isi usul nitta

Post on 10-Jul-2015

161 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENDAHULUAN

Latar Belakang Indonesia memiliki berbagai jenis buah-buahan. Sektor pertanian terdiri dari subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan, dan subsektor hortikultura. Subsektor hortikultura terdiri dari komoditas buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan. Buah-buahan mempunyai prospek yang bagus karena setiap tahun produksinya mengalami peningkatan. Salah satu alternatif pilihan komoditas buah-buahan yang dapat dikembangkan adalah buah salak. Buah salak telah dijadikan sebagai salah satu buah unggulan nasional. Buah salak merupakan salah satu jenis buah tropis asli Indonesia. Varietas salak yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut: Salak Bali, Pondoh, Condet, Padang Sidempuan, Manonjaya, Madura, Ambarawa, Kersikan, Swaru dan lain-lain. Diantara berbagai jenis salak tersebut, yang mempunyai prospek dan nilai komersial tinggi adalah Salak Pondoh (Kusumo et al., 1995). Tanaman salak memiliki nama ilmiah Salacca edulis Reinw dan termasuk famili Palmae serumpun dengan kelapa, kelapa sawit, aren (enau), palem, pakis yang bercabang rendah dan tegak. Batang salak hampir tidak kelihatan karena tertutup pelepah daun yang berduri yang tersusun rapat. Dari batang yang berduri itu, akan tumbuh tunas baru yang dapat menjadi anakan atau tunas bunga buah salak dalam jumlah yang banyak (Agrobisnis, 2011). Salak pondoh adalah jenis salak yang akhir-akhir ini mendapat perhatian tersendiri. Untuk pertama kalinya, jenis salak ini dikembangkan oleh petani di

1

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengenai nama salak pondoh itu sendiri, juga kurang jelas siapakah yang pertama kali memberikan nama tersebut. Namun kata pondoh berarti bunga kelapa yang kalau dicicipi rasanya manis. Buah salak umumnya mempunyai rasa agak sepet dan masam bila masih muda dan berangsur-angsur akan berkurang pada buah yang sudah tua. Rasa sepet disebabkan adanya senyawa tanin dan rasa masam karena asam-asam organik hasil antara metabolisme (Wills dkk. 1981). Barangkali karena jenis salak ini secara spesifik manis rasanya walau masih muda (pentil), maka diberi nama saja: Salak Pondoh (Hieronymus, 1990). Salak Pondoh merupakan salak yang paling banyak disebutkan konsumen buah di DKI Jakarta, menunjukkan bahwa Salak Pondoh sudah dikenal masyarakat. Salak Pondoh merupakan salak yang paling sering dikonsumsi (Ananto, 2002). Tanaman salak dapat hidup bertahun-tahun, sehingga ketinggiannya dapat mencapai antara 1,5 8 meter, bergantung pada jenisnya. Dari akar yang tua dapat tumbuh tunas baru yang juga dapat ditangkarkan sebagai bibit. Tanaman salak termasuk golongan tanaman berumah dua (dioceus), yang artinya membentuk bunga jantan pada tanaman terpisah daru bunga betinanya. Dengan kata lain, setiap tanaman salak memiliki satu jenis bunga atau disebut tanaman berkelamin satu (unisexualis) (Agrobisnis, 2011). Pemeliharaan tanaman salak pondoh penting dilakukan, karena baik atau tidaknya suatu produksi tanaman sangat tergantung pula dari baik atau tidaknya pemeliharaan yang dilakukan. Apabila pemeliharaan tidak baik, tanaman salak pondoh juga akan tidak baik pertumbuhannya misalnya banyak terserang hama

2

dan penyakit, proses produksi untuk menghasilkan buah yang semakin lama dan hasil yang didapatkan juga akan tidak baik secara kualitas dan kuantitas yang akibatnya akan menimbulkan kerugian bagi petani salak pondoh. Pemeliharaan tanaman salak pondoh yang baik ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman salak pondoh sehingga mampu berproduksi secara optimum dan dalam kurun waktu yang cukup lama serta dapat menaikkan kualitas dan kuantitas hasil salak pondoh.

A. Tujuan Praktik Kerja Lapang Praktik kerja lapang yang akan dilaksanakan di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tujuan: 1. Mempelajari teknik pembibitan dan pemeliharaan tanaman salak di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Ngipiksari Kaliurang Yogyakarta. 2. Mempraktikkan secara langsung teknik pembibitan dan pemeliharaan tanaman salak di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Ngipiksari Kaliurang Yogyakarta. 3. Mengkaji permasalahan yang ada dalam pelaksanaan pembibitan dan pemeliharaan tanaman salak di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Ngipiksari Kaliurang Yogyakarta. 4. Menambah ketrampilan serta wawasan mengenai teknik pembibitan dan pemeliharan pada tanaman salak.

3

B. Manfaat Praktik Kerja Lapang Manfaat yang diharapkan dari kegiatan praktik kerja lapang ini adalah : 1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pemeliharaan tanaman salak pondoh. 2. Memperoleh pengalaman dan wawasan tentang cara pengelolaan suatu organisasi di bidang pertanian. 3. 4. Latihan kerja di bidang pertanian. Mendapatkan solusi dari permasalahan yang didapat mengenai pemeliharaan dan pemanfaatan salak pondoh. 5. Hasil praktik kerja lapang ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penyusunan karya tulis ilmiah maupun penelitian lebih lanjut.

