wirausahawan sukses di bawah 40 tahun

Upload: aditya-priyanto

Post on 15-Jul-2015

78 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUANKata Wirausaha menurut Holt (1992), berasal dari bahasa Perancis, Entrepreneur. Kata Entrepreneur dan Entrepreneurship kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai to undertake (menjalankan, melakukan, berusaha), to set about (memulai), to begin (memulai), to attempt (mencoba, berusaha). Dalam bahasa Jerman menggunakan kata unternerhmer yang diturunkan dari kata kerja unternehmen yang berarti sama dengan arti entrepreneur. (Sukardi, 1991), dalam bahasa Indonesia Kata wirausaha merupakan gabungan kata wira (gagah berani,perkasa) dan usaha. Jadi, wirausaha berarti orang yang gagah berani atau perkasa dalam usaha. Adam Smith, yang kita kenal sebagai bapak ekonomi memiliki pandangan tersendiri. Dalam pandangannya wirausaha berarti orang yang mampu bereaksi terhadap perubahan ekonomi, lalu menjadi agen ekonomi yang mengubah permintaan menjadi produksi. Ahli ekonomi perancis Jean Baptise berpendapat bahwa wirausaha adalah orang yang memiliki seni dan kterampilan tertentu dalam menciptakan usaha ekonomi yang baru. Sedangkan Cantilon berpendapat bahwa wirausaha adalah seorang inkubator gagasan-gagasan baru yang sellau berusaha menggunakan sumber daya secara optimal untuk mencapai tingkat paling tinggi. Secara komprehensif Meng & Liang, (1996), merangkum pandangan beberapa ahli, dan mendefenisikan wirausaha sebagai: (a) Seorang inovator (b) Seorang pengambil resiko atau a risk-taker (c) Orang yang mempunyai misi dan visi (d) Hasil dari pengalaman masa kanak-kanak (e) Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi tinggi. (f) Orang yang memiliki locus of control internal. Sifat-Sifat Wirausaha Dari berbagai penelitian yang ada ditemukan sembilan belas sifat penting wirausaha yang diperoleh dari tujuh penelitian yang pernah dilakukan.

1

Kesembilan belas sifat itu dikelompokkan menjadi enam sifat unggul (research methodology workshop, 1977), sebagai berikut: 1. Percaya Diri Yakin dan optimisme: ia harus yakin dan optimis bahwa usahanya

akan maju dan berkembang untuk itu Seorang wirausaha harus mampu menyusun rencana keberhasilan perusahaannya. Mandiri: Tidak mengandalkan dan bergantung orang lain atau keluarga. Kepemimpinan, dan dinamis: Seorang wirausaha harus mampu Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.2. Originalitas, terdiri dari:

Kreatif: mampu mengembangkan ide-ide baru dan menemukan caracara baru dalam memecahkan persoalan. Inovatif: mampu melakukan sesuatu yang baru yang belum dilakukan banyak orang sebagai nilai tambah keungulan bersaing. Inisiatif/proaktif, mampu mengerjakan banyak hal dengan baik, dan memiliki pengetahuan. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetap terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. 3. Berorientasi Manusia, terdiri dari: Sifat suka bergaul dengan orang lain berarti anda harus mampu mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan antara lain kepada para pelanggan, pemerintah pemasok, serta masyarakat luas.

2

Komitmen, Komitnen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dan direalisasikan. Responsive terhadap saran/kritik. Menganggap saran dan kritik adalah dasar untuk mencapai kemajuan. Saran dan kritik yang masuk di respon dengan baik untuk memperbaiki pelayanan kepada pelanggan, proses bisnis dan efesiensi perusahaan. 4. Berorientasi Hasil Kerja, terdiri dari sifat: Ingin

berprestasi,

kemauan

untuk

terus

maju

dan

mengembangkan usaha. IQ dan EQ tidak cukup untuk memprediksi keberhasilan. Dibutuhkan AQ (Adversity quotient) yaitu tingkat ketahanan terhadap hambatanhambatan yang ditemuinya dalam mencapai keberhasilan. Dalam AQ ada tiga tipe pendaki puncak keberhasilan, yaitu quitter, champer, dan climber. Tipe quitter adalah mereka yang langsung menyerah atau tidak mau memanfaatkan peluang. Tipe champer adalah mereka yang cepat puas dengan apa yang sudah dicapai walaupun bisa mencapai keberhasilan yang lebih tinggi kalau mereka mau. Tipe climber adalah orang yang terus mendaki tangga keberhasilan hingga mencapai puncak tertinggi meski menemui berbagai hambatan atau rintangan. Ketahanan terhadap berbagai hambatan ini terdiri dari empat komponen, yaitu reach, ownership & original,control, endurance. Reach berarti seberapa jauh kemalangan/rintangan yang ditemui itu mempengaruhi hal-hal lain dalam kehidupan. Ownership & original adalah persepsi orang terhadap rintangan/hambatan. Control berarti melihat kemampuan

mengontrol hambatan/rintangan dalam kehidupan. Endurance berarti sejauh mana kita melihat rintangan/hambatan sebagai

3

sesuatu yang terus terjadi atau hanya terjadi secara kebetulan, cepat berlalu dan tidak akan terjadi lagi. Berorientasi keuntungan, semua cara dan usaha yang dilakukan harus mendatangkan profit, karena bisnis tidak akan bisa bertahan dan berkembang jika tidak ada profit. Teguh, tekun, dan kerja keras, Kerja keras. Jam kerja pengusaha

tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ ia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ideide baru selalu mendorongnya untuk bekerja keras merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Penuh semangat, dan Penuh energi. Melakukan semua aktivitas dengan semangat untuk keberhasilan. 5. Berorientasi masa depan: terdiri dari sifat pandangan ke depan, ketajaman persepsi. Untuk itu anda harus Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui apa yang akan dilakukan oleh pengusaha tersebut Beorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktivitas usaha yang dijalankan selalu dievalusi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. 6. Berani ambil risiko: terdiri dari sifat mampu ambil risiko, suka tantangan. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapan pun dan di mana pun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.

