bab 4 pembahasan 4.1 aspek-aspek penilaian usaha tabel...

51
50 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian Usaha Variabel Dimensi Indikator Penilaian Kelayakan Ekspansi Investasi Mesin Aspek Pasar Pasar Produsen dan Konsumen Proyeksi permintaan dan penjualan biji plastik Aspek Internal Perusahaan Pemasaran 1. Peramalan area pemasaran produk 2. Strategi pemasaran yang akan dijalankan Teknik dan Teknologi 1. Peninjauan Lokasi 2. Layout lokasi 3. Proses daur ulang yang akan dilakukan Manajemen 1. Pengorganisasian manajemen 2. Struktur organisasi 3. Visi, misi dan tujuan ekspansi bisnis Sumber Daya Manusia (SDM) 1. Penentuan jumlah tenaga kerja 2. Kualifikasi tenaga kerja Keuangan 1. Proyeksi modal yang

Upload: vuongnhi

Post on 30-Mar-2019

241 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

50

BAB 4

PEMBAHASAN

4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha

Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian Usaha

Variabel Dimensi Indikator

Penilaian

Kelayakan

Ekspansi

Investasi

Mesin

Aspek Pasar Pasar Produsen

dan Konsumen

Proyeksi permintaan dan

penjualan biji plastik

Aspek Internal

Perusahaan

Pemasaran 1. Peramalan area

pemasaran produk

2. Strategi pemasaran

yang akan dijalankan

Teknik

dan Teknologi

1. Peninjauan Lokasi

2. Layout lokasi

3. Proses daur ulang yang

akan dilakukan

Manajemen 1. Pengorganisasian

manajemen

2. Struktur organisasi

3. Visi, misi dan tujuan

ekspansi bisnis

Sumber Daya

Manusia (SDM)

1. Penentuan jumlah

tenaga kerja

2. Kualifikasi tenaga kerja

Keuangan 1. Proyeksi modal yang

Page 2: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

51

dibutuhkan untuk

investasi

2. Proyeksi pembiayaan

secara kredit

3. Analisis kelayakan

ekspansi dengan

metode PP,NPV,IRR,

dan PI

Aspek

Lingkungan

Politik, Ekonomi,

dan Sosial

1. Analisis keadaan politik

dan ekonomi

2. Analisis manfaat

ekspansi terhadap

lingkungan sosial

Lingkungan Industri Analisis kelayakan ekspansi

dengan model persaingan Porter

Yuridis (Legal) 1. Bentuk badan hukum

yang akan dipergunakan

2. Kelegalan bisnis secara

hukum

Lingkungan Hidup Analisis manfaat dan dampak

proses recycling bagi lingkungan

Sumber: Data diolah (2009)

Page 3: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

52

4.1.1 Aspek Pasar

Pasar industri plastik palletizing PT Mike Meilindo Tanaga dari sisi produsen termasuk

pasar persaingan sempurna dimana setiap perusahaan memiliki konsumen masing-masing.

Persaingan yang ketat dialami pada saat pembelian bahan baku yaitu melalui persaingan

harga yang membentuk harga dan kualitas limbah yang dipasarkan. Sedangkan, dari sisi

konsumen bisnis plastik palletizing merupakan pasar industri karena hasil produksi yang

digunakan kembali oleh perusahaan lain untuk diproses lebih lanjut.

Tabel 4.2 Tabel Produksi ABS PT Mike Meilindo Tanaga Tahun 2010

Perkiraan Harga beli

limbah/ Kg

(Rp)

Harga

jual/ Kg

(Rp)

Quantity/

Bulan

(Kg)

Total

Penjualan

(Rp)

Margin

Pendapatan

(Rp)

% Margin

Pendapatan

Crushing

ABS 5,500 8,000 20,800 166,400,000 52,000,000 31.25%

Pallet ABS - 10,500 20,800 218,400,000 104,000,000 47.62 %

Sumber: Data Perusahaan (2009)

Keterangan:

* Harga berfluktuasi sesuai jumlah permintaan dan penawaran produk

* Asumsi harga rata-rata limbah ABS adalah Rp 5.500/Kg

* Asumsi jumlah rata-rata limbah ABS per hari 800 Kg

* Jumlah produksi ABS per bulan ±20 ton

* 1 bulan = 26 hari kerja

Page 4: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

53

Tabel 4.3 Tabel Proyeksi Penjualan Pallet ABS Skenario Pesimis

Tahun Quantity Rata-Rata/ Bulan (Ton) BulanHarga Jual

(Rp/Kg)

Quantity/Tahun

(Ton) Total (Rp)

2011 10 12 10,500 120 1,260,000,000

2012 15 10,500 180 1,890,000,000

2013 15 10,000 180 1,800,000,000

2014 15 10,000 180 1,800,000,000

2015 10 10,000 120 1,200,000,000

2016 10 9,500 120 1,140,000,000

2017 10 9,500 120 1,140,000,000

2018 10 9,000 120 1,080,000,000

2019 5 9,000 60 540,000,000

2020 0 8,500 0 0

Sumber: Data Proyeksi Pemilik (2009)

Keterangan:

* 1 ton = 1000 kg

* Jumlah rata-rata bahan baku yang digunakan setiap bulan pada skenario pesimis adalah 10

ton

* Jumlah rata-rata bahan baku diperoleh dari hasil rata-rata proyeksi penggunaan bahan

baku selama 10 tahun berjalan skenario pesimis.

* Asumsi : Adanya penurunan harga dan permintaan pasar secara bertahap setiap tahun

mulai dari tahun 2015 permintaan menurun disebabkan karena kemungkinan masuknya

pesaing baru dengan produk sejenis dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih

rendah dan perusahaan tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Page 5: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

54

Tabel 4.4 Tabel Proyeksi Penjualan Pallet ABS Skenario Moderat

Tahun Quantity Rata-Rata/ Bulan

(Ton) Bulan

Harga Jual

(Rp/ Kg)

Quantity/Tahun

(Ton) Total (Rp)

2011 20 12 10,500 240 2,520,000,000

2012 20 10,500 240 2,520,000,000

2013 20 10,800 240 2,592,000,000

2014 25 11,000 300 3,300,000,000

2015 25 11,500 300 3,450,000,000

2016 40 10,500 480 5,040,000,000

2017 25 10,000 300 3,000,000,000

2018 15 9,500 180 1,710,000,000

2019 5 9,500 60 570,000,000

2020 5 9,000 60 540,000,000

Sumber: Data Proyeksi Pemilik (2009)

Keterangan:

* 1 ton = 1000 kg

* Kapasitas maksimal mesin palletizing ±40 ton per bulan

* Jumlah rata-rata bahan baku yang digunakan setiap bulan pada skenario moderat adalah

20 ton

* Jumlah rata-rata bahan baku diperoleh dari hasil rata-rata proyeksi penggunaan bahan

baku selama 10 tahun berjalan skenario moderat.

* Asumsi: Harga dan permintaan akan meningkat hingga tahun 2015 sesuai peningkatan

permintaan produk plastik dari masyarakat dan kemudian akan menurun hingga tahun

2020 karena kemungkinan adanya produk substitusi (selain produk plastik).

Page 6: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

55

Tabel 4.5 Proyeksi Permintaan Penjualan Pallet ABS Skenario Optimis

Tahun Quantity Rata-Rata/ Bulan

(Ton) Bulan

Harga Jual

(Rp/ Kg)

Quantity/

Tahun (Ton) Total (Rp)

2011 30 12 10,500 360 3,780,000,000

2012 40 10,500 480 5,040,000,000

2013 40 10,500 480 5,040,000,000

2014 40 11,000 480 5,280,000,000

2015 35 11,500 420 4,830,000,000

2016 35 12,000 420 5,040,000,000

2017 35 13,000 420 5,460,000,000

2018 35 13,000 420 5,460,000,000

2019 10 13,500 120 1,620,000,000

2020 10 14,000 120 1,680,000,000

Sumber: Data Proyeksi Pemilik (2009)

Keterangan:

* 1 Ton = 1000 kg

* Kapasitas maksimal mesin ±40 ton per bulan

* Jumlah rata-rata bahan baku yang digunakan setiap bulan pada skenario optimis adalah 30

ton

* Jumlah rata-rata bahan baku diperoleh dari hasil rata-rata proyeksi penggunaan bahan

baku selama 10 tahun berjalan skenario optimis.

