yang juga merupakan anak perusahaan Sinarmas Group, sehingga setiap nasabah yang ingin mendapatkan layanan mobile banking ini wajib berlangganan telepon genggam dari Smart Telecom.

Page 99: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

85

Adapun fitur-fitur yang tersedia di mobile banking Perseroan saat ini meliputi : 1. Cek Saldo2. Transfer Uang3. Pembelian Pulsa4. Pembayaran Belanja di seluruh merchant Smart Dompet5. Transaksi Lain seperti : bonus poin, daftar merchant.

• Kartu DebetKartu ATM Perseroan sekaligus dapat berfungsi sebagai kartu debet yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran transaksi belanja di seluruh toko atau merchant yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture) atau POS (Point of Sales) yang berlogo Prima Debit. Proses verifikasi transaksi belanja tetap menggunakan 6 digit PIN yang merupakan PIN kartu ATM.Dengan bergabungnya Perseroan ke dalam jaringan VISA, pada tahun 2010, Nasabah pemegang Kartu Debet Perseroan dapat melakukan transaksi belanja di setiap toko / merchant melalui mesin EDC berlogo VISA secara real time.Proses Verifikasit transaksi belanja menggunakan signature Based (tandatangan pemegang Kartu), seperti layaknya transaksi Kartu Kredit

D. Penjualan Produk Wealth Management

Dalam rangka meningkatkan perolehan fee based income untuk bank dan untuk memenuhi pilihan produk investasi bagi para nasabah, maka Perseroan aktif dalam memasarkan produk-produk wealth management. Produk ini dipasarkan di seluruh jaringan kantor Perseroan melalui tenaga marketing yang terampil di bidangnya dan telah memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, dimana untuk produk-produk bancassurance, para tenaga marketing telah memiliki sertifikasi AAJI dan untuk produk-produk reksadana, para tenaga marketing telah memiliki ijin WAPERD.

Produk Bancassurance yang dijual Perseroan saat ini terdiri dari 2 jenis produk yaitu :• Simas Prima yang merupakan produk asuransi endowment• Simas Stabil Link yang merupakan produk asuransi unit link

Kedua produk tersebut merupakan produk dari PT Asuransi Jiwa Sinarmas yang juga merupakan anak perusahaan dari Sinarmas Group. Kedua produk tersebut ditawarkan dalam 2 (dua) jenis mata uang yaitu Rupiah (IDR) dan US Dollar (USD) serta memiliki beberapa pilihan jangka waktu yaitu : 1, 3, 6, 12 bulan untuk produk Simas Prima, sedangkan untuk produk Simas Stabil Link memiliki pilihan jangka waktu : 1, 3, 6, 12, 24, dan 36 bulan.

Produk Reksadana yang dijual Perseroan saat ini terdiri dari 6 macam yaitu :• Danamas Rupiah Plus • Danamas Dollar• Danamas Stabil• Danamas Instrumen Negara• Simas Danamas Saham• Simas Satu

Produk-produk reksadana di atas merupakan produk dari PT Sinarmas Sekuritas yang juga merupakan anak perusahaan dari Sinarmas Group.

E. Bisnis Kartu Kredit

Perseroan akan meluncurkan produk Kartu Kredit dengan bekerja sama dengan Visa International dan Mastercard International pada tahun 2010 ini. Strategi Perseroan dalam meluncurkan bisnis kartu kredit ini selain untuk melayani kebutuhan para nasabah yang ada saat ini, juga akan diarahkan untuk para karyawan yang bekerja di seluruh anak perusahaan Sinarmas Group.

Untuk meningkatkan bisnis kartu kredit ini, Perseroan akan membuat berbagai program kerja sama dan promosi untuk mendorong pemakaian kartu dan meningkatkan volume transaksi, sehingga diharapkan kartu kredit Perseroan bisa sebagai kartu utama/main card bagi para nasabah yang loyal.

Page 100: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

86

F. Bisnis Internasional dan Treasury

Kegiatan usaha Bisnis Internasional dan Treasury adalah sebagai berikut:1. Pendanaan Pengelolaan pendanaan Bank dikelola oleh Asset and Liability Committee dan dirancang untuk

memastikan keseimbangan dalam pengelolaan biaya dana dan efektifitas pengelolaan likuiditas2. Trade Finance3. Remittance4. produk produk Treasury a. Jual beli valuta asing b. produk untuk hedging5. Jasa penunjang pasar modal yang meliputi a. Jasa wali amanat b. Jasa custodian *)*) dalam proses persiapan pengajuan izin

G. Unit Usaha Syariah

Bank Sinarmas Syariah adalah merupakan Unit Usaha Syariah dari Persero yang menjalankan sistem Perbankan yang operasionalnya sesuai dengan Prinsip Syariah. Unit Usaha Syariah berdiri pada tanggal 18 November 2009 dengan dikeluarkannya izin dari Bank Indonesia (Keputusan Deputi Gurbernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP. DpG/2009 tentang Pemberian Izin Usaha Unit Usaha Syariah PT. Bank Sinarmas).

Dalam menjalankan kegiatan Unit Usaha Syariah, Persero senantiasa berpedoman pada Prinsip – Prinsip Syariah dan ketentuan – ketentuan Bank Indonesia yang ada, serta telah memiliki Kantor Pusat Non Operasional dan 1 (satu) Kantor Cabang Syariah (KCS). Adapun produk yang saat ini ditawarkan oleh PT. Bank Sinarmas - Unit Usaha Syariah disesuaikan dengan Kodifikasi Produk Perbankan Syariah tahun 2008 dan telah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pengawas Syariah (DPS) yaitu:

- Produk Penghimpunan Dana:• Tabungan Simas iB (Wadiah) – Statement dan Passbook• Tabungan Simas iB (Mudharabah Muthlaqah) – Statement dan Passbook• TabunganKu iB (Wadiah) – Passbook• Tabungan Simas Gold iB (Mudharabah Muthlaqah) – Passbook• Tabungan Sinarmas Saving Plan iB (Mudharabah Muthlaqah) • Giro Simas iB (Mudharabah Muthlaqah)• Deposito Berjangka iB (Mudharbah Muthlaqah)

- Produk Pembiayaan• Pembiayaan Murabahah (Skema Channelling – Linkage Program)

Pembiayaan Sale and Lease Back (Murabahah dan Ijarah Muntahiya Bittamlik – IMBT) - (Skema Channelling – Linkage Program dan langsung ke Nasabah Umum)

3. MANAJEMEN RISIKO, KEPATUHAN DAN AUDIT INTERN

Manajemen Risiko

Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan telah mengalami perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha perbankan dan meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (good corporate governance). Sebagai tanggapan Perseroan terhadap kondisi tersebut, Perseroan telah menerapkan suatu kebijakan manajemen risiko yang bertujuan untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang timbul dalam kegiatan usahanya dapat diidentifikasi, diukur, dikelola dan dilaporkan, yang pada akhirnya akan

Page 101: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

87

memberikan manfaat berupa peningkatan kepercayaan pemegang saham dan masyarakat, memberikan gambaran lebih akurat mengenai kinerja di masa mendatang termasuk kemungkinan kerugian yang akan terjadi, dan meningkatkan metode dan proses pengambilan keputusan serta penilaian risiko dengan adanya ketersediaan informasi yang terkini, yang dengan sendirinya meningkatkan kinerja dan daya saing Perseroan.

Sesuai dengan PBI No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 mengenai Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, Perseroan telah melakukan penerapan manajemen risiko yang meliputi pengawasan aktif manajemen, penerapan kebijakan dan prosedur, penetapan limit risiko, proses identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko, penerapan sistem informasi dan pengendalian risiko serta sistem pengendalian internal. Penerapan manajemen risiko Perseroan secara jelas digambarkan pada Organisasi Manajemen Risiko dan Kebijakan serta Prosedur Perseroan.

Organisasi Manajemen Risiko

Dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia yaitu PBI No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 mengenai Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum serta SE BI No.5/21/DPNP tanggal 23 September 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, Perseroan telah membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko sesuai dengan SK Direksi No.0004001.001 tanggal 30 Juni 2004 tentang Pembentukan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Pembentukan Satuan Kerja Manajemen Risiko tersebut dimaksudkan untuk dapat menunjang pengelolaan risiko yang lebih menyeluruh, terpadu, terukur dan terkendali.

Adapun tugas dan tanggung jawab Satuan Kerja Manajemen Risiko antara lain adalah sebagai berikut:

a. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko secara triwulan kepada Bank Indonesia.b. Melakukan telaah risiko dan memberikan pendapat terhadap seluruh jenis risiko yang melekat

sebelum suatu transaksi diputuskan atau dilaksanakan yang meliputi Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Strategis, Risiko Kepatuhan dan Risiko Reputasi.

c. Mempersiapkan konsep dan metode pengukuran terhadap risiko komposit dari seluruh jenis risiko sesuai dengan pedoman standar Bank Indonesia dan Kebijakan Manajemen Risiko yang telah dibuat.

Sebagai salah satu bentuk dari adanya fungsi pengawasan serta kontrol bagi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko, Perseroan telah membentuk komite-komite yang akan memastikan bahwa pelaksanaan proses dan sistem manajemen risiko berjalan dengan efektif, yaitu berupa Komite Manajemen Risiko dan Komite Pemantau Risiko.

Komite Manajemen Risiko merupakan Komite yang dibentuk ditingkat Direksi dan Pejabat Eksekutif. Komite Manajemen Risiko dibentuk pada tanggal 30 Juni 2004, sesuai dengan SK Direksi No.0004001.002 tentang Pembentukan Komite Manajemen Risiko. Komite Manajemen Risiko diketuai oleh Direktur Kepatuhan dan beranggotakan beberapa Direktur serta Kepala Unit Bisnis dan Pejabat Eksekutif Perseroan. Komite ini dibentuk untuk menerapkan kerangka manajemen risiko yang efektif dan memastikan dilakukannya pengawasan risiko melalui penetapan toleransi risiko, batasan dan strategi pengelolaan risiko secara menyeluruh.

Komite Pemantau Risiko merupakan Komite yang dibentuk ditingkat Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko dibentuk pada tanggal 02 April 2007, sesuai dengan SK Direksi No.SK.014/2007/PRESKOM-CorpSec tentang Pembentukan Komite Pemantau Risiko. Komite Pemantau Risiko beranggotakan beberapa Komisaris dan pihak Independen. Komite ini bertugas untuk melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut, melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko, dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait dengan pelaksanaan pengawasan serta pengendalian risiko yang telah dilakukan.

Page 102: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

88

Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko

Untuk menyesuaikan pelaksanaan manajemen risiko dengan perkembangan tingkat usaha perbankan, secara terus menerus Perseroan mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat memberikan informasi bagi Perseroan mengenai adanya potensi risiko secara lebih dini, dan selanjutnya dapat diambil langkah-langkah yang memadai untuk meminimalkan dampak risiko. Kerangka manajemen risiko ini dituangkan dalam kebijakan, prosedur, limit-limit transaksi dan kewenangan dan ketentuan lain serta berbagai perangkat manajemen risiko yang berlaku di seluruh lingkup aktivitas usaha.

Kebijakan dan prosedur yang mengatur mengenai penerapan manajemen risiko Perseroan tercantum dalam Pedoman Penerapan Manajemen Risiko melalui SK Direksi No.004001.003 tanggal 28 Desember 2004 dan telah direvisi dalam Ketentuan dan Prosedur Kerja (KDPK) Penerapan Manajemen Risiko Perseroan, sesuai dengan SK Direksi No.SK.038./2009/PRESDIR-RM tanggal 28 Desember 2009. Ketentuan dan Prosedur Kerja (KDPK) Penerapan Manajemen Risiko tersebut mencakup:a. Pengawasan aktif oleh Direksi dan Komisaris;b. Kebijakan, prosedur dan penetapan limit;c. Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen

risiko;d. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh.

Pengelolaan Risiko

Pengelolaan risiko Perseroan dilakukan pada seluruh faktor risiko dengan penekanan pada risiko yang melekat pada setiap kegiatan operasional Perseroan yang meliputi Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas dan Risiko Operasional, dengan tidak mengabaikan risiko yang melekat pula pada kegiatan non operasional seperti Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko Strategik dan Risiko Kepatuhan.

Risiko KreditRisiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perseroan seperti perkreditan (penyediaan dana), tresuri, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pengelolaan risiko kredit diupayakan agar dalam melakukan ekspansi kredit Perseroan senantiasa mengelola kualitas setiap kredit sejak saat diberikan sampai dengan dilunasi untuk mencegah timbulnya Non Performing Loan (NPL). Pengelolaan kredit yang efektif dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit.

Pengelolaan yang dilaksanakan dalam meminimalisir risiko kredit salah satunya adalah dalam bentuk pemberian second opinion yang independen terhadap business unit. Bentuk opini tersebut berupa pendapat atau kajian mitigasi risiko terhadap exposure kredit yang memiliki nilai yang signifikan, produk baru terkait dengan perkreditan ataupun aktivitas perkreditan yang memiliki risiko melekat (inherent risk) yang tinggi.

Untuk menjamin kelancaran aktivitas dalam proses pemberian kredit, maka Perseroan telah membentuk suatu komite yaitu Komite Kredit yang bertanggung jawab dalam memberikan persetujuan pengajuan kredit. Selain itu Perseroan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan yang antara lain mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit.Perseroan mengukur dan memantau risiko untuk setiap debitur baik secara individual, sektor ekonomi maupun seluruh portofolio kredit dengan menerapkan four - eyes principle secara konsisten. Perseroan juga telah menerapkan standar dan prosedur untuk mendukung terciptanya suatu proses pemberian kredit yang mempertimbangkan risiko dan perolehan hasil.

Risiko PasarRisiko pasar merupakan risiko kerugian dari portofolio yang dimiliki oleh Perseroan karena adanya pergerakan variabel pasar seperti tingkat suku bunga, nilai tukar, termasuk turunan dari kedua risiko tersebut.

Page 103: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

89

Sebagai bagian dari pengelolaan risiko pasar yang diterapkan, pengukuran risiko pasar dilakukan dengan menggunakan metode standar dari Bank Indonesia, yang diatur dalam surat edaran (SE) Bank Indonesia No. 9/33/DPNP tanggal 18 Desember 2007 perihal Pedoman Penggunaan Metode Standar dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan Risiko Pasar.Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional Perseroan seperti kegiatan tresuri dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat hutang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance).

a. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang

berlawanan dengan posisi atau transaksi Perseroan. Perhitungan risiko suku bunga dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan dalam Trading

Book yang terekspos risiko suku bunga. Perhitungan risiko suku bunga meliputi risiko spesifik (menggunakan metode Jatuh Tempo) dan risiko umum.

Perseroan menentukan tingkat suku bunga simpanan dengan memonitor pergerakan tingkat suku bunga yang dijamin Pemerintah dan mengkaji tingkat suku bunga bank pesaing. Tingkat suku bunga kredit ditetapkan dengan menambahkan margin tertentu atas biaya pendanaan (cost of fund) Perseroan.

b. Risiko Nilai Tukar Risiko nilai tukar adalah risiko kerugian akibat fluktuasi dari nilai tukar pada saat Perseroan memiliki

posisi terbuka (open position) dari portofolio valuta asing. Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas posisi devisa neto sesuai ketentuan

Bank Indonesia. Bank Indonesia membatasi posisi devisa neto untuk semua jenis valuta asing tidak boleh melebihi 20% dari modal (atau maksimum 30% dari modal, jika Perseroan memperhitungkan risiko pasar dalam perhitungan kecukupan modal). Pengelolaan posisi devisa neto ini dipusatkan pada Divisi Tresuri, yang menggabungkan seluruh posisi valuta asing harian dari semua cabang.

Dalam rangka mitigasi dan pengelolaan risiko pasar, Perseroan telah menetapkan kebijakan-kebijakan dan limit-limit yang memadai sehingga potensi kerugian yang timbul akibat kondisi pasar dapat dikendalikan.

Risiko LikuiditasRisiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perseroan tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajibannya. Risiko likuiditas ini dapat dibedakan atas risiko likuiditas pasar dimana Perseroan tidak mampu melakukan offsetting posisi tertentu yang dimilikinya dengan harga pasar karena kondisi pasar yang tidak memadai, dan risiko likuiditas pendanaan dimana Perseroan tidak mampu mencairkan asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain.

Perseroan menjaga likuiditas dengan mempertahankan jumlah aset likuid yang cukup untuk membayar simpanan para nasabah, dan menjaga agar kelebihan jumlah kewajiban yang jatuh tempo pada setiap periode berada dalam tingkat yang terkendali. Selain itu, ditetapkan pula jumlah pagu kas cabang. Penetapan pagu kas cabang ditujukan agar cabang dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya berupa penarikan dana pihak ketiga, sekaligus menjaga kondisi kas cabang agar tidak idle.

Fungsi pengelolaan risiko likuiditas dilakukan melalui Assets Liabilities Management (ALMA). Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan ALMA, maka dibentuklah Assets and Libilities Committee (ALCO), yang merupakan wadah utama untuk mencapai tujuan utama dari ALMA serta bertanggung jawab untuk pengembangan dan implementasi dari strategi ALMA. ALCO juga mengadakan rapat rutin yang dilaksanakan 1 (satu) kali dalam sebulan untuk mengkaji ulang kebijakan serta strategi yang telah dilakukan ALMA.

Risiko OperasionalRisiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan.

Page 104: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

90

Untuk meminimalisasi risiko operasional yang timbul, Perseroan telah meningkatkan fungsi kontrol dalam pemrosesan transaksi yang dilakukan antara lain dengan menerapkan prosedur yang menjamin ketepatan waktu penyelesaian transaksi, melakukan penyesuaian metode akuntansi terhadap standar yang berlaku, memelihara dokumen dan arsip secara tertib, pembatasan akses sesuai tugas dan tanggung jawab melalui mekanisme user management.

Selain itu, dalam rangka menerapkan pemantauan terhadap kegiatan operasional Perseroan, Perseroan telah meningkatkan fungsi dari Satuan Kerja Audit Internal dengan mengadakan pelatihan secara berkala sehingga menghasilkan Internal Control yang berkualitas untuk ditempatkan di cabang-cabang, yang secara reguler akan melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan operasional perbankan.

Perseroan juga telah menghitung kecukupan modal untuk risiko operasional sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan Surat Edaran (SE) BI No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (PID) dimana disebutkan bahwa perhitungan beban modal risiko operasional dengan menggunakan metode Basic Indicator Approach dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

a. Mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

b. Pada 1 Juli 2010 sampai dengan 31 Desember 2010, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

c. Pada 1 Januari 2011, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 15% (lima belas persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

Risiko HukumRisiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan.

Berkaitan dengan risiko hukum, Perseroan memiliki Corporate Legal yang bertugas memantau atau mengurangi risiko hukum yang mungkin timbul melalui pengadministrasian dokumentasi hukum yang tertib dan memadai, melakukan prosedur analisis aspek hukum terhadap produk dan aktivitas baru, meyakinkan bahwa transaksi-transaksi telah memenuhi ketentuan aspek hukum dan apabila dibutuhkan, melakukan konsultasi dengan penasihat hukum. Pengelolaan risiko hukum juga ditanamkan pada seluruh jajaran organisasi Perseroan untuk membangun kesadaran risk culture dan risk awareness.

Risiko StrategisRisiko strategis adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Perseroan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Perseroan terhadap perubahan eksternal.

Risiko strategik yang dikelola oleh Perseroan antara lain dengan cara membuat rencana kerja yang disesuaikan dengan misi dan strategi Perseroan. Rencana Kerja dan Rencana Strategik yang telah ditetapkan Perseroan dikomunikasikan kepada pejabat dan pegawai Perseroan pada setiap jenjang organisasi, dan memantau kemajuan yang dicapai dari realisasi anggaran dan kinerja sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Risiko KepatuhanRisiko Kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perseroan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti Ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif (KAP), Pembentukan Penyisihan Aset Produktif (PPAP), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN) dan lainnya.

Page 105: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

91

Untuk menilai risiko kepatuhan, Perseroan menghitung jumlah dan materialitas ketidakpatuhan Perseroan terhadap kebijakan dan prosedur internal, peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, praktek dan standar etika bisnis yang sehat termasuk tuntutan dan keluhan nasabah.

Terkait pengendalian risiko kepatuhan, unit kerja IT (Helpdesk) telah menatausahakan peraturan internal Perseroan dan mendistribusikan peraturan tersebut kepada seluruh unit kerja. Disamping itu, Perseroan juga telah menyediakan portal khusus untuk memudahkan seluruh unit kerja melakukan akses terhadap ketentuan internal Perseroan.

Risiko ReputasiRisiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perseroan atau persepsi negatif terhadap Perseroan.

Untuk mengendalikan risiko reputasi ini, Perseroan secara terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan nasabah yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai perlindungan konsumen, termasuk menerapkan strategi penggunaan media yang efektif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya berita negatif.

Selain itu sebagai salah satu dasar pengukuran kualitas pelayanan Perseroan, Perseroan juga melakukan pencatatan dan penyelesaian terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan risiko reputasi seperti keluhan nasabah serta pemberitaan negatif. Pemantauan terhadap pengelolaan risiko reputasi diupayakan dengan mengoptimalkan fungsi Customer Care dan Corporate Secretary.

Profil RisikoPenilaian risiko Perseroan yang disampaikan kepada Bank Indonesia dilakukan melalui proses self assessment untuk menghasilkan profil risiko yang terdiri dari risiko inheren yaitu risiko yang melekat pada aktivitas bank dan sistem pengendalian risiko yaitu pengendalian terhadap risiko inheren. Sesuai dengan kriteria ukuran dan kompleksitas usaha Perseroan yang berlaku, maka penilaian risiko dilakukan terhadap delapan jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko strategis.

Hasil penilaian profil risiko Perseroan yang telah disampaikan kepada Bank Indonesia pada tanggal 22 April 2010 menunjukkan bahwa risiko keseluruhan bisnis Perseroan pada tanggal 31 Maret 2010 adalah “rendah” dengan eksposur risiko inheren “rendah” dan kualitas sistem pengendalian risiko adalah “acceptable”.

Audit Intern

Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) merupakan unit kerja yang independen yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki communication line dengan Komite Audit dalam bentuk koordinasi maupun penyampaian laporan hasil audit secara berkala. Tugas utamanya adalah untuk memberikan assurance secara independen dan objektif guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasioanal bank dengan cara mengevaluasi dan memperbaiki efektivitas sistem pengendalian intern, proses manajemen serta tata kelola perusahaan.

Dalam pelaksanaan tugasnya SKAI mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No.1/6/PBI/1999, tanggal 20 September 1999, tentang Standard Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) serta menerapkan Risk Based Audit (RBA) yang mengacu pada Standard Audit Intern Internasional dari Institute of Internal Auditors (IIA).

Dalam melaksanakan tugas pemantauan, SKAI menjalankan beberapa kegiatan antara lain:- Melakukan pemeriksaan rutin pada cabang atau unit kerja dengan memperhatikan tingkat exposure

risiko yang dimiliki masing-masing cabang atau unit kerja. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup seluruh aspek dan kegiatan yang dilakukan oleh cabang atau unit kerja tersebut (aspek operasional, kredit, sumber daya manusia, dll). Hasil pemeriksaan disampaikan kepada seluruh Direksi dan Komite Audit.

Page 106: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

92

- Melakukan kajian untuk setiap SOP/KDPK yang akan diberlakukan oleh perusahaan. Dari hasil kajian yang dilakukan tersebut dapat disampaikan beberapa kekurangan/kelemahan yang masih ada, serta rekomendasi perbaikan. Hal ini sekaligus sebagai deteksi dini untuk mencegah kekurangan/kelemahan prosedur kerja yang akan diberlakukan.

Disamping itu SKAI memiliki beberapa petugas Auditor Cabang yang bertugas di beberapa cabang dan berfungsi sebagai auditor harian sekaligus konsultan bagi cabangnya. Meskipun demikian, Auditor Cabang tetap bersifat independen terhadap satuan kerja operasioanal maupun seluruh aktivitas cabang, tanpa tekanan dari pihak manapun dalam organisasi dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala SKAI. Audit Intern melaksanakan tugas penilaian atas kecukupan dan efektifitas pengendalian intern serta penilaian atas kualitas kinerja unit line management, melakukan evaluasi atas kecukupan dan efektifitas proses manajemen risiko serta praktek Corporate Governance atas seluruh aspek dan unsur kegiatan Bank.

Kepatuhan

Divisi Kepatuhan mempunyai tugas untuk mencegah dan menjaga kepatuhan Perseroan agar tidak melanggar peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku serta memonitor kepatuhan Perseroan dalam menjalankan perjanjian dan komitmen kepada Bank Indonesia. Dalam menjalankan tugas tersebut, Divisi Kepatuhan dengan disupervisi oleh Direktur Kepatuhan melaksanakan proses review terhadap rencana kebijakan dan atau keputusan yang diterbitkan oleh Direksi maupun kebijakan yang sedang berlaku guna memastikan bahwa tidak terdapat atau keputusan Direksi Perseroan yang bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Sebuah unit khusus dalam Divisi Kepatuhan melakukan penerapan, koordinasi dan memonitor kepatuhan serta memastikan bahwa program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU dan PPT), antara lain:

1. Memastikan adanya pengembangan sistem identifikasi nasabah dan Transaksi Keuangan Mencurigakan.

2. Memantau pengkinian profil nasabah dan profil transaksinya termasuk identifikasi dan pemantauan nasabah yang dianggap risiko tinggi sebagaimana diatur dalam PBI No.11/28/PBI/2009 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT).

3. Melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan APU dan PPT oleh unit-unit kerja terkait.

4. Menerima dan melakukan analisis atas laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan untuk disampaikan kepada PPATK.

5. Menyusun Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan dan Laporan Transaksi Keuangan Tunai Rp 500 juta ke atas di atas Rp 500 juta untuk disampaikan kepada PPATK.

6. Memantau, menganalisis dan merekomendasi kebutuhan training APU dan PPT bagi para pejabat dan staff bank.

Penerapan prinsip dan praktek-praktek GCG yang konsisten akan memberikan manfaat, baik bagi Perseroan maupun para stakeholders lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Perseroan secara berkesinambungan telah melakukan sosialisasi berbagai hal yang berkaitan dengan kebijakan, stategis maupun implementasi prinsip-prionsip GCG.

Pada hakekatnya Divisi Kepatuhan memastikan bahwa pelaksanaan GCG, Compliance, APU dan PPT serta pengawasan melekat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka menerapkan pengawasan melekat. Dalam rencana jangka panjang, tujuan yang ingin dicapai adalah menumbuhkan risk culture atau budaya risiko di internal stakeholders, yang meliputi pemegang saham, pengurus, pejabat dan karyawan. Serta senantiasa mematuhi semua ketentuan yang berlaku serta secara khusus selalu memegang teguh prinsip kehati-hatian.

Page 107: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

93

4. GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)Seiring dengan ketetapan langkah untuk bertransformasi, Perseroan telah melengkapi tahapan perubahan dengan pranata organisasi yang diperlukan guna mendukung proses transformasi. Salah satu pranata organisasi yang mendapat perhatian penting jajaran manajemen adalah tersusunnya mekanisme pengelolaan perusahaan yang handal, sehingga menjamin pertumbuhan berkelanjutan dan kinerja optimal dalam jangka panjang. Manajemen meyakini hal ini dapat diwujudkan melalui penerapan praktek-praktek tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Kebijakan tata kelola Perseroan telah sesuai dengan prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), tanggung jawab (responsibility), independensi (independency) dan kewajaran (fairness). Secara berkala kebijakan tata kelola perusahaan Perseroan ditinjau kembali dan disesuaikan agar isinya tetap sejalan dengan perkembangan kerangka dan kebijakan di Indonesia.

Perseroan telah melakukan penilaian Self Assessment Pelaksanaan GCG tahun 2009, yang mencakup hal-hal sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum. Peringkat komposit hasil penilaian Self Assessment pelaksanaan GCG Perseroan predikat “Tata Kelola Baik”.

Kekuatan dan Kelemahan Pelaksanaan GCG Perseroan

KekuatanAdanya komitmen yang kuat dari Dewan Komisaris dan Direksi untuk menerapkan GCG pada setiap kegiatan usaha Bank dengan membangun pemahaman, kepedulian dan komitmen semua organ perusahaan dan seluruh jajarannya.

Untuk mendukung hal tersebut Perseroan telah memiliki:

a. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

b. Rekomendasi Komite-Komite, sangat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris.

c. Fungsi independensi, terhadap pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan, Satuan Kerja Kepatuhan, Satuan Kerja Audit Internal dan Kantor Akuntan Publik.

d. Kebijakan, sistem dan prosedur intern yang komprehensif dengan enforcement yang baik untuk memelihara kondisi internal Bank yang sehat serta ketentuan penetapan limit yang mampu menghindari potensi terjadinya benturan kepentingan.

e. Program-program training dan sosialisasi oleh Diklat Human Resources Development bekerja sama dengan Satuan-Satuan Kerja terkait.

Kelemahan Tidak ada kelemahan yang signifikan menjadi kendala dalam pelaksanaan GCG. Namun dengan tersebarnya sumber daya manusia hampir di seluruh propinsi Indonesia, maka diperlukan upaya-upaya sebagai berikut:

a. Meningkatkan koordinasi dan mutu keterampilan sumber daya manusia yang lebih baik secara berkala dan berkelanjutan.

b. Menerapkan pengendalian intern secara efektif.c. Menjaga kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.d. Dukungan Sistem Informasi Manajemen yang memadai.

5. PENERAPAN KNOW YOUR CUSTOMER (KYC)

Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi berbagai risiko usaha dan untuk mengurangi risiko usaha tersebut Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian. Salah satu prinsipnya adalah melalui penerapan program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) yang merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko bank secara keseluruhan.

Page 108: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

94

Hal ini diterapkan karena pada awal Juli 2009 lalu, Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/28/PBI/2009 tentang Penerapan Program APU dan PPT bagi Bank Umum. Ketentuan baru ini merupakan penyempurnaan dari PBI No.3/10/PBI/2001, tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Principles). Penyempurnaan itu dilakukan dalam rangka penyesuaian terhadap standar internasional yang lebih komprehensif dalam upaya mendukung pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang dilakukan oleh Perseroan, yang merupakan pilar dalam pelaksanaan APU/PPT tersebut, antara lain:

• Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris• Kebijakan dan prosedur• Pengendalian internal• Sistem Informasi Manajemen• Sumber Daya Manusia dan pelatihan.

Efektivitas penerapan prinsip APU dan PPT Perseroan dipantau oleh Unit Kerja Pengenalan Nasabah (UKPN) di dalam Satuan Kerja Kepatuhan. Dalam menjalankan tugasnya UKPN melapor dan bertanggung langsung Kepada Direktur Kepatuhan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.

6. PEMASARAN

Perseroan aktif memasarkan seluruh produk dan layanan di atas melalui seluruh jaringan kantor dan tenaga marketing yang ada saat ini. Selain itu Perseroan juga mengembangkan sistem keagenan khusus untuk pemasaran produk tabungan. Kegiatan promosi dan kerja sama strategis dengan pihak ketiga serta program customer get customer juga aktif dilakukan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk dan layanan tersebut. Untuk mendukung kegiatan pemasarannya, Perseroan juga turut menjaga tingkat kepuasan nasabah dengan menyediakan layanan Customer Care 24 Jam yang siap menangani setiap pertanyaan maupun keluhan dari para nasabah.

Tingkat keberhasilan dari kegiatan pemasaran produk dan layanan Perseroan ini sangat tergantung pada penerapan strategi yang tepat di lapangan serta adanya positioning yang jelas dari setiap produk yang akan dipasarkan. Perseroan tentu akan terus mengembangkan produk dan layanan baru sesuai dengan tuntutan pasar sekaligus juga menyempurnakan produk-produk yang ada sehingga bisa semakin sesuai dengan dinamika kebutuhan nasabah yang ada. Kegiatan promosi yang berkesinambungan baik secara above the line dan below the line atapun melalui aliansi strategis dengan pihak ketiga akan terus dilakukan untuk menjaga brand and product awareness dari para nasabah maupun calon nasabah sehingga dapat memudahkan kegiatan new acquisition yang pada akhirnya akan terus meningkatkan jumlah nasabah baru Perseroan.

Pemasaran untuk produk-produk pembiayaan Perseroan akan diprioritaskan pada nasabah corporate dengan “Best Business” yaitu perusahaan industri yang prospektif dan memiliki potensi terbaik, antara lain adalah perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia, disamping itu penetapan target sektor ekonomi ditentukan berdasarkan portofolio guideline yang disusun secara internal dengan mempertimbangkan potensi dan proyeksi perubahan pasar. Sektor-sektor ekonomi yang saat ini masih menjadi perhatian untuk tumbuh antara lain sektor telekomunikasi, industri berbasis pertanian, industri makanan dan minuman, tranportasi, perdagangan, energi dan infrastruktur.

Perseroan aktif memasarkan seluruh produk dan layanan di atas melalui seluruh jaringan kantor dan tenaga marketing yang ada saat ini. Selain itu Perseroan juga mengembangkan sistem keagenan khusus untuk pemasaran produk tabungan. Kegiatan promosi dan kerja sama strategis dengan pihak ketiga serta program customer get customer juga aktif dilakukan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk dan layanan tersebut. Untuk mendukung kegiatan pemasarannya, Perseroan juga turut menjaga tingkat kepuasan nasabah dengan menyediakan layanan Customer Care 24 Jam yang siap menangani setiap pertanyaan maupun keluhan dari para nasabah.

Page 109: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

95

Kegiatan promosi dan pemasaran oleh Perseroan antara lain dilakukan melalui kerja sama strategis dengan dengan pihak ketiga berupa pemberian sponshorship dimana hadiah yang diberikan umumnya dalam produk tabungan. Di samping itu kegiatan promosi juga dilakukan melalui kerja sama berupa pemberian berbagai layanan seperti payroll dan virtual account.

Kerja sama strategis antara Perseroan dengan beberapa mitra antara lain dilakukan dengan :

1. Jobstreet Indonesia, pengelola situs JobStreet.com penyedia jasa bursa kerja melalui internet, kerja sama sponshorship.

2. V-net Club, sebuah perusahaan MLM untuk pembelian pulsa telepon selular, virtual account.3. Indovision dan First Media perusahaan jaringan TV Kabel, kerja sama virtual account.4. OTO Multi Finance, kerja sama payroll dan virtual account.

Kegiatan promosi juga dilakukan dengan meluncurkan program-program promosi dengan pemberian hadiah kepada nasabah, beberapa program promosi yang telah dijalankan antara lain :

1. Program Gempar (Gempur Pasar), merupakan program promosi berupa pemasaran secara “door to door” oleh Tim Pemasaran di seluruh cabang untuk memasarkan produk Tabungan Sinarmas dan Tabungan Sinarmas Saving Plan, kepada nasabah yang membuka rekening terkait program ini diberikan hadiah langsung berupa minyak goreng.

2. Giro Promo, merupakan program promosi yang ditujukan kepada nasabah yang membuka rekening Giro Rupiah Sinarmas, dimana dalam satu tahun pertama nasabah akan diberikan berbagai fasilitas dan kemudahan dalam bertransaksi seperti bebas biaya administrasi bulanan, bebas biaya kliring warkat, bebas biaya LLG sebanyak 20 kali dalam satu bulan, biaya RTGS yang lebih murah, dan gratis 1 buku cek atau bilyet giro serta tingkat jasa giro yang lebih menarik.

3. Program Cashback Tabungan Sinarmas, merupakan program pemberian insentif berupa cashback bagi nasabah yang membuka rekening Tabungan Sinarmas dengan setoran awal minimal Rp.5 juta dan dilock selama 3 bulan.

4. Program pomosi Tabungan Sinarmas Saving Plan Berhadiah Smart Black Berry, merupakan program promosi untuk produk Tabungan Sinarmas Saving Plan (SSP) dimana setiap nasabah yang mengikuti program ini dengan membuka rekening SSP dengan jangka waktu 5 dan 10 tahun akan diberikan hadiah langsung berupa Black Berry.

Seluruh kegiatan promosi tadi berlaku untuk seluruh cabang di semua Kantor Wilayah, diharapkan melalui berbagai kerja sama strategis dan program-program promosi yang dilakukan dapat meningkatkan brand awareness Perseroan di mata masyarakat disamping untuk meningkatkan customer base dan perolehan dana pihak ketiga. Melalui kerja sama dengan beberapa mitra strategis juga secara langsung membuka akses pasar yang lebih besar sehingga memperluas jangkauan wilayah pemasaran.

Tingkat keberhasilan dari kegiatan pemasaran produk dan layanan Perseroan ini sangat tergantung pada penerapan strategi yang tepat di lapangan serta adanya positioning yang jelas dari setiap produk yang akan dipasarkan. Perseroan tentu akan terus mengembangkan produk dan layanan baru sesuai dengan tuntutan pasar sekaligus juga menyempurnakan produk-produk yang ada sehingga bisa semakin sesuai dengan dinamika kebutuhan nasabah yang ada. Kegiatan promosi yang berkesinambungan baik secara above the line dan below the line atapun melalui aliansi strategis dengan pihak ketiga akan terus dilakukan untuk menjaga brand and product awareness dari para nasabah maupun calon nasabah sehingga dapat memudahkan kegiatan new acquisition yang pada akhirnya akan terus meningkatkan jumlah nasabah baru Perseroan.

Pemasaran untuk produk-produk pembiayaan Perseroan akan diprioritaskan pada nasabah corporate dengan “Best Business” yaitu perusahaan industri yang prospektif dan memiliki potensi terbaik, antara lain adalah perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia, disamping itu penetapan target sektor ekonomi ditentukan berdasarkan portofolio guideline yang disusun secara internal dengan mempertimbangkan potensi dan proyeksi perubahan pasar. Sektor-sektor ekonomi yang saat ini masih menjadi perhatian untuk tumbuh antara lain sektor telekomunikasi, industri berbasis pertanian, industri makanan dan minuman, tranportasi, perdagangan, energy dan infrastruktur.

Page 110: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

96

7. PERSAINGAN USAHA

Membaiknya perekonomian global sepanjang tahun 2009 dan pertengahan 2010 membawa dampak yang positif pada perekonomian Indonesia. Hal ini tercermin dari stabilnya nilai mata uang rupiah serta terkendalinya inflasi sehingga memberikan pangsa pasar dan peluang yang cukup besar pada industri perbankan. Adanya pangsa pasar yang cukup besar pada industri perbankan di Indonesia mendorong laju persaingan yang ketat bagi bank-bank di Indonesia, baik perbankan konvensional (nasional dan asing) maupun perbankan syariah. Hal ini terlihat jelas dari masuknya beberapa bank-bank asing. Salah satunya bank asing konvensional dari Singapura dan Malaysia seperti Temasek Holding dengan Kepemilikan saham di Bank Danamon, OCBC Bank dengan kepemilikan saham di Bank NISP, CIMB Niaga dengan komposisi kepemilikan saham dimiliki oleh Khazanah Nasional Bhd dan CIMB Bank serta hadirnya beberapa bank campuran seperti ANZ (Australia), Standard Chartered Bank, HSBC, Barclays yang berasal dari Inggris, Rabobank (Belanda), Tokyo Mitsubishi (Jepang) dengan kepemilikan saham terbesar di beberapa perbankan Nasional.

