undergraduate architecture portfolio 2012 - 2014

Download Undergraduate Architecture Portfolio 2012 - 2014

Post on 07-Apr-2016

217 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Studio Class Projects - Competitions - Live Sketches, Paintings, Posters.

TRANSCRIPT

  • HOBBIES AND INTEREST

    Music Yoga & Meditation

    Graphic Design Reading

    Sketching Writing

    Painting

    COMPUTING LITERANCY

    Drafting AutoCAD

    3D Modeling - Google Sketchup

    Rendering Vray for Sketchup + Photoshop

    Layouting Corel Draw

    EDUCATION

    2011 present Atma Jaya Yogyakarta University Bachelor of Architecture Engineering2008 2011 Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta Indonesia

    AWARD

    Best Studio Project UAJY - STARS AWARD 2013 (Stars 3 Project)

    1st Winner - AGF Competition 2014 (Art Space as Urban Space)

    in Collaboration with Titus Pandu

    Big 5 - Sinar Mas Land Young Architect Competition 2014

    (Commercial Category)

    in Collaboration with Titus Pandu

    2nd Winner - Provident Residential Mid End 2014 (B-Chategory)

    in Collaboration with Titus Pandu

    OTHER ACTIVITY

    2011 2013 Violin Player at (pe) musik B01 Community2012 2013 Traditional Dancer at Dance Community of Engineering Faculty UAJY

    2013 2014 Coordinator of Biro HUMAS at Himpunan Mahasiswa Arsitektur Tricaka UAJY

    2013 2014 Coordinator of Divisi Keilmuan at Paguyuban Mahasiswa Arsitektur Yogyakarta (PAMIY)

    2013 - 2014 Lecturer Assistant (Architectural Presentation 1) at

    Atma Jaya University

    MARIA NERSIARTISTA PUTRI

    Tahunan UH III / 131

    Yogyakarta 55167 Indonesia

    +62 838 67 9494 10

    maria.nersiartista@gmail.com

    date of birth 21 November 1992ethnic group Javanesenationaly Indonesian

  • PORTOFOLIO

    CONTENTS

    03

    MUSEUM BATIK

    Intangible Heritage Batik Museum

    Studio Arsitektur 5 - 2014

    13

    TUGU TRAIN STATION

    Time Tunnel

    Studio Arsitektur 6 - 2014

    23

    PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

    Pusdiklat Multimedia

    Studio Arsitektur 5 - 2013

    31

    SANGGAR LUKIS ANAK

    Yoga Anyangga Yogi

    Studio Arsitektur 4 - 2013

    37

    SANGGAR TARIManunggaling Jagad

    Studio Arsitektur 3 - 2012

    43

    ART SPACE AS A PUBLIC SPACE

    Adaptive Reuse Bioskop Indra

    AGF Competition (1st Winner) - 2014

    in Collaboration with Titus Pandu

    51

    MALL AND APARTMENT

    The Lungs

    Sinar Mas Land YAC (Finalist) - 2014

    in Collaboration with Titus Pandu

    57

    RESIDENTIAL MID-END

    C - House

    Provident Development (2nd Winner) - 2014

    in Collaboration with Titus Pandu

    63

    OTHERS

    Live Sketch - Paintings - Posters

    bekerja berjalan seiring irama bumi dan perjalanan roh jagad ini.

    mewujudkan cinta dan memenuhi sebagian cita-cita bumi.

    Maria Nersi - 22 tahun

  • BATIK MUSEUMJl. Timoho Yogyakarta

    2014

  • Museum selain menjadi media untuk menampilkan

    suatu karya dari hasil proses peradaban tertentu

    memiliki peran untuk memunculkan kembali

    memori-memori tak benda dari peradaban

    tersebut (Anonim dalam Corsane 41). Museum

    merupakan dreamspace yang membawa

    pengunjungnya pada kenangan, emosi, perasaan,

    dan khayal yang direalisasikan melalui karya yang

    dipamerkan. Otensitas yang ditawarkan bukan

    lagi historical, melainkan visual. Segala sesuatu

    yang ditampilkan adalah nyata, sehingga tidak

    hanya keeksotisan karya yang dipamerkan sajalah

    yang menjadi daya tarik museum, melainkan

    makna yang terkandung didalamnya. Oleh

    karenanya, penyajian yang tematik dan informatif

    serta memberi kenyamanan dan kemudahan

    menjadi hal yang penting dalam museum.