* Asumsi: Perusahaan mampu beroperasi hingga kapasitas maksimal karena kebutuhan dan

permintaan produk yang cenderung tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin

bertambahnya jumlah konsumsi produk-produk hilir industri plastik sehingga

Page 7: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

56

membutuhkan bahan baku dalam jumlah yang lebih besar. Kebutuhan dan permintaan

produk akan menurun seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya

penggunaan produk plastik.

4.1.2 Aspek Pemasaran

Biji plastik atau yang disebut pallet ABS akan dipasarkan di pasar domestik. Hal ini

didukung dangan adanya perkembangan dan kebutuhan industri dalam negeri seperti

industri mainan anak-anak, kendaraan bermotor, komponen elektronik dan alat-alat rumah

tangga yang membutuhkan bahan baku tersebut. Tingginya harga biji plastik atau pallet ABS

murni yang berkisar antara (Rp 13.000/Kg – Rp 16.000/Kg) mendorong perkembangan

industri biji plastik dalam negeri. Target pasar industri ini adalah perusahaan serupa dan

perusahaan lain yang menggunakan bahan baku plastik dalam produksinya. Untuk

pemasaran produk ini akan dijalankan strategi marketing mix 4P yaitu:

1. Product

Produk yang ditawarkan merupakan biji plastik produk hasil daur limbah plastik ABS

(palletizing) yang dibutuhkan oleh industri plastik hilir seperti industri mainan anak-

anak, kendaraan bermotor, komponen elektronik, dan alat-alat rumah tangga

sebagai bahan baku dalam percetakan plastik (Injection).

2. Price

Harga yang ditawarkan Rp 10,500/Kg cukup bersaing dan berada di bawah harga biji

plastik murni yang cukup tinggi yaitu antara kisaran Rp 13.000/Kg – Rp 16.000/Kg.

Dari harga Rp 10,000.00/Kg sudah termasuk biaya proses bahan baku ±5% dan

biaya komisi ±1% untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Page 8: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

57

3. Place

Segmen perusahaan adalah di wilayah Jawa Barat dan tidak menutup jika ada

perkembangan ke daerah lainnya di seluruh Indonesia. Biaya distribusi untuk 40 ton

produk biji plastik per bulan diproyeksikan sebesar Rp 5,000,000.00 dengan asumsi

satu kali pendistribusian dengan kapasitas maksimal tujuh (7) ton memerlukan biaya

Rp 750,000.00.

4. Promotion

Promosi industri ini akan dilakukan dengan mengikuti pameran-pameran industri

yang diselenggarakan. Contohnya Jakarta IKM EXPO 2009 yang diselenggarakan

oleh KADIN DKI Jakarta dan Pameran Indoplas, Indopack, Indofoodtec, dan

Indoprint di Jakarta International Expo Hall, Kemayoran tahun 2008 lalu. Untuk

mengikuti pameran Industri, perusahaan menyediakan dana operasional sebesar Rp

15,000,000.00. Direct marketing juga dapat dilakukan yaitu dengan menawarkan

langsung kepada pelanggan atau industri hilir pencetakan plastik. Direct marketing

dilakukan untuk memperkecil biaya.

4.1.3 Aspek Teknik dan Teknologi

Usaha produksi biji plastik berjenis ABS ini direncanakan akan dijalankan di pabrik PT

Mike Meilindo Tanaga yang berlokasi di Jatimulia RT 2/7 No. 18, Tangerang 15211. Lokasi ini

dipilih mengingat penampungan limbah daur ulang berada di lokasi tersebut dan luas tanah

dan gudang yang diperkirakan masih cukup luas untuk menjalankan ekspansi.

Teknologi yang dipergunakan adalah Continue process karena dilakukan proses

pengolahan lebih lanjut dari plastik ABS crushing menjadi biji plastik. Dengan proses

palletizing ini, diharapkan dapat dicapai optimasi dan efisiensi yang tinggi dalam penggunaan

sumber daya, baik peralatan maupun tenaga kerja. Mesin yang dipergunakan adalah

Recycle/ Palletizing Machine Plasma dengan spesifikasi sebagai berikut:

Page 9: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

58

Tabel 4.6 Tabel Spesifikasi Recycle/ Palletizing Machine Plasma

Type Screw Dia (mm) Motor Power Capacity (kg/hour)

BMSJ-100/120 100/120 30KW/15KW 120-200

Sumber: Data Supplier Mesin (2009)

Asumsi: Produksi dengan kapasitas maksimal mesin adalah 200 kg x 8jam kerja x 26 hari

= 41.600 kg/ bulan belum termasuk penyusutan ±3%. Produksi maksimal pallet ABS per

bulan ±40 ton.

Proses limbah plastik ABS Crushing yang akan diolah menjadi biji plastik ABS adalah

sebagai berikut:

Sumber : Data Perusahaan (2009)

Gambar 4.1 Proses Produksi Daur Ulang Limbah PT Mike Meilindo Tanaga

Limbah plastik ABS dibeli dari supplier

Proses CrushingTahap 1

Tahap 2 Proses Palletizing

Exit

Cutting

Tahap 3 Packing

Tahap 4 Pengiriman

Page 10: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

59

Dan layout area produksi yang direncanakan untuk diperluas adalah sebagai berikut:

Sumber: Data Diolah (2009)

Gambar 4.2 Rencana Layout Area Produksi PT Mike Meilindo Tanaga

Keterangan:

= Pintu

= Perluasan area produksi

= Mesin Crusher 1

= Mesin Crusher 2

= Mesin Palletizing

Area Produksi

1 2

3

Area Kosong

Kantor

Area Gudang

1

2

Page 11: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

60

4.1.4 Aspek Manajemen

PT Mike Meilindo Tanaga adalah perusahaan perseorangan yang bergerak di bidang

daur ulang limbah plastik menjadi biji plastik. Visi dari perusahaan adalah dapat menjadi

industri recycle limbah plastik yang terus berkembang. Misi perusahaan adalah memproduksi

biji plastik ABS dari bahan baku yang dimiliki dan tidak menutup kemungkinan untuk

memperluas jenis produk recycle pada kemudian hari.

Memasuki era perdagangan bebas (Free Trade 2010), PT Mike Meilindo Tanaga akan

menghadapi lingkungan internal dan eksternal yang semakin kompleks dan global, kondisi ini

yang menyebabkan penafsiran dan peramalan masa depan semakin sulit. Maka dari itu, perlu

dilakukan analisis lingkungan untuk mengidentifikasi segala peluang dan ancaman agar

dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu laba.

Tujuan perusahaan adalah memajukan industri yang dimiliki dengan harapan dapat

meningkatkan margin laba semaksimal mungkin. Hal ini dapat dicapai dengan strategi

integrasi ke depan atau forward integration. Diharapkan perusahaan recycle limbah plastik ini

dapat berkembang menjadi perusahaan hilir yang mampu bersaing di pasar dengan

menekan biaya produksi serendah mungkin karena telah memegang jalur hulu.

Dengan adanya proses ekspansi, struktur organisasi perusahaan berubah karena

adanya penambahan sumber daya manusia baru. Struktur organisasi PT Mike Meilindo

Tanaga setelah proses ekspansi yaitu:

Page 12: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

61

Page 13: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

62

4.1.5 Aspek Sumber Daya Manusia

Rencana tenaga kerja awal diperkirakan 4 orang. Adapun bagian-bagian serta tugas

dan tanggung jawab dalam mengelola usaha ini adalah :

a. Manajer

- Bertanggung jawab terhadap pemlik yang mencakup seluruh kegiatan

operasional produksi biji plastik.

b. Pekerja

- Operator Mesin : Melaksanakan tugas penggilingan atau produksi biji plastik.

