2. kompos - pupuk... · tanah masam. pada tanah-tanah yang kandungan p-tersedia rendah, ......

Download 2. KOMPOS - pupuk... · tanah masam. Pada tanah-tanah yang kandungan P-tersedia rendah, ... mikroorganisme

Post on 07-Mar-2019

223 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

11

2. KOMPOS

Diah Setyorini, Rasti Saraswati, dan Ea Kosman Anwar

Summary

Compost. Composts are organic matter such as leaves,

straw, grasses, rice bran, corn stovers, vines, tendrils, andanimal manure which have been decomposed by

decomposer microorganisms in order to be applied toimprove soil health and fertility and to provide nutrients to

plants. Generally composts or organic fertilizers arecharacterized by relatively low content of macro and micronutrients, slow nurient availability, and providing limited

nutrients. Organic fertilizers can improve soil physicalcharacteristics (bulk density, aeration, pores, soil density),

soil chemical characteristics (cation exchange capacity,macro and micro nutrients, organic acids), soil biological

characteristics (energy for soil microbes and other biologicalactivities), social conditions (recycle of municipal wastes, jobopportunites, public income) and environment (beauty).

Various composting methods which are often applied: (1)Indore method, (2) Heap method, (3) Bangalore method, (4)

Berkeley method, and (5) Vermicomposting. The selectionof composting method depends on ability and materialcondition and composting site. The method which is very

often applied currently is Berkeley method producing maturecompost within 2 weeks by using microorganisms. In order

to apply for fertilizing soil, compost should be really stable(mature). Parameters to be used to determine compostmaturity are among others: (1) carbon/nitrogen ratio (2) pH,

(3) dark brown compost color, (4) not rotten smell butearthy, (5) crumble or loose. Composts are low in nutrient

content in comparison to synthethic fertilizers. However,composts have some other advantages which mineral

fertilizers do not have, the role in improving soil physicalstructure and microbiology. Compost enrichment is intendedto increase its nutrient status. Rockphosphate, bone meal,

and dry blood can be added because the material containsmacro nutrients as well as micro nutrients and cost relatively

cheap compared to synthetic fertilizers. Nitrogen can be

Setyorini et al.

12

added microbiologically by inoculating with Azotobacter,

while the addition of phosphate-solubilizing microorganisms

can increase the availability of P in compost. Inoculation ofcompost with microorganisms can be done when composttemperature has been stable at about 30-35

oC.

Kompos merupakan bahan organik, seperti daun-daunan, jerami,

alang-alang, rumput-rumputan, dedak padi, batang jagung, sulur, carang-carangserta kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi olehmikroorganisme pengurai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki

sifat-sifat tanah. Kompos mengandung hara-hara mineral yang esensial bagitanaman.

Sisa tanaman, hewan, atau kotoran hewan, juga sisa jutaanmakhluk kecil yang berupa bakteri jamur, ganggang, hewan satu sel,

maupun banyak sel merupakan sumber bahan organik yang sangatpotensial bagi tanah, karena perannya yang sangat penting terhadapperbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, namun bila sisa hasil tanaman

tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak negatif terhadaplingkungan, seperti mengakibatkan rendahnya keberhasilan pertumbuhan

benih karena imobilisasi hara, allelopati, atau sebagai tempatberkembangbiaknya patogen tanaman. Bahan-bahan ini menjadi lapuk danbusuk bila berada dalam keadaan basah dan lembap, seperti halnya daun-

daun menjadi lapuk bila jatuh ke tanah dan menyatu dengan tanah. Selamaproses perubahan dan peruraian bahan organik, unsur hara akan bebas

menjadi bentuk yang larut dan dapat diserap tanaman. Sebelum mengalamiproses perubahan, sisa hewan dan tumbuhan ini tidak berguna bagitanaman, karena unsur hara masih dalam bentuk terikat yang tidak dapat

diserap oleh tanaman.Di lingkungan alam terbuka, proses pengomposan bisa terjadi

dengan sendirinya. Lewat proses alami, rumput, daun-daunan dan kotoranhewan serta sampah lainnya lama kelamaan membusuk karena adanya

kerja sama antara mikroorganisme dengan cuaca. Proses tersebut bisadipercepat oleh perlakuan manusia, yaitu dengan menambahkanmikroorganisme pengurai sehingga dalam waktu singkat akan diperoleh

kompos yang berkualitas baik.

Sifat dan karakterisasi kompos

Penggunaan kompos sebagai bahan pembenah tanah (soil

conditioner) dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga

mempertahankan dan menambah kesuburan tanah pertanian. Karakteristik

umum dimiliki kompos antara lain: (1) mengandung unsur hara dalam jenis

Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

13

dan jumlah bervariasi tergantung bahan asal; (2) menyediakan unsur hara

secara lambat (slow release) dan dalam jumlah terbatas; dan (3)

mempunyai fungsi utama memperbaiki kesuburan dan kesehatan tanah.

Berikut ini diuraikan fungsi kompos dalam memperbaiki kualitas kesuburan

fisik, kimia, dan biologi tanah.

