ufd putra utama (0904103010071)a

Download UFD Putra Utama (0904103010071)a

Post on 19-Oct-2015

36 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sxa

TRANSCRIPT

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    1/33

    PAPER

    TEKNOLOGI MEMBRAN

    Mekanisme Pembentukan Pori

    Membran pada Proses Inversi Fasa

    Disusun Oleh:

    Anggota Kelompok :

    M.Nanda Faria 0904103010006

    Naluri Iqbal Shiddiq 0904103010009

    Putra Utama 0904103010071

    JURUSAN TEKNIK KIMIA

    FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    DARUSSALAM-BANDA ACEH

    2012

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    2/33

    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALUNIVERSITAS SYIAH KUALA

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK KIMIA

    LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIAJL . Tgk. Syech Abdul Rauf No. 7 Darussalam - Banda Aceh 23111 Telp 0651-51977 pes 4326

    IZIN MELAKUKAN PRAKTIKUM

    OPERASI TEKNIK KIMIA

    Kelompok : C - 2

    Nama / NIM : Ikmalul Rahmi O 0704103010020

    Riski Amalia 0904103010011

    Fahirul Muhar 0904103010061

    Putra Utama 0904103010071

    Melaksanakan percobaan di Laboratorium Operasi Teknik Kimia

    Percobaan : Urea Formaldehid

    Hari / Tanggal : Kamis / 24 Mei 2012

    Pukul : 08.00 s/d selesai

    Pembimbing percobaan telah menyetujui atas penggunaan segala fasilitas di

    Laboratorium Operasi Teknik Kimia untuk melakukan percobaan di atas.

    Mengetahui, Darussalam, 24 Mei 2012

    Staff Laboratorium Menyetujui

    Pembimbing,

    Prof. Dr. Ir. Medyan Riza.

    M,Eng

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    3/33

    Nip : NIP. 19590115 1985 031 003

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

    limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Salawat serta salam kita

    ucapkan keharibaan Nabi Muhammad SAW dan kepada sahabat serta keluarga

    beliau.

    Alhamdulillah penyusun telah dapat menyelesaikan laporan praktikum

    yang berjudul Urea Formaldehid untuk memenuhi persyaratan praktikum

    laboratorium Operasi Teknik Kimia.

    Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada:

    1) Ibu Dr. Ir. Mariana, M.Si sebagai Kepala Laboratorium Operasi Teknik KimiaUniversitas Syiah Kuala.

    2) Bapak Prof. Dr. Ir. Medyan Riza, M.Eng selaku Dosen Pembimbing yangtelah banyak membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan

    laporan ini.

    3) Saudara Indra Safriadi sebagai asisten pada percobaan Urea Formaldehid.4) Teman-teman Teknik Kimia angkatan 2009, serta semua pihak yang telah

    banyak membantu baik dalam menyelesaikan laporan ini maupun pada saat

    berlangsungnya praktikum.

    Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta

    peunjuk bagi kita semua. Penyusun sangat menyadari bahwa laporan ini masihsangat jauh dari kesempurnaan oleh sebab itu penyusun sangat mengharapkan

    kritik dan saran yang bersifat membangun, demi kesempurnaan pelajaran dimasa

    yang akan datang. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan

    khususnya untuk penulis.

    Darussalam, 20 Juni 2012

    Penyusun

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    4/33

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Seluruh aspek kehidupan manusia senantiasa bergantung pada polimer

    untuk kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal dan benda-

    benda yang berhubungan lainnya. Sebelum abad ke-19, bahan-bahan untuk

    keperluan ini diperoleh dari hewan dan tumbuh-tumbuhan.

    Titik kultivasi awal yaitu pada abad ke-19, manusia telah memproduksi

    polimer dengan teknologi yang lebih canggih untuk meningkatkan mutu

    penggunaannya. Pada abad ini pula, ditemukan polimer plastik yang dibuat dari

    getah, selulosa dan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak jarak. Yang mana

    pada awalnya memproduksi polistirena (PS) dan polivinilklorida (PVC) (Zakaria,

    2003).

    Hingga sekarang ini polimer semakin berkembang dalam dunia perekatan.

    Ilmu perekatan telah digunakan dalam disiplin ilmu, baik bidang kimia, fisika

    permukaan, serta mekanika. Sehingga pemahaman ilmu polimer menjadi syarat,

    termasuk reaksi polimerisasi, reologi, deformasi, dan perilaku pemecahan

    polimer.

    Jenis perekat yang paling umum digunakan adalah resin urea formaldehid

    (UF), melamin formaldehid (MF), fenol formaldehid (PF), diisosianat,

    poliisosianat, polimer dan kopolimer dari vinil asetat, serta poliamida. Semuanyatermasuk ke dalam sistem resin termoset(Achmadi, 1990).

    Urea formaldehid resinadalah kondensasi urea dengan formaldehid. Resin

    tipe ini termasuk dalam kelas termosetting resin, yang mempunyai sifat tahan

    terhadap asam, basa, tidak dapat melarut dan tidak dapat meleleh. Selain itu

    produksi yang murah dan mudah juga menjadi andalan dari resin urea formaldehid

    ini. Oleh kemungkinan sifat-sifatnya, urea formaldehid mempunyai bidang

    penggunaan yang sangat luas, yang menyebabkan industri urea formaldehid

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    5/33

    berkembang dengan pesatnya, sebagai contoh, industri adhesiveuntukpolywood,

    textile resinfinishing, laminating, coating, molding, casting, dan lucquers, dll

    (Anonimous, 2008).