4

Penelitian Mc Ber & Co di Amerika Serikat pada usaha kecil (dalam Zimmerer & Scarborough, 1998) menemukan sembilan ciri wirausaha yang berhasil, yang dibagi ke dalam tiga kategori, sebagai berikut: 1. Bersifat proaktif, yaitu inisiatif yang tinggi dan asertif. 2. Orientasi prestasi, yaitu melihat kesempatan dan bertindak langsung, orientasi efisiensi, menekankan pekerjaan dengan kualitas tinggi, perencanaan yang sistematis, monitoring. 3. Komitmen dengan pihak lain,yaitu komitmen yang tinggi pada pekerjaan, dan menyadari pentingnya hubungan bisnis yang mendasar. Sukardi(1991) membuat kesimpulan tentang sembilan sifat yang ada pada wirausaha sebagai berikut: 1. Sifat instrumental, yaitu tanggap terhadap peluang dan kesempatan berusaha maupun yang berkaitan dengan perbaikan kerja. 2. Sifat prestatif, yaitu selalu berusaha memperbaiki prestasi, mempergunakan umpan balik, menyenangi tantangan dan berupaya agar hasil kerjanya selalu lebih baik dari sebelumnya. 3. Sifat keleluasan bergaul, yaitu selalu aktif bergaul dengan siapa saja, membina kenalan-kenalan baru dan berusaha menyesuaikan diri dalam berbagai situasi. 4. Sifat kerja keras, yaitu berusaha selalu terlibat dalam situasi kerja, tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Tidak pernah memberi dirinya kesempatan untuk berpangku tangan, mencurahkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan, dan memiliki tenaga untuk terlibat terus-menerus dalam kerja. 5. Sifat keyakinan diri, adalah dalam segala kegiatannya penuh optimisme bahwa usahanya akan berhasil. Dia percaya diri bergairah langsung terlibat dalam kegiatan konkret,jarang terlihat ragu-ragu. 6. Sifat pengambilan risiko yang diperhitungkan, yaitu tidak khawatir akan menghadapi situasi yang serba tidak pasti dimana usahanya belum tentu membuahkan keberhasilan. 7. Sifat swa-kendali, yaitu benar-benar menentukan apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri.

5

8. Sifat inovatif, yaitu selalu bekerja keras mencari cara-cara baru untuk memperbaiki kinerjanya. Terbuka untuk gagasan, pandangan, penemuanpenemuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerjanya. 9. Sifat mandiri, yaitu apa yang dilakukan merupakan tanggung jawab pribadi. Kepribadian Wirausaha Menurut Miner (1996), ada empat tipe kepribadian wirausaha, yaitu: 1. Personal Achiever. Ciri-ciri wirausaha tipe personal achiever adalah sebagai berikut: Memiliki kebutuhan berprestasi; Memiliki kebutuhan akan umpan balik; Memiliki kebutuhan perencanaan dan penetapan tujuan; Memiliki inisiatif pribadi yang kuat;

Memiliki komitmen pribadi yang kuat untuk organisasi;

Percaya bahwa satu orang dapat memainkan peran penting; Percaya bahwa pekerjaan seharusnya dituntun oleh tujuan pribadi bukan

oleh hal lain. 2. Supersalesperson. Ciri-ciri wirausaha tipe supersalesperson adalah sebagai berikut: Memiliki kemampuan memahami dan mengerti orang lain; Memiliki keinginan untuk membantu orang lain; Percaya bahwa proses-proses sosial sangat penting; Kebuhan memilik hubungan positif yang kuat dengan orang lain; Percaya bahwa bagian penjualan sangat penting untuk melaksanakan strategi perusahaan. 3. Real managers. Ciri-ciri wirausaha tipe real managers adalah sebagai berikut: Keinginan untuk menjadi pemimpin perusahaan; Ketegasan; Sikap positif terhadap pemimpin; Keinginan untuk bersaing;

6

Keinginan berkuasa; Keinginan untuk menonjol di antara orang-orang lain. 4. The expert idea generator. Ciri-ciri wirausaha tipe expert idea generator adalah sebagai berikut: Keinginan untuk melakukan inovasi:

Keinginan untuk berinovasi menyebabkan expert idea generator suka menemukan gagasan baru dan melaksanakannya. Keinginan untuk berinovasi konsisten dengan usaha sendiri untuk mencapai keberhasilan dan merasakan kepuasan pribadi dengan itu. Menyukai gagasan-gagasan Suka akan gagasanmencakup banyak unsur, seperti antusiame, memperlihatkan perhatian terhadap pendapat orang lain. Percaya bahwa pengembangan produk baru sangat penting untuk menjalankan strategi dan organisasi. Inteligensi yang tinggi: inteligensi mencakup kemampuan seperti penilaian dan penalaran,serta kemampuan untuk menggunakan abstraksi, konsep, dan gagasan. Juga kemampuan untuk belajar, menganalisis dan membuat sintetis. Ingin menghindari risiko. Meskipun banyak orang yang menganggap sifat suka ambil risiko sebagai esensi profesi wirausaha, banyak wirausaha yang sangat berhati-hati, dan baru melangkah kalau betul-betul sudah yakin. Bagi wirausaha tipe ini, sifat ini memang penting karena gagasangagasannya bisa saja sangat baru dan aneh. Menurut Miner (1996) tipe kepribadian wirausaha dapat menentukan bidang usaha yang akan membawanya kepada keberhasilan. Berdasarkan penelitiannya, ia menemukan bahwa seorang wirausaha akan berhasil bila ia mengikuti achieving route tertentu sesuai tipe kepribadiannya.

