tugas bu mimi

26
Asuhan Keperawatan Kista Ovarium BAB I TINJAUAN TEORITIS 1.1. Konsep Dasar 1.1.1. Pengertian Kista Ovarium Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong. Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus mentsruasi. (Lowdermilk, dkk. 2005: 273) Kista ovarium merupakan pembesaran sederhana ovarium normal, folikel de graf atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan dari epithelium ovarium. (Smelzer and Bare. 2002: 1556) Tumor ovarium sering jinak bersifat kista, ditemukanterpisah dari uterus dan umumnya diagnosis didasarkan pada pemeriksaan fisik (Sjamsoehidyat. 2005: 729) Jenis-jenis kista ovarium terdiri dari: 1. Kistoma ovari simpleks Kista yang permukaannya rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis berisi cairan jernih yang serosa dan berwarna kuning. 2. Kistodema ovari musinosum

Upload: -

Post on 11-Jul-2016

225 views

Category:

Documents


3 download

DESCRIPTION

tugas

TRANSCRIPT

Page 1: Tugas Bu Mimi

Asuhan Keperawatan Kista Ovarium

BAB I

TINJAUAN TEORITIS

1.1. Konsep Dasar

1.1.1. Pengertian Kista OvariumKista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada

ovarium yang membentuk seperti kantong. Kista ovarium secara fungsional

adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus

mentsruasi. (Lowdermilk, dkk. 2005: 273)

Kista ovarium merupakan pembesaran sederhana ovarium normal, folikel de

graf atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan dari

epithelium ovarium. (Smelzer and Bare. 2002: 1556)

Tumor ovarium sering jinak bersifat kista, ditemukanterpisah dari uterus dan

umumnya diagnosis didasarkan pada pemeriksaan fisik (Sjamsoehidyat. 2005:

729)

Jenis-jenis kista ovarium terdiri dari:

1.    Kistoma ovari simpleks

Kista yang permukaannya rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali

bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis berisi cairan jernih yang

serosa dan berwarna kuning.

2.    Kistodema ovari musinosum

Bentuk kista multilokular, biasanya unilateral dan dapat tumbuh menjadi

besar.

3.    Kistadenoma ovari serosum

Kista yang berasal dari epitel germinativum, kista ini dapat membesar.

4.    Kista dermoid

Teratoma kistik jinak dengan struktur ektodermal berdiferensiasi sempurna

dan lebih menonjol dari pada mesoderm dan endoterm. Dinding kista keabu-

abuan dan agak tipis.

(Arief Mansjoer, dkk. 1999:  38)

Page 2: Tugas Bu Mimi

1.2. Anatomi dan Fisiologis

1.2.1. AnatomiOvarium merupakan organ yang berbentuk seperti buah amandel,

fungsinya untuk perkembangan dan pelepasan ovum, serta sintesis dan sekresi

hormon steroid. Ukuran ovarium, panjang 2,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 5 cm, dan tebal

0,6 – 1 cm. Setelah menopause ovarium sangat kecil. Normalnya, ovarium

terletak pada bagian atas rongga panggul dan menempel pada lekukan dinding

lateral pelvis di antara iliaka eksternal yang divergen dan pembuluh darah

hipogastrik fossa ovarica waldeyer. Ovarium melekat pada ligamentum latum

melalui mesovarium. Struktur umum pada ovarium dapat dibedakan menjadi:

1. Korteks

Ketebalannya sesuai dengan usia dan menjadi semakin tipis dengan

bertambahnya usia. Dalam lapisan inilah ovarium dan folikel de graaf. Bagian

yang paling luar dari korteks yang kusam dan keputih-putihan dikenal sebagai

tunika albuginea, dimana permukaannya terdapat lapisan tunggal epitel

muboid yaitu epitel germinal waldeyer.

2. Medulla

Terdiri atas jaringan penyambung longgar yang berkesinambungan dengan

yang dari mesovarium. Terdapat sejumlah besar arteri dan vena dalam

medulla dan sejumlah kecil serat otot polos yang berkesinambungan, serta

otot berfungsi dalam pergerakan ovarium. Ovarium disuplai oleh saraf

simpatis dan saraf parasimpatis. Saraf simpatis berasal dari ovarica yang

menyertai pembuluh ovarica, beberapa berasal dari pleksus yang mengelilingi

cabang ovarica dari arteri uterina.