Perseroan sebagai salah satu bank umum swasta nasional devisa di Indonesia yang memiliki sasaran untuk menjadi bagian dari industri perbankan yang mampu bersaing dalam skala besar dan sehat, telah menyusun strategi antara lain berupa perluasan jaringan kantor cabang di kota-kota besar, pengembangan Sumber Daya Manusia, memacu pertumbuhan kredit usaha kecil dan menengah, peningkatan pelayanan kepada nasabah melalui peningkatan kualitas sistem, SDM serta pengembangan produk-produk baru dan mengembangkan Unit Usaha Syariah.

Berikut daftar Bank yang memiliki total aset 1 – 10 Triliun per 31 Mei 2010.

(dalam triliun Rupiah)

No Nama Bank 31 MEI 2010

Asset DPK Kredit Kewajiban Ekuitas1 Bank Sinar Mas 9,328 8,184 5,907 8,714 0,6142 BPD - Sumatera Barat/Bank Nagari 9,104 7,215 6,432 8,319 0,7843 Bank Mayapada 8,294 6,691 5,722 7,225 1,0684 Bank Mutiara 7,599 6,448 5,384 6,986 0,6125 BPD - Bali 7,467 5,972 5,788 6,533 0,9346 BPD - Sulawesi Selatan 7,329 4,451 3,817 6,583 0,7467 Resona Perdania Bank 7,276 4,099 5,358 5,810 1,4668 Bank ICB Bumi Putera 7,041 5,880 5,607 6,490 0,5519 JP Morgan Chase Bank 6,401 2,051 1,404 6,159 0,24210 Bank ICBC Indonesia 5,832 3,885 4,027 5,078 0,754Sumber: CD Indicator Bank & Financial Rating Juni 2010, data diolah Perseroan

Berdasarkan data Laporan Keuangan Perseroan per 31 Mei 2010, Perseroan termasuk didalam kategori bank-bank nasional di Indonesia yang memiliki total asset 1-10 Triliun yaitu dengan Total Aset sebesar Rp 9,3 triliun. Dari sisi pemberian Kredit, Perseroan juga telah menyalurkan kredit yang cukup besar yaitu sebesar Rp 5,7 triliun. Dari sisi CAR, Perseroan memiliki posisi yang kuat dibidang perbankan, tercermin dari posisi CAR Perseroan yang berada di level sangat baik yaitu 13.74%, diatas level minimum yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 8%. Dari sisi non-performing loan (NPL), Perseroan merupakan salah satu bank dengan NPL yang cukup rendah diantara bank-bank menengah lainnya yaitu sebesar 2.74%. Sedangkan dari sisi net interest margin (NIM), Perseroan merupakan salah satu bank dengan NIM yang tinggi yaitu sebesar 5.23%.

8. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

Kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari keuntungan yang diperoleh namun selain itu terlihat dari peran serta Perusahaan dalam mengembangkan lingkungan dimana perusahaan itu berada sehingga timbul kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Oleh karena itu menjadi kewajiban Perusahaan untuk melaksanakan kegiatan sosial bagi masyarakat disekitar lingkungan dimana perusahaan itu berada.

Page 111: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

97

Dalam hal pelaksanaan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility), Perseroan melaksanakan Kegiatan Sosial dalam berbagai aspek. Perseroan menyelenggarakan Bazzar Minyak Goreng murah pada setiap pembukaan Kantor Cabang di seluruh Indonesia yang diperuntukkan bagi masyaratkat kurang mampu di lingkungan sekitar Kantor Cabang. Minyak goreng yang dialokasikan dalam Bazar ini adalah lebih dari 10 ton dengan harga penjualan kepada masyarakat sebesar Rp. 8.000,-/ liter dimana subsidi yang diberikan Perseroan sekitar sebesar Rp. 5.000,-/liter. Perseroan juga peduli terhadap korban dari beberapa bencana yang terjadi di Indonesia.

9. TEKNOLOGI INFORMASI

Perseroan menyadari bahwa Teknologi Informasi (TI) saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang mendasar dimana TI tidak hanya berperan sebagai media pendukung proses bisnis namun sebagai jantung utama dalam menunjang pencapaian visi dan misi Bank. Dengan Teknologi Informasi sebagai motor penggerak dalam menciptakan layanan perbankan yang semakin peka terhadap kebutuhan konsumen, maupun dalam membantu efektivitas dan efisiensi di segala lini, Perseroan percaya akan membangun keunggulan kompetitif, khususnya di dunia perbankan, di Indonesia.

Komitmen Manajemen, dituangkan dalam bentuk dukungan penuh atas perencanaan TI yang matang, yang mampu menghadapi tantangan bisnis, sekarang dan di kemudian hari. Rancangan arsitektur TI yang flexible, serta mendukung scalability memungkinkan Teknologi Informasi bergerak dinamis dan luwes mengikuti perkembangan bisnis Bank yang semakin beragam.Kerjasama dengan Strategic Partner, merupakan salah satu kunci dalam menyediakan pemenuhan atas kebutuhan TI yang tepat waktu dan tepat guna. Untuk itu, Perseroan terus bekerjasama dengan Business Partner serta Principal penyedia jasa/solusi TI, dan switching company baik lokal maupun internasional.

Sejak tahun 2005, Perseroan telah mengimplementasikan system core banking Temenos (T24 Globus) yang tersentralisasi dan berbasis online untuk menggantikan system corebanking yang bersifat offline dan terdistribusi. Saat ini system T24 mampu mendukung seluruh kegiatan operasional bank dan memiliki flexibilitas yang sangat baik dalam mendukung proses maupun produk-produk Bank. Seiring dengan itu, Perseroan terus melakukan perencanaan dan implementasi infrastruktur TI, yang resilient dan redundant serta mendukung Perseroan untuk tumbuh secara organik. Bermula dari hanya melayani transaksi offline dari 13 cabang di 3 kota besar, jumlah cabang Bank terus tumbuh secara eksponensial dan berkembang hingga menjadi lebih dari 90 cabang yang tersebar di 55 kota besar di seluruh Indonesia pada akhir 2009.

Sistem ini berjalan menggunakan server HP Integrity RX Series yang menyediakan high-end performance, functionality di kelasnya. Kombinasi dari penggunaan teknologi Dual-Core Intel® Itanium® processors dan kemampuan processor-enhancing yang berbasis cell membuat sistem tersebut menjadi sebuah platform yang dapat dipercaya bank dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis bank yang bersifat kritikal. Sistem ini diharapkan mampu untuk memenuhi proyeksi pertumbuhan bisnis bank yang semakin kompleks.

Tiga aspek terpenting dalam Teknologi Informasi, seperti Availability, Integrity dan Confidentiality, merupakan core-basis implementasi Teknologi Informasi Perseroan. Selain server-server utama yang standby melayani nasabah, untuk terus menjamin ketersediaan pelayanan kepada nasabah, Bank telah menyediakan server backup yang berada pada Data Center site yang selalu standby jika terjadi kegagalan pada sistem utama bank. Juga menyediakan live-standby unit server pada Disaster Recovery Center site. Pentingnya aspek Integrity dan Confidentiality tercermin dalam implementasi TI di Perseroan, baik di infrastruktur seperti penggunaan konsep Demilitarized Zone, maupun di bidang pengembangan perangkat lunak, seperti teknologi HSM, maupun 3DES Encryption.

Page 112: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

98

Front End System, Middleware dan Aplikasi Pendukung

Pengembangan front end application terus dilakukan bekerjasama dengan penyedia jasa solusi “s1” sebagai sistem front end, Branch Delivery Channel di bank. Mendukung fleksibilitas arsitektur TI yang hendak diterapkan, Sistem ini merupakan web-based system berbasis browser, dan telah digunakan online di seluruh cabang Perseroan. Front End System yang berbasis web sangat agile sehingga memungkinkan Bank bergerak cepat dalam pertumbuhan organik-nya di seluruh Indonesia. Di lini lain, pengembangan middleware dan aplikasi pendukung dilakukan secara inhouse oleh internal developer bank, juga berbasis web dengan teknologi terkini, seperti Java Enterprise. Middleware Bank mampu untuk secara fleksibel mengkonversi dari satu format ke format lain dengan mudah dan cepat, seperti dari XML ke ISO8583, sehingga memudahkan integrasi arsitektur Teknologi Informasi. Penerapan aplikasi-aplikasi pendukung seperti channeling dan bancassurance, terus disempurnakan, dan dihubungkan secara otomatis dengan sistem interface ke corebanking system T24 dan sistem kliring nasional (SKN), Sistem RTGS, dan SWIFT. Kompleksitas data di Bank kemudian diolah oleh MIS System untuk menghasilkan report-report yang dapat mempermudah Manajemen dalam mengambil keputusan yang kritikal, juga untuk menghasilkan pelaporan ke insitusi-institusi seperti Bank Indonesia (LHBU, LBU, dll) dalam memenuhi aspek compliance yang berlaku.

Jaringan ATM

Kebutuhan nasabah akan kemudahan dan fleksibilitas dalam melakukan transaksi perbankan menjadi perhatian utama bank. Saat ini Perseroan telah memiliki lebih dari 150 unit “ATM on US” yang tersebar diseluruh Indonesia dan untuk memperluas jangkauan, Perseroan bekerjasama dengan seluruh jaringan ATM nasional yaitu ATM Bersama, ALTO, dan PRIMA. Selain itu Perseroan juga bekerjasama dengan jaringan ATM internasional yaitu VISA yang akan diimplementasikan di tahun 2010. Dengan demikian maka nasabah dapat melakukan transaksi tidak hanya didalam negeri tapi juga pada seluruh ATM diseluruh dunia yang telah memiliki logo VISA.

E-Channel

Dalam memberikan kemudahan dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah, saat ini Bank telah menyediakan fasilitas e-Channel yang meliputi Internet Banking, Phone Banking, Mobile Banking, dan Bill Payment. Penambahan fitur-fitur terhadap fasilitas tersebut akan terus ditingkatkan (corporate online banking, sms banking,dll) sehingga akan semakin meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi seperti cek saldo, transfer, pembayaran bill (PLN, fastnet, Telkom, smart, dll). Dalam setiap penambahan fitur-fitur ini, Bank tetap berpegang pada prinsip keamanan bertransaksi bagi nasabah (penerapan two-factor authentication). Hal ini tentunya akan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap penggunaan layanan transaksi elektronik Perseroan.

DRC (Disaster Recovery Center)

Untuk menjamin ketersediaan pelayanan kepada nasabah, Perseroan memiliki DRC site yang berfungsi untuk recovery jika terjadi disaster pada Data Center site bank. Penggunaan mesin RX Series sebagai backup jika terjadi disaster pada kedua mesin di Data Center site Bank tentunya dapat menjamin kehandalan pelayanan kepada nasabah. Replikasi data core banking menggunakan fitur dari JBase yang disebut dengan TJLog (Transaction Journaling Log) yang dapat melakukan fungsi replikasi data core banking secara realtime.

Debit Card dan Credit Card

Dengan bergabungnya bank dengan jaringan debit Prima, pada Q1 tahun 2010 ini nasabah sudah dapat menikmati penggunaan kartu ATM untuk melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan kartu ATM Perseroan yang telah berfungsi juga sebagai kartu debit. Hal ini tentunya semakin meningkatkan kemudahan, kenyamanan dan sekaligus keamanan nasabah dalam bertransaksi.

Page 113: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

99

Kerjasama dengan VISA internasional untuk mengimplementasikan Visa Card dan credit card direncanakan akan diimplementasikan pada tahun ini. Kerjasama ini sekaligus mendorong bank dalam peningkatan keamanan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu, dimana Bank menerapkan standard keamanan internasional, PCI DSS.

Pelayanan dan Pengembangan Internal Bank

Selain terus meningkatkan layanan terhadap para nasabah, aspek pengembangan sumber daya manusia juga terus dikembangkan dengan implementasi E-Learning, yang bersifat web-based. Fasilitas portal / internal chatting yang terintegrasi dengan layanan intranet yang menyediakan peraturan-peraturan internal serta kebijakan Bank, dikoordinasikan oleh HelpDesk yang tersentralisasi, diharapkan meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang semakin solid di lingkungan internal Perseroan.

10. STRATEGI DAN PROSPEK USAHA

Kinerja Perseroan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, di masa mendatang akan selalu dipertahankan untuk tumbuh secara berkelanjutan guna mencapai visi Perseroan yaitu menjadi Bank terkemuka di Indonesia. Dalam upaya merealisasikan visi tersebut, Perseroan menyadari bahwa tantangan yang dihadapi, seperti meningkatnya iklim persaingan yang berpotensi menurunkan margin keuntungan serta peningkatan beban operasional dan modal, perlu diantisipasi dengan strategi usaha yang fokus dan terarah.

Adapun strategi usaha tesebut antara lain adalah:

1. Memperluas basis nasabah, mulai dari nasabah kecil sampai korporasi.

Saat ini nasabah Perseroan sebagian besar masih terfokus pada produk deposito yang tentunya memberikan kontribusi cost of fund yang tinggi bagi Perseroan. Sesuai dengan rencana jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan perolehan dana murah khususnya melalui produk tabungan dan sejalan dengan program pemerintah untuk memasyarakatkan kegiatan menabung, maka Perseroan memberikan fokus untuk meningkatkan jumlah nasabah melalui produk tabungan.

Strategi yang ditempuh untuk mendukung usaha meningkatkan jumlah nasabah dan pertumbuhan pangsa pasar Perseroan adalah dengan meningkatkan kualitas layanan ATM dan Internet Banking diantaranya dengan terus menambah kerjasama layanan Bill Payment, menambah jumlah jaringan kantor sehingga semakin terjangkau oleh masyarakat Indonesia, meningkatkan layanan Customer Care 24 Jam, menambah jumlah tenaga marketing (Financial Advisor) yang dapat bekerja secara profesional dan meluncurkan layanan SMS Banking dan SMS Notification.

Selain beberapa strategi utama yang dikemukakan di atas, Perseroan dalam usahanya untuk meningkatkan jumlah nasabah juga ditempuh melalui kerjasama payroll (penggajian), kerjasama dengan institusi keuangan seperti lembaga pembiayaan sehingga setiap debitur dibukakan rekening tabungan dan melalui penjualan produk wealth management yang mengharuskan nasabah memiliki rekening tabungan di Perseroan sebagai syaratnya.

Melalui layanan SMS Notification yang akan diluncurkan Perseroan, diharapkan akan semakin memperkuat brand and product awareness dari masyarakat serta dapat meningkatkan marketing communication atas setiap layanan dan produk yang dimiliki ataupun yang baru diluncurkan oleh Perseroan.

2. Memacu pertumbuhan kredit usaha kecil, menengah dan kredit korporasi. melalui kerjasama dengan lembaga keuangan maupun mitra usaha lainnya.

Dalam upaya Perseroan untuk memperluas basis nasabah, Perseroan akan terus meningkatkan kerjasama untuk penyaluran pembiayaan baik dengan pola penerusan pembiayaan secara channeling maupun pinjaman langsung (direct loan) melalui lembaga keuangan seperti BPR dan Koperasi maupun mitra usaha lainnya seperti perusahaan pembiayaan (multifinance). Kerjasama pembiayaan secara channeling dilakukan terutama untuk memasarkan kredit-kredit retail berskala kecil, dengan tujuan untuk menjaring dan mensejahterakan masyarakat diseluruh wilayah Nusantara.

Page 114: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

100

Sektor retail dapat digolongkan sebagai salah satu pilar perekonomian nasional yang terbukti tidak rentan terhadap gejolak ekonomi global. Ditinjau dari sudut pandang ini, Perseroan memainkan peranan penting dalam menunjang perekonomian nasional ditengah resesi ekonomi global yang mengancam pertumbuhan ekonomi dunia. Perseroan terus berupaya meningkatkan pembiayaan disektor retail yang ditujukan baik bagi para pengusaha retail maupun nasabah perorangan yang berasal dari kalangan menengah kebawah, antara lain seperti kepada pegawai swasta, pegawai negri sipil, dan pensiunan TNI/Polri.

Salah satu kunci sukses untuk meningkatkan volume bisnis adalah ekspansi kredit yang sehat, tumbuh dan menguntungkan. Dibidang kredit Perseroan terus berupaya untuk melakukan ekspansi pinjaman dengan fokus pada pembiayaan usaha retail kecil dan menengah (UKM) serta kredit pada usaha skala besar (Korporasi), yang tetap memiliki keterkaitan dengan sektor UKM, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian (Prudential Banking).

Strategi ini antara lain didukung oleh adanya kualitas dan kuantitas tenaga marketing yang terlatih dan handal, peningkatan service level perkreditan dan strategi pricing yang kompetitif. Tenaga marketing yang ada juga didukung oleh produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta pertumbuhan jaringan kerja untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kepada nasabah.

Selain itu, Perseroan juga melakukan penetrasi pasar yang intensif melalui acara-acara yang melibatkan langsung potencial customer serta didukung dengan program, strategi marketing dan promosi, seperti melakukan cross selling atas produk-produk Perseroan lainnya seperti Payroll, Giro Biller, Produk-Produk Funding lainnya serta Bancassurance.

3. Memperluas jaringan kantor untuk penetrasi pasar pada sentra-sentra UKM dan sektor usaha skala korporasi.

Untuk dapat melayani pembiayaan kredit retail kepada masyarakat secara lebih luas maka Perseroan akan terus memperluas jaringan dengan membuka kantor-kantor cabang. Pembukaan cabang-cabang ini akan meningkatkan akses Perseroan terhadap nasabah maupun calon nasabah serta kualitas pelayanan untuk menjaga loyalitas nasabah existing maupun menarik nasabah baru.

Pembukaan kantor-kantor cabang akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi serta kondisi ekonomi yang berkembang.

4. Pengembangan Produk dan Layanan serta Peningkatan Fee Based Income

Perseroan akan terus mengembangkan dan meluncurkan produk dan aktivitas baru yang mampu mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan bagi bank diantaranya melalui produk-produk bancassurance dan kartu kredit. Di samping itu Perseroan juga akan mengembangkan fitur-fitur baru seperti layanan Kartu Debit, Bill Payment, SMS Banking yang tentunya akan dapat meningkatkan perolehan dana murah melalui produk tabungan.

Kerjasama dengan pihak ketiga terus dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan nasabah dan tren kebutuhan nasabah seperti fasilitas pembayaran dan pembelian baik itu secara swalayan melalui media elektronik banking seperti ATM, Internet Banking maupun Mobile Banking. Kerjasama pembayaran dan pembelian pulsa telah dilakukan dengan seluruh penyedia jasa telepon bergerak maupun telepon tetap yang disediakan oleh PT. Telkom akan terus ditingkatkan. Selain itu, pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan layanan pembayaran host to host dengan memanfaatkan fasilitas transfer di seluruh jaringan ATM, baik melalui ATM Bersama, ALTO maupun PRIMA. Fasilitas ini merupakan salah satu produk unggulan yang lebih fleksibel dibanding dengan produk kompetitor yang sejenis.

Produk Bancassurance yang saat ini merupakan salah satu produk yang memberikan kontribusi perolehan fee based income yang signifikan bagi Perseroan, akan coba dikemas dengan produk tabungan (bundle) dalam kegiatan pemasarannya sehingga akan dapat meningkatkan perolehan dana tabungan nantinya.

Page 115: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

101

5. Mengembangkan Unit Usaha Syariah

Arah pengembangan usaha dan produk Unit Usaha Syariah adalah sesuai visi dan misinya yaitu ke skala UMKM dan mengembangkan kemitraan dengan lembaga pembiayaan, koperasi dan BPRS dalam kerangka ‘Linkage Programe”. Perseroan optimis dapat mencapai target yang dicanangkan karena didukung oleh Teknologi Informasi yang handal dan juga akan mengembangkan jaringan layanan kantor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Layanan Syariah / Office Channeling (OF) dengan Kantor Layanan Perseroan konvensional, sedangkan dalam penyaluran pembiayaan Unit Usaha Syariah didukung oleh mitra lembaga keuangan syariah seperti Koperasi, Multifinance dan BPRS sehingga bisa menjangkau lebih luas masyarakat yang memerlukan pembiayaan.

Pada tahun 2010 ini Unit Usaha Syariah memfokuskan diri mengembangkan bisnis di wilayah Jakarta dengan membuka Office Channelling di beberapa Kantor Cabang Konvensional. Sedangkan untuk tahun 2011 hingga 2012, Unit Usaha Syariah akan membuka office channeling di seluruh jaringan kantor Cabang Perseroan Konvensional yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura.

Dari segi SDM Unit Usaha Syariah secara konsisten menyiapkan penyediaan SDM terlatih dengan terus melakukan rekrutmen dan mengembangkan mereka melalui inhouse training maupun program Management Trainee yang disiapkan secara khusus baik yang nantinya akan mengarah di bidang Pembiayaan dan Marketing, bidang Operasional maupun bidang Audit. Selain itu tentunya Unit Usaha Syariah juga menyiapkan carreer path yang terarah bagi mereka dan mencoba mengembangkan Islamic Banking Culture dan SDM yang memiliki Basic Mentality yang sesuai prinsip syariah yaitu: transparan, keadilan, kesetaraan, disiplin serta memegang teguh Prinsip GCG.

Perseroan memiliki keyakinan bahwa prospek usaha kedepan akan semakin kondusif. Hal ini sebagaimana pendangan Bank Indonesia bahwa proses pemulihan ekonomi global terus berlangsung dan semakin kuat sehingga ke depan perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus membaik, meskipun masih terdapat berbagai faktor risiko dan potensi ketidakpastian yang perlu terus dicermati. Kondisi ini memberikan dampak positif pada prospek usaha Perseroan.

Perseroan akan mengoptimalkan penghimpunan dana pihak ketiga melalui produk tabungan dan giro yang merupakan produk dana murah, sehingga akan dapat menurunkan biaya bunga (cost of fund) yang ada saat ini. Dengan adanya penurunan biaya bunga tersebut, maka tentunya akan dapat mendukung ekspansi penyaluran kredit kepada para debitur dengan tingkat suku bunga pinjaman yang lebih kompetitif. Usaha untuk meningkatkan komposisi dana murah ini akan didukung dengan penyempurnaan fitur-fitur produk tabungan maupun giro yang telah ada saat ini. Selain itu fitur-fitur pada layanan ATM, Internet Banking, Phone Banking, Mobile Banking dan SMS Banking akan semakin dilengkapi demi memberikan kenyamanan bertransaksi bagi para nasabah. Dengan dipenuhinya hal tersebut, tentunya Perseroan mengharapkan nasabah giro dan tabungan yang ada saat ini akan menjadikan rekening mereka di Perseroan sebagai rekening transaksi sehari-hari (main bank).

Saat ini Perseroan juga sudah mengadakan program tabungan berhadiah asuransi kebakaran maupun asuransi kecelakaan diri dengan bekerja sama dengan sister company yaitu PT Asuransi Sinarmas. Di mana melalui program ini diharapkan seluruh karyawan Sinarmas Group yang telah menjadi nasabah payroll Perseroan, akan turut mengajak seluruh anggota keluarganya untuk menjadi nasabah dengan membuka rekening tabungan di Perseroan.

Melalui layanan pembayaran host to host yang ditawarkan Perseroan untuk para nasabah giro, diharapkan target market seperti lembaga pembiayaan, pengelola apartemen dan perusahaan jasa layanan TV Kabel atau Internet serta perusahaan MLM yang telah menggunakan layanan pembayaran ini secara bertahap akan dapat mengarahkan para konsumen atau pelanggan mereka untuk menjadi nasabah Perseroan sehingga akan memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran rutin mereka.

Penjualan produk-produk wealth management terutama produk bancasurance juga akan terus ditingkatkan sehingga akan menambah pendapatan fee based Perseroan. Melalui produk baru bancassurance yang akan diluncurkan tahun 2010 ini dan direncanakan dibundle dengan produk tabungan berjangka Perseroan, maka diharapkan penghimpunan dana murah dan jangka menengah atau panjang akan bisa lebih ditingkatkan lagi.

Page 116: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

102

Perseroan juga optimis akan memiliki prospek usaha yang baik dengan adanya efisiensi operasional serta didukung oleh pengembangan Information Technology ditengah persaingan berat pada industri perbankan. Perseroan akan terus menyempurnakan tata kelola perusahaan dan standard pengelolaan risiko untuk mewujudkan layanan perbankan yang lebih berkualitas.

11. ASURANSI

Perseroan dalam menjalankan usahanya telah mengadakan perjanjian pertanggungan asuransi dengan PT Asuransi Sinarmas. PT Asuransi Sinarmas adalah pihak yang terafiliasi dengan Perseroan secara tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM melalui kepemilikan saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. dalam PT Asuransi Sinarmas, namun demikian tidak ada perlakuan yang berbeda dari Perseroan untuk menerima penawaran pertanggungan asuransi yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi lain. Perjanjian asuransi antara Perseroan dengan PT Asuransi Sinarmas, antara lain untuk melindungi harta kekayaannya dan aktivitas operasional seperti Cash in Safe, Cash in Transit, dan Cash in Counter. Nilai pertanggungan asuransi memiliki nilai yang cukup untuk menutupi kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Berikut adalah asuransi yang dimiliki oleh Perseroan:

No Nama Nama Nomor Polis Jenis Obyek Berlaku Nilai Penanggung Tertanggung Asuransi Asuransi Hingga Pertanggungan1 PT Asuransi Perseroan 22.071.2010.00860 Property All Risk Kantor (gedung/ 1 Mei 2011 Rp 188.959.471.182,- Sinarmas bangunan) 2 PT Asuransi Perseroan 34.071.2010.01170 Earthquake Kantor (gedung/ 1 Mei 2011 Rp 188.959.471.182,- Sinarmas Insurance bangunan) 3 PT Ausransi Perseroan 0567/CN/Aneka/ Cash in Transit, Cast in Transit, 1 September Rp 624.800.000.000,- Sinarmas 08/2010 (Cover note) Cash in Save/ Cash in Save/ 2011 USD 3.065.000,- Khasanah, dan Khasanah, dan SGD 3.000.000,- Cash in ATM Cash in ATM 4 PT Asuransi Perseroan/ 40.071.2010.00003 Kesehatan Karyawan 1 Juli 2010 s/d Rp 180.609.824.000,- Sinar Mas karyawan Kumpulan Perseroan 30 Juni 2011 Perseroan Simas Sehat (Jaminan Rawat Corporate Inap dan Pembedahan, Jaminan Rawat Jalan, Jaminan Melahirkan, dan Jaminan Kacamata) 5*) PT Asuransi Perseroan - Kendaraan ± 70 mobil - ± Rp 9.428.500.000,- Sinarmas & Bermotor PT Asuransi Sinarmas Syariah 6*) PT Asuransi Perseroan - Kendaraan ± 91 Sepeda Motor - ± Rp 741.392.875,- Sinarmas Bermotor

Keterangan:*) Mengingat polis asuransi untuk kendaraan bermotor tersebut terlalu banyak, maka tidak diuraikan

satu persatu dan sampai tanggal diterbitkan Prospektus ini, polis asuransi untuk kendaraan bermotor tersebut masih berlaku.

Page 117: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

103

IX. INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA

Informasi, tabel, statistik dan lain-lain mengenai industri perbankan di Indonesia yang dibahas dalam bab ini maupun bab-bab lain dalam prospektus ini diambil dan diolah dari berbagai media publik. Informasi tersebut tidak diverifikasi, secara masing-masing maupun bersama-sama, oleh Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi, atau pihak-pihak lain yang ditunjuk oleh Perseroan.

Industri perbankan merupakan industri yang sangat vital bagi perekonomian suatu Negara. Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mencapai perbankan yang sehat perlu adanya kebijakan-kebijakan dan pengawasan yang dalam hal ini dilakukan oleh Bank Indonesia maupun lembaga Negara lainnya yang berkaitan.

1. Bank Indonesia

Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia dan merupakan badan hukum yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbuatan hukum. Bank Indonesia sebagai badan hukum publik berwenang menetapkan peraturan hukum pelaksana Undang-Undang yang mengikat seluruh masyarakat luas, sesuai tugas dan wewenangnya. Selain itu, Bank Indonesia juga sebagai badan hukum perdata yang dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah tersebut mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, dan kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sedangkan aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum Pemerintah di bidang perekonomian.

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, Bank Indonesia mengemban tiga tugas yang dikenal sebagai Tiga Pilar Bank Indonesia, yaitu:

a) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter,b) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, danc) mengatur dan mengawasi Bank.

Pelaksanaan ketiga bidang tugas tersebut mempunyai keterkaitan dan karenanya dilakukan secara saling mendukung guna tercapainya tujuan Bank Indonesia secara efektif dan efisien.

Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan, mengeluarkan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan fungsi pengawasan terhadap bank, serta mengenakan sanksi terhadap bank. Fungsi pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan berkala dan sewaktu-waktu, maupun melalui analisis laporan yang disampaikan oleh masing-masing bank.

Page 118: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

104

2. Arsitektur Perbankan Indonesia

Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada tanggal 9 Januari 2004 Bank Indonesia telah meluncurkan API sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan Indonesia ke depan. Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003, dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.

Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API. Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta pengembangan UMKM.

Dalam rangka menciptakan industri perbankan yang lebih baik, sehat, dan stabil perlu diciptakan peraturan-peraturan ataupun kebijakan-kebijakan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai hal tersebut, fokus penyusunan API dibagi dan diarahkan pada proses pembentukan 6 (enam) pilar infrastruktur yang dibutuhkan perbankan nasional yaitu: struktur perbankan nasional yang kuat, sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif, kualitas manajemen dan operasional bank yang sehat, infrastruktur pendukung perbankan yang memadai dan juga

Page 119: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

105

3. Struktur Perbankan Indonesia

Kebijakan Pemerintah untuk menutup 16 bank ketika krisis ekonomi melanda sejak 1998, telah mengubah secara dramatis struktur industri perbankan Indonesia. Pentingnya struktur perbankan telah menjadi fokus perhatian dalam penyusunan API. Struktur perbankan yang sehat merupakan inti dari semua permasalahan perbankan karena baik buruknya industri perbankan akan banyak ditentukan oleh bagus tidaknya struktur yang dibuat, di samping perlu adanya fungsi pendukung lain, seperti pengawasan dan pengaturan yang efektif.

Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah

Sumber: Bank Indonesia

Pilar pertama API adalah struktur perbankan yang sehat. API memiliki program penguatan struktur perbankan nasional dengan misi menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan. Program ini bertujuan untuk memperkuat permodalan bank umum (konvensional dan syariah) dalam rangka meningkatkan kemampuan bank mengelola usaha maupun risiko, mengembangkan teknologi informasi, maupun meningkatkan skala usahanya guna mendukung peningkatan kapasitas pertumbuhan kredit perbankan. Implementasi program penguatan permodalan bank dilaksanakan secara bertahap. Upaya peningkatan modal bank-bank tersebut dapat dilakukan dengan membuat business plan yang memuat target waktu, cara dan tahap pencapaian.

Page 120: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

106

Cara pencapaiannya melalui:

1. Penambahan modal baru baik dari shareholder lama maupun investor baru;2. Merger dengan bank (atau beberapa bank) lain untuk mencapai persyaratan modal minimum baru;3. Penerbitan saham baru atau secondary offering di pasar modal;4. Penerbitan subordinated loan

Dalam waktu sepuluh sampai limabelas tahun ke depan program peningkatan permodalan tersebut diharapkan akan mengarah pada terciptanya struktur perbankan yang lebih optimal, yaitu terdapatnya:

• 2 sampai 3 bank yang mengarah kepada bank internasional dengan kapasitas dan kemampuan untuk beroperasi di wilayah internasional serta memiliki modal di atas Rp 50 triliun;

• 3 sampai 5 bank nasional yang memiliki cakupan usaha yang sangat luas dan beroperasi secara nasional serta memiliki modal antara Rp 10 triliun sampai dengan Rp 50 triliun;

• 30 sampai 50 bank yang kegiatan usahanya terfokus pada segmen usaha tertentu sesuai dengan kapabilitas dan kompetensi masing-masing bank. Bank-bank tersebut memiliki modal antara Rp 100 miliar sampai dengan Rp 10 triliun;

• Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan bank dengan kegiatan usaha terbatas yang memiliki modal di bawah Rp 100 miliar.

Secara keseluruhan, struktur perbankan Indonesia dalam kurun waktu sepuluh sampai limabelas tahun ke depan diharapkan akan terbentuk sebagaimana digambarkan sebagai berikut:

Page 121: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

107

Dalam menciptakan struktur perbankan yang sehat dan menunjang pembangunan ekonomi serta mendukung kestabilan sistem keuangan, ada pemikiran dari beberapa pakar dan analis perbankan maupun para bankir sendiri mengenai perlunya perbankan nasional memiliki beberapa bank besar yang disebut core bank, bank inti atau national champion. Ide pembentukan core bank sangat terkait dengan dua alasan mendasar, yaitu masalah efisiensi (economies of scale) dan ruang lingkup wilayah usaha. Untuk memiliki struktur perbankan sehat memang diperlukan perbankan yang mampu beroperasi secara efisien.

Untuk efisien, bank tersebut harus memiliki skala usaha (assets) dan permodalan yang cukup besar. Economies of scale sangat sulit dicapai dengan skala aset yang kecil karena kemampuan bank sangat terbatas. Beberapa studi menyebutkan bahwa ukuran minimum aset Rp 20 triliun merupakan standar minimum suatu bank untuk dapat mencapai skala economies of scale secara efektif. Berikut daftar bank yang memiliki aset di atas Rp 20 triliun disertai dengan rincian dana pihak ketiga, kredit yang diberikan dan ekuitas.

(dalam triliun Rupiah)No. Nama Bank Jumlah Aset Jumlah Kredit Jumlah Dana Jumlah Ekuitas Yang Diberikan Pihak Ketiga1. Bank Mandiri (Persero) Tbk 402 209 326 372. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 324 212 259 313. Bank Central Asia Tbk 298 130 255 304. Bank Negara Indonesia Tbk 225 120 184 205. Bank CIMB Niaga Tbk 126 88 106 126. Bank Danamon Tbk *) 97 62 64 177. Bank Pan Indonesia Tbk 89 48 62 128. Bank International Indonesia Tbk 68 46 52 79. Bank Permata Tbk *) 62 39 47 510. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk *) 56 42 38 611. Bank Bukopin Tbk 43 29 38 312. Bank Mega Tbk 40 21 33 413. Bank OCBC Nisp Tbk 39 23 31 514. Bank Tabungan Pensiunan Tbk 28 19 22 215. Bank Ekonomi Raharja Tbk *) 24 9 20 2Sumber: Bloomberg, dan Laporan Keuangan Publikasi per 30 Juni 2010, *) Laporan Keuangan Publikasi per 31 Mei 2010 serta data diolah

4. Pengawasan Dan Peraturan Perbankan Indonesia

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, Bank Indonesia menjadi lembaga Pemerintah utama yang mengawasi sistem perbankan Indonesia berdasarkan UU No.7 Tahun 1992 tanggal 25 Maret 1992, sebagaimana diubah dengan UU No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan (“Undang-Undang Perbankan”), dan sesuai dengan UU No.23 Tahun 1999 tanggal 17 Mei 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No.3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia.

Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang Bank Indonesia adalah landasan hukum utama yang mengatur pemberian ijin-ijin usaha dan pengaturan sector perbankan. UU ini memberikan kewenangan yang besar kepada Bank Indonesia. Perbankan Indonesia juga tunduk pada peraturan-peraturan, keputusan-keputusan dan peraturan pelaksanaan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Menteri Keuangan

5. Prospek Perbankan di Indonesia

Di bandingkan banyak negara lainnya, perekonomian Indonesia pada tahun 2009 secara umum menunjukkan kinerja yang cukup baik. Meskipun penurunan tidak dapat dihindari, secara keseluruhan tahun 2009 perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar 4,5% (YOY) sehingga menjadikan Indonesia salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih mencatat pertumbuhan positif. Bank Indonesia memandang bahwa proses pemulihan ekonomi global terus berlangsung dan semakin kuat sehingga ke depan perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus membaik, meskipun masih terdapat berbagai faktor risiko dan potensi ketidakpastian yang perlu terus dicermati.

Page 122: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

108

Selama semester II 2009, sektor keuangan Indonesia terus bertumbuh dan terjaga stabilitasnya, yang tercermin dari menurunnya Indeks Stabilitas Keuangan (FSI) dari 1,94 (Juni 2009) menjadi 1,91 (Desember 2009). Dengan kondisi global maupun domestik yang secara umum mulai membaik, FSI pada akhir semester I (Juni) 2010 diproyeksikan berada pada rentang 1,59-2,16 dengan baseline sebesar 1,87. Dengan demikian perbankan sebagai industri yang mendominasi sektor keuangan Indonesia diharapkan akan terus menunjukkan kinerja yang positif.

Perbankan Nasional pada semester I 2010 menunjukkan prestasi yang fantastis bahkan pada laporan publikasi 10 bank terbesar yang menguasai 63,83% aset perbankan menunjukkan pertumbuhan laba mencapai 44% year on year (yoy). Sementara itu berdasarkan data statistik perbankan Indonesia per Juni 2010 laba perbankan Nasional tumbuh 25,81% yoy walau kredit hanya tumbuh 18,83% yoy dan Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya tumbuh 14,93%. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) pun terjaga di level 2,98%, di bawah ketentuan maksimal 5% dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) sebesar 18,06%, di atas ketentuan minimal 8%. Rasio-rasio tersebut menggambarkan kinerja perbankan yang semakin mengkilat di tengah perbaikan ekonomi global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II-2010 mencapai 2,8% dibanding Triwulan I-2010 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009 mengalami pertumbuhan 6,2 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2010 dibandingkan dengan semester I-2009 tumbuh sebesar 5,9%.

Seiring dengan semakin rendahnya suku bunga kredit dan meningkatnya keyakinan dari pelaku usaha, diharapkan terjadinya pertumbuhan kredit yang signifikan, walaupun ruang perbankan untuk menurunkan suku bunga semakin sempit seiring dengan ekspektasi inflasi yang disebabkan rencana kenaikan tarif listrik pada semester II 2010 dan kecenderungan naiknya minyak dunia. Bank Indonesia (“BI”) memperkirakan pertumbuhan kredit tahun 2010 mencapai 20%. Berdasarkan rencana bisnis bank yang dilaporkan ke BI, rata-rata perbankan memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini di atas 20%.

