Presentation BBQ 'mengenal ALLAH

Download Presentation BBQ 'mengenal ALLAH

Post on 23-Jan-2015

329 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. a. Muqqadimah Marifah berasal dari kata arafa yarifu marifah yang berarti mengenal. Dengan demikian marifatullah berarti usaha manusia untuk mengenal Allah baik wujud maupun sifat-sifat-Nya. Manusia sangat berkepentingan untuk mengetahui siapa penciptanya dan untuk apa ia diciptakan. MARIFATULLAH (MENGENAL ALLAH) </li></ul><p> 2. Karena itu, manusia pun mulai melakukan penelitian dan mencari-cari siapa gerangan Tuhannya. Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim tentu tidak akan membiarkan kita terkatung-katung tanpa adanya pembimbing yaitu utusan-utusan-Nya para nabi dan rasul yang akan menunjukkan kita ke jalan yang benar. Maka di antara manusia ada yang berhasil mengetahui Allah dan banyak pula yang tersesat, berjalan dengan angan-angannya sendiri. 3. Maka berpalinglah kamu dari orang yang telah berpaling dari peringatan Kami dan dia tidak menghendaki, kecuali kehidupan dunia. Itulah kesudahan pengetahuan mereka. Sungguh Tuhanmu lebih mengetahui orang yang telah sesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang yang dapat petunjuk. (QS. An Najm: 29-30). 4. b. Urgensi Marifatullah Secara umum, manusia mengetahui bahwa suatu ilmu dikatakan penting dan dirasakan mulia sebetulnya tergantung kepada dua hal yaitu apakah yang menjadi obyek ilmu itu dan seberapa besar manfaat yang dihasilkan darinya. Berdasarkan alasan tersebut di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa marifatullah merupakan ilmu yang paling mulia dan penting karena materi yang dipelajarinya adalah Allah. Manfaat yang dihasilkannya pun tidak saja untuk kepentingan dunia tapi juga untuk kebahagiaan akhirat. 5. Orang yang mempelajari marifatullah akan menjadi insan yang beriman dan bertaqwa bila Allah memberi hidayah kepadanya. Dan bagi muslim yang mempelajarinya, insya Allah akan menaikkan keimanan dan ketaqwaannya (raful iman wat taqwa). Sebagai balasan atas keimanan dan ketaqwaan mereka, Allah SWT menjanjikan kebaikan- kebaikan bagi mereka, di antaranya: 6. Pertama, Al Khalifah. Bahwa Allah SWT menjanjikan kepada mereka untuk menjadi penguasa di muka bumi ini. Dan Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antaramu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Allah sungguh-sungguh akan mengangkat mereka menjadi khalifah di muka bumi, sebagaimana orang-orang dahulu menjadi khalifah (QS. An Nur: 55). 7. Kedua, Tamkinuddin. Yaitu diteguhkannya agama Islam di muka bumi. dan Allah sungguh-sungguh akan meneguhkan agama mereka yang diridhai-Nya (QS. An Nur: 55). Dia-lah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.(QS. At Taubah: 33 dan QS. Ash Shaf: 9). Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi (QS. Al Fath: 28). 8. Ketiga, Al Amnu. Bahwa Allah SWT akan mengkondisikan orang-orang yang beriman rasa aman dan tentram setelah sebelumnya mereka selalu ditimpa keresahan dan ketakutan. Dan Allah sungguh-sungguh akan menggantikan ketakutan mereka dengan keamanan (QS. An Nur: 55). Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. (QS. Al Baqarah: 126). 9. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka), Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. (QS Al Hijr: 45-46). Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Anam: 82). 10. Keempat, Al Barakat (keberkahan yang melimpah). Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami tumpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka itu mendustakan, sebab itu Kami siksa mereka disebabkan usahanya itu. (QS. Al Araf: 96). Kelima, Al Hayatun thayyibah (kehidupan yang baik). Barangsiapa melakukan kebaikan-kebaikan, laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, pasti Kami akan memberinya kehidupan, kehidupan yang menyenangkan. Dan Kami akan memberinya pahala, sesuai dengan apa yang mereka lakukan secara lebih baik. (QS. An Nahl: 97). 11. Keenam, Al Jannah (surga) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, bagi mereka surga Firdaus-lah tempatnya, mereka kekal di dalamnya tak hendak berpindah darinya. (QS. Al Kahfi: 107-108). Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, untuk mereka itu surga naim. Mereka kekal di dalamnya. Itulah janji Allah yang sebenarnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Lukman: 8-9). 