    INTANGIBLE HERITAGEMUSEUM BATIK

    Menyajikan ruang secara tematik dan informatif

    dengan penyajian tema-tema ruang yang mampu

    membawa kembali memori kolektif peradaban.

    MUSEUMBATIK PENGELOLA

    MUSEUMBATIK PENGELOLA

    LIBRARY LIBRARY

    LOBBY

    TRANSISI

    MUSEUMBATIK PENGELOLA

    LIBRARYCAFE

    PENGELOLA

    LOBBY

    MUSEUMBATIKCAFE

    MUSEUMBATIK

    PENGELOLA

    LOBBY

    TRANSFORMASI ZONING.

    Dibagi menjadi dua fungsi utama. Perpustakaan sebagai area mixed-use yang

    digunakan oleh kedua pengguna fungsi utama

    Ditambahkan lobby dan area transisi

    untuk pengunjung museum.Ditambahkan cafe sebagai fungsi pendukung. Perancangan museum batik yang

    saling terintegrasi antar fungsinya

    4

  • 1 ENTRANCE.

    2 CAFE PARKING AREA.

    3 DROP OFF.

    4 MUSEUM PARKING AREA.

    5 STAFF ENTRANCE (BACK DOOR).

    6 TICKETING.

    7 MAIN LOBBY.

    8 TERRACE.

    9 SERVICE LOBBY.

    10 MANAGERIAL LOBBY.

    LEGENDA

    VEHICLE CIRCULATION

    VISITOR CIRCULATION

    STAFF CIRCULATION

    VIP STAFF & VISITOR CIRCULATION

    SITEPLAN1 2 4 8

    SITEPLAN

    CAFE

    MUSEUMBATIK

    LOBBY

    KOLONIAL, kenangan masa

    penyebaran batik ke luar keraton.

    TRANSISI, area persiapan.

    SUASANA KAMPUNG PLERET,

    kampung pembatikan pertama

    pada masa Sultan Amangkurat II.

    NEW, suasana masa kini.

    SUASANA RUMAH JAWA.

    Disisipkan ruang-ruang tematik pada

    fungsi museum dan pendukungnya

    LEGENDA

    ZONING

    511

  • 1 DROP ENTRANCE.

    2 FROM PARKING ENTRANCE.

    3 MUSEUM AREA ENTRANCE.

    4 INDOOR MUSEUM ENTRANCE.

    5 BASEMENT MUSEUM ENTRANCE.

    6 MAIN LOBBY.

    7 CORRIDOR.

    8WORKSHOP/EXHIBITION

    HALL ENTRANCE.

    LEGENDA

    SIRKULASI PENGUNJUNG

    5

    BASEMENT FLOOR PLAN1 2 4 8

    ALUR SIRKULASI PENGUNJUNG

    1

    2

    3

    4

    6

    7

    8

    1ST FLOOR PLAN1 2 4 8

    6

  • PENCAHAYAAN & PENGHAWAAN

    B - B SECTION

    1 2 4 8

    A - A SECTION1 2 4 8

    LUBANG ANGIN

    7

  • Sebelum masa kolonial, Batik Mataram merupakan

    busana yang hanya digunakan oleh keturunan kerajaan

    saja. Hingga pada masa kolonial, ketika Landa dianggap

    sebagai bangsawan, mulai menggunakan batik di luar

    lingkungan kerajaan sehingga banyak masyarakat biasa

    mulai tertarik dan memproduksi batiknya sendiri (batik

    rakyat).

    Penggunaan langgam bangunan kolonial pada fasade

    merupaka representasi dari keluarnya batik dari keraton

    oleh bangsa kolonial.