7

1. Personal achiever akan sukses bila terus-menerus mengatasi rintangan dan

menghadapi krisis, dan dalam menghadapi segalanya berusaha sedapat mungkin bersikap positif.2. Supersalesperson akan berhasil kalau memanfaatkan banyak waktunya

untuk menjual dan minta mengelola bisnisnya.3. Real managers akan berhasil kalau ia memulai usaha baru dan mengelola

sendiri usaha tersebut.4. Expert idea generation akan berhasil kalau terjun ke bisnis teknologi

tinggi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha a. Motivasi: Hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for Entrepreneurial Research (dalam Zimmerer & Scarborough; 1998) menemukan 69% siswa menengah atas ingin mulai menjalankan usaha mereka sendiri. Motivasi utamanya adalah be their own bosses. b. Usia: Menurut National Federation of Independent Businesess, Washington, usia saat seseorang memulai usaha sendiri adalah sebagai berikut (dalam Zimmerer & Scarborough, 1998). Usia Kronologis bervariasi. Ronstandt (dalam Staw1991) menyatakan bahwa kebanyakan wirausaha memulai usahanya antara usia 25-30 tahun. Sementara Staw (1991), mengungkapkan bahwa umumnya pria memulai usaha sendiri ketika berumur 30 tahun dan wanita pada usia 35 tahun. Hurlock (1991)berpendapat bahwa perkembangan karier berjalan seiring dengan perkembangan manusia. Setiap kelompok manusia memiliki ciri-ciri khas bila dikaitkan dengan perkembangan karier. Ciri khas perkembangan karier menurut Hurlock adalah sebagai berikut:1. Usia dewasa awal (18 tahun sampai 40 tahun), masa dewasa awal sangat

terkait dengan tugas perkembangan dalam hal membentuk keluarga dan pekerjaan. Ketika seseorang masuk dalam masa dewasa awal yang memiliki

8

tugas pokok yaitu memilih bidang pekerjaan yang cocok dalam bakat, minat dan faktor psikologis yang dimilikinya. Masih banyak orang dewasa muda yang bingung dengan pilihan kariernya, situasi seperti ini bisa juga terjadi dalam wirausaha. Hurlock (1991) menyebut masa dewasa awal itu coba-coba untuk berkarier. Itulah sebabnya usia bisa berpengaruh pada tinggi rendahnya prestasi kerja mereka.2. Usia dewasa madya (usia 40 tahun sampai 60 tahun), masa dewasa madya

bercirikan keberhasilan dalam pekerjaan. Prestasi puncak padausia ini juga bisa berlaku bagi wirausaha.3. Usia dewasa akhir (usia di atas 60 tahun), pada masa ini orang mulai

mengurangi kegiatan kariernya atau berhenti sama sekali.Mereka tinggal menikmati jerih payahnya selama bekerja dan mencurahkan perhatian pada kehidupan spiritual dan sosial. Pendapat Hurlock senada dengan pendapat Staw (1991) bahwa usia bisa terkait dengan keberhasilan. Bedanya,Hurlock menekankan pada kemantapan karier, sedangkan Staw (1991) menekankan bertambahnya pengalaman. Menurut Staw (1991), usia bisa terkait dengan keberhasilan bila dihubungkan dengan lamanya seseorang menjadi wirausaha. Dengan bertambahnya pengalaman ketika usia seseorang bertambah maka usia memang terkait dengan keberhasilan. c. Pengalaman: Staw (1991) berpendapat bahwa pengalaman dalam menjalankan usaha merupakan predictor terbaik bagi keberhasilan, terutama bila bisnis baru itu berkaitan dengan pengalaman bisnis sebelumya. Menurut Hisrich & Brush (dalam Staw, 1991) wirausaha yang memiliki usaha maju saat ini bukanlah usaha pertama kali yang dimiliki. Pengalaman mengelola usaha bisa diperoleh sejak kecil karena pengasuhan yang diberikan oleh orang tua yang berprofesi sebagai wirausaha. Menurut Staw (1991) ada bukti kuat bahwa wirausaha memiliki orang tua yang bekerja mandiri atau berbasis sebagai wirausaha. Menurut Duchesneau et al.(dalam Staw 1991),wirausaha yang berhasil adalah mereka

9

yang dibesarkan oleh orang tua yang juga wirausaha, karena mereka memiliki pengalaman luas dalam usaha. Haswell et al.(dalam Zimmerer & Scarborough, 1998) menyatakan bahwa alasan utama kegagalan usaha adalah kurangnya kemampuan manajerial dan pengalaman.Wood (dalam Zimmerer & Scarborough, 1998) juga menyatakan bahwa kurangnya pengalaman adalah salah satu penyebab kegagalan usaha. Dari pendapat dan penemuan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengalaman dalam mengelola usaha memberi pengaruh pada keberhasilan usaha skala kecil. Dengan demikian, tingkat keterlibatan seseorang dalam suatu kegiatan usaha bisa menjadi tolak ukur pengalaman dalam berusaha. d. Pendidikan: Pendidikan merupakan syarat keberhasilan bagi seorang wirausaha. Dalam penelitiannya terhadap sejumlah wirausaha, Bowen & Robert (dalam Staw, 1991) merangkum hasil penelitian tentang tingkat pendidikan wirausaha,dan hasilnya table di bawah ini : Tingkat Pendidikan Wirausaha Menurut Bowen & Robert Brockhaus (1982) Mengulas empat penelitian yang menyimpulkan bahwa

wirausaha cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dari populasi umum, tetapi di bawah para manajer. Cooper&Dunkelberg

(1984)

Ditemukan

bahwa

tingkat

pendidikan

wirausaha di bawah universitas (64%). Gasse (1982) Mencatat dari empat studi di mana wirausaha memiliki

pendidikan yang lebih baik daripada masyarakat umum. Jacobowitz & Vidler (1982) Hasil wawancara dengan 430 wirausaha

menunjukkan bahwa mereka memiliki pendidikan yang kurang memadai, yaitu 30% drop-out dari Sekolah Menengah Atas. Hanya 11% lulus dari universitas 4 tahun.

