analisis pengaruh kepemimpinan, budaya kerja, dan sarana prasarana terhadap prestasi siswa sma di...

14
ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA KERJA, DAN SARANA PRASARANA TERHADAP PRESTASI SISWA SMA DI KOTA SURAKARTA Heriyanto M. Wahyuddin Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 67102 ABSTRACT Target of research is to know leadership factor influence, cultural of activity, and supply to SMA student achievement in Surakarta, and to know most dominant factor in influencing SMA student achievement in Surakarta. This research takes location at senior high school country and private sector in Town Surakarta. This Research is conducted in March - June 2006, with amount of population counted 1.998 people. Amount of taken sample in this research is 100 responders. Method at this research is regression logistic binary, test accuracy model regression used to assess accuracy regression model in this research is measured with chi-square value with test Hosmer and Lemeshow. Pursuant to result of logistic binary regression analysis obtained that independent variable consisting of leadership, cultural of activity, and supply have positive association to and significance to proved student achievement with sig value at third variable altogether < 0,05. From three the free variable in the reality cultural variable of activity represent most dominant factor, this matter is proved from result of B expertise test or Exp (B) equal to 2,683, and coefficient beta value equal to 0,987 which actually is bigger than other variable Keyword: leadership, cultural of activity, achievement. A. PENDAHULUAN Dalam rangka membantu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterbelakangan yang mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pendidikan, manusia akan menjadi berkualitas dan pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kemajuan bangsanya. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal,

Upload: guruhmp

Post on 01-Jan-2016

47 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

MSDM

TRANSCRIPT

Page 1: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA KERJA, DAN

SARANA PRASARANA TERHADAP PRESTASI SISWA SMA DI KOTA

SURAKARTA

Heriyanto

M. Wahyuddin

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 67102

ABSTRACT

Target of research is to know leadership factor influence, cultural of activity, and supply to SMA student achievement in Surakarta, and to know most dominant factor in influencing SMA student achievement in Surakarta. This research takes location at senior high school country and private sector in Town Surakarta. This Research is conducted in March - June 2006, with amount of population counted 1.998 people. Amount of taken sample in this research is 100 responders. Method at this research is regression logistic binary, test accuracy model regression used to assess accuracy regression model in this research is measured with chi-square value with test Hosmer and Lemeshow. Pursuant to result of logistic binary regression analysis obtained that independent variable consisting of leadership, cultural of activity, and supply have positive association to and significance to proved student achievement with sig value at third variable altogether < 0,05. From three the free variable in the reality cultural variable of activity represent most dominant factor, this matter is proved from result of B expertise test or Exp (B) equal to 2,683, and coefficient beta value equal to 0,987 which actually is bigger than other variable Keyword: leadership, cultural of activity, achievement.

A. PENDAHULUAN

Dalam rangka membantu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan

keterbelakangan yang mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya

manusia, pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Pendidikan

merupakan kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber

daya manusia. Dengan pendidikan, manusia akan menjadi berkualitas dan

pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kemajuan bangsanya.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal,

Page 2: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Pendidikan nonformal atau yang biasa disebut dengan jalur pendidikan luar

sekolah memiliki peranan memberikan pelayanan pendidikan kepada warga

masyarakat karena faktor usia, waktu (kesempatan) dan sosial ekonomi yang

tidak memungkinkan mereka untuk mengikuti pendidikan melalui jalur

pendidikan sekolah. Salah satu pendidikan formal adalah Sekolah Menengah

Atas (SMA).

Tujuan penyelenggaraan pendidikan tingkat SMA berdasarkan

Keputusan Mendiknas Nomor 053/V/2001, tanggal 9 April 2001, tentang

Pedoman Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan Bidang

Pendidikan Dasar dan Menengah adalah: (a) meningkatkan pengetahuan

siswa untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan tinggi dan mampu

mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,

tehnologi, dan kesenian; dan (b) meningkatkan kemampuan siswa sebagai

anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan

lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar.