- Staff Gudang : Merapikan hasil produksi ke dalam gudang pada saat

pemrosesan dan pengiriman.

Tabel 4.7 Tabel SDM yang Dibutuhkan PT Mike Meilindo Tanaga

Jabatan Jumlah Kualifikasi Biaya Gaji (Rp)

Manajer 1 1. Mampu menjalankan tugas manajerial

2. Mengerti tentang Palletizing 3.000.000

Pekerja :

Operator Mesin 1 1. Minimal SMP/ SMA

2. Mengerti bidang limbah plastik 1.200.000

Staff Gudang 2 1. Laki-Laki, Usia 17-35 Tahun 2.000.000

(@ 1.000.000)

Total 4 7.700.000

Sumber: Data Perusahaan (2009)

Mengingat jumlah staff gudang saat ini yang berjumlah 6 orang masih memiliki

kapasitas untuk melaksanakan tugas pada ekspansi bisnis baru, maka dengan metode

ramalan diprediksi perusahaan perlu menambah dua (2) orang staff gudang dengan 8 jam

Page 14: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

63

kerja agar dapat menyesuaikan dengan kapasitas produksi sebesar ±40 ton sehingga

kegiatan produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.

4.1.6 Aspek Keuangan

Modal awal yang dibutuhkan untuk ekspansi bisnis daur ulang limbah plastik

palletizing ini berbeda-beda untuk setiap skenario. Kondisi ini disebabkan oleh perbedaan

proyeksi jumlah rata-rata bahan baku yang digunakan sehingga mempengaruhi biaya bahan

baku masing-masing skenario. Adanya perbedaan biaya bahan baku merupakan penyebab

perubahan nilai modal awal pada masing-masing skenario. Modal awal untuk ekspansi bisnis

palletizing limbah plastik ABS skenario pesimis, moderat, dan optimis adalah sebagai berikut:

Tabel 4.8 Tabel Proyeksi Modal Awal Ekspansi Bisnis Palletizing Skenario Pesimis

(Dalam Rupiah)

Anggaran Tetap Berwujud

Palletizing Machine

Type PLASMA BMSJ-100/120 (1 Buah) 427,500,000.00

Perluasan area produksi 10,000,000.00

Penambahan Daya Listrik 10,000,000.00

Meja Kursi 2,000,000.00

Komputer 5,000,000.00

Total Aktiva Tetap 454,500,000.00

Modal Kerja

Bahan Baku Awal (bulan ke-1) 10,000 Kg 8,000.00 80,000,000.00

Gaji TKTL 3,000,000.00

Page 15: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

64

Gaji TKL 3,200,000.00

Perawatan Mesin dan Peralatan 1,200,000.00

Biaya ADM 12,500,000.00

Total Modal Kerja 99,900,000.00

Total Modal Awal 554,400,000.00

Sumber: Data Diolah (2009)

Asumsi:

* Pengadaan biaya bahan baku untuk skenario pesimis adalah 10.000 Kg x Rp 8.000,00.

Dimana 10.000 Kg merupakan jumlah rata-rata produksi selama 10 tahun berjalan

skenario pesimis dan Rp 8.000,00 adalah biaya bahan baku yang dibebankan.

* Modal kerja adalah modal kerja untuk menjamin operasional selama satu bulan pertama di

awal operasi.

Tabel 4.9 Tabel Proyeksi Modal Awal Ekspansi Bisnis Palletizing Skenario

Moderat (Dalam Rupiah)

Anggaran Tetap Berwujud

Palletizing Machine

Type PLASMA BMSJ-100/120 (1 Buah) 427,500,000

Perluasan Area Produksi 10,000,000

Penambahan Daya Listrik 10,000,000

Meja Kursi 2,000,000

Komputer 5,000,000

Total Aktiva Tetap 454,500,000

Page 16: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

65

Modal Kerja

Bahan Baku Awal (bulan ke-1) 20,000 Kg 8,000 160,000,000

Gaji TKTL 3,000,000

Gaji TKL 3,200,000

Perawatan Mesin dan Peralatan 1,200,000

Biaya ADM 12,500,000

Total Modal Kerja 179,900,000

Total Modal Awal 634,400,000

Sumber: Data Diolah (2009)

Asumsi:

* Pengadaan biaya bahan baku untuk skenario moderat adalah 20.000 Kg x Rp 8.000,00.

Dimana 20.000 Kg merupakan jumlah rata-rata produksi selama 10 tahun berjalan

skenario moderat dan Rp 8.000,00 adalah biaya bahan baku yang dibebankan.

* Modal kerja adalah modal kerja untuk menjamin operasional selama satu bulan pertama di

awal operasi.

Tabel 4.10 Tabel Proyeksi Modal Awal Ekspansi Bisnis Palletizing Skenario

Optimis (Dalam Rupiah)

Anggaran Tetap Berwujud

Palletizing Machine

Type PLASMA BMSJ-100/120 (1 Buah) 427,500,000

Perluasan Area Produksi 10,000,000

Penambahan Daya Listrik 10,000,000

Meja Kursi 2,000,000

Page 17: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

66

Komputer 5,000,000

Total Aktiva Tetap 454,500,000

Modal Kerja

Bahan Baku Awal (bulan ke-1) 30,000 Kg 8,000 240,000,000

Gaji TKTL 36,000,000

Gaji TKL 38,400,000

Perawatan Mesin dan Peralatan 1,200,000

Biaya ADM 1,200,000

Total Modal Kerja 316,800,000

Total Modal Awal 771,300,000

Sumber: Data Diolah (2009)

Asumsi:

* Pengadaan biaya bahan baku untuk skenario optimis adalah 30.000 Kg x Rp 8.000,00.

Dimana 30.000 Kg merupakan jumlah rata-rata produksi selama 10 tahun berjalan

skenario optimis dan Rp 8.000,00 adalah biaya bahan baku yang dibebankan.

* Modal kerja adalah modal kerja untuk menjamin operasional selama satu bulan pertama di

awal operasi.

Sumber pendanaan investasi 35% berasal dari modal pribadi, sedangkan 65%

pendanaan dipertimbangkan dengan menggunakan pinjaman bank selama 10 tahun dengan

bunga 13.5 % p.a. Biaya resiko bisnis menurut sumber internal adalah ±20%.

Page 18: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

67

Perkiraan biaya operasional dan COGS pada skenario pesimis, moderat, dan optimis

adalah berdasarkan asumsi tingkat inflasi dan kenaikan biaya masing-masing skenario

sebesar 10%, 8%, dan 5%, yaitu sebagai berikut:

a. Skenario Pesimis

Tabel 4.11 Tabel Proyeksi Biaya Operasional Skenario Pesimis (Dalam Rupiah)

Tahun Total Gaji TKTL Total Biaya Perawatan Total Biaya ADM Biaya Operasional

2011 36,000,000.00 14,400,000.00 150,000,000.00 200,400,000.00

2012 39,600,000.00 15,840,000.00 165,000,000.00 220,440,000.00

2013 43,560,000.00 17,424,000.00 181,500,000.00 242,484,000.00

2014 47,916,000.00 19,166,400.00 199,650,000.00 266,732,400.00

2015 52,707,600.00 21,083,040.00 219,615,000.00 293,405,640.00

2016 57,978,360.00 23,191,344.00 241,576,500.00 322,746,204.00

2017 63,776,196.00 25,510,478.40 265,734,150.00 355,020,824.40

2018 70,153,815.60 28,061,526.24 292,307,565.00 390,522,906.84

2019 77,169,197.16 30,867,678.86 321,538,321.50 429,575,197.52

2020 84,886,116.88 33,954,446.75 353,692,153.65 472,532,717.28

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

* Rata-rata inflasi berdasarkan KMK No.1/KMK.011/2008 untuk periode 2009 – 2011 adalah

sebesar 4.50%.

* Pada skenario pesimis, dianggap kondisi perekonomian akan memburuk sehinnga

diasumsikan peningkatan kenaikan biaya sebesar 10% yang di dalamnya telah

memperhitungkan tingkat inflasi sebesar 8%.

