aplikasi konsep hunian islami pada pola ruang rumah ...eng.unhas.ac.id/arsitektur/files/  · itu...

Download APLIKASI KONSEP HUNIAN ISLAMI PADA POLA RUANG RUMAH ...eng.unhas.ac.id/arsitektur/files/  · itu dapat…

Post on 03-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

APLIKASI KONSEP HUNIAN ISLAMI PADA POLA RUANG RUMAH TRADISIONAL MAKASSAR

Imriyanti

Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Hasanuddin Makassar E-mail : imrianti@gmail.com

ABSTRACT

Architecture traditional can evidence of in occupied, up to that occupied can give characteristic about a territory and occupied the character architecture traditional reflect also arrangement value and tradition the culture of occupant or society. The occupied concept Islami is meant norm Islami in form pattern reflect physic home, form house in study Islami. Occupied Islami is a place there side Allah SWT and can as mean well like the place be in will. The problem is express how form concept application Islami at occupied house traditional Makassar. This express thing for know reflected together about Islami in traditional Makassar. This research character is qualitative descriptive is for effort produce date at the sistimatic picture and from accurate objek study, qualitative research is that natural, human be as equipment, qualitative method, analysis date in a manner inductive, grounded theory. The location in election at concept Islami and architecture traditional Makassar, the level apply, near by well clean water, calm and comfortable. Ground plan and precentation build at simple form, is quadrangle. For room pattern concept Islami some apply the unsure can also to house traditional Makassar, between occupied clean while, at can room the function for Shalat, place open the function a one provid instrument and a one for sirculation instrument air in house, iron bed of Kiblat direction and look out toilet to Kiblat. This arrangement can also in pattern room a traditional Makassar.

Key Word : architecture traditional, concept Islami, qualitative, location, room pattern.

ABSTRAK

Arsitektur tradisional dapat dibuktikan dalam bentuk hunian, sehingga hunian itu dapat memberikan ciri terhadap suatu daerah dan hunian yang berkarakter arsitektur tradisional juga mencerminkan tata nilai dan budaya yang ditradisikan oleh masyarakatnya atau penghuninya. Konsep hunian Islami yang dimaksud adalah kaidah Islami dalam bentuk pola tata ruang fisik rumah tinggal, terbentuknya perumahan dalam ajaran Islam. Hunian Islami adalah sebuah tempat yang ada disisi Allah SWT dan dapat pula di artikan sebagai tempat yang berada dalam keridhannya. Permasalahan yang diungkapkan adalah bagaimanakah bentuk aplikasi konsep hunian Islami pada rumah tradisional Makassar. Hal ini diungkapkan untuk mengetahui kesamaan tatanan antara ajaran Islami dalam tradisional Makassar. Penelitian

mailto:imrianti@gmail.com

2

ini bersifat deskrptif yang bersifat kualitatif yaitu, berusaha untuk menghasilkan data yang berupa gambaran yang sistematis dan akurat dari objek kajian, penelitian kualitatif yaitu latar alamiah, manusia sebagai alat, metode kualitatif, analisis data secara induktif, teori dari dasar (grounded theory). Dalam pemilihan lokasi dalam konsep Islami dan arsitektur tradisional Makassar, menerapkan lahan yang datar, dekat dengan sumber air bersih, aman dan nyaman. Denah dan penampilan bangunan berbentuk sederhana yakni persegi empat. Untuk pola ruang konsep Islami menerapkan beberapa unsur yang juga terdapat pada rumah tradisional Makassar diantaranya hunian selalu bersih, terdapatnya ruang/bilik yang difungsikan untuk shalat, penempatan bukaan yang difungsikan sebagai salah satu alat penerangan dan sebagai alat sirkulasi udara dalam rumah, penempatan tempat tidur sebaiknya arah kekiblat dan penempatan wc tidak boleh menghadap ke kiblat. Aturan ini juga terdapat dalam pola ruang rumah tradisional Makassar.

Kata Kunci : Arsitektur tradisional, konsep Islami, kualitatif, lokasi, pola ruang.

Pendahuluan Arsitektur adalah merupakan pernyataan ruang dan waktu dari segenap kehidupan

masyarakat yang berbudaya, yang memberikan wadah bagi segenap aktifitas kehidupannya. Dengan sendirinya untuk melakukan aktifitas, maka manusia membutuhkan wadah berupa ruang. Aktifitas manusia beraneka ragam antara lain menerima tamu/kerabat, tidur, makan dan yang lainnya masing-masing membutuhkan ruang yang berbeda. Arsitektur tradisional sebagai hasil perwujudan budaya dan pola pikir pembuatnya merupakan hasil renungan dalam hubungan antara alam semsta dengan sang pencipta. Arsitektur tradisional tradisional bersifat spiritual dan sekaligus keduniaan yang dibuat oleh manusia, baik sebagai suatu kelompok di dalam masyarakat maupun sebagai individu di dalam masyarakat, yang menurunkan ciri khas yang dihasilkan oleh suatu pedoman yang ketat dan ditaati oleh kelompok etnis tersebut.[1]

Arsitektur tradisional dapat dibuktikan dalam bentuk hunian, sehingga hunian itu dapat memberikan ciri terhadap suatu daerah dan hunian yang berkarakter arsitektur tradisional juga mencerminkan tata nilai dan budaya yang ditradisikan oleh masyarakatnya atau penghuninya [2]. Hunian atau rumah tinggal merupakan kebutuhan manusia serta ekspresi dan perwujudan dari makna fungsi, prilaku dan struktur ide dari penghuninya [3]. Rumah yang menampung segala aktifitas penghuni akan dirasakan melalui proses penyesuaian yang didasari kebutuhan penghuni dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menampung aktifitas penghuni rumah maka pola tata ruang rumah dalam arsitektur tradisional Makassar memiliki ikatan dengan kaidah Islami.