Bertolak dari tujuan penyelenggaraan tersebut, kurikulum yang dipakai

memiliki tujuan untuk mencapai standar kompetensi siswa dengan tamatan

yang diharapkan sebagai berikut: (a) memiliki akhlak dan budi pekerti yang

luhur; (b) menguasai materi pelajaran sebagaimana yang tercamtum dalam

susunan program pengajaran SMA; (c) memiliki pengetahuan dan

ketrampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat; dan (d) memiliki

kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Perubahan yang signifikan di bidang pendidikan setelah terbitnya

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 114/U/2001, Tanggal 11 Juli

2001, Tentang Penilaian Hasil Belajar Secara Nasional, membawa dampak

yang besar, terutama pada diri siswa yang dituntut belajar sesuai harapan yang

mengacu pada peningkatan mutu pendidikan secara nasional. Di dalam pasal

2, ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar secara nasional bertujuan

untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dan untuk mengetahui

mutu pendidikan pada satuan, jenis atau jenjang/tingkat pendidikan tertentu.

Page 3: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

Dampak tersebut sangat dirasakan terutama pada diri siswa dan sekolah-

sekolah yang kualitas belajar mengajarnya rendah sehingga capaian

kelulusannya secara umum juga rendah.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, perlu dilakukan penjaminan

mutu sesuai dengan standar, norma, kriteria, dan pedoman penyelenggaraan

pendidikan nasional. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) adalah

sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh Mendiknas melalui Keputusan

Nomor: 087/0/2003, tanggal 4 juli 2003, tentang organisasi dan tata kerja

LPMP. Salah satu fungsi dari LPMP adalah merancang model-model

pembelajaran di sekolah sesuai dengan kebutuhan daerah dan standar mutu

nasional.

Di dalam penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas (SMA), tingkat

keberhasilannya ditentukan oleh standar pelayanan minimal (SPM). Untuk

mengetahui apakah SPM ini telah diterapkan dengan baik dan benar,

diperlukan suatu indikator keberhasilan. Dalam indikator keberhasilan

tertuang berbagai indikator dan ukuran ketercapaian minimal sesuai dengan

komponen yang ada di dalam SPM. Komponen SPM terdiri dari: kurikulum,

peserta didik, ketenagaan, sarana prasarana, organisasi, pembiayaan,

manajemen sekolah, dan peran serta masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini

adalah untuk menganalisis pengaruh faktor kepemimpinan, budaya kerja, dan

sarana prasarana terhadap prestasi siswa SMA di Surakarta dan untuk

mengetahui faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi prestasi siswa

SMA di Surakarta.

C. METODE PENELITIAN

1. Kerangka Dasar Pemikiran

Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor di

antaranya adalah kepemimpinan kepala sekolah, budaya kerja, dan sarana

prasarana belajar sekolah yang dimiliki. Dengan kepemimpinan kepala

sekolah yang baik, budaya kerja segenap karyawan dan guru yang

Page 4: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

mendukung proses belajar mengajar siswa, serta ditunjang oleh sarana dan

prasarana yang memadai, prestasi belajar siswa akan lebih baik. Berikut

diagram kerangka dasar pemikiran penelitian ini.

Gambar 1

Kerangka Dasar Pemikiran

2. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan penelitian ini diperoleh dari data primer yang

dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada guru dan karyawan SMA

negri dan swasta di kota Surakarta yang dijadikan sampel. Adapun data-data

tersebut adalah:

a. Tanggapan responden tentang kepemimpinan kepala sekolah;

b. Tanggapan responden tentang budaya kerja di lingkungan SMA;

c. Tanggapan responden tentang sarana dan prasarana;

d. Tanggapan responden tentang prestasi siswa.

3. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai/karyawan SMA di

Surakarta yang berjumlah 1.998 orang terbagi dalam 39 SMA. Adapun

teknik sampling yang digunakan adalah random sampling yaitu

pengambilan sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan

strata yang ada dalam populasi itu. Mengingat besarnya jumlah populasi

dan wilayah penelitian, maka dalam penelitian ini ditetapkan besarnya

sampel sebesar 100 orang.

Kepemimpinan

Budaya Kerja

Sarana

Prasarana

Prestasi

Be-lajar Siswa

Page 5: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

4. Analisis Data

a. Model Analisis Regresi Logistik

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi siswa

digunakan alat analisis dengan menggunakan model regresi logistik.

Model logistik dirancang untuk melakukan prediksi keanggotaan grup.

Regresi logistik digunakan bila variabel-variabel prediktor (predictors)

merupakan campuran antara variabel diskrit dan kontinyu dan distribusi

data yang digunakan tidak normal (Wahyuddin, 2004:34).

Kelebihan metode regresi logistik adalah lebih fleksibel dibanding

teknik lain yaitu:

1) Regresi logistik tidak memiliki asumsi normalitas atas variabel

bebas yang digunakan dalam model. Artinya, variabel penjelas tidak

harus memiliki distribusi normal, linier, memiliki varian yang sama

dalam setiap grup.