1.2.2. FisiologiOvarium adalah sepasang organ berbentuk kelenjer dan tempat

menghasilkan ovum. Kelenjer itu berbentuk biji buah kenari, terletak di kanan dan

kiri uterus, di bawah tuba uterine dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum

latum uteri. (Evelin, 200: 261)

Page 3: Tugas Bu Mimi

Fungsi ovarium adalah:

1.    Memproduksi ovum

Hormon gonodotrofik dari kelenjar hipofisis bagian anterior mengendalikan

(melalui aliran darah) produksi hormon ovarium. Hormon perangsangfolikel

(FSH) penting untuk awal pertumbuhan folikel de graaf, hipofisis

mengendalikan pertumbuhan ini melalui Lutenizing Hormon (LH) dan

sekresi luteotrofin dari korpus lutenum.

3. Memproduksi hormon estrogen

Dikeluarkan oleh ovarium dari mulai anak-anak sampai sesudah menopause

(hormon folikuler) karena terus dihasilkan oleh sejumlah besar folikel

ovarium dan seperti hormon beredar dalam aliran darah. Estrogen penting

untuk pengembangan organ kelamin wanita dan menyebabkan perubahan

anak gadis pada masa pubertas dan penting untuk tetap adanya sifat fisik dan

mental yang menandakan wanita normal. (Evelin, 2000: 262)

4. Memproduksi hormon progesterone

Disekresi oleh luteum dan melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh estrogen

terhadap endometrium yaitu menyebabkan endometrium menjadi tebal,

lembut dan siap untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi. (Bobak, 1995:

28)

1.3. Manifestasi Klinik1. Teraba masa intraabdominal.

2. Dapat timbul asites

3. Nyeri mendadak di perut bagian bawah

(Arief Mansjoer, 1999: 388)

4. Terjadi penekanan pada organ-organ abdomen yang berdekatan.

5. Menstruasi yang datang terlambat, timbul disertai nyeri.

6. Perasaan penuh pada abdomen.

7. Siklus menstruasi yang memanjang dan memendek.

8. Nyeri pinggul pada waktu bersenggama, pada waktu berjalan atau

bergerak.

9. Nyeri pinggul pada waktu menstruasi.

Page 4: Tugas Bu Mimi

10. Mual, muntah dan payudara tegang seperti gejala orang hamil.

11. Infertilitas/tidak subur

            (Internet. geogle. com)

1.4. EtiologiPenyebab dari kista belum diketahui secara pasti, kemungkinan dari

bahan-nahan yang bersifat karsinogenik, bisa zat kimia, polutan, hormonal dan

lain-lain. Penyebab lain adalah:

1.    Adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali di ovarium, misalnya

pertumbuah abnormal dari folikel ovarium, korpus luteum, sel telur.

(Brunner & Suddarth, 1998: 1556)

2.    Sel telur yang mengalami parthenogenesis (Arief Mansjoeer dkk, 1999:

388)

3.    Penyakit-penyakit infeksi: endometrisis

1.5. PatofisiologiSetiap hari ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang

disebut folikel de graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter

lebih dari 2.8cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan

menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5-2 cm dengan

kista di tenga-tengah.

Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami

fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus

luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil

selama kehamilan.

Kista ovari berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan

selalu jinak. Kista dapaty berupa kista folikural dan luteal yang kadang-kadang

disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin,

termasuik FSH dan HCG.

Kista neopalasia dapat tumbuh dari prolifelasi sel yang berlebih dan tidak

terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang

ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini,

Page 5: Tugas Bu Mimi

keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian

besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ni adalah

kistadenoma serosa dan mucinous.

Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis

ini adalah tumor sel granulosa dari sec cord sel dan germ cel tumor dari germa sel

primordial. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3

lapisan germinal embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal.

