Kreditur Umum Yang Tidak Dijamin

Download Kreditur Umum Yang Tidak Dijamin

Post on 11-Nov-2015

236 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Akuntansi Keuangan lanjutan

TRANSCRIPT

<p>Kreditur Umum yang Tidak DijaminKreditur umum yang tidak dijamin adalah kreditur-kreditur yang hanya dibayar setelah kreditur yang dijamin dan kreditur dengan prioritas mendapatkan bayarannya. Dalam hal ini kreditur umum yang tidak dijamin biasanya memperoleh jumlah yang lebih kecil dari nilai penuh klaim yang diajukan. Pembayaran kepada kreditur yang tidak dijamin sering disebut dividen. Preferensi pembayaran yaitu pembayaran yang dibuat oleh debitur kepada kreditur dengan mengabaikan kreditur lainnya dalam waktu 90 hari sebelum petisi kepailitan diajukan, umumnya dapat dipulihkan dari kreditur tertentu dan kembali pada kas yang tersedia bagi seluruh kreditur. Beberapa anggota manajemen pihak debitur dapat menyakinkan kreditur bahwa pihak debitur akan membayar setiap klaim pada kreditur khusus. Hal ini sering terjadi selama tahap terakhir kesulitan keuangan. Statement of AffairsAccounting Statement of Affairs merupakan laporan keuangan dasar yang dimulai pada awal proses likuidasi untuk menyajikan perkiraan jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan aset, urutan klaim kreditur dan perkiraan jumlah kreditur tidak dijamin yang akan menerima sebagai hasil likuidasi. Statement of affairs bukanlah laporan yang dibuat secara berkesinambungan, namun merupakan laporan perencanaan yang penting untuk mengantisipasi likuidasi perusahaan. Statement of affairs menyajikan nilai buku akun-akun neraca perusahaan debitur, estimasi nilai pasar wajar aset, urutan klaim dan estimasi kekurangan untuk kreditur umum yang tidak dijamin. Pemegang saham biasa biasanya jarang memperoleh uang jika perusahaan mengalami likuidasi. Statement of affairs merupakan alat bantu dalam perencanaan yang disusun hanya pada awal proses likuidasi yang sesungguhnya yang akan dicatat pada buku debitur pada saat transaksi terjadi. Laporan ini memberikan informasi kepada para kreditur dan pengadilan niaga mengenai perkiraan jumlah dana yang tersedia untuk masing-masing kelompok kreditur.Misalkan, alih-alih melakukan reorganisasi, PT Induk memutuskan pada tanggal 31 Desember 20X6 untuk menggunakan UU Kepailitan. Contoh berikut ini dimulai dengan Statement of affairs bagi PT Induk tertanggal 31 Desember 20X6, yang disajikan sebagai berikut:</p> <p>PT IndukStatement of affairs31 Desember 20X6</p> <p>Nilai BukuEstimasi Nilai KiniEstimasi Jumlah yang Tersedia untuk Klaim yang Tidak DijaminEstimasi Keuntungan atau (Kerugian) dari Realisasi</p> <p>Aset</p> <p>(1)Aset yang Dijaminkan pada Kreditur yang Dijamin Penuh</p> <p>Rp 10.000.000TanahRp 15.000.000Rp 5.000.000</p> <p> 55.000.000Bangunan (neto) 40.000.000 (15.000.000)</p> <p>Rp 55.000.000</p> <p>Dikurangi: Utang Hitpotek (50.000.000)Rp 5.000.000</p> <p>(2)Aset yang Dijaminkan pada Kreditur yang Dijamin Sebagian</p> <p> 8.000.000Efek yang dapat dipasarkanRp 9.000.000Rp 1.000.000</p> <p>Dikurangi: Wesel Bayar (10.000.000)</p> <p>(3)Aset Bebas</p> <p> 2.000.000KasRp 2.000.000 2.000.000</p> <p> 18.000.000 Piutang Usaha (neto) 18.000.000 16.000.000</p> <p> 45.000.000Persediaan 26.000.000 26.000.000 (19.000.000)</p> <p> 1.000.000Aset Dibayar di Muka -0- -0- ( 1.000.000)</p> <p> 36.000.000Peralatan (neto) 12.000.000 12.000.000 (24.000.000)</p> <p>Estimasi jumlah yang tersediaRp 63.000.000</p> <p>Dikurangi: Kreditur dengan Prioritas (18.000.000)</p> <p>Estimasi jumlah neto yang tersedia untuk kreditur yang tidak dijamin (Rp 0,41 untuk setiap Rp 1 Terutang: Rp 45.000.000/Rp 110.000.000)Rp 45.000.000</p> <p>Estimasi kekurangan bagi kreditur yang tidak dijamin 65.000.000</p> <p>Rp175.000.000Rp(53.000.000)</p> <p>Total utang tidak dijamin (dari kewajiban)Rp110.000.000</p> <p> Kredit Jumlah yang Tidak Dijamin</p> <p>Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham</p> <p>Rp 50.000.000(1)Kreditur yang Dijamin penuh:Utang HipotekRp 50.000.000</p> <p> 10.000.000(2)Kreditur yang dijamin sebagian:Wesel Bayar-Dijamin SebagianDikurangi: Efek yang Dapat DipasarkanRp 10.000.000 (9.000.000)</p> <p>Rp 1.000.000</p> <p> -0- 14.000.000(3)Kreditur dengan prioritas:Estimasi beban likuidasiUpah yang masih harus dibayarRp 