turbin magnet permanen sebagai penggerak alternatif

of 11/11
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 51 TURBIN MAGNET PERMANEN SEBAGAI PENGGERAK ALTERNATIF GENERATOR YANG BEBAS ENERGI Yakob Liklikwatil 1 , Hamdani Setiawan 2 , Syafruddin R 3 , Rahmad Hidayat 4 , Givy Devira Ramady 5 Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Bandung Abstrak Penggerak generator listrik, dengan energi bahan bakar seperti genset adalah terbatas, akan habis dimasa depan, karna itu ketergantungan padanya harus dikurangi atau diganti. Munculnya magnet Neodymium dengan kekuatan magnetik yang besar bisa menjadi turbin pemutar generator solusi yang tepat menggantikan tenaga bahan bakar. Dalam riset melalui metoda perancangan dan eksperimen, bahwa untuk memutar turbin maka nosel harus merupakan sistem kemagnetan yang kuat; pada lingkaran luar roda terpasang sejumlah besar magnet dengan kutub yang berlawanan dengan kutub magnet nosel guna menghasilkan gaya tarik-menarik dan torsi putar pada poros turbin, yang besarnya bergantung pada kekuatan magnetiknya dan diameter roda. Hasil percobaan dan Analisa menjelaskan bahwa nosel kehilangan gaya tarik sehingga roda mengalami perlambatan dan berhenti, tidak dapat berputar secara kontinu dengan nosel yang diam. Simpulan: roda mengalami perlambatan dan kemudian berhenti berputar disebabkan karna Pertama, nosel kehilangan gaya tarik terhadap magnet roda ketika magnet terakhir pada roda melewati nosel maka sisi kutub magnet tersebut mengalami gaya tarik balik oleh magnet nosel. Kedua, Nosel merupakan sistem yang statis (diam, tidak bergerak). Semakin besar kuat magnetik dan semakin besar diameter roda turbin maka torsi putar dan putaran yang akan dihasilkan akan semakin besar. Solusi : Agar roda turbin bisa berputar secara bebas, konstan dan kontinu yaitu pengaruh sisi kutub magnet harus dihindari dengan teknik nosel dinamis yang dapat bergerak menjauh-mendekati magnet roda sesuai dengan pergerakan roda; Cara lain adalah menggunakan multi roda dengan susunan magnet setiap roda berbeda jarak tunda satu atau dua lubang secara berurutan terhadap noselnya. Selain itu Turbin diposisikan vertikal dimana roda berputar secara horizontal adalah solusi yang tepat untuk menghindari pengaruh gaya berat dan perbedaan ketinggian setiap titik dilingkaran roda sehingga roda bisa berputar melebihi 300 rpm. Kata Kunci : Turbin, Magnet Permanen, Bebas Energi 1. Pendahuluan Berbicara mengenai generator listrik tidak akan terlepas dari sebuah peralatan yang dinamakan turbin. Sebagai tenaga pemutar generator, turbin digerakan oleh tenaga air, angin, diesel atau bensin/solar untuk menghasilkan tenaga listrik seperti halnya sebuah Genset atau Generator. Namun kelangkaan sumber penggerak itu dimasa depan akan menjadi hambatan bagi pembakitan energy listrik secara elektromekanik Bentuk turbin ada yang tegak (vertical) da nada yang horizontal, ukuran bergantung pada generator yang akan diputar untuk menghasilkan listrik, dimana peran utama turbin untuk memutar generator adalah torsi putar atau gaya centripetal yang dihasilkan pada tangkai poros yang dikopelkan pada generator. 1.1 Tujuan dari riset ini adalah Menghasilkan sebuah penggerak generator listrik tanpa batas untuk menggantikan motor diesel atau bensin atau turbin yang digrakan oleh air yang akan berkurang atau angin yang sukar ditentukan.