Secara umum, industri perbankan di Indonesia memiliki prospek yang cerah dimana tingkat populasi yang tinggi serta masih memiliki sumber daya alam yang perlu difasilitasi oleh industri perbankan. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat, sementara stabilitas harga tetap terjaga. Prospek pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh semakin pulihnya kinerja ekspor dan mulai meningkatnya kegiatan investasi. Membaiknya ekspor sejalan dengan perbaikan prospek perekonomian global termasuk negara-negara maju. Meningkatnya permintaan eksternal dan menguatnya permintaan domestik diperkirakan mendorong dunia usaha utnuk mulai meningkatkan kapasitas produksi. Dengan penegakan hukum dan pengawasan Bank Indonesia, diharapkan industri perbankan Indonesia menuju ke arah yang lebih sehat, sehingga perbankan dapat meningkatkan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Page 123: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

109

X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang bersumber dari Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraph penjelasan mengenai penerapan PSAK No.50 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006) tentan “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” serta penerapan ketentuan transisi dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Edaran No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009 mengenai estimasi penurunan nilai kolektif kredit yang diberikan dengan keterbatasan pengalaman kerugian spesifik, laporan keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009,- 2008, 2007 dan 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian serta laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dedy Muliadi dan Rekan dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

NERACA (dalam jutaan Rupiah)

KETERANGAN 31 Mei 31 Desember 2010 2009 2008 2007 2006 2005ASET Kas 197.696 199.311 141.250 46.266 10.285 4.039Giro pada Bank Indonesia 985.882 854.850 365.516 309.301 136.553 30.116Giro pada bank lain - bersih 160.302 87.698 110.063 50.113 7.496 4.554Penempatan pada bank lain - bersih 671.627 273.277 84.998 437.754 370.465 364.286Efek-Efek - bersih 1.027.827 941.637 782.910 1.311.010 421.032 164.625Efek yang dibeli dengan janji jual - bersih - 10.018 - 87.798 81.478 -Kredit yang diberikan - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879 958.356 140.482Pendapatan bunga yang masih akan diterima 43.601 44.008 39.952 26.737 7.769 3.485Biaya dibayar dimuka 43.333 38.030 29.201 22.030 6.217 697Tagihan akseptasi - bersih - - - - - 2.129Aset tetap - bersih 226.800 217.524 161.781 81.579 22.160 12.087Aset pajak tangguhan - - - - 770 898Objek Ijarah - bersih 58.694 - - - - -Aset lain-lain - bersih 69.914 46.687 120.176 78.974 28.362 11.899JUMLAH ASET 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442 2.050.943 739.297 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban segera lainnya 179.253 65.362 59.213 4.855 3.514 361Simpanan 8.183.973 6.832.422 5.275.201 4.902.751 1.844.392 624.964Simpanan dari bank lain 282.815 238.626 80.045 244.935 38.512 1.000Efek yang dijual dengan janji beli - bersih - 258.428 169.759 - - -Kewajiban derivatif - - - - 4 -Kewajiban akseptasi - - - - - 2.184Hutang pajak 18.073 19.227 12.242 6.230 2.483 1.117Surat berharga yang diterbitkan 2.112 2.626 5.431 8.259 1.150 -Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 4.023 6.763 2.561 5.020 1.464 126Biaya yang masih harus dibayar - - - - 6.361 1.435Bunga yang masih harus dibayar 18.785 15.657 19.762 14.211 - -Kewajiban pajak tangguhan - bersih 10.229 9.866 7.133 343 - -Cadangan imbalan pasti pasca kerja 5.781 4.735 2.840 2.429 1.221 1.995Kewajiban lain-lain 9.057 10.874 12.776 10.283 5.706 2.580JUMLAH KEWAJIBAN 8.714.171 7.464.586 5.646.963 5.199.316 1.904.807 635.762 EKUITAS Modal ditempatkan dan disetor penuh 568.050 525.000 425.000 275.000 125.000 65.000Cadangan umum 3.000 2.500 2.000 1.500 1.000 1.000Rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek (40.788) (42.072) (47.072) (32.758) - -Saldo laba 84.208 86.001 37.735 25.384 20.136 37.535JUMLAH EKUITAS 614.470 571.429 417.663 269.126 146.136 103.535JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442 2.050.943 739.297

Page 124: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

110

LAPORAN LABA RUGI

(dalam jutaan Rupiah)

KETERANGAN 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006 2005 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan bunga 356.508 782.390 601.035 358.227 106.321 42.061Beban bunga 192.188 470.357 425.759 237.307 65.973 23.418Pendapatan Bunga - bersih 164.320 312.033 175.276 120.920 40.348 18.643Pendapatan operasional lainnya - bersih 32.349 67.515 48.617 28.923 9.712 4.924Beban operasional lainnya 139.053 304.592 205.200 138.363 39.773 19.699Laba Operasional 57.616 74.956 18.693 11.480 10.287 3.868Pendapatan non-operasional 2.139 203 1.227 768 98 2.098Beban non-operasional 3.092 4.363 279 464 96 267Pendapatan (Beban) non-operasional bersih (953) (4.159) 948 304 2 1.831Laba Sebelum Pajak 56.663 70.797 19.641 11.784 10.289 5.699Beban pajak 15.343 22.031 6.790 6.036 2.688 1.618Laba Bersih 41.320 48.766 12.851 5.748 7.601 4.081Laba per Saham (Dalam Rupiah Penuh) 7,08 8,15 3,25 2,70 6,11 4,38

POSISI DAN RASIO – RASIO POS TERTENTU

Keterangan 31 Mei 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006 2005 (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)% Pertumbuhan Pendapatan Bunga n.a.*) 30,17% 67,78% 236,93% 152,78% 28,80% Beban Bunga n.a.*) 10,47% 79,41% 259,70% 181,72% 51,72% Pendapatan Bunga – Bersih n.a.*) 78,02% 44,95% 199,70% 116,42% 8,25% Pendapatan Operasional Lainnya n.a.*) 38,87% 68,09% 197,82% 97,24% -47,69% Beban Operasional Lainnya n.a.*) 48,44% 48,31% 247,88% 101,90% -6,06% Laba Operasional n.a.*) 300,96% 62,83% 11,61% 165,95% -31,73% Laba Bersih n.a.*) 279,47% 123,57% -24,38% 86,25% -10,88% Jumlah aset 16,09% 32,51% 10,90% 166,63% 177,42,% 60,25% Jumlah kewajiban 16,74% 32,19% 8,61% 172,96% 199,61% 68,69% Jumlah ekuitas 7,53% 36,82% 55,19% 84,16% 41,15% 22,59%

Permodalan CAR 13,74% 13,95% 12,70% 12,42% 16,18% 45,12% CAR dengan memperhitungkan risiko pasar 13,71% 13,84% 12,65% 11,12% 15,42% 45,12% Rasio aset tetap terhadap modal 39,93% 41,43% 38,07% 29,66% 17,73% 18,59%

Aset Produktif CKPN terhadap CKPN wajib dibentuk 100% 100% 100% 100% 100% 130,80% NPL Bersih 2,74% 1,65% 1,72% 0,00% 0,16% 0,00% NPL Gross 3,33% 2,17% 1,99% 0,26% 0,81% 8,31% Aset produktif bermasalah 2,52% 1,75% 1,62% 0,16% 0,44% 1,88% CKPN aset produktif terhadap aset produktif 1,39% 1,42% 1,04% 0,82% 1,03% 3,07% CKPN aset produktif terhadap kredit yang diberikan 1,84% 1,77% 1,28% 1,32% 1,98% 13,51%

Rentabilitas ROA 1,51%**) 0,93% 0,34% 0,33% 0,98% 1,14% ROE 15,61%**) 8,46% 3,85% 3,05% 6,15% 4,71% NIM 5,23%**) 5,04% 3,66% 4,15% 4,44% 4,19% BOPO 85,18% 91,18% 97,12% 97,03% 91,13% 91,64%

Likuiditas LDR 72,18% 79,01% 83,31% 62,18% 52,73% 25,26% Kepatuhan (Compliance) GWM Rupiah - Utama 5,31% 5,04% 5,04% 9,28% 5,07% 5,68% GWM Rupiah – Sekunder 9,99% 4,76% - - - - GWM Mata Uang Asing 31,11% 24,12% 15,67% 3,01% 1,98% 1,22% Persentase pelanggaran/pelampauan BMPK - - - - - - Posisi Devisa Neto 3,45% 6,37% 3,52% 5,96% 2,46% 4,79%*) tidak dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya**) data disetahunkan berdasarkan ketentuan BI SE No.3/30/DPNP

Page 125: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

111

XI. EKUITAS

Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryantodengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan PSAK No.50 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Rincian dari ekuitas tersebut adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah) 31 Mei 31 DesemberKeterangan 2010 2009 2008 2007Modal Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 568.050 525.000 425.000 275.000Cadangan Umum 3.000 2.500 2.000 1.500Rugi Yang Belum Direalisasi Atas Penurunan Nilai Wajar Efek yang Tersedia Untuk Dijual (40.788) (42.072) (47.072) (32.758)Saldo Laba 84.208 86.001 37.735 25.384Jumlah Ekuitas 614.470 571.429 417.663 269.126

Tidak ada perubahan struktur permodalan maupun susunan pemegang saham setelah tanggal laporan keuangan terakhir hingga Prospektus ini diterbitkan.

Pada tanggal 27 September 2010, Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Ketua BAPEPAM dan LK. Jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat berkenaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) saham biasa atas nama, merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah)

Seandainya perubahan ekuitas Perseoan karena adanya Penawaran Umum saham kepada masyarakat sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham dengan Harga Penawaran Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham dan konversi Waran Seri I sebanyak 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) menjadi 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) saham dengan Harga Pelaksanaan Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) terjadi pada tanggal 31 Mei 2010, maka Proforma Ekuitas Perseroan pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)Uraian Modal Tambahan Cadangan Rugi Yang Saldo Jumlah Ditempatkan Modal Umum Belum Direalisasi Laba Ekuitas dan Disetor Disetor/ Atas Penurunan Penuh Agio Nilai Wajar Efek yang Tersedia Untuk Dijual Posisi ekuitas menurut laporan keuangan pada tanggal 31 Mei 2010 dengan modal dasar Rp 2.000 miliar 568.050 - 3.000 (40.788) 84.208 614.470Perubahan ekuitas setelah tanggal 31 Mei 2010 jika diasumsikan pada tanggal tersebut dillaksanakan. -• Penawaran Umum Perdana sejumlah 1.600.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100,-dan harga penawaran Rp 150,- per saham 160.000 80.000 - - - 240.000• Konversi seluruh Waran Seri I sejumlah 1.920.000.000 waran menjadi 1.920.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100,- dan harga pelaksanaan Rp 150,- per saham 192.000 96.000 - - - 288.000Proforma ekuitas pada tanggal 31 Mei 2010 setelah Penawaran Umum Perdana dilaksanakan 920.050 176.000 3.000 (40.788) 84.208 1.142.470

Page 126: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

112

XII. PERPAJAKAN

Pajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tanggal 2 Agustus 2000 (berlaku Efektif 1 Januari 2001) mengenai perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tanggal 9 November 1994 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1991 tanggal 30 Desember 1991 mengenai perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, penerima dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh Perseroan Terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis atau Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia juga tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat dibawah ini terpenuhi:

• Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan• Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima

dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif diluar kepemilikan saham tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 14 tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Februari 1995, perihal Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek (seri PPh Umum Nomor 3 juncto SE-06/Pj.4/1997 tanggal 20 Juni 1997 perihal : Pelaksanaan pemungutan Pph atas penghasilan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek), telah ditetapkan sebagai berikut :

1) Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,10% dari jumlah bruto nilai transaksi dan bersifat final. Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham;

2) Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 0,50% dari nilai saham perusahaan pada saat Penawaran Umum Perdana;

3) Pemilik saham pendiri diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan perhitungan sendiri sesuai dengan ketentuan di atas. Dalam hal ini, pemilik saham pendiri untuk kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapannya sendiri bahwa sudah ada penghasilan. Penyetoran tambahan pajak penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan tersebut, maka penghitungan Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku umum sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2000.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 651/KMK.04/1994 tanggal 29 Desember 1994 tentang “Bidang-Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun Yang Disetujui Menteri Keuangan Republik Indonesia Tidak Termasuk Sebagai Objek Pajak Penghasilan”, maka penghasilan dari Dana Pensiun yang ijin usahanya disetujui Menteri Keuangan Republik Indonesia tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan, apabila penghasilan tersebut diterima atau diperoleh dari penanaman dalam bentuk efek yang diperdagangkan pada Bursa Efek di Indonesia.

Sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-28/PJ.43/1995 tanggal 22 Mei 1995, perihal Pajak Penghasilan Pasal 23 atas bunga obligasi dan dividen yang diterima Wajib Pajak Orang Pribadi (seri PPh Pasal 23 / Pasal 26 No. 6), maka bunga obligasi dan dividen baik yang berasal dari

Page 127: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

113

saham atau sekuritas, baik yang diperdagangkan di Pasar Modal maupun yang tidak, yang terutang atau dibayarkan kepada Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi dalam tahun 1995 dan seterusnya, dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto.

Dividen yang dibayarkan kepada wajib pajak luar negeri akan dikenakan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) atau tarif yang lebih rendah dalam hal pembayaran dilakukan kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu negara yang telah menandatangani suatu perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Indonesia, dengan memenuhi Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-03/PJ.101/1996 tanggal 29 Maret 1996 tentang Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B).

Seluruh kewajiban perpajakan Perseroan telah dipenuhi sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku.

Calon pembeli saham dalam Penawaran Umum ini diharapkan untuk berkonsultasi dengan Konsultan Pajak masing-masing mengenai akibat perpajakan yang timbul dari pembelian, pemilikan maupun penjualan saham yang dibeli melalui Penawaran Umum ini.

Page 128: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

114

XIII. KEBIJAKAN DIVIDEN

Seluruh saham Perseroan yang telah ditempatkan, termasuk saham baru yang akan dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan pemegang saham lama termasuk hak atas dividen sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan tidak memiliki negative covenants sehubungan dengan pembatasan pihak ketiga dalam rangka pembagian dividen. Perseroan merencanakan untuk membayarkan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun. Besarnya pembayaran dividen tunai akan dikaitkan dengan keuntungan yang diperoleh Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan dan jika Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan setelah memperhitungkan risiko pasar mencapai ≥”20%, dengan tanpa mengurangi hak dari RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di bidang Perbankan. Dengan memperhatikan laba Perseroan dan CAR setelah memperhitungkan risiko pasar mencapai ≥”20%, kondisi likuiditas tahun berjalan serta dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar PT Bank Sinarmas Tbk, manajemen Perseroan merencanakan akan membagikan dividen tunai sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setelah pajak mulai tahun buku 2013.

Dividen yang diterima oleh Pemegang saham non Warga Negara Indonesia (“WNI”) akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Untuk definisi pemegang saham non WNI dan informasi mengenai perpajakan di Indonesia selanjutnya, dapat dilihat pada Bab XII mengenai Perpajakan dalam prospektus ini.

Page 129: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

115

XIV. PENJAMINAN EMISI EFEK

1. KETERANGAN PENJAMINAN EMISI EFEK

Sesuai dengan persyaratan dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana PT Bank Sinarmas Tbk No. 5 tanggal 1 September 2010 juncto Addendum I Perjanjian Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana PT Bank Sinarmas Tbk No.88 tanggal 9 November 2010 juncto Addendum II Perjanjian Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana PT Bank Sinarmas Tbk No.175 tanggal 24 November 2010, yang ketiganya dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat sebesar penjaminannya masing-masing dengan kesanggupan penuh (full commitment) sebesar 100% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum ini yaitu sebesar 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) saham sehingga mengikat untuk membeli dengan Harga Penawaran sebesar Rp. 150,- (seratus lima puluh Rupiah) per saham sisa saham yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan Masa Penawaran.

Perjanjian tersebut diatas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi Perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya bertentangan dengan Perjanjian ini.

Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang ikut dalam Penjaminan Emisi Saham Perseroan telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.KEP-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Rangka Penawaran Umum

2. SUSUNAN SINDIKASI PENJAMINAN EMISI EFEK

Adapun susunan dan besarnya presentase penjaminan masing-masing sindikasi Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perseroan yang dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) adalah sebagai berikut :

No. Keterangan Jumlah Saham Persentase Penjamin Pelaksana Emisi Efek 1. PT Sinarmas Sekuritas (Terafiliasi) 1.589.000.000 99,3125% Penjamin Emisi Efek 2. PT Dinamika Usaha Jaya 1.000.000 0,0625%3. PT Erdikha Elit Sekuritas 1.000.000 0,0625%4. PT Henan Putihrai Sekuritas 1.000.000 0,0625%5. PT Indomitra Securities 1.000.000 0,0625%6. PT Makinta Securities 1.000.000 0,0625%7. PT Minna Padi Investama 1.000.000 0,0625%8. PT OSK Nusadana Securities Indonesia 1.000.000 0,0625%9. PT Pacific Capital 1.000.000 0,0625%10. PT Panca Global Securities 1.000.000 0,0625%11. PT Sucorinvest Central Gani 1.000.000 0,0625%12. PT Valbury Asia Securities 1.000.000 0,0625% Jumlah 1.600.000.000 100,0000%

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal yang dimaksud dengan Afiliasi adalah Pihak (orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi atau kelompok yang terorganisasi) yang mempunyai:

a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan

komisaris yang sama;

Page 130: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

116

d. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau

f. Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

Kecuali PT Sinarmas Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek merupakan pihak terafiliasi, para Penjamin Emisi Efek yang turut dalam Penawaran Umum ini dengan tegas tidak terafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimana tertera di dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

3. PENENTUAN HARGA PENAWARAN PADA PASAR PERDANA

Harga Saham dalam Penawaran Umum Perdana ini ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

• Hasil bookbuilding yang telah dilakukan• Kinerja keuangan Perseroan

Page 131: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

117

XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

Profesi Penunjang Pasar Modal yang ikut membantu dan berperan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebagai berikut:

1. Akuntan Publik : MULYAMIN SENSI SURYANTO

Intiland Tower, 7th FloorJl. Jenderal Sudirman, Kav 32

Jakarta 10220 - IndonesiaTelepon : 62-21-570 8111

Fax : 62-21-572 2737

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Tugas utama auditor independen dalam Penawaran Umum Saham ini adalah melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Di dalam standar tersebut Akuntan Publik diharuskan untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Dalam hal ini Akuntan Publik bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diauditnya.

Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik mencakup pemeriksaan atas pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan dan juga penilaian atas prinsip Akuntansi yang dipergunakan dan estimasi yang signifikan yang dibuat oleh manajemen tentang penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Pedoman Kerja : Standar Auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik IndonesiaSurat Penunjukan Dari Perseroan : 564/VI/2010/GA/GK/MSS tanggal 14 Juni 2010STTD : No. 368/PM/STTD-AP/2004No. Keanggotaan IAPI : 1214 atas nama Gabriella Mulyamin Kurniawan

2. Konsultan Hukum : TUMBUAN PANE

Jl. Gandaria Tengah III No. 8Jakarta 12130 - Indonesia

Telepon : 021 – 722 7737, 720 8172Fax : 021 – 724 4579, 725 7403

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Ruang lingkup pekerjaan Konsultan Hukum dalam Penawaran Umum Saham ini adalah melakukan pemeriksaan dan penelitian dari segi hukum dan memberikan Laporan Pemeriksaan Segi Hukum serta memberikan Pendapat Segi Hukum atas aspek-aspek hukum yang menyangkut Perseroan dan Penawaran Umum ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan.

Hasil pemeriksaan dan pendapat dari segi hukum mengungkapkan semua fakta, data serta informasi penting yang menyangkut aspek-aspek hukum dari Perseroan serta Penawaran Umum, sebagaimana diharuskan dalam rangka penerapan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dan transparansi yang berhubungan dengan suatu Penawaran Umum.

Page 132: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

118

Pedoman Kerja : Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal Lampiran dari Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. KEP.01/HKHPM/2005 tanggal 18 Februari 2005

Surat Penunjukan Dari Perseroan : No. SKL.069/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 22 Maret 2010STTD : No. 57/STTD-KH/PM/1994 tanggal 20 April 1994No. Keanggotaan HKHPM : 93007

3. Notaris : SUTJIPTO, SH

Menara Sudirman Lantai 18Jl. Jend. Sudirman Kav. 60Jakarta 12190 - IndonesiaTelepon : 021 - 520 4778Fax : 021 - 520 4779 – 80

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Menyiapkan dan membuatkan akta-akta dalam rangka Penawaran Umum, antara lain pengubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan dan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, sesuai dengan peraturan jabatan dan kode etik Notaris.

Pedoman Kerja : Peraturan Jabatan Notaris dan Kode Etik NotarisSurat Penunjukan Dari Perseroan : No.SKL.072b/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 22 Maret 2010STTD : No. 11/STTD-N/PM/1996 tanggal 20 Maret 1996Organisasi : Asosiasi Notaris Indonesia No. 211.5.047.08.105

4. Penilai Independen : KJPP JIMMY PRASETYO & REKAN

Jl. Batu Ceper IV No.6AJakarta Pusat 10120 - Indonesia

Telepon : 62-21 – 350 7030Fax : 62-21 – 384 5749

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Bertanggung jawab atas pemeriksaan secara langsung pada aktiva tetap Perseroan serta melakukan penilaian atas nilai pasar aktiva tetap milik Perseroan dan nilai pasar sisa hak sewa per tanggal 31 Mei 2009. Dalam melaksanakan tugas penilaian untuk sampai pada opini nilai, senantiasa mengacu pada Standar Penilaian Indonesia.

Pedoman Kerja : Standar Penilaian IndonesiaSurat Penunjukan Dari Perseroan : No. SKL.022/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 12 Maret 2010STTD : No. 24/PM/STTD-P/A/2006No. Keanggotaan MAPPI : 87-S-0047No. Izin Penilai : P-1.09.00087

5. Biro Administrasi Efek : PT SINARTAMA GUNITA

BII Plaza Tower III, 12th FloorJl. M. H. Thamrin No. 51

Jakarta 10350 - IndonesiaTelepon : 021 – 392 2332

Fax : 021 – 392 3003

Page 133: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

119

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Bertanggung jawab atas penerimaan pemesanan saham berupa Daftar Pemesanan Pembelian Saham (DPPS) dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana diisyaratkan dalam pemesanan pembelian saham dan telah mendapat persetujuan dari Penjamin Pelaksana Emisi sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham serta melakukan administrasi pemesanan pembelian saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada BAE. Bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi, BAE mempunyai hak untuk menolak pemesanan pembelian saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah saham yang ditawarkan, BAE melakukan proses penjatahan saham dengan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, mencetak Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab menerbitkan Surat Kolektif Saham (SKS) apabila diperlukan, dan menyusun laporan Penawaran Umum Perdana sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Profesi Penunjang Pasar Modal dengan ini menyatakan bahwa tidak mempunyai hubungan afliasi dengan Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Page 134: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 135: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

XVI. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM

121

Page 136: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 137: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional
Page 138: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

124

Page 139: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

125

Page 140: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

126

Page 141: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

127

Page 142: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

128

Page 143: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

129

Page 144: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

130

Page 145: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

131

Page 146: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

132

Page 147: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN

133

Page 148: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 149: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional
Page 150: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 151: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional
Page 152: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 153: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS TbkNeraca 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 DesemberCatatan 2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

ASET

Kas 2c,2f,2g,33 197.696 199.311 141.250 46.266

Giro pada Bank Indonesia 2c,2f,2g,2h,4,33 985.882 854.850 365.516 309.301

Giro pada bank lain 2b,2c,2f,2g,5,33Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d,31 20.528 436 636 507Pihak ketiga 139.774 88.148 110.539 50.112Cadangan kerugian penurunan nilai 2n - (886) (1.112) (506)Jumlah - bersih 160.302 87.698 110.063 50.113

Penempatan pada bank lain 2b,2c,2f,2g,2i,6,33Pihak ketiga 671.627 276.037 85.857 442.176Cadangan kerugian penurunan nilai - (2.760) (859) (4.422)Jumlah - bersih 671.627 273.277 84.998 437.754

Efek-efek 2b,2c,2f,2g,2j,7,33Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d,31 - - - 1.977Pihak ketiga 1.072.827 942.744 783.055 1.310.213Cadangan kerugian penurunan nilai 2n - (1.107) (145) (1.179)Jumlah - bersih 1.072.827 941.637 782.910 1.311.011

Efek yang dibeli dengan janji jual kembali - pihak ketiga 2c,2f,2k,2n,8,33 - 10.060 - 88.141Bunga diterima dimuka yang

belum diamortisasi - (42) - (343)Jumlah - bersih - 10.018 - 87.798

Kredit yang diberikan 2b,2c,2f,2l,2s,9,33Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d,31 763.573 741.894 83.408 351.816Pihak ketiga 5.143.232 4.671.970 4.198.075 2.699.031Jumlah 5.906.805 5.413.864 4.281.483 3.050.847Cadangan kerugian penurunan nilai 2n (108.840) (90.889) (52.704) (33.968)Jumlah - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

Pendapatan bunga yang masih akan diterima 2c,2d,2f,2u,10,31,33 43.601 44.008 39.952 26.737

Biaya dibayar dimuka 2d,2r,11,31 43.333 38.030 29.201 22.030

Aset tetap 2o,12,27,28Biaya perolehan 280.090 261.945 187.788 94.151Akumulasi penyusutan (53.290) (44.421) (26.007) (12.572)Jumlah - bersih 226.800 217.524 161.781 81.579

Obyek Ijarah - bersih 2p,13 58.694 - - -

Aset lain-lain - bersih 2c,2d,2f,2n,2q,14,29,31,33 69.914 46.687 120.176 78.974

JUMLAH ASET 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

139

Page 154: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS TbkNeraca 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 DesemberCatatan 2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KewajibanKewajiban segera lainnya 2c,2d,2f,15,31,33 179.253 65.362 59.213 4.855Simpanan 2c,2f,2s,16,33

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d,31 4.103.496 2.984.945 1.689.451 1.530.120Pihak ketiga 4.080.477 3.847.477 3.585.750 3.372.631Jumlah 8.183.973 6.832.422 5.275.201 4.902.751

Simpanan dari bank lain 2c,2f,2s,17,33Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d,31 14.500 14.891 - -Pihak ketiga 268.315 223.735 80.045 244.935Jumlah 282.815 238.626 80.045 244.935

Efek yang dijual dengan janji beli kembali - pihak ketiga 2f,2k,18 - 259.061 170.042 -Beban bunga yang belum diamortisasi - (633) (283) -Jumlah - bersih - 258.428 169.759 -

Hutang pajak 2c,2x,19,29,33 18.073 19.227 12.242 6.230Surat berharga yang diterbitkan 2f,2t 2.112 2.626 5.431 8.259Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2c,2j,2n,20,32,33 4.023 6.763 2.561 5.020Bunga yang masih harus dibayar 2c,2d,2f,21,31,33 18.785 15.657 19.762 14.211Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2x,29 10.299 9.866 7.133 343Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 2y,35 5.781 4.735 2.840 2.429Kewajiban lain-lain 2c,2d,2f,22,31,33 9.057 10.874 12.776 10.283

Jumlah Kewajiban 8.714.171 7.464.586 5.646.963 5.199.316

EkuitasModal saham - nilai nominal Rp 100 per saham

tahun 2010 dan Rp 500.000 per saham tahun 2009, 2008 dan 2007Modal dasar

20.000.000.000 saham tahun 20104.000.000 saham tahun 20091.000.000 saham tahun 2008 dan 2007

Modal ditempatkan dan disetor 5.680.500.000 saham tahun 2010,1.050.000 saham tahun 2009,850.000 saham tahun 2008, dan550.000 saham tahun 2007 23 568.050 525.000 425.000 275.000

Cadangan umum 36 3.000 2.500 2.000 1.500Rugi yang belum direalisasi atas penurunan

nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual 2j,7 (40.788) (42.072) (47.072) (32.758)Saldo laba 2b 84.208 86.001 37.735 25.384

Jumlah Ekuitas 614.470 571.429 417.663 269.126

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 9.328.641 8.036.015 6.064.626 5.468.442

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

140

Page 155: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS TbkLaporan Laba RugiUntuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Catatan (5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL

Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil 2u,2v,24 356.508 782.390 601.035 358.227Beban Bunga dan Bagi Hasil 2u,2v,25 192.188 470.357 425.759 237.307

Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil - Bersih 164.320 312.033 175.276 120.920

Pendapatan Operasional LainnyaProvisi dan komisi selain dari kredit 2v 27.859 55.381 35.837 15.705Pemulihan estimasi kerugian komitmen dan

kontinjensi 2.709 - 2.477 -Keuntungan dari kenaikan nilai wajar

efek yang diperdagangkan - bersih 1.184 1.656 879 13.072Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih 2c 463 9.988 9.270 50Pemulihan cadangan kerugian penurunan nilai

aset non - produktif 2n,14 - 245 - -Lain-lain 134 245 154 96

Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya - Bersih 32.349 67.515 48.617 28.923

Beban Operasional LainnyaUmum dan administrasi 2d,2y,26,31,35 66.364 148.324 118.354 72.839Tenaga kerja 44.987 72.534 59.532 34.365Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif 2f,2n,4,5,6,7,8,9 17.455 60.473 13.057 20.382Penyusutan aset tetap 2o,12 8.910 18.747 13.558 6.585Penyusutan obyek ijarah 2p,13 1.160 - - -Cadangan kerugian penurunan nilai

aset non - produktif 2f,14 14 - - 270Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 20 - 4.299 - 3.546Lain-lain 163 215 699 376

Jumlah Beban Operasional Lainnya 139.053 304.592 205.200 138.363

Beban Operasional Lainnya - Bersih (106.704) (237.077) (156.583) (109.440)

LABA OPERASIONAL 57.616 74.956 18.693 11.480

PENDAPATAN DAN BEBAN NON-OPERASIONAL

Pendapatan Non-Operasional 12,14,27 2.139 203 1.227 768Beban Non-Operasional 12,14,28 3.092 4.362 279 464

PENDAPATAN (BEBAN) NON-OPERASIONAL - BERSIH (953) (4.159) 948 304

LABA SEBELUM PAJAK 56.663 70.797 19.641 11.784

BEBAN PAJAK 2x,29Kini 14.910 19.298 - 4.924Tangguhan 433 2.733 6.790 1.112

15.343 22.031 6.790 6.036

LABA BERSIH 41.320 48.766 12.851 5.748

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR(Dalam Rupiah Penuh) 2y,30 7,08 8,15 3,25 2,70

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

141

Page 156: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS TbkLaporan Perubahan EkuitasUntuk Periode Lima Bulan yang Berakhir Pada 31 Mei 2010, serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

Laba (rugi) yang Belum Direalisasi atas (Penurunan)Kenaikan Nilai Wajar Efek

Catatan Modal Saham Cadangan Umum yang Tersedia Untuk Dijual Saldo Laba Jumlah EkuitasRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo pada tanggal 1 Januari 2007 125.000 1.000 - 20.136 146.136

Setoran modal 23 150.000 - - - 150.000

Rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek 2j,7 - - (32.758) - (32.758)

Kenaikan cadangan umum 36 - 500 - (500) -

Laba bersih tahun berjalan - - - 5.748 5.748

Saldo pada tanggal 31 Desember 2007 40 275.000 1.500 (32.758) 25.384 269.126

Setoran modal 23 150.000 - - - 150.000

Rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek -bersih setelah memperhitungkan amortisasi 2j,7 - - (14.314) - (14.314)

Kenaikan cadangan umum 36 - 500 - (500) -

Laba bersih tahun berjalan - - - 12.851 12.851

Saldo pada tanggal 31 Desember 2008 40 425.000 2.000 (47.072) 37.735 417.663

Setoran modal 23 100.000 - - - 100.000

Amortisasi rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek 2j,7 - - 5.000 - 5.000

Kenaikan cadangan umum 36 - 500 - (500) -

Laba bersih tahun berjalan - - - 48.766 48.766

Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 40 525.000 2.500 (42.072) 86.001 571.429

Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 525.000 2.500 (42.072) 86.001 571.429

Dampak penerapan awal PSAK No. 50 dan PSAK No. 55 2b - - - 437 437

Saldo pada tanggal 1 Januari 2009, setelah dampak penerapan awal PSAK No. 50 dan PSAK No. 55 525.000 2.500 (42.072) 86.438 571.866

Kapitalisasi saldo laba menjadi modal saham 23 43.050 - - (43.050) -

Amortisasi rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek 2j,7 - - 1.284 - 1.284

Kenaikan cadangan umum 36 - 500 - (500) -

Laba bersih tahun berjalan - - - 41.320 41.320

Saldo pada tanggal 31 Mei 2010 568.050 3.000 (40.788) 84.208 614.470

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

142

Page 157: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Laporan Arus KasUntuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010, serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

31 Desember 31 Desember 31 Desember2009 2008 2007

(12 Bulan) (12 Bulan) (12 Bulan)31 Mei (Disajikan (Disajikan (Disajikan2010 Kembali Kembali Kembali

Catatan (5 Bulan) Catatan 41) Catatan 41) Catatan 41)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Pendapatan bunga, provisi dan komisi selain kredit 10,22,24 383.408 832.834 623.658 354.964 Pendapatan operasional lainnya 14 134 491 1.033 13.168 Beban bunga dan beban keuangan lainnya 21,22,25 (189.365) (473.633) (420.209) (229.456) Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih 463 9.988 9.270 50 Beban umum dan administrasi 26 (65.444) (146.422) (118.424) (71.188) Beban tenaga kerja 35,26 (45.024) (72.756) (59.750) (35.183) Beban non-operasional - bersih 28 (747) (757) 834 (109)

Arus kas operasional sebelum perubahan aset dan kewajiban operasi 83.425 149.745 36.412 32.246

Penurunan (kenaikan) aset operasi :Penempatan pada bank lain 6 - 194 97 -Efek-efek 7 (21.314) (175.509) (24.534) (530.305) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 8 10.018 (10.017) 87.797 (6.246) Kredit yang diberikan 9 (492.941) (1.148.363) (1.230.635) (2.078.306) Biaya dibayar dimuka 11 (5.303) (8.829) (7.171) (15.814) Obyek ijarah - bersih 13 (58.694) - - -Aset lain-lain 12,14 (24.654) 73.707 (41.202) (50.753)

Kenaikan (penurunan) kewajiban operasi :Kewajiban segera 15 113.891 6.149 54.358 1.341 Simpanan 16 1.351.551 1.557.221 372.451 3.058.358 Simpanan dari bank lain 17 44.189 158.581 (164.889) 206.423 Hutang pajak 19,29 (16.064) (19.840) (1.699) (1.177) Surat berharga yang diterbitkan (514) (2.805) (2.828) 7.109 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 18 (258.428) 88.669 169.759 -Kewajiban lain-lain 21 (146) (1.852) 2.494 4.577

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 725.016 667.051 (749.590) 627.453

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 12,27 51 197 395 535 Perolehan aset tetap 12 (18.190) (74.320) (94.041) (66.256)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas investasi (18.139) (74.123) (93.646) (65.721)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan modal disetor 22 - 100.000 150.000 150.000

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 706.877 692.928 (693.236) 711.732

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 1.420.684 727.981 1.421.181 706.407 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (3.851) (225) 36 3.042

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 2.123.710 1.420.684 727.981 1.421.181

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Kas dan Setara Kas terdiri dari :

Kas 197.696 199.311 141.250 46.266 Giro pada Bank Indonesia 985.882 854.850 365.516 309.301 Giro pada bank lain 160.302 88.584 111.175 50.619 Penempatan pada bank lain - jangka waktu jatuh tempo

tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 671.530 275.940 85.565 441.787 Efek-efek

Bank Indonesia Intervensi - bersih 108.300 1.999 24.475 -Sertifikat Bank Indonesia - bersih - - - 573.208

Jumlah Kas dan Setara Kas 2.123.710 1.420.684 727.981 1.421.181

TRANSAKSI BUKAN KAS Kapitalisasi saldo laba menjadi modal saham 23 43.050 - - -

Reklasifikasi aset tetap menjadi aset tetap tidak digunakan 12,14 - - - 130 Reklasifikasi aset tetap yang tidak digunakan menjadi

aset tetap 12,14 - 254 - -Penghapusbukuan aset tetap 12 - 14 - 59 Penghapusbukuan kredit yang diberikan 9 - 15.981 - -

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

143

Page 158: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 1. Umum

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Bank Sinarmas Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Bank Shinta Indonesia, berdasarkan Akta No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 dari Buniarti Tjandra, S.H., notaris di Jakarta, dan telah diubah dengan Akta No. 91 tanggal 15 September 1989 dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-9142.HT.01.01-TH.89 tanggal 27 September 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 21 Juni 2005, Tambahan No. 6448. Pada tanggal 26 Januari 2007, Perusahaan berganti nama menjadi PT Bank Sinarmas. Perubahan nama tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 21 November 2006 dari Triphosa Lily Ekadewi, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. W7-03960 HT.01.04-TH.2006 tanggal 20 Desember 2006. Perubahan nama tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 tentang Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Sinarmas. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir dengan Akta No. 1 tanggal 8 Oktober 2009 dari Endang Saritomo Utari, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip perbankan syariah dan perpanjangan masa jabatan direksi dan komisaris. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-22483.Tahun 2009 tanggal 11 Desember 2009.

Kantor pusat Perusahaan beralamat di Plaza BII Tower I, Jln. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta. Perusahaan memiliki 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 44 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah dan 3 kantor kas di Indonesia. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) Sinar Mas.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk menjalankan usaha di bidang perbankan.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Februari 1990, sesuai dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. 156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990. Berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995, Perusahaan memperoleh peningkatan status menjadi Bank Devisa. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 6 April 2010 yang didokumentasikan dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., Mkn, notaris di Jakarta, disetujui sebagai berikut: a. Menyetujui melakukan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 500.000

per saham menjadi Rp 100 per saham. b. Menyetujui penggunaan saldo laba pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp 500 juta

untuk menjadi Cadangan Umum dan sebesar Rp 43.050 juta menjadi saham untuk dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham mulai efektif pada bulan April 2010.

144

Page 159: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 1. Umum (Lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan)

c. Menyetujui perubahan status perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi

Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk). d. Menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka

penyesuaian dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.J.I, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep 179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.

e. Mengubah seluruh Anggaran Dasar Perusahaan, antara lain nama Perusahaan berubah menjadi PT Bank Sinarmas Tbk.

b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Mei 2010, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 1 April 2010 yang didokumentasikan dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Tjendrawati Widjaja Komisaris Independen : Wimpie Rianto Antonius Chandra Satya Napitupulu Komisaris : Freenyan Liwang *)

Direksi Direktur Kredit dan Marketing : Dani Lihardja Direktur Operasional : Hadi Christianto Wijaya Direktur Unit Usaha Syariah dan GA : Heru Agus Wuryanto Direktur Kepatuhan : Salis Teguh Hartono Direktur Manajemen Risiko : Loa Johnny Mailoa Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 21 Desember 2009 yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 7 Januari 2010 dari Endang Saritomo Utari, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Komisaris Utama : Tjendrawati Widjaja Komisaris Independen : Wimpie Rianto Antonius Chandra Satya Napitupulu Komisaris : Freenyan Liwang *)

Direksi Direktur Kredit dan Marketing : Dani Lihardja Direktur Operasional : Hadi Christianto Wijaya Direktur Unit Usaha Syariah dan GA : Heru Agus Wuryanto Direktur Kepatuhan : Salis Teguh Hartono Direktur Manajemen Risiko : Loa Johnny Mailoa *) Belum efektif karena belum mengundurkan diri dari tempat yang lama.

