klhs jabar

Download KLHS JABAR

Post on 10-Dec-2015

175 views

Category:

Documents

84 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KLHS Ciayumajakuning dsb

TRANSCRIPT

  • iDaftar Isi ................................................................................................... i

    Daftar Lampiran ................................................................................................... ii

    Daftar Gambar ................................................................................................... ii

    Daftar Istilah ................................................................................................... ii

    BAB 1. Hasil Ikhtisar ................................................................................................... 1

    BAB 2. KLHS Ciayumajakuning - gardang ................................................................................................... 4

    2.1 Penyelenggaraan KLHS ................................................................................................... 4

    2.2 Lingkup dan Kedudukan ................................................................................................... 4

    2.3 Kaitan KLHS dengan Pengambilan Keputusan ................................................................................................... 5

    2.4 Permasalahan, Pendekatan dan Metode ................................................................................................... 6

    2.5 Perlakuan terhadap Institusi dan Keterikatan Publik ................................................................................................... 8

    BAB 3. KLHS Cekungan Bandung ................................................................................................... 10

    3.1 Cekungan Bandung Hulu Citarum ................................................................................................... 10

    3.2 Lingkungan Cekungan Bandung ................................................................................................... 10

    3.3 KLHS dan Pengambilan Keputusan ................................................................................................... 11

    3.4 Permasalahan, Kerangka Pikir dan Metoda ................................................................................................... 12

    3.5 Perlakuan Terhadap Institusi dan Keterikatan Publik ................................................................................................... 15

    BAB 4. KLHS Kartamantul ................................................................................................... 16

    4.1 Pendahuluan ................................................................................................... 16

    4.2 Keterkaitan antara KLHS dan Pengambilan Keputusan Saran ................................................................................................... 17

    4.3 Isu Pokok Permasalahan di Kartamantul ................................................................................................... 17

    4.4 Metode Pendekatan ................................................................................................... 19

    4.5 Penanganan isuisu institusional dan keterlibatan masyarakat ................................................................................................. 20

    dalam proses KLHS

    4.6 Rekomendasi untuk pelaksanaan tahap kelanjutan ................................................................................................... 21

    BAB 5. KLHS Bima ................................................................................................... 22

    5.1 Kondisi Umum Kota Bima ................................................................................................... 22

    5.2 KLHS dan Pengambilan Keputusan ................................................................................................... 25

    5.3 Permasalahan, Kerangka Pikir dan Metoda ................................................................................................... 26

    5.4 Proses Partisipasi Publik ................................................................................................... 27

    5.5 Rekomendasi ................................................................................................... 27

    BAB 6. Kesimpulan dan Rekomendasi ................................................................................................... 28

    6.1 Kesimpulan ................................................................................................... 28

    6.2 Rekomendasi ................................................................................................... 28

    Daftar Isi

  • ii

    Daftar Lampiran

    Lampiran 1. Ringkasan Pilot Project

    Lampiran 2. Minutes of Meeting Workshop

    Lampiran 3. Expense Report

    Daftar Gambar

    Gambar 2 1 : Daur Pemantauan Perencanaan Kawasan Lindung

    Gambar 3 - 1 : Kerangka Pikir Penyelenggaraan KLHS Cekungan Bandung

    Gambar 3 - 2 : Keterkaitan antar tiga undang-undang

    Gambar 4 1 : Peta Administrasi Kawasan Kartamantul Provinsi D.I. Yogyakarta

    Gambar 5 1 : Penyebaran kecamatan diseluruh wilayah Kota Bima

    Gambar 5 2 : Peta lokasi banjir di Kota Bima

    Gambar 5 3 : Permasalahan Kota Bima dan hubungannya antar permasalahan

    Gambar 5 4 : Kondisi delta di Kota Bima

    Daftar Istilah

    1. Bakorwil : Badan Koordinasi Wilayah

    2. BPLH : Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup

    3. BPLHD : Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah

    4. BWK : Bagian Wilayah Kota

    5. DAS : Daerah Aliran Sungai

    6. KLHS : Kajian Lingkungan Hidup Strategis

    7. KRP : Kabijakan, Rencana, Program

    8. Perda : Peraturan Daerah

    9. Pergub : Peraturan Gubernur

    10. PLTU : Pembangkit Listrik Tenaga Uap

    11. PPLH : Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup

    12. Rapergub : Rancangan Peraturan Gubernur

    13. RPJMD : Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah

    14. RPJPD : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

    15. RTRK : Rencana Tata Ruang Kawasan

    16. RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah

    17. SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah

    18. SLHD : Status Lingkungan Hidup Daerah

  • iii

  • 1KLH - ESP 2 DanidaGFI Agendi

    Sebagaimana ulasan yang disampaikan oleh Barry Sad-dler dalam bukunya berjudul SEA at the Policy level: Recent Progress, Current Status and Future Prospects