1.6. Tipe Kista

1.6.1. Tipe Kista Normal

Kista Fungsional Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak

ditemukan. Kista ini berasal dari sel telur dan korpus luteum, terjadi bersamaan

dengan siklus menstruasi yang normal. Kista fungsional akan tumbuh setiap bulan

dan akan pecah pada masa subur, untuk melepaskan sel telur yang pada waktunya

siap dibuahi oleh sperma. Setelah pecah, kista fungsional akan menjadi kista

folikuler dan akan hilang saat menstruasi. Kista fungsional terdiri dari: kista

folikel dan kista korpus luteum. Keduanya tidak mengganggu, tidak menimbulkan

gejala dan dapat menghilang sendiri dalam waktu 6-8 minggu

1.6.2. Tipe Kista Abnormal

1. Cystadenoma,

Merupakan kista yang berasal dari bagian luar sel indung telur. Biasanya

bersifat jinak, namun dapat membesar dan dapat menimbulkan nyeri.

2. Kista coklat (endometrioma)

Merupakan endometrium yang tidak pada tempatnya. Disebut kista coklat

karena berisi timbunan darah yang berwarna coklat kehitaman.

Page 6: Tugas Bu Mimi

3. Kista dermoid

Merupakan kista yang yang berisi berbagai jenis bagian tubuh seperti kulit,

kuku, rambut, gigi dan lemak. Kista ini dapat ditemukan di kedua bagian

indung telur. Biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala.

4. Kista endometriosis

Merupakan kista yang terjadi karena ada bagian endometrium yang berada

di luar rahim. Kista ini berkembang bersamaan dengan tumbuhnya lapisan

endometrium setiap bulan sehingga menimbulkan nyeri hebat, terutama

saat menstruasi dan infertilitas.

5. Kista hemorrhage

Merupakan kista fungsional yang disertai perdarahan sehingga

menimbulkan nyeri di salah satu sisi perut bagian bawah

6. Kista lutein

Merupakan kista yang sering terjadi saat kehamilan. Beberapa tipe kista

lutein antara lain:

1). Kista granulosa lutein

Merupakan kista yang terjadi di dalam korpus luteum ovarium yang

fungsional. Kista yang timbul pada permulaan kehamilan ini dapat

membesar akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat

menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Diameternya yang mencapai

5-6 cm menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Jika pecah,

akan terjadi perdarahan di rongga perut

2). Kista theca lutein

Page 7: Tugas Bu Mimi

Merupakan kista yang berisi cairan bening dan berwarna seperti

jerami. Timbulnya kista ini berkaitan dengan tumor ovarium dan

terapi hormon

7. Kista polikistik ovarium

Merupakan kista yang terjadi karena kista tidak dapat pecah dan

melepaskan sel telur secara kontinyu. Biasanya terjadi setiap bulan.

Ovarium akan membesar karena bertumpuknya kista ini. Untuk kista

polikistik ovarium yang menetap (persisten), operasi harus dilakukan

untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan

rasa sakit.

1.7. Pemeriksaan Penunjang1. Hitung darah lengkap

Penurunan Hb dapat menunjukkan anemia kronis.

2. Laparascopi

Untuk melihat perubahan  endometrial

3. Ultrasonografi untuk melihat keadan kista

(Doengoes, 200: 743)

1.8. Penatalaksanaan

1.8.1. MedisDua prinsip dalam manajemen kista ovarium:

1.    Sikap wait and see, oleh karena mayoritas kista adalah kista fungsional yang

akan menyusut dengan sendirinya dalam 2-3 bulan semakin dini deteksinya

semakin mudah pengobatannya. Alternatif terapi dapat berupa pemberian pil

KB dengan maksud menekan proses ovulasi, dengan sendirinya kista tidak

akan tumbuh. (Brunner dan Suddarth, 1998: 1556).

2.    Indikasi bedah ialah kista yang tidak menghilang dalam beberapa kali siklus

menstruasi/kista yang memiliki ukuran demikian besar. Kista yang ditemukan

pada perempuan menopouse/kista yang menimbulkan rasa nyeri uar biasa

lebih-lebih sampai timbul perdarahan. (internet. goegle.com) Bentuk-bentuk

Page 8: Tugas Bu Mimi

pembedahan yang ada dalam kebidanan, yaitu: laparatomi, histerektomi dan

secsio caesarea.

