uts manlog

Download Uts Manlog

Post on 02-Jan-2016

168 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jjjjjj

TRANSCRIPT

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH MANAGEMEN LOGISTIK (OPK) RS

Dra. Endang Adriyani, Apt, MARS

IPSRS

INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT

DI RUMAH SAKIT X

Disusun Oleh Kelompok 4Dewi Febrianti

1106118464

Emma Ratnawati

1106039932

Khaerun Nisa

1106040373

Laura Widiastuti

1106040461Lies Nugrohowati

1106119643

Loly Gusvita

1106119706

Maria Theresia. Y

1106040556

Nanik Supriyani

1106119984

Nienne Aridayanti

1106120046

Nelis Fitriah

1106040796PROGRAM MAGISTER KAJIAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS INDONESIA

2012

KELOMPOK 4Dewi Febrianti (1106118464)

Emma Ratnawati (1106039932 )

SHAPE \* MERGEFORMAT

Khaerun Nisa (1106040373 )

Laura Widiastuti (1106040461)

Lies Nugrohowati (1106119643)

Loly Gusvita (1106119706)

Maria Theresia. Y (1106040556)

Nanik Supriyani (1106119984)

Nienne Aridayanti (1106120046)

Nelis Fitriah (1106040796)

BAB I

PENDAHULUAN

Instalasi pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) adalah suatu unit fungsional untuk melaksanakan kegiatan, agar fasilitas yang menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit yaitu sarana, prasarana dan peralatan selalu berada dalam keadaan laik pakai.

A. Tujuan

Umum

Untuk mencapai kondisi pelayanan rumah sakit secara optimal terintegrasi dalam sistem pelayanan rumah sakit.

Khusus

a. Terciptanya kegiatan instalasi pemeliharaan sarana, prasarana dan peralatan rumah sakit.

b. Terciptanya pembinaan teknis bagi teknisi rumah sakit melalui bimbingan bengkel rujukan maupun dari pihak ketiga.

B. Mekanisme

Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan sarana, prasarana dan peralatan rumah sakit memerlukan suatu sistem yang melibatkan bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain yaitu:

1. Sistem pengadaan

a. Merancang rencana kebutuhan sarana, prasarana dan peralatan yang digunakan dalam program pelayanan kesehatan serta kebutuhan suku cadang yang dipergunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan.

b. Mengadakan prasarana dan peralatan perbengkelan yang memadai untuk digunakan oleh teknisi rumah sakit dalam pemeliharaan dan perbaikan serta tenaga-tenaga yang terampil dan berkualitas.

2. Pola Pemeliharaan

a. Pemeliharaan pencegahan (preventive) ialah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu, dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kerusakan atau bagian-bagiannya tidak memenuhi kondisi yang dapat diterima. (contoh : pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, tahunan)

b. Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian atau seluruhnya, termasuk penyetelan, penggantian bagian yang rusak untuk memenuhi kondisi yang dapat diterima (contoh : perbaikan ringan, overhoul)

3. Pelaksanaan pemeliharaan

a. Pemeliharaan dilakukan oleh UPSRS, sepanjang memiliki fasilitas kerja, tenaga yang mampu, dan pelatihan kerja tersedia dengan cukup serta sesuai dengan norma keselamatan kerja yang berlaku, yang termasuk kategori pemeliharaan ini adalah:

Tingkat nol

Upaya pemeliharaan yang bersifat pencegahan dilakukan oleh operator/user.

Tingkat 1

Pemeliharaan dan perbaikan secara rutin/berkala dilakukan oleh teknisi rumah sakit.

Tingkat 2

Pemeliharaan dan perbaikan dilakukan oleh teknisi rumah sakit yang dianggap cakap dan mampu (spesialisasi)

b. Pemeliharaan dilakukan oleh pihak ke- III yaitu perbaikan baik yang bersifat insidentil (tanpa terikat waktu) maupun terikat melalui suatu kontrak service dengan jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulanan, 6 bulanan atau tahunan. Yang termasuk kategori pemeliharaan ini adalah:

Tingkat 3

Perbaikan di bengkel rujukan atau pihak ketiga yang sesuai persyaratan yang berlaku.

C. Sistem Pembinaan

a. Menjaga kebersihan terhadap sarana, prasarana dan peralatan rumah sakit yang dilakukan secara rutin/setiap hari dan berkesinambungan.

b. Meningkatkan sistem pemeliharaan dan perbaikan sarana, prasarana dan peralatan rumah sakit melalui pendidikan, penataran dan latihan untuk menunjang dan mengembangkan diri dalam rangka pelaksanaan program pelayanan kesehatan.

c. Berpartisipasi dalam tim penyuluhan, pembinaan terhadap pasien, pengunjung dan petugas/karyawan rumah sakit secara langsung maupun melalui stiker dan pamflet.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKAPengertian

Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal . Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka misi logistik adalah mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistic.Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk 2 hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi tetap menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, manajemen logistik yang baik merupakan sebuah keharusan.