Post on 16-Oct-2021

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 51
TURBIN MAGNET PERMANEN SEBAGAI PENGGERAK ALTERNATIF GENERATOR YANG BEBAS ENERGI
Yakob Liklikwatil1, Hamdani Setiawan2, Syafruddin R3, Rahmad Hidayat4, Givy Devira Ramady5
Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Bandung
Abstrak Penggerak generator listrik, dengan energi bahan bakar seperti genset adalah terbatas, akan habis dimasa depan, karna itu ketergantungan padanya harus dikurangi atau diganti. Munculnya magnet Neodymium dengan kekuatan magnetik yang besar bisa menjadi turbin pemutar generator solusi yang tepat menggantikan tenaga bahan bakar. Dalam riset melalui metoda perancangan dan eksperimen, bahwa untuk memutar turbin maka nosel harus merupakan sistem kemagnetan yang kuat; pada lingkaran luar roda terpasang sejumlah besar magnet dengan kutub yang berlawanan dengan kutub magnet nosel guna menghasilkan gaya tarik-menarik dan torsi putar pada poros turbin, yang besarnya bergantung pada kekuatan magnetiknya dan diameter roda. Hasil percobaan dan Analisa menjelaskan bahwa nosel kehilangan gaya tarik sehingga roda mengalami perlambatan dan berhenti, tidak dapat berputar secara kontinu dengan nosel yang diam. Simpulan: roda mengalami perlambatan dan kemudian berhenti berputar disebabkan karna Pertama, nosel kehilangan gaya tarik terhadap magnet roda ketika magnet terakhir pada roda melewati nosel maka sisi kutub magnet tersebut mengalami gaya tarik balik oleh magnet nosel. Kedua, Nosel merupakan sistem yang statis (diam, tidak bergerak). Semakin besar kuat magnetik dan semakin besar diameter roda turbin maka torsi putar dan putaran yang akan dihasilkan akan semakin besar. Solusi : Agar roda turbin bisa berputar secara bebas, konstan dan kontinu yaitu pengaruh sisi kutub magnet harus dihindari dengan teknik nosel dinamis yang dapat bergerak menjauh-mendekati magnet roda sesuai dengan pergerakan roda; Cara lain adalah menggunakan multi roda dengan susunan magnet setiap roda berbeda jarak tunda satu atau dua lubang secara berurutan terhadap noselnya. Selain itu Turbin diposisikan vertikal dimana roda berputar secara horizontal adalah solusi yang tepat untuk menghindari pengaruh gaya berat dan perbedaan ketinggian setiap titik dilingkaran roda sehingga roda bisa berputar melebihi 300 rpm. Kata Kunci : Turbin, Magnet Permanen, Bebas Energi
1. Pendahuluan Berbicara mengenai generator
listrik tidak akan terlepas dari sebuah peralatan yang dinamakan turbin. Sebagai tenaga pemutar generator, turbin digerakan oleh tenaga air, angin, diesel atau bensin/solar untuk menghasilkan tenaga listrik seperti halnya sebuah Genset atau Generator. Namun kelangkaan sumber penggerak itu dimasa depan akan menjadi hambatan bagi pembakitan energy listrik secara elektromekanik
Bentuk turbin ada yang tegak (vertical) da nada yang horizontal,
ukuran bergantung pada generator yang akan diputar untuk menghasilkan listrik, dimana peran utama turbin untuk memutar generator adalah torsi putar atau gaya centripetal yang dihasilkan pada tangkai poros yang dikopelkan pada generator.
1.1 Tujuan dari riset ini adalah
Menghasilkan sebuah penggerak generator listrik tanpa batas untuk menggantikan motor diesel atau bensin atau turbin yang digrakan oleh air yang akan berkurang atau angin yang sukar ditentukan.
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 52
1.2 Turbin Magnetik
Turbin Magnetik adalah turbin yang menggunakan magnet permanen sebagai energy penggerak utama. Prinsip kerja turbin ini adalah bergerak atau berputar oleh gaya dan torsi dari Fluks Magnetik dari Magnet permanen Mono-Pole yang ditempatkan pada sudu-sudu turbin sebagai penerima gaya tolak dari system magnet permanen luar dengan kutub yang sama dengan magnet permanen pada sudu-sudu turbin.
a. Tinjauan sifat dasar magnet mermanen
Garis-garis fluks magnetik dari magnet permanen mempunyai pola yang tertentu, seperti pada gambar 2, area dari jarak jangkauan radiasi atau imbasan dari medan magnet
bergantung pada intensitas dan bahan pembuatnya
b. Gaya Magnetik Gaya tolak menolak atau tarik
menarik dari dua magnet Hk.Coulomb dan Lorenz. Besar gaya tolak-menolak tarik menarik dari 2 magnet yang sama adalah sebanding dengan kekuatan medan magnet masing-masing magnet M1 dan M2 , dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua magnet itu. Persamaan umum gaya tolak-menolak atau tarik-menarik diantara dua buah magnet adalah
=
magnet dari masing -
magnet
hampa udara
Dari rumusan gaya diatas menyatakan bahwa makin besar jarak antara kedua magnet, maka gaya tolak atau tarik akan semakin kecil, sebaliknya semakin dekat jarak kedua magnet itu maka gaya tolak/tarik yang ditimbulkan semakin besar.