1.8.2. Keperawatan

1.8.2.1. Perawatan pre operasiPendidikan pasien pre operasi

1.    Latihan nafas dalam, batuk dan relaksasi

Tujuannya adalah mengajarkan pasien cara untuk meningkatkan ventilasi

paru dan oksigenasi darah setelah anestersi umum.

Caranya:

(1) Pasien diletakkan dalam posisi duduk untuk memberikan ekspansi paru

yang maksimum.

(2)     Instruksikan pasien untuk nafas dalam

(3)     Hembuskan melalui mulut, ambil nafas pendek dan batikkan di bagian

paru yang paling dalam. (Brunner & Suddarth, 2000: 436)

2.    Perubahan posisi dan gerakan tubuh aktif

Tujuannya peningkatan pergerakan tubuh secara hati-hati pada pasca operatif

adalah untuk memperbaiki sirkulasi, untuk mencegah statis vena dan untuk

menunjang fungsi pernafasan yang optimal.

(1)   Ajarkan pasien/keluarga miring ke arah kiri/kanan

(2)   Sangga bagian belakang pasien dengan menggunakan bantal.

(Brunner & Suddarth, 2000: 437)

3.    Kontrol dan medikasi nyeri

Pasien diberitahukan bahwa medikasi pra anestesi akan diberikan untuk

meningkatkan relaksasi dan dapat menyebabkan rasa mengantuk dan haus.

(Brunner & Suddarth, 2000: 437)

4.    Kontrol kognitif

Strategi kognitif dapat bermanfaat untuk menghilangkan ketegangan, ansietas

yang berlebihan.

Caranya:

(1)   Imajinasi

Pasien dianjurkan untuk berkonsentrasi pada pengalaman yang

menyenangkan.

Page 9: Tugas Bu Mimi

(2)   Distraksi

Pasien dianjurkan untuk memikirkan cerita yang dapat dinikmati.

(3)   Pikiran optimis diri

Menyatakan pikiran-pikiran optimis.

1.8.2.2. Pengecekan pra operatif segera1.     Nutrisi dan cairan

(1)   Cairan per oral dianjurkan malam sebelum operasi.

(2)   Pasien dipuasakan untuk mencegah aspirasi.

2.    Persiapan intestinal

Pembersihan dengan enema pada malam sebelum operasi. Tujuannya untuk

mencegah defekasi saat pembedahan.

3.    Persiapan kulit pre operatif

Pencukuran pada daerah yang akan di operasi.

Page 10: Tugas Bu Mimi

BAB II

KONSEP KEPERAWATAN

2.1.  Asuhan Keperawatan

2.1.1.       PengkajianA. Identitas klien

Nama

Umur

jenis kelamin

pendidikan

pekerjaan

agama

alamat

B. Penanggung jawab

Nama

Umur

Agama

Pekerjaan

Alamat

Pendidnikan

C. Keluhan klien saat masuk rumah sakit

Biasanya klien merasa nyeri pada daerah perut dan terasa ada massa di

daerah abdomen, menstruasi yang tidak berhenti-henti.

D. Riwayat Kesehatan

1)    Riwayat kesehatan sekarang

Keluhan yang dirasakan klien adalah nyeri pada daerah abdomen

bawah, ada pembengkakan pada daerah perut, menstruasi yang tidak

berhenti, rasa mual dan muntah.

2)    Riwayat kesehatan dahulu

Sebelumnya tidak ada keluhan.

3)    Riwayat kesehatan keluarga

Kista ovarium bukan penyakit menular/keturunan.

Page 11: Tugas Bu Mimi

4)    Riwayat perkawinan

Kawin/tidak kawin ini tidak memberi pengaruh terhadap timbulnya

kista ovarium.

5) Riwayat kehamilan dan persalinan

Dengan kehamilan dan persalinan/tidak, hal ini tidak mempengaruhi

untuk tumbuh/tidaknya suatu kista  ovarium.

6) Riwayat menstruasi

Klien dengan kista ovarium kadang-kadang terjadi digumenorhea dan

bahkan sampai amenorhea.

E. Pemeriksaan Fisik

Dilakukan mulai dari kepala sampai ekstremitas bawah secara sistematis.

