tugas alk setelah uts, pt hm sampoerna tbk

Download Tugas ALK Setelah UTS, PT HM SAMPOERNA Tbk

Post on 27-Jun-2015

1.529 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISIS KEUANGAN

LAPORAN

PT. HM SAMPOERNA Tbk.

ANGGOTA KELOMPOK :

AJI SUWANDHI (108200002) ARLIANDO DARMAWAN (108200004) HARYO PAKAR S (108200015) STEVANUS BANGE S (108200042) KELAS : AKUNTANSI A 08

BANDUNG 2010/2011 Analisis laporan keuangan.

I.liquidity ratiosmengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.1. Current ratio : current assets

= 11,622,0924,126,846

x 100% =281,62%

Current liabilities

Tingkat persentase current asset yang tinggi mengindikasikan bahwa PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNATbk. Memiliki kemampuan yang amat baik untuk membayar current liabilities dalam jangka waktu 1tahun kedepan, yang dalam presentase di tunjukan sebesar 281,62% 2. Quick ratio : current assets inventory = Current liabilities11,622,092 - 8,916,544 x100% = 65,5% 4,126,846

Presentase quick ratio lebih rendah daripada current asset, karena nilai persediaan cukup tinggi sehingga mengurangi current assets. Namun hal ini tidak mempunyai efek yang signifikan terhadap tingkat pengembalian current liabilities PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk kepada kreditur karena tingkat presentase quick ratio masih tergolong tinggi (65,5%). 3. Inventory turn over : cost of goods sold Inventories =7,369,085 =0,8x

8,916,544

Tingkat peputaran merchandise inventory ke gudang dijual kembali sebesar 0,8kali dalam 1 tahun

II. operating profitabilityMengukur kemampuan peusahaan untuk menghasilkan laba melalui pemnjualan, pemanfaatan aktiva dan penggunaan modal perusahaan. 1. operating income ROI : operating income =2,070,864 x 100% = 12,47%total assets 16,593,537

kemampuan total assets menghasilkan laba terhitung baik yaitu sebesar 12,47% 2. Operating profit margin : operating income =2,070,864 x100% = 19,94%

Sales

10,381,039

Presentase operating profit margin yang bias mencapai 19,94% menunjukan bahwa selisih antara sales dan beban usaha terbilang tinggi, in other word PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk derhasil menjalankan usaha dengan efisiensi biaya. 3. Total assets turn over : sales = Total asset10,381,039

x100% =62,56%

16,593,537

Preserntase ini menunjukan bahwa total assets yg dimiliki dapat menghasilkan 62,56% penjualan dalam setahun. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan dapat menggunakan asset yang dimilikinya dengan amat baik.

III. financing decisionBerkaitan dengan keputusan pendanaan aktiva perusahaan. 1. Debt ratio : total debt/total assets = 4617460/16593597 x 100% = 27,82% Debt ratio menunjukan bahwa 100% total assets yang dimiliki perusahaan 27,82% didanai dari hutang 2. ROE : net income /common equity =1512521/11973900 x 100% = 12,63% Return on equity perusahaan menunjukan angka 12,63% hal ini menunjukan bahwa perusahaan mampu mengembalikan dividen kepada stockholder dengan baik 3. ROA : net income/total assets = 1512521/16593597 x100% = 9,11% ROA menunjukan bahwa pemanfaatan aktiva dalam penghasilan laba cukup kecil, hanya sebesar 9,11% artinya perusahaan tidak cukup baik menggunakan aktivanya dalam aktivitas bisnis memperoleh laba

Analisis aktivitas operasional

I.pendapatan usahapendapatan usaha PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk, terdiri dari penjualan rokok dan penanaman saham diperusahaan perusahaan lain. Dari laporan laba rugi konsolidasi PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk diperoleh kesimpulan: a. Pendapatan usaha dari segi penjualan rokok ditahun 2009-2010 mengalami kenaikan sebesar 13% atau sebesar Rp 1273551 (dalam jutaan rupiah) pendapatan usaha bias naik hal ini dikarenakan permintaan konsumsi akan rokok naik jdi pendapatan pun naik b. Pendapatan usaha dari bunga mengalami penurunan sebesar Rp 6092 (dalam jutaan) atau sebesar 39% hal ini dapat dilihat mungkin karena PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk tidak melakukan banyak investasi di deposito yng mengakibatkan penurunan pendapatan di bunga Total pendapatan usaha (laba bersih) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA pada tahun 2009-2010 mengalami peningkatan sebesar Rp 162148 (dalam jutaan) atau sebesar 12,01%ini artinya kinerja PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA masih bagus.

II.Beban usaha dan beban lain2Beban usaha yang dibayarkan oleh PT HM sampoerna Tbk terdiri dari beban penjualan, umum dan administrasi dan amortisasi, beban pembiayaan. a. Beban penjualan pada tahun 2009 ke 2010 mengalami peningkatan sebesar Rp 95.782 (dalam jutaan rupiah) atau sebesar 14,34%. b. Beban umum dan administrasi pada tahun 2009 ke 2010 mengalami penurunan sebesar 3,87% atau Rp 7.150 (dalam jutaan rupiah). c. Beban amortisasi goodwill pada tahun 2009 ke 2010 tidak mengalami perubahan. d. Beban pembiayaan tahun 2009 ke 2010 mengalami penurunan sebesar Rp 35.305 (dalam jutaan rupiah) atau sebesar 67,72% Kesimpulan selain beban usaha yang mengalami kenaikan beban lain lain tidak mengalami kenaikan (penurunan) hal ini disebabkan pada tahun 2010 PT HM Sampoerna tidak banyak melakukan banyak pembiayaan lain

III. Laba Sebelum Pajak.Laba sebelum pajak adalah hasil pengurangan dari laba usaha dengan beban lain lain, dari hasil netto, labasebelum pajak perusahaan mengalami peningkatan pada tahun 2009 ke 2010 mengalami kenaikan Rp 150.347 (dalam jutaan rupiah) atau kalau dalam persentase 7,83% hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan pada tahun 2010 dan menanggung beban pembiayaan yang tidak terlalu besar.