    (2005) bahwa KLHS sebagai instrumen untuk pengambilan keputusan bagi perumusan Kebijakan dan Perencanaan pembangunan masih mencari bentuk yang tepat dan layak diterapkan pada suatu negara. Bentuk yang tepat disini maksudnya adalah sesuai dengan kondisi karakteristik sistem pemerintah dan hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan, selain juga karena karakteristik fenomena pembangunan dan kehidupan yang unik dimasing-masing negara. Ada negara yang sistem internal pemerintahnya tidak bisa lepas dari sistem internasional regional yang disepakati, seperti anggota negara-negara masyarakat Eropah. Namun ada juga negara yang secara otonom dapat begitu saja meru-muskan sendiri peraturan perundangan, seperti umumnya negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Situasi ini tentu juga membawa konsekuensi pada penyusunan pedoman teknis pelaksanaan instrumen KLHS. Ada yang dapat meletakkan pedoman ini dengan status Directive atau Protocol yang tegas (sebagai mandatory), seperti di sejumlah negara-negara ang-gota masyarakat Eropa, Cina, dan juga Vietnam. Dan ada pula yang menetapkannya sebagai sukarela (voluntary) secara konseptual walaupun secara normatif mereka juga mengacu pada ketetapan-ketetapan normatif, seperti di Negara-negara Eropah dan juga Selandia Baru.

    Perkembangan proses pengembangan KLHS sebagai instrumen bagi penguatan rumusan Kebijakan-Rencana-Pro-gram (KRP) berorientasi pada pengarus-utamaan Pembangu-nan Berkelanjutan menunjukkan arah seperti yang dikem-bangkan di negara-negara yang menganut penerapan KLHS sebagai mandatory. Di Indonesia, saat ini sedang dirancang satu instruksi presiden bagi integrasi perencanaan pemban-gunan melalui aplikasi instrumen KLHS dan satu pedoman penerapan KLHS melalui keputusan peraturan menteri LH. Peraturan-peraturan ini secara teknis akan mengikat penye-lenggara sektor-sektor pembangunan dan juga pemerin-tahan daerah untuk menyelenggarakan KLHS dalam setiap proses penyusunan KRP masing-masing, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan yang bersifat strategis.

    Menyadari sistem pemerintah yang desentralisasi sejak ditetapkannya UU Pemerintahan Daerah, Departemen Dalam Negeri sebagai penanggung jawab pembinaan penyeleng-garaan pemerintah daerah juga telah berupaya menga-dopsi perkembangan ini ke dalam rancangan Permendagri tentang pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang mengarah pada kewajiban aplikasi KLHS dalam setiap penyusunan RPJPD/ RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang/Menengah Daerah) dan juga RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa

    perkembangan penerapan instrumen KLHS di dalam penye-lenggaraan pembangunan, khususnya saat penyusunan KRP telah menunjukkan indikasi perkembangan yang memantap-kannya sebagai protokol yang bersifat wajib.

    Sebagai instrumen yang relatif baru untuk diterapkan di Indonesia tentu peningkatan kapasitas (sistem, lembaga dan SDM) penerapan KLHS diantara para pihak penyusun rumu-san KRP seyogyanya menjadi prioritas yang tinggi dan untuk itu perlu disegerakan. Lebih dari itu pemantapan konsep dan aplikasi penerapannya mulai dari penjabaran konsep, metode dan teknik analisis, serta mekanisme proses pengambilan keputusan untuk KRP perlu diuji melalui kegiatan pilot (pilot project). Hal terakhir ini sangat relevan mengingat begitu beragamnya karakteristik fenomena pembangunan berikut sumbe