2) Variabel-variabel prediktor dalam regresi logistik, bisa merupakan

campuran dari variabel kontinyu, diskrit, dan dikotomis.

3) Regresi logistik sangat bermanfaat digunakan apabila distribusi

respon atas variabel hasil diharapkan nonlinier dengan satu atau lebih

variabel prediktor.

Persamaan umum analisis regresi logistik dinyatakan sebagai berikut.

Ŷ i = u

u

e

e

+1

Di mana probabilitas yang diestimasi dengan kasus sebanyak

i=1,……,n dan µ adalah the usual linier regression equation, di mana

µ = A + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + ……..+ bkXk

dengan konstanta A, koefisien regresi bi, dan variabel-varibel prediktor

X j dengan jumlah k prediktor (j= k,......,5,4,3,2,1 ).

Pada penelitian ini, analisis untuk membedakan antara siswa

yang berprestasi dan tidak berprestasi digunakan model logistik binary

Page 6: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

dan multinomial, dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut

ini:

D estasiPr = β 0+ β 1X 1+ β 2 X 2 + β 3X 3+ V

Di mana D prstasi adalah dummy prestasi (di mana nilai 1 adalah

berprestasi dan nilai 0 adalah tidak berprestasi), sedangkan X 1 , X2, X3,

masing-masing adalah kepemimpinan, budaya kerja, dan sarana

prasarana.

b. Uji Ketepatan Model

Uji ketepatan model regresi digunakan untuk menilai ketepataan

model regresi dalam penelitian ini diukur dengan nilai chi square dengan

uji Hosmer dan Lemeshow. Pengujian ini akan melihat nilai goodness of fit

test yang diukur dengan nilai chi square pada tingkat signifikansi 5%.

Keputusan penerimaan hipotesis didasarkan pada kriteria sebagai

berikut.

H0 = model yang dihipotesiskan fit dengan data.

HA = model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data.

Untuk menguji hipotesis digunakan model Hosmer and

Lemeshow’s goodness of fit test. Jika nilai Hosmer and Lemeshow’s

goodness of fit test statistik sama dengan atau kurang dari 0,05, maka

hipotesis nol ditolak yang berari ada perbedaan signifikan antara model

dengan nilai observasinya, yang goodness fit model tidak baik, karena

model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistik

Hosmer and Lemeshow’s goodness of fit lebih besar dari 0,05, maka

hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu

memprediksikan nilai obsevasinya atau dapat dikatakan model dapat

ditemui karena cocok dengan observasinya (Ghozali, 2001:218).

Page 7: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

c. Variabel Hasil (Outcome)

Berdasarkan pertimbangan studi empiris sebelumnya, untuk

menentukan sejauh mana prestasi siswa terkonsentrasi pada siswa yang

berprestasi dan siswa yang tidak berprestasi, maka studi ini menggunakan

variabel hasil penilaian prestasi siswa (Y ik ). Variabel ini diperoleh

berdasarkan jawaban angket.

C. ANALISIS DATA

1. Model Regresi Binary Logistic

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model

regresi binary logistic yaitu model lain dari analisis regresi untuk

menjelaskan pola hubungan antara variabel independen dan dependen.

Variabel independen penelitian ini adalah variabel kepemimpinan, budaya

kerja, dan sarana prasarana, sedangkan variabel dependen dalam penelitian

ini menggunakan variabel prestasi siswa dengan skala biner (bernilai 0

dan 1). Prestasi siswa dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan

ukuran prestasi/tidak prestasi, sehingga dalam penelitian ini menggunakan

model regresi binari.

Model regresi binary logistic dilakukan dengan menggunakan

persamaan berikut ini.

Dpres = β0 + β1Kep + β2Bud + β3Pras + e

Di mana:

Dpres = prestasi siswa

Kep = kepemimpinan

Bud = budaya kerja

Pras = sarana prasarana

e = error

Setelah dilakukan estimasi dan berbagai uji dengan komputer

hasilnya dapat disajikan sebagai berikut.

Page 8: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

Tabel 1

Uji Koefisien Regresi Binary Logistik

Variabel B Wald P

konstanta -84,443 17,012 0,000

Kepemimpinan (kep) 0,632 4,886 0,027

Budaya kerja (BUD) 0,987 7,163 0,007

Sarana prasarana (PRAS) 0,580 6,695 0,010

Sumber: Hasilolah data tahun 2006

Hasil pengujian model regresi binary logistic dengan variabel

dependen prestasi atas prestasi siswa (Y) diperoleh persamaan sebagai

berikut.