145

Page 160: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 1. Umum (Lanjutan)

b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (Lanjutan)

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, masing-masing berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 25 Juli 2008 yang didokumentasikan dalam Akta No. 12 tanggal 8 Agustus 2008 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 29 Oktober 2007 yang didokumentasikan dalam Akta No. 15 tanggal 29 Januari 2008 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Johny Josephus Lumintang Komisaris Independen : Wimpie Rianto Antonius Chandra Satya Napitupulu Direksi Direktur Utama : Tjendrawati Widjaja Direktur Operasional : Hadi Christianto Wijaya Direktur Human Resources dan GA : Heru Agus Wuryanto Direktur Kredit dan Marketing : Dani Lihardja Direktur Kepatuhan : Salis Teguh Hartono Direktur Kepatuhan Perusahaan adalah Salis Teguh Hartono, yang penunjukannya telah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia melalui Surat No. 9/154/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 8 Oktober 2007. Perusahaan telah memiliki Komite Audit yang terdiri dari 3 orang anggota, dimana Antonius Chandra Satya Napitupulu yang menjabat sebagai Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.

Susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Perusahaan yaitu Komite Audit, Komite Renumerasi dan Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan Dewan Pengawas Syariah pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut :

31 Mei 31 Desember2010 2009

Komite AuditKetua Antonius C.S. Napitupulu Antonius C.S. NapitupuluAnggota Wimpie Rianto Wimpie Rianto

Edwin Hidayat Abdullah Edwin Hidayat AbdullahAgustinus Antonius Agustinus Antonius

Komite Remunerasi dan NominasiKetua Antonius C.S. Napitupulu Antonius C.S. NapitupuluAnggota Tjendrawati Widjaja Johny J. Lumintang

Trusto Jati Prakoso Tjendrawati Widjaja

Komite Pemantau RisikoKetua Wimpie Rianto Wimpie RiantoAnggota Antonius C.S. Napitupulu Antonius C.S. Napitupulu

Agustinus Antonius Agustinus AntoniusEdwin Hidayat Abdullah Edwin Hidayat Abdullah

Dewan Pengawas SyariahKetua Ali Mustafa Yaqub Ali Mustafa YaqubAnggota Ahmadi bin Sukarno Ahmadi bin Sukarno

146

Page 161: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 1. Umum (Lanjutan)

Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (Lanjutan) Susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Perusahaan yaitu Komite Audit, Komite Renumerasi dan Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan Dewan Pengawas Syariah pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut (Lanjutan) :

31 Desember 31 Desember2008 2007

Komite AuditKetua Antonius C.S. Napitupulu Antonius C.S. NapitupuluAnggota Wimpie Rianto Edwin Hidayat Abdullah

Edwin Hidayat Abdullah Agustinus AntoniusAgustinus Antonius -

Komite Remunerasi dan NominasiKetua Antonius C.S. Napitupulu -Anggota Johny J. Lumintang -

Tjendrawati Widjaja -

Komite Pemantau RisikoKetua Wimpie Rianto Antonius C.S. NapitupuluAnggota Antonius C.S. Napitupulu Agustinus Antonius

Agustinus Antonius Edwin Hidayat AbdullahEdwin Hidayat Abdullah -

Sesuai dengan Lampiran 1 Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang “Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum”, Perusahaan telah membentuk Komite Manajemen Risiko Bank yang diketuai oleh Direktur Kepatuhan. Satuan Kerja Manajemen Risiko Perusahaan terdiri dari lima orang dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Jumlah gaji dan tunjangan dewan komisaris dan direksi adalah sebagai berikut :

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Komisaris 338 923 833 526 Direksi 985 3.123 2.778 2.079

Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masing-masing 1.629 karyawan, 1.456 karyawan, 968 karyawan dan 520 karyawan.

Direksi telah menyelesaikan laporan keuangan PT Bank Sinarmas Tbk pada tanggal 1 November 2010 serta bertanggung jawab atas laporan keuangan tersebut.

147

Page 162: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan Bank Indonesia, peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan Surat Edaran No. SE-02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi dan Perbankan”. Laporan keuangan tanggal 31 Mei 2010 telah sesuai dengan PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan Pedoman “Akuntansi Perbankan” Indonesia (PAPI) yang diterbitkan tahun 2008. Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 telah sesuai dengan PSAK No. 31, Akuntansi Perbankan dan PAPI yang diterbitkan pada tahun 2001. Efektif tanggal 1 Januari 2010 PSAK No. 31 telah dicabut berdasarkan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK) No. 4 dan PAPI (2001) juga telah dicabut dan digantikan dengan PAPI (2008) sehubungan dengan penerapan PSAK Revisi yang dijelaskan pada Catatan 2b. Pencatatan transaksi Unit Usaha Syariah adalah berdasarkan PSAK No. 102, “Akuntansi Murabahah”, PSAK 105, “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106, “Akuntansi Musyarakah”, PSAK No. 107 (Revisi 2009), “Akuntansi Ijarah” (efektif sejak 1 Januari 2010) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI). Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Mulai tahun 2009, laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi (modified direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan perbandingan, laporan arus kas untuk tahun 2008 dan 2007, yang sebelumnya disusun dengan menggunakan metode tidak langsung, disajikan kembali untuk disesuaikan dengan laporan arus kas tahun 2010 dan 2009. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi pencairannya. Sebelum 1 Januari 2010, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain. Untuk perbandingan penyajian, laporan arus kas tahun 2009, 2008 dan 2007 disajikan kembali mengikuti definisi kas dan setara kas sesuai dengan PSAK No. 2 tentang ‘Laporan Arus Kas’ (Catatan 41) Penyajian Kembali Laporan Arus Kas. Untuk tujuan penyusunan laporan arus kas, cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperhitungkan sebagai bagian dari saldo kas dan setara kas. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rupiah). Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan ini, kecuali bila dinyatakan secara khusus, adalah dalam jutaan Rupiah.

148

Page 163: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi

Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menerapkan secara prospektif PSAK revisi berikut: (i) PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, yang

berisi persyaratan pengungkapan instrumen keuangan dan kriteria informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan diterapkan berdasarkan klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, yakni aset keuangan, kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen, keuntungan dan kerugian yang terkait; dan situasi tertentu dimana saling hapus aset dan kewajiban keuangan diizinkan. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan atas, antara lain, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan.

Standar ini menggantikan PSAK No. 50 “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.

(ii) PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, yang

menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak-kontrak pembelian atau penjualan instrumen non-keuangan. PSAK ini menjelaskan di antaranya definisi derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penentuan kriteria lindung nilai. Standar ini menggantikan PSAK No. 55 (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Lindung Nilai”.

(iii) PSAK No. 107 (Revisi 2009), “Akuntansi Ijarah”, yang mencakup pengaturan untuk

pembiayaan multijasa yang menggunakan akad ijarah. Dalam penerapan standar baru diatas, Perusahaan telah mengidentifikasi sejumlah penyesuaian transisi sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dampak transisi PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) terhadap neraca Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2010 dijelaskan pada tabel berikut:

Saldo Penyesuaian Transisi SaldoSebelum PSAK No. 50 (Revisi 2006) Setelah

Penyesuaian dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) PenyesuaianRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Aset Keuangan - BersihGiro pada bank lain 87.698 886 88.584Penempatan pada bank lain 273.277 2.760 276.037Efek-efek 941.637 1.107 942.744Kredit yang diberikan 5.322.975 (4.316) 5.318.659

Jumlah Aset Keuangan - Bersih 6.625.587 437 6.626.024

EkuitasSaldo laba 86.001 437 86.438

149

Page 164: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan)

Penyesuaian transisi di atas berasal dari dampak penilaian kembali kerugian penurunan nilai aset keuangan, yang merupakan selisih antara cadangan kerugian penurunan nilai yang dihitung berdasarkan PSAK 55 (Revisi 2006) dengan cadangan kerugian penurunan nilai yang dihitung dengan menggunakan Peraturan Bank Indonesia mengenai penyisihan penghapusan aset produktif (Catatan 2n). Penyisihan transisi di atas disesuaikan terhadap saldo laba tanggal 1 Januari 2010.

c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing yang terjadi di sepanjang periode dicatat dengan nilai kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dicatat sebagai laba rugi periode berjalan. Keuntungan atau kerugian selisih kurs dari aset dan kewajiban moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam Rupiah pada awal periode, yang disesuaikan dengan suku bunga efektif dan pembayaran selama periode berjalan, dengan biaya perolehan diamortisasi yang dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs pada akhir periode.

d. Transaksi Hubungan Istimewa Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, adalah: 1. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan

oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

2. Perusahaan asosiasi; 3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu

kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);

4. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab

untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

5. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara

langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.

150

Page 165: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

d. Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

Karyawan, selain karyawan kunci, tidak dikelompokkan sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga diungkapkan dalam laporan keuangan.

e. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut ditelaah kembali secara terus-menerus. Revisi atas estimasi akuntansi diakui dalam periode yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masa depan yang terkena dampak. Informasi mengenai ketidakpastian yang melekat pada estimasi dan pertimbangan yang mendasari dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan, dijelaskan pada Catatan 3 atas laporan keuangan.

f. Instrumen Keuangan Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2b, Perusahaan telah menerapkan kebijakan akuntansi berikut berdasarkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan No. 55 (Revisi 2006) yang berlaku efektif 1 Januari 2010. Perusahaan mengakui aset keuangan atau kewajiban keuangan pada neraca, jika dan hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal kewajiban keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan, kecuali untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, termasuk biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau kewajiban keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. Termasuk dalam biaya transaksi adalah fee dan komisi yang dibayarkan pada agen (termasuk karyawan yang berperan sebagai agen penjual), konsultan, perantara efek dan pedagang efek, pungutan wajib oleh pihak regulator dan bursa efek, serta pajak dan bea yang dikenakan atas transfer yang dilakukan. Biaya transaksi tidak termasuk premium atau diskonto hutang, biaya pendanaan (financing cost), atau biaya administrasi internal atau biaya penyimpanan (handling cost).

151

Page 166: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode selama periode yang relevan, menggunakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban keuangan adalah jumlah aset keuangan atau kewajiban keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai untuk penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan kewajiban lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan. Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal neraca adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer (bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price yang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumen keuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value), perbandingan terhadap instrumen sejenis yang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi, model harga opsi (options pricing models), dan model penilaian lainnya.

152

Page 167: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Laba/Rugi Hari ke-1 Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari pasar yang dapat diobservasi, maka Perusahaan mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laporan laba rugi, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laporan laba rugi apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing transaksi, Perusahaan menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai. Aset Keuangan 1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi meliputi aset keuangan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki untuk diperdagangkan apabila aset keuangan tersebut diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat. Derivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan

ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul dari pengukuran aset atau pengakuan keuntungan dan kerugian karena penggunaan dasar-dasar yang berbeda; atau

b. Aset tersebut merupakan bagian dari kelompok aset keuangan, kewajiban keuangan, atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan; atau

c. instrumen keuangan tersebut memiliki derivatif melekat, kecuali jika derivatif melekat tersebut tidak memodifikasi secara signifikan arus kas, atau terlihat jelas dengan sedikit atau tanpa analisis, bahwa pemisahan derivatif melekat tidak dapat dilakukan.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat pada neraca pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan. Pada tanggal 31 Mei 2010, Perusahaan mengklasifikasikan efek-efek berupa obligasi korporasi dalam kategori ini.

153

Page 168: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Aset Keuangan (Lanjutan)

2. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi.

Pada tanggal 31 Mei 2010, kategori ini mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, kredit yang diberikan, pendapatan bunga yang masih akan diterima serta aset lain-lain berupa setoran jaminan, tagihan sehubungan dengan penyelesaian Bank Indover, tagihan komisi asuransi, tagihan sehubungan dengan ATM bersama dan kiriman uang.

3. Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dan manajemen Perusahaan memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Apabila Perusahaan menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan harus direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk dijual.

Setelah pengukuran awal, investasi ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi pada saat penghentian pengakuan dan penurunan nilai dan melalui proses amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.

Pada tanggal 31 Mei 2010, kategori ini mencakup investasi efek-efek dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Bank Indonesia Intervensi, obligasi Pemerintah, obligasi korporasi, Republik Indonesia - ROI Loan, Credit Linked Note, pinjaman subordinasi dan tagihan atas wesel ekspor.

154

Page 169: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Aset Keuangan (Lanjutan) 4. Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual

Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan yang lain. Aset keuangan ini diperoleh dan dimiliki untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan dapat dijual sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi ekonomi.

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar. Komponen hasil (yield) efektif dari efek hutang - tersedia untuk dijual serta dampak penjabaran mata uang asing (untuk efek hutang dalam mata uang asing) diakui dalam laporan laba rugi. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang timbul dari penilaian pada nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi, melainkan dilaporkan sebagai laba atau rugi bersih yang belum direalisasi pada bagian ekuitas dalam neraca dan laporan perubahan ekuitas.

Apabila aset keuangan dilepaskan, atau dihentikan pengakuannya, maka laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam laporan ekuitas langsung diakui dalam laporan laba rugi. Bunga yang diperoleh dari aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai pendapatan bunga yang dihitung berdasarkan suku bunga efektif. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai aset keuangan juga diakui dalam laporan laba rugi. Pada tanggal 31 Mei 2010, kategori ini mencakup efek-efek dalam bentuk obligasi Pemerintah.

Kewajiban Keuangan

1. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila kewajiban tersebut merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan memilih untuk menetapkan kewajiban keuangan tersebut dalam kategori ini.

Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi. Pada tanggal 31 Mei 2010, Perusahaan tidak memiliki kewajiban keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

155

Page 170: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Kewajiban Keuangan (Lanjutan) 2. Kewajiban Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi

Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jika subtansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika kewajiban tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Komponen instrumen keuangan yang diterbitkan yang terdiri dari komponen kewajiban dan komponen ekuitas harus dipisahkan, dimana komponen ekuitas merupakan bagian residual dari keseluruhan instrumen keuangan setelah dikurangi nilai wajar komponen kewajiban pada tanggal penerbitan. Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga efektif atas premi, diskonto dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal 31 Mei 2010, kategori ini mencakup kewajiban segera lainnya, simpanan, simpanan dari bank lain, surat berharga yang diterbitkan, bunga yang masih harus dibayar, serta kewajiban lain-lain dalam bentuk kewajiban premi penjaminan Pemerintah serta setoran jaminan L/C dan bank garansi.

Instrumen Keuangan Derivatif

Derivatif melekat dipisahkan dari kontrak utama dan dicatat sebagai derivatif jika seluruh kondisi berikut terpenuhi: a. Karakteristik ekonomi dan risiko dari derivatif melekat tidak berkaitan erat dengan

karakteristik ekonomi dan risiko dari kontrak utama. b. Instrumen terpisah yang memiliki persyaratan yang sama dengan derivatif melekat

memenuhi definisi sebagai derivatif;

c. Instrumen campuran atau instrumen yang digabungkan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Derivatif yang berdiri sendiri dan derivatif melekat yang dipisahkan diklasifikasikan sebagai aset atau kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, kecuali derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Pada pengakuan awal, instrumen derivatif diukur pada nilai wajar pada tanggal transaksi derivatif terjadi atau dipisahkan, dan selanjutnya diukur pada nilai wajar. Derivatif disajikan sebagai aset apabila nilai wajarnya positif, dan disajikan sebagai kewajiban apabila nilai wajarnya negatif. Laba atau rugi dari perubahan nilai wajar derivatif langsung diakui dalam laporan laba rugi.

156

Page 171: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Instrumen Keuangan Derivatif (Lanjutan)

Manajemen menelaah apakah derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utamanya pada saat pertama kali Perusahaan menjadi salah satu pihak dari kontrak tersebut. Penelaahan kembali dilakukan apabila terdapat perubahan syarat-syarat kontrak yang mengakibatkan modifikasi arus kas secara signifikan. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan. Dalam hal terdapat kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting agreements), aset dan kewajiban yang terkait tidak dapat disajikan saling hapus dalam neraca. Penurunan Nilai Dari Aset Keuangan Pada setiap tanggal neraca, manajemen Perusahaan menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi telah mengalami penurunan nilai.

Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual terdapat penurunan nilai secara individual atau kolektif. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun cadangan kerugian penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas akun cadangan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

157

Page 172: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Penurunan Nilai Dari Aset Keuangan (Lanjutan) Atas instrumen hutang dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaah berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkan suku bunga efektif asal yang diterapkan pada nilai tercatat aset yang telah diturunkan nilainya, dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi. Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen hutang meningkat dan peningkatan nilai wajar tersebut karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui laporan laba rugi.

Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan (1) Aset Keuangan

Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan

tersebut, namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau

c. Perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan

dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari suatu aset keuangan atau telah menjadi pihak dalam suatu kesepakatan, dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan dan masih memiliki pengendalian atas aset tersebut, maka aset keuangan diakui sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur berdasarkan jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dengan nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Perusahaan.

(2) Kewajiban Keuangan

Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya jika kewajiban keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa. Jika kewajiban keuangan tertentu digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama namun dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau terdapat modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang ada saat ini, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dianggap sebagai penghentian pengakuan kewajiban keuangan awal. Pengakuan timbulnya kewajiban keuangan baru serta selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan awal dengan yang baru diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan.

158

Page 173: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Reklasifikasi Instrumen Keuangan Perusahaan tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan. Jika karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, maka Perusahaan tidak dapat mengklasifikasikan aset keuangan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus direklasifikasikan menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual (Tainting rule).

g. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas dalam laporan keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi pencairannya. Sejak 1 Januari 2010, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi pencairannya. Kas dan setara kas dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Sebelum 1 Januari 2010, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan bank lain. Kas dan setara kas disajikan sebesar saldo nominal kas, giro pada Bank Indonesia dan bank lain dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

h. Giro Wajib Minimum Pada tanggal 23 Oktober 2008, BI mengeluarkan peraturan No. 10/25/PBI/2008 tentang perubahan atas Peraturan BI No. 10/19/2008 tentang Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Umum pada BI. Berdasarkan peraturan tersebut, GWM Rupiah ditetapkan sebesar 7,5% dari dana pihak ketiga dalam Rupiah yang terdiri dari GWM Utama dan GWM Sekunder, dan GWM dalam mata uang asing ditetapkan sebesar 1% dari dana pihak ketiga dalam mata uang asing. GWM Utama dalam Rupiah ditetapkan sebesar 5% dari dana pihak ketiga dalam Rupiah yang mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 2008 dan GWM Sekunder dalam Rupiah ditetapkan sebesar 2,5% dari dana pihak ketiga dalam Rupiah yang mulai berlaku pada 24 Oktober 2009. Peraturan Bank Indonesia ini mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 2008. GWM Utama adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh bank dalam bentuk saldo rekening giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga. GWM Sekunder adalah cadangan minimum yang wajib dipelihara oleh bank dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN) dan/atau Excess Reserve, yang besarnya ditetapkan BI sebesar persentase tertentu.

159

Page 174: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

i. Penempatan pada Bank Lain

Penempatan pada bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk deposito berjangka syariah, call money, deposit on call dan lain-lain.

Sejak 1 Januari 2010, penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.

Sebelum 1 Januari 2010, penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.

j. Efek-efek

Efek-efek terdiri dari surat berharga pasar uang (termasuk Sertifikat Bank Indonesia), Bank Indonesia Intervensi, obligasi Pemerintah dan korporasi, Collateral Debt Obligation, ROI Loans serta tagihan atas wesel ekspor.

Obligasi Pemerintah Republik Indonesia (“Obligasi Pemerintah”) dikategorikan sebagai efek-efek. Efek-efek diklasifikasikan berdasarkan tujuan manajemen pada saat perolehan, sebagai berikut:

1. Efek yang tujuan investasinya untuk dimiliki hingga jatuh tempo (“held to maturity”)

disajikan sebesar biaya perolehan yang disesuaikan dengan premi dan/atau diskonto yang belum diamortisasi. Bila terjadi penurunan nilai wajar di bawah biaya perolehan (termasuk amortisasi premi dan diskonto) yang bersifat permanen, maka biaya perolehan efek individual harus diturunkan sebesar nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut dibebankan dalam laba rugi periode berjalan.

2. Efek yang tujuan investasinya untuk tersedia untuk dijual (“available for sale”) disajikan

sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya dicatat sebagai komponen ekuitas dan tidak diakui sebagai keuntungan atau kerugian sampai laba atau rugi tersebut direalisasi.

3. Efek yang tujuan investasinya untuk diperdagangkan (“trading”) adalah efek yang dibeli

dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditunjukkan dengan frekuensi pembelian dan penjualan yang sering. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek. Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini diukur sebesar nilai wajarnya. Laba/rugi yang timbul dari kenaikan atau penurunan tersebut diakui pada laba rugi periode yang bersangkutan.

Sejak 1 Januari 2010, efek-efek dinilai sebesar nilai wajar pada saat pengakuan awal ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan efek-efek (kecuali efek-efek yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi), dan selanjutnya dicatat berdasarkan klasifikasi efek-efek dikurangi dengan cadangan penurunan nilai. Lihat Catatan 2.f. untuk kebijakan akuntansi atas klasifikasi aset keuangan. Perusahaan tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi efek-efek dari atau ke kategori efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama efek-efek tersebut dimiliki atau diterbitkan.

160

Page 175: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

j. Efek-efek (Lanjutan)

Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan, efek-efek tersebut tidak tepat lagi direklasifikasikan sebagai investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut harus direklasikasi menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajarnya.

Sebelum 1 Januari 2010, pengakuan awal dan selanjutnya atas efek-efek dicatat berdasarkan klasifikasi efek-efek sebagaimana ditetapkan oleh manajemen sesuai dengan PSAK No. 50 (1999) tentang “Akuntansi Investasi Efek Tertentu” setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

Pemindahan efek ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dari tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya pada saat pemindahan kelompok efek tersebut. Laba atau rugi yang belum direalisasi tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama sisa umur efek tersebut. Pemindahan efek ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dari diperdagangkan dicatat sebesar nilai wajar pada saat transfer, yang dianggap sebagai biaya perolehan dari efek tersebut. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka biaya perolehan efek individual harus diturunkan hingga sebesar nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut harus diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ekuitas ditentukan berdasarkan metode biaya perolehan rata-rata, sedangkan biaya perolehan efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus.

k. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali/Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali Efek yang dibeli dengan janji jual kembali (reverse repo) Efek yang dibeli dengan janji jual kembali (reverse repo) diakui sebesar tagihan repo sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum diamortisasi dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual diperlakukan sebagai pendapatan bunga diterima dimuka dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak efek dibeli hingga dijual kembali. Efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang dan dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi, setelah dikurangi dengan cadangan penurunan nilai (lihat Catatan 2.f). Sejak 1 Januari 2010, pendapatan bunga diterima dimuka diamortisasi sesuai dengan jangka waktu efek dibeli menggunakan metode suku bunga efektif. Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan bunga diterima dimuka diamortisasi sesuai dengan jangka waktu efek dibeli menggunakan metode garis lurus.

161

Page 176: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

k. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali/Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali (Lanjutan)

Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) Efek yang dijual dengan janji beli kembali (repo) diakui sebagai kewajiban sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dengan nasabah dikurangi beban bunga yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam neraca karena kepemilikan efek tetap berada pada pihak Perusahaan sebagai penjual. Efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi (lihat Catatan 2.f). Sejak 1 Januari 2010, bunga dibayar dimuka diamortisasi sesuai dengan jangka waktu efek dijual menggunakan metode suku bunga efektif. Sebelum 1 Januari 2010, bunga dibayar dimuka diamortisasi sesuai dengan jangka waktu efek dijual menggunakan metode garis lurus. Pada tanggal 31 Mei 2010, Perusahaan tidak memiliki efek yang dibeli dengan janji jual kembali dan tidak memiliki efek yang dijual dengan janji beli kembali.

l. Kredit yang diberikan

Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu. Kredit yang diberikan dengan perjanjian sindikasi ataupun penerusan kredit diakui sebesar porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh Perusahaan dan dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi. Termasuk dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan syariah yaitu piutang murabahah. Murabahah adalah akad jual-beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan (margin) yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada pembeli. Sejak 1 Januari 2010, kredit yang diberikan dikategorikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (lihat Catatan 2.f). Sebelum 1 Januari 2010, kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan saldo kredit dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk berdasarkan penelaahan terhadap kolektibilitas dari kredit yang diberikan.

162

Page 177: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

l. Kredit yang diberikan (Lanjutan)

Restrukturisasi kredit yang diberikan Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi keduanya. Sejak 1 Januari 2010, kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas masa mendatang yang telah ditentukan dalam persyaratan kredit baru termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi. Untuk restrukturisasi kredit dengan cara konversi kredit yang diberikan menjadi saham atau instrumen keuangan lainnya, kerugian dari restrukturisasi kredit diakui bila nilai wajar penyertaan saham atu instrumen keuangan yang diterima dikurangi estimasi biaya untuk menjualnya adalah lebih kecil dari nilai buku kredit yang diberikan. Pinjaman yang diberikan dengan penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif atau individual, dan syarat serta ketentuannya telah direstrukturisasi tidak lagi diklasifikasikan sebagai menunggak, tetapi diperlakukan sebagai pinjaman baru. Di periode-periode selanjutnya, aset diklasifikasikan dan disajikan sebagai menunggak jika direstrukturisasi kembali. Sebelum 1 Januari 2010, restrukturisasi kredit bermasalah dengan modifikasi persyaratan kredit dicatat secara prospektif, dan tidak mengubah nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika saldo kredit yang tercatat melebihi nilai tunai penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru kredit, maka selisih tersebut diakui sebagai kerugian hasil restrukturisasi. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit dan penghasilan bunga sesuai dengan proporsinya.

m. Tagihan dan Kewajiban Derivatif

Sejak 1 Januari 2010, tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif dengan tujuan bukan untuk lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa. Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria untuk dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai diakui sebagai laba rugi periode berjalan. Sebelum 1 Januari 2010, perlakuan akuntansi untuk tagihan dan kewajiban derivatif mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 55 (Revisi 1999) tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai.

163

Page 178: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

m. Tagihan dan Kewajiban Derivatif (Lanjutan)

Tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif untuk tujuan trading. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dengan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan dan dibebankan pada laporan laba rugi periode berjalan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa. Instrumen derivatif melekat dipisahkan dari kontrak utama dan diperlakukan sebagai instrumen derivatif, jika seluruh kriteria berikut terpenuhi: (1) Karakteristik ekonomis dan risiko instrumen derivatif melekat tidak secara jelas dan erat

berhubungan dengan karakteristik ekonomis dan risiko kontrak utama. (2) Instrumen derivatif yang mencakup instrumen derivatif melekat dan kontrak utama tidak

dinilai kembali sesuai dengan nilai wajarnya berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima umum.

(3) Instrumen terpisah dengan kondisi yang sama dengan instrumen derivatif melekat dapat merupakan instrumen derivatif seperti yang diatur berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima umum.

Apabila suatu entitas tidak dapat secara pasti mengidentifikasi dan mengukur instrumen derivatif melekat yang harus dipisahkan dari kontrak utama, maka keseluruhan perjanjian diukur dengan nilai wajar.

n. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai serta Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Penilaian kualitas dan cadangan kerugian penurunan nilai dilakukan terhadap aset produktif dan aset non-produktif. Aset Produktif Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji jual kembali, kredit, tagihan akseptasi, komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif yang mempunyai resiko kredit serta aset produktif yang berasal dari kegiatan syariah, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Aset non-produktif merupakan aset non-keuangan, terdiri dari agunan yang diambil alih (AYDA) dan aset tetap yang tidak digunakan, rekening antar kantor dan suspense account sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Sejak 1 Januari 2010, setiap tanggal neraca Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, tersedia untuk dijual, pinjaman diberikan dan piutang mengalami penurunan nilai seperti yang dijelaskan pada Catatan 2.f.

164

Page 179: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

n. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai serta Estimasi Kerugian Komitmen dan

Kontinjensi (Lanjutan) Penerapan Ketentuan Transisi dari Bank Indonesia untuk Penurunan Nilai Secara Kolektif

Pada tanggal 8 Desember 2009, Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 11/33/DPNP yang mengatur mengenai estimasi penurunan nilai kolektif kredit yang diberikan dengan keterbatasan pengalaman kerugian spesifik. Bagi bank yang belum memiliki data kerugian historis yang memadai untuk menentukan besarnya penurunan nilai atas kredit yang diberikan secara kolektif sesuai dengan persyaratan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2006) dan PAPI, maka pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai dapat menggunakan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”.

Sejak tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menerapkan ketentuan transisi dari Bank Indonesia tersebut. Sebelum 1 Januari 2010, penentuan kualitas aset dan cadangan kerugian penurunan nilai mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/3/DPNP tanggal 31 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum” dengan perubahan terakhir melalui Peraturan Bank Indonesia No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Produktif Cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif serta estimasi komitmen dan kontinjensi berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aset produktif, komitmen dan kontinjensi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengklasifikasikan aset produktif tersebut dalam lima (5) kategori dengan besarnya persentase cadangan kerugian penurunan nilai sebagai berikut:

Kategori

Lancar Minimum 1%Dalam perhatian khusus Minimum 5%Kurang lancar Minimum 15%Diragukan Minimum 50%Macet 100%

Persentase

Penurunan NilaiCadangan Kerugian

Persentase cadangan kerugian penurunan nilai diatas diterapkan terhadap saldo aset produktif setelah dikurangi nilai agunan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia kecuali untuk aset produktif serta komitmen dan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai lancar yang diterapkan terhadap saldo aset produktif serta komitmen dan kontinjensi yang bersangkutan. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), penempatan pada Bank Indonesia (BI Intervensi) dan Obligasi Pemerintah tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai.

165

Page 180: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

n. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai serta Estimasi Kerugian Komitmen dan

Kontinjensi (Lanjutan) Cadangan kerugian penurunan nilai untuk komitmen dan kontinjensi (kecuali akseptasi) yang dibentuk diakui sebagai beban dan kewajiban dalam akun “Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi.” Sampai dengan saat ini, pembentukan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi tetap dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”. Aset produktif dihapusbukukan dengan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aset produktif tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan atau sulit untuk ditagih. Penerimaan kembali aset produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif yang bersangkutan pada saat diterima kembali. Jika jumlah yang diterima kembali lebih besar daripada nilai pokok, kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Cadangan Penurunan Nilai Aset Non-Produktif Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aset non-produktif tersebut sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, yang mengklasifikasikan aset non-produktif dalam empat (4) kategori berdasarkan lamanya aset tersebut telah dimiliki oleh Perusahaan dengan besarnya persentase cadangan kerugian penurunan nilai sebagai berikut:

Kategori

Lancar Minimum 1%Kurang lancar Minimum 15%Diragukan Minimum 50%Macet 100%

Persentase

Penurunan NilaiCadangan Kerugian

Sampai dengan saat ini, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif tetap dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”.

o. Aset Tetap Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

166

Page 181: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

o. Aset Tetap (Lanjutan)

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

Tahun Bangunan 20 Inventaris kantor 10 Kendaraan bermotor 4 Aset tetap yang tidak digunakan (properti terbengkalai) dinyatakan berdasarkan nilai tercatat atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah, dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aset lain-lain”. Atas properti terbengkalai, dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku (lihat Catatan 2.n). Aset dalam penyelesaian merupakan aset tetap dalam pembangunan yang dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai secara substansial dan siap digunakan sesuai tujuannya. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir periode dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

167

Page 182: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

p. Obyek Ijarah

Obyek ijarah diakui sebesar biaya perolehan (mengacu kepada PSAK No. 16: Aset Tetap dan PSAK No. 19: Aset tidak berwujud). Obyek ijarah, yakni kendaraan bermotor dan mesin disusutkan atau diamortisasi sesuai dengan jangka waktu sewa atau umur ekonomis aset, mana yang lebih pendek, dimana pada akhir periode, objek tersebut akan dihibahkan ke nasabah. Untuk akad ijarah muntahiyah bitamlik (sewa pembiayaan), apabila pada saat perpindahan kepemilikan objek ijarah dari pemilik kepada penyewa dilakukan dengan cara: 1. Hibah, maka jumlah tercatat obyek ijarah diakui sebagai beban; 2. Penjualan sebelum/setelah berakhirnya masa akad, maka selisih antara harga jual dan

jumlah tercatat obyek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian; 3. Penjualan bertahap, maka:

• selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian obyek ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian;

• bagian obyek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut.

q. Agunan yang Diambil Alih

Agunan kredit yang diberikan, berupa tanah dan aset lainnya, yang telah diambil alih oleh Perusahaan disajikan dalam perkiraan “Aset lain-lain”. Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah nilai wajar agunan yang diambil alih dikurangi biaya-biaya untuk melikuidasi aset tersebut. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil alih, dibebankan ke dalam akun cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif. Apabila terjadi selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit, agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo kredit. Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan. Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke laporan laba rugi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi periode berjalan. Atas agunan yang diambil alih, dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku (Catatan 2.n).

r. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

168

Page 183: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

s. Simpanan dan Simpanan dari Bank Lain Simpanan merupakan kewajiban kepada nasabah dalam bentuk giro, tabungan dan deposito berjangka. Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.

Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai dengan syarat tertentu yang disepakati pada saat pembukaan rekening tabungan. Penarikan atas tabungan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau instrumen sejenis, tetapi menggunakan formulir penarikan tersendiri yang hanya berlaku di bank yang bersangkutan dan/atau menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dengan nasabah pada saat penempatannya, dimana nasabah akan dikenakan penalti apabila melakukan penarikan sebelum tanggal jatuh temponya. Simpanan termasuk simpanan syariah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari:

• Tabungan Wadiah merupakan titipan dana dalam bentuk tabungan dimana pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus.

• Investasi tidak terikat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito berjangka

mudharabah merupakan simpanan dana pelanggan yang memberikan pemilik dana imbalan bagi hasil dari pendapatan unit syariah atas penggunaan dana tersebut sesuai dengan nisbah yang ditetapkan dan disetujui sebelumnya.

Simpanan dari bank lain merupakan kewajiban kepada bank lain dalam bentuk giro, call money kurang dari atau 90 hari, dan deposito berjangka dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian masing-masing. Sejak 1 Januari 2010, simpanan dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan dan dinyatakan sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan selanjutnya diukur yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (lihat catatan 2.f). Sebelum 1 Januari 2010, simpanan dan simpanan dari bank lain dinyatakan sebesar saldo kewajiban Perusahaan kepada nasabah dan bank lain.

t. Surat Berharga yang Diterbitkan Surat berharga yang diterbitkan adalah surat berharga dalam bentuk cek perjalanan (travellers’ cheques). Sejak 1 Januari 2010. surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan dan dinyatakan sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan selanjutnya diukur yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (lihat catatan 2.f). Sebelum 1 Januari 2010, surat berharga yang diterbitkan dinyatakan sebesar saldo kewajiban Perusahaan kepada nasabah pemegang cek perjalanan.

169

Page 184: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

u. Pengakuan Pendapatan Bunga, Beban Bunga, Pendapatan Syariah dan Bagi Hasil Syariah Pendapatan dan Beban Bunga Sejak tanggal 1 Januari 2010, pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan diakui di dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya transaksi yang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diamortisasi sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi terkait kewajiban keuangan. Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman yang diberikan dan piutang, serta tersedia untuk dijual telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelah penurunan nilai diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai. Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual berdasarkan suku bunga kontraktual, kecuali pendapatan bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai non-performing. Pendapatan bunga tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan non-performing. Pendapatan bunga atas aset non-performing yang belum diterima dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dalam rekening administratif dan diakui sebagai pendapatan pada saat diterima tunai. Sedangkan diskonto dan premi dari surat berharga diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus dan dicatat sebagai bagian atas pendapatan dan beban bunga. Kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya (tidak termasuk efek-efek) diklasifikasikan sebagai non-performing jika telah masuk dalam klasifikasi kurang lancar, diragukan dan macet. Sedangkan, efek-efek diklasifikasikan sebagai non-performing jika penerbit efek tidak dapat memenuhi pembayaran bunga dan atau pokok. Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit, dan kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga. Pendapatan dan Beban/Bagi Hasil Syariah Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik (sewa), dan bagi hasil pembiayaan mudharabah. Keuntungan murabahah dan pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik diakui selama periode akad berdasarkan konsep akrual. Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah diakui pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil (nisbah) yang disepakati.

170

Page 185: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

v. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi Provisi dan Komisi Terkait Instrumen Keuangan Sejak 1 Januari 2010, pendapatan dan beban provisi komisi yang terkait dengan perolehan instrumen keuangan dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman diberikan dan piutang, serta tersedia untuk dijual, atau terkait jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, dicatat sebagai bagian dari nilai wajar aset atau kewajiban keuangan dan diamortisasi sesuai dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif. Sedangkan, pendapatan dan beban provisi dan komisi yang jumlahnya tidak signifikan langsung diakui sebagai pendapatan pada saat penerimaan atau beban pada saat pembayarannya. Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan dan beban provisi dan komisi yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman yang diterima yang jumlahnya signifikan, serta terkait dengan jangka waktu diperlakukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktu kredit atau pinjaman yang bersangkutan. Sedangkan, pendapatan dan beban provisi dan komisi yang jumlahnya tidak signifikan langsung diakui sebagai pendapatan pada saat penerimaan atau beban pada saat pembayarannya. Provisi dan Komisi Lainnya Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrumen keuangan dan jangka waktu tertentu yang yang jumlahnya signifikan, diperlakukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan. Sedangkan, pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya yang tidak signifikan langsung diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi. Pendapatan provisi dan komisi lainnya, meliputi pendapatan yang tidak terkait dengan kredit, seperti jasa banca assurance pendapatan sebagai pemimpin sindikasi, pendapatan terkait dengan ekspor impor dan bank garansi, dan pendapatan yang diakui terkait dengan jasa yang diberikan. Provisi dan komisi lain yang khususnya terkait dengan biaya transaksi antar bank dan biaya jasa perantara, diakui sebagai beban pada saat jasa diterima.

w. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Manajemen menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal neraca dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset. Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset non-keuangan melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi.

171

Page 186: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

w. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (Lanjutan)

Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi periode berjalan. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan berupa aset non-produktif (terdiri dari agunan yang diambil alih, aset tetap yang tidak digunakan, rekening administratif dan suspense account) dibentuk sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (lihat Catatan 2.n).

x. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini.

Perubahan terhadap kewajiban pajak dicatat ketika surat tagihan pajak diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat hasil banding telah ditetapkan.

y. Laba per Saham

Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih dibagi jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Perhitungan laba per saham dasar disesuaikan secara retrospektif sejak awal laporan keuangan yang disajikan sebagai akibat dari pemecahan nilai nominal (stock split) dari Rp 500.000 menjadi Rp 100 pada tanggal 6 Agustus 2010 (Catatan 30).

z. Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai kewajiban pada neraca setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban pada laba rugi periode berjalan.

172

Page 187: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan)

z. Imbalan Kerja (Lanjutan)

Imbalan pasca-kerja

Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan, beban bunga dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laba rugi periode berjalan. Beban jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan dan keuntungan atau kerugian aktuarial bagi karyawan yang masih aktif bekerja diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan.

aa. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.

Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa (baik jasa individual maupun kelompok atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Segmen geografis adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen atas Instrumen Keuangan Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi dan pertimbangan akuntansi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan dan kewajiban keuangan diungkapkan pada Catatan 34. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar yang Aktif Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dengan mengevaluasi, antara lain, apakah aset tersebut memiliki atau tidak memiliki kuotasi harga di pasar yang aktif. Evaluasi tersebut juga mencakup apakah kuotasi harga suatu aset keuangan di pasar yang aktif, merupakan kuotasi harga yang tersedia secara reguler, dan kuotasi harga tersebut mencerminkan transaksi di pasar yang aktual dan terjadi secara reguler dalam suatu transaksi wajar.