Sifat fisika tanah

Kompos memperbaiki struktur tanah yang semula padat menjadi

gembur sehingga mempermudah pengolahan tanah. Tanah berpasirmenjadi lebih kompak dan tanah lempung menjadi lebih gembur. Penyebabkompak dan gemburnya tanah ini adalah senyawa-senyawa polisakarida

yang dihasilkan oleh mikroorganisme pengurai serta miselium atau hifa yangberfungsi sebagai perekat partikel tanah. Dengan struktur tanah yang baik

ini berarti difusi O2 atau aerasi akan lebih banyak sehingga proses fisiologisdi akar akan lancar. Perbaikan agregat tanah menjadi lebih remah akanmempermudah penyerapan air ke dalam tanah sehingga proses erosi dapat

dicegah. Kadar bahan organik yang tinggi di dalam tanah memberikanwarna tanah yang lebih gelap (warna humus coklat kehitaman), sehingga

penyerapan energi sinar matahari lebih banyak dan fluktuasi suhu di dalamtanah dapat dihindarkan. Institut Pertanian Bogor (IPB) melaporkan bahwa

takaran kompos sebanyak 5 t ha-1

meningkatkan kandungan air tanah padatanah-tanah yang subur (CPIS, 1991).

Sifat kimia tanah

Kompos merupakan sumber hara makro dan mikromineral secaralengkap meskipun dalam jumlah yang relatif kecil (N, P, K, Ca, Mg, Zn, Cu,

B, Zn, Mo, dan Si). Dalam jangka panjang, pemberian kompos dapatmemperbaiki pH dan meningkatkan hasil tanaman pertanian pada tanah-tanah masam. Pada tanah-tanah yang kandungan P-tersedia rendah,

bentuk fosfat organik mempunyai peranan penting dalam penyediaan haratanaman karena hampir sebagian besar P yang diperlukan tanaman

terdapat pada senyawa P-organik. Sebagian besar P-organik dalam organtanaman terdapat sebagai fitin, fosfolipid, dan asam nukleat. Kedua yangterakhir hanya terdapat sedikit dalam bahan organik tanah karena senyawa

tersebut mudah digunakan oleh jasad renik tanah. Turunan senyawa-senyawa tersebut sangat penting dalam tanah (karena kemampuannya

membentuk senyawa dengan kation polivalen), terdapat dalam jumlah relatiftinggi, tetapi yang dekomposisinya lambat ialah inositol. Pada tanah alkalin,

terbentuk inositol fosfat dengan Ca atau Mg, sedangkan pada tanah masamdengan Al atau Fe. P-anorganik dalam bentuk Al-Fe; Ca-P yang tidaktersedia bagi tanaman, akan dirombak oleh organisme pelarut P menjadi P-

anorganik yang larut atau tersedia bagi tanaman.

Setyorini et al.

14

Selain itu, kompos juga mengandung humus (bunga tanah) yang

sangat dibutuhkan untuk peningkatan hara makro dan mikro dan sangat

dibutuhkan tanaman. Misel humus mempunyai kapasitas tukar kation (KTK)

yang lebih besar daripada misel lempung (3-10 kali) sehingga penyediaan

hara makro dan mikromineral lebih lama. Kapasitas tukar kation (KTK)

asam-asam organik dari kompos lebih tinggi dibandingkan mineral liat,

namun lebih peka terhadap perubahan pH karena mempunyai sumber

muatan tergantung pH (pH dependent charge). Pada nilai pH 3,5, KTK liat

dan C-organik sebesar 45,5 dan 199,5 me 100 g-1

sedangkan pada pH 6,5

meningkat menjadi 63 dan 325,5 me 100 g-1

. Nilai KTK mineral liat kaolinit

(3-5 me 100 g-1

), illit (30-40 me 100 g-1

), montmorilonit (80-150 me 100 g-1

),

sedangkan pada asam humat (485-870 me 100 g-1

) dan asam fulfat (1.400

me 100 g-1

). Oleh karena itu, penambahan kompos ke dalam tanah dapat

meningkatkan nilai KTK tanah (Tan, 1991).

Peranan bahan organik yang juga penting pada tanah ialah

kemampuannya bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa

kompleks. Dengan demikian ion logam yang bersifat meracuni tanaman

serta merugikan penyediaan hara pada tanah seperti Al, Fe, dan Mn dapat

diperkecil dengan adanya khelat dengan bahan organik.

Sifat biologi tanah

Kompos banyak mengandung mikroorganisme (fungi, aktinomisetes,

bakteri, dan alga). Dengan ditambahkannya kompos ke dalam tanah tidak

hanya jutaan mikroorganisme yang ditambahkan, akan tetapi

mikroorganisme yang ada dalam tanah juga terpacu untuk berkembang.

Proses dekomposisi lanjut oleh mikro-organisme akan tetap terus

berlangsung tetapi tidak mengganggu tanaman. Gas CO2 yang dihasilkan

mikroorganisme tanah akan dipergunakan untuk fotosintesis tanaman,

sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih cepat. Amonifiksi, nitrifikasi, dan

fiksasi nitrogen juga meningkat karena pemberian bahan organik sebagai

sumber karbon yang terkandung di dalam kompos. Aktivitas berbagai

mikroorganisme di dalam kompos menghasilkan horm

Recommended

View more >