tugas kelompok (1)

Download Tugas Kelompok (1)

Post on 06-Jul-2015

409 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Ada banyak hal yang menarik bagi penekun studi Hubungan Internasional jika ingin meneliti perihal negara Venezuela. Venezuela sebuah negara di ujung utara Amerika Selatan yang berbatasan langsung dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di sebelah utara, Guyana di timur, Brasil di selatan, dan Kolombia di barat1, merupakan negara yang memiliki keunikan sikap dalam perpolilitikan luar negerinya. Sikap tegas pemerintahannya yang terkadang dalam pemikiran umum mencerminkan sebuah sikap yang cenderung bertentangan dengan negara adidaya (seperti Amerika), telah membuat negara ini lebih termasyur diantara negara negara Amerika Latin lainnya. Venezuela adalah negara republik yang mulanya diduduki oleh Spanyol sejak tahun 1522 yang kemudian menjadi negara Spanish American Colony yang pertama kali berhasil lepas dari penjajahan dan memerdekakan diri (1811). Walaupun kemerdekaan Venezuela pada saat itu masih dalam bentuk federsi Gran Colombia. Dan baru dapat dikatakan benar benar merdeka pada tahun 18302. Sepanjang abad ke 19, negara ini dihiasi oleh kekacauan politik dan kediktatoran. Pada masa tersebut di Venezuela timbul pergolakan politik dalam negeri yang mengakibatkan adanya coup - coup dan berdirinya junta junta militer. Sejarah juga mencatat pada abad ke1

2

Google Maps, Venezuela , diunduh 30 Oktober 2010, dalam: http://maps.google.com /maps ?hl=id&q=peta+wilayah+venezuela&um=1&ie=UTF-8&hq=&hnear=Venezuela&gl=id&ei= 7rDMTIjpPIiYvAPdloHYDw&sa=X&oi=geocode_result&ct=title&resnum=1&ved=0CBMQ8g EwAA Wikipedia The Free Encyclopedia, Venezuela , diunduh 30 Oktober 2010, dalam: http://en.wikipedia.org/wiki/Venezuela

1|Page

20 (tahun 1948) pemerintahan Presiden Romulo Galleos (diangkat tahun 1947) berhasil ditumbangkan oleh coup militer pimpinan Letkol Carlos Delgado Chalbaud dan pada tahun 1958 timbul kembali coup di bawah pimpinan Laksamana Madya Wolfgang Larrazabal yang menginginkan kehidupan demokrasi di Venezuela3 sehingga masa inilah yang nanti dikenal dengan masa demokrasi (Democratic Priod 1958). Dasar dari Politik Luar Negeri Venezuela adalah: Non-alignment menurut versi dunia ketiga, dihapuskannya kolonialisme imperialisme, hak bangsa bangsa untuk menentukan nasib sendiri, non intervensi, menghormati kewajiban dan perjanjian internasional, persengketaan antar negara secara damai, solidaritas terhadap pemerintah pemerintah yang demokratis, pengembangan industri dan pertanian untuk meningkatkan taraf hidup bangsa dan kerjasama ekonomi internasional4. Dalam perkembangannya Politik Luar Negeri Venezuela lebih bersifat pragmatis dari pada ideologis ataupun doktriner. Banyak praktik yang berkembang dalam sejarah Venezuela menunjukkan bahwa Venezuela berusaha menolak segala bentuk penjajahan yang ada di dunia internasional. Sikap tegas pemerintahan Betancourt yang semulanya mengakui kepemimpinan Cuba oleh Fidel Castro setelah dikudetanya Batista pada 8 Januari 19595, berubah haluan ketika diketahui bahwa sabotase di ladang minyak Maracaibo Venezuela terbukti melibatkan agen agen komunis Kuba dan pemerintahan Venezuela pada saat itu sangat keras terhadap model penjajahan seperti itu. Sikap Non-alignment yang juga ditujukan oleh Venezuela, dapat kita lihat dari ideologi yang berkembang di Venezuela sendiri. Venezuela adalah Negara yang anti komunis dan juga anti kapitalis. Pergolakan dalam negeri yang dilakukan oleh golonganHidayat Mukmin, Pergolakan di Amerika Latin Dalam Darsawarsa Ini , Jakarta Timur: Ghalia Indonesia, 1981, hlm: 179 4 Ibid, hlm: 180 5 A. Pambudi, Fidel Castro: 60 Tahun Menentang Amerika , Yogyakarta: Narasi, 2007, hlm: 1063

2|Page

komunis merupakan salah - satu faktor pendorong bagi Venezuela untuk melakukan politik luar negeri yang anti komunis. Walaupun di Venezuela terdapat Partai Komunis Venezuela (PCV), namun ciri ciri dari partai ini adalah Nasionalis, karena diketahui didalam kubu partai sendiri terpecah menjadi 3 golongan: yaitu Pro-Peking, ProMoskwa, dan ProKuba serta dan diantara satu dengan yang lainnya tidak tercapai persatuan6. Solidaritas terhadap pemerintahan yang demokratis dan penghormatan terhadap rezim internasional dan hukum internasional dalam perpolitikan luar negeri Venezuela juga dapat kita lihat dari perkembangan yang terjadi pada tahun 2006. Yaitu terpilihnya Venezuela sebagai negara pemantau (observer) di Liga Arab7. Dalam perkembangan yang terjadi antara hubungan kedua pihak, baik itu Venezuela terhadap negara negara anggota Liga Arab dan sebaliknya Liga Arab terhadap Venezuela dapat menjadi hal yang menarik untuk dibahas dalam hubungan Internasional. Jika kita mencoba menilih dari sudut kehadiran Liga Arab sebagai organisasi internasional yang berusaha menaungi seluruh kepentingan dan kerjasama negara negara Arab dan bertugas mengkoordinasikan kegiatan ekonomi, termasuk hubungan niaga; komunikasi; kegiatan kebudayaan; kewarganegaraan, paspor, dan visa; kegiatan sosial; dan kegiatan kesehatan, dan juga Piagam Liga Arab melarang tegas bagi para anggota untuk menggunakan kekerasan terhadap satu sama lain8. Dari sudut geografis dan demografi yang ada, ini akan memberikan daya tarik yang lebih lagi dari rahasia terciptanya hubungan yang harmonis antara Venezuela dengan negara negara liga Arab. Terpilihnya Venezuela sebagai obsever dari liga Arab yang hampir6