173

Page 188: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen atas Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Cadangan kerugian penurunan nilai dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan. Efektif tanggal 1 Januari 2010, pada setiap tanggal neraca Perusahaan secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih). Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas aset keuangan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan.

4. Giro pada Bank Indonesia

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Rupiah 303.194 266.465 225.511 291.582 Mata uang asing (Catatan 33) 682.688 588.385 140.005 17.719

Jumlah 985.882 854.850 365.516 309.301

Pada tanggal 31 Mei 2010, termasuk dalam giro pada Bank Indonesia adalah giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp 1.183 juta. Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, setiap bank di Indonesia diwajibkan memiliki saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga baik dalam Rupiah maupun valuta asing. Giro Wajib Minimum (GWM) Perusahaan dalam mata uang Rupiah pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009 untuk GWM Utama masing-masing adalah sebesar Rp 285.160 juta dan Rp 264.481 juta serta untuk GWM sekunder masing-masing adalah sebesar Rp 142.160 juta dan Rp 132.241 juta, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk GWM Utama masing-masing adalah sebesar Rp 223.991 juta dan Rp 282.909 juta. GWM Perusahaan untuk mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar ekuivalen Rp 21.943 juta, Rp 24.391 juta, Rp 8.939 juta dan Rp 17.643 juta.

174

Page 189: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 4. Giro pada Bank Indonesia (Lanjutan)

Rasio GWM Perusahaan untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

GWM yang wajib dibentukRupiah

GWM Primer 5,00 5,00 5,00 9,00GWM Sekunder 2,50 2,50 - -

Mata uang asing 1,00 1,00 1,00 3,00

GWM yang telah dibentukRupiah

GWM Primer 5,32 5,04 5,04 9,28GWM Sekunder 9,99 4,76 - -

Mata uang asing 31,11 24,12 15,67 3,01

5. Giro pada Bank Lain

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31)Mata uang asing (Catatan 33)

Bank International Ningbo 20.528 436 636 507

Pihak ketigaRupiah

PT Bank Central Asia Tbk 13.413 11.183 1.547 4PT Bank Internasional Indonesia Tbk 67 - - -PT Bank Danamon Indonesia Tbk 5 5 6 7PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5 4 3 1PT Bank CIMB Niaga Tbk 2 17 5 30Jumlah 13.492 11.209 1.561 42

Mata uang asing (Catatan 33)PT Bank Central Asia Tbk 39.581 24.304 44.051 7.814United Overseas Bank, Singapura 28.082 3.007 338 1.621PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 25.416 9.086 47.467 4.968Wachovia Bank, National Association 18.670 4.296 2.121 1.532Sumitomo Mitsui Banking Corporation 9.776 6.955 804 757Standard Chartered Bank 2.064 20.882 10.991 26.338OCBC, Singapura 1.834 883 752 -ANZ Banking Group Ltd 600 6.647 1.084 1.449UBS AG 259 322 1.340 4.951DBS Bank, Hong Kong - 557 30 65Bank Indover, Amsterdam - - - 575

Jumlah - pihak ketiga 126.282 76.939 108.978 50.070

Jumlah 139.774 88.148 110.539 50.112

Jumlah 160.302 88.584 111.175 50.619Cadangan kerugian penurunan nilai - (886) (1.112) (506)

Jumlah - bersih 160.302 87.698 110.063 50.113

175

Page 190: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 5. Giro pada Bank Lain (Lanjutan)

Pada tanggal 31 Mei 2010, tidak terdapat giro pada bank lain yang mengalami penurunan nilai, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 kolektibilitas giro pada bank lain adalah lancar.

Pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, tidak terdapat giro pada bank lain yang diblokir. Suku bunga rata-rata per tahun giro pada bank lain.

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

Rupiah 1,00 1,00 1,00 1,00Valas 0,00 0,02 0,00 0,00

Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 112 774 886 16 1.096 1.112Penyesuaian sehubungan dengan

penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (Catatan 2b) (112) (774) (886) - - -

Penambahan - - - 96 (198) (102)Selisih kurs penjabaran - - - - (124) (124)

Saldo akhir - - - 112 774 886

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 1 505 506 1 75 76Penambahan 15 439 454 - 409 409Selisih kurs penjabaran - 152 152 - 21 21

Saldo akhir 16 1.096 1.112 1 505 506

31 Desember 200931 Mei 2010

31 Desember 200731 Desember 2008

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk giro pada bank lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain.

Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dilaksanakan dengan pihak ketiga.

176

Page 191: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 6. Penempatan pada Bank Lain

Penempatan pada bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut:

Suku Bunga PihakJenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata Ketiga

% Rp '000.000Rupiah

Deposito berjangka 3-25 hari 6,00 40.000Lainnya 18 tahun 6,00 97

Jumlah 40.097

Mata uang asing (Catatan 33)Call Money 1 hari 0,05 586.859Deposito berjangka 27 hari 1,25 36.700Deposito on call 4 hari - 7.971

Jumlah 631.530

Jumlah 671.627Cadangan kerugian penurunan nilai -

Jumlah - bersih 671.627

31 Mei 2010

Suku Bunga PihakJenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata Ketiga

% Rp '000.000Rupiah

Deposito berjangka 31-33 hari 7,07 91.535Lainnya 18 tahun 6,00 97

Jumlah 91.632

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 1 hari 0,05 145.153Deposito berjangka 31 hari 2,05 37.580Deposito on call 1 hari - 1.672

Jumlah 184.405

Jumlah 276.037Cadangan kerugian penurunan nilai (2.760)

Jumlah - bersih 273.277

31 Desember 2009

177

Page 192: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 6. Penempatan pada Bank Lain (Lanjutan)

Suku Bunga PihakJenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata Ketiga

% Rp '000.000Rupiah

Lainnya 18 tahun 6,00 292

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 1 hari 0,05 85.565

Jumlah 85.857Penyisihan penghapusan (859)

Jumlah - bersih 84.998

31 Desember 2008

Suku Bunga PihakJenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata Ketiga

% Rp '000.000Rupiah

Call money 5 - 29 hari 4,15 129.000Lainnya 18 tahun 6,00 389

129.389

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 5 - 28 hari 4,50 312.787

Jumlah 442.176Cadangan kerugian penurunan nilai (4.422)

Jumlah - bersih 437.754

31 Desember 2007

Penempatan berupa deposito berjangka dan call money dalam Rupiah adalah penempatan pada:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Deposito berjangkaPT Bank Rakyat Indonesia Tbk - Syariah 40.000 48.000 - -PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk

(dahulu PT BPD Jawa barat) - Syariah - 30.000 - -PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah - 10.535 - -PT Bank Mega Tbk - Syariah - 3.000 - -

Jumlah 40.000 91.535 - -

Nama Bank

178

Page 193: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 6. Penempatan pada Bank Lain (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Call moneyPT Bank ICB Bumiputera Tbk

(dahulu PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk) - - - 29.000PT Bank Buana Indonesia Tbk - - - 25.000PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk

(dahulu PT BPD Jawa Barat) - - - 25.000PT Bank Commonwealth - - - 20.000PT Bank Victoria International Tbk - - - 20.000PT Bank Rabobank International Indonesia *) - - - 5.000PT Bank Kesejahteraan Ekonomi - - - 5.000

Jumlah - - - 129.000

Jumlah 40.000 91.535 - 129.000

Nama Bank

Penempatan berupa deposito berjangka, deposito on call dan call money dalam mata uang asing merupakan penempatan pada:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007US$ US$ US$ US$

Call MoneyWachovia Bank, National Association,

Amerika Serikat 48.700.000 15.450.000 7.850.000 19.300.000 Standard Charterd Bank, Amerika Serikat 15.262.847 - - -PT Bank Mutiara Tbk - - - 5.000.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - - - 3.000.000 PT Bank OCBC NISP Tbk - - - 2.000.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk - - - 2.000.000 The Bank of Tokyo Mitsubishi Ltd - - - 2.000.000

Jumlah 63.962.847 15.450.000 7.850.000 33.300.000

Deposito berjangkaPT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah 4.000.000 4.000.000 - -

Deposito on callUBS AG, Singapura 868.708 177.975 - -

Jumlah 68.831.555 19.627.975 7.850.000 33.300.000

Nama Bank

Pada tanggal 31 Mei 2010, tidak terdapat penempatan pada bank lain yang mengalami penurunan nilai, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 kolektibilitas penempatan pada bank lain adalah lancar.

179

Page 194: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 6. Penempatan pada Bank Lain (Lanjutan)

Jumlah tercatat penempatan pada bank lain berdasarkan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:

Kurang dari Lebih dari Lebih dari Lebih dariatau s.d. 1 s.d. 3 3 s.d. 6 6 s.d. 12 Lebih dari

Jenis penempatan 1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahDeposito berjangka 40.000 - - - - 40.000Lainnya 16 24 24 33 - 97Jumlah 40.016 24 24 33 - 40.097

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 586.859 - - - - 586.859Deposito berjangka 36.700 - - - - 36.700Deposito on call 7.971 - - - - 7.971

Jumlah 631.530 - - - - 631.530

Jumlah 671.546 24 24 33 - 671.627

31 Mei 2010

Kurang dari Lebih dari Lebih dari Lebih dariatau s.d. 1 s.d. 3 3 s.d. 6 6 s.d. 12 Lebih dari

Jenis penempatan 1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahDeposito berjangka 58.535 33.000 - - - 91.535Lainnya 16 24 24 33 - 97

Jumlah 58.551 33.024 24 33 - 91.632

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 145.153 - - - - 145.153Deposito berjangka 37.580 - - - - 37.580Deposito on call 1.672 - - - - 1.672

Jumlah 184.405 - - - - 184.405

Jumlah 242.956 33.024 24 33 - 276.037

31 Desember 2009

Kurang dari Lebih dari Lebih dari Lebih dariatau s.d. 1 s.d. 3 3 s.d. 6 6 s.d. 12 Lebih dari

Jenis penempatan 1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahLainnya 122 16 24 49 81 292

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 85.565 - - - - 85.565

Jumlah 85.687 16 24 49 81 85.857

31 Desember 2008

180

Page 195: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 6. Penempatan pada Bank Lain (Lanjutan)

Kurang dari Lebih dari Lebih dari Lebih dariatau s.d. 1 s.d. 3 3 s.d. 6 6 s.d. 12 Lebih dari

Jenis penempatan 1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahCall Money 129.000 - - - - 129.000Lainnya 97 - - 97 195 389

129.097 - - 97 195 129.389

Mata uang asing (Catatan 33)Call money 312.787 - - - - 312.787

Jumlah 441.884 - - 97 194 442.176

31 Desember 2007

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada bank lain adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 1.292 1.468 2.760 3 856 859Penyesuaian sehubungan dengan

penerapan PSAK No. 55(Revisi 2006) (Catatan 2b) (1.292) (1.468) (2.760) - - -

Penambahan - - - 1.289 847 2.136Selisih kurs penjabaran - - - - (235) (235)

Saldo akhir - - - 1.292 1.468 2.760

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 1.294 3.128 4.422 204 3.538 3.742Penambahan (pemulihan) (1.291) (2.154) (3.445) 1.090 (540) 550Selisih kurs penjabaran - (118) (118) - 130 130

Saldo akhir 3 856 859 1.294 3.128 4.422

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain tersebut.

181

Page 196: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek

a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember

Jenis Penempatan 2010 2009 2008 2007Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak yang mempunyai hubungan

istimewa (Catatan 31)Dimiliki hingga jatuh tempo

Obligasi korporasiPT Oto Multiartha - - - 2.000

Diskonto yang belum diamortisasi - - - (23)

Nilai bersih - - - 1.977

Pihak ketiga Dimiliki hingga jatuh tempo

Bank Indonesia Intervensi 108.300 2.000 24.500 -Bunga diterima dimuka yang

belum diamortisasi - (1) (25) -

Nilai bersih 108.300 1.999 24.475 -

Sertifikat Bank Indonesia - - - 575.000Bunga diterima dimuka yang

belum diamortisasi - - - (1.792)

Nilai bersih - - - 573.208

Obligasi Pemerintah FR0028 78.675 80.000 80.000 -ORI-04 75.037 75.000 75.000 -FR0026 72.300 70.000 70.000 -FR0038 52.369 50.000 50.000 -FR0027 39.055 40.000 40.000 -FR0020 33.743 30.000 30.000 -FR0031 29.625 30.000 30.000 -FR0043 28.060 30.000 30.000 -FR0042 27.495 30.000 30.000 -FR0034 21.760 20.000 20.000 -FR0033 21.288 20.000 20.000 -FR0017 21.040 20.000 20.000 -FR0036 20.791 20.000 20.000 -FR0023 20.644 20.000 20.000 -FR0045 17.250 20.000 20.000 -FR0018 10.656 10.000 10.000 -ORI-03 10.010 10.000 10.000 -FR0040 9.740 10.000 10.000 -Jumlah 589.538 585.000 585.000 -Premi yang belum diamortisasi - 5.654 8.616 -Nilai bersih 589.538 590.654 593.616 -

182

Page 197: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 DesemberJenis Penempatan 2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak ketiga (Lanjutan)

Dimiliki hingga jatuh tempo (Lanjutan)Obligasi korporasi

PT Excelcomindo Pratama Tbk 23.420 26.000 - -PT Indomobil Finance Indonesia 20.000 20.000 - 2.000Sukuk Ijarah Indosat IV 2009 Seri A 2.000 2.000 - -PT Branta Mulia Tbk - - 10.000 10.000PT Lautan Luas Tbk - - - 4.000PT Astra Sedaya Finance - - - 4.000PT Mayora Indah Tbk - - - 2.000PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk - - - 2.000Jumlah 45.420 48.000 10.000 24.000Diskonto yang belum diamortisasi - (3.048) (66) (272)Nilai bersih 45.420 44.952 9.934 23.728

Jumlah pihak ketiga 743.258 637.605 628.025 596.936

Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 743.258 637.605 628.025 598.913

Tersedia untuk dijualObligasi Pemerintah

IFR003 4.099 - - -FR0028 - - - 80.458FR0038 - - - 54.673FR0026 - - - 53.257FR0020 - - - 36.260FR0033 - - - 33.878FR0031 - - - 31.158FR0043 - - - 29.559FR0042 - - - 29.482FR0034 - - - 23.284FR0017 - - - 22.692FR0036 - - - 21.653FR0023 - - - 21.375FR0045 - - - 18.400FR0018 - - - 11.456FR0040 - - - 10.351ORI003 - - - 10.117FR0027 - - - 9.841FR0048 - - - 9.235Nilai wajar 4.099 - - 507.129

Obligasi korporasiPT Indosat Tbk - - - 20.436

Jumlah tersedia untuk dijual - - - 527.565

183

Page 198: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 DesemberJenis Penempatan 2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak ketiga (Lanjutan)

DiperdagangkanObligasi korporasi

PT Indofood Sukses Makmur Tbk - 5.000 5.000 5.000Keuntungan (kerugian) belum terealisasi atas kenaikan (penurunan) nilai wajar - 53 (460) (34)Nilai wajar - 5.053 4.540 4.966

Jumlah diperdagangkan - 5.053 4.540 4.966Jumlah - pihak ketiga 747.357 642.658 632.565 1.129.467

Jumlah Rupiah 747.357 642.658 632.565 1.131.444

Mata uang asing (Catatan 32)Dimiliki hingga jatuh tempo

Pihak ketigaRepublik Indonesia - ROI Loan 170.668 174.652 74.190 1.871

Credit Linked NotesMerril Lynch Notes 45.875 46.975 54.500 46.965UBS Jersey Notes 18.350 18.790 21.800 18.786Jumlah 64.225 65.765 76.300 65.751

Obligasi SubordinasiPT Bank CIMB Niaga Tbk 39.229 21.561 - -PT Bank Internasional Indonesia Tbk - 27.753 - -Jumlah 39.229 49.314 - -

Tagihan atas wesel ekspor 29.385 889 - -

Collateralized Debt Obligation (CDO)Lancer Funding Ltd - - - 27.756Visage Plc. - - - 23.482Neo Funding Ltd. - - - 27.663Diskonto yang belum diamortisasi - - - (20.139)Nilai bersih - - - 58.762

Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 303.507 290.620 150.490 126.384

Tersedia untuk dijualRepublik Indonesia - ROI Loan - - - 54.362

DiperdagangkanObligasi korporasi

Enercoal Resources Pte. Ltd 21.963 - - -PT Bank Internasional Indonesia Tbk - 9.466 - -Jumlah 21.963 9.466 - -

Jumlah mata uang asing 325.470 300.086 150.490 180.746

Jumlah 1.072.827 942.744 783.055 1.312.190Cadangan kerugian penurunan nilai - (1.107) (145) (1.179)

Jumlah - Bersih 1.072.827 941.637 782.910 1.311.011

184

Page 199: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

b. Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo diklasifikasikan sebagai berikut:

Sampai dengan Lebih dari Lebih dari1 tahun 1 - 5 tahun 5 tahun Jumlah

Berdasarkan jangka waktuRupiah

Bank Indonesia Intervensi 108.300 - - 108.300 Obligasi Pemerintah - 116.738 472.800 589.538 Obligasi korporasi - 45.420 - 45.420 Jumlah - Rupiah 108.300 162.158 472.800 743.258

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - - 170.668 170.668 Credit Linked Notes - - 64.225 64.225 Pinjaman subordinasi - - 39.229 39.229 Tagihan atas wesel ekspor 29.385 - - 29.385 Jumlah - Mata uang asing 29.385 - 274.122 303.507

Jumlah 137.685 162.158 746.922 1.046.765

Berdasarkan jatuh tempoRupiah

Bank Indonesia Intervensi 108.300 - - 108.300 Obligasi Pemerintah - 264.720 324.818 589.538 Obligasi korporasi - 45.420 - 45.420 Jumlah - Rupiah 108.300 310.140 324.818 743.258

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - 127.740 42.928 170.668 Credit Linked Notes - 64.225 - 64.225 Pinjaman subordinasi - - 39.229 39.229 Tagihan atas wesel ekspor 29.385 - - 29.385 Jumlah - Mata uang asing 29.385 191.965 82.157 303.507

Jumlah 137.685 502.105 406.975 1.046.765

31 Mei 2010

185

Page 200: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

b. Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo diklasifikasikan sebagai berikut: (Lanjutan)

Sampai dengan Lebih dari Lebih dari1 tahun 1 - 5 tahun 5 tahun Jumlah

Berdasarkan jangka waktuRupiah

Bank Indonesia Intervensi - bersih 1.999 - - 1.999 Obligasi Pemerintah - bersih - 117.112 473.542 590.654 Obligasi korporasi - bersih - 44.952 - 44.952

Jumlah - Rupiah 1.999 162.064 473.542 637.605

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - - 174.652 174.652 Credit Linked Notes - - 65.765 65.765 Tagihan atas wesel ekspor 889 - - 889 Pinjaman subordinasi - - 49.314 49.314

Jumlah - Mata uang asing 889 - 289.731 290.620

Jumlah 2.888 162.064 763.273 928.225

Berdasarkan jatuh tempoRupiah

Bank Indonesia Intervensi - bersih 1.999 - - 1.999 Obligasi Pemerintah - 193.411 397.243 590.654 Obligasi korporasi - bersih - 44.952 - 44.952

Jumlah - Rupiah 1.999 238.363 397.243 637.605

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - 76.595 98.057 174.652 Credit Linked Notes - 65.765 - 65.765 Tagihan atas wesel ekspor 889 - - 889 Pinjaman subordinasi - - 49.314 49.314

Jumlah - Mata uang asing 889 142.360 147.371 290.620

Jumlah 2.888 380.723 544.614 928.225

31 Desember 2009

186

Page 201: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

b. Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo diklasifikasikan sebagai berikut: (Lanjutan)

Sampai dengan Lebih dari Lebih dari1 tahun 1 - 5 tahun 5 tahun Jumlah

Berdasarkan jangka waktuRupiah

Bank Indonesia Intervensi - bersih 24.475 - - 24.475 Obligasi Pemerintah - bersih - 118.091 475.525 593.616 Obligasi korporasi - bersih - 9.934 - 9.934

Jumlah - Rupiah 24.475 128.025 475.525 628.025

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - - 74.190 74.190 Credit Linked Notes - - 76.300 76.300

Jumlah - Mata uang asing - - 150.490 150.490

Jumlah 24.475 128.025 626.015 778.515

Berdasarkan jatuh tempoRupiah

Bank Indonesia Intervensi - bersih 24.475 - - 24.475 Obligasi Pemerintah - bersih - 196.150 397.466 593.616 Obligasi korporasi - bersih 9.934 - - 9.934

Jumlah - Rupiah 34.409 196.150 397.466 628.025

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan - - 74.190 74.190 Credit Linked Note - 76.300 - 76.300

Jumlah - Mata uang asing - 76.300 74.190 150.490

Jumlah 34.409 272.450 471.656 778.515

31 Desember 2008

187

Page 202: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

b. Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo diklasifikasikan sebagai berikut: (Lanjutan)

Sampai dengan Lebih dari Lebih dari1 tahun 1 - 5 tahun 5 tahun Jumlah

Berdasarkan jangka waktuRupiah

Obligasi korporasi - bersih 573.208 - - 573.208 Sertifikat Bank Indonesia - bersih - 25.705 - 25.705

Jumlah - Rupiah 573.208 25.705 - 598.913

Mata uang asingCollateralized Debt Obligation - bersih - - 58.762 58.762 Republik Indonesia - ROI Loan - - 1.871 1.871 Credit Linked Notes - - 65.751 65.751

Jumlah - Mata uang asing - - 126.384 126.384

Jumlah 573.208 25.705 126.384 725.297

Berdasarkan jatuh tempoRupiah

Obligasi korporasi - bersih 573.208 - - 573.208 Sertifikat Bank Indonesia - bersih - 25.705 - 25.705

Jumlah - Rupiah 573.208 25.705 - 598.913

Mata uang asingCollateralized Debt Obligation - bersih - - 58.762 58.762 Republik Indonesia - ROI Loan - - 1.871 1.871 Credit Linked Notes - - 65.751 65.751

Jumlah - Mata uang asing - - 126.384 126.384

Jumlah 573.208 25.705 126.384 725.297

31 Desember 2007

c. Suku bunga rata-rata per tahun efek-efek adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

Rupiah Sertifikat Bank Indonesia - - - 8,00 - 8,75Bank Indonesia Intervensi 6,00 6,00 8,75 - 9,25 -Obligasi Pemerintah 9,40 - 14,28 9,40 - 14,28 9,40 - 14,28 9,00 - 14,28Obligasi korporasi 10,35 - 17,00 10,01 - 17,00 10,00 - 13,50 10,00 - 14,25

Mata uang asingRepublik Indonesia - ROI Loan 6,62 - 10,38 6,62 - 10,38 6,62 - 6,87 6,62 - 6,88Credit Linked Notes 6,75 - 9,35 6,75 - 9,35 6,75 - 9,35 6,75 - 9,35Obligasi korporasi 7,75 7,38 - 7,75 - -Collateralized Debt Obligation - - - 7,78 - 12,24

188

Page 203: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

d. Nilai wajar dari obligasi (termasuk obligasi Pemerintah) yang dimiliki hingga jatuh tempo pada

tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 923.600 juta, Rp 607.077 juta, Rp 552.744 juta dan Rp 26.387 juta. Rincian peringkat obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) seperti yang dilaporkan oleh Bursa Efek Indonesia dan Moody’s Investor Services Inc.:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

PT Indosat Tbk - - - idAA+PT Indofood Sukses Makmur Tbk - idAA idAA+ idAA+PT Excelcomindo Pratama Tbk idAA- idA+ - -PT Indomobil Finance Indonesia idA- idA- - idA-PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Ba1 - -PT Bank CIMB Niaga Tbk Ba1 Ba1 - -PT Branta Mulia Tbk - - idA- idA-PT Astra Sedaya Finance - - - idAA-PT Mayora Indah Tbk - - - idA+PT Oto Multiartha - - - idA+PT Lautan Luas Tbk - - - idA-PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk - - - idASukuk Ijarah PT Indosat Tbk idAA+(sy) idAA+(sy) - -Enercoal Resources Pte. Ltd. Ba3 - - -Merrill Lynch Notes A2 Aa3 Aa3 Aa3UBS Jersery Notes Aa3 Aa2 Aa1 Aa2

e. Pada tanggal 31 Mei 2010, tidak terdapat efek-efek yang mengalami penurunan nilai, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 kolektibilitas efek-efek pada adalah lancar.

f. Pada tahun 2008, Perusahaan melakukan perubahan tujuan investasi obligasi Pemerintah

dan Republik Indonesia – ROI Loan dari “Tersedia Untuk Dijual” ke “Dimiliki Hingga Jatuh Tempo” dengan nilai nominal sebesar Rp 661.300 juta. Berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 10/177/DpG/DPNP tanggal 9 Oktober 2008 bahwa bank diperkenankan untuk memindahkan Surat Utang Negara (SUN) dan efek yang bersifat hutang domestik lainnya yang bersifat jangka panjang dari kategori “Diperdagangkan” dan “Tersedia Untuk Dijual” ke kategori “Dimiliki Hingga Jatuh Tempo” sampai dengan diberlakukannya PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Akuntansi Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang efektif berlaku pada tanggal 1 Januari 2010.

Manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki kemampuan untuk memiliki obligasi Pemerintah dan Republik Indonesia – ROI Loan tersebut hingga jatuh tempo. Nilai wajar obligasi Pemerintah dan Republik Indonesia – ROI Loan pada saat ditransfer sebesar Rp 658.397 juta. Rugi yang belum direalisasi atas penurunan nilai wajar efek sebesar Rp 51.238 juta termasuk dalam ekuitas dan akan diamortisasi hingga jatuh tempo efek-efek tersebut.

189

Page 204: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 7. Efek-Efek (Lanjutan)

g. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 500 607 1.107 145 - 145 Penyesuaian sehubungan dengan

penerapan PSAK No. 55(Revisi 2006) (Catatan 2b) (500) (607) (1.107) - - -

Penambahan - - - 355 704 1.059 Selisih kurs penjabaran - - - - (97) (97)

Saldo akhir - - - 500 607 1.107

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 511 668 1.179 908 229 1.137 Penambahan (pemulihan) (366) (668) (1.034) (397) 406 9 Selisih kurs penjabaran - - - - 33 33

Saldo akhir 145 - 145 511 668 1.179

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya efek-efek.

h. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilaksanakan dengan syarat

dan kondisi yang sama sebagaimana bila dilaksanakan dengan pihak ketiga. 8. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali - Pihak Ketiga

Efek-efek yang dibeli dengan janji jual kembali terdiri dari:

2009Pendapatan bunga

Nilai yang belum NilaiJenis Jangka waktu Tanggal jatuh tempo nominal direalisasi bersih

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Mata uang asing

Obligasi ROI 2014 30 hari 22 Januari 2010 10.060 42 10.018

Jumlah 10.060 42 10.018

190

Page 205: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 8. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali - Pihak Ketiga (Lanjutan)

2007Pendapatan bunga

Nilai yang belum NilaiJenis Jangka waktu Tanggal jatuh tempo nominal direalisasi bersih

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Rupiah

Obligasi PemerintahFR0038 34 hari 29 Januari 2008 20.195 144 20.051FR0040 31 hari 03 Januari 2008 18.123 9 18.114FR0042 31 hari 03 Januari 2008 8.396 4 8.392FR0045 34 hari 29 Januari 2008 24.997 178 24.819FR0047 31 hari 03 Januari 2008 16.430 8 16.422

Jumlah 88.141 343 87.798

Perusahaan tidak memiliki efek yang dibeli dengan janji jual kembali pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2008.

Seluruh efek yang dibeli dengan janji jual kembali telah diselesaikan pada tanggal jatuh tempo.

9. Kredit yang Diberikan

a. Jenis Kredit

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31)Rupiah

Pinjaman tetap 198.500 163.500 80.831 351.331Pinjaman karyawan 455 154 640 221Pinjaman konsumsi 253 331 1.398 -Pinjaman cicilan 102 116 539 264Pinjaman investasi - - - -Jumlah 199.310 164.101 83.408 351.816Cadangan kerugian penurunan nilai (7) (4) (24) (2)Jumlah - bersih 199.303 164.097 83.384 351.814

Mata uang asing (Catatan 33)Pinjaman tetap 564.263 577.793 - -

Jumlah kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 763.566 741.890 83.384 351.814

Pihak ketigaRupiah

Pinjaman konsumsi 2.143.104 2.046.713 1.803.203 642.901Pinjaman cicilan 952.195 608.357 484.658 138.506Pinjaman tetap 824.539 985.263 1.246.868 1.469.812Pinjaman anjak piutang 591.400 463.237 220.701 94.159Pinjaman investasi 324.439 235.665 62.752 143.085Pinjaman rekening koran 121.573 122.284 92.765 56.263Pinjaman karyawan 6.371 5.812 3.396 726Piutang syariah - murabahah 20.949 3.940 - -Jumlah 4.984.570 4.471.271 3.914.343 2.545.452Cadangan kerugian penurunan nilai (101.274) (84.228) (44.984) (26.170)Jumlah - bersih 4.883.296 4.387.043 3.869.359 2.519.282

191

Page 206: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

a. Jenis Kredit (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pihak ketiga (Lanjutan)Mata uang asing (Catatan 33)

Pinjaman tetap 113.803 141.486 237.201 131.918Pinjaman cicilan 44.859 59.213 46.530 9.974Pinjaman rekening koran - - 1 440Pinjaman investasi - - - 11.247Jumlah 158.662 200.699 283.732 153.579Cadangan kerugian penurunan nilai (7.559) (6.657) (7.696) (7.796)Jumlah - bersih 151.103 194.042 276.036 145.783

Jumlah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga 5.034.399 4.581.085 4.145.395 2.665.065

Jumlah kredit yang diberikan - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

b. Sektor Ekonomi

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPertanian, perburuan dan sarana pertanian 44.526 39.644 40.496 289.366Pertambangan 101.559 51.223 70.184 42.679Industri pengolahan 817.336 705.421 512.712 442.402Listrik, gas dan air 75.751 62.135 - -Konstruksi 331.732 262.377 337.670 185.042Perdagangan, restoran dan hotel 463.679 330.925 322.882 487.933Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 228.248 237.407 80.723 18.820Jasa-jasa dunia usaha 899.936 840.540 877.343 759.541Jasa-jasa sosial/masyarakat 29.194 35.033 38.547 24.139Lain-lain 2.191.919 2.070.667 1.717.194 647.346Jumlah 5.183.880 4.635.372 3.997.751 2.897.268

Mata uang asing (Catatan 33)Pertambangan 38.163 39.834 43.600 45.086Industri pengolahan 569.261 584.180 11.672 44.488Konstruksi 685 32.882 23.640 22.436Perdagangan, restoran dan hotel 45.964 85.639 95.271 6.598Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 28.807 - - -Jasa-jasa dunia usaha 40.045 35.957 99.520 34.971Lain-lain - - 10.029 -Jumlah 722.925 778.492 283.732 153.579

Jumlah 5.906.805 5.413.864 4.281.483 3.050.847Penyisihan penghapusan (108.840) (90.889) (52.704) (33.968)

Jumlah - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

c. Jangka Waktu

Jangka waktu kredit diklasifikasikan berdasarkan periode kredit sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit dan waktu yang tersisa sampai dengan saat jatuh temponya.

192

Page 207: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

c. Jangka Waktu (Lanjutan)

Berdasarkan Periode Perjanjian Kredit:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahKurang dari atau sama dengan 1 tahun 1.318.631 1.156.108 997.174 1.735.391Lebih dari 1 - 2 tahun 654.900 593.686 659.795 305.689Lebih dari 2 - 5 tahun 2.026.350 2.044.654 1.585.036 619.224Lebih dari 5 tahun 1.183.999 840.924 755.746 236.964Jumlah 5.183.880 4.635.372 3.997.751 2.897.268

Mata uang asing (Catatan 33)Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 617.455 677.594 208.930 123.796Lebih dari 1 - 2 tahun 28.182 7.693 26.746 8.562Lebih dari 2 - 5 tahun 77.288 93.205 48.056 15.610Lebih dari 5 tahun - - - 5.611Jumlah 722.925 778.492 283.732 153.579

Jumlah 5.906.805 5.413.864 4.281.483 3.050.847Cadangan kerugian penurunan nilai (108.840) (90.889) (52.704) (33.968)

Jumlah - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahKurang dari atau sama dengan 1 tahun 2.205.650 1.820.150 1.524.104 1.988.920Lebih dari 1 - 2 tahun 639.382 582.591 394.734 79.946Lebih dari 2 - 5 tahun 1.615.625 1.476.659 1.346.005 592.142Lebih dari 5 tahun 723.223 755.972 732.908 236.260Jumlah 5.183.880 4.635.372 3.997.751 2.897.268

Mata uang asing (Catatan 33)Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 678.066 719.279 242.188 129.407Lebih dari 1 - 2 tahun 4.019 8.977 - 8.562Lebih dari 2 - 5 tahun 40.840 50.236 41.544 15.610Jumlah 722.925 778.492 283.732 153.579

Jumlah 5.906.805 5.413.864 4.281.483 3.050.847Cadangan kerugian penurunan nilai (108.840) (90.889) (52.704) (33.968)

Jumlah - bersih 5.797.965 5.322.975 4.228.779 3.016.879

Termasuk dalam kredit yang jatuh tempo kurang dari atau sama dengan 1 tahun adalah kredit yang telah jatuh tempo pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 sebesar masing-masing Rp 37.289 juta, Rp 40.323 juta, Rp 36.485 juta dan Rp 36.650 juta.

d. Suku bunga rata-rata per tahun kredit diberikan adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

Rupiah 5,90 - 26,93 6,00 - 21,00 9,00 - 21,00 11,00 - 12,00Mata uang asing 4,25 - 9,50 4,65 - 10,00 8,00 - 9,00 9,00

193

Page 208: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

e. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, saldo kredit yang

diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar Rp 724.775 juta, Rp 741.408 juta, Rp 80.983 juta dan Rp 351.595 juta dijamin oleh deposito berjangka.

f. Jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31

Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 797.207 juta, Rp 829.019 juta, Rp 235.802 juta dan Rp 967.655 juta (Catatan 16).

g. Pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009, Perusahaan tidak membiayai kredit

sindikasi, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, jumlah kredit sindikasi yang dibiayai adalah sebesar Rp 6.512 juta dan Rp 5.611 juta. Keikutsertaan Perusahaan sebagai anggota sindikasi dengan persentase penyertaan masing-masing sebesar 4,09% pada tahun 2008 dan 2007.

h. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, saldo kredit channeling

masing-masing adalah sebesar Rp 2.135.121 juta, Rp 1.905.850 juta, Rp 1.570.207 juta dan Rp 431.441 juta, dimana masing-masing sebesar Rp 716.054 juta, Rp 480.261 juta, Rp 366.154 juta dan Rp 77.496 juta dari saldo kredit channeling tersebut disalurkan melalui pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31).

i. Kredit yang diberikan kepada karyawan merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah

dan keperluan lainnya yang dibebani bunga 0% untuk kredit dibawah 1 tahun, dan 6% untuk kredit antara 1 sampai dengan 10 tahun. Kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, kecuali kredit kepada karyawan, diberikan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana dengan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga.

j. Jumlah kredit yang direstrukturisasi untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010

adalah nihil. Rincian kredit yang direstrukturisasi menurut jenis dan kualitas pinjaman selama tahun 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

DalamPerhatian Kurang

Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000

RupiahPinjaman rekening koran 291 - - - - 291 Pinjaman cicilan - - - 19.000 - 19.000 Pinjaman tetap - - - - 4.500 4.500

Jumlah 291 - - 19.000 4.500 23.791

Cadangan kerugian penurunan nilai (3) - - (1.266) (4.500) (5.769)

Jumlah bersih 288 - - 17.734 - 18.022

31 Desember 2009

194

Page 209: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

j. Jumlah kredit yang direstrukturisasi untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010

adalah nihil. Rincian kredit yang direstrukturisasi menurut jenis dan kualitas pinjaman selama tahun 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

DalamPerhatian Kurang

Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000

RupiahPinjaman rekening koran 273 - - - - 273 Pinjaman tetap - 25.000 - - - 25.000

Jumlah 273 25.000 - - - 25.273

Cadangan kerugian penurunan nilai (3) (144) - - - (147)

Jumlah bersih 270 24.856 - - - 25.126

31 Desember 2008

Lancar Dalam Kurang Diragukan Macet JumlahPerhatian LancarKhusus

Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000 Rp'000.000

RupiahPinjaman rekening koran 55 - - - - 55 Pinjaman tetap - 9.591 - - - 9.591

Jumlah 55 9.591 - - - 9.646

Cadangan kerugian penurunan nilai (1) (479) - - - (480)

Jumlah bersih 54 9.112 - - - 9.166

31 Desember 2007

k. Saldo kredit pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

berdasarkan klasifikasi kolektibilitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai berikut:

DalamPerhatian Kurang

Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 199.310 - - - - 199.310 Pihak ketiga 4.419.752 409.147 19.350 74.681 61.640 4.984.570 Jumlah 4.619.062 409.147 19.350 74.681 61.640 5.183.880

Mata uang asing (Catatan 33)Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 564.263 - - - - 564.263 Pihak ketiga 117.503 - 36.572 - 4.587 158.662 Jumlah 681.766 - 36.572 - 4.587 722.925

Jumlah 5.300.828 409.147 55.922 74.681 66.227 5.906.805

Cadangan kerugianpenurunan nilai (53.112) (20.570) (3.480) (10.482) (21.196) (108.840)

Jumlah - bersih 5.247.716 388.577 52.442 64.199 45.031 5.797.965

31 Mei 2010

195

Page 210: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

k. Saldo kredit pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

berdasarkan klasifikasi kolektibilitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai berikut: (Lanjutan)

DalamPerhatian Kurang

Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 164.101 - - - - 164.101 Pihak ketiga 3.862.035 496.387 39.731 60.770 12.348 4.471.271 Jumlah 4.026.136 496.387 39.731 60.770 12.348 4.635.372

Mata uang asing (Catatan 33)Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 577.793 - - - - 577.793 Pihak ketiga 196.002 - - - 4.697 200.699 Jumlah 773.795 - - - 4.697 778.492

Jumlah 4.799.931 496.387 39.731 60.770 17.045 5.413.864

Cadangan kerugianpenurunan nilai (39.709) (22.819) (3.029) (8.287) (17.045) (90.889)

Jumlah - bersih 4.760.222 473.568 36.702 52.483 - 5.322.975

31 Desember 2009

DalamPerhatian Kurang

Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 83.408 - - - - 83.408 Pihak ketiga 3.779.657 69.856 Jumlah 3.863.065 69.856

Mata uang asing (Catatan 33)Pihak ketiga 263.308 -

Jumlah 4.126.373 69.856

Cadangan kerugianpenurunan nilai (39.618) (1.493)

Jumlah - bersih 4.086.755 68.363

31 Desember 2008

47.006 10.489 7.335 3.914.343 47.006 10.489 7.335 3.997.751

13.912 - 6.512 283.732

60.918 10.489 13.847 4.281.483

(2.387) (27) (9.179) (52.704)

58.531 10.462 4.668 4.228.779

196

Page 211: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

k. Saldo kredit pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007

berdasarkan klasifikasi kolektibilitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai berikut: (Lanjutan)

DalamPerhatian Kurang

Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahPihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) 351.816 - - - - 351.816 Pihak ketiga 2.273.384 269.624 101 - 2.343 2.545.452 Jumlah 2.625.200 269.624 101 - 2.343 2.897.268

Mata uang asing (Catatan 33)Pihak ketiga 130.343 17.625 - - 5.611 153.579

Jumlah 2.755.543 287.249 101 - 7.954 3.050.847

Cadangan kerugianpenurunan nilai (17.880) (8.119) (15) - (7.954) (33.968)

Jumlah - bersih 2.737.663 279.130 86 - - 3.016.879

31 Desember 2007

l. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, rincian kredit

bermasalah menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Rupiah

Pertanian, perburuan dan sarana pertanian 13.100 - 480 480

Industri pengolahan 10.483 22.154 3.845 -Konstruksi 29.425 31.842 16.594 -Perdagangan, restoran dan hotel 4.704 440 2.033 1.365 Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 51.557 52.118 - -Jasa-jasa dunia usaha 40.073 12 41.024 155 Jasa-jasa sosial/masyarakat - - - 100 Lain-lain 6.329 6.283 854 344 Jumlah 155.671 112.849 64.830 2.444

Mata uang asing Pertambangan 36.572 - - -Industri pengolahan 4.587 4.697 - -Konstruksi - - 20.424 5.611

41.159 4.697 20.424 5.611Jumlah 196.830 117.546 85.254 8.055 Cadangan kerugian penurunan nilai (35.158) (28.361) (11.593) (7.969)

Jumlah - bersih 161.672 89.185 73.661 86

Perusahaan sedang melakukan upaya penyelamatan untuk seluruh kredit bermasalah tersebut.

m. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 tidak terdapat penyediaan dana kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

197

Page 212: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

n. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, kredit non-performing

yang telah dihentikan pembebanan bunganya adalah sebesar Rp 196.830 juta, Rp 117.546 juta, Rp 85.254 juta dan Rp 8.056 juta.

o. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awalIndividual 17.470 5.073 22.543 - - -Kolektif 66.762 1.584 68.346 45.008 7.696 52.704

Selisih penurunan nilai padapenerapan PSAK No. 55(Revisi 2006) (Catatan 2b) 4.316 - 4.316 - - -

Penyisihan periode berjalanIndividual 3.410 1.419 4.829 - - -Kolektif 13.033 (407) 12.626 42.091 31.270 73.361

Akrual bunga pada pinjaman yang mengalami penurunan nilai (3.710) - (3.710) - - -

Penghapusan - - - (2.867) (13.114) (15.981) Selisih kurs penjabaran

Individual - (110) (110) - - -Kolektif - - - - (19.195) (19.195)

Saldo akhir 101.281 7.559 108.840 84.232 6.657 90.889

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 26.172 7.796 33.968 8.646 5.540 14.186 Penambahan (pemulihan) 18.836 (1.754) 17.082 17.526 1.888 19.414 Selisih kurs penjabaran - 1.654 1.654 - 368 368

Saldo akhir 45.008 7.696 52.704 26.172 7.796 33.968

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk kredit yang diberikan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan tersebut.

p. Mutasi kredit yang dihapus buku adalah sebagai berikut:

Mata Uang Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo pada tanggal 1 Januari 2007, 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2008 782 - 782

Mutasi selama tahun 2009Penghapusan 2.867 13.114 15.981 Hapus tagih (535) (1.513) (2.048) Selisih kurs penjabaran - (1.039) (1.039)

Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Mei 2010 3.114 10.562 13.676

q. Jaminan pemberian kredit berupa tanah, bangunan, mesin, persediaan dan deposito

berjangka.