    Namun terdapat kekurangan yang juga sangat membatasi urea formaldehid

    dalam penggunaannya. Salah satu yang paling vital adalah terdegradasinya ikatan

    polimer yang terbentuk oleh adanya air ataupun uap. Ini diakibatkan

    terhidrolisinya ikatan aminometilen, oleh karena itu penggunaannya terbatas pada

    aplikasi interior saja (Pizzi, 1999)

    Salah satu senyawa dengan ikatan aminometilen

    1.2 Tujuan Percobaan

    Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk melakukan suatu reaksi

    polimerisasi antara urea dan formaldehid serta menetukan waktu curing dari resin.

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    6/33

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    Bahan pembuat plastik dari minyak dan gas sebagai sumber alami, dalam

    perkembangannya digantikan oleh bahan-bahan sintetis sehingga dapat diperoleh

    sifat-sifat plastik yang diinginkan dengan cara kopolimerisasi, laminasi, dan

    ekstruksi. Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah

    monomer, yakni rantai yang paling pendek. Polimer merupakan gabungan dari

    beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. Bila rantai

    tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak, menyerupai

    tumpukan jerami maka disebut amorf, jika teratur hampir sejajar disebut kristalin

    dengan sifat yang lebih keras dan tegar (Syarief, dkk., 1989).

    Menurut Eden dalam Syarief (1989), klasifikasi plastik menurut struktur

    kimianya terbagi atas dua macam yaitu:

    1. Linear, bila monomer membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka

    akan terbentuk plastik thermoplastik yang mempunyai sifat meleleh pada suhu

    tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu dan sifatnya dapat balik

    (reversible) kepada sifatnya yakni kembali mengeras bila didinginkan.

    2. Jaringan tiga dimensi, bila monomer berbentuk tiga dimensi akibat

    polimerisasi berantai, akan terbentuk plastik thermosettingdengan sifat tidak

    dapat mengikuti perubahan suhu (irreversible). Bila sekali pengerasan telah

    terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali.

    Bentuk paling sederhana dari molekul polimer adalah rantai lurus atau

    disebut juga sebagai polimer linear yang terdiri dari satu rantai utama.

    Fleksibilitas dari rantai polimer yang tidak bercabang di pengaruhi oleh

    persistence length (sifat dasar mekanis yang mengukur kekakuan dari polimer

    panjang). Molekul polimer bercabang disusun dari rantai utama dengan satu atau

    lebih cabang. Beberapa tipe khusus dari polimer bercabang adalah star polymers,

    comb polymers, dan brush polymers. Jika polimer mengandung rantai cabang

    yang komposisinya berbeda dengan rantai utama maka dia disebut grafted

    polymer. Cross-linkmenunjukkan dimana titik percabangan dimulai.

  • 5/28/2018 UFD Putra Utama (0904103010071)a

    7/33

    Berikut beberapa jenis rantai yang mengikat polimer satu sama lain :

    a.Linear Polymer, polimer linear tersusun atas satu rantai panjang yang kontinu,

    tanpa adanya percabangan dari rantai tersebut.

    b. Branched Polymer, polimer bercabang terdiri atas satu rantai utama yang

    mempunyai rantai molekul lebih kecil sebagai cabang. Sebuah struktur rantai

    bercabang cendrung menurunkan tingkat kristanilitas (cristanility) dan

    kepadatan (density) polimer tersebut. Susunan geometrik dari ikatan bukan

    merupakan penyebab bervariasinya stuktur polimer. Branched polymer

    terbentuk ketika terdapat rantai cabang yang menempel pada rantai

    utama.contoh sederhana dari branched polymerseperti terlihat pada gambar di

    bawah. Terdapat berbagai jenis branched polymeryang dapat terbentuk. Salah

    satunya yang dinamakan dengan star-branching. Star-branching terbentuk

    ketika polimerisasi dimulai dengan single monomer dan mempunyai cabang

    radial keluar. Polimer dengan tingkat kecabangan yang tinggi disebut

    dendrimers. Sering kali pada molekul ini, tiap cabangnya mempunyai cabang

    lagi. Ini menyebabkan keseluruhan molekulnya mempunyai bentuk spherical.

    c. Cross-Linking dalam polimer terjadi ketika ikatan valensi primer terbentuk

    antara moleku-molekul rantai polymer yang terpisah. Selain ikatan dimana

    monomer membentuk rantai polymer, ikatan polymer yang lain terbentuk

    diantara polimer tetangganya. Ikatan ini dapat terbentuk secara langsung

    diantara rantai tetangganya, atau dua rantai dapat terikat menjadi rantai yang

    lain. Walupun tidak sekuat ikatan pada rantai, cross-links mempunyai peran

    yang sangat pentin pada polimer. Polimer mempunyai ikatan cross-links yang

Recommended

View more >