tugas ppt fistum kelompok 2

Download Tugas PPT Fistum Kelompok 2

Post on 09-Oct-2015

60 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Fistum Tanah Gambut

TRANSCRIPT

Sifat dan Komposisi Tanah Gambut

Sifat FisikMeliputi :kadar airberat isi (bulk density, BD)daya menahan beban (bearing capacity) subsiden (penurunan permukaan)mengering tidak balik (irriversible drying) Sifat dan Komposisi Tanah GambutGambut Adalah suatu lahan yang kaya akan bahan organik dan umumnya terdapat di rawa belakang (back swamp)Terdapat sampai 20 juta ha di Indonesia.Namun sampai saat ini baru sampai 1 juta ha yang termanfaatkan.

Kenapa?Karakteristik dan komposisi tanah gambut kurang baik untuh tumbuh kembang suatu tanaman Perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakanKadar airKadar air tanah gambut berkisar antara 100 1.300% dari berat keringnya mampu menyerap air sampai 13 kali bobotnyaKadar air yang tinggi menyebabkan BD menjadi rendah

Berat isi (bulk density, BD)BD rendah disebabkan kadar air yang tinggiRendahnya BD gambut menyebabkan daya menahan atau menyangga beban (bearing capacity) menjadi sangat rendahDaya menahan beban (bearing capacity) Memiliki bearing capacity yang rendahmenyulitkan beroperasinya peralatan mekanisasi karena tanahnya yang empuktidak bisa menahan pokok tanaman tahunan untuk berdiri tegakMengering tidak balik (irriversible drying)Gambut yang telah mengering, tidak bisa menyerap air lagi kalau dibasahimudah hanyut dibawa aliran air dan mudah terbakar (layaknya kayu kering)Sifat lain yang merugikan adalah apabila gambut mengalami pengeringan yang berlebihan sehingga koloid gambut menjadi rusak

Sifat KimiaSecara umum sifat kimia tanah gambut didominasi oleh asam-asam organik yang merupakan suatu hasil akumulasi sisa-sisa tanamanAsam organik yang berlebih akan menjadi toksik dan mengganggu metabolisme tanaman sehingga produktifitasnya buruk Fraksi organik terdiri dari senyawa-senyawa humat sekitar 10 hingga 20% dan sebagian besar lainnya adalah senyawa lignin, selulosa, hemiselulosa, lilin, tannin, resin, suberin, protein, dan senyawa lainnyaGambut di Indonesia (dan di daerah tropis lainnya) mempunyai kandungan lignin yang lebih tinggi dibandingkan dengan gambut yang berada di daerah beriklim sedang Turunan asam fenolat yang bersifat fitotoksik :asam ferulatsiringat p-hidroksibenzoatvanilatp-kumaratSinapatSuksinatPropionatbutirat, dantartratTumbuhan memerlukan sejumlah nutrisi untuk menunjang hidup dan pertumbu-hannya. Tumbuhan membutuhkan unsur ma-kro dan mikro dalam jumlah tertentu yang bervariasi tergantung jenis dan tingkat ke-butuhan aktivitas nyaTanah gambut juga mengandung unsur mikro yang sangat rendah dan diikat cukup kuat (khelat) oleh bahan organik sehingga tidak tersedia bagi tanamanKandungan unsur mikro tanah gambut pada lapisan bawah umumnya lebih rendah dibandingkan lapisan atasTergantung pada beberapa faktor:ketebalan lapisan tanah gambut dan tingkat dekomposisikomposisi tanaman penyusunan gambutmineral yang berada dibawah lapisan tanah gambutTingkat kesuburan yang didasarkan pada kandungan P2O5, CaO, K2O, dan kadar abunya, yaitu :gambut eutrofik (tingkat kesuburan yang tinggi)gambut mesotrofik (tingkat kesuburan yang sedang) gambut oligotrofik (tingkat kesuburan yang rendah)TingkatKesuburanKandungan ( % bobot kering gambut)P2O5CaOK20A buEutrofik>0,25>4,0>0,10>0,25Mesotrofik0,20-0,251-4,00,100,20 0,25Oligotrofik0,05-0,200,25-10,03-0,10,05 0,20Sifat-sifat Lahan Pertanian yang IdealSifat-sifat tanah yang ideal atau baik sebagai lahan pertanian mencakup:

Sifat FisikSifat KimiaSifat Biologi1. Sifat Fisika. Warna Tanahb. Tekstur Tanahc. Struktur Tanahd. Konsistensi Tanahe. Bobot Isi Tanah (Bulk Density)a. Warna TanahWarna tanah dapat dipengaruhi oleh perbedaaan kandungan bahan organik, semakin banyak kandungan bahan organik tanah maka warnanya akan semakin gelap.

b. Tekstur TanahTekstur tanah menunjukkan perbandingan relatif antara fraksi tanah baik pasir, debu, dan liat. Tanah-tanah yang bertekstur liat mempunyai luas permukaan yang besar karena lebih halus sehingga kemampuan menahan air dan menyimpan unsur hara tinggi.

c. Struktur TanahStruktur dengan pori-pori yang mempunyai diameter besar (>0,05 mm) memungkinkan air keluar dengan cepat sehingga tanah beraerasi baik, pori-pori tersebut juga memungkinkan udara keluar dari tanah sehingga air dapat masuk.Tanah-tanah liat mempunyai pori total lebih tinggi dari tanah berpasir. Porositas tinggi jika bahan organik tinggi, dengan demikian kesuburan tanah juga tinggi.Bentuk struktur tanah

d. Konsistensi TanahPentingnya konsistensi tanah adalah untuk menentukan cara penggarapan tanah yang efisien dan penetrasi akar tanaman di tanah lapisan bawah. Penentuan konsistensi tanah harus disesuaikan dengan kandungan air tanah yaitu dalam keadaan basah, lembab, atau kering.

e. Bobot Isi Tanah (Bulk Density)Bobot isi tanah adalah petunjuk kepadatan tanah. Semakin padat tanah maka semakin tinggi bulk density yang berarti semakin sulit untuk meneruskan air atau ditembus akar tanaman. Pada umumnya, bobot isi tanah berkisar antara 1,1-1,6 g/cm3.2. Sifat Kimiaa. pH Tanahb. Unsur-unsur Hara Esensiala. pH TanahAlasan pH tanah penting untuk diketahui: Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman, umumnya hara tanaman akan lebih mudah untuk diserap pada kisaran pH netral 6,0-7,0; Menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun, pada tanah yang masam, unsur-unsur mikro juga menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro yang terlalu banyak dan bersifat racun bagi tanaman; Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme, jamur dapat berkembang baik pada segala tingkat kemasaman tanah, serta bakteri pengikat nitrogen dari udara dan bakteri nitrifikasi hanya dapat berkembang dengan baik pada pH >5,5Nilai ketersediaan unsur pada kisaran pH 4-9

b. Unsur-unsur Hara EsensialUnsur hara yang sangat diperlukan tanaman dan fungsinya dalam tanaman tidak dapat digantikan oleh unsur lain disebut unsur hara esensial. Unsur hara esensial berjumlah 17, yaitu:

unsur makro C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan S yang dibutuhkan dalam jumlah banyakunsur mikro Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, dan Co yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit

Kadang unsur hara esensial, karena fungsinya, digolongkan dalam dua kelompok, yakni yang berperan dalam struktur suatu senyawa penting dan yang berperan mengaktifkan enzim.Unsur hara makroUnsurFungsiC, H, OSebagai koloid organik (penyubur tanah)N (Nitrogen)Memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman & pembentukan protein P (Fosfor)Pembelahan sel, pembentukan albumin, pembentukan bunga, buah dan biji, mempercepat pematangan, memperkuat batang tidak mudah roboh, perkembangan akar, memperbaiki kualitas tanaman terutama sayur-mayur dan makanan ternak, tahan terhadap penyakit, membentuk nukleoprotein, metabolisme karbohidrat, menyimpan dan memindahkan energi K (Kalium)Pembentukan pati, mengaktifkan enzim, pembukaan stomata, proses fisiologis dalam tanaman, proses metabolik dalam sel, mempengaruhi penyerapan unsur-unsur lain, mempertinggi ketahahan terhadap kekeringan dan penyakit, perkembangan akar Ca (Kalsium)Penyusunan dinding sel tanaman, pembelahan sel, pertumbuh (elongation) Mg (Magnesium)Pembentukan klorofil, sistem enzim (aktivator), pembentukan minyak S (Belerang)Pembentukan protein 3. Sifat Biologi

Makrofauna seperti cacing tanah, arthropoda, dan moluska (gastropoda) membantu memperbaiki tata udara dengan membuat lubang kecil dan menyumbang unsur hara pada tanahAkar-akar tanaman mempengaruhi keseimbangan hara tanah dan dapat membentuk asam-asam organik di permukaan yang dapat meningkatkan kelarutan unsur haraPerombakkan bahan organik menjadi humus dilakukan oleh mikroorganisme seperti bakteri, fungi, actinomycetes, dan alga dengan cara menyerap nitrogen bebas dari tanah dan udara, kemudian menghubungkannya dengan elemen lain dalam bentuk yang tersedia bagi tanamanDekomposisi dan Faktor PendukungnyaGambut adalah tanah yang tersusun dari bahan organik dengan ketebalan lebih dari 40 cm atau 60 cm, tergantung dari berat jenis (BD) dan tingkat dekomposisi bahan organiknya. Gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dicirikan oleh adanya akumulasi bahan organik yang berlangsung dalam kurun waktu lama karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organik yang terdapat di lantai hutan lahan basah. Karena lambatnya proses dekomposisi, di ekosistem rawa gambut masih dapat dijumpai batang, cabang, dan akar tumbuhan yang besar. (Najiyati, dkk., 2005)

Kisaran pH tanah gambut antara 3 hingga 5, pH rendah menyebabkan tidak aktifnya mikroorganisme, terutama bakteri tanah, sehingga pertumbuhan cendawan merajalela dan reaksi tanah yang didukung oleh bakteri seperti fiksasi nitrogen dan mineralisasi / dekomposisi gambut menjadi terhambat.(FAO, 1999)

Bahan Organik TinggiDekomposisi RendahLahan GambutBahan organik tanah berdasar tingkat dekomposisinya FibrikBahan gambut dengan tingkat dekomposisi rendah, dengan bulk density < 0,1 g/cm3, serat > volumenya, dan kadar air jenuh 850% - 3000% dari berat kering oven bahan, warna coklat kekuningan, coklat tua, atau coklat kemerah-merahan.HemikBahan gambut dengan tingkat dekomposisi sedang, bulk density 0,13 0,29 g/cm3, serat > - volumenya, dan kadar air jenuh 250% - 450% dari berat kering oven bahan, warna coklat keabu-abuan tua sampai coklat kemerah-merahan tua.SaprikBahan gambut dengan kkematangan tinggi, bulk density > 0,2 g/cm3, serat < volumenya, kadar air jenuh < 450%, warnanya kelabu sangat tua sampai hitam.Proses perubahan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang dikenal dengan sebutan proses mineralisasiProses berdasarkan kebutuhan udara:Aerobik yang mengasilkan gas amoniak.Anaerobik yang menghasilkan gas asam belerang.Hasil akhir:Mineral mineral dan unsur unsur hara yang penting untuk tumbuhan.Proses dekomposisi bahan organik melalui 3 reaksi, yaitu:Reaksi enzimatik atau oksidasi enzimatik, yaitu: reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon yang terjadi melalui reaksi en