198

Page 213: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 9. Kredit yang Diberikan (Lanjutan)

r. Rasio cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan yang dibentuk terhadap

penyisihan penghapusan kredit yang diberikan yang wajib dibentuk pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah 100%.

s. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal 31 Mei 2010

serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masing-masing sebesar 7,57%, 1,69%, 0,92% dan 0,24%.

10. Pendapatan Bunga yang Masih Akan Diterima

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Bunga atas:Kredit 21.891 23.063 19.185 6.434Efek-efek 21.637 20.698 17.695 18.806Penempatan pada bank lain 73 247 3.072 1.497

Jumlah 43.601 44.008 39.952 26.737

Pendapatan bunga yang masih akan diterima dalam mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar ekuivalen Rp 4.773 juta, Rp 5.247 juta, Rp 2.629 juta dan Rp 4.129 juta (Catatan 33). Pendapatan bunga yang masih akan diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 885 juta, Rp 839 juta, Rp 224 juta dan Rp 742 juta (Catatan 31).

11. Biaya Dibayar Dimuka

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Renovasi cabang baru 29.233 26.420 17.541 11.731Sewa 7.815 5.042 4.783 5.324Pemeliharaan perangkat lunak 2.474 3.101 2.454 1.488Asuransi 1.147 2.361 1.842 1.222Lain-lain 2.664 1.106 2.581 2.265

Jumlah 43.333 38.030 29.201 22.030

Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, biaya dibayar dimuka yang dibayarkan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar Rp 6.501 juta, Rp 5.028 juta, Rp 4.462 juta dan Rp 3.562 juta (Catatan 31). Biaya dibayar dimuka lain-lain meliputi biaya renovasi gedung kantor dan lain-lain.

199

Page 214: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 12. Aset Tetap

1 Januari 2010 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Mei 2010Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Biaya perolehan:Tanah 37.466 - - - 37.466Bangunan 53.270 1.701 - - 54.971Inventaris kantor 159.269 16.395 - - 175.664Kendaraan bermotor 11.940 94 (45) - 11.989

Jumlah 261.945 18.190 (45) - 280.090

Akumulasi penyusutan:Bangunan 5.633 1.126 - - 6.759Inventaris kantor 30.409 6.892 - - 37.301Kendaraan bermotor 8.379 892 (41) - 9.230

Jumlah 44.421 8.910 (41) - 53.290

Nilai Buku 217.524 226.800

Perubahan selama periode berjalan (5 bulan)31 Mei 2010

1 Januari 2009 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Biaya perolehan:Tanah 33.760 3.495 (43) 254 37.466Bangunan 25.247 28.040 (17) - 53.270Inventaris kantor 117.213 42.254 (198) - 159.269Kendaraan bermotor 11.568 531 (159) - 11.940

Jumlah 187.788 74.320 (417) 254 261.945

Akumulasi penyusutan:Bangunan 3.512 2.124 (3) - 5.633Inventaris kantor 16.630 13.951 (172) - 30.409Kendaraan bermotor 5.865 2.672 (158) - 8.379

Jumlah 26.007 18.747 (333) - 44.421

Nilai Buku 161.781 217.524

Perubahan selama tahun berjalan (12 bulan)31 Desember 2009

1 Januari 2008 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2008Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Biaya perolehan:Tanah 5.748 28.012 - - 33.760Bangunan 11.220 14.160 (133) - 25.247Inventaris kantor 68.326 49.031 (144) - 117.213Kendaraan bermotor 8.857 2.839 (128) - 11.568

Jumlah 94.151 94.042 (405) - 187.788

Akumulasi penyusutan:Bangunan 2.535 981 (4) - 3.512Inventaris kantor 6.744 9.908 (22) - 16.630Kendaraan bermotor 3.293 2.670 (98) - 5.865

Jumlah 12.572 13.559 (124) - 26.007

Nilai Buku 81.579 161.781

Perubahan selama tahun berjalan (12 bulan)31 Desember 2008

200

Page 215: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 12. Aset Tetap (Lanjutan)

1 Januari 2007 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2007Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Biaya perolehan:Tanah 2.621 3.198 - (71) 5.748Bangunan 6.166 5.210 - (156) 11.220Inventaris kantor 12.630 55.812 (116) - 68.326Kendaraan bermotor 8.392 2.036 (1.571) - 8.857

Jumlah 29.809 66.256 (1.687) (227) 94.151

Akumulasi penyusutan:Bangunan 2.222 410 - (97) 2.535Inventaris kantor 2.485 4.313 (54) - 6.744Kendaraan bermotor 2.942 1.862 (1.511) - 3.293

Jumlah 7.649 6.585 (1.565) (97) 12.572

Nilai Buku 22.160 81.579

Perubahan selama tahun berjalan (12 bulan)31 Desember 2007

Jumlah beban penyusutan yang dibebankan pada laba rugi untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 8.910 juta, Rp 18.747 juta, Rp 13.559 juta dan Rp 6.585 juta. Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) dan 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2012 dan 2039. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.

Selama periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Perusahaan menjual aset tetapnya dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp 4 juta, Rp 70 juta, Rp 281 juta dan Rp 63 juta pada harga jual masing-masing sebesar Rp 51 juta, Rp 197 juta, Rp 395 juta dan Rp 535 juta. Keuntungan bersih penjualan aset tetap tersebut dibukukan pada akun Pendapatan Non-operasional (Catatan 27). Pada tahun 2009, Perusahaan mereklasifikasi aset tetap yang tidak digunakan (Catatan 14) dengan nilai buku sebesar Rp 254 juta ke akun aset tetap serta melakukan penghapus-bukuan aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 14 juta. Pada tahun 2007, Perusahaan mereklasifikasi aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 130 juta ke akun aset tetap yang tidak digunakan (Catatan 14) serta melakukan penghapus-bukuan aset tetap sebesar nilai buku Rp 59 juta. Rugi penghapusan aset tetap dibukukan pada akun Beban Non-operasional (Catatan 28). Aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, huru-hara, pencurian dan risiko lainnya pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yaitu PT Asuransi Sinar Mas dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 227.783 juta, Rp 250.083 juta, Rp 24.297 juta dan Rp 20.737 juta (Catatan 31). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap tersebut. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, tidak ada aset tetap Perusahaan yang ditempatkan sebagai jaminan.

201

Page 216: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 13. Obyek Ijarah

Akun ini merupakan obyek sewa dari transaksi Ijarah Muntahiyah Bittamlik dengan opsi perpindahan hak milik obyek sewa dengan hibah.

31 Mei2010

Rp '000.000

Kendaraan bermotor 23.955Mesin 35.734

Jumlah 59.689Dikurangi : akumulasi penyusutan (995)

Nilai buku 118.383

Ikhtisar perubahan akumulasi penyusutan obyek ijarah adalah sebagai berikut:

31 Mei2010

Rp '000.000

Saldo awal periode -Beban Penyusutan (1.160)Pelunasan 165

Saldo akhir periode (995)

14. Aset Lain-lain – Bersih

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Kiriman uang 19.586 - 1.090 -Uang muka pembelian aset 18.317 14.966 17.172 51.415Uang muka renovasi gedung kantor 7.445 10.772 26.703 20.116Setoran jaminan 5.537 4.832 4.444 1.368Kelebihan pembayaran pajak (Catatan 29) 5.495 7.710 7.710 -Barang cetakan dan materai 3.425 3.169 4.006 2.593Tagihan komisi asuransi 3.203 2.504 2.591 -Tagihan sehubungan dengan ATM bersama 2.984 651 - -Agunan yang diambil-alih 2.675 1.295 415 415Tagihan sehubungan dengan penyelesaian

Bank Indover 1.554 3.516 3.988 -Uang muka dinas karyawan 768 123 770 585Aset tetap yang tidak digunakan 130 130 384 384Tagihan pada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa - - 39.590 -Lain-lain 917 1.089 12.112 2.897Jumlah 72.036 50.757 120.975 79.773Cadangan kerugian penurunan nilai atas tagihan

sehubungan dengan penyelesaian Bank Indover (1.554) (3.516) - -Cadangan kerugian penurunan nilai

aset non - produktif (568) (554) (799) (799)

Jumlah - bersih 69.914 46.687 120.176 78.974

202

Page 217: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 14. Aset Lain-lain – Bersih (Lanjutan)

Tagihan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa merupakan tagihan kepada PT Cakrawala Mega Indah (CMI) sehubungan dengan pembayaran tagihan dari pelanggan tidak dikirimkan ke rekening escrow CMI yang terdapat dalam catatan Perusahaan. Tagihan pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa ini dijamin dengan rekening giro CMI sebesar Rp 25.636 juta. Tagihan tersebut telah diselesaikan pada awal tahun 2009. Cadangan kerugian penurunan nilai atas agunan yang diambil-alih adalah sebesar Rp 438 juta pada tanggal 31 Mei 2010, sebesar Rp 424 juta pada tanggal 31 Desember 2009 dan sebesar Rp 415 juta pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Sedangkan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset tetap yang tidak digunakan adalah sebesar Rp 130 juta pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009 serta sebesar Rp 384 juta pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai aset non – produktif adalah sebagai berikut :

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 554 799 799 529 Penambahan (pemulihan) 14 (245) - 270

Saldo akhir 568 554 799 799

Lain-lain pada tanggal 31 Mei 2010 meliputi keuntungan yang belum direalisasi atas pembelian tunai mata uang asing (spot) yang belum diselesaikan sebesar Rp 725 juta dan uang muka lain-lain. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 aset lain-lain dalam mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 19.282 juta, Rp 89 juta, Rp 103 juta dan nihil (Catatan 33). Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009 dan 2008, tagihan sehubungan dengan Bank Indover adalah sebesar ekuivalen Rp 1.554 juta, Rp 3.516 juta dan Rp 3.988 juta. Perusahaan telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009 masing-masing sebesar ekuivalen Rp 1.551 juta dan Rp 3.516 juta dibukukan sebagai bagian dari akun Beban Non-operasional (Catatan 28), sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai karena manajemen berpendapat bahwa tagihan tersebut akan dapat diperoleh kembali. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset lain-lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya aset lain-lain tersebut.

203

Page 218: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 15. Kewajiban Segera Lainnya

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Kiriman uang 139.276 51.174 45.177 200 Kewajiban sehubungan dengan ATM bersama 16.643 3.793 - -Cadangan bonus dan THR 12.750 - - -Biaya yang masih harus dibayar 3.711 2.813 289 212 Kewajiban pada perusahaan asuransi 2.037 3.216 180 214 Kewajiban administrasi kredit 1.892 2.827 10.033 1.760 Kewajiban setoran Jamsostek 563 262 376 158 Lain-lain 2.381 1.277 3.158 2.311

Jumlah 179.253 65.362 59.213 4.855

Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, kewajiban segera lainnya dalam mata uang asing sebesar ekuivalen Rp 143.301 juta, Rp 22.106 juta, Rp 45.321 juta dan Rp 195 juta (Catatan 33). Kewajiban segera lainnya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009 adalah masing-masing sebesar Rp 3.913 juta dan Rp 3.336 juta. Tidak terdapat kewajiban segera lainnya pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.

16. Simpanan Simpanan terdiri dari:

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Giro 1.014.983 770.979 1.785.962 495.712 602.034 1.097.746Tabungan 7.071 1.135.134 1.142.205 4.164 966.225 970.389Deposito berjangka 3.081.442 2.174.364 5.255.806 2.485.069 2.279.218 4.764.287

Jumlah 4.103.496 4.080.477 8.183.973 2.984.945 3.847.477 6.832.422

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Giro 308.236 461.904 770.140 274.231 203.827 478.058Tabungan 16.863 577.213 594.076 8.235 94.644 102.879Deposito berjangka 1.364.352 2.546.633 3.910.985 1.247.654 3.074.160 4.321.814

Jumlah 1.689.451 3.585.750 5.275.201 1.530.120 3.372.631 4.902.751

31 Desember 2009

31 Desember 2007

31 Mei 2010

31 Desember 2008

204

Page 219: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

a. Giro terdiri atas:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

KonvensionalPihak yang mempunyai hubungan istimewa

(Catatan 31)Rupiah 388.323 273.673 176.753 204.775 Mata uang asing (Catatan 33) 619.838 222.036 131.483 69.456 Jumlah 1.008.161 495.709 308.236 274.231

Pihak ketigaRupiah 357.045 297.752 273.817 151.239 Mata uang asing (Catatan 33) 412.392 304.230 188.087 52.588 Jumlah 769.437 601.982 461.904 203.827

Jumlah 1.777.598 1.097.691 770.140 478.058

SyariahPihak yang mempunyai hubungan istimewa

(Catatan 31)Rupiah

Giro Mudharabah 6.822 3 - -Pihak ketiga

RupiahGiro Mudharabah 1.542 52 - -

Jumlah 8.364 55 - -

Jumlah 1.785.962 1.097.746 770.140 478.058

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %Suku bunga giro per tahun

Rupiah 1,50 - 5,00 1,50 - 5,00 3,00 - 5,00 3,00 - 5,00Mata uang asing 0,15 - 0,25 0,15 - 1,25 0,50 - 1,50 0,50 - 1,50

Saldo giro yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan dan rekening administratif pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 46.722 juta, Rp 41.334 juta, Rp 44.028 juta dan Rp 37.252 juta (Catatan 9 dan 32).

205

Page 220: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

b. Tabungan terdiri atas:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Konvensional

RupiahPihak yang mempunyai hubungan

istimewa (Catatan 31)Tabungan Sinarmas 1.852 1.496 16.863 8.235 Tabungan Sinarmas Gold 5.147 2.658 - -Tabunganku 51 - - -

Jumlah 7.050 4.154 16.863 8.235

Pihak ketigaTabungan Sinarmas 404.059 324.677 577.213 94.644 Tabungan Sinarmas Gold 712.691 641.498 - -Tabunganku 17.614 - - -

Jumlah 1.134.364 966.175 577.213 94.644

Jumlah 1.141.414 970.329 594.076 102.879

SyariahRupiah

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31)

Tabungan Wadiah 10 - - -Tabungan Mudharabah 11 10 - -

Jumlah 21 10

Pihak ketigaTabungan Wadiah 632 - - -Tabungan Mudharabah 138 50 - -

Jumlah 770 50 - -

Jumlah 791 60 - -

Jumlah 1.142.205 970.389 594.076 102.879

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

Suku bunga tabungan per tahun 2,5 - 6,50 2,50 - 8,00 4,00 - 9,00 5,50 - 6,00

206

Page 221: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

c. Deposito berjangka terdiri atas:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

KonvensionalPihak yang mempunyai hubungan istimewa

(Catatan 31)Rupiah 1.883.699 1.254.712 1.116.784 823.113 Mata uang asing (Catatan 33) 1.195.993 1.230.257 247.568 424.541 Jumlah 3.079.692 2.484.969 1.364.352 1.247.654

Pihak ketigaRupiah 1.983.781 2.165.809 2.389.978 2.893.743 Mata uang asing (Catatan 33) 169.035 113.409 156.655 180.417 Jumlah 2.152.816 2.279.218 2.546.633 3.074.160

Jumlah 5.232.508 4.764.187 3.910.985 4.321.814

SyariahDeposito MudharabahPihak yang mempunyai hubungan istimewa

(Catatan 31)Rupiah 1750 100 - -

Pihak ketigaRupiah 21.548 - - -

Jumlah 23.298 100 - -

Jumlah 5.255.806 4.764.287 3.910.985 4.321.814

Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:

Berdasarkan periode deposito berjangka:

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahKurang dari 1 bulan 575.885 13.700 589.585 204.443 28.851 233.2941 bulan 988.803 606.398 1.595.201 805.857 497.791 1.303.6483 bulan 70.882 943.567 1.014.449 31.284 1.068.088 1.099.3726 bulan 3.500 268.076 271.576 1.624 429.357 430.98112 bulan 246.379 173.588 419.967 211.604 141.722 353.326

Jumlah 1.885.449 2.005.329 3.890.778 1.254.812 2.165.809 3.420.621

31 Desember 200931 Mei 2010

207

Page 222: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

c. Deposito berjangka terdiri atas: (Lanjutan)

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Mata uang asing (Catatan 33)Kurang dari 1 bulan 66.060 - 66.060 185.599 - 185.5991 bulan 894.704 111.818 1.006.522 798.190 77.946 876.1363 bulan 19.580 34.180 53.760 10.992 17.130 28.1226 bulan - 18.823 18.823 - 4.643 4.64312 bulan 215.649 4.214 219.863 235.476 13.690 249.166

Jumlah 1.195.993 169.035 1.365.028 1.230.257 113.409 1.343.666

Jumlah 3.081.442 2.174.364 5.255.806 2.485.069 2.279.218 4.764.287

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahKurang dari 1 bulan 386.351 29.399 415.750 173.000 4.000 177.0001 bulan 648.068 1.421.133 2.069.201 620.288 1.632.127 2.252.4153 bulan 3.948 539.299 543.247 2.018 939.286 941.3046 bulan 10.677 239.818 250.495 2.825 253.397 256.22212 bulan 67.740 160.329 228.069 24.982 64.933 89.915Jumlah 1.116.784 2.389.978 3.506.762 823.113 2.893.743 3.716.856

Mata uang asing (Catatan 33)Kurang dari 1 bulan 217.728 26.912 244.640 21.209 - 21.2091 bulan 23.976 117.923 141.899 403.204 158.113 561.3173 bulan 5.864 963 6.827 34 222 2566 bulan - 2.432 2.432 94 132 22612 bulan - 8.425 8.425 - 21.950 21.950Jumlah 247.568 156.655 404.223 424.541 180.417 604.958

Jumlah 1.364.352 2.546.633 3.910.985 1.247.654 3.074.160 4.321.814

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

208

Page 223: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

c. Deposito berjangka terdiri atas: (Lanjutan)

Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Rupiah1 bulan atau kurang 1.572.075 1.049.970 2.622.045 1.020.928 805.216 1.826.1441 - 3 bulan 163.515 649.600 813.115 24.910 947.803 972.7133 - 6 bulan 109.979 198.322 308.301 2.360 338.587 340.9476 - 12 bulan 39.880 107.437 147.317 206.614 74.203 280.817

Jumlah 1.885.449 2.005.329 3.890.778 1.254.812 2.165.809 3.420.621

Mata uang asing (Catatan 33)1 bulan atau kurang 966.934 129.504 1.096.438 983.709 82.069 1.065.7781 - 3 bulan 183.147 29.874 213.021 11.071 13.882 24.9533 - 6 bulan 45.912 8.055 53.967 - 4.389 4.3896 - 12 bulan - 1.602 1.602 235.477 13.069 248.546

Jumlah 1.195.993 169.035 1.365.028 1.230.257 113.409 1.343.666

Jumlah 3.081.442 2.174.364 5.255.806 2.485.069 2.279.218 4.764.287

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Rupiah1 bulan atau kurang 1.035.314 1.637.599 2.672.913 755.350 1.787.113 2.542.4631 - 3 bulan 13.378 462.005 475.383 61.653 883.435 945.0883 - 6 bulan 352 138.647 138.999 110 173.085 173.1956 - 12 bulan 67.740 151.727 219.467 6.000 50.110 56.110Jumlah 1.116.784 2.389.978 3.506.762 823.113 2.893.743 3.716.856

Mata uang asing (Catatan 33)1 bulan atau kurang 241.704 147.885 389.589 424.494 157.688 582.1821 - 3 bulan 5.864 4.072 9.936 47 694 7413 - 6 bulan - 2.979 2.979 - 4.613 4.6136 - 12 bulan - 1.719 1.719 - 17.422 17.422Jumlah 247.568 156.655 404.223 424.541 180.417 604.958

Jumlah 1.364.352 2.546.633 3.910.985 1.247.654 3.074.160 4.321.814

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

209

Page 224: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 16. Simpanan (Lanjutan)

c. Deposito berjangka terdiri atas (Lanjutan):

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %Suku bunga deposito berjangka per tahun

Rupiah 6,00 - 9,75 6,75 - 8,75 7,75 - 13,00 8,00 - 9,75Mata uang asing 2,50 - 2,75 2,50 - 3,00 3,00 - 6,00 3,00 - 4,50

Saldo deposito berjangka yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan dan rekening administratif pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 338.515 juta, Rp 878.4712 juta, Rp 250.943 juta dan Rp 1.008 juta (Catatan 9 dan 32).

17. Simpanan dari Bank Lain

Simpanan dari bank lain terdiri dari:

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Giro 14.500 48.224 62.724 14.891 63.786 78.677Call money - 92.111 92.111 - 110.000 110.000Deposito berjangka - 127.980 127.980 - 49.949 49.949

Jumlah 14.500 268.315 282.815 14.891 223.735 238.626

Pihak yang Pihak yangmempunyai mempunyaihubungan hubunganistimewa istimewa

(Catatan 31) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 31) Pihak ketiga JumlahRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Giro - 45 45 - 28.120 28.120Call money - 80.000 80.000 - 83.123 83.123Deposito berjangka - - - - 133.692 133.692

Jumlah - 80.045 80.045 - 244.935 244.935

31 Desember 2009

31 Desember 200731 Desember 2008

31 Mei 2010

210

Page 225: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 17. Simpanan dari Bank Lain (Lanjutan)

a. Giro terdiri dari:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31)Mata uang asing (Catatan 33) 14.500 14.891 - -

Pihak ketigaRupiah 48.224 63.786 45 28.120

Jumlah 62.724 78.677 45 28.120

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %Suku bunga giro per tahun

Rupiah 1,50 - 5,00 1,50 - 5,50 3,00 - 5,00 3,00 - 5,00Mata uang asing 0,15 - 0,25 0,15 - 1,25 - -

b. Call Money terdiri atas:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Pihak ketiga

Rupiah 92.000 110.000 80.000 83.123 Mata uang asing 111 - - -

92.111 110.000 80.000 83.123

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %Suku bunga call money per tahun

Rupiah 6,00 6,30 - 9,00 5,50 - 10,50 4,75 - 8,70

c. Deposito berjangka merupakan deposito berjangka yang ditempatkan oleh pihak ketiga

dalam Rupiah.

Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut: Berdasarkan periode deposito berjangka:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

1 bulan 97.702 16.677 - 118.279 2 bulan - - - 7.413 3 bulan 18.978 20.972 - 8.000 6 bulan 11.300 10.800 - -12 bulan - 1.500 - -

Jumlah 127.980 49.949 - 133.692

211

Page 226: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 17. Simpanan dari Bank Lain (Lanjutan)

Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

1 bulan atau kurang 109.380 15.677 - 117.954 1 - 3 bulan 18.600 21.972 - 15.738 3 - 6 bulan - 10.800 - -6 - 12 bulan - 1.500 - -

Jumlah 127.980 49.949 - 133.692

Suku bunga per tahun deposito berjangka

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

% % % %

1 bulan 7,00 6,75 - 8,75 - 8,00 - 8,252 bulan - - - 8,53 bulan 7,00 - 8,00 7,00 - 8,75 - 8,256 bulan 7,75 - 9,50 7,00 - 8,75 - -12 bulan - 7,00 - 8,75 - -

18. Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali – Pihak Ketiga Efek-efek yang dijual dengan janji beli kembali terdiri dari:

Beban BungaTanggal Nilai yang belum Nilai

Jangka Waktu Jatuh Tempo Nominal diamortisasi BersihRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahObligasi Pemerintah

FR0028 14 hari 14 Januari 2010 81.991 214 81.777FR0026 14 hari 12 Januari 2010 73.671 163 73.508FR0038 14 hari 14 Januari 2010 54.865 143 54.722FR0020 14 hari 12 Januari 2010 34.139 75 34.064FR0023 14 hari 14 Januari 2010 14.395 38 14.357

Jumlah 259.061 633 258.428

Jenis

31 Desember 2009

Beban BungaTanggal Nilai yang belum Nilai

Jangka Waktu Jatuh Tempo Nominal diamortisasi BersihRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahObligasi Pemerintah

FR0024 7 hari 7 Januari 2009 71.857 120 71.737FR0038 7 hari 7 Januari 2009 48.766 81 48.685ORI004 7 hari 7 Januari 2009 49.419 82 49.337

Jumlah 170.042 283 169.759

Jenis

31 Desember 2008

212

Page 227: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 18. Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali – Pihak Ketiga (Lanjutan)

Perusahaan tidak memiliki efek yang dijual dengan janji jual beli kembali pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2007. Perusahaan telah melunasi seluruh kewajiban tersebut pada tanggal jatuh temponya.

19. Hutang Pajak Hutang pajak terdiri dari:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pajak kini (Catatan 29) 8.559 9.986 - 10 Pajak penghasilan

Pasal 23 dan 26 7.065 7.224 10.007 4.591 Pasal 25 1.870 1.714 930 269 Pasal 21 579 303 1.305 1.360

Jumlah 18.073 19.227 12.242 6.230

Besarnya pajak yang terhutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh Perusahaan yang bersangkutan (self assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak tersebut sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

20. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang lazim dalam kegiatan usaha Perusahaan, dibentuk sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahBank garansi 1.806 1.596 1.728 356 Fasilitas kredit yang belum digunakan 949 4.302 674 4.414 Irrecoverable letters of credit (L/C) - - 29 -Jumlah 2.755 5.898 2.431 4.770

Mata uang asing (Catatan 33)Bank garansi 856 865 130 111 Fasilitas kredit yang belum digunakan 412 - - 135 Irrecoverable letters of credit (L/C) - - - 4 Jumlah 1.268 865 130 250

Jumlah 4.023 6.763 2.561 5.020

213

Page 228: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 20. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (Lanjutan)

Kualitas transaksi komitmen dan kontinjensi (irrevocable L/C, bank garansi, fasilitas kredit yang belum digunakan) (Catatan 32) adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Kualitas Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Lancar 323.757 136.450 460.207 624.404 110.568 734.972Dalam Perhatian Khusus - - - 2.287 - 2.287

323.757 136.450 460.207 626.691 110.568 737.259

Estimasi kerugian komitmendan kontinjensi (2.755) (1.268) (4.023) (5.898) (865) (6.763)

Jumlah - bersih 321.002 135.182 456.184 620.793 109.703 730.496

Mata Uang Mata Uang Kualitas Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Lancar 252.910 13.016 265.926 490.122 29.770 519.892

Estimasi kerugian komitmendan kontinjensi (2.431) (130) (2.561) (4.770) (250) (5.020)

Jumlah - bersih 250.479 12.886 263.365 485.352 29.520 514.872

31 Desember 2008 31 Desember 2007

31 Mei 2010 31 Desember 2009

Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut:

Mata Uang Mata Uang Kualitas Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 5.898 865 6.763 2.431 130 2.561Penambahan (pemulihan) (3.143) 434 (2.709) 3.467 832 4.299Selisih kurs penjabaran - (31) (31) - (97) (97)

Saldo akhir 2.755 1.268 4.023 5.898 865 6.763

31 Mei 2010 31 Desember 2009

Mata Uang Mata Uang Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Saldo awal 4.770 250 5.020 1.320 144 1.464Penambahan (pemulihan) (2.339) (138) (2.477) 3.450 96 3.546Selisih kurs penjabaran - 18 18 - 10 10

Saldo akhir 2.431 130 2.561 4.770 250 5.020

31 Desember 2008 31 Desember 2007

214

Page 229: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 20. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (Lanjutan)

Manajemen berpendapat bahwa estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya komitmen dan kontinjensi tersebut.

21. Bunga yang Masih Harus Dibayar

Terdiri dari bunga yang masih harus dibayar atas giro, tabungan, deposito berjangka dan simpanan dari bank lain. Bunga yang masih harus dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 5.631 juta, Rp 3.762 juta, Rp 4.565 juta dan Rp 2.827 juta (Catatan 31). Bunga yang masih harus dibayar dalam mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masing-masing sebesar ekuivalen Rp 1.565 juta, Rp 1.302 juta, Rp 522 juta dan Rp 556 juta (Catatan 33).

22. Kewajiban Lain–Lain

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pendapatan diterima dimuka 3.924 5.593 6.473 4.081 Premi Penjaminan Pemerintah (Catatan 40.i) 772 1.077 248 1.268 Setoran jaminan L/C dan bank garansi 677 650 479 517 Lain-lain 3.684 3.554 5.576 4.417

Jumlah 9.057 10.874 12.776 10.283

Pada tanggal 31 Mei 2010, pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan dari provisi lainnya yang diamortisasi selama jangka waktu transaksi. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, pendapatan diterima dimuka terdiri dari pendapatan provisi kredit dan provisi lainnya yang diamortisasi selama jangka waktu kredit dan transaksi. Lain-lain pada tanggal 31 Desember 2009 termasuk kerugian yang belum direalisasi atas pembelian atau penjualan tunai mata uang asing (spot) yang belum diselesaikan sebesar Rp 99 juta (Catatan 32). Pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009, tidak terdapat saldo kewajiban lain-lain kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, saldo kewajiban lain-lain kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebesar Rp 149 juta dan Rp 854 juta (Catatan 31). Kewajiban lain-lain dalam mata uang asing pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masing-masing sebesar ekuivalen Rp 53 juta, Rp 1.773 juta, Rp 897 juta dan Rp 458 juta (Catatan 33).

215

Page 230: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 23. Modal Saham

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 sebagai berikut:

Jumlah Persentase JumlahPemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor

% Rp '000.000

PT Sinar Mas Multiartha Tbk 5.127.408.650 90,26 512.741 PT Shinta Utama 553.091.350 9,74 55.309

Jumlah 5.680.500.000 100,00 568.050

31 Mei 2010

Jumlah Persentase JumlahPemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor

% Rp '000.000

PT Sinar Mas Multiartha Tbk 948.000 90,26 473.883 PT Shinta Utama 102.000 9,74 51.117

Jumlah 1.050.000 100,00 525.000

31 Desember 2009

Jumlah Persentase JumlahPemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor

% Rp '000.000

PT Sinar Mas Multiartha Tbk 748.000 87,97 373.883 PT Shinta Utama 102.000 12,03 51.117

Jumlah 850.000 100,00 425.000

31 Desember 2008

Jumlah Persentase JumlahPemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor

% Rp '000.000

PT Sinar Mas Multiartha Tbk 448.000 81,41 223.883 PT Shinta Utama 102.000 18,59 51.117

Jumlah 550.000 100,00 275.000

31 Desember 2007

Pada tanggal 19 Juni 2007, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 3 tanggal 29 Agustus 2007 dari Triphosa Lily Ekadewi, S.H., Mkn, notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui penerbitan saham dalam portepel sebanyak 100.000 lembar dan seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal disetor Perusahaan bertambah Rp 50.000 juta dari Rp 125.000 juta menjadi Rp 175.000 juta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-UM.HT.01.10-4304 tanggal 26 November 2007.

216

Page 231: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 23. Modal Saham (Lanjutan)

Pada tanggal 29 Agustus 2007, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 15 tanggal 29 Januari 2008 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui penerbitan saham dalam portepel sebanyak 100.000 lembar dan seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal disetor Perusahaan bertambah Rp 50.000 juta dari Rp 175.000 juta menjadi Rp 225.000 juta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-4948 tanggal 3 Maret 2008. Pada tanggal 12 Desember 2007, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 16 tanggal 29 Januari 2008 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui penerbitan saham dalam portepel sebanyak 100.000 lembar dan seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal disetor Perusahaan bertambah Rp 50.000 juta dari Rp 225.000 juta menjadi Rp 275.000 juta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-7028 tanggal 26 Maret 2008. Pada tanggal 26 Mei 2008, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 14 tanggal 5 Juni 2008 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui penerbitan saham dalam portepel sebanyak 150.000 lembar dan seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal disetor Perusahaan bertambah Rp 75.000 juta dari Rp 275.000 juta menjadi Rp 350.000 juta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-18126 tanggal 18 Juli 2008. Pada tanggal 25 Juli 2008, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 12 tanggal 8 Agustus 2008 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui: a. Menerbitkan saham dalam portepel sebanyak 150.000 lembar dan seluruhnya diambil

bagian dan disetor oleh PT Sinarmas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal disetor Perusahaan bertambah Rp 75.000 juta dari Rp 350.000 juta menjadi Rp 425.000 juta.

b. Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40

Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pada tanggal 2 Februari 2009, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 2 Februari 2009 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Perusahaan sebesar Rp 1.500.000 juta dari Rp 500.000 juta menjadi Rp 2.000.000 juta yang terdiri dari 4.000.000 saham, serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 200.000 saham yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Sinarmas Multiartha Tbk. Dengan adanya penerbitan saham ini, jumlah modal ditempatkan dan disetor Perusahaan bertambah Rp 100.000 juta dari Rp 425.000 juta menjadi Rp 525.000 juta. Peningkatan modal dasar Perusahaan serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut kemudian ditegaskan kembali dalam Akta No. 10 tanggal 16 April 2009 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-40480.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009.

217

Page 232: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 23. Modal Saham (Lanjutan)

Pada tanggal 6 April 2010, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., M.kn, notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 500.000 per saham menjadi Rp 100 per saham, serta menyetujui kapitalisasi saldo laba sebesar Rp 43.050 juta untuk dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional. Dengan adanya pemecahan nilai nominal saham dan kapitalisasi saldo laba ini, modal dasar yang semula terdiri dari 4.000.000 lembar saham berubah menjadi 20.000.000.000 lembar saham, jumlah modal ditempatkan dan disetor Perusahaan bertambah dari Rp 525.000 juta menjadi Rp 568.050 juta yang terbagi atas 5.680.500.000 lembar saham, dimana masing-masing lembar saham bernilai Rp 100. Selain itu pemegang saham menyetujui penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 1.600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan penerbitan waran sebanyak-banyaknya 1.920.000.000 lembar untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Saham Perdana. Pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) Perusahaan pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah Indra Widjaja. PT Sinar Mas Multiartha Tbk, PT Shinta Utama dan PT Sinar Mas Multifinance (pemegang saham PT Shinta Utama) telah menandatangani dan menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam keikutsertaan Perusahaan dalam program penjaminan Pemerintah (Catatan 40.i).

24. Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahKredit yang diberikan 287.972 611.620 483.878 223.842 Efek-efek (termasuk Sertifikat Bank Indonesia) 37.803 99.402 69.346 98.360 Penempatan pada Bank lain 3.892 6.887 1.972 2.867 Efek dibeli dengan janji jual kembali 42 1.058 4.832 -Giro pada Bank lain - - 1.380 2 Jumlah 329.709 718.967 561.408 325.071

Mata uang asingKredit yang diberikan 15.958 38.837 13.985 7.351 Efek-efek 10.204 23.559 11.524 1.870 Penempatan pada Bank lain 637 758 14.095 23.935 Efek dibeli dengan janji jual kembali - 269 23 -Jumlah 26.799 63.423 39.627 33.156

Jumlah 356.508 782.390 601.035 358.227

Pendapatan bunga yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 18.950 juta, Rp 21.160 juta, Rp 9.904 juta dan Rp 17.492 juta, atau masing-masing 5,32%, 2,70%, 1,64% dan 4,88% dari jumlah pendapatan bunga yang diterima dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila diterima dari pihak ketiga (Catatan 31). Termasuk dalam pendapatan bunga dan bagi hasil untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2009 adalah bagi hasil transaksi syariah masing-masing sebesar Rp 5.467 juta dan 553 juta.