IV. Beban pajak penghasilan.Beban pajak penghasilan yang ditanggung perusahaan pada tahun 2009 ke 2010 mengalami kenaikan sebesar Rp 20.719 (dalam jutaan rupiah) atau sebesar 3,84% namun memilik tangguhan kelebihan bayar sebsar Rp 1.879 (dalam jutaan rupiah) . hal ini disebabkan oleh beban pajak tahun berjalan yang mengalami kenaikan namun tangguhan pajaknya mengalami penurunan yang sangat signifikan.

V.laba bersh.laba sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan mengalami peningkatan dari tahun 2009 ke 2010 sebesar Rp 162.128 (dalam jutaan rupiah) atau dalam prosentase sebesar 12%. Laba bersih (net income) yang diterima perusahaan pada 2010 mengalami kenaikan daripada tahun 2009 yaitu sebesar Rp 162.418 (dalam jutaan rupiah) atau sebesar 12,03%.

VI. laba per sahamlaba per saham yang dibagikan kepada pemegang saham dari saham dasar mengalami kenaikan sebesar Rp 37 per saham atau sebsar 12,01% hal ini terjadi karena adanya kenaikan laba bersih.

ANALISIS AKTIVITAS PEMBIAYAAN (PENDANAAN)

Aktivitas pendanaan PT. HM Sampoerna.tbk dari pinjaman, saham,dan pensiun Pinjaman terdiri dari beberapa jenis yaitu : pinjaman jangka panjang dan Bank deutsche PT. Serasi Auto Raya PT.CSM corporatama PT.Adira Sarana Armada PT Philip Morris Indonesia Philip morris international IT Bank BCA Bank CIMB Bank HSBC Bank CIMB Niaga Pinjaman jangka pendek : Philip morris finance Saham PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Products SA Philip morris internasional management SA Godfrey Philips (Malaysia) Philip morris international IT service center

Dana pensiun

Perusahaan, HM sampoerna menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang memenuhi syarat :

Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesiauntuk merubah program pensiun dari program pensiun imbalan pasti menjadi program pensiun iuran pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG). Berdasarkan program pensiun iuran pasti, imbalan yang akan diterima ditentukan dari besarnya kontribusi yang dibayarkan oleh pemberi kerja dan karyawannya ditambah dengan hasil investasi atas dana tersebut. Kontribusi dari karyawan adalah bersifat sukarela. Bagian Perusahaan dan anak perusahan tertentu di dalam negeri atas program pensiun iuran pasti adalah sebesar 8,50% dari gaji karyawan atau Rp14,0 miliar untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2010 (2009: Rp13,3 miliar).

ANALISIS : Dilihat secara keseluruhan pinjaman yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut memang mengalami penurunan sebesar 69% yaitu rp. 360.000.000,00. Dapat disimpulkan bahwa pinjaman secara keseluruhan bak dilihat dari pinjaman manapun sehingga tidak berpengaruh pada aktivitas pendanaan perusahaan. Karena kondisi keuangan yang sudah aman maka perusahaan PT HM sampoerna mengurangi pinjamannya.

Analisis laporan arus kas

Laporan arus kas dari kegiatan usaha Penerimaan kas dari pelanggan setiap tahunnya mengalami peningkatan setiap tahunnya, dari tahun 2009 hingga 2010 yaitu sebesar Rp 2.289.086 dalam jutaan rupiah atau sebesar 11,4%.

Lain hal dari penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan kas dari pendapatan bunga mengalami penurunan, sebesar Rp 4.268 dalam jutaan rupiah atau sebesar 15,46%. pembayaran tagihan pajak dan cukai naik sebesar Rp 2.707.425 dalam jutaan rupiah atau sebesar 28,38 % pembayaran beban pembiayaan mengalami penurunan sebesar Rp 63.498 dalam jutaan rupiah atau sebesar 75,79 % pembiayaan kegiatan usaha lain mengalami kenaikan sebesar Rp 45.050 dalam jutaan rupiah atau sebesar 333,4 % pembiayaan pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan mengalami penurunan sebesar Rp 25.224 dalam jutaan rupiah atau sebesar 0,35 %

laporan arus kas dari kegiatan investasi penerimaan penjualan asset tetap mengalami penurunan sebesar Rp 26.278 dalam jutaan rupiah atau sebesar 50,45% pembayaran untuk pembelian asset tetap mengalami kenaikan sebesar Rp 77.302 dalam jutaan rupiah atau sebesar 25,79% laporan arus kas pendanaan penerimaan dari pinjaman jangka pendek mengalami kenaikan sebesar Rp 274.842 dalam jutaan rupiah atau sebesar 8,75% penerimaan kas dari pinjaman pihak hubungan istimewa mengalami penurunan sebesar Rp 33.958 dalam jutaan rupiah atau sebesar 76,94 % pembayaran pinjaman jangka pendek mengalami kenaikan sebesar Rp 368.843 dalam jutaan rupiah atau sebesar 11,75% pembayaran sewa pembiayaan mengalami mengalami penurunan sebes