teori sistemik dalam menangangi konflik keluargalk3foundation.org/images/materi/pleno4.pdf•teori...

Post on 01-Apr-2019

249 Views

Category:

Documents

0 Downloads

Preview:

Click to see full reader

TRANSCRIPT

TEORI SISTEMIK DALAM MENANGANI KONFLIK

KELUARGA

Aileen P. Mamahit, Ph. D.KKKI Ke-13

Solo, Indonesia

SISTEM KELUARGA

• Satu set yang terdiri dari bagian-bagian atau beberapa subsistem yang saling terkait.

• Setiap bagian berfungsi sebagai satu kesatuan; seluruh sistemmendukung setiap bagian.

• Berusaha mencapai keseimbangan.

• Menolak perubahan yang tiba-tiba.

• Memiliki gol dan tujuan.

• Harus dianggap /ditangani secara utuh.

TIGA TIPE SISTEM

Tertutup:

Kaku

Melekat

Menekankanloyalitas,

tanggungjawab

Terbuka:

Fleksibel

Demokratis

Menekankanpentingnya

berbagiperasaan

Acak:

Kacau

Individualis

Menghindariinteraksi yang asli

Sedikit atau tidakada peraturan

STRUKTUR KELUARGA

• Organisasi atau struktur yang mengatur interaksi-interaksi di dalam keluarga.

• Teori Struktur Keluarga meliputi beberapa konsep antaralain:• Subsistem-subsistem Keluarga• Batas-batas keluarga

KONSEP: SUBSISTEM

• Komponen struktur keluarga berfungsiuntuk melakukan berbagai tugas yang diperlukan supaya sistem keluarga secarakeseluruhan dapat berfungsi dengan baik.

• diatur oleh batas-batas interpersonal

• ada aturan keanggotaan

• dapat bersifat sementara maupun menetap.

Subsistem Suami-Istri

• Menaungi berbagai subsistem di dalamkeluarga dan mengakui kebutuhan orang-orang dewasa terhadap kasih sayang, keintiman, kerjasama dalam mengambilkeputusan.

• dianggap sebagai penengah antara rumahtangga dan dunia luar.

Subsistem Orangtua

• Memiliki otoritas untuk pengasuhan dankeselamatan anak-anak.

• Memenuhi kebutuhan sosialisasi di dalamkeluarga.

• Jika ada orang lain yang mengasuh anak-anak, pendekatan struktural menekankanpentingnya kerja sama dan kemampuanuntuk menyelesaikan kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan.

Subsistem Orangtua-Anak

• Konteks untuk ikatan kasih, identifikasi gender, dan modeling.

• di mana anak-anak belajaruntuk mengembangkanotonomi dalam relasi dengankekuasaan tidak seimbang.

Subsistem Anak-anak / Bersaudara

• Kelompok sosial yang penting di mana anak-anak belajar untuk bekerjasama, bersaing, menyelesaikan masalah, mengatasi kecemburuan, dandipersiapkan untuk relasi dengan teman-teman sebaya seiring denganperkembangan usia.

Hal penting tentang Subsistem

• Kekuatan dan daya tahan subsistem suami-istri danorangtua adalah kunci stabilitas dan kesehatankeluarga.

• Kelahiran anak-anak akan “memaksa” subsistempasutri berubah menjadi subsistem orangtuadengan tanggungjawab baru.o komplementaritas peran keduanya penting

untuk dipertahankan.

KONSEP: BATAS-BATAS

Ada dua macam batas antar subsistem:

• batas yang kaku

• batas yang kabur.

Batas yang kaku Keluarga Terlepas

• Batas yang sulitditembus dan adanyakesenjangan antarasubsistem-subsistem

• Saling membatasi dantidak ada relasi yang baik dan mendukungbahkan pada saat-saatmereka sangatmembutuhkannya.

• Menciptakan anak yang mandiri tetapi tidak adaketerlibatan, kehangatandan pertukaran kasihsayang.

• Anak-anak merasakesepian, terasingkan, dan tidak ada dukunganpada saat-saat merekamembutuhkannya.