Page 19: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

68

* Asumsi peningkatan biaya skenario pesimis sebesar 10% dianggap telah mencakup biaya

kenaikan gaji tenaga kerja tidak langsung, perawatan mesin, dan administrasi.

* Peningkatan biaya operasional skenario pesimis sebesar 10% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

Tabel 4.12 Tabel Proyeksi Tingkat COGS Skenario Pesimis (Dalam Rupiah)

Tahun Total Biaya Bahan Baku Biaya Gaji TKL Total COGS

2011 960,000,000.00 38,400,000.00 998,400,000.00

2012 1,056,000,000.00 42,240,000.00 1,098,240,000.00

2013 1,161,600,000.00 46,464,000.00 1,208,064,000.00

2014 1,277,760,000.00 51,110,400.00 1,328,870,400.00

2015 1,405,536,000.00 56,221,440.00 1,461,757,440.00

2016 1,546,089,600.00 61,843,584.00 1,607,933,184.00

2017 1,700,698,560.00 68,027,942.40 1,768,726,502.40

2018 1,870,768,416.00 74,830,736.64 1,945,599,152.64

2019 2,057,845,257.60 82,313,810.30 2,140,159,067.90

2020 2,263,629,783.36 90,545,191.33 2,354,174,974.69

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan :

* Biaya bahan baku awal skenario pesimis merupakan hasil perhitungan rata- rata jumlah

bahan baku yang dibutuhkan pada skenario pesimis (10 ton per bulan) dikalikan dengan

harga bahan baku sebesar Rp 8.000,00.

* Peningkatan biaya per tahun skenario pesimis diasumsikan sebesar 10% karena kondisi

perekonomian dianggap akan memburuk yang di dalamnya telah memperhitungkan tingkat

inflasi sebesar 8%.

Page 20: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

69

* Tingkat kenaikan biaya skenario pesimis sebesar 10% dianggap telah mencakup

peningkatan biaya bahan baku dan tenaga kerja tidak langsung.

* Peningkatan COGS skenario pesimis sebesar 10% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

b. Skenario Moderat

Tabel 4.13 Tabel Proyeksi Biaya Operasional Skenario Moderat (Dalam Rupiah)

Tahun Biaya TKTL Total Biaya Perawatan Total Biaya ADM Total Biaya Operasional

2011 36,000,000.00 14,400,000.00 150,000,000.00 200,400,000.00

2012 37,620,000.00 15,552,000.00 162,000,000.00 215,172,000.00

2013 39,312,900.00 16,796,160.00 174,960,000.00 231,069,060.00

2014 41,081,980.50 18,139,852.80 188,956,800.00 248,178,633.30

2015 42,930,669.62 19,591,041.02 204,073,344.00 266,595,054.65

2016 44,862,549.76 21,158,324.31 220,399,211.52 286,420,085.58

2017 46,881,364.49 22,850,990.25 238,031,148.44 307,763,503.19

2018 48,991,025.90 24,679,069.47 257,073,640.32 330,743,735.68

2019 51,195,622.06 26,653,395.03 277,639,531.54 355,488,548.63

2020 53,499,425.05 28,785,666.63 299,850,694.07 382,135,785.75

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

* Rata-rata inflasi berdasarkan KMK No.1/KMK.011/2008 untuk periode 2009 – 2011 adalah

sebesar 4.50%.

* Diasumsikan kenaikan biaya skenario moderat sebesar 8% yang di dalamnya telah

memperhitungkan tingkat inflasi 6%

Page 21: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

70

* Pada skenario moderat, dianggap kondisi perekonomian akan berada si posisi normal

dimana tingkat inflasi tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata inflasi 4.5%.

* Asumsi kenaikan biaya skenario moderat sebesar 8% dianggap telah mencakup biaya

kenaikan gaji tenaga kerja tidak langsung, perawatan mesin, dan administrasi.

* Peningkatan biaya operasional skenario moderat sebesar 8% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

Tabel 4.14 Tabel Proyeksi Tingkat COGS Skenario Moderat (Dalam Rupiah)

Tahun Total Biaya Bahan Baku Biaya Gaji TKL Total COGS

2011 1,920,000,000.00 38,400,000.00 1,958,400,000.00

2012 2,073,600,000.00 41,472,000.00 2,115,072,000.00

2013 2,239,488,000.00 44,789,760.00 2,284,277,760.00

2014 2,418,647,040.00 48,372,940.80 2,467,019,980.80

2015 2,612,138,803.20 52,242,776.06 2,664,381,579.26

2016 2,821,109,907.46 56,422,198.15 2,877,532,105.61

2017 3,046,798,700.05 60,935,974.00 3,107,734,674.05

2018 3,290,542,596.06 65,810,851.92 3,356,353,447.98

2019 3,553,786,003.74 71,075,720.07 3,624,861,723.82

2020 3,713,706,373.91 76,761,777.68 3,790,468,151.59

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan :

* Biaya bahan baku awal skenario moderat merupakan hasil perhitungan rata- rata jumlah

bahan baku yang dibutuhkan pada skenario moderat sebesar 20 ton per bulan dikalikan

dengan harga bahan baku sebesar Rp 8.000,00.

Page 22: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

71

* Peningkatan biaya per tahun skenario moderat diasumsikan sebesar 8% karena kondisi

perekonomian dianggap akan berada di posisi normal yang di dalamnya telah

memperhitungkan tingkat inflasi sebesar 6%.

* Asumsi peningkatan biaya skenario moderat sebesar 8% dianggap telah mencakup

peningkatan biaya bahan baku dan tenaga kerja tidak langsung.

* Peningkatan COGS skenario moderat sebesar 8% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

c. Skenario Optimis

Tabel 4.15 Tabel Proyeksi Biaya Operasional Skenario Optimis (Dalam Rupiah)

Tahun Total Biaya TKTL Total Biaya Perawatan Total Biaya ADM Total Biaya Operasional

2011 36,000,000.00 14,400,000.00 150,000,000.00 200,400,000.00

2012 37,800,000.00 15,120,000.00 157,500,000.00 210,420,000.00

2013 39,690,000.00 15,876,000.00 165,375,000.00 220,941,000.00

2014 41,674,500.00 16,669,800.00 173,643,750.00 231,988,050.00

2015 43,758,225.00 17,503,290.00 182,325,937.50 243,587,452.50

2016 45,946,136.25 18,378,454.50 191,442,234.38 255,766,825.13

2017 48,243,443.06 19,297,377.23 201,014,346.09 268,555,166.38

2018 50,655,615.22 20,262,246.09 211,065,063.40 281,982,924.70

2019 53,188,395.98 21,275,358.39 221,618,316.57 296,082,070.94

2020 55,847,815.78 22,339,126.31 232,699,232.40 310,886,174.48

Sumber: Data Diolah (2009)

Page 23: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

72

Keterangan:

* Rata-rata inflasi berdasarkan KMK No.1/KMK.011/2008 untuk periode 2009 – 2011 adalah

sebesar 4.50%.

* Diasumsikan kenaikan biaya skenario optimis sebesar 5% yang di dalamnya telah

memperhitungkan tingkat inflasi 4.5%

* Pada skenario optimis, dianggap kondisi perekonomian akan membaik dimana tingkat

inflasi lebih kecil bila dibandingkan dengan skenario moderat dan optimis.

* Asumsi peningkatan biaya skenario optimis sebesar 5% dianggap telah mencakup biaya

kenaikan gaji tenaga kerja tidak langsung, perawatan mesin, dan administrasi.