Apabila dua buah magnet dengan gaya masing-masing F1 dan F2
dipadukan seperti pada gambar 3 akan menghasilkan sebuah gaya resultan sebasar FRes
a b
a) kutub N dengan S tarik-menarik,
b) Kutub yang sama tolak- menolak
Dari Google image-Internet
magnet permanen
tolak-menolak dgn sudut tumpul
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 53
Jika kedua Gaya F1dan F2 sama
besar dan membentuk sudut tumpul seperti pada gambar disamping ini, maka resultan gayanya FRes akan
membentuk sudut 135O < < 180O. dengan persamaan adalah
Dengan menganggap bahwa fluks magnetic hanya ditimbulkan pada permukaan magnet dan mengabaikan pengaruh sisi kutub magnet, makan c. Roda Turbin
Di bawah ini adalah gambar turbin dengan magnet sumber penggerak M1 dengan pembungkus bahan alumunium atau platik, dan magnet- magnet pada roda/rotor M2 dan M3
ditempatkan didalam selongsong pembungkus bahan alumunium atau plastik dimasukan kedalam lubang roda. Semua magnet yang saling berhadapan adalah kutub utara (U), magnet sumber penggerak kutub utara MP berhadapan dengan kutub utara magnet M1 pada roda akan saling menolak sehingga roda akan berputar kearah kanan searah jarum jam, akan tetapi dengan adanya magnet M2 pada roda makan roda akan tertahan (tidak berputar), hal ini disebabkan oleh gaya tolak-menolak antara sisi pinggir kutub U magnet MP dan sisi pinggir kutub U magnet M2, serta bagian sisi kutub S dari magnet M1 tarik menarik dengan sisi pinggir dari kutub U maget MP
Pembungkus magnet : jika diperlukan maka bahan pembungkus bisa dari alumunium atau alastik. Ketebalan pembungkus magnet ditentukan berdasarkan Kuat Medan Magnet sisi (pinggir magnet), harus
setebal mungkin guna meminimalisir gaya tolak/tarik setelah roda berputar melewati setiap magnet-magnet pada roda tersebut
d. Magnet Permanen Neodymium Sejak dahulu magnet sudah ada akan tetapi belum memberikan manfaat yang cukup dan meluas. Pembuatan komponen material magnet permanen akan memberi jawaban dan implementasinya dalam dunia teknologi tenaga listrik muncul setelah para ilmuwan dan penemuannya dalam bidang teknologi rekayasa magnetic telah menghasilkan sebuah peradapan modern yaitu dimanfaatkannya tenaga listrik sebagai pengembangan dari teknologi kemagnetan. Akan tetapi manfaat langsung dari magnet permanen merupakan tantangan baru era melanium dimana magnet secara langsung memutar mesin (motor atau generator). Contoh magnet neodymium dengan berbagai bentuk dan ukuran
= √ +
magnet permanen yang terpasang
Gambar 4, Roda turbin
dengan delapan magnet
pada lingkar luar
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 54
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode perancangan yaitu merancang dan membuat alat Turbin Magnet, pengujian alat, pengambilan data serta analisis hasil pengujian. Adapun tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 2.1 Studi Turbin Magnet
Yaitu pertama mempelajari sifat magnet permanen beberapa bentuk dan ukuran karakteristik medan magnetic , bagaimana pengaruh magnetic terhadap pergerakan roda atau motor /turbin yaitu gaya dan torsi magnet, bagaimana keterpengaruhan antara kutub-kutub dari setiap magnet yang berdekatan, Adakah dan berapakah daya listrik atau mekanik, besar kecepatan putaran tanpa beban poros dan beban poros, temperature alat selama bekerja (kalau berputar), efisiensi alat