10

Berdasarkan hasil rangkuman di atas ,dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan rata-rata wirausaha adalah pendidikan menengah atas. Menurut penelitian Kim (dalam Meng & Liang,1996)pada para wirausaha di Singapura, bahwa wirausaha yang berhasil memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik daripada wirausaha yang kurang berhasil. Berdasarkan pendapat para ahli di atas,dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan salah satu factor yang menunjang keberhasilan usaha skala kecil,dengan asumsi bahwa pendidikan yang lebih baik akan memberikan pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola usaha. Jika semua orang ditanya, apakah Anda ingin sukses? Sudah tentu jawabannya pasti semua orang ingin meraih kesuksesan. Semua orang tidak ingin hidupnya sengsara, miskin, susah, pasti ingin sukses. Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah tidak semua orang memahami arti sukses yang sebenarnya dan bagaimana cara mencapainya sehingga sangat sedikit sekali orang yang benar-benar bisa menikmati sukses yang diimpikannya. Kesuksesan adalah hak setiap orang yang mau berusaha. Sering kali kita menyamakan antara sukses & prestasi, padalah dua kata ini memiliki sangat pada dengan maraton perbedaan mendasar. sebuah keluarlah waktu lomba yang lari juara tempuh Contoh,

tercepat, dia bisa dikatakan berprestasi, tapi apa dia sukses? bayangkan dengan peserta yang tidak mempunyai kaki, dia hanya menggunakan tangannya untuk berlari walaupun dia ikut serta dalam lomba maraton ini dia tidak mencatat waktu tercepat, bahkan dia berhasil masuk finish urutan paling belakang, tetapi dia sukses, sukses telah mengakhiri lomba maraton dengan segala daya upaya yang orang lain belum tentu menghargai ini sebagai suatu kesuksesan. Definisi sukses di sini adalah dimana setiap orang dapat berhasil keluar dari zona nyamannya, itu

11

adalah suatu kesuksesan. Ingat, sukses bukan tujuan tetapi sukses adalah sebuah perjalanan.

BAB II ISIBerikut merupakan para wirausahawan yang sukses di bawah usia 40 tahun :1. Iim Fahima : Berjaya di Dunia Online

Kehadirannya membius lawan bicara. Semangatnya menular, sehingga siapapun di dekatnya ikut optimis. Sosok wanita muda cantik, elegan, percaya diri, dan berwawasan luas, seolah tak cukup online menggambarkan advertising yang pribadi Iim Fahima Jachja (31). Dialah konsultan melejit namanya diantara pegiat jasa virtual tanah air. Maka, sangat layak jika finalis International Young Creative Entrepreneur of The Year (IYCE) 2008, British Council ini menjadi salah satu pembicara paling ditunggu di Seminar Kartini femina. Sejumlah wirausaha sukses lain juga akan membeberkan rahasia bisnis mereka, dua diantaranya, pemilik distro Bloop dan tas Mimsy. Siap Tak Gajian Setahun

12

Pada tahun 2006, karier Iim di salah satu perusahaan periklanan terbesar di Indonesia, terbilang mapan. Karier suaminya, Adhitia Sofyan, saat itu pun cukup bagus, yakni sebagai art director disebuah agen periklanan asing. Tapi ditengah kemapanan yang bisa membuai itu, mereka justru mantap membuka lembaran baru dengan menjadi wirausaha. This is the time. Begitu tekad mereka kala itu. Padahal, untuk mewujudkan usaha impian tersebut, mereka harus memulai dari nol. Mereka mengambil keputusan yang berani. Apalagi jika mengingat pada waktu itu, kondisi perekonomian Indonseia sedang tak menentu dan penuh ujian. Toh, Iim tak hanya berbekal nekat dalam membentuk bisnis jasa konsultasi maketing dan komunikasi onlie, yang ia beri nama Virus Communications, dibawah bendera PT Virtual Media Nusantara. Sebelumnya, ia menyiapkan sederet rencana matang. "Semua resiko usaha saya perhitungkan, termasuk dari sisi finance. Demi bisnis baru ini, saya bahkan sudah siap-siap andai tidak bisa gajian setahun," kenangnya, sambil tersenyum. "Tapi, Ahamdulillah, baru sebulan bisnis berjalan, saya sudah mendapat klien penting," sambungnya. Ternyata, berwirausaha bukan 'mainan' baru bagi Iim. Meski ilmu marketing bukan latar belakang pendidikannya, bagi lulusan Program Studi Manajemen Penyiaran (Broadcasting), Akademi Media Radio dan Televisi, Jakarta, ini berwirausaha merupakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya. "Eyang saya seorang pedagang. Beliau eksportir gula dan kayu. Kakak saya pun banyak yang jadi entrepreneur," ujar bungsu dari 9 bersaudara ini. "Saat masih bekerja menjadi staf di perusahaan periklanan, saya sadar betul, suatu saat nanti saya akan menjadi seorang wanita wirausaha." tuturnya. Lantas, Virus Communications berkolaborasi sebagai sister company dengan Virtual Consulting (perusahaan konsultan Online marketing yang digawangi Nukman Luthfie, pakar online marketing). Virus unggul dalam hal digital advertising, sedangkan Virtual unggul dalam hal online business development (melahirkan13