DPRES= -84,443 + 0,632KEP + 0,987BUD + 0,580PRAS + e

(4,886) (7,163) (6,695)

Persamaan di atas dapat ditafsirkan bahwa ketiga variabel tersebut

mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan.

2. Uji Ketepatan Model Regresi

Untuk menilai ketepatan model regresi binary logistic dalam

penelitian ini diukur dengan nilai chi square dengan uji Hosmer dan

Lemeshow. Uji ketepatan model regresi binary logistic dengan uji Hosmer

and Lemeshow diperoleh nilai chi square = 12,318 dengan level keyakinan

sebesar 0,138. Angka tersebut lebih besar dari 0,05 atau 5 persen maka Ho

diterima. Hal ini berarti model regresi binary logistic dengan variabel

dependen prestasi siswa adalah sesuai dengan data sehingga layak dipakai

untuk analisis selanjutnya.

3. Uji Koefisien Regresi

Uji koefisien regresi dalam penelitian ini untuk mengetahui

signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap

variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai

Page 9: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

signifikansi Wald yang dilaporkan pada print out SPSS. Berdasarkan hasil

analisis dapat diuraikan sebagai berikut hasil pengujian masing-masing

variabel.

Uji signifikansi pengaruh variabel kepemimpinan, budaya kerja, dan

sarana prasarana terhadap prestasi siswa. Dari hasil analisis regresi binary

logistic diketahui bahwa semua variabel independen berpengaruh

signifikan terhadap variabel prestasi siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai

signifikansi Wald < 0,10 atau 10 persen.

4. Uji Ekspektasi B

Setelah dilakukan pengujian model regresi binari terungkap bahwa

prediktor yang tepat digunakan sebagai variabel untuk memprediksi

prestasi siswa adalah variabel yang telah memberikan hasil yang signifikan

yaitu variabel kepemimpinan, budaya kerja, dan sarana prasarana. Nilai

Exp (B) yang dilaporkan pada output SPSS dapat digunakan sebagai

petunjuk untuk mengetahui besarnya kontribusi yang diberikan masing-

masing variabel terhadap prestasi siswa. Berdasarkan hasil pengujian

model regresi binary logistic diperoleh hasil uji ekspektasi B atau nilai

Exp (B) dari variabel yang signifikan seperti nampak pada tabel 2 di

bawah ini.

Tabel 2

Uji Ekspektasi B

Variabel Independen Nilai Exp

(B)

Kepemimpinan (kep) 1,881

Budaya kerja (bud) 2,683

Sarana prasarana (pras) 1,786

Sumber: diolah dari sumber primer.

Keterangan:

** = Signifikan pada α = 0,05

Melihat besarnya nilai ekstektasi B atau nilai Exp (B) di atas,

menunjukkan bahwa variabel budaya kerja mempunyai pengaruh yang

Page 10: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

lebih besar nilai Exp (B) = 2,683 terhadap prestasi siswa dibandingkan

variabel kepemimpinan dan sarana prasarana. Hal ini menunjukkan bahwa

variabel budaya kerja memberikan kontribusi yang paling besar

dibandingkan variabel lain.

D. PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis regresi binary logistic diperoleh bahwa

variabel independen yang terdiri dari kepemimpinan, budaya kerja, dan sarana

prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa. Hasil uji

koefisien regresi diperoleh bahwa semua variabel independen yang terdiri dari

kepemimpinan, budaya kerja, dan sarana prasarana berpengaruh signifikan

terhadap prestasi siswa. Dari hasil uji ekspektasi B atau Exp (B) diketahui

bahwa kontribusi yang diberikan variabel budaya kerja terhadap prestasi

siswa adalah yang paling besar dibandingkan variabel kepemimpinan dan

sarana prasarana. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya nilai Exp (B) = 2,683

yang paling besar dari nilai Exp (B) variabel yang lain.

Mengingat budaya kerja memberikan kontribusi yang cukup besar

terhadap prestasi siswa pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota

Surakarta, disarankan agar di dalam meningkatkan prestasi siswa dipandang

perlu untuk meningkatkan disiplin melaksanakan jam belajar-mengajar,

melaksanakan kewajiban sesuai jadwal, kehadiran tepat waktu, memberikan

penghargaan bagi guru dan karyawan yang berprestasi, serta memberikan

sangsi bagi yang melanggar peraturan.