* Peningkatan biaya operasional skenario optimis sebesar 5% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

Tabel 4.16 Tabel Proyeksi Tingkat COGS Skenario Optimis (Dalam Rupiah)

Tahun Total Biaya Bahan Baku Total Biaya Gaji TKL Total COGS

2011 2,880,000,000 38,400,000.00 2,918,400,000

2012 3,024,000,000 40,320,000.00 3,064,320,000

2013 3,175,200,000 42,336,000.00 3,217,536,000

2014 3,333,960,000 44,452,800.00 3,378,412,800

2015 3,500,658,000 46,675,440.00 3,547,333,440

2016 3,675,690,900 49,009,212.00 3,724,700,112

2017 3,859,475,445 51,459,672.60 3,910,935,118

2018 4,052,449,217 54,032,656.23 4,106,481,873

2019 4,255,071,678 56,734,289.04 4,311,805,967

2020 4,467,825,262 59,571,003.49 4,527,396,266

Sumber: Data Diolah (2009)

Page 24: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

73

Keterangan :

* Biaya bahan baku awal skenario optimis merupakan hasil perhitungan rata- rata jumlah

bahan baku yang dibutuhkan pada skenario optimis sebesar 30 ton per bulan dikalikan

dengan harga bahan baku sebesar Rp 8.000,00.

* Rata-rata inflasi berdasarkan KMK No.1/KMK.011/2008 untuk periode 2009 – 2011 adalah

sebesar 4.50%.

* Peningkatan biaya per tahun skenario optimis diasumsikan sebesar 5% karena kondisi

perekonomian dianggap membaik yang di dalamnya telah memperhitungkan tingkat inflasi

sebesar 4.5%.

* Peningkatan inflasi skenario optimis sebesar 5% dianggap telah mencakup peningkatan

biaya bahan baku dan tenaga kerja tidak langsung.

* Peningkatan COGS skenario optimis sebesar 5% dimulai pada tahun ke-2.

* Perincian biaya dapat dilihat di Lampiran 1.

Analisis biaya penyusutan dari aktiva yang dimiliki PT Mike Meilindo Tanaga adalah

sebagai berikut:

Tabel 4.17 Tabel Proyeksi Biaya Penyusutan Aktiva ( Dalam Rupiah)

Mesin Gedung Total Depresiasi

Tahun 1 37.750.000 2.000.000 39.750.000

Tahun 2 37.750.000 2.000.000 39.750.000

Tahun 3 37.750.000 2.000.000 39.750.000

Tahun 4 37.750.000 2.000.000 39.750.000

Tahun 5 37.750.000 2.000.000 39.750.000

Tahun 6 37.750.000 - 37.750.000

Tahun 7 37.750.000 - 37.750.000

Page 25: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

74

Tahun 8 37.750.000 - 37.750.000

Tahun 9 37.750.000 - 37.750.000

Tahun 10 37.750.000 - 37.750.000

Nilai Buku 50.000.000 0 50.000.000

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

1. Mesin industri

Nilai sisa= Rp 50.000.000,00

Umur Ekonomis = 10 tahun

Nilai mesin = Rp 427.500.000

Penyusutan = Nilai Mesin – Nilai Sisa

Umur Ekonomis

Penyusutan = 427.500.000 – 50.000.000

10

= Rp 37.750.000/ tahun

2. Gedung Area Produksi

Nilai sisa = Rp 0

Umur Ekonomis = 5 tahun

Nilai gedung area produksi = Rp 10.000.000

Penyusutan = Nilai Gedung – Nilai Sisa

Umur Ekonomis

= 10.000.000 – 0

5

= Rp 2.000.000/ tahun

Page 26: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

75

Arus kas PT Mike Meilindo Tanaga dibagi menjadi 3 skenario yaitu skenario pesimis,

moderat, dan optimis sebagai berikut:

a. Pesimis

Proyeksi arus kas rencana bisnis skenario pesimis usaha ini dapat dilihat di

tabel 4.18

Tabel 4.19 Tabel Proyeksi Aliran Kas Operasional Skenario Pesimis

(Dalam Rupiah)

Tahun EAT Penyusutan OCF

2011 15,444,000.00 39,750,000.00 55,194,000.00

2012 382,730,400.00 39,750,000.00 422,480,400.00

2013 174,588,480.00 39,750,000.00 214,338,480.00

2014 192,047,328.00 39,750,000.00 231,797,328.00

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan: Aliran kas operasional skenario pesimis hanya diproyeksikan sampai dengan

tahun 2014 karena perkiraan dari cash flow yang memperlihatkan bahwa produksi tidak akan

menguntungkan bila dilanjutkan pada tahun 2015 dan seterusnya.

Tabel 4.20 Tabel Proyeksi Aliran Kas Akhir Skenario Pesimis (Dalam Rupiah)

Tahun ICF OCF TCF CF

0 554,400,000.00 554,400,000.00

2011 55,194,000.00 55,194,000.00

2012 422,480,400.00 422,480,400.00

2013 214,338,480.00 214,338,480.00

Page 27: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

76

2014 231,797,328.00 358,500,000.00 590,297,328.00

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

Modal Kerja Rp 80,000,000.00

Nilai sisa

Nilai sisa mesin (4 tahun) Rp 276,500,000.00

Nilai sisa gedung (4 tahun) Rp 2,000,000.00

Rp 278,500,000.00

TCF Rp 358,500,000.00

Asumsi: Untuk TCF digunakan nilai dari bahan baku saja karena biaya tenaga kerja dan yang

lainnya dianggap tidak relevan.

Metode penilaian investasi skenario pesimis ini adalah sebagai berikut:

1. Payback period

Perhitungan payback period dalam rencana ekspansi yaitu:

Payback period

Investasi Rp 554,400,000.00

Cash flow tahun 1 Rp 55,194,000.00

Rp 499,206,000.00

Cash flow tahun 2 Rp 422,480,400.00

Rp 76,725,600.00

Cash flow tahun 3 Rp 214,338,480.00

Payback period = 2 tahun + 76,725,600.00 x 12 bulan

214,338,480.00

= 2 tahun 4.30 bulan

Page 28: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

77

2. NPV (Net Present Value)

Initial investment 554,400,000.00

Umur Ekonomis 10 tahun

Nilai Sisa 278,500,000.00

Asumsi: Nilai sisa didapatkan dari penyusutan tahun 2011-2014 karena

adanya kemungkinan penghentian produksi mulai tahun 2015-2020. Kondisi

ini disebabkan karena kemungkinan terjadinya kerugian bila produksi tetap

dijalankan.

Tabel 4.21 Tabel Present Value Skenario Pesimis (Dalam Rupiah)

Tahun CF 18.50% PV

0 -554,400,000.00 1 -554,400,000.00

2011 55,194,000.00 0.8439 46,577,215.19

2012 422,480,400.00 0.7121 300,863,750.47

2013 214,338,480.00 0.6010 128,808,669.86

2014 590,297,328.00 0.5071 299,362,513.09

PV of Cash Inflows 775,612,148.61

NPV 221,212,148.61

Sumber: Data Diolah(2009)

Keterangan:

* Discount Factor sebesar 18.50% didapatkan dari hasil perhitungan Weighted Average Cost

of Capital, dimana:

Page 29: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

78

Suku bunga deposito per tahun 5.00%

% resiko menurut internal perusahaan 20.00%

Suku bunga kredit per tahun 15.00%

Biaya modal atas kredit investasi 65% x 15% 9.75%

Biaya modal atas investasi pemilik 35% x (20%+5%) 8.75%

Weighted average cost of capital 18.50%

* Asumsi suku bunga kredit per tahun untuk skenario pesimis adalah 15% karena

kemungkinan perekonomian yang kurang baik sehingga suku bunga kredit meningkat dan

bunga deposito menurun menjadi 5% per tahun.

* Data suku bunga kredit dan deposito tahun 2009 dapat dilihat di Lampiran 2.

3. IRR

Tingkat suku bunga IRR skenario pesimis yang ditentukan dengan

menggunakan Microsoft Excel adalah sebesar 33.49%.