    FASADE KOLONIAL

    PERSPEKTIF

    8

  • Sebagai area pemisah antara area

    publik ramai dengan area museum

    sepi, area transisi yang merepre-

    sentasikan hidup Manusia Jawa

    yang bertahap dari profan luar me-

    nuju sakral suci.

    (Y.B. Mangunwijaya, 1988.)

    TRANSITION ZONE

    PERSPEKTIF

    9

  • CAFE & SHOP

    Cafe&Shop yang merupakan fungsi modern disajikan

    secara baru sesuai dengan fungsinya sehingga memberikan

    pengalaman ruang yang berbeda sesuai dengan

    peradaban yang diangkat.

    EXHIBITION HALL & WORKSHOP AREAENTRANCE EXHIBITION HALL

    PERSPEKTIF

    10

  • TUGU TRAIN STATIONJl. Mangkubumi Yogyakarta

    2014

  • Sebagai pengembangan sarana akomodasi pariwisata

    dan bisnis di Yogyakarta, maka stasiun Tugu, selain

    sebagai terminal pada moda transportasi darat,

    dikembangkan menjadi stasiun yang modern secara

    fungsi. Selain kelengkapan fasilitas standar, stasiun

    dilengkapi dengan sarana penginapan berupa hotel

    bintang 3. Fasilitas tersebut digunakan bagi

    penumpang yang tiba pada malam hari atau ingin

    transit cepat.

    TIME TUNNEL.Stasiun Tugu sebagai fasilitas transportasi di pusat

    pengembangan kota. Transportasi sebagai salah satu

    bentuk teknologi yang telah dan akan terus

    berkembang. Kegiatan dan perkembangan ekonomi

    masyarakat dan fasilitas transportasi akan saling

    mempengaruhi satu sama lain, sehingga keduannya

    harus mampu saling mendukung.

    Penambahan massa bangunan pada stasiun tugu

    tidak mengesampingkan kezamanan. Tidak dilama-

    lamakan, tetapi jujur pada kezamanan. Sehingga

    tercipta harmoni yang saling mendukung antara

    lampau dan kini, menciptakan timeline zaman yang

    terbaca jelas oleh pengunjung

    KAWASAN MALIOBORO

    KOMERSIAL

    EKS. HOTEL TOEGOE

    BCB

    RUKO MANGKUBUMI

    KOMERSIAL

    PEMUKIMAN

    OPEN SPACE

    RECREATION

    OPEN SPACE

    RECREATION

    FASILITAS PENGINAPAN

    PEMUKIMAN

    14

  • MOTIVASI DIADAKANNYA KONSERVASI

    Mempertahankan Warisan Budaya (untuk

    mempertahankan identitas).

    Menjamin terwujudnya variasi dalam

    bangunan perkotaan (memiliki memori).

    Nilai Ekonomis.

    Sebagai Simbol.

    NILAI KONSERVASI STASIUN TUGU.

    ASTHETICNilai Estetika (skala 1 - 10) eksisting adalah 6 (cukup). Fasade

    hall yang menjadi entrance yang secara frontal langsung ditemui

    oleh pengunjung ketika memasuki site. Hanya saja, pada bagian

    dalam (setelah hall), terjadi banyak perubahan yang

    mengaburkan langgam dan karakter bangunan.

    SCENICNilai Scenic (skala 1 - 10) eksisting adalah 5 (kurang). Stasiun

    Tugu terletak di depan Hotel Toegoe yang juga merupakan

    bangunan cagar budaya peninggalan Kolonial Belanda, secara

    visual bangunan Stasiun Tugu dan Hotel Toegoe saling terkait.

    Letak Stasiun Tugu yang dekat dengan Kawasan Malioboro (dan

    hotel Inna Garuda) juga mampu saling memperkuat suasana.

    Namun karena penataan kawasan yang tidak memperhatikan

    hal tersebut, potensi scenic tersebut tertutupi oleh massa-massa

    bangunan, pepohonan, serta street furniture lain yang berada

    dalam kawasan buffer zone Stasiun Tugu.

    HISTORICALNilai Historical (skala 1 - 10) eksisting adalah 7 (baik). Stasiun

    tugu memiliki sejarah yang