12. Kesemua ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa marifatullah bila dipelajari dengan benar akan menambah keimanan dan ketaqwaan. Orang-orang yang bijak dan memiliki akal sehat tentu akan memilih beriman dan bertaqwa kepada Allah daripada mengingkari atau mempersekutukan-Nya dengan ilah-ilah yang lain. 13. Berikut ini dalil-dalil tentang wajibnya bermarifatullah dan beriman kepada-Nya. Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah kecuali Allah, dan minta ampunlah untuk dosa- dosamu dan untuk dosa-dosa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat bolak-balikmu dan tempat diammu. (QS. Muhammad: 19). Tiada Kami utus seorang rasulpun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah kecuali Aku, sebab itu beribadahlah kepadaku. (QS. Al Anbiya: 25). 14. Sabda rasulullah saw: Dari Abbas ra bahwa Nabi saw ketika mengutus Muadz bin Jabal ra ke Yaman, bersabda, Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab, maka ajaklah mereka kepada kesaksian bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah, dan sesungguhnya saya Rasulullah. Kalau mereka telah mentaati yang demikian itu, maka ajarkanlah mereka bahwa Allah azza wa jalla mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam. (HR. Jamaah). Barangsiapa yang mengatakan aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai dinku, dan Muhammad saw sebagai nabiku, maka surga wajib baginya. (HR. Bukhari, An Nasai dan Abu Daud). 15. Merasakan nikmatnya iman, barangsiapa yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai din, dan Muhammad sebagai rasul. (HR. Muslim dan Tirmidzi). Berkata Ibnu Umar, Kami hidup pada suatu masa dan seseorang dari kami diberikan iman sebelum Al Quran dan kemudian turunlah surat-surat dari Al Quran, maka dipelajarilah darinya yang halal, haram, perintah dan larangannya dan apa-apa yang harus dilakukannya. Dan aku lihat orang-orang sekarang ini diberikan Al Quran dahulu sebelum adanya iman. Maka dibacalah surat dari Al Fatihah hingga surat yang terakhir dan dia tidak tahu apa perintah dan larangannya. Lalu dia campakkan Al Quran itu bagai kurma busuk. (HR. Imam Thabrani dalam kitab Al Ausath). 16. Selain dalil-dalil di atas, ada hal lain lagi yang perlu kita camkan yaitu bahwa marifatullah dan iman kepada-Nya merupakan furqan (pembeda) antaranya dengan mereka yang tidak beriman. Padahal keimanan inilah yang menjadi titik tolak diterimanya amal seseorang. Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. Tetapi ketika didatanginya air itu, ia tidak mendapatinya suatu apapun. Dan didapatinya ketetapan Allah di sisinya, lalu Allah memberitakan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya. (QS. An Nur: 39). 17. c. Jalan Menuju Pengenalan Kepada Allah Agar manusia dapat mengenal Allah, ia harus tahu jalan yang benar untuk menujunya. Karena bila jalannya salah bisa jadi ia akan kesasar. Orang yang benar jalannya hingga ia sampai pada tujuan yang sebenarnya, ia menjadi orang yang marifah dan semakin yakin serta membenarkan keimanannya. Sedangkan orang-orang yang tersesat jalannya, tentu tidak akan sampai pada tujuan yang sebenarnya, yaitu bermarifah kepada Allah. Mereka kemudian menjadi orang yang penuh keragu-raguan (al irtiyab), hingga kemudian menjadi orang-orang kafir mengingkari keberadaan Allah. 18. 1. Jalan yg dilalui bukan atas dasar petunjuk Islam Dari dahulu hingga sekarang ada orang-orang yang masih beranggapan bahwa Allah tidak ada, hanya gara-gara mereka tidak dapat melihat-Nya dengan panca inderanya sendiri (al hawas), dengan alasan mereka tidak mempercayai sesuatu yang ghaib. Padahal panca indera kita sangat terbatas kemampuannya dalam menganalisa benda-benda yang nampak, apalagi terhadap benda-benda yang tidak nampak. 19. Kedua jalan tersebut, yaitu al hawas (panca indera) dan aqli (akal pemikiran) karena tidak diikuti dengan keimanan terhadap hasil pencariannya itu, timbullah sakwasangka dan keragu-raguan (al irtiyab) dan pada akhirnya membuat mereka menjadi kafir. 20. 2. Jalan yang dilalui berdasarkan petunjuk Islam Jalan mengenal Allah telah ditunjukkan oleh Islam dengan menggunakan prinsip keimanan dan akal pemikiran melalui tanda-tanda (al ayat), yaitu melalui ayat-ayat qauliyah (Al Quran dan hadits), ayat-ayat kauniyah (alam semesta), dan melalui mujizat. Dari ayat-ayat qauliyah, Allah mewahyukan firman- Nya kepada para utusan-Nya. Ada yang berupa shuhuf, al kitab dan juga hadits qudsi. Dalam Al Quran kita dapati maklumat Allah mengenai keberadaan diri-Nya. 21. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah selain Aku, maka mengabdilah pada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. (QS. Thaha: 14). Dari ayat-ayat kauniyah, kita dapati keyakinan adanya Allah melalui apa-apa yang ada di alam semesta dan juga pada diri kita sendiri. (lihat QS. Adz Dzariyat : 21- 22 dan QS. Fushshilat :53). Misalnya adalah yang ada pada telapak tangan kita. Ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) kita terkandung jejak-jejak nama Allah, Tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. 22. Perhatikan salah satu tapak tangan kita (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama: Jari kelingking membentuk huruf alif Jari manis, tengah dan jari telunjuk membentuk huruf lam (double) Jari jempol (ibu jari) membentuk huruf ha Jadi jika digabung, maka bagi Anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab). Garis utama kedua telapak tangan kita, bertuliskan dalam angka Arab yaitu : IV pada telapak tangan kanan, artinya : 18; dan I pada telapak tangan kiri, artinya : 81. Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al- Quran ! 23. Mengenai sidik jari, polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi. Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti. 24. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yaasin:12). Adapun mengenai mujizat yang Allah berikan kepada para rasul dan nabi-Nya, telah cukup memperkuat eksistensi Allah. Mujizat terbesar yang hingga kini masih ada adalah Al Quran. Berikut adalah beberapa contoh mujizat yang terdapat dalam Al Quran. 25. - Asal mula alam raya : Kemudian Dia menuju pada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan kabut, lalu Dia berkata, Datanglah kepada-Ku baik dengan suka maupun terpaksa. Keduanya berkata, Kami datang dengan suka hati. (QS. Fushshilat : 11). Tak seorangpun ahli saint mengira bahwa langit, bintang dan planet-planet itu dasarnya adalah kabut (dukhan) setelah alat-alat ilmiah berkembang pesat. Para peneliti menyaksikan sisa-sisa kabut yang hingga kini selalu membentuk bintang-gemintang. 26. - Bulan dan mentari : Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu kami hapuskan tanda malam, kami jadikan tanda siang itu terang. (QS. Al Isra: 12). Para pakar ilmu astronomi pada saat ini telah menemukan bahwa rembulan dulunya menyala kemudian padam dan sinarnya sirna. Cahaya yang keluar dari rembulan di malam hari hanyalah pantulan dari lampu (siraj) lain yaitu matahari. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (QS.Al Furqan: 61). Di sini Allah menyatakan bahwa matahari bersinar, sehingga dikatakannya pelita/lampu. Jika bulan bersinar pula, tentu Allah akan berkata dua lampu (as sirajain). 27. - Kurangnya oksigen di langit : Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah sedang mendaki ke langit. (QS. Al Anam: 125). Dahulu orang-orang beranggapan bahwa orang yang naik ke atas merasa sesak napas karena udara buruk yang tidak sehat. Tetapi manakala manusia berhasil membuat pesawat ruang angkasa super canggih dan ia mampu naik ke langit, diketahuilah bahwa orang yang naik ke langit dadanya terasa sesak, bahkan amat sesak, dikarenakan udara (oksigen) berkurang dan bahkan hampa. Karena itu para astronot harus memakai tabung oksigen ketika mengangkasa. 28. Setelah mengkaji beberapa contoh hubungan kitabullah dengan sains modern, pahamlah kita bahwa Al Quran benar-benar suatu mukjizat yang tiada bandingnya. Mereka yang memiliki hati nurani akan merasa takjub dengan keangungan-Nya. Sungguh benar firman Allah : Sesungguhnya telah Kami datangkan kepada kamu suatu kitab yang telah Kami jelaskan berdasarkan ilmu (dari kami), sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Al Araf: 52). 29. Manusia yang beriman dan berakal lurus akan merasakan keberadaan Allah dan membenarkan keimanannya kepada Allah (tashdiqul mumin ilallah) . Sehingga rukun iman yang enam perkara yang selalu kita hapalkan itu, bukan hanya keimanan dalam lafadz semata, tapi juga telah tertashdiq (dibenarkan) dalam hati dan pola tingkah kita sehari-hari. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat 53:11 ,Hatinya tidak mendustai apa yang telah dilihatnya. 30. D. PENGHALANG DALAM MENGENAL ALLAH Ada beberapa hal yang menghalangi seseorang mengenal Allah, di antaranya : 1. Al Kubru (sombong) Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat tuhan kita ? Sesungguhnya mereka menyombongkan diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al Furqan...</p>

Recommended

View more >