Fungsi Manajemen Logistik

Fungsi manajemen logistic sebenarnya sama dengan fungsi manajemen pada umumnya hanya karena untuk kepentingan tujuan manajemen logistic maka fungsi manajemen logistic adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan

2. Penganggaran

3. Pengadaan

4. Penyimpanan

5. Penyaluran

6. Penghapusan

7. Pengendalian

Siklus logistic adalah proses sebelum terjadinya kegiatan logistic sampai kegiatan itu dapat dievaluasi. Diawali dengan perencanaan sampai proses pengawasan dan pengendalian yang melibatkan semua unsure organisasi mulai dari puncak pimpinan sampai dengan pemakai.

Yang terkait dalam siklus logistic adalah tergantung struktur organisasi di RS yang bersangkutan, dimana letak organisasi pengelola logistic RS tersebut dan bagaimana koordinasi diantara unit-unit yang terkait, sehingga sangat menentukan siklus tersebut dapat berjalan.

PERENCANAAN

Perencanaan adalah proses untuk merumuskan sasaran dan menentukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kegiatan tidak akan terselenggara dengan baik dalam arti efektif, efisien dan produktif, tanpa dukunagn berbagai kegiatan penunjang.Penyususnan suatu rencana tidak boleh dipandang sebagai tujuan melainkan sebagai cara yang sifatnya sistematik untuk pencapaian tujuan. Proses perencanaan dilaksanakan oleh semua tingkat dalam organisasi sedangkan fungsi perencanaan dalam manajemen logistic merupakan salah satu dari sub system aktifitas perencanaan keseluruhan. Perencanaan didalam manajemen logistic adalah merencanakan pemenuhan kebutuhan logistic yang pelaksanaannya dilakukan oleh semua calon pemakai, kemudian diajukan sesuai alur yang berlaku dimasing-masing organisasi.PENGANGGARAN

Penganggaran salah satu mata rantai siklus manajemen logistic yang dalam pelaksanaannya erat hubungannya dengan perencanaan yang dibuat. Penganggaran sebagai realisasi pendanaan suatu kegiatan operasional yang telah disesuaikan dengan feedback dari perencanaan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas. Fungsi penganggaran adalah semua kegiatan dan usaha untuk merumuskan perincian kebutuhan dalam suatu skala standar tertentu yaitu skala mata uang dan jumlah biaya. Dengan kata lain fungsi penganggaran mempunyai hubungan timbale balik yang erat sekali dengan fungsi perencanaan oleh karena itu perencanaan harus disusun secara realistis sesuai dengan pikiran dukungan sumber dana yang ada dan bila perencanaan sudah disepakati harus ada kepastian bahwa anggaran untu mendukunganya terjaminPENGADAAN

Fungsi pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah ditetapkan/disetujui dalam fungsi sebelumnya. Dalam fungsi pengadaan ini dilakukan proses pelaksanaan rencana pengadaan dan fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan, serta rencana pembiayaan dan fungsi penganggaran. Bahan-bahaninformasi dai fungsi penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan maupun pengendalian merupakan sarana penunjang yang vital bagi pelaksanaan pengadaan. Pengadaan sebagai salah satu fungsi manajemen logistic yang kompleks karena fungsi pengadaan tersebut sangat tekhnis menyangkut pihak luar dan dalam penyelenggaraannya terkait berbagai kebijaksanaan pemerintah yang dituangkan dalam berbagai produk hokum. Pengadaan dapat dilakukan dengan berbagai cara :

1. Purchasing (membeli)

2. Leasing (menyewa)

3. Meminjam

4. Hibah/pemberian

5. Menukarkan

6. Reduce (membuat)

7. Repair (memperbaiki)

Pengadaan merupakan suatu siklus yang memerlukan langkah langkah yang beruntun, langkah-langkah dalam siklus tersebut adalah :

1. Memilih metoda pengadaan

2. Memilih pemasok dan menyiapkan dokumen kontrak, pemilihan pemasok secara hati-hati adalah paling penting karena dapat mempengaruhi baik kualitas maupun biaya yang dibutuhkan3. Pemantauan status pemesanan. Pemantauan status pemesanan bertujuan untuk mempercepat pengiriman sehingga efisiensi suplai dapat ditingkatkan

4. Penerimaan dan pemeriksaan bertujuan agar barang yang diterima baik jenis dan jumlahnya dengan dokumen yang me