Batas yang kabur Keluarga Terjerat

• Batas-batas sangat tidak jelas dan biasanya mudah ditembusatau diganggu oleh subsistem-subsistem yang lain.

• Orangtua terlalu menyediakan diri dan pengasuhan bersifatprotektif yang kelewat batas, juga melanggar privasi anak.

• Anak-anak bertumbuh terlalu melekat pada orangtua dan tidakmengembangkan pemikiran dan perilaku yang mandiri ataugagal belajar ketrampilan bersosialisasi di luar keluarga.

• Tidak ada hirarki yang jelas antara orangtua dan anak

Pola Transaksi

Terlepas:

Kontrol orangtua kaku

Sendiri-sendiri

Sedikit komunikasi

Lambat berreaksi

Terjerat:

Kontrol orangtua lemah

Privasi kurang

Masalah milik semua

Cepat berreaksi

Pola Transaksi

• Di dalam keluarga yang berfungsi denganbaik, batas yang jelas namun fleksibelmemberikan kepada setiap anggotanyaidentitas “Aku” sebagaimana identitas“Kami” atau “Kita”. oIni berarti, setiap anggota keluarga

mempertahankan individualitasnyatetapi tetap menjadi bagian yang penting dalam keluarganya.

KONSEP: AFILIASI, KUASA, KOALISI

Afiliasi (alignment) adalah bagaimana anggota-anggotakeluarga bersekutu bersama atau menentang satu dengan lain dalam menjalankan fungsi-fungsi keluarga sehari-hari.

Kekuasaan (Power) berhubungan dengan otoritas (siapa yang mengambil keputusan) dan tanggungjawab (siapa yang menjalankan keputusan).

Koalisi (Coalition) adalah usaha setiap anggota keluarga untukbersekutu melawan anggota lainnya.

KONSEP: AFILIASI, KUASA, KOALISI

• Koalisi antara salahsatu orangtua dananak melawanorangtua yang satunya sangatmelumpuhkankeluarga danfungsi-fungsinya.

• Kuasa yang berasal dariafiliasi suami-istri sangatbaik bagi kesehatan psikisanak.

• Pengasuhan anak, khususnya dalamhal disiplin danpemberian bataslebih mudahdilakukan.

KONSEP: AFILIASI, KUASA, KOALISI

• Keluarga yang relatif sehat harus berusahauntuk:Memiliki batas yang jelas namun

fleksibel antar-generasiMempertahankan kuasa eksekutif

subsistem orangtua.Mengembangkan afiliasi antara kedua

orangtua.Mengingat bahwa interferensi orang lain

dari luar sistem akan menganggu sistemitu.

Disfungsi Keluarga

Konflik dan masalah keluarga berasal dari:

• Kesulitan atau kegagalan menyesuaikan dengantahap atau krisis baru dalam perkembangankehidupan.

• Anggota keluarga menjadi terlalu terjerat atauterlepas satu dengan lain.

• Subsistem pasutri gagal berafiliasi.

• Subsistem orangtua gagal mempertahankanperan pemimpin.

• Adanya interferensi dari luar sistem.

KONTEKS

1. Struktur keluarga dan subsistem-subsistemdi Indonesia.

AYAH

P1 P2 P3

IBU

Seharusnyaseperti ini:IDEAL danALKITABIAH

Konflik dan masalah keluarga terjadi karena strukturkeluarga yang tidak seperti yang seharusnya.

ATAU MENJADI SEPERTI INI:

IBU

AYAH P2 P3

P1

IBU

P1 P2 P3

AYAH

BANYAK MENJADI SEPERTI INI

Konflik dan masalah keluarga berasal daristruktur keluarga yang menyimpang

ADA JUGA SEPERTI INI:

Putra 1

AYAH P2 P3

IBUPutra 1

AYAH IBU P2

BAHKAN MENJADI SEPERTI INI:

2. Status ekonomi mempengaruhi keterbukaanorang Indonesia untuk terapi keluarga.

• Keluarga dari kalangan ekonomimenengah lebih terbuka untukdatang ke terapi jika diminta daripada menengah ke atas danmenengah ke bawah.