218

Page 233: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 25. Beban Bunga dan Bagi Hasil

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

RupiahDeposito berjangka 130.158 347.635 314.716 178.400 Tabungan 22.209 45.497 25.857 2.087 Giro 11.347 26.000 22.538 15.471 Premi penjaminan Pemerintah (Catatan 40.i) 6.977 13.816 10.048 6.415 Simpanan dari bank lain 1.321 4.274 16.802 10.588 Efek dijual dengan janji beli kembali 633 1.294 7.182 38 Jumlah 172.645 438.516 397.143 212.999

Mata uang asingDeposito berjangka 16.518 26.834 24.059 21.795 Giro 3.025 5.006 4.505 2.493 Simpanan dari bank lain - 1 52 20 Jumlah 19.543 31.841 28.616 24.308

Jumlah 192.188 470.357 425.759 237.307

Bunga yang dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk periode lima bulan yang berakhir tanggal 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 71.273 juta dan Rp 175.477 juta, Rp 111.303 juta dan Rp 72.377 juta atau masing-masing 37,08% dan 37,30%, 26,14% dan 30,50% dari jumlah beban bunga, yang dibayarkan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dibayarkan kepada pihak ketiga (Catatan 31). Termasuk dalam beban bunga dan bagi hasil untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 adalah bagi hasil transaksi syariah sebesar Rp 210 juta.

26. Beban Umum dan Administrasi

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Umum 15.888 35.203 24.603 13.688 Komunikasi 10.068 21.172 18.794 7.325 Perbaikan dan pemeliharaan 9.422 20.302 10.170 6.970 Transportasi 7.262 13.809 9.182 4.996 Cetakan dan alat tulis 6.689 13.786 10.756 3.433 Sewa gedung 6.294 14.535 8.824 6.540 Promosi 3.035 10.774 20.962 14.102 Listrik dan air 2.257 5.099 4.114 1.480 Pendidikan dan pengembangan 2.010 4.989 5.010 7.752 Perjalanan dinas 1.092 3.172 3.384 2.947 Imbalan pasti pasca-kerja (Catatan 34) 1.083 2.006 628 2.026 Asuransi 840 1.879 1.360 810 Jasa profesional 424 1.598 567 770

Jumlah 66.364 148.324 118.354 72.839

219

Page 234: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 26. Beban Umum dan Administrasi (Lanjutan)

Beban umum dan adminstrasi yang dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 9.796 juta, Rp 18.885 juta, Rp 12.766 juta dan Rp 6.637 juta (Catatan 31).

27. Pendapatan Non-Operasional

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Penerimaan kembali tagihan sehubungan dengan Bank Indover (Catatan 14) 1.962 - - -

Keuntungan penjualan aset tetap - bersih(Catatan 12) 47 127 114 472

Lain-lain 130 76 1.113 296

Jumlah 2.139 203 1.227 768

28. Beban Non-Operasional

Pada tahun 2009 beban non-operasional terdiri dari cadangan kerugian penurunan nilai tagihan sehubungan dengan Bank Indover (Catatan 14), rugi penghapusan aset tetap (Catatan 12), denda dan sumbangan. Sedangkan, untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010, beban non-operasional terdiri dari beban kelebihan klaim SKPLB PPh 25 tahun 2008 sebesar Rp 2.215 juta (Catatan 14 dan 29).

29. Pajak Penghasilan

a. Beban pajak Perusahaan terdiri dari:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Pajak kini 14.910 19.298 - 4.924Pajak tangguhan 433 2.733 6.790 1.112

Jumlah 15.343 22.031 6.790 6.036

220

Page 235: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 29. Pajak Penghasilan (Lanjutan)

b. Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan laba kena pajak (rugi fiskal) adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi 56.663 70.797 19.641 11.784

Perbedaan temporer:Penurunan nilai (pemulihan) aset produktif -

bersih (917) 10.110 (6.451) 7.973 Penyesuaian sehubungan penerapan

PSAK no. 50 dan PSAK No. 55 (Catatan 2b) 3.866 - - -Imbalan pasti pasca-kerja - bersih 1.046 1.895 411 1.208 Penyusutan aset tetap (5.728) (20.963) (21.344) (13.203)

Jumlah (1.733) (8.958) (27.384) (4.022)

Perbedaan tetap:Kenikmatan kepada karyawan 3.046 6.285 4.111 2.871 Lain-lain 1.665 2.402 2.024 5.839 Jumlah 4.711 8.687 6.135 8.710

Laba kena pajak (Rugi fiskal) 59.641 70.526 (1.608) 16.472 Rugi fiskal tahun 2008 - (1.608) - -

Laba kena pajak (Rugi fiskal) 59.641 68.918 (1.608) 16.472

Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Beban pajak kini dengan tarif pajak yang berlaku 14.910 19.298 - 4.924

Dikurangi pembayaran pajak dimukaPajak penghasilan pasal 25 6.351 9.312 7.710 4.914

Hutang pajak kini (kelebihan pembayaran pajak)(Catatan 14 dan 19) 8.559 9.986 (7.710) 10

Rugi fiskal tahun 2008 dan laba kena pajak tahun 2009 dan 2007 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak.

221

Page 236: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 29. Pajak Penghasilan (Lanjutan)

b. Pajak Kini (Lanjutan)

Sesuai peraturan perpajakan, rugi fiskal dapat dikompensasikan atas laba kena pajak dalam waktu lima tahun setelah rugi fiskal tersebut terjadi. Rugi fiskal tahun 2008 sebesar Rp 1.608 juta dikompensasikan terhadap laba kena pajak tahun 2009. Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dari Kantor Pelayanan Pajak atas kelebihan pembayaran PPh 25 tahun 2008 sebesar Rp 5.495 juta (Catatan 14), sehingga terdapat beban kelebihan klaim SKPLB sebesar Rp 2.215 juta yang dibukukan pada beban non-operasional (Catatan 28).

c. Pajak Tangguhan

Rincian dari aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut:

Dikreditkan Dikreditkan Dikreditkan(dibebankan) (dibebankan) (dibebankan)ke laporan ke laporan ke laporan

1 Januari laba rugi 31 Desember laba rugi 31 Desember laba rugi 31 Desember2007 (12 bulan) 2007 (12 bulan) 2008 (12 bulan) 2009

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Aset pajak tangguhan:

Cadangan kerugian penurunannilai aset produktif 1.090 2.487 3.577 (2.209) 1.368 2.529 3.897

Rugi fiskal - - - 402 402 (402) -Imbalan pasti pasca-kerja 367 362 729 (19) 710 474 1.184

Jumlah 1.457 2.849 4.306 (1.826) 2.480 2.601 5.081

Kewajiban pajak tangguhan -

Penyusutan aset tetap (688) (3.961) (4.649) (4.964) (9.613) (5.334) (14.947)

Jumlah aset (kewajiban) pajak tangguhan - Bersih 769 (1.112) (343) (6.790) (7.133) (2.733) (9.866)

Dikreditkan(dibebankan)

ke laporan31 Desember laba rugi 31 Mei

2009 (5 bulan) 2010Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Aset pajak tangguhan:Cadangan kerugian penurunan

nilai aset produktif 3.897 737 4.634Imbalan pasti pasca-kerja 1.184 261 1.445

Jumlah 5.081 998 6.079

Kewajiban pajak tangguhan -

Penyusutan aset tetap (14.947) (1.431) (16.378)

Jumlah aset (kewajiban) pajak tangguhan - Bersih (9.866) (433) (10.299)

Pada bulan September 2008, Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan direvisi melalui penerbitan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008. Undang-Undang revisi tersebut berlaku efektif tanggal 1 Januari 2009, mengatur perubahan tarif pajak penghasilan badan, dari sebelumnya tarif progresif menjadi tarif tunggal sebesar 28% untuk tahun 2009 dan 25% untuk tahun 2010 dan seterusnya. Perusahaan telah menghitung dampak perubahan tarif pajak tersebut dalam perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 yakni sebesar Rp 177 juta dan Rp 1.427 juta, serta membukukannya sebagai bagian dari beban pajak pada laporan laba rugi.

222

Page 237: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 29. Pajak Penghasilan (Lanjutan)

c. Pajak Tangguhan (Lanjutan)

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi 56.663 70.797 19.641 11.784

Beban pajak dengan tarif pajak yang berlaku 14.166 19.823 5.875 3.518

Pengaruh pajak atas perbedaan tetap:Kenikmatan kepada karyawan 761 1.760 1.233 861 Lain-lain 416 673 625 1.752 Jumlah - bersih 1.177 2.433 1.858 2.613

Jumlah 15.343 22.256 7.733 6.131

Pengaruh perubahan tarif pajak penghasilan - (177) (1.427) -

Koreksi atas pajak tangguhan - (48) 484 (95)

Jumlah beban pajak 15.343 22.031 6.790 6.036

30. Laba per Saham Dasar

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)

Laba bersihLaba bersih (dalam Rp '000.000) 41.320 48.766 12.851 5.748

Jumlah sahamRata-rata tertimbang saham beredar sepanjang

tahun atau periode 5.840.155.629 5.985.586.301 3.948.942.623 2.132.554.795

Laba per saham dasar (dalam Rupiah penuh) 7,08 8,15 3,25 2,70

Rata-rata tertimbang jumlah saham beredar telah memperhitungkan efek dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 525.000 juta menjadi Rp 568.050 juta (atau sebesar Rp 43.050 juta) melalui kapitalisasi saldo laba serta pemecahan saham (stock split) dari Rp 500.000 menjadi Rp 100 per lembar saham (Catatan 23).

31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa

Sifat Hubungan Istimewa

Selain karyawan kunci, pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan adalah perusahaan-perusahaan yang berada dibawah grup Sinar Mas, karena grup Sinar Mas merupakan pemegang saham utama dari Perusahaan. Adapun pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

a. Hubungan pemegang saham

PT Sinarmas Multiartha Tbk, PT Shinta Utama dan Indra Widjaja

223

Page 238: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

Sifat Hubungan Istimewa (Lanjutan) b. Hubungan kepemilikan/pemegang saham yang sama

PT AB Sinarmas Multifinance, PT Amantara Securities, PT Arara Abadi, Asia Merchant Bank, PT Asia Paperindo Perkasa, Asia Pulp and Paper Co Ltd, PT Asuransi Jiwa Sinarmas, PT Asuransi Sinarmas, PT Asia Trade Logistic, PT Bina Taruna Sejati, PT Bina Duta Laksana, PT Bina Maju Grahamitra, PT Borneo Indobara, PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumimas Ekapersada, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Cakrawala Mega Indah, PT Cempaka Adigraha, PT Certis Cisco, PT Chipdeco Inti Utama, PT Cisadane Perdana, PT Citra Inti Indoconstruction, Dana Pensiun Smart, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Dian Tarunaguna, PT Durman Kertas Indah, PT Duta Alam Cemerlang, PT Duta Jakarta Sejahtera, PT Duta Pertiwi Tbk, PT Duta Sarana Sejahtera, PT Dwimas Intiwisesa, PT Ekacentra Usaha Maju, PT Ekamas Fortuna, PT Ekamas International Hospital, PT Estetika Medika Prima, GAPKI Conference, PT Gema Kreasi, PT Graha Cemerlang Abadi, PT Graha Dinamika Sejahtera, PT Graha Kemasindo Indah, PT Hutani Abadi Lestari, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Intercipta Kimia Pratama, PT Inti Alam Sejahtera, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, PT Inti Kreasi Tjipta Indah, PT Intrapersada Puri Makmur, PT Jakarta Sinar Intertrade, PT Jakarta Teknologi Utama Motor, PT Jituloh Jinawi Sepadan, PT Kalibesar Raya Utama, PT Karawang Bukit Golf, PT Karya Cemerlang Persada, PT Kati Kartika Murni, PT Konverta Mitra Abadi, Kopsa Budi Karya, Kopsa Mukti Lestari, KUD Gajah Mada, PT Kreasi Kotak Megah, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT Makarya Ekaguna, PT Matra Olahcipta, PT Mekanusa Cipta, PT Menara Madju, PT Maju Gemilang Mandiri, PT Misaya Properindo, PT Multimas Dinamika, PT Multiraya Sinarindo, PT Mutiara Cemerlang Prima, PT Nusantara Indah Lestari, PT Oto Multiartha, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Panji Ratu Jakarta, PT Paraga Artamida, PT Paramitra Gunakarya Cemerlang, PT Paramitra Intimega, PT Pelita Reliance International Hospital, PT Pelitamas Mekar, PT Pembangunan Deltamas, PT Persada Bangun Jaya Perkasa, PT Persada Bangun Sentosa, PT Perwita Margasakti, PT Phinisindo Zamrud Nusantara, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT Prima Sehati, PT Puradelta Lestari, PT Puragraha Dianpertiwi, PT Purinusa Ekapersada, PT Putra Alvita Pratama, PT Putra Satria Prima, PT Rolimex Kimia Nusamas, PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries, PT Sejahtera Puramas, PT Semesta Jayalestari, PT Shield on Service, PT Simas Money Changer, PT Simas Reinsurance Broker, PT Sinarmas Griya, PT Sinar Mas Teladan, PT Sinar Mas Tunggal, PT Simas Wisata Lestari, PT Sinar Wisata Permai, PT Sinarindo Ekapersada, PT Sinarmas Futures, PT Sinarmas Multifinance, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sinarmas Wisesa, PT Sinarwijaya Ekapratista, PT Smart Telecom, PT Sinarmas Rendranusa, PT Smart Tbk, PT Smart Tbk, PT Summit Oto Finance, PT Super Wahana Techno, PT Swadayanusa Kencana Raharja, PT Taruna Cipta Kencana, PT The Univenus, PT Wahana Alam Lestari, PT Wijaya Pratama Raya, PT Wirakarya Sakti, PT Wireless Indonesia, Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja, Yayasan Tjiptamas Eka Bangsa

c. Hubungan kepengurusan

PT LIG Insurance Indonesia dan Bank International Ningbo d. Hubungan keluarga dengan pemegang saham dan pengurus

PT Mitrabangun Adigraha e. Hubungan manajemen dan karyawan kunci Perusahaan Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perusahaan juga melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi-transaksi tersebut telah dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan yang berlaku bagi pihak ketiga, kecuali kredit yang diberikan kepada karyawan (Catatan 9.i).

224

Page 239: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan mengadakan transaksi-transaksi tertentu dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi-transaksi tersebut telah dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana dilaksanakan dengan pihak ketiga. a. Transaksi aset dan kewajiban dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah

sebagai berikut:

Persentase Persentase terhadap jumlah terhadap jumlah

Jumlah aset/kewajiban Jumlah aset/kewajibanRp '000.000 % Rp '000.000 %

AsetGiro pada bank lain

Bank International Ningbo 20.528 0,22 436 0,01Kredit

PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry 664.263 7,12 677.793 8,43PT Sinar Wisata Lestari 31.500 0,34 31.500 0,39PT Putra Alvita Pratama 30.000 0,32 30.000 0,37PT Sinar Wisata Permai 37.000 0,40 2.000 0,02Lain-lain (dibawah Rp 1.000 juta) 810 0,01 601 0,01

Jumlah kredit 763.573 8,19 741.894 9,22

Pendapatan bunga yang masih akan diterima 885 0,01 839 0,01Biaya dibayar dimuka 6.501 0,07 5.028 0,06

KewajibanKewajiban segera lainnya 3.913 0,04 3.336 0,45Simpanan 4.103.496 47,09 2.984.945 39,99Simpanan dari bank lain 14.500 0,17 14.891 0,20Bunga yang masih harus dibayar 5.631 0,06 3.762 0,05

31 Mei 2010 31 Desember 2009

Persentase Persentase terhadap jumlah terhadap jumlah

Jumlah aset/kewajiban Jumlah aset/kewajibanRp '000.000 % Rp '000.000 %

AsetGiro pada bank lain

Bank International Ningbo 636 0,01 507 0,01Efek-efek

PT Oto Multiartha - - 1.977 0,04Jumlah efek-efek - - 1.977 0,04

Kredit PT Sinar Wisata Lestari 30.000 0,49 40.000 0,73PT Sinarmas Wisesa 29.000 0,48 56.000 1,02PT Paramitra Intimega 15.000 0,25 - -KUD Gajah Mada 6.531 0,11 25.531 0,47PT Arara Abadi - - 200.000 3,66PT Sinar Wisata Permai - - 22.000 0,40PT Taruna Cipta Kencana - - 6.800 0,12Lain-lain (dibawah Rp 1.000.000 ribu) 2.877 0,05 1.485 0,01

Jumlah kredit 83.408 1,38 351.816 6,41

Pendapatan bunga yang masih akan diterima 224 0,00 742 0,01Biaya dibayar dimuka 4.462 0,07 3.562 0,07Aset lain-lain 39.590 0,65 - -

KewajibanSimpanan 1.689.451 29,92 1.530.120 29,43Simpanan dari bank lain - - - -Bunga yang masih harus dibayar 4.565 0,08 2.827 0,05Kewajiban lain-lain 149 0,00 854 0,02

31 Desember 200731 Desember 2008

225

Page 240: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

b. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, sebesar

Rp 716.054 juta, Rp 480.261 juta, Rp 366.154 juta dan Rp 77.496 juta dari saldo kredit channeling disalurkan melalui pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 9).

c. Pendapatan bunga yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk

periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 18.950 juta, Rp 21.160 juta, Rp 9.904 juta dan Rp 17.492 juta, atau masing-masing 5,32%, 2,70%, 1,64% dan 4,88% dari jumlah pendapatan bunga yang diterima dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila diterima dari pihak ketiga (Catatan 24).

d. Bunga yang dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk periode lima

bulan yang berakhir tanggal 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 71.273 juta dan Rp 175.477 juta, Rp 111.303 juta dan Rp 72.377 juta atau masing-masing 37,08% dan 37,30%, 26,14% dan 30,50% dari jumlah beban bunga, yang dibayarkan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dibayarkan kepada pihak ketiga (Catatan 25).

e. Beban umum dan administrasi yang dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan

istimewa untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 9.796 juta, Rp 18.885 juta, Rp 12.766 juta dan Rp 6.637 juta (Catatan 26).

f. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, saldo transaksi

komitmen dan kontinjensi (berupa L/C dan bank garansi) dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar Rp 27.240 juta, Rp 16.325 juta, Rp 7.166 juta dan Rp 273 juta (Catatan 32). Saldo jaminan tunai dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sehubungan dengan transaksi L/C dan bank garansi pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009 adalah nihil, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 60 juta dan Rp 34 juta.

g. Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, aset tetap Perusahaan,

kecuali tanah, diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas dengan nilai pertanggungan seluruhnya masing-masing sebesar Rp 227.783 juta, Rp 250.083 juta, Rp 24.297 juta dan Rp 20.737 juta (Catatan 12).

32. Komitmen dan Kontinjensi

a. Komitmen pembelian dan penjualan tunai mata uang asing Pembelian tunai mata uang asing (spot) yang belum diselesaikan pada tanggal neraca adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Mei 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 51.475 14.512 - -Poudsterling Inggris 1.627 - - -

53.102 14.512 - -

226

Page 241: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 32. Komitmen dan Kontinjensi (Lanjutan)

a. Komitmen pembelian dan penjualan tunai mata uang asing (Lanjutan)

Penjualan tunai mata uang asing (spot) yang belum diselesaikan pada tanggal neraca adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Mei 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 12.582 9.435 - 1.306Dolar Singapura 2.624 - - -Euro Eropa 1.811 - - -Dolar Hongkong 236 - - -Dolar Amerika Serikat - 5.078 - -

17.253 14.513 - 1.306

b. Perusahaan memiliki tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi dalam rangka ekspor-

impor, pemberian garansi dan pemberian kredit kepada nasabah dengan rincian sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Komitmen

Kewajiban KomitmenFasilitas kredit kepada debitur yang belum digunak 136.161 444.523 67.382 472.783 Irrevocable letters of credit 28.418 16.403 9.860 5.194

Jumlah 164.579 460.926 77.242 477.977

Kontinjensi

Tagihan KontinjensiPendapatan bunga dalam penyelesaian 11.164 6.786 19.820 12.970

Kewajiban KontinjensiBank garansi 295.628 276.333 188.684 41.915

Jumlah - bersih (284.464) (269.547) (168.864) (28.945)

Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, saldo transaksi komitmen dan kontinjensi berupa L/C dan bank garansi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar Rp 27.240 juta, Rp 16.325 juta, Rp 7.166 juta dan Rp 273 juta (Catatan 31). Pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, jangka waktu untuk L/C masing-masing berkisar antara 1 - 5 bulan, 1 - 2 bulan, 1 - 5 bulan dan 0 - 1 bulan, sedangkan untuk bank garansi masing-masing berkisar antara 1 - 21 bulan, 1 - 36 bulan, 1 - 36 bulan dan 1 - 12 bulan. Saldo L/C yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 28.340 juta, Rp 16.402 juta, Rp 9.860 juta dan Rp 5.190 juta (Catatan 16). Saldo Bank garansi yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp 24.970 juta, Rp 142.408 juta, Rp 51.842 juta dan Rp 38.943 juta (Catatan 16).

227

Page 242: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 33. Aset Dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing

a. Posisi aset dan kewajiban dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Ekuiv. Rp Ekuiv. Rp Ekuiv. Rp Ekuiv. RpRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

AsetKas USD 27.881 17.066 13.053 3.929

SGD 2.705 1.162 685 1.648 EUR 5 - - -AUD - - - 2

Giro pada Bank Indonesia USD 682.688 588.385 140.005 17.719 Giro pada bank lain - bersih USD 117.852 54.285 100.938 46.500

EUR 16.327 5.726 3.988 572 GBP 1.622 3.915 1.054 791 SGD 10.326 3.890 1.090 1.612 HKD - 557 31 65 AUD 600 6.647 1.083 440 JPY 83 1.581 335 91

Penempatan pada bank lain USD 631.530 182.560 84.709 309.659 Efek-efek USD 325.084 298.832 149.727 180.727

JPY 386 - - -Efek yang dibeli dengan janji

jual kembali USD - 10.018 - -Kredit - bersih USD 715.366 771.835 276.036 145.783 Pendapatan bunga yang masih akan

diterima USD 4.773 5.247 2.629 4.129 Aset lain-lain - bersih USD 19.282 89 103 -

Jumlah Aset 2.556.510 1.951.795 775.466 713.667

KewajibanKewajiban segera USD 143.105 21.904 45.321 195

SGD 196 202 - -Simpanan USD 2.364.330 1.869.932 723.793 726.965

SGD 15.653 - - 37 EUR 17.275 - - -

Simpanan dari Bank lain USD 14.500 14.891 - -HKD 111 - - -

Hutang pajak USD - 935 1.241 280 EUR 1.240 - - -SGD 2 1 1 -

Estimasi kerugian komitmen dan kontinjens i USD 1.268 865 130 250

Buga yang mas ih harus dibayar USD 1.563 1.301 522 556 SGD 2 1 - -

Kewajiban lain-lain USD 53 1.764 887 451 SGD - 9 10 7

Jumlah Kewajiban 2.559.298 1.911.805 771.905 728.741

Aset (Kewajiban) - Bersih (2.788) 39.990 3.561 (15.074)

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing tahun 2010, 2009, 2008 dan 2007 adalah kurs Reuters pukul 16.00 WIB masing-masing sebesar:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Poundsterling Inggris 13.295,04 15.164,94 15.755,42 18.760,64 Euro 11.286,63 13.542,43 15.356,48 13.821,80 Dolar Amerika Serikat 9.175,00 9.395,00 10.900,00 9.393,00 Dolar Australia 7.775,82 8.453,16 7.554,26 8.265,84 Dolar Singapura 6.563,15 6.704,50 7.587,91 6.532,90 Dolar Hong Kong 1.177,53 1.211,48 1.406,44 1.204,08 Yen Jepang 100,28 102,19 120,65 83,84

228

Page 243: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 33. Aset Dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing (Lanjutan)

b. Posisi Devisa Neto (PDN)

Berikut ini disajikan rincian posisi devisa neto Perusahaan sebagaimana disampaikan Perusahaan kepada Bank Indonesia:

31 Mei 2010Bersih

Mata Uang Aset Kewajiban AbsolutRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 2.397.360 2.382.534 14.826Poundsterling Inggris 1.623 - 1.623Yen Jepang 470 4 466Dolar Hong Kong - 111 111Euro 16.932 19.087 2.155Dolar Singapura 13.040 15.664 2.624Dolar Australia 600 - 600

Jumlah 2.430.025 2.417.400 22.405

31 Desember 2009

BersihMata Uang Aset Kewajiban Absolut

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 1.899.927 1.876.525 23.402Poundsterling Inggris 3.915 - 3.915Yen Jepang 2.470 9 2.461Dolar Hong Kong 557 - 557Euro 7.080 5.921 1.159Dolar Singapura 5.052 7.885 2.833Dolar Australia 6.647 - 6.647

Jumlah 1.925.648 1.890.340 40.974

31 Desember 2008

BersihMata Uang Aset Kewajiban Absolut

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 730.773 723.538 7.235Poundsterling Inggris 1.054 - 1.054Yen Jepang 335 79 256Dolar Hong Kong 31 - 31Euro 3.988 - 3.988Dolar Singapura 1.775 5.873 4.098Dolar Australia 1.084 - 1.084

Jumlah 739.040 729.490 17.746

229

Page 244: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 33. Aset Dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing (Lanjutan)

b. Posisi Devisa Neto (PDN) (Lanjutan)

31 Desember 2007Bersih

Mata Uang Aset Kewajiban AbsolutRp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Dolar Amerika Serikat 717.057 728.292 11.235Poundsterling Inggris 791 2 789Yen Jepang 92 28 64Dolar Hong Kong 66 - 66Euro 575 - 575Dolar Singapura 3.636 239 3.397Dolar Australia 1.451 - 1.451

Jumlah 723.668 728.561 17.577

Posisi devisa neto pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia. Rasio PDN (neraca dan rekening administratif) Perusahaan pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 3,45%, 6,37%, 3,52% dan 5,96%. Sedangkan rasio PDN (neraca) Perusahaan pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 3,25%, 6,37%, 3,52% dan 6,90%.

34. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan

Perusahaan memiliki aset keuangan dan kewajiban keuangan yang timbul secara langsung dari kegiatan usahanya. Berikut adalah nilai tercatat aset keuangan dan kewajiban keuangan Perusahaan serta estimasi nilai wajar dari aset keuangan dan kewajiban keuangan pada tanggal 31 Mei 2010:

Nilai TercatatEstimasi Nilai

WajarRp '000.000 Rp '000.000

Aset KeuanganDiukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Efek-efek 21.963 21.963Dimiliki hingga jatuh tempo

Efek-efek 1.046.765 1.122.809Tersedia untuk dijual

Efek-efek 4.099 4.099 Pinjaman diberikan dan piutang

Kas 197.696 197.696 Giro pada Bank Indonesia 985.882 985.882 Giro pada bank lain 160.302 160.302 Penempatan pada bank lain 671.627 671.627 Kredit yang diberikan - bersih 5.797.965 5.579.474 Pendapatan bunga yang masih akan diterima 43.601 43.601

Jumlah Aset Keuangan 8.929.900 8.787.453

230

Page 245: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 34. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan)

Nilai TercatatEstimasi Nilai

WajarRp '000.000 Rp '000.000

Kewajiban KeuanganDiukur pada biaya perolehan diamortisasi

Surat berharga yang diterbitkan 2.112 2.112 Kewajiban segera lainnya 179.253 179.253 Simpanan 8.183.973 8.183.973 Simpanan dari bank lain 282.815 282.815 Bunga yang masih harus dibayar 18.785 18.785 Kewajiban lain-lain 1.449 1.449

Jumlah Kewajiban Keuangan 8.668.387 8.668.387

Nilai wajar efek-efek, kecuali Sertifikat Bank Indonesia dan wesel ekspor pada tanggal 31 Mei 2010 adalah berdasarkan harga pasar. Nilai wajar Sertifikat Bank Indonesia dan wesel ekspor, adalah mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek. Nilai wajar kredit yang diberikan pada tanggal 31 Mei 2010 adalah berdasarkan metode arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar yang berlaku. Nilai wajar aset keuangan selain efek-efek dan kredit yang diberikan pada tanggal 31 Mei 2010, adalah mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek. Nilai wajar kewajiban keuangan pada tanggal 31 Mei 2010, dengan fitur dapat ditarik sewaktu waktu adalah sama dengan yang terhutang pada saat penarikan yakni sebesar nilai tercatatnya

35. Imbalan Pasca-Kerja Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasti pasca-kerja tersebut. Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh PT Rileos Pratama, aktuaris independen, dengan laporan terakhir tertanggal 13 Juli 2010. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut pada tanggal 31 Mei 2010 serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebanyak 1.002 karyawan, 779 karyawan, 532 karyawan dan 410 karyawan.

Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Nilai kini cadangan imbalan pasti yang tidak didanai 8.456 6.911 1.331 3.882 Kerugian (keuntungan) aktuarial yang tidak diakui (2.675) (2.176) 1.509 (1.453)

Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 5.781 4.735 2.840 2.429

231

Page 246: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 35. Imbalan Pasca-Kerja (Lanjutan)

Berikut adalah rincian beban imbalan pasti pasca-kerja:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Beban jasa kini 771 1.529 439 1.729 Beban bunga 251 535 144 259 Amortisasi kerugian (keuntungan) aktuarial 61 (58) 45 38

Jumlah beban imbalan pasti pasca-kerja 1.083 2.006 628 2.026

Beban imbalan pasti pasca-kerja disajikan sebagai bagian dari “Beban umum dan administrasi” (Catatan 26).

Mutasi cadangan imbalan pasti pasca-kerja adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Cadangan imbalan pasti pasca-kerja awal periode 4.735 2.840 2.429 1.221 Beban imbalan pasti pasca-kerja periode berjalan 1.083 2.006 628 2.026 Pembayaran selama periode berjalan (37) (111) (217) (818)

Cadangan imbalan pasti pasca-kerja akhir periode 5.781 4.735 2.840 2.429

Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:

31 Mei 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun 55 tahun 55 tahunTingkat diskonto 10% per tahun 11% per tahun 17% per tahun 10% per tahunTingkat kenaikan gaji 7,5% per tahun 7,5% per tahun 1% per tahun 9% per tahunTingkat perputaran karyawan

Tabel mortalita Tabel Mortalita Indonesia 2

5% sampai dengan usia 40 tahun, kemudian menurun secara linear sampai dengan 0% pada saat 'usia 55 tahun

36. Cadangan Umum

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang didokumentasikan dalam Akta No. 2 tanggal 29 Agustus 2007 dari Triphosa Lily Ekadewi S.H., Mkn, notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan cadangan umum sebesar Rp 500 juta yang diambil dari saldo laba.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang didokumentasikan dalam Akta No. 10 tanggal 8 Juli 2008 dari Dahlia S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan cadangan umum sebesar Rp 500 juta yang diambil dari saldo laba.

232

Page 247: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 36. Cadangan Umum (Lanjutan)

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 2 Juli 2009 dari Ny. Endang Saritomo Utari S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan cadangan umum sebesar Rp 500 juta yang diambil dari saldo laba.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H.,M.kn, notaris di Jakarta. Pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan cadangan umum sebesar Rp 500 juta yang diambil dari saldo laba.

37. Kontinjensi - Perkara Hukum Sebagaimana lazimnya dalam dunia perbankan, Perusahaan telah menempuh jalur hukum atau litigasi dalam rangka penagihan kepada beberapa debitur bermasalah. Hasil akhir dari perkara-perkara tersebut belum dapat ditentukan saat ini, dan manajemen belum dapat memperkirakan kerugian yang mungkin timbul dari perkara-perkara tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat perkara hukum yang berdampak material terhadap laporan keuangan Perusahaan.

38. Informasi Segmen

a. Segmen Usaha Informasi segmen Perusahaan disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni pemasaran dan kredit, tresuri, dan ekspor-impor. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Perusahaan, sebagai berikut:

Pemasaran Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor dan Kredit Tresuri Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Pendapatan

Pendapatan bunga 301.662 49.595 - 2.268 2.983 356.508 Pendapatan operasional lainnya 4.234 3.457 157 - - 7.848

Jumlah Pendapatan 305.896 53.052 157 2.268 2.983 364.356

BebanBeban bunga 190.516 1.461 - 211 - 192.188 Beban operasional lainnya 14.348 329 231 1.160 162 16.230

Jumlah Beban 204.864 1.790 231 1.371 162 208.418

Pendapatan segmen - bersih 155.938 Pendapatan operasional yang

tidak dapat dialokasikan 21.778 Beban operasional yang tidak dapat

dialokasikan 120.100

Laba operasional 57.616 Pendapatan non-operasional - bersih (953)

Laba sebelum pajak 56.663 Beban pajak 15.343

Laba bersih 41.320

Bank umum Unit usaha syariah31 Mei 2010 (5 bulan)

233

Page 248: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 38. Informasi Segmen (Lanjutan)

a. Segmen Usaha (Lanjutan)

Pemasaran Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor dan Kredit Tresuri Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Pendapatan

Pendapatan bunga 649.903 131.934 - 181 372 782.390 Pendapatan operasional lainnya 8.943 7.069 3.329 - - 19.341

Jumlah Pendapatan 658.846 139.003 3.329 181 372 801.731

BebanBeban bunga 464.788 5.569 - 1 - 470.358 Beban operasional lainnya 57.590 1.609 4.813 39 935 64.986

Jumlah Beban 522.378 7.178 - 40 - 535.344

Pendapatan segmen - bersih 266.387 Pendapatan operasional yang

tidak dapat dialokasikan 48.174 Beban operasional yang tidak dapat

dialokasikan 239.605

Laba operasional 74.956 Pendapatan non-operasional - bersih (4.159)

Laba sebelum pajak 70.797 Beban pajak 22.031

Laba bersih 48.766

Bank umum Unit usaha syariah31 Desember 2009 (12 bulan)

Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

PendapatanPendapatan bunga 497.862 103.173 - 601.035 Pendapatan operasional lainnya 4.016 4.851 187 9.054

Jumlah Pendapatan 501.878 108.024 187 610.089

BebanBeban bunga 401.723 24.035 - 425.758 Beban operasional lainnya 10.077 3.418 - 13.495

Jumlah Beban 411.800 27.453 - 439.253

Pendapatan segmen - bersih 170.836 Pendapatan operasional yang

tidak dapat dialokasikan 37.087 Beban operasional yang tidak dapat

dialokasikan 189.230 Laba operasional 18.693 Pendapatan non-operasional - bersih 948 Laba sebelum pajak 19.641 Beban pajak 6.790

Laba bersih 12.851

31 Desember 2008 (12 bulan)

234

Page 249: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 38. Informasi Segmen (Lanjutan)

a. Segmen Usaha (Lanjutan)

Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

PendapatanPendapatan bunga 231.194 127.034 - 358.228 Pendapatan operasional lainnya 11.346 14.972 1.116 27.434

Jumlah Pendapatan 242.540 142.006 1.116 385.662

BebanBeban bunga 226.661 10.646 - 237.307 Beban operasional lainnya 40.395 1.273 - 41.668

Jumlah Beban 267.056 11.919 - 278.975

Pendapatan segmen - bersih 106.687 Pendapatan operasional yang

tidak dapat dialokasikan 1.489 Beban operasional yang tidak dapat

dialokasikan 96.696 Laba operasional 11.480 Pendapatan non-operasional - bersih 304 Laba sebelum pajak 11.784 Beban pajak 6.036

Laba bersih 5.748

31 Desember 2007 (12 bulan)

Pemasaran Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor dan Kredit Tresuri Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

AsetAset segmen 5.801.355 1.891.542 - 79.433 53.979 7.826.309 Aset yang tidak dapat dialokasikan 1.502.332

Jumlah Aset 9.328.641

KewajibanKewajiban segmen 8.379.854 233.532 863 32.478 - 8.646.727 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 67.444

Jumlah Kewajiban 8.714.171

Bank umum Unit Usaha Syariah31 Mei 2010

235

Page 250: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 38. Informasi Segmen (Lanjutan)

a. Segmen Usaha (Lanjutan)

Pemasaran Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor dan Kredit Tresuri Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

AsetAset segmen 5.343.018 1.230.956 - 3.901 92.600 6.670.475 Aset yang tidak dapat dialokasikan 1.365.540

Jumlah Aset 8.036.015

KewajibanKewajiban segmen 7.031.465 393.272 869 215 - 7.425.821 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 38.765

Jumlah Kewajiban 7.464.586

Bank umum Unit Usaha Syariah31 Desember 2009

Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Aset

Aset segmen 4.301.785 1.389.857 - 5.691.642 Aset yang tidak dapat dialokasikan 372.984

Jumlah Aset 6.064.626

KewajibanKewajiban segmen 5.480.153 85.476 - 5.565.629 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 81.334

Jumlah Kewajiban 5.646.963

31 Desember 2008

Pemasarandan Kredit Tresuri Ekspor-impor Jumlah

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Aset

Aset segmen 3.027.956 2.202.529 - 5.230.485 Aset yang tidak dapat dialokasikan 237.957

Jumlah Aset 5.468.442

KewajibanKewajiban segmen 4.900.012 - - 4.900.012 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 299.304

Jumlah Kewajiban 5.199.316

31 Desember 2007

236

Page 251: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 38. Informasi Segmen (Lanjutan)

b. Segmen Geografis

Pendapatan bunga berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut:

2010 2009 2008 2007(5 bulan) (12 bulan) (12 bulan) (12 bulan)

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

DKI Jakarta 224.657 492.408 382.978 326.164Pulau Jawa (diluar Jakarta) 56.361 133.744 107.663 17.142Pulau Sumatera 26.062 66.195 65.515 14.127Pulau Sulawesi dan Maluku 34.615 54.693 24.438 579Pulau Kalimantan 3.379 11.202 7.823 26Pulau Bali dan Lombok 6.508 12.088 8.051 180Pulau Jayapura 4.926 12.060 4.567 9

Jumlah 356.508 782.390 601.035 358.227

Nilai tercatat aset segmen dan tambahan atas aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau lokasi aset tersebut adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007 2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

DKI Jakarta 5.456.656 4.707.046 3.525.741 4.633.551 11.288 58.579 67.381 49.623Pulau Jawa (diluar Jakarta) 927.695 810.328 1.081.144 333.094 4.082 7.211 14.027 4.975Pulau Sumatera 461.921 399.554 529.409 227.883 2.365 2.061 7.241 3.087Pulau Sulawesi dan Maluku 712.920 577.820 295.862 25.731 192 4.106 1.533 798Pulau Bali dan Lombok 121.082 88.464 91.794 8.467 233 1.374 1.872 1.270Pulau Jayapura 76.206 75.349 74.829 723 3 70 264 2.464Pulau Kalimantan 69.829 11.914 92.863 1.036 27 919 1.724 4.039

Jumlah 7.826.309 6.670.475 5.691.642 5.230.485 18.190 74.320 94.042 66.256

*) tidak termasuk aset pajak tangguhan *) excluded deferred tax assets

Nilai Tercatat Aset Segmen Penambahan Aset Tetap

39. Manajemen Risiko

Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan telah mengalami perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha perbankan dan meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (good corporate governance). Sebagai tanggapan Perusahaan terhadap kondisi tersebut, Perusahaan telah menerapkan suatu kebijakan manajemen risiko yang bertujuan untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang timbul dalam kegiatan usahanya dapat diidentifikasi, diukur, dikelola dan dilaporkan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat berupa peningkatan kepercayaan pemegang saham dan masyarakat, memberikan gambaran lebih akurat mengenai kinerja di masa mendatang termasuk kemungkinan kerugian yang akan terjadi, dan meningkatkan metode dan proses pengambilan keputusan serta penilaian risiko dengan adanya ketersediaan informasi yang terkini, yang dengan sendirinya meningkatkan kinerja dan daya saing Perusahaan.