Kepemimpinan juga memberikan konstribusi yang cukup signifikan

terhadap prestasi siswa. Oleh sebab itu, perlunya seorang kepala sekolah

selalu mempertimbangkan pendapat dari bawahan, mampu menjalin

kerjasama dengan institusi lain, menciptakan situasi yang kondusif, bersikap

jujur dan terbuka, dan mempunyai kemampuan manajerial yang baik.

Sarana dan prasarana merupakan suatu kebutuhan yang harus tersedia

bagi setiap sekolah karena mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

Sarana prasarana yang dibutuhkan sekolah meliputi: ruang kelas yang cukup

Page 11: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

sesuai jumlah murid, fasilitas ruang untuk kepala sekolah, guru, tata usaha,

ruang tamu, kamar mandi/WC, aula, tempat ibadah, tersedianya peralatan

kesenian (band, gamelan), peralatan untuk olah raga, ruang perpustakaan,

ruang laboratorium untuk IPA maupun IPS, peralatan penunjang kegiatan

misalnya LCD, OHP, komputer, televisi, dan AC.

Page 12: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 1990. Evaluasi Instruksional, Prinsip Tehnik Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bandung: Rineka Cipta.

As’ad, Moh. 1996. Teori Ilmu Sumber Daya Manusia, Psikologi Industri (Edisi Keempat). Yogjakarta: Liberty.

Badawi, Ahmad.1995. Kelompok Belajar sebagai Teknik Penyuluhan dan Metode Pengajaran. Yogyakarta: FIB Universitas Gajah Mada.

Depdiknas. 2003. Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Dirten Pendasmen.

Depdiknas. 2003. Pola Induk Pengembangan Sistem Penilaian, Kurikulum berbasis kompetensi Sekolah Menengah Atas (SMA). Jakarta.

Ghofur, Abdul. 2004. Himpunan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Hadisusanto, Dirto. 1998. Capita Selekta Pendidikan dan Masalah-Masalah Pokoknya. Yogyakarta IKIP Yogjakarta.

Kartono, Kartini. 1985. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Rajawali.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor: 15/KEP/M.PAN/

04/2002, tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara, Jakarta.

Luciana, S. Ashid. 2005. ”Pengaruh Upah, Motivasi, dan budaya Kerja terhadap

Prestasi Kerja Pegawai di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Surakarta”

(Tesis). Surakarta: Program Pascasarjana UMS.

Mulyasa, Enco. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Nawawi, Handari. 1985. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogjakarta: UGM.

Negoro, Adi. 1954. Ensiklopedia Umum dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Bulan Bintang.

Page 13: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

Osborn, D. Peter. P. 2000. Memangkas Birokrasi (Edisi Revisi). Jakarta: LPPM.

Prasetyastuti, Etty. 2003. ”Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan, Promosi

jabatan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan

Propinsi Jawa Tengah” (Tesis). Surakarta: Program Pascasarjana UMS.

Purwadarminto. 1979. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Samani, Muchlas. 1999. Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Santoso, Singgih. 2001. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik (Edisi Pertama).

Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Setiaji, Bambang. 2004. Panduan Riset dengan Pendekatan Kuantitatif. Surakarta: Pascasarjana UMS.

Siagian, Sondang. P. 1995. Teori Motivasi dan Aplikasinya (Cetakan Kedua). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Singgih, D. Gunarso. 1980. Psikologi untuk Membimbing. Jakarta: Gunung Mulia.

Sofo, F. 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Esdisi I). Surabaya: Airlangga.

Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Tirtonegoro, Sutratinah. 1989. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Jakarta: Gramedia.

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: BP Panca Usaha.

Wahjosumidjo. 1994. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Wahyuddin, M. 2004. Industri dan Orientasi Ekspor: Dinamika dan Analisis Spasial. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

West, M.A. 2000. Mengembangkan Kreativitas dalam Organisasi (Edisi 1). Yogjakarta: Kanisius.

Widijastoeti, Erna. 2005. “Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Kerja

Pegawai Kantor Kecamatan Kartasura” (Tesis). Surakarta: Program

Pascasarjana.

Page 14: Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Sarana Prasarana Terhadap Prestasi Siswa Sma di Kota Surakarta

Winkel, W.S. 1978. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah Menengah. Jakarta: Gramedia.