2.2 Dasar Perancangan Turbin Magnet Permanen Mempelajari Bentuk dan bahan roda/rotor peralatan yang baik dan cocok untuk digunakan sebagai roda turbin/motor, bagaimana penempatan magnet permanen dan jumlah magnet minimal yang diperlukan untuk memutar turbin pertama berputar dalam keadaan tidak berbepan di poros, Penentuan torsi puntir mekanik poros turbin adalah
Torsi Mekanik Poros
W = F x S, dengan S = 2. r. n , dan
Gaya mekanik terhadap poros adalah :
F = T
=
Dimana : n adalah kecepatan putaran dalam putaran per second (rps)
r adalah jari-jari roda
Perhitungan : Dengan daya keluaran maksimum sebesar 200 W, dan efisiensi 80 %, maka daya masukan poros generator dianggap sama dengan daya pada poros yang diberikan oleh kopling dengan poros turbin magnetik yakni sbb:
, = , = ,
80 × 200
= 250 W dimana : G adalah efisiensi generator Po,T adalah daya keluaran dari poros
turbin magnetic atau koplingan Pi,G adalah daya masukan pada poros
generator
Dari google image-Internet
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 55
Harga daya 250 W di atas merupakan daya masukan pada poros generator yang adalah daya keluaran dari koplingan dengan poros turbin magnetik. Harga tersebut merupakan daya koplingan minimal yang harus bisa diberikan oleh poros turbin magnet. Rumusan koplingan atau Torsi poros turbin adalah
, = × , atau
Jika kecepatan putaran putaran
poros turbin sama dengan kecepatan generator dalam membangkitan daya 250 W keluaran generator adalah 300 rpm (anggapan), maka torsi atau koplingan poros tu rbing dan generator adalah
, = ,
= 7,96 −
Asumsi bahwa torsi turbin tersebut merupakan torsi centrifugal / centripetal dihasilkan oleh oleh gaya pada poros turbin dengan jari-jari roda turbin 15 cm dan berat roda dan tangkai poros turbin ditambah berat seluruh magnet permanen yang ada pada roda turbin tersebut adalah 200 gram Gaya minimal yang harus diberikan pada roda turbin itu adalah
, = , + ,
= 60
Jadi gaya atau kekuatan magnet yang harus diberikan oleh magnet permanen nosel penggerak roda turbin (berserta seluruh beban yang melekat pada roda turbin serta gaya gesekan bantalan poros turbin dan perlawanan terhadap angina disekitar turbinitu) kepada magnet- magnet yang berada pada roda turbin minimal sebesar 60 newton Berdasar kepada harga gaya 60 N diatas maka disain pada besar dan banyaknya magnet serta peletakannya pada nosel dan pada roda turbin adalah sebagai berikut : 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Melakukan Percobaan Pada dua Sistem
Percobaan Ke 1, Sistem turbin sederhana dimana roda dipasangan pada tangkaian poros motor listrik tanpa menghidupkan motor. Roda turbin mempunyai 12 lubang penempatan magnet-magnet di permukaan lingkaran terluar. Dalam percobaan ini hanya menggunakan 2 lubang yang berisi 2 magnet secara tersusun dalam setiap lubang, sedangkan 10 lubang lainnya dibiarkan kosong tanpa magnet. Kutub- kutub Utara magnet roda mengarah keluar
Gambar 7, Potret turbin magnet permanen 2 roda
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 56
roda, kemudian menggunakan sebuah magnet sebagai nosel dengan cara dipegang dan mengarahkan kutub utara magnet nosel ke kutub utara magnet roda tersebut guna memberikan gaya tolak-menolak.
Magnet nosel didekatkan ke magnet pertama roda seperti pada gambar 8, sehingga roda bergerak berputar, dan dalam keadaan magnet nosel tidak dijauhkan dari roda, (tetap didekat magnet roda); Roda berputar hingga magnet lubang kedua roda mendekati magnet nosel, dan kemudian mengalami penolakan oleh magnet nosel sehingga roda tidak dapat terus bergerak melewati magnet nosel, dan terjadi gerakan bolak-balik dan kemudian berhenti.