Kepala

1)       Hygiene rambut

2)       Keadaan rambut

Mata

1)      Sklera                  : ikterik/tidak

2)      Konjungtiva          : anemis/tidak

3)      Mata                    : simetris/tidak

Leher

1)      pembengkakan kelenjer tyroid

2)      Tekanan vena jugolaris.

Dada

Pernapasan

1)       Jenis pernapasan

2)       Bunyi napas

3)       Penarikan sela iga

Abdomen

1) Nyeri tekan pada abdomen.

2) Teraba massa pada abdomen.

Ekstremitas

1)       Nyeri panggul saat beraktivitas.

2)       Tidak ada kelemahan.

Page 12: Tugas Bu Mimi

Eliminasi, urinasi

1)       Adanya konstipasi

2)       Susah BAK

F. Data Sosial Ekonomi

Kista ovarium dapat terjadi pada semua golongan masyarakat dan berbagai

tingkat umur, baik sebelum masa pubertas maupun sebelum menopause.

G. Data Spritual

Klien menjalankan kegiatan keagamaannya sesuai dengan

kepercayaannya.

H. Data Psikologis

Ovarium merupakan bagian dari organ reproduksi wanita, dimana ovarium

sebagai penghasil ovum, mengingat fungsi dari ovarium tersebut

sementara pada klien dengan kista ovarium yang ovariumnya diangkat

maka hal ini akan mempengaruhi mental klien yang ingin hamil/punya

keturunan.

I. Pola kebiasaan Sehari-hari

Biasanya klien dengan kista ovarium mengalami gangguan dalam

aktivitas, dan tidur karena merasa nyeri

J. Pemeriksaan Penunjang

1)       Data laboratorium

Pemeriksaan Hb

2)       Ultrasonografi

Untuk mengetahui letak batas kista.

2.1.2. Diagnosa Keperawatan1) Ketakutan/ansietas berhubungan dengan ancaman/perubahan pada status

kesehatan. (Marylinn. 1998: 1000)

2) Nyeri (akut) berhubungan dengan infiltrasi jaringan atau proses penyakit.

(Marylinn. 1998: 1005)

3) Perubahan status nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan distress emosional, kontrol nyeri buruk. (Marylinn. 1998: 1006)

4) Keletihan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan

psikologis/emosional berlebihan. (Marylinn. 1998: 1009)

Page 13: Tugas Bu Mimi

5) Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan

pengobatan berhubungan dengan keterbatasn kognitif. (Marylinn.1998:

1018)

2.1.3.        Rencana Asuhan Keperawatan

No

Dx

Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional

1. Ketakutan/ansietas

berhubungan

dengan

ancaman/perubahan

pada status

kesehatan.

Tujuan:

Ansietas

tidak terjadi.

Kriteria

Hasil:

     Klien

tampak rileks

-    Klien dapat

menerima

keadaannya.

1. Tinjau ulang

pengalaman

pasien/orang

terdekat

sebelumnya

tentang kista

ovarium.

2. Dorong pasien

untuk

mengungkapkan

pikiran dan

perasaan.

3. Berikan

informasi akurat,

konsisten

mengenai

prognosis.

4. Libatkan orang

terdekat sesuai

o Membantu

dalam

identifikasi rasa

takut dan

kesalahan

konsep berdasar

kan pada

pengalaman dan

kanker.

o Memberikan

kesempatan

untuk

memeriksa rasa

takut, relistis

serta kesalahan

konsep tentang

diagnosis.

o Dapat

menutunkan

ansietas dan

memungkinkan

pasien membuat

kebutuhan

berdasarkan

realita.

Page 14: Tugas Bu Mimi

indikasi bila

keputusan

penting akan

dibuat.

o Menjamin

sistem

pendukung

untuk pasien

dan

memungkinkan

orang terdekat

terlibat dengan

tepat.

2. Nyeri (akut)

berhubungan

dengan infiltrasi

jaringan atau proses

penyakit.

Tujuan:

Rasa nyeri

berkurang/

hilang

Kriteria

Hasil:

         Rasa

nyaman

terpenuhi

         TTV

dalam batas

normal.