4.000.000 14.000.000</p> <p>Rp 18.000.000</p> <p> 26.000.000 80.000.000 3.000.000(4)Sisa kreditur yang tidak dijamin:Utang UsahaWesel Bayar-Tidak DijaminBunga Akrual</p> <p> 26.000.000 80.000.000 3.000.000</p> <p>(5)Ekuitas Pemegang Saham:</p> <p> 40.000.000Saham Istimewa</p> <p> 10.000.000Saham Biasa</p> <p> (58.000.000)Saldo Laba (Defisit)</p> <p>Rp175.000.000Rp110.000.000</p> <p>Penjelasan dari tabel Statement of affairs yaitu:1. Laporan ini menunjukkan akun-akun neraca berdasarkan urutan prioritas likuidasi.2. Laporan ini menyajikan nilai wajar dan perkiraan keuntungan atau kerugian dari penghapusan aset.3. Kreditur yang dijamin penuh akan menerima seluruh klaim mereka.4. Kreditur yang dijamin sebagian tidak akan menerima klaim mereka secara penuh.5. Aset bebas tersedia bagi kreditur yang tidak dijamin. Kreditur tidak dijamin yang pertama adalah mereka dengan prioritas seperti yang ditentukan oleh UU Kepailitan.6. Seluruh klaim yang tersisa ditambahkan pada kewajiban umum yang tidak terjamin.7. Pemegang saham tidak menerima apa pun selama proses likuidasi PT Induk. Saham adalah klaim residu yang akan diselesaikan hanya setelah seluruh klaim kreditur telah terpenuhi. </p> <p>PERTIMBANGAN TAMBAHAN Adanya praktik akuntansi dan pelaporan untuk trustee yang bertindak sebagai fidusia untuk komite kreditur atau pengadilan niaga. Laporan trustee berbeda dengan laporan keuangan tradisional karena hak legal dan tanggung jawab trustee berbeda dari hak legal dan tanggung jawab manajemen perusahaan debitur. Akuntansi dan Pelaporan TrusteeDalam UU kepailitan dan likuidasi, pihak trustee umumnya memiliki tanggung jawab untuk melikuidasi dengan segera perusahaan yang pailit dan membayar kreditur sesuai dengan status legal bagian mereka yang dijamin atau tidak dijamin. Berdasarkan UU Kepailitan dan Likuidasi, pihak pengadilan menunjuk seorang trustee untuk menjalankan perusahaan dalam periode yang singkat dalam upaya untuk memperoleh harga yang lebih baik untuk perusahaan secara keseluruhan. Pihak trustee yang mengambil alih hak atas aset debitur dalam proses likuidasi harus membuat laporan keuangan berkala untuk pengadilan niaga. Catatan akuntansi trustee berisi kewajiban trustee yang tercipta karena mengakui kepemilikan debitur atas aset yang telah diterima oleh trustee Akun yang baru ini dikredit sebesar nilai buku aset yang diterima dan umumnya dinamakan sebagai Perusahaan Debitur-Dalam Posisi Pihak Penerima. Ayat jurnal pihak trustee saat menerima aset perusahaan debitur sebagai berikut:AsetxxxPerusahaan Debitur-Dalam Posisi Pihak PenerimaxxxLaporan Realisasi dan LikuidasiLaporan bulanan yang disusun untuk pihak pengadilan niaga disebut laporan realisasi dan likuidasi. Laporan Realisasi dan Likuidasi menunjukkan hasil tindakan fidusia yang dilakukan oleh trustee yang dimulai pada saat pihak trustee menerima set debitur. Laporan ini memiliki tiga bagian utama yaitu: aset, pos-pos tambahan dan kewajiban. Bagian aset laporan ini dibagi ke dalam empat kelompok sebagai berikut:Aset</p> <p>Aset yang akan direalisasikanAset yang direalisasi</p> <p>Aset yang diperolehAset yang tidak direalisasi</p> <p>Aset yang akan direalisasikan merupakan aset yang diterima dari perusahaan debitur. Aset yang diperoleh merupakan aset yang berikutnya diperoleh trustee. Aset yang direalisasi merupakan aset yang dijual oleh pihak trustee. Aset yang tidak direalisasi merupakan aset yang masih berada di bawah tanggung jawab pihak trustee pada akhir periode. Kas umumnya tidak dilaporkan dalam laporan realisasi dan likuidasi karena laporan arus kas yang terpisah umumnya akan dibuat.Bagian pos-pos tambahan laporan terdiri dari dua pos berikut ini:Pos-pos pendukung</p> <p>Beban tambahanKredit tambahan</p> <p>Beban tambahan mencakup biaya administrasi trustee dan beban kas apapun yang dibayarkan oleh pihak trustee. Kredit tambahan mencakup beberapa pos pendapatan yang tidak lazim. Di samping itu, pihak trustee tidak mencatat kewajiban debitur karena pihak trustee dapat menyelesaikan bebrapa utang debitur dan juga dapat menimbulkan utang baru setelah masa penerimaan tanggung jawab. Bagian kewajiban laporan ini dibagi sebagai berikut:Kewajiban</p> <p>Kewajiban terlikuidasiKewajiban akan dilikuidasi</p> <p>Kewajiban tidak likuidasiKewajiban yang timbul</p>