Langkah selanjutnya yakni sebagai berikut: “Akan tetapi ketika dalam keadaan roda berputar menuju 1 putaran dan kemudian dengan segera magnet pada tangan dijauhkan dari magnet roda maka roda terus berputar dan magnet roda melewati magnet nosel, dan sesaat kemudia setelah magnet roda melewati 1 putar kemudian magnet nosel pada tangan didekatkan kembali pada magnet roda sehingga mendapatkan gaya dorongan yang kedua dan roda terus berputar
menuju putaran ke dua , kemudian magnet nosel dijauhkan lagi sehingga magnet roda dapat melewati putaran kedua dan sesaat kemudian magnet nosel didekatkan kembali ke pada magnet roda sehingga mendapat daya dorong yang ke 3 dan roda berputar menuju putaran yang ke 3 ,..dan dan jika perlakukan ini dilakukan secara berulang maka roda turbin akan terus berputar tanpa berhenti, akan tetapi jika magnet nosel tidak dijauhkan maka roda akan tertahan dan berhenti. Roda ingin terus berputar akan tetapi oleh gaya tolak dari sis-sisi kutub magnet dari kedua magnet yaitu pada roda dan pada nosel maka roda mendapat gaya dorong dalam arah putaran berlawanan dan roda berputar kearah sebaliknya dan seterusnya roda mengalami pergerakan putaran bolak-balik. Analisa, * Keadaan awal roda akan berputar
Gambar 8, Roda turbin pada poros motor dengan
magnet nosel pada permukaan luar
Gambar 9, Magnet nosel mendorong magnet pertama
pada roda, roda mulai berputar searah jarum jam
Tolak
menolak
U
Jarak Gerak
U S
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 57
*Keadaan akhir roda berhenti berputar
Gambar 10 adalah mengilustrasikan keadaan setelah roda bergerak hampir 1 putaran Sisi kutub U magnet kedua roda tertolak oleh sisi kutub U magnet nosel, dan roda mengalami gaya dorongan balik dan mengkibatkan roda berbalik kearah berlawanan jarum jam, seterusnya berputar berlawanan jarum jam kemudian kutub U magnet pertama mengalami gaya tolak-menolak oleh kutub U nosel dan sterusnya roda mengalami gerakan bolak-balik dan semakin melambat kemudian roda berhenti berputar karna kehilangan torsi putar.
Percobaan Ke2, Adalah menerapkan tekni gaya tarik menarik antara magnet nosel (kutub U) dan magnet roda (kutub S). Roda dalam Posisi terbalik yaitu menggunakan sisi dalam atau permukaan dalam roda. Untuk menggerakan roda turbin maka nosel diletakan pada posisi sebelah dalam roda (seperti dalam gambar 11 dibawah ini ).
Pengujiannya adalah sebagai berikut: ketika magnet nosel didekatkan kepada magnet roda pada lubang sebalah kanan dari lubang bebas, maka magnet roda akan mengalami gaya tarik demikian juga magnet lubang yang berikutnya dan magnet lubang selanjutnya seterusnya juga mendapat gaya tarik dari magnet nosel hingga pada magnet lubang yang disebalah kiri dari lubang bebas dan roda bergerak berputar kearah kiri dan berhenti pada saat nosel mencapai magnet roda ke 11 (sebelah kiri dari lubang bebas). Dengan demikian roda berputar kurang dari 1 putaran.
Sebagai analisa untuk masalah ini adalah bahwa: hal ini terjadi oleh sebab pada lubang bebas tidak terdapat magnet yang akan memberikan medan magnet tarikan- menarik yang cukup oleh nosel untuk memutar roda bergerak kemagnet setelah lubang bebas sejauh 1 lubang berikutnya. Roda dapat berputar terus, apabila sistem turbin terdiri dari beberapa roda yang sama dengan komposisi magnet roda yang sama, namun letak lubang bebas harus berbeda dua atau tiga lubang dari roda yang pertama tadi, agar secara menyeluruh seolah tidak terdapat ruang bebas dalam 1 lingkaran penuh
Tolak
menolak
Tarik
menarik
U
Gambar 10, Sisi kutub U magnet kedua roda tertolak oleh
sisi kutub U magnet nosel, roda berhenti berputar
Gambar 11, Roda turbin dengan magnet pada lingkaran
dalam dengan nosel didekatkan pada magnet roda
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 58
sehingga rotor dapat bergerak berputar penuh 1 putaran dan seterusnya. Dalam gambar hanyalah sebuah Model yang dalam rencana kami akan menggunakan 3 buah roda dan setiap roda memiliki sebuah nosel sendiri. Jumlah magnet pada setiap roda sama banyak, namun posisi urutan magnet pertama hingga magnet ke 11 bergeser sebanyak 3 magnet antara roda 1-roda 2 –roda 3, dengan maksud seperti dalam pernyataan diatas adalah menghindari berhentinya roda pada saat magnet ke 11 dari roda ke 1 berhadapan dengan magnet noselnya. Model disain ini akan dilakukan pengujian.