portal-portal besar, seperti bisnis.com, swa.co.id, tangandiatas.com). Baru-baru ini, Virus melakukan merger dengan Virtual untuk memperkokoh diri sebagai perusahaan konsultan online marketing papan atas di Indonesia. Pengalaman bekerja di bidang advertising yang mengandalkan media televisi, radio atau print ad (metode konvensional, begitu ia menamakannya) diakui Iim memberi banyak pelajaran berharga. Meski kini ia fokus pada dunia pemasaran bisnis secara online, ilmu komunikasi marketing yang ia dapat dari pekerjaannya dulu itu tetap menjadi landasan dalam mengaplikasikan usaha barunya. "Kesibukan pekerjaan saya yang sekarang tak jauh berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Namun, karena terbiasa bekerja di perusahaan besar, dengan struktur dan sistem kerja yang sudah rapi, saya harus mencurahkan perhatian ekstra dalam membangun bisnis sendiri," katanya. Ia harus banyak belajar lagi. "Misalnya, dalam hal membuat laporan produksi, catatan keuangan, berhubungan dengan rekanan bisnis, membangun sistem layanan pelanggan (client service), hingga menyusun sistem keuangan," jelasnya. Meski cukup rumit, toh, Iim menjalani semua itu dengan antusiasme tinggi. "Tak hanya dalam hal berbisnis, di setiap aspek kehidupan pun saya berusaha selalu memberikan yang terbaik," kata wanita kelahiran 7 Febuari 1978 ini, bijak. Tantangan Bisnis Online Yang membedakan cara bisnis Iim dengan advertising konvensional adalah hal perantara (medium) komunikasi. "Tantangan pemasaran via online seperti yang saya jalani, lebih besar. Bandingkan saja dengan sebuah iklan televisi, yang besarnya memenuhi satu layar. Di satu layar situs internet bisa terdapat banyak sekali iklan online. Nah disinilah seninya iklan online. Setiap konsultan iklan online butuh strategi khusus agar iklannya dilirik konsumen, dan menang bersaing dengan jejeran iklan lain, jika tidak paham betul ilmunya, iklan yang dibuat bisa jadi malah tidak efektif menjaring konsumen," ungkap Iim, panjang lebar.

14

Seorang konsultan iklan online yang baik, selain harus mengerti ilmu komunikasi marketing secara umum, juga harus memahami sejumlah hal lain. Mulai dari konsep komunikasi online marketing, perilaku konsumen online, sampai ilmu teknologi informasi, plus kreativitas yang tinggi. Menurut Iim, era pemasaran sekarang sudah bergeser. Dulu, produsen ingin produknya selalu tampil sempurna di mata konsumennya. "Padahal, bukankah ya, tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna?" kata Iim. Untunglah, konsumen sekarang sudah dapat melihat kekurangan suatu produk, bahkan bisa menyampaikan kritik. "Produsen pun akhirnya sadar, lebih baik memperlakukan konsumen sebagai teman, dan menempatkan diri mereka sejajar dengan konsumen. Sekarang ini sudah tidak zaman-nya lagi memberlakukan model komunikasi atau pemasaran yang berjarak dengan konsumen. Jika tetap menerapkannya, bukan tak mungkin, produk justru makin ditinggalkan," Papar Iim. Ia lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan sebuah perusahaan minuman ringan dalam website-nya. Karena tak mau dikritik, mereka sengaja menghapus emua komentar konsumen yang bersifat kritik. "Akibatnya, konsumen malah menyebarkan sikap buruk perusahaan itu kepada khalayak luas sehingga berdampak kurang baik pada citra produk tersebut," jelasnya. Percaya atau tidak, alasan utama yang menarik Iim untuk terjun berbisnis di dunia online dulu adalah krisis ekonomi. Di tengah krisis ekonomi sejak 2005, ia belum banyak melihat pebisnis dengan minat yang serupa dengannya. Dengan sedikitnya kompetitor, Iim percaya diri menangkap peluang bisnis yang bermasa depan sangat menjanjikan ini. Apalagi, teknologi informasi, khususnya layanan internet, makin digandrungi masyarakat. "Dari waktu ke waktu, pengguna internet di Indonesia makin besar. Berdasarkan riset yang dibuat search engine ternama Google, saat ini di Indonesia ada sekitar 30 juta pengguna jaringan internet. Angka ini merupakan angka15

tertinggi di Asia Tenggara," kata Iim, senang. Fakta ini pula yang membuat para produsen atau pengusaha mengakui internet sebagai media pemasaran dan iklan yang efektif. Meski demikian Iim tidak anti pada iklan konvensional. Cara ini tetap dilakukannya, namun hanya sesuai kebutuhan. Mengikuti dinamika dunia virtual membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi."Ada yang bilang, gaya hidup konsultan online marketing juga harus online (dinamis dan mampu belajar cepat.). Makanya, saya membiasakan diri meluangkan waktu sejam dalam sehari untuk meng-up date pengetahuan saya di bidang ini," ujar ibu satu anak ini. Tak sulit menelusuri jejak keberhasilan Iim. Sederet nama perusahaan besar menjadi kliennya. Sebut saja di antaranya Hewlett Packard, PT Telkom, Toyota, Auto2000, XL, Smart. Cinta Keluarga Meski selalu aktif dan produktif, Iim enggan disebut sebagai workaholic. "Akan lebih cocok, kalau saya disebut seorang shopaholic," ujar wanita yang memang hobi berbelanja pakaian dan sepatu ini, sambil tertawa. Menurutnya, workaholic bukanlah hal positif, sekalipun bagi wanita bekerja seperti dirinya. Tampaknya, ia tak mau kehilangan indahnya kehidupan di luar pekerjaan. Nyatanya, meski kesibukannya menggunung, Iim tak pernah kekurangan waktu untuk menikmati saat-saat pribadi. Agak aneh memang, mengingat jam kerjanya saja bisa lebih dari 18 jam sehari. Bahkan, ia harus merelakan sejumlah akhir pekan untuk bekerja. "Lagi pula, ditengah sengitnya persaingan usaha sekarang ini, mana ada entrepreneur yang bisa bebas berlibur?" ujarnya. Keseharian Iim, bisa membuat kita iri. Soalnya, meski sibuk bekerja, ia tak terpisahkan dari buah hatinya, Maleeka Kendra Adhitia (16 bulan). Setiap hari Ken Ken, begitu panggilan sayang putrinya itu, ikut kemanapun Iim pergi.