4. Profitability Index

PI = PV of Cash In Flow

PV of Investment

= 775,612,148.61

554,400,000.00

= 1.40

Page 30: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

79

Tabel 4.22 Tabel Perincian 4 Metode Kelayakan Investasi Skenario Pesimis

Metode Kriteria Penilaian Hasil Keputusan

PP 5 Tahun 2 Tahun 4.3 Bulan Diterima

NPV Positif 221,212,148.61 Diterima

IRR 18.50% 33.49% Diterima

PI 1 1.40 Diterima

Sumber: Data Diolah (2009)

b. Moderat

Proyeksi arus kas rencana bisnis skenario moderat usaha ini dapat dilihat di tabel

4.23

Tabel 4.24 Tabel Aliran Kas Operasional Skenario Moderat (Dalam Rupiah)

Tahun EAT Penyusutan OCF

2011 231,444,000.00 39,750,000.00 271,194,000.00

2012 108,004,320.00 39,750,000.00 147,754,320.00

2013 26,570,289.60 39,750,000.00 66,320,289.60

2014 392,436,997.85 39,750,000.00 432,186,997.85

2015 345,076,823.58 39,750,000.00 384,826,823.58

2016 1,323,574,422.35 37,750,000.00 1,361,324,422.35

Sumber: Data Diolah (2009)

Page 31: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

80

Keterangan: Aliran kas operasional hanya diproyeksi sampai dengan tahun 2016 karena

perkiraan dari cash flow yang memperlihatkan bahwa produksi tidak akan menguntungkan

bila dilanjutkan pada tahun 2017 dan seterusnya.

Tabel 4.25 Tabel Proyeksi Aliran Kas Akhir Skenario Moderat (Dalam Rupiah)

Tahun ICF OCF TCF CF

0 634,400,000.00 634,400,000.00

2011 271,194,000.00 271,194,000.00

2012 147,754,320.00 147,754,320.00

2013 66,320,289.60 66,320,289.60

2014 432,186,997.85 432,186,997.85

2015 384,826,823.58 384,826,823.58

2016 1,361,324,422.35 323,250,000.00 1,684,574,422.35

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

TCF = Pengembalian Modal Kerja + Nilai Sisa

Modal Kerja Rp 160,000,000.00

Nilai Sisa

Nilai Sisa Mesin (7 tahun) Rp 163,250,000.00

Nilai Sisa Gedung (7 Tahun) Rp 0.00

Rp 163,250,000.00

TCF Rp 323,250,000.00

Asumsi: Untuk TCF digunakan nilai dari bahan baku saja karena biaya tenaga kerja dan biaya

lainnya dianggap tidak relevan.

Page 32: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

81

Metode penilaian investasi skenario moderat ini adalah sebagai berikut:

1. Payback period

Perhitungan payback period dalam rencana ekspansi yaitu:

Investasi 634,400,000.00

Cash flow tahun 1 271,194,000.00

363,206,000.00

Cash flow tahun 2 147,754,320.00

215,451,680.00

Cash flow tahun 3 66,320,289.60

149,131,390.40

Cash flow tahun 4 432,186,997.85

Payback period = 3 tahun + 149,131,390.40 x 12 bulan

432,186,997.85

= 3 tahun 4 bulan

2. NPV (Net Present Value)

Initial investment 634,400,000.00

Umur Ekonomis 10 tahun

Nilai Sisa 163,250,000.00

Asumsi: Nilai sisa didapatkan dari penyusutan tahun 2011-2016 karena

adanya kemungkinan penghentian produksi mulai tahun 2017-2020. Kondisi

ini disebabkan karena adanya kemungkinan terjadinya kerugian bila produksi

tetap dijalankan.

Page 33: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

82

Tabel 4.26 Tabel Present Value Skenario Moderat (Dalam Rupiah)

Tahun CF 18.05% PV

0 -634,400,000.00 1 -634,400,000.00

2011 271,194,000.00 0.8471 229,728,081.32

2012 147,754,320.00 0.7176 106,024,981.34

2013 66,320,289.60 0.6079 40,313,308.29

2014 432,186,997.85 0.5149 222,539,819.54

2015 384,826,823.58 0.4362 167,855,423.84

2016 1,684,574,422.35 0.3695 622,435,356.08

PV of cash inflows 1,388,896,970.40

NPV 754,496,970.40

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

* Discount Factor sebesar 18.05% didapatkan dari hasil perhitungan Weighted Average Cost

of Capital, dimana:

Suku bunga deposito per tahun 6.50%

% resiko menurut internal perusahaan 20%

Suku bunga kredit per tahun 13.50%

Biaya modal atas kredit investasi 65% x 13.5% 8.78%

Biaya modal atas investasi pemilik 35% x (6.5+20)% 9.28%

Weighted average cost of capital 18.05%

* Suku bunga kredit per tahun menurut data Bank Mandiri 2009 adalah sebesar 13.50%.

Page 34: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

83

* Asumsi suku bunga kredit per tahun untuk skenario moderat adalah sesuai dengan suku

bunga kredit yang berlaku yaitu sebesar 13.50%.

* Data suku bunga kredit dan deposito dapat dilihat di Lampiran 2.

3. IRR

Tingkat suku bunga IRR skenario moderat yang ditentukan dengan

menggunakan Microsoft Excel adalah sebesar 43.94%.

4. Profitability Index

PI = PV of Cash Inflow

PV of Investment

= 1,820,498,949.87

634,400,000.00

= 2,19

Tabel 4.27 Tabel Perincian 4 Metode Kelayakan Investasi Skenario Moderat

Metode Kriteria Penilaian Hasil Keputusan

PP 5 Tahun 3 Tahun 4 Bulan Diterima

NPV Positif 754,496,970.40 Diterima

IRR 18.05% 43.94% Diterima

PI 1 2.19 Diterima

Sumber: Data Diolah (2009)

Page 35: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

84

c. Optimis

Proyeksi arus kas rencana bisnis optimis usaha ini dapat dilihat pada tabel 4.28

Tabel 4.29 Tabel Proyeksi Aliran Kas Operasional Skenario Optimis (Dalam

Rupiah)

Tahun EAT Penyusutan OCF

2011 447,444,000.00 39,750,000.00 487,194,000

2012 1,242,367,200.00 39,750,000.00 1,282,117,200

2013 1,124,476,560.00 39,750,000.00 1,164,226,560

2014 1,173,491,388.00 39,750,000.00 1,213,241,388

2015 719,516,957.40 39,750,000.00 759,266,957

2016 735,683,805.27 37,750,000.00 773,433,805

2017 894,786,995.53 37,750,000.00 932,536,996

2018 744,325,345.31 37,750,000.00 782,075,345

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan: Aliran kas operasional hanya diproyeksi sampai dengan tahun 2018 karena

perkiraan dari cash flow yang memperlihatkan bahwa produksi tidak akan menguntungkan

bila dilanjutkan pada tahun 2019 dan seterusnya.

Tabel 4.30 Tabel Proyeksi Aliran Kas Akhir Skenario Optimis (Dalam Rupiah)

Tahun ICF OCF TCF CF

0 771,300,000 771,300,000

2011 487,194,000.00 487,194,000

2012 1,282,117,200 1,282,117,200

Page 36: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

85

2013 1,164,226,560 1,164,226,560

2014 1,213,241,388 1,213,241,388

2015 759,266,957 759,266,957

2016 773,433,805 773,433,805

2017 932,536,996 932,536,996

2018 782,075,345 365,500,000.00 1,147,575,345

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

TCF = Pengembalian Modal Kerja + Nilai Sisa

Modal Kerja Rp 240,000,000

Nilai Sisa

Nilai Sisa Mesin (8 tahun) Rp 125,500,000.00

Nilai Sisa Gedung (8 tahun) Rp 0.00

Rp 125,500,000.00

TCF Rp 365,500,000.00

Asumsi: Untuk TCF digunakan nilai dari bahan baku saja karena biaya tenaga kerja dan yang

lainnya dianggap tidak relevan.

Metode penilaian investasi skenario optimis ini adalah sebagai berikut:

1. Payback period

Perhitungan payback period dalam rencana ekspansi yaitu:

Investasi 771,300,000.00

Cash flow tahun 1 487,194,000.00

Page 37: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

86

284,106,000.00

Cash flow tahun 2 1,282,117,200.00

Payback period = 1 tahun + 284,106,000.00 x 12 bulan

1,282,117,200.00

= 1 tahun 2.66 bulan

2. NPV (Net Present Value)

Initial investment 771,300,000.00

Umur Ekonomis 10 tahun

Nilai Sisa 125,500,000.00

Asumsi: Nilai sisa didapatkan dari penyusutan tahun 2011-2018.