237

Page 252: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Untuk menyesuaikan dengan manajemen risiko di perbankan internasional, secara terus-menerus Perusahaan mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat memberikan informasi bagi Perusahaan adanya potensi risiko secara lebih dini dan selanjutnya mengambil langkah-langkah yang memadai untuk meminimalkan dampak risiko. Kerangka manajemen risiko ini dituangkan dalam kebijakan, prosedur, limit-limit transaksi dan kewenangan dan ketentuan lain serta berbagai perangkat manajemen risiko yang berlaku di seluruh lingkup aktivitas usaha.

Sesuai ketentuan Bank Indonesia mengenai Penerapan Manajemen Risiko, Komite Manajemen Risiko telah membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko yang dimaksudkan untuk dapat menunjang pengelolaan risiko yang lebih menyeluruh, terpadu, terukur dan terkendali: a. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko secara triwulan kepada Bank Indonesia. b. Melakukan telaah risiko dan memberikan pendapat terhadap seluruh jenis risiko yang

melekat sebelum suatu transaksi diputuskan atau dilaksanakan yang meliputi Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Strategis, Risiko Kepatuhan dan Risiko Reputasi.

c. Mempersiapkan konsep dan metode pengukuran terhadap risiko komposit dari seluruh jenis

risiko sesuai dengan pedoman standar Bank Indonesia dan Kebijakan Manajemen Risiko yang telah dibuat.

Dalam pelaksanaannya, penerapan manajemen risiko Perusahaan meliputi pengawasan aktif manajemen, penerapan kebijakan dan prosedur, penetapan limit risiko, proses identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko, penerapan sistem informasi dan pengendalian risiko serta sistem pengendalian internal. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan dana), tresuri, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance). Pengelolaan kredit Perusahaan diarahkan untuk melakukan ekspansi kredit dan mengelola kualitas setiap kredit sejak saat diberikan sampai dengan dilunasi untuk mencegah kredit tersebut menjadi Non-Performing Loan (NPL). Pengelolaan kredit yang efektif dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Perusahaan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan yang antara lain mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit. Perusahaan mengukur dan memantau risiko untuk setiap debitur baik secara individual, sektor ekonomi maupun seluruh portofolio kredit dengan menerapkan four - eyes principle secara konsisten. Perusahaan juga telah menerapkan standar dan prosedur untuk mendukung terciptanya suatu proses pemberian kredit yang mempertimbangkan risiko dan perolehan hasil.

238

Page 253: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Risiko Kredit (Lanjutan) Berikut adalah eksposur neraca yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Mei 2010:

Rp '000.000 Rp '000.000

Kelompok diperdagangkanObligasi Korporasi 21.963 0,27% 21.963 0,28%

Dimiliki hingga jatuh tempoBank Indonesia Intervensi 108.300 1,34% 108.300 1,39%Obligasi Pemerintah 760.206 9,43% 760.206 9,73%Obligasi Korporasi 45.420 0,56% 45.420 0,58%Hutang Subordinasi 39.229 0,49% 39.229 0,50%Credit Linked Note 64.225 0,80% 64.225 0,82%Tagihan atas wesel ekspor 29.385 0,36% 29.385 0,38%

Pinjaman yang diberikan dan piutangKas 197.696 2,45% 197.696 2,53%Investasi jangka pendek - call money 586.859 7,28% 446.823 5,72%Investasi jangka pendek - deposito 76.700 0,95% 76.700 0,98%Investasi jangka pendek - deposito on call 7.971 0,10% 7.971 0,10%Investasi jangka pendek - lainnya 97 0,00% 97 0,00%Kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 763.573 9,47% 763.566 9,77%Kredit yang diberikan kepada pihak ketiga 5.143.232 63,78% 5.034.399 64,41%Aset lancar lain-lain 215.542 2,67% 215.542 2,76%

Tersedia untuk dijualObligasi Pemerintah 4.099 0,05% 4.099 0,05%

Jumlah 8.064.497 100,00% 7.815.621 100,00%

Jumlah Bruto Jumlah Neto

Maksimum eksposur terhadap risiko kredit tercermin dalam persentase setiap kategori aset keuangan terhadap total eksposur dengan porsi terbesar berada pada kategori Kredit yang Diberikan. Portofolio Kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 10 jenis sektor ekonomi, dimana untuk posisi 31 Mei 2010 kelompok sektor ekonomi yang memperoleh penyaluran kredit terbesar dari Perusahaan adalah sektor ekonomi Rumah Tangga dan Industri Pengolahan. Perusahaan mengkategorikan debitur yang menerima kredit berdasarkan segmen pasar, yaitu korporasi, komersial dan retail. Tabel dibawah ini menunjukan komposisi kredit yang diberikan Perusahaan berdasarkan segmen pasar beserta tingkat NPL per 31 Mei 2010:

Rp '000.000 % Rp '000.000 %

Korporasi 813.025 13,76 - -Komersial 1.661.353 28,13 77.146 39,19Retail 3.432.427 58,11 119.684 60,81

Jumlah 5.906.805 100,00 196.830 100,00

Baki Debet NPL

Perusahaan senantiasa melakukan pemantauan terhadap perkembangan risiko portofolio kredit melalui laporan Profil Risiko Kredit yang merupakan penilaian komposit dari penilaian terhadap Risiko Inheren dan Sistem Pengendalian Risiko, dimana hal ini secara khusus diatur oleh Bank Indonesia. Parameter penilaian yang digunakan dalam Profil Risiko Kredit adalah konsentrasi pemberian kredit berdasarkan sektor ekonomi tertentu, kualitas kredit bermasalah, konsentrasi pembelian surat berharga, kecukupan cadangan dan agunan.

239

Page 254: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Risiko Kredit (Lanjutan) Perusahaan senantiasa menjaga portofolio risiko kreditnya pada tingkat risiko rendah melalui pengendalian dan pengelolaan risiko kredit yang memadai dan penyempurnaan proses penerapan manajemen risiko kredit, baik melalui penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun pengembangan sistem infomasi kredit yang memadai. Risiko Pasar Risiko pasar merupakan risiko kerugian dari portofolio yang dimiliki oleh Perusahaan karena adanya pergerakan variabel pasar seperti tingkat suku bunga, nilai tukar, termasuk turunan dari kedua risiko tersebut (risiko instrumen derivatif). Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional Perusahaan seperti kegiatan tresuri dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat hutang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance).

a. Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi atau transaksi Perusahaan.

Untuk mengukur risiko suku bunga, Perusahaan umumnya menggunakan analisa pendapatan bunga bersih (net interest margin) dan selisih (spread) suku bunga. Selain itu, Perusahaan juga melakukan kajian laporan analisa jatuh tempo (maturity gap analysis) dan analisa gap suku bunga statis untuk memberikan gambaran statis atas posisi neraca pada tanggal tertentu berdasarkan karakteristik tanggal penentuan kembali tingkat bunganya (repricing time) atau sisa waktu sampai tanggal jatuh tempo atas aset produktif dan simpanan (remaining maturity). Perusahaan menentukan tingkat suku bunga simpanan dengan memonitor pergerakan tingkat suku bunga yang dijamin Pemerintah dan mengkaji tingkat suku bunga bank pesaing. Tingkat suku bunga kredit ditetapkan dengan menambahkan margin tertentu atas biaya pendanaan (cost of fund) Perusahaan. Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas aset dan kewajiban keuangan Perusahaan yang terkait risiko suku bunga:

Rata-rata Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Suku Bunga Efektif dalam Satu Tahun Setelah 1 Tahun Setelah 2 Tahun Setelah 3 Tahun Setelah 4 Tahun Setelah 5 Tahun Jumlah

% Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000AsetBunga TetapBank Indonesia Intervens 6 108.300 - - - - - 108.300 Obligasi Pemerintah 9,16 - 106.086 52.588 110.254 105.740 389.637 764.305 Obligasi Korporasi 16,73 - 43.420 - - - - 43.420 Hutang Subordinasi 8,74 - - - - 39.229 - 39.229 Credit Linked Note 8,05 - 18.350 45.875 - - - 64.225 Penempatan pada bank lain 1,25 671.627 - - - - - 671.627 Kredit yang diberikan 14,05 2.883.716 643.401 952.151 384.688 319.626 723.223 5.906.805

KewajibanBunga TetapSimpanan 3,30 8.183.973 - - - - - 8.183.973 Simpanan dari bank lain 2,53 282.815 - - - - - 282.815

b. Risiko Nilai Tukar

Risiko nilai tukar adalah risiko kerugian akibat fluktuasi dari nilai tukar pada saat Perusahaan memiliki posisi terbuka (open position) dari portofolio valuta asing.

240

Page 255: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Risiko Pasar (Lanjutan) b. Risiko Nilai Tukar (Lanjutan)

Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas posisi devisa neto sesuai ketentuan Bank Indonesia. Bank Indonesia membatasi posisi devisa neto untuk semua jenis valuta asing tidak boleh melebihi 20% dari modal (atau maksimum 30% dari modal, jika Perusahaan memperhitungkan risiko pasar dalam perhitungan kecukupan modal). Pengelolaan posisi devisa neto ini dipusatkan pada Divisi Tresuri, yang menggabungkan seluruh posisi valuta asing harian dari semua cabang. Sementara itu, untuk mengelola posisi-posisi trading book Perusahan telah menetapkan kebijakan-kebijakan dan limit-limit yang memadai sehingga potensi kerugian dapat dikendalikan. Posisi aset dan kewajiban dalam mata uang asing serta rincian Posisi Devisa Neto (PDN) Perusahaan diungkapkan pada Catatan 33.

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajibannya. Risiko likuiditas ini dapat dibedakan atas risiko likuiditas pasar dimana Perusahaan tidak mampu melakukan offsetting posisi tertentu yang dimilikinya dengan harga pasar karena kondisi pasar yang tidak memadai, dan risiko likuiditas pendanaan dimana Perusahaan tidak mampu mencairkan asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain. Perusahaan menjaga likuiditas dengan mempertahankan jumlah aset likuid yang cukup untuk membayar simpanan para nasabah, dan menjaga agar kelebihan jumlah kewajiban yang jatuh tempo pada setiap periode berada dalam tingkat yang terkendali. Selain itu, ditetapkan pula jumlah pagu kas cabang. Penetapan pagu kas cabang ditujukan agar cabang dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya berupa penarikan dana pihak ketiga, sekaligus menjaga kondisi kas cabang agar tidak idle. Fungsi pengelolaan risiko likuiditas dilakukan oleh Divisi Tresuri dan ALCO (Asset Liability Committee). Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Mei 2010.

Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 6 bulan > 1 tahun > 2 tahundengan s.d. s.d. s.d. s.d. s.d.1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan 2 tahun 5 tahun > 5 tahun Jumlah Biaya transaksi Nilai Tercatat

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000Aset

Kas 197.696 - - - - - - 197.696 - 197.696 Giro pada Bank Indonesia 985.882 - - - - - - 985.882 - 985.882 Giro pada bank lain 160.302 - - - - - - 160.302 - 160.302 Penempatan pada bank lain 671.546 24 24 33 - - - 671.627 - 671.627 Efek-efek 137.685 - - - 167.856 336.420 430.866 1.072.827 - 1.072.827 Kredit yang diberikan 537.061 461.236 482.623 1.406.693 644.048 1.662.617 725.204 5.919.482 12.677 5.906.805 Pendapatan bunga yang

masih akan diterima 43.601 - - - - - - 43.601 - 43.601 Aset lain-lain 22.789 5.495 - - - - - 28.284 - 28.284 Jumlah aset 2.756.562 466.755 482.647 1.406.726 811.904 1.999.037 1.156.070 9.079.701 12.677 9.067.024

Kewajiban

Kewajiban segera lainnya 179.253 - - - - - - 179.253 - 179.253 Simpanan 6.646.650 1.026.136 362.268 148.919 - - - 8.183.973 - 8.183.973 Simpanan dari bank lain 264.215 18.600 - - - - - 282.815 - 282.815 Surat berharga yang

diterbitkan 2.112 - - - - - - 2.112 - 2.112 Bunga yang masih harus

dibayar 18.785 - - - - - - 18.785 - 18.785 Kewajiban lain-lain 1.439 - - - - - - 1.439 - 1.439 Jumlah kewajiban 7.112.454 1.044.736 362.268 148.919 - - - 8.668.377 - 8.668.377

Aset (Kewajiban) - Bersih (4.355.892) (577.981) 120.379 1.257.807 811.904 1.999.037 1.156.070 411.324 12.677 398.647

241

Page 256: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Risiko Likuiditas (Lanjutan) Sebagian besar kewajiban yang dimiliki oleh Perusahaan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 bulan, namun berdasarkan pengamatan Perusahaan sebagian besar dari kewajiban tersebut pada saat jatuh tempo akan di roll over. Upaya yang dilakukan Perusahaan agar nasabah tetap mempertahankan dananya pada Perusahaan yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan penawaran suku bunga yang wajar dan kompetitif. Dengan upaya tersebut, juga diharapkan dapat menarik nasabah baru agar menempatkan dananya pada Perusahaan. Selain itu, salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan untuk memitigasi adanya penarikan dana secara besar-besaran oleh nasabah yaitu dengan memantau 100 deposan inti, khususnya 25 deposan inti terbesar, dengan cara mengevaluasi profil dari deposan-deposan tersebut sehingga Perusahaan dapat melakukan antisipasi terhadap penarikan dana besar yang akan dilakukan deposan. Sampai dengan saat ini, Perusahaan tidak pernah mengalami kesulitan likuiditas maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko bagi Perusahaan. Bilapun terdapat potensi, maka Perusahaan telah memiliki sejumlah upaya antisipasi seperti ketersediaan Giro Wajib Minimum, Secondary Reserves, serta penetrasi yang baik terhadap pasar antar bank. Risiko Operasional Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan. Untuk meminimalisasi risiko operasional yang timbul, Perusahaan telah meningkatkan fungsi kontrol dalam pemrosesan transaksi yang dilakukan dengan cara antara lain dengan menerapkan prosedur yang menjamin ketepatan waktu penyelesaian transaksi, melakukan penyesuaian metode akuntansi terhadap standar yang berlaku, memelihara dokumen dan arsip secara tertib, mengamankan akses terhadap aset, data dan aset dalam kustodian melalui penggunaan password dan menerapkan prinsip mengenal nasabah. Selain itu, dalam rangka menerapkan Good Corporate Governance, Know Your Customer dan memantau bahwa kegiatan operasional Perusahaan telah melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: • Meningkatkan fungsi dari Satuan Kerja Audit Internal dengan mengadakan pelatihan secara

berkala sehingga menghasilkan Internal Control yang berkualitas untuk ditempatkan di cabang-cabang, yang secara reguler akan melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan operasional perbankan.

• Menerapkan budaya kepatuhan pada tingkat organisasi dengan memberikan informasi

peraturan-peraturan perbankan bagi setiap unit kerja/cabang. • Menerapkan proses sentralisasi untuk mengkoordinasikan dan menerapkan kebijakan serta

prosedur Know Your Customer dengan membangun sistem pelaporan dan pemantauan yang berbasis risiko transaksi nasabah.

242

Page 257: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 39. Manajemen Risiko (Lanjutan)

Risiko Hukum Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan. Berkaitan dengan risiko hukum, Perusahaan memiliki Corporate Legal yang bertugas memantau atau mengurangi risiko hukum yang mungkin timbul melalui pengadministrasian dokumentasi hukum yang tertib dan memadai, melakukan prosedur analisis aspek hukum terhadap produk dan aktivitas baru, meyakinkan bahwa transaksi-transaksi telah memenuhi ketentuan aspek hukum dan apabila dibutuhkan, melakukan konsultasi dengan penasihat hukum.

Risiko Strategis Risiko strategis adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Perusahaan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal. Rencana Kerja dan Rencana Strategik yang telah ditetapkan Perusahaan dikomunikasikan kepada pejabat dan pegawai Perusahaan pada setiap jenjang organisasi, dan memantau kemajuan yang dicapai dari realisasi anggaran dan kinerja sesuai dengan yang telah ditetapkan. Risiko Kepatuhan Risiko Kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perusahaan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti Ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif (KAP), Pembentukan Penyisihan Aset Produktif (PPAP), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN) dan lainnya. Untuk menilai risiko kepatuhan, Perusahaan menghitung jumlah dan materialitas ketidakpatuhan Perusahaan terhadap kebijakan dan prosedur internal, peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, praktek dan standar etika bisnis yang sehat termasuk tuntutan dan keluhan nasabah. Risiko Reputasi Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan. Untuk mengendalikan risiko reputasi ini, Perusahaan secara terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan nasabah yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai perlindungan konsumen, termasuk menerapkan strategi penggunaan media yang efektif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya berita negatif. Penilaian risiko Perusahaan yang disampaikan kepada Bank Indonesia dilakukan melalui proses self assessment untuk menghasilkan profil risiko yang terdiri dari risiko inheren yaitu risiko yang melekat pada aktivitas bank dan sistem pengendalian risiko yaitu pengendalian terhadap risiko inheren. Sesuai dengan kriteria ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan yang berlaku, maka penilaian risiko dilakukan terhadap delapan jenis risiko kredit yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko strategis. Hasil penilaian profil Perusahaan yang kepada disampaikan Bank Indonesia pada tanggal 20 Januari 2010 menunjukkan bahwa risiko keseluruhan bisnis Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah rendah dengan eksposur risiko inheren rendah dan kualitas sistem pengendalian risiko adalah acceptable.

243

Page 258: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 40. Informasi Lainnya

a. Posisi rasio kecukupan modal pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar 13,74%, 13,95%, 12,70% dan 12,42%. Rasio kecukupan modal pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.

Perhitungan rasio kecukupan modal pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember 31 Desember 31 Desember2010 2009 2008 2007

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

I. Komponen Modal

A. Modal Inti1. Modal disetor 568.050 525.000 425.000 275.000 2. Cadangan umum 3.000 2.500 2.000 1.500 3. Saldo laba yang tidak ditentukan

penggunaannya setelah diperhitungkan pajak * 52.754 44.368 25.227 18.866

4. Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak (50%) * 20.877 25.749 9.821 3.431

Jumlah Modal Inti 644.681 597.617 462.048 298.797

B. Modal PelengkapCadangan Umum Penyisihan Penghapusan AsetProduktif (PPAP) (maksimum 1,25% dari ATMR) 57.135 51.111 44.294 29.006

II. Total Modal Inti dan Modal Pelengkap (A + B) 701.816 648.728 506.342 327.803

III. Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 5.106.910 4.648.915 3.987.474 2.638.373

IV Rasio Kewajiban Penyediaan Modal 13,74% 13,95% 12,70% 12,42%Minimum yang tersedia (II : III)

V. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal 8% 8% 8% 8%Minimum yang diwajibkan

* Tidak termasuk pengaruh pajak tangguhan

Rasio kecukupan modal Perusahaan setelah memperhitungkan risiko pasar pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 13,71%, 13,84%, 12,65% dan 11,12%.

b. Rasio aset produktif yang diklasifikasikan terhadap total aset produktif pada tanggal

31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 3,08%, 2,94%, 1,15% dan 1,60%.

c. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Perusahaan (secara bruto) pada tanggal 31 Mei 2010

adalah sebesar 3,33%, 31 Desember 2009 adalah sebesar 2,17%, 31 Desember 2008 adalah sebesar 1,99% dan 31 Desember 2007 adalah sebesar 0,26%, sedangkan secara neto pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebesar 2,74%, 31 Desember 2009 adalah sebesar 1,65%, 31 Desember 2008 adalah sebesar 1,72% dan nihil pada tanggal 31 Desember 2007.

244

Page 259: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 40. Informasi Lainnya (Lanjutan)

d. Rasio cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif yang dibentuk terhadap penyisihan

penghapusan aset produktif wajib pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah 100%. Sedangkan rasio estimasi kerugian yang dibentuk terhadap estimasi kerugian wajib untuk komitmen dan kontinjensi pada tanggal 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah 100%, 100%, 100,85% dan 100,02%.

e. Rasio kredit yang diberikan terhadap simpanan (LDR) pada tanggal 31 Mei 2010, 31

Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar 72,18%, 79,01%, 83,31% dan 62,18%.

f. Imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31

Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang breakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 1,51%, 0,93%, 0,34% dan 0,33%.

g. Return of Equity (ROE) untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk

tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar 15,61%, 8,46%, 3,85% dan 3,05%.

h. Prinsip Mengenal Nasabah

Dalam rangka penerapan prinsip mengenal nasabah dan penyesuaian terhadap Undang-undang No. 15 Tahun 2002 tanggal 17 April 2002 yang telah diubah dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2003 tanggal 13 Oktober 2003 tentang “Tindak Pidana Pencucian Uang”, Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/10/PBI/2001 tanggal 18 Juni 2001 tentang “Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles)” yang telah diubah dua kali dengan perubahan terakhir berdasarkan PBI No. 5/21/PBI/2003 tanggal 17 Oktober 2003. Sesuai peraturan tersebut, Perusahaan wajib memiliki dan menerapkan kebijakan penerimaan dan identifikasi nasabah, pemantauan rekening dan transaksi nasabah, mengidentifikasikan dan menerapkan manajemen risiko atas prinsip mengenal nasabah, dan melaporkan kepada Bank Indonesia apabila terjadi transaksi yang mencurigakan selambat-lambatnya 7 hari setelah diketahui oleh Perusahaan. Perusahaan wajib memiliki sistem informasi yang memadai untuk memungkinkan pelaksanaan secara efektif.

Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penerapan prinsip mengenal nasabah. Perusahaan telah membentuk unit kerja khusus dan menunjuk pejabat yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan sesuai dengan peraturan tersebut. Pada saat ini, manajemen Perusahaan masih terus melakukan penyesuaian dan penyempurnaan pelaksanaan penerapan prinsip mengenal nasabah tersebut.

i. Jaminan Pemerintah Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum

Sejak tahun 2005, program penjaminan Pemerintah dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS akan membayarkan klaim penjaminan yang layak dibayar setelah melalui prosedur rekonsiliasi dan/atau verifikasi sesuai dengan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) yang berlaku.

245

Page 260: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 41. Penyajian Kembali Laporan Arus Kas

Efektif tanggal 1 Januari 2010, komponen kas dan setara kas telah diubah seperti dijelaskan dalam Catatan 2a. Oleh karenanya, laporan arus kas komparatif untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 telah disajikan kembali.

Setelah Sebelumpenyajian Penyajian penyajiankembali kembali kembali

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

31 Desember 2009Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 667.051 167.899 499.152 Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (74.123) - (74.123) Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 100.000 - 100.000 Kenaikan bersih kas dan setara kas 692.928 167.899 525.029 Kas dan setara kas awal tahun 727.981 110.040 617.941 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (225) - (225)

Kas dan setara kas akhir tahun 1.420.684 277.939 1.142.745

31 Desember 2008Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)

aktivitas operasi (749.590) (904.954) 155.364 Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (93.646) - (93.646) Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 150.000 - 150.000 Kenaikan (penurunan) bersih kas

dan setara kas (693.236) (904.954) 211.718 Kas dan setara kas awal tahun 1.421.181 1.014.994 406.187 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 36 - 36

Kas dan setara kas akhir tahun 727.981 110.040 617.941

31 Desember 2007Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 627.453 462.998 164.455 Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (65.721) - (65.721) Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 150.000 - 150.000 Kenaikan bersih kas dan setara kas 711.732 462.998 248.734 Kas dan setara kas awal tahun 706.407 551.997 154.410 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 3.042 - 3.042

Kas dan setara kas akhir tahun 1.421.181 1.014.995 406.186

42. Peristiwa Penting Setelah Tanggal Neraca

a. Pada tanggal 9 Agustus 2010, Bank Indonesia melalui suratnya No. 12/52/DPB3/TPB3-1, telah mencatat dalam administrasi pengawasan Bank Indonesia tentang rencana Perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO).

b. Pada tanggal 24 Agustus 2010, Bank Indonesia melalui suratnya No. 12/112/GBI/DPIP/

Rahasia, telah menyetujui pencalonan Saudara Freenyan Liwang sebagai Direktur Utama Perusahaan dengan syarat pada tanggal efektif memangku jabatan, yang bersangkutan telah melepaskan jabatan sebagai Deputi General Manager di Bank International Ningbo.

246

Page 261: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 42. Peristiwa Penting Setelah Tanggal Neraca (Lanjutan)

c. Pada tanggal 25 Agustus 2010, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang didokumentasikan dalam Akta No. 148 tanggal 25 Agustus 2010 dari Aulia Taufani, S.H., notaris pengganti Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk menunjuk dan mengangkat Saudara Freenyan Liwang sebagai Direktur Utama efektif tanggal 1 November 2010 dengan memperhatikan surat pengunduran diri yang bersangkutan dan surat konfirmasi Bank International Ningbo sehubungan dengan pengunduran diri Saudara Freenyan Liwang di Bank tersebut. Susunan pengurus Perusahaan berdasarkan akta tersebut adalah: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Tjendrawati Widjaja Komisaris Independen : Wimpie Rianto Antonius Chandra Satya Napitupulu

Direksi Direktur Utama : Freenyan Liwang Wakil Direktur Utama : Dani Lihardja Direktur Operasional : Hadi Christianto Wijaya Direktur Unit Usaha Syariah dan GA : Heru Agus Wuryanto Direktur Kepatuhan : Salis Teguh Hartono Direktur Manajemen Resiko : Loa Johnny Mailoa

d. Pada tanggal 31 Agustus 2010, Bank International Ningbo telah menerima pengunduran diri Saudara Freenyan Liwang sebagai Deputi General Manager Bank International Ningbo efektif tanggal 31 Agustus 2010.

e. Sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana, Perusahaan telah mengadakan

perjanjian-perjanjian sebagai berikut:

1. Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana antara Perusahaan dengan PT Sinarmas Sekuritas sebagai “Penjamin Pelaksana Emisi Efek” yang telah didokumentasikan dalam Akta No. 5 tanggal 1 September 2010 dari Sutjipto S.H., notaris di Jakarta.

2. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham antara Perusahaan dengan

PT Sinartama Gunita yang telah didokumentasikan dalam Akta No. 6 tanggal 1 September 2010 dari Sutjipto S.H., notaris di Jakarta.

3. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri I antara Perusahaan dengan

PT Sinartama Gunita yang telah didokumentasikan dalam Akta No. 8 tanggal 1 September 2010 dari Sutjipto S.H., notaris di Jakarta.

4. Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas di KSEI No. SP–0025/PE/KSEI/0910 tanggal

16 September 2010 antara Perusahaan dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

247

Page 262: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 43. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Standar-standar akuntansi keuangan tersebut akan berlaku efektif sebagai berikut: Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011

PSAK 1. PSAK 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan 2. PSAK 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas

3. PSAK 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 4. PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi

5. PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

6. PSAK 12 (Revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama

7. PSAK 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi

8. PSAK 19 (Revisi 2010), Aset Tidak Berwujud

9. PSAK 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis

10. PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan

11. PSAK 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan

12. PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset

13. PSAK 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi

14. PSAK 58 (Revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang

Dihentikan

ISAK 1. ISAK 7 (Revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 2. ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa

3. ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan

4. ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik

5. ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer

6. ISAK 14 (Revisi 2010), Biaya Situs Web

248

Page 263: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 43. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru (Lanjutan)

Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012 1. PSAK 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing

2. ISAK 13 (2010), Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri. Perusahaan masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK dan ISAK revisi di atas dan dampak terhadap laporan keuangan dari penerapan PSAK dan ISAK revisi tersebut belum dapat ditentukan.

44. Informasi Tambahan

Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah berdasarkan Surat Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No.11/13/Kep.DpG/2009 tanggal 27 Oktober 2009. Sesuai dengan Surat dari BI No.10/57/DpG/DPbS tanggal 27 Mei 2008 perihal ”Penyeragaman Nama Produk dan Jasa Perbankan Syariah”, mulai bulan September 2008, semua produk syariah/jasa perbankan syariah diseragamkan menjadi Islamic Banking (iB). Informasi keuangan unit syariah pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009, adalah sebagai berikut:

31 Mei 31 Desember2010 2009

Rp '000.000 Rp '000.000

Neraca

AsetKas 158 47Giro Wadiah pada Bank Indonesia 1.183 -Penempatan pada bank syariah lain - bersih 40.000 90.620Obligasi syariah yang dimiliki - bersih 14.399 1.980Piutang iB - bersih 20.739 3.743Biaya dibayar dimuka 25 -Aset tetap - bersih 622 59Obyek ijarah 58.694 -Aset lain-lain 33 32

Jumlah 135.853 96.481

Kewajiban dan EkuitasDana Simpanan iB 8.364 55Tabungan iB 791 60Deposito iB 23.298 100Hutang pajak 27 9Kewajiban lain-lain 100.045 97.116 Rugi yang belum diakui atas penurunan nilai wajar efek (321) -Saldo rugi 3.649 (859)

135.853 96.481

249

Page 264: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

PT BANK SINARMAS Tbk Catatan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2010, serta 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 serta Untuk Periode Lima Bulan yang Berakhir 31 Mei 2010 serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 44. Informasi Tambahan (Lanjutan)

Informasi keuangan unit syariah pada tanggal 31 Mei 2010 dan 31 Desember 2009, adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

31 Mei 31 Desember2010 2009

(5 bulan) (12 bulan)Rp '000.000 Rp '000.000

Laba RugiPenghasilan Operasional 5.257 553 Bagi Hasil 44 1

Penghasilan setelah bagi hasil 5.212 552 Beban operasional 1.737 1.411

Pendapatan non-operasional 715 -Beban non-operasional 102 -

Laba (rugi) bersih 4.088 (859)

45. Penerbitan Kembali Laporan Keuangan

Dalam rangka rencana Penawaran Umum Perdana Saham, Perusahaan telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2010 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 untuk disesuaikan dengan peraturan pasar modal yang berlaku. Perubahan laporan keuangan yang diterbitkan kembali telah diungkapkan dalam laporan laba rugi, laporan arus kas, serta Catatan 1b, 2a, 2b, 2d, 2f, 2j, 2p, 2u, 2v, 2y, 5, 6, 7, 9, 10, 12, 14, 16, 22, 24, 25, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 37, 39, 40, 41 dan 42.

**********

250

Page 265: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

XVIII. LAPORAN PENILAI INDEPENDEN

251

Page 266: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 267: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

253

Page 268: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

254

Page 269: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

255

Page 270: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

256

Page 271: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

257

Page 272: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

258

Page 273: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

259

Page 274: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

260

Page 275: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

261

Page 276: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

262

Page 277: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

263

Page 278: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

264

Page 279: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

265

Page 280: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

Halaman ini sengaja dikosongkan

Page 281: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

267

XIX. KETERANGAN TENTANG PENAWARAN SAHAM DAN PENERBITAN WARAN

Saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini berjumlah sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) saham Perseroan dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) per saham dengan harga penawaran Rp. 150,- (seratus lima puluh Rupiah) per saham sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp 240.000.000.000,- (dua ratus empat puluh miliar Rupiah), dimana melekat sejumlah 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) Waran Seri I atas nama yang diterbitkan menyertai saham tersebut yang diberikan secara cuma-cuma, sebagai insentif bagi para pemegang saham baru Perseroan.

Setiap pemegang 5 (lima) Saham baru yang yang tercatat namanya sebagai pemegang saham pada hari penjatahan yaitu tanggal 8 Desember 2010 akan mendapatkan 6 (enam) Waran Seri I, dimana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap sahamnya dengan HargaPelaksanaan Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap sahamnya sehingga seluruhnya adalah sebesar Rp 288.000.000.000,- (dua ratus delapan puluh delapan miliar Rupiah).

KETERANGAN MENGENAI SAHAM YANG DITAWARKAN

Yang dimaksud dengan saham yang ditawarkan adalah sebanyak 1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Penawaran Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya adalah sebesar Rp 240.000.000.000,- (dua ratus empat puluh miliar Rupiah). Saham tersebut ditawarkan dalam Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham yang ditawarkan ini memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal seperti halnya saham-saham lainnya yang telah dikeluarkan Perseroan.

KETERANGAN MENGENAI WARAN SERI I

Waran Seri I yang diterbitkan Perseroan sejumlah 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus dua puluh juta) dan diberikan kepada Pemegang Saham Baru Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Penjatahan Penawaran Umum yang dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada Tanggal Penjatahan yaitu tanggal 8 Desember 2010. Waran Seri I tersebut diterbitkan berdasarkan Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I PT Bank Sinarmas Tbk No.7 tanggal 1 September 2010, juncto Akta Pernyataan Kembali Pernyataan Penerbitan Waran Seri PT Bank Sinarmas Tbk No. 176 tanggal 24 November 2010, keduanya dibuat dihadapan Aulia Taufani, SH., pengganti Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta

Keterangan mengenai waran dibawah ini merupakan pokok-pokok Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I, namun bukan merupakan salinan selengkapnya dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam akta tersebut. Salinan selengkapnya dapat diperoleh dan atau dibaca di kantor Perseroan dan kantor Pengelolaan Administrasi Waran pada setiap hari dan jam kerja.

1. Definisi

a. Waran Seri I berarti Surat Kepemilikan Waran Seri I yang dikeluarkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) yang merupakan tanda bukti yang memberikan hak kepada pemegangnya yang untuk membeli Saham Baru sesuai dengan syarat dan ketentuan penerbitan Waran Seri I dan dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal dan ketentuan KSEI yang berlaku;

b. Surat Kolektip Waran berarti surat bukti akan kepemilikan sejumlah Waran dalam kelipatan tertentu yang diterbitkan oleh Perseroan yang memuat nama, alamat dan jumlah Waran serta hal-hal lainnya sehubungan dengan Waran tersebut;

c. Pelaksanaan Waran Seri I berarti pelaksanaan hak pembelian saham baru oleh pemegang Waran Seri I;

Page 282: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

268

d. Harga Pelaksanaan Waran Seri I berarti harga yang telah ditetapkan untuk dapat menukarkan Waran Seri I menjadi saham Perseroan;

e. Saham Hasil Pelaksanaan berarti saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan sebagai akibat dari hasil pelaksanaan dan merupakan saham yang disetor penuh dimana pemegangnya akan memperoleh hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan disetor penuh sebelumnya.

2. HakAtasWaranSeriI

a. Setiap pembeli 5 (lima) Saham Baru mempunyai hak untuk memperoleh 6 (enam) Waran Seri I secara cuma–cuma sebagai insentif.

b. Setiap pemegang 1 (satu) Waran Seri I yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru Hasil Pelaksanaan Waran Seri I dengan Harga Pelaksanaan selama Periode Pelaksanaan Waran

3. BentukdanDenominasi

Ada 2 (dua) bentuk Waran Seri I yang akan diterbitkan oleh Perseroan, yaitu:

a. Bagi Pemegang Yang Berhak yang sudah melakukan penitipan sahamnya secara kolektif pada KSEI, Perseroan tidak akan menerbitkan Sertifikat Kolektif Waran Seri I, melainkan akan didistribusikan secara elektronik dengan melakukan pengkreditan Waran Seri I ke Rekening Efek atas nama Bank Kustodian atau Perseroan Efek yang ditunjuk masing-masing Pemegang Waran Seri I di KSEI dan dibuktikan dengan Surat Konfirmasi Waran Seri I;

b. Bagi Pemegang Yang Berhak yang belum melakukan penitipan sahamnya secara kolektif pada KSEI, maka Waran Seri I akan diterbitkan dalam bentuk Surat Kolektif Waran Seri I yang mencantumkan nama dan alamat pemegang waran, jumlah waran yang dimiliki, jumlah waran yang dapat dipergunakan untuk membeli saham dan keterangan lain yang diperlukan.

Setelah lewat Periode Pelaksanaan Waran, maka setiap Waran yang belum dilaksanakan menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak akan berlaku lagi untuk keperluan apapun juga dan Pemegang Waran tersebut tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi apapun dalam jumlah berapapun dan dengan alasan apapun kepada Perseroan dan Perseroan tidak lagi mempunyai kewajiban untuk menerbitkan Saham Baru Hasil Pelaksanaan Waran.

Selama Pelaksanaan Waran Seri I belum dilakukan oleh Pemegang Waran Seri I menjadi Saham Baru Hasil Pelaksanaan Waran Seri I, maka Pemegang Waran Seri I tidak berhak untuk mengikuti dan tidak mempunyai hak suara dalam rapat umum pemegang saham Perseroan dan tidak berhak menerima dividen dalam bentuk apapun juga serta hak lain yang terkait pada Saham.

4. HakUntukMembeliSahamPerseroan

Setiap Pemegang Waran dapat melakukan pelaksanaan Waran Seri I dengan cara sebagai berikut :

a. Bagi Pemegang Waran yang warannya berada dalam sistem penitipan kolektif di KSEI maka untuk pelaksanaan hak untuk membeli Saham Baru Hasil Pelaksanaan Waran Seri I dilakukan dengan memberikan instruksi melalui perusahaan efek dan/atau bank kustodian yang ditunjuk sebagai pengelola efeknya kepada KSEI.

b. Bagi Pemegang Waran dalam bentuk warkat/Surat Kolektif Waran Seri I maka untuk pelaksanaan hak Saham Baru Hasil Pelaksanaan Waran dilakukan melalui Pengelola Administrasi Waran Seri I.

5. JangkaWaktuWaranSeriI

Jangka waktu Waran Seri I adalah 5 (lima) tahun kalender terhitung sejak tanggal pencatatan Waran Seri I di Bursa Efek Jakarta yaitu tanggal 13 Desember 2010 sampai dengan tanggal 11 Desember 2015 pada pukul 16.00 wib.

Page 283: PROSPEKTUS - Bank Sinarmas€¦ · Kantor Cabang dan Kantor Kas 1 kantor cabang utama, 51 kantor cabang, 48 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, 3 kantor kas konvensional

269

6. PemberitahuanAtasPerubahanIsiPernyataanWaranSeriI

Dengan memperhatikan Peraturan Perundang-indangan yang berlaku, Perseroan dapat mengubah isi Pernyataan Penerbitan Waran Seri I, kecuali mengubah jangka waktu pelaksanaan Waran, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Persetujuan Pemegang Waran yang memiliki lebih dari 50% jumlah Waran Seri I yang belum dilaksanakan;

b. Perseroan wajib mengumumkan setiap setiap rencana perubahan atas Pernyataan Penerbitan Waran Seri I tersebut dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia berperedaran Nasional dan salah satunya beredar di tempat kedudukan Perseroan selambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum ditandatangani perubahan atas Pernyataan Penerbitan Waran Seri I tersebut dan bilamana selambatnya dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kalender setelah pengumuman tersebut pemegang Waran Seri I lebih dari 50% (lima puluh persen) tidak menyatakan keberatan secara tertulis maka pemegang Waran Seri I dianggap telah menyetujui usulan perubahan tersebut.

c. Setiap perubahan atas Pernyataan Penerbitan Waran Seri I harus dilakukan melalui Akta Notaris dan perubahan tersebut mengikat Perseroan dan Pemegang Waran dengan memperhatian syarat-syarat dan k