16

"Sampai sekarang saya masih memberikan ASI untuk Ken Ken. Itu sebabnya, saya membawanya kemana-mana," ungkapnya, bahagia. "Me time saya berarti bersantai dengan suami dan anak," katanya. Hobi masak sang suami pun jadi bumbu yang indah dalam rumah tangganya. "Saya tidak bisa masak, justru Mo Mo (panggilan untuk Adhitia, suaminya) yang sering masak untuk saya," tutur pencinta hidangan steik dan pasta ini. Kata 'Alhamdulillah' berkali-kali ia ucapkan sebagai ungkapan syukur atas semua yang dimilikinya saat ini. Mengenai busana muslim yang dikenakannya, sehari-hari, juga suatu anugerah yang disyukurinya. Sejak kembali dari Tanah Suci pada tahun 2006, ia mengubah penampilannya 180 derajat. "Dulu saya senang memakai pakaian terbuka. Namun, sejak menikah dan naik haji, saya berusaha membenahi diri. Apalagi, kata Mo Mo, saya terlihat paling cantik dengan pakaian seperti ini," sambung wanita yang punya panggilan sayang Mi Mi ini, seraya tertawa. "Mudah-mudahan, 5 tahun lagi saya bisa menujadi konsultan online ternama," harapnya. Meski luar biasa sibuk, Iim tampaknya tak kenal kata lelah. "Saya amat menikmati apa yang saya lakukan sekarang," katanya. Kegagalan pun tak membuatnya kecewa. "Suka maupun duka selalu saya anggap bagian dari proses yang harus saya lalui.". Karena alasan ini juga, Iim tak tahu harus menjawab apa ketika ditanya kapan ia berencana 'pensiun' dari pekerjaannya.2. Tela Krezz, Makanan 'Wong Ndeso' Beromzet Miliaran Rupiah

Jakarta -

Makanan

lokal

kadang kala tak terlalu banyak dilirik oleh banyak orang sebagai potensi bisnis yang menggiurkan. Namun lain halnya dengan Firmansyah Budi, pendiri Tela Krezz ini, yang sudah sejak tahun17

2006 memulai bisnis kemitraan makanan olahan singkong atau ketela (cassava) Tela Krezz (singkong goreng berbumbu). Kisah Firmansyah membangun bisnis makanan olahan singkong dengan bendera Tela Krezz berawal hanya dari satu grobak pinjaman ibu-nya dengan modal awal Rp 200.000. Dari situ ia mulai memiliki keyakinan bahwa bisnis makanan olahan dari singkong sangat berprospek. Menurutnya, sangat malu sekali jika Indonesia masih terus mengimpor bahan baku pangan yang memang tak bisa berkembang baik di Indonesia seperti gandum. Saat ini kata dia, Indonesia termasuk negara penghasil singkong terbesar ketiga di dunia dibawah Brazil. Keyakinannya akhirnya terjawab, sekarang ini ia sudah memiliki ratusan mitra Tela Krezz dengan omset yang menggiurkan. Firmansyah terinspirasi mengangkat pangan singkong menjadi makanan olahan karena saat ini pasar pangan dalam negeri sudah dibanjiri produk pangan impor seperti kedelai, tepung gandum, jagung, dan masih banyak lainnya. "Ini berawal dari keprihatinan saya, sekarang ini bahan baku makanan semuanya gandum, yang impor. Kenapa tak pakai content lokal," kata Firmansyah kepada detikFinance, akhir pekan lalu. Firmansyah yang lulusan Sarjana Hukum ini, awalnya tak langsung menceburkan diri ke ranah bisnis. Semenjak lulus kuliah 2004, ia masuk LSM bidang pembangunan komunitas (community development), dari situlah matanya terbelalak soal banyaknya kasus bermasalah TKI diluar negeri yang harusnya bisa dicegah jika ada lapangan kerja di dalam negeri. "Sekarang saya sudah punya 60 karyawan langsung, belum yang outsourcing," ujarnya. Semangat inovasinya mengembangkan pangan singkong bukan hanya sebatas Tela Krezz, ia juga mengembangkan produk Tela Cake semacam brownies dari singkong, kue Bika Ambon, Bakpia, Keripik Singkong dan lainlain. "Saya mimpinya kedepan, orang bisa aware dengan produk lokal kita, kalau tidak maka kita akan tergusur," katanya.

18

Menurut pria kelahiran Semarang, 5 Desember 1981 ini, mengolah makanan seperti singkong yang sudah terlanjur dipandang sebagai makanan 'ndeso' memang perlu upaya keras. Konsep makanan Tela ia kembangkan dengan membuat makanan singkong lebih moderen dan menarik. "Kenapa saya tak mau disebut sebagai brownies, saya ingin dengan nama tela cake. Jadi kalau kita bisa olah dengan moderen dan dinamis, kita bisa ubah mindset makanan wong ndeso ini jadi moderen. Harus diubah mindsetnya, makanan itu kan karena kebiasaan," jelasnya. Untuk urusan pemasaran, Firmansyah sengaja mengembangkan pemasaran Tela Cake dengan konsep makanan oleh-oleh asli Jogjakarta. Ini penting untuk memperkuat image Tela Cake sebagai makanan khas, meski ia pun berencana memasarkan produk tersebut ke pasar ritel umum namun dengan merek yang berbeda. Ia mengaku saat ini mampu menjual 1000-1500 paket Tela Cake. Harga satu paket Tela Cake dibandrol hingga Rp 28.000, tentunya sudah terbayang berapa omset dari Firmansyah dari hanya menjual brownies ala singkong tersebut. Ini belum dihitung dari produk Tela Krezz-nya yang lebih dahulu ia kembangkan. Masih seputar pangan lokal, upaya Firmansyah tak cukup disitu. Pada tahun 2009 ia juga mengembangkan produk olahan cocoa atau kakao menjadi makanan coklat yang lezat dan menarik. Kali ini, Firmansyah membentuk divisi khusus di Tela Corporation yang menjadi bendera resmi usahanya. "Mulai 2009 saya juga membuat produk coklat roso (cokro), yang juga berkonsep makanan oleh-oleh Jogjakarta," jelasnya. Keinginannya mengembangkan produk coklat, kurang lebih sama dengan kegusarannya terhadap produk tepung pangan impor. Menurutnya Indonesia, merupakan penghasil kakao yang diperhitungkan di dunia, namun minim memiliki produk olahan coklat. Jika pun ada, produk coklat olahan di pasar Indonesia berasal dari impor dan bermerek