Percobaan Ke 3, Sistem Turbin Roda Ganda sama dengan pada percobaan 2
Menggerakan roda dengan
nosel dinamis yaitu nosel yang digerakan menjauh dan mendekati magnet roda
Pertama nosel digerakkan mendekat kepada magnet lubang pertama, dan roda mulai bergerak berputar dengan perlahan-lahan kemudian semakin cepat;
Selanjutnya sebelum magnet pada lubang terakhir mendekati nosel, maka nosel digerakan menjauhi magnet roda guna menghindari gaya tarikan balik nosel terhadap magnet lubang terakhir pada saat magnet terakhir ini melewati nosel. Dan seterusnya roda berputar terus, ketika magnet lubang pertama roda mendekati nosel maka nosel digerakkan kembali mendekati magnet lubang pertama, kedua dan seterusnya; dan roda berputar semakin cepat . Tindakan ini dilakukan terus (yaitu nosel digerak-gerakan menjauh dan mendekati magnet roda) sehingga roda terus berputar dengan kecepatan mencapai maksimum sekitar n = 330 rpm. Mengkopel Turbin Magnetik Dengan Mesin Listrik Sebagai Beban
Mengkopel turbin magnet dengan mesin listrik kemudian melakukan pengujian menggerakan turbin magnetic dengan nosel dinamis hingga kecepatan putar mesin mencapai 400 rpm ( fuly pada poros turbin sedikit lebih besar dari fuly pada poros mesin listrik). Kemudian mengganti fuly poros mesin dengan ukuran 1,5 cm, dan melakukan pengujian seperti pada percobaan terdahulu. Dari pengujian itu diperoleh harga perkiraan kecepatan putaran turbin nT = 240 rpm dan mesin listrik mencapai nm = 2400 rpm, perbandingan putaran roda turbin dan mesin listrik adalah nT : nm = 1 : 10
Gambar 12, Turbin Roda Ganda
a. Horizontal, b. Vertikal
a b
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 59
4. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Dari dua percobaan awal ini dapat diberikan simpulan sementara bahwa:” semakin banyak lubang roda turbin terisi oleh magnet melingkari roda maka jarak gerak berputar roda semakin pendek hal ini disebabkan ruang kosong atau jarak periodic dari magnet pertama roda dengan magnet terakhir roda dan saat dimana akan terjadinya gejala tolak-menolak antara magnet roda dan magnet nosel semakin singkat. Terlebih lagi jika keseluruhan lubang roda terisi oleh megnet, maka tidak ada ruang/jarak bebas medan magnetik tolak-menolak dari magnet roda, dan magnet nosel yang akan menahan gerak roda sehingga tidak bisa berputah bebas. Ketika magnet nosel dijauhkan dari roda maka tidak ada medan magnetic yang mempengaruhi yang dapat menahan (saling menahan) dari kedua magnet itu, dan oleh karena itu roda dapat berputar terus sesuai dengan gejala benda bergerak akan bergerak terus (berputar), namun akan mengalami perlambatan karna tidak
ada energy pendorong dan juga oleh gaya lawan dari angin disekitar roda.
Secara menyeluruh Hasil akhir dari penelitian turbin magnet permanen yang bebas energy ini bisa berputar dengan nosel yang dinamis tetapi tidak dapat berputar secara kontinu dengan nosel yang tetap diam pada posisi.
Dengan teknik magnet permanen akan memberikan sebuah sistem turbin yang dapat memutar generator sebagai sebuah solusi bagi pembangkit tenaga listrik masa depan yang bebas energy dan tanpa polusi.