1. Tentukan

riwayat nyeri,

misal lokasi

nyeri, frekuensi,

durasi dan

identitas (skala

0-10)

2. Berikan

tindakan

kenyaman dasar,

misalnya:

aktivitas

hiburan.

3 3. Dorong

mpnggunaan

keterampilan

manajemen

nyeri (misal:

yeknik relaksasi,

visualiasai,

bimbingan

imajinasi)

o Informasi

memberikan

data dasar untuk

mengevaluasi

keefektifan

intervensi.

o Meningkatkan

relaksasi dan

memfokuskan

kembali

perhatian.

o Memungkinkan

pasien untuk

berpartisipasi

secara aktif.

o Tujuannya

adalah kontrol

nyeri

maksimum

Page 15: Tugas Bu Mimi

4. Evaluasi

penghilangan

nyeri/kontrol

nilai aturan

pengobatan bila

perlu

dengan

pengaruh

minuman pada

AKS

5. Kurang

pengetahuan

mengenai penyakit,

prognosis dan

kebutuhan

pengobatan

berhubungan

dengan

keterbatasan

kognitif

Tujuan:

Kebutuhan

pengetahuan

klien

terpenuhi.

Kriteria

Hasil:

-       Klien

mengetahui

tentang

penyakitnya.

-       Klien

mengetahui

tentang

proses perja

lanan

penyakitnya.

-       Klien

mengetahui

cara

pengobatann

ya

1 1. Tinjau ulang

dengan

keluarga/pasien

tentang

pemahamannya

berhubungan

dengan

diagnosis.

2. Minta pasien

untuk umpan

balik verbal dan

perbaiki

kesalahan

konsep.

3 3. Tinjau ulang

aturan

pengobatan

khusus dan

penggunaan obat

yang dijual

bebas.

4 4. Berikan

informasi

tentang penyakit

secara jelas dan

o Memvalidasi

tingkat

pemahaman

saat ini.

o Kesalahan

konsep lebih

menganggu

proses

penyembuhan.

o Kemampuan

untuk mengatur

perawatan diri.

o Kebutuhan

pengetahuan

terpenuhi.

Page 16: Tugas Bu Mimi

akurat.

2.1.4. ImplementasiImplementasi merupakan kategori dari perilaku keperawatan, dimana

perawat melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil

yang diperkirakan dari asuhan keperawatan (Potter & Perry, 1997)

Implementasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja

aktivitas sehari-hari dengan kata lain, implementasi adalah melakukan rencana

tindakan yang telah ditentukan untuk mengatasi masalah klien.

2.1.5. EvaluasiEvaluasi merupakan keputusan atau pendapat tentang data atau tindakan

memeriksa setiap aktivitas yang kemudian memberikan umpan balik mengenai

seberapa baik keberhasilan aktivitas dan apakah hasil yang diharapkan telah

tercapai. (Rubenfeld dan Scaffer, 1999).

Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses keperawatan dengan cara

melakukan identifikasi sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan tercapai atau

tidak.

Page 17: Tugas Bu Mimi

DAFTAR PUSTAKA

Arif Mansjoer, dkk.1999 Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.

Babak M. Irene, 1995. Maternity Nursing. Fourth Edition. Philadelpian Mosby.

Brunner dan Suddarth, 1998. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi I. Jakarta: EGC.

Carpenito, Lynda Jual. 1983. Nursing Diagnosis: application to clinical practice. 

Philadelphia: J.B. Lippincott

Carpenito, Lynda Jual. 2001. Dokumentasi Asuhan Keperawatan Edisi 8. Jakarta:

EGC

Doenges E. Marilyn. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan Maternal/Bayi.

Jakarta: EGC.

Hanifa, 1997. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta: EGC.

Lowdermil, Perta. 2005. Maternity Women’s Health Care. Seventh edit.

Sardjadi, 1995.Patologi Ginekologi. Jakarta; EGC.

Smeltzer & Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

http://d3keperawatanperintis.blogspot.com/2011/01/asuhan-keperawatan-kista-

ovarium.html

Page 18: Tugas Bu Mimi

ASUHAN KEPERAWATAN KISTA OVARIUM

Oleh:

MERY FUJI ASTUTIK

2A/34/S1 KEPERAWATAN

UNIVERSITAS WIRARAJA

SUMENEP