19

asing. Ia berharap coklat buatannya bisa menjadi pilihan pasar dan bisa mematahkan dominasi produk coklat asing di pasar Indonesia. "Visi saya bagaimana melakukan pemberdayaan pangan lokal," katanya. Sehingga kata dia, dengan pemberdayaan pangan lokal serapan tenaga kerja lokal semakin tinggi misalnya jika singkong dikembangkan maka berapa banyak petani yang bisa hidup, berapa banyak kuli panggul yang bekerja, berapa banyak pekerja pemotong singkong yang terserap dan lain-lain. Meskipun dengan idealisme yang tinggi, Firmansyah tak gigit jari, usahanya yang dirintis sejak 2006 sudah membuahkan hasil yang fantastis. "Kalau dihitung-hitung omset saya sampai ratusan juta per bulan. Setahun bisa sampai Rp 10 miliar lebih," katanya. Bagaimana mau mencoba dengan pangan-pangan lokal lainnya?3. Riezka, Jual Pisang Ijo Raup Omzet Ratusan Juta

20

Kini selera makan masyarakat Indonesia makin beragam. Tidak melulu makanan londo cepat saji yang sekarang kian merebak, penikmat kuliner juga mulai melirik makanan tradisional Nusantara. Salah satunya adalah pisang ijo asal Makassar, Sulawesi Selatan. Menu makanan dengan bahan dasar pisang berbalut tepung berwarna hijau ini sukses dipasarkan Riezka Rahmatiana. Perempuan muda berusia 25 tahun ini sanggup meraup omzet mencapai Rp 850 juta dari hasil jualan pisang ijo dengan merek dagang JustMine. Padahal, saat memulai usaha pada 2007, dia hanya merogoh koceknya Rp 2 juta. Modal tersebut kemudian habis dibelanjakannya untuk membuat etalase kecil serta bahan-bahan pembuat pisang ijo. "Waktu buka usaha ini modalnya kecil. Hanya Rp 2 juta," ujarnya saat ditemui di sela-sela Expo Wirausaha Mandiri di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (23/1/2010). Riezka berkisah, kesuksesan diraihnya dengan penuh kerja keras. Awalnya, dia pernah menjadi anggota multilevel marketing (MLM). Karena tidak membuahkan hasil, Riezka beralih menjajal bisnis voucer pulsa yang akhirnya kandas juga. Tak patah arang, Riezka akhirnya banting setir dan mulai menggeluti usaha di bidang kuliner. Saat itu, dia merintis sebuah kafe di Bandung. Namun, lagi-lagi usahanya gagal. Akhirnya, pada tahun 2007 Riezka mulai melirik pisang dan berpikir untuk mengemasnya menjadi panganan yang digemari orang. "Saat itu saya hanya berpikir, pisang itu kalau laku dijual enaknya dibikin apa. Akhirnya saya memutuskan untuk memasarkan pisang ijo," katanya.

21

Yang unik, Riezka yang asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini mengaku belum pernah sekali pun menyambangi Makassar. Kunci keberhasilan mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikai Universitas Padjadjaran ini sebenarnya terletak pada kreativitasnya mengembangkan makanan pisang ijo dalam berbagai aneka rasa. Dari pisang ijo tradisional dikembangkan dengan campuran vla yang ditambahkan dengan berbagai rasa, vanila, cokelat, keju, hingga durian. Bandingkan dengan pisang ijo makassar yang hanya berbungkus terigu berwarna hijau pandan plus lamuran vla ditambah sirup sebagai pemanis. Ada juga yang dilumuri bubur sumsum dan es batu. Harga pisang ijo JustMine dipasarkan Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per porsi. Semangkuk pisang ijo ini menjadi makanan yang digemari banyak orang. Buktinya, saat Expo Wirausaha Mandiri hari ini, ratusan pengunjung tidak hentihentinya menyerbu stan pisang ijo ini. Bahkan, dalam hitungan jam, stok pisang ijo milik Riezka ludes. "Ini makanya telepon lagi minta dikirim ke sini. Pengunjungnya sudah antre dari pagi," ujarnya.Untuk mengembangkan usahanya itu, Riezka membuka peluang untuk berinvestasi bagi siapa saja yang berminat dengan sistem waralaba pisang ijo. Hingga kini, ada 20 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Di samping itu, Riezka juga punya tiga outlet di Bandung. Untuk menjamin keuntungan bersama dengan para mitra, proses seleksi mitra waralaba pisang ijo cukup cermat. Riezka menjelaskan, untuk menjadi mitra pisang ijo JustMine, cukup dengan investasi mulai dari Rp 6,5 juta. Nantinya, para mitra akan mendapatkan jaminan satu booth, kualitas paket produk,

perlengkapan booth lengkap,

paket

promosi,

biaya delivery, trainning karyawan, dan hak pakai booth

22

4. Mereka Pengusaha Media Termuda di Dunia

TEMPO Interaktif, Northants - Di tengah ledakan media sosial dan media online, dua remaja asal Inggris berusia 14 tahun membuktikan media cetak masih digemari. Sean Spooner dan Louis Porter membuat majalah lokal bernama Corby, dalam enam bulan, mereka sudah memiliki 5.000 pembaca. Dua remaja ini mengerjakan majalah tersebut dari kamar tidur mereka, bermodal laptop, kamera dan telepon genggam. Isi dari majalahnya, berita dalam bentuk features, peristiwa lokal, dan berbagai kompetisi yang digelar di Corby, Northants, tempat tinggal mereka. Majalah ini gratis, lantas bagaimana biaya produksinya? "Kami mendapatkannya dari iklan," kata Sean seperti dikutip dari laman Orange, hari ini. "Semua ini ide dari kami sendiri, kami memproduksi dan membiayainya dari iklan," ujarnya. Sean menjadi pemimpin redaksi yang berhubungan dengan penulisan dan produksi, sedangkan Louis berhubungan dengan penjualan iklan. Jabatanya Louis, Direktur Bisnis. Tugas Louis, membujuk pengusaha lokal untuk memasang iklan di majalah mereka. "Waktu pertama kali sangat, sangat sulit menjual iklan, karena ketika itu kami belum mencetaknya, baru sebatas ide," kata Louis. "Aku harus menyakinkan bahwa bisnis media cetak ini berkembang dan sukses," ujarnya.