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Salak Pondoh

4

Salak atau Salacca edulis Reinw termasuk tanaman suku pinang-pinangan (PalmaeI), yang sudah dikenal sebagian besar orang Indonesia (Santoso, 1990). Tanaman salak pondoh merupakan satu dari jenis-jenis salak lain yang ada di Indonesia. Menurut Tranggono (1992), warna kulit salak pondoh bervariasi mulai dari coklat kehitaman, coklat kemerahan, coklat kekuningan, kuning kemerahan dan merah gelap kehitaman, dengan rasa khas manis. Dalam kehidupannya, tanaman ini memerlukan kondisi tanah yang gembur, berair tanah dangkal dan dapat menahan air. Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa kenampakan fisik salak pondoh.

Tabel 1. Beberapa sifat fisik salak pondoh Kenampakan Fisik Bentuk buah Panjang buah Warna daging buah Tebal daging buah Berat buah Jumlah buah tiap tandan Jumlah tangkai tiap tandan Sumber: Suprayitno, 1977 Kedudukan tanaman salak pondoh dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Divisi : Plantae Magnoliophyta Angiospermae Liliopsida Ciri-ciri Bulat telur terbalik 2,5 7,5 cm Putih kapur 0,8 1,0 cm 30 100 gr10 27 buah

1 6 tangkai

Subdivisi : Kelas :

5

Ordo Famili Genus SpesiesSinonim

: : : ::

ArecalesArecaceae

SalaccaZalacca Salacca edulis Reinw, Calamus zallacca Gaertn

Setelah menelusuri berbagai sumber pustaka, paling tidak dapat ditemukan 17 jenis salak yang diusahakan, dan salah satu diantaranya adalah salak pondoh yang pada saat ini sedang dipelajari. Siklus hidup tanaman salak tahunan (perennial), bahkan masyarakat Sibetan (Bali) menyebut tanaman salak tidak pernah tua atai disebut Tua-tua salak, jika rebah tanaman akan muda kembali dan berproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa bila tanaman salak sudah berumur tua dan produksinya menurun dapat diremajakan kembali dengan cara direbahkan, kemudian dipangkas untuk menumbuhkan tunas-tunas atau tanaman baru (Rukmana, 1999). Variasi genetik dalam pembungaan dibedakan dua macam tanaman salak, yaitu tanaman berumah satu dan berumah dua. Tanaman salak berumah satu (monoecus) ditandai dengan terdapatnya bunga jantan dan bunga betina pada satu pohon. Tanaman salak berumah dua (dioecus) ditandai dengan bungan jantan dan bunga betina terpisah masing-masing pada pohon yang berlainan. Perakaran salak pondoh terdiri dari akar serabut, yang sebagian besar berada di dalam tanah dan sebagian lagi muncul di permukaan tanah. Perkembangan akar salak pondoh dipengaruhi oleh cara pengolahan tanah, pemupukan, tekstur tanah, sifat fisik dan kimia tanah, air tanah, lapisan bawah

6

tanah, dan faktor-faktor lain. Berkembangnya perakaran yang muncul di permukaan tanah justru merupakan keuntungan tersendiri, karena tanaman tersebut dapat memperbaiki vigor, sehingga umur produktif salak pondoh berlangsung puluhan tahun. Batang salak pondoh termasuk pendek dan hampir tidak kelihatan, karena tertutup oleh pelepah-pelepah daun yang sangat rapat. Jumlah ruas yang membentuk batang tergantung dari reaksi dan genotip terhadap panjangnya hari dan dari tipe tumbuhnya yaitu diterminat dan inditerminat. Pada pokok batang sering timbul tunas atau anakan yang sering disebut tunas akar. Anakan atau tunas tersebut dapat dijadikan bibit atau dipelihara menjadi tanaman pengganti pohon yang sudah tua. Pelepah daun tersusun roset dan berduri-duri. Pada pangkal pelepah duriduri ini sangat rapat dan panjang, makin ke ujung duri-duri ini akan semakin jarang dan makin pendek. Bagian pangkal pelepah bentuknya agak segitiga dan makin ke tengah akan membulat tetapi ke arah ujung akan segitiga lagi. Daun salak pondoh tersusun roset, bersirip terputus-putus, dan panjangnya 2,5 7 meter dan terdiri dari tulang daun, lidah daun dan anak daun serta ujung daun. Bagian bawah dan tepi tangkai daun berduri tajam. Daun berwarna hijau sampai hijau tua dan di bagian bawah permukaan daun berwarna keputih-putihan seperti lapisan lilin. Tanaman salak pondoh mempunyai dua periode tumbuh, yaitu periode vegetatif dan periode reproduktif. Periode vegetatif ialah periode tumbuh dari mulai tanam sampai dengan terbentuk bunga pertama. Sedangkan periode

7

produktif dinyatakan sejak waktu berbunga, hingga perkembangan buah dan saat matang. Ciri khas tanaman salak pondoh ialah termasuk tanaman berumah dua, sehingga dapat diketemukan tanaman jantan dan ada pula tanaman betina. Walaupun tidak menghasilkan buah, tanaman jantan tetap diperlukan sebagai sumber benang sari. Buah salak pondoh pada umumnya lebih kecil dibandingkan dengan jenis salak lainnya. Uniknya, salak pondoh ini sendiri memiliki berbagai variasi mulai dari warna kulit yang coklat kehitam-hitaman, coklat kemerah-merahan, coklat kekuning-kuningan, dan merah gelap kehitam-hitaman. Namun kekhasannya, semua buah salak pondoh itu rasanya manis. Sementara itu setiap bu

Recommended

View more >