Tabel 4.31 Tabel Present Value Skenario Optimis (Dalam Rupiah)

Tahun CF 17.60% PV

0 -771,300,000.00 1 -771,300,000

2011 487,194,000.00 0.8503 414,280,612.24

2012 1,282,117,200.00 0.7231 927,071,185.62

2013 1,164,226,560.00 0.6149 715,839,299.76

2014 1,213,241,388.00 0.5228 634,333,912.76

2015 759,266,957.40 0.4446 337,565,373.46

2016 773,433,805.27 0.3781 292,401,246.63

2017 932,536,995.53 0.3215 299,788,395.63

2018 1,147,575,345.31 0.2734 313,705,862.85

PV of cash inflows 3,934,985,888.95

Page 38: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

87

NPV 3,163,685,888.95

Sumber: Data Diolah (2009)

Keterangan:

* Discount Factor sebesar 17.60% didapatkan dari hasil perhitungan Weighted Average Cost

of Capital, dimana:

Suku bunga deposito per tahun 8.00%

% resiko menurut internal perusahaan 20%

Suku bunga kredit per tahun 12.00%

Biaya modal atas kredit investasi 65% x 12% 7.80%

Biaya modal atas investasi pemilik 35% x (8+20)% 9.80%

Weighted average cost of capital 17.60%

* Suku bunga kredit per tahun menurut data Bank Mandiri 2009 adalah sebesar 13.05%.

* Asumsi suku bunga kredit per tahun untuk skenario optimis adalah 12% karena

kemungkinan perekonomian yang membaik sehingga suku bunga kredit menurun dan

bunga deposito meningkat menjadi 8% per tahun.

* Data suku bunga kredit dan deposito dapat dilihat di Lampiran 2.

4. IRR

Tingkat suku bunga IRR skenario optimis yang ditentukan dengan

menggunakan Microsoft Excel adalah sebesar 106.95%.

5. Profitability Index

PI = PV of Cash Inflow

PV of Investment

Page 39: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

88

= 3,934,985,888.95

771,300,000.00

= 5.10

Tabel 4.32 Tabel Perincian 4 Metode Kelayakan Investasi Skenario Optimis

Metode Kriteria Penilaian Hasil Keputusan

PP 5 Tahun 1 Tahun 2.6 Bulan Diterima

NPV Positif 3,163,685,888.95 Diterima

IRR 17.60 % 106.95% Diterima

PI 1 5.10 Diterima

Sumber: Data Diolah (2009)

Page 40: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

89

Page 41: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

90

Page 42: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

91

Page 43: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

92

4.1.7 Aspek Politik dan Ekonomi dan Sosial

Bangkitnya bursa saham, stabilnya ekonomi, dan perkiraan berakhirnya resesi

ekonomi global, serta awal tahun 2010 yang merupakan awal tahun perdagangan bebas atau

free trade dimana persaingan akan menjadi semakin ketat. Diharapkan dengan tumbuhnya

industri plastik hulu, dapat mendorong produktivitas dan kualitas produk plastik domestik

sehingga mampu bersaing di pasar perdagangan bebas.

Dengan kegiatan produksi daur ulang yang dilaksanakan, diharapkan perusahaan

mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi untuk jangka panjang

dengan menghasilkan raw material untuk industri plastik yang akan mengurangi tingkat

impor bahan baku biji plastik dan menghemat cadangan devisa serta memberikan

pemasukan pajak bagi negara.

Manfaat ekspansi terhadap lingkungan sosial ini adalah menjadi salah satu situs

Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lebih besar dari

masyarakat sekitar. Ekspansi ini juga relatif tidak membawa dampak negatif terhadap moral

lingkungan sekitar, tetapi memberi masukan positif terhadap kepedulian lingkungan dengan

melakukan kegiatan daur ulang.

Berikut ini merupakan data perkembangan ekonomi Indonesia yang dilihat melalui

tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan tingkat bunga deposito rata-rata.

Berdasarkan KMK No.1/KMK.011/2008 sasaran inflasi yang ditetapkan oleh

Pemerintah untuk periode 2009 – 2011, masing-masing sebesar 5,0%, 4,5%, dan 4,0%

dengan deviasi ±1%.

Sumber:http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Inflasi/Bank+Indonesia+dan+Inflasi/penetapan

.htm

Page 44: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

93

Tabel 4.33 Tabel Pertumbuhan Ekonomi Per Tahun

Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Persentase 4.02 5.13 5.60 5.50 6.30 6.50 5.50

Sumber : http://www.batan.go.id/ppen/WEb2006/PSE/2_EKONOMI_INDONESIA.pdf

Tabel 4.34 Tabel Bunga Deposito Rata-Rata Per Tahun

Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Bunga Deposito 5.73 6.75 11.50 8.25 7.37 5.75 6.80

Sumber: http://www.bankmandiri.co.id/resource/suku_bunga.asp

4.1.8 Aspek Lingkungan Industri

Berikut adalah kondisi bisnis PT Mike Meilindo Tanaga yang dianalisis berdasarkan 5

kekuatan Porter :

1. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants)

Dengan datangnya pendatang baru, maka hal ini menjadi ancaman bagi

perusahaan lama karena datangnya pendatang baru ke dalam suatu industri

membawa masuk kapasitas baru, keinginan untuk merebut bagian pasar

(market share). Akan tetapi pada saat ini masih sedikit pendatang baru yang

memproduksi biji plastik daur ulang karena kebutuhan modal bisnis yang

relatif besar, memiliki jaringan bisnis, dan paham terhadap bisnis daur ulang

limbah plastik.

2. Ancaman Produk Pengganti (Threat Of Substitute Products)

Dengan adanya produk pengganti, maka hal ini menjadi ancaman bagi

perusahaan recycle dalam menguasai pasar dan konsumen. Namun sampai

saat ini belum ada produk pengganti untuk industri recycle (Palletizing) jenis

ABS.

Page 45: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

94

3. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli (Bargaining Power Of Buyers)

Pembeli atau pelanggan merupakan salah satu faktor penting dalam

menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan juga dengan mendapatkan

pembeli atau pelanggan dalam jumlah yang besar, dapat diartikan

perusahaan memenangkan persaingan dalam suatu industri dengan

perusahaan lainnya. Dalam kegiatan bisnis PT Mike Meilindo Tanaga

mempunyai pembeli atau partner bisnis antara lain The Global Serve Pte Ltd,

Minerva Resources Pte Ltd.

4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Bargaining Power Of Supplier)

Pemasok bertugas untuk menyediakan bahan baku yang akan digunakan

perusahaan untuk melakukan proses produksi dan menghasilkan produk

yang akan dilempar ke pasar. Pemasok dapat membantu perusahaan untuk

meningkatkan laba yaitu dengan cara menjaga dan meningkatkan mutu

bahan baku dan memenuhi pemesanan perusahaan dengan tepat waktu.

Pemasok dari PT Mike Meilindo Tanaga adalah CV Barokah, PT Millenium

Plastik, PT Bintang Plastik dan beberapa penadah yang belum berbadan

hukum.

5. Rivalitas di Antara Pesaing (Rivalry Among Existing Firms)

Ancaman utama dalam suatu perusahaan adalah perusahaan pesaing yang

memproduksi barang sejenis untuk dijual. Untuk dapat bertahan dan

memenangkan persaingan perusahaan harus menetapkan strategi yaitu

dengan cara meningkatkan mutu produk, terus mengikuti perkembangan

pasar, dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, juga dengan

menekan harga produksi sehingga bisa mendapatkan konsumen sebanyak-

banyaknya. PT Mike Meilindo Tanaga mempunyai pesaing dan merupakan

Page 46: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

95

kompetitor yang cukup lama berada di industri ini yaitu Puri Indah Jaya

Plastik dan PT Xing Hua Plastic.