23

Menurut Louis, banyak pengusaha yang ragu dan berpikir, "apakah aku harus menyerahkan uang kepada anak 14 tahun, dan tidak pernah bertemu dengannya lagi," ujar Louis. Saat terbit pertama kali, Juni tahun lalu, hanya memiliki 12 halaman dan dicetak sebanyak 200 eksemplar. Dalam edisi keempatnya, mereka sudah menambah hingga 36 halaman dan memiliki pelanggan tetap yang diantar ke rumah dan kantor sebanyak 1.000 eksemplar. "Rasanya luar biasa ketika majalah itu selesai dicetak, dan fantastis melihat orangorang membacanya," kata Sean.

BAB III PENUTUPA. KESIMPULAN Definisi sukses itu sangat beragam maksudnya, seperti sukses dalam hal keuangan, ketika kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Ada juga yang berpendapat sukses itu bagaimana kita bersikap ketika kita telah meraih apa yang kita impikan. Dan ada juga makna yang lain yang menyebutkan sukses itu adalah sebuah perjalanan, ketika seseorang yang dengan daya upayanya mampu menghadapi atau mampu dan mau menerima segala kekurangannya untuk menjalani kehidupan ini. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Dr. John C. Maxwell, bahwa success is knowing our purpose in life. Dari kata tersebut dapat kita dapati bahwa sukses yang dimaksud beliau disini sangatlah sederhana, namun sangatlah dalam maknanya. Sukses itu ketika kita tahu apa tujuan kita hidup. Tak selamanya sukses itu dapat dinilai dengan materi. Seperti pada penyandang cacat pada artikel ini, mereka sukses karena telah meraih goal-nya (targetnya) untuk mencapai garis finish. Di sini diartikan bahwa sukses itu jika kita dapat mencapai apa yang telah kita targetkan saat itu.

24

Maka dari itu, sukses itu sangat beragam maknanya. Setiap orang pastilah berbeda dalam mengutarakan pendapatnya tentang kesuksesan. Menurut saya kesuksesan dapat diraih dengan bertawakal dan berikhtiar kepada Allah, kita tidak hanya berusaha tetapi juga selalu berdoa kepada-Nya dan selalu bersyukur kepada-Nya. Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sedepa, Aku mendekat kepadanya selengan. Barang siapa datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. ( HR Bukhari Muslim ) Barang siapa yang bersyukur kepada-Ku, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu dan barang siapa yang kufur maka Sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih. ( QS. Ibrahim ayat 7 ) Dari dua sumber di atas menjelaskan bahwa kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada sang Khaliq, karena kita sebagai khalifah di dunia ini hanyalah untuk menyembah-Nya. Jika kita mendekat kepada-Nya, niscaya Allah juga akan mendekat kepada kita. Banyak para pengusaha yang sukses yang melalaikan kewajibannya sebagai makhluk Allah. Dan pada saat itulah, kesuksesan seseorang ditimbang oleh-Nya. Untuk itu kita hendaknya senantiasa mengingat kepadaNya. Semoga kita bukan bagian dari kaum tersebut. B. SARAN Sebaiknya para kawula muda dapat mengambil pelajaran dan kesimpulan dari artikel ini. Banyak kisah para wirausahawan muda yang lainnya yang berjuang dari nol hingga sampai menjadi sukses total. Sukses total yakni sukses baik materi dan kebahagiaan selain materi. From zero to

25

hero, mereka membuang rasa malu mereka terhadap orang lain, bahkan ada yang bermodalkan nekad dan siap dicacimaki seperti Firmansyah Budi. Yang lebih mengesankan saya, beliau merintis usahanya di Jl. Bugisan 36, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta. Alamat email beliau adalah : [email protected]. Semoga kita, khususnya Warga Yogyakarta dan umumnya para pembaca artikel ini dapat mencontoh atau mencari usaha-usaha yang lainnya yang sekiranya dapat memotivasi orang lain, seperti Firmansyah Budi. Semoga akan ada para Firmansyah Budi yang lainnya, yang dapat menjadi motivator kita semua dalam merintis sebuah usaha. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran, setidaknya semangat para wirausahawan muda tanah air kita ini. Jangan mau kalah dengan Sean Spooner dan Louis Porter yang baru berusia 14 tahun, namun dapat sukses bahkan dengan membuktikan kepada dunia mereka, dunia remaja, bahwa media cetak masih digemari. Tidak ketinggalan dengan Iim Fahima dan Riezka Rahmatiana, para wanita yang penuh inovatif. Berkat Iim Fahima, banyak kawula muda yang terinspirasi khusunya kaum Hawa yang mulai berbisnis online. Juga Riezka Rahmatiana yang banyak menginspirasi para kaum Hawa, bahwa tidak hanya para kaum Adam yang bisa berwirausaha. Sudah banyak saya temui usaha pisang ijo seperti dirinya yang masih tetap eksis dalam agenda rutin Pasar Minggu di kawasan Masjid Kampus UGM Yogyakarta. Tentunya masih banyak pengusaha-pengusaha muda yang sukses yang ada di penjuru dunia ini. Dan semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua. Semoga di tahun ini Anda lah calon pengusaha muda sukses lainnya. Amin.

26

DAFTAR PUSTAKA

http://usupress.usu.ac.id/files/Pengantar%20Kewirausahaan_Normal_bab %201.pdf Majalah FEMINA no 15/XXXVII 11-17 April 2009 http://www.tangandiatas.com/?ar_id=Mzg5 http://www.tangandiatas.com/?ar_id=NjU5 http://www.tangandiatas.com/?ar_id=NDgx http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2011/01/12/brk,20110112305558,id.html

27