3. Terapi keluarga dianggap konfrontatif.

• Membicarakan masalah adalahmasalah!

• Bertemu dengan anggota-anggotakeluarga secara terpisah lebihmemungkinkan.

• Pertemuan pribadi dapatmempersiapkan mereka untukpertemuan seluruh keluarga.

4. Keluarga Indonesia memilih mediasi.

• Masalah dan konflik diselesaikanmelalui mediasi dari padakonfrontasi langsung ataukehadiran semua pihak.

• Mediator menjadi pengantar beritaatau pesan.

5. Hamba Tuhan dipilih untuk menyelesaikankonflik.

• Hamba Tuhan dianggap otoritassehingga dapat didekati untukmenyelesaikan masalah-masalahkeluarga.

• Perlu memperlengkapi diri untukmenangani konflik dan masalahkeluarga dengan lebih efektif.

Menangani Konflik danMasalah Keluarga secara

Sistemik/Struktural

Langkah 1 – Joining dan Accommodating

• Konselor berusaha untuk bergabung menjadibagian keluarga dan mengakomodasi gayakeluarga.

• Berafliasi dengan keluarga, konselor dapatmemberikan afirmasi atau pujian pada setiapanggota keluarga.

• Pada dasarnya, langkah pertama ini adalahusaha dari konselor untuk bisa masuk kedalam sistem keluarga.

Langkah 2 – Assessing Family Interaction

• Tujuan utama dalam evaluasi keluarga adalah organisasihirarkis, kemampuan subsistem-subsistem untuk menjalankanfungsinya, kesejajaran dan koalisi yang hadir, kelenturanbatas-batas, fleksibilitas keluarga dalam memenuhikebutuhan-kebutuhan anggotanya.

Konselor melakukan diagram sederhana yaitu peta strukturkeluarga (mirip genogram tetapi lebihsederhana).

Family Mapping

_ _ _ _ _ _ _ Batas yang jelas

. . . . . . . . . . . Batas yang kabur

__________ Batas yang kaku

-------||------- Konflik

Afiliasi

Terlibat berlebihan

} Koalisi

Detouring(Pembengkokan)

Contoh: Family Mapping

Peta di atas adalah contoh yang menunjukan Ayah (F) dan Ibu (M) keduanya mengalami stres dalampekerjaan pulang ke rumah dan saling mengkritikkemudian membengkokan konflik mereka denganmenyerang anak (C) mereka. Peta di bawahmenunjukan suami mengkritik istrinya yang berkoalisi dengan anak mereka melawan Ayah. Perhatikan batas yang kaku antar Ibu dan Anak; koalisi mereka eksklusif melawan Ayah. Minuchinmenyebutnya sebagai pola disfungsi antar-generasi.

Struktur keluarga yang disfungsional

Ibu || Ayah

Putri

Garis titik menunjukan batas yang kaburantara kedua orangtua dan antaraorangtua dan anak. Empat garis antaraIbu dan Putri mereka menunjukkanketerlibatan yang berlebihan, overprotectiveness, dan batas yang kabur antara mereka berdua. Putrisangat mungkin terlalu memperhatikanibunya, dan ibu terhadap putrinya. Ayah tidak dilibatkan.

Langkah 3 – Monitoring family dysfunctional sets

• Memonitor pola-pola disfungsional keluarga adalah inti dariseluruh proses terapi struktural.

• Teknik terapi untuk menyelidiki dan mengubah pola-polatransaksi keluargaEnactments (memperagakan)

Boundary making (menciptakanbatas)Unbalancing (menciptakanketidakseimbangan)

Langkah 4 - Restructuring

• Membangun struktur baru, yaitu organisasi baru dalamkeluarga

• Perubahan dalam peraturan-peraturan dan afiliasi; polatransaksi; dan batas-batas antar subsistem keluarga.

• Penguatan subsistem orangtua.

Video

Keluarga Rielly

PENUTUP

Terima kasih!

top related