Konsep hunian Islami yang dimaksud adalah kaidah Islami dalam bentuk pola tata ruang fisikrumah tinggal, terbentuknya perumahan dalam ajaran Islam. Hunian Islami adalah sebuah tempat yang ada disisi Allah SWT dan dapat pula di artikan sebagai tempat yang berada dalam keridhannya. Hal ini terdapat dalam ayat-ayat Al-Quran, yakni :

Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus, sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. Bagi mereka adalah Darussalam disisi Tuhan mereka, dan Dialah pelindung mereka, disebabkan amal-amal mereka. (QS. 6 : 126-127)

3

Allah-lah yang menyeru ke Darussalam, dan menunjuki orang-orang yang dikehendaki ke jalan lurus. (QS 10:25) Hunian Islami/Darussalam adalah sebuah tempat menetap atau tempat tinggal,

penduduknya senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat atau beramal saleh [4]. Dari hal tersebut diatas maka permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk aplikasi konsep hunian Islami pada rumah tradisional Makassar.

Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskrptif yang bersifat kualitatif yaitu, berusaha untuk

menghasilkan data yang berupa gambaran yang sistematis dan akurat dari objek kajian. Moleong, mengemukakan bahwa penelitian kualitatif yaitu latar alamiah, manusia sebagai alat, metode kualitatif, analisis data secara induktif, teori dari dasar (grounded theory), deskriptif, lebih mementingkan proses dari pada hasil, adanya batas yang ditentukan oleh fokus, adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, desain yang bersifat sementara, hasil penelitian yang dirundingkan dan disepakati bersama. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yaitu, pengujian terhadap suatu konteks subjek tertentu, kumpulan dokumen dan suatu kajian khusus [5].

Pembahasan A. Konsep Rumah Islami

Rumah adalah bangunan fisik yang didiami sebagai basis untuk melakukan berbagai aktifitas. Rumah termasuk salah satu wahana guna membentuk masyarakat dan peradaban Islam [6]. Konsep rumah Islami adalah rumah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quranul Karim dan hadits Nabi Muhammad SAW. Nilai konsep rumah Islami yang ditinjau adalah [6] : 1. Sesuai dengan tauhid dan risalah yakni rumah yang didirikan tidak mengandung unsure

syirik dlam hal pembuatan, desain dan ornamen yang ada didalamnya, termasuk pemajangan patung akan tetapi unsure tumbuhan dan kaligrafi yang sebaiknya ada dalam rumah.

2. Sesuai dengan al-Quranul Karim, menegaskan tentang kesadaran terhadap lingkungan dan realitas lingkungan. Hal ini terdapat dalam firman Allah SWT. ;

Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran [3]:191).

3. Konsep desain rumah berbasis geometri murni, dimana bangunan itu memiliki badan yang didesain dengan konsep geometri. Sedangkan jiwanya dapat didesain dengan memodifikasi pencahayaan, ventilasi, efek suara, lanskap, warna, tekstur, interior dan eksterior.

4. Rumah dapat dijadikan sebagai konsep surga di bumi. Arsitektur Islam sangat dipengaruhi oleh konsep taman dan courtyard, sehingga lanskap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangunan.

5. Rumah memiliki cahaya. Arsitektur Islam mendesain pencahayaan, bayang-bayang, panas dan dingin dari angin, air, sekaligus efek pendinginannya, serta tanah. Tujuannya adalah agar komponen insulating ini harmonis dengan alam.

4

Pada hakekatnya arsitektur rumah muslim sama dengan arsitektur lainnya, dimana

memiliki aspek-aspek makro (lokasi, tapak, ruang luar, bangunan, system struktur dan system utilitas) dan aspek-aspek makro (ruang dalam, perabot dan ragam hias. Dan menurut vetrunius, arsitektur terdiri dari factor-faktor utilitas (kegunaan), firmits (kekuatan) dan venusitas (kendahan) [7].

B. Arsitektur Tradisional

Kata tradisi mengandung arti suati kebiasaan yang dilakukan dengan cara yang sama oleh beberapa generasi tanpa atau sedikit sekali mengalami perubahan. Dengan kata lain kebiasaan yang telah menjadi adat dan membudaya. Tradisi dalam arsitektur juga memiliki kekuatan hukum yang dihormati oleh setiap orang dengan persetujuan bersama .Demikian juga halnya dengan rumah tradisional dapat d