Torsi putar yang dihasilkan masih sangat rendah hal ini terlihat apabila roda disentuh dengan jari maka roda akan mengalami perlambatan dimana putaran akan sangat menurun, bahkan bisa mengalami pengereman. Saran Dalam sistem seperti yang diteliti
ini , Nosel sebaiknya merupakan sistem yang ikut bergerak dengan irama gerakan yang mengikuti kecepatan perputaran roda turbin ,
Atau, menggunakan beberapa buah roda dengan komposisi letak magnet setengah lingkaran pada setiap roda dan harus bergantian menerima gaya tarik secara bergilir dari nosel pada masing-masing roda dengan maksud memberikan ruang bebas medan magnet yang cukup antara magnet pertama dan magnet terakhir agar tidak terjadigaya tarik-menarik dari kedua magnet pada ujung awal dan akhir dalam lingkaran dalam roda terhadap magnet nosel.
Turbin disusun secara Vertikal , artinya roda-roda akan berputar secara horizontal pada tangkai poros yang vertikal guna menghindari pengaruh gaya gravitasi atau berat magnet-magnet pada roda terhadap
Puly 2 inc Puly 1,5 cm
Puly 5 inc
Puly 1,5 cm
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 60
ketinggian yang berbeda satu dengan yang lainnya. Menambah jumlah magnet baik nosel maupun pada roda guna memperbesar torsi putar dan kecepatan putaran
DAFTAR PUSTAKA
Fitzgerald. 1983. Electric Machincery. Wildi, T. 1981. Electrical Power Technology. Liklikwatil, Y. 2013 “Mesin Mesin Listrik. Edisi 1. Penerbit Deepublish, Yogyakarta Grover .M dan Lohith, B. December 2014. The Free Energy Generator. Volume 4. Issue, ISSN 2250 – 3153. KumaInternational Journal of Scientific and Research Publications. www.ijsrp.org. Singh, H.P. , Upadhayay, H. , Srivastava, U., Yadav, Om P. NCREE-2015. Free Energy Generator. Ghaziabad Vol.2. International Advanced Research Journal in Science, Engineering and Technology IARJSET. National Conference on Renewable Energy and Environment IMS Engineering College, Special Issue , May 2015 Copyright to IARJSET DOI 10.17148/ IARJSET 332. IMS Engineering College. Ghaziabad, India , Assistant Professor, IMS Engineering College, Ghaziabad, India , Isaac Ramalla. Diakses 2017 Youtube. 2015. Permanent Magnet Motors Free Energy. Internet-Mozila- Firefox. Google-Image. Neodymium magnetic Internet. Diakses 2017.
Google-Image. 2012. Aplikasi Magnet Permanen di Indonesia.. Internet, Prosiding seminar nasional Ilmu Pengetahuan teknik 2012, pp. 84- 89. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Data Pasar dan Pengembangan Material Magnet. Diakses 2017 Richardson, D.V. 1997. Rotating Electric Machinery and Transformer Technology. Edisi 3. Reston Va.22090, USA
Riwayat singkat penulis jurnal penelitian Turbin Magnet Permanen Sebagai Penggerak Alternatif Generator Yang Bebas Energi : 1. Yakob Liklikwatil, Staf Dosen tetap
dan Peneliti pada Laboratorium Mesin-MesinListrik dan Teknik Tenaga Listrik STT Mandala, Bandung
2. Hamdani Setiawan, Staf dosen tetap dan Pembina pada Laboratorium Fisika STT Mandala
Data Pengujian tambahan
ISU TEKNOLOGI STT MANDALA VOL.14 NO.1 JULI 2019 p-ISSN 1979-4819 e-ISSN 2599-1930 61
Dengan puly alumunium diameter 8 inc (putih) dipasang pada tangkaia poros turbin,
dan puly besi diameter 5 inc (warna putih) dipasang pada tangkai poros mesin listrik.
Data perkiraan dalama pengujian ini adalah : nt = 300 rpm, dan nm = 450 rpm
Dengan puly 1,5 cm Pada Tangkai Poros Mesin Listrik (Mesin Gerinda)
Data perkiraan dalam pengujian ini adalah : putaran turbin nt = 240 rpm, dan putaran mesin gerinda nm = 2400 rpm
Turbin Tampak Atas
Puly 1,5 cm
Roda Turbin