7

8

Hidayat Mukmin, Pergolakan di Amerika Latin Dalam Darsawarsa Ini , Jakarta Timur: Ghalia Indonesia, 1981, hlm: 181 Xinhua, People Daily: Arabs League Accepts Venezuela as Observers , diunduh 30 Oktober 2010, dalam: http://english.peopledaily.com.cn/200607/18/eng20060718_284210.html Pact of the Arab League, diunduh 30 Oktober 2010, dalam: http://www.mideastweb.org /arableague. htm

3|Page

seluruh negara berada di kawasan timur tengah (Middle East) yang mencakup kepada Asia Barat dan Afrika Utara. Sangat unik jika dihadapkan dengan posisi Venezuela yang berada di Benua Amerika bagian Selatan. Meninjau dari terpilihnya negara observer Liga Arab yang telah ada sebelumnya yaitu Eritrea yang diterima pada Januari 2003. Negara Eritrea wilayahnya berada dekat dengan negara negara peserta liga arab yaitu berbatasan laut langsung dengan Arab Saudi yaitu laut Merah dan Eritrea-pun termasuk salah satu negara kawasan Timur Tengah yang berada di kawasan Afrika dan demografi yang ada di negara tersebut dapat memungkinkan negara tersebut wajar untuk diterima. Melihat kepada India yang diterima sebagai observer dari Liga Arab pada tahun 2007 adalah termasuk kepada wilayah Asia Selatan. Yang dalam geopolitik masih berada dekat dengan negara - negara liga Arab yang ada. Walau memang negara ini mayoritas demografinya bukan merupakan negara yang memiliki penduduk Arab yang banyak. Namun secara geografis kedekatan antara posisi India dan negara memungkinkan kedekatan hubungan antara keduanya. Pada karya ilmiah yang kami sajikan kali ini kami akan mencoba menemukan alasan mengapa Venezuela dapat diterima oleh negara negara Liga Arab sebagai observer. Yang mana dalam hal ini kami akan mencoba meninjau pada keadaan Venezuela merupakan sebuah negara yang mungkin dapat dikatakan dari geografis dan demografisnya merupakan negara yang posisi sangat berjauhan dengan negara negara liga Arab dan kebudayaan yang dimiliki antara keduanya dapat dikatakan amat berjauhan. Negara peserta liga Arab yang merupakan mayoritas berkebangsaan Arab dan dihadapkan den gan masyarakat Venezuela yang terdiri dari etnis Spanyol, Italia dan Portugis. negara Liga Arab

4|Page

B.Rumusan Masalah

Apakah yang melatarbelakangi diterimanya Venezuela sebagai salah satu negara observer dari Liga Arab?

C.Kerangka Teori

Dalam makalah kali ini kami mencoba menggunakan kerangka teori dengan menggunakan TEORI KEPENTINGAN. Yang mana dari teori ini Adam Smith kurang lebih menyebutkan Kita tidak hidup dari belas kasih penjual roti, melainkan karena kecintaaan penjual roti tersebut kepada dirinya sendiri9.

Maksud pernyataan tersebut adalah penjual roti memproduksi roti - roti yang mereka jual bukanlah karena kasih sayangnya kepada kita melainkan karena kecintaan penjual roti tersebut kepada dirinya sendiri agar dia bisa memenuhi kebutuhan dirinya yang lain dari imbalan atas roti yang dijual kepada kita. Tapi kalau diteliti lebih dalam lagi, dengan kecintaan pada dirinya sendiri sekaligus mendorong penjual roti tersebut untuk memberikan perhatian kepada para pembeli rotinya, yaitu dengan memproduksi roti-roti yang bermanfaat serta memuaskan para pembelinya agar roti buatannya selalu dibeli. Yang mana doktrin atau teori kepentingan ini sering juga disebut Invisible Hand10.

Dan menurut Hans J.Morgenthau didalam "The Concept of Interest Defined in Terms of power"11, Memaknai konsep kepentingan (Interest) dalam istilah "power". Menurut Morgenthau berada diantara nalar, akal atau "reason" yang berusaha untuk memahami politik internasional dengan fakta-fakta yang harus dimengerti dan dipahami. Dengan kata lain,9

10

Adam Smith, The Wealth of Nations Rudy Badrudin, Menggali Filosofi Pemikiran Ekonomi Adam Smith , Surabaya: Program Doktoral dan Pasca Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, 2009 11 Hans J. Morgenthau, The Concept of Interst Defined in Terms

5|Page

power merupakan instrument penting dan dapat digunakan untuk mencapai kepentingan nasional.

Dan kepentingan itu sendiri adalah, setiap politik luar negeri suatu negara yang didasarkan pada suatu kepentingan yang sifatnya relatif permanen yang meliputi tiga faktor yaitu sifat dasar dari kepentingan nasional yang dilindungi, lingkungan politik dalam kaitannya dengan pelaksanaan kepentingan tersebut, dan kepentingan yang rasional. Kepentingan nasional adalah merupakan pilar utama tentang politik luar negeri dan politik internasional yang realist