4.1.9 Aspek Yuridis (Legal)

Bisnis daur ulang ini akan didirikan dalam bentuk Perseroan Terbatas atau PT Mike

Meilindo Tanaga yang merupakan ekspansi atau perluasan dari bisnis utama yang berfokus

pada daur ulang limbah plastik. Bisnis yang akan dijalankan merupakan unit bisnis baru yang

masih berhubungan secara langsung dengan unit bisnis sebelumnya yang merupakan bahan

baku untuk produksi tingkat selanjutnya, yaitu palletizing ABS yang akan dilaksanakan.

Dalam hal ini tidak ada peraturan pemerintah yang melarang ekspansi bisnis

tersebut untuk dijalankan karena produk tidak berhubungan dengan produk ilegal seperti

narkotika, senjata, dan sebagainya.

4.9.10 Aspek Lingkungan Hidup

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru

dengan tujuan mencegah adanya sampah yang merugikan. Sampah atau limbah plastik

sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku

yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi

gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas

kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk /

material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian

ketiga dalam proses hierarki sampah adalah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle). Plastik dapat

didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Penghematan yang cukup besar

pada energi dapat diperoleh dengan mendaur ulang plastik.

Page 47: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

96

Sampah plastik berbahaya bagi lingkungan, karena dibutuhkan waktu 1000 tahun

agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.

Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan

mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap

beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna,

plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup

manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati,

gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Kantong plastik juga penyebab banjir, karena

menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang

terparah merusak turbin waduk.

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas

rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel

minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi.

Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan

gas rumah kaca.

Berbagai negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan

kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang

penggunaan kantong plastik. Sejumlah negara mulai mengurangi penggunaan kantong

plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis,

Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye “Bring Your Own Bag” , digelar oleh The

National Environment Agency (NEA). Dan pemerintahan China juga telah mengeluarkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) mengatasi kantong plastik.

Page 48: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

97

4.2 Implikasi Solusi

PT Mike Meilindo Tanaga berencana untuk meningkatkan nilai jual produk limbah

daur ulang karena adanya penurunan margin laba. Maka dari itu, dilakukan analisis

kelayakan ekspansi investasi mesin yang mencakup aspek-aspek sebagai berikut:

1. Aspek Pasar

Pasar industri plastik palletizing PT Mike Meilindo Tanaga dari sisi produsen

termasuk pasar persaingan sempurna dimana setiap perusahaan memiliki

konsumen masing-masing. Persaingan yang hanya ketat dialami pada saat

pembelian bahan baku yaitu melalui persaingan harga yang membentuk

harga dan kualitas limbah yang dipasarkan. Sedangkan, dari sisi konsumen

bisnis plastik palletizing merupakan pasar industri karena hasil produksi yang

digunakan kembali oleh perusahaan lain untuk diproses lebih lanjut. Melihat

kondisi pasar ini, dapat disimpulkan agar rencana bisnis segera

dilaksanakan.

2. Aspek Pemasaran

Biji plastik atau yang disebut pallet ABS akan dipasarkan di pasar domestik.

Hal ini didukung dengan adanya perkembangan dan kebutuhan industri

dalam negeri seperti industri mainan anak-anak, kendaraan bermotor,

komponen elektronik dan alat-alat rumah tangga yang membutuhkan bahan

baku tersebut. Target pasar industri ini adalah perusahaan serupa dan

perusahaan lain yang menggunakan bahan baku plastik dalam produksinya.

Untuk pemasaran produk ini akan dijalankan strategi marketing mix 4P dan

Direct Marketing.

Page 49: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

98

3. Aspek Teknik dan Teknologi

Usaha produksi biji plastik berjenis ABS ini direncanakan akan dibangun di

pabrik PT Mike Meilindo Tanaga yang berlokasi di Jatimulia RT 2/7 No. 18,

Tangerang 15211. Teknologi yang dipergunakan adalah Continue process

karena dilakukan pemrosesan lebih lanjut dari crushing plastik ABS menjadi

biji plastik menggunakan Recycle/Palletizing Machine Plasma dengan

kapasitas maksimal ±40 ton per hari.

4. Aspek Manajemen

Manajemen dipisahkan dengan manajemen bisnis utama untuk mencegah

ketimpangan proses manajemen itu sendiri. Adanya penambahan tenaga

kerja untuk menjalankan proses manajemen unit bisnis baru.

5. Aspek Sumber Daya Manusia

Perencanaan jumlah tenaga kerja adalah 4 orang, biaya gaji, dan kualifikasi

tenaga kerja juga direncanakan sesuai yang diharapkan agar kegiatan

operasional unit bisnis baru dapat berjalan maksimal dengan biaya

minimum. Mengingat tidak dibutuhkannya kualifikasi khusus untuk menjadi

tenaga kerja langsung dari rencana bisnis ini, maka PT Mike Meilindo Tanaga

dapat menseleksi calon tenaga kerja sesuai harapan karena tingkat

pengangguran yang cukup tinggi.

6. Aspek Keuangan

Analisis penilaian investasi mesin recycle limbah plastik yaitu:

Page 50: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

99

Tabel 4.35 Tabel Hasil Analisis Aspek Keuangan Kelayakan Investasi

Metode Kriteria Hasil

Pesimis Moderat Optimis

Payback period 5 tahun 2 Tahun 4.3

Bulan 3 Tahun 4 Bulan 1 Tahun 2.6 Bulan

Net Present Value Positif 221,212,148.61 754,496,970.40 3,163,685,888.95

Internal Rate of

Return

P:18.50%;

M:18.05%;

O:17.60%

33.49% 43.94% 106.95%

Profitability Index 1 1.40 2.19 5.10

Sumber: Data Diolah (2009)

Berdasarkan hasil analisis tersebut, investasi mesin layak dijalankan walaupun hanya

pada skenario pesimis. Pada skenario pesimis ini produksi diproyeksikan akan dihentikan

pada tahun ke-5 karena kemungkinan kerugian, PT Mike Meilindo Tanaga sudah mencapai

titik impas. Selain itu, PT Mike Meilindo Tanaga masih dapat menjalankan strategi forward

integration pada bisnisnya dengan mengolah bahan baku biji plastik menjadi end-product.

7. Aspek Politik, Ekonomi, dan Sosial

Keadaan perekonomian dan politik yang cenderung stabil memungkinkan

dan mendukung berjalannya bisnis ini. Selain itu, bisnis palletizing

perusahaan mendukung lingkungan sosial karena menyerap tenaga kerja

walupun tidak dalam jumlah besar pada awal bisnisnya. Maka dari itu

rencana bisnis dapat segera dilaksanakan.

8. Aspek Lingkungan Industri

Kesimpulan analisis Porter berdasarkan hasil penelitian yaitu:

Page 51: BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel …thesis.binus.ac.id/Doc/Bab5/2010-1-00388-MN-Bab 4.pdf4.1 Aspek-Aspek Penilaian Usaha Tabel 4.1 Tabel Aspek-Aspek Penilaian

100

a. Tingkat persaingan dan pendatang baru yang moderat. Hal ini dapat

mempengaruhi produktivitas perusahaan karena jumlah bahan baku

yang terbatas.

b. Belum terdapat produk substitusi untuk biji plastik jenis ABS

c. Kekuatan tawar-menawar pemasok cukup kuat

d. Kekuatan pembeli kuat

Berdasarkan analisis persaingan Porter diatas, bisnis masih

memungkinkan untuk dijalankan walaupun persaingan bisnis ketat.

9. Aspek Yuridis (Legal)

Tidak ada hambatan dari segi peraturan dalam hal pendirian perusahaan.

Bisnis palletizing ABS merupakan unit bisnis baru dari bisnis sebelumnya.

10. Aspek Lingkungan Hidup

Bisnis ini akan mendukung lingkungan hidup dimana perusahaan melakukan

daur ulang limbah bahan plastik. Limbah bahan plastik ini merupakan bahan

yang sulit hancur dan akan mencemari lingkungan.