Tugas 1 Sealing & Bearing

Download Tugas 1 Sealing & Bearing

Post on 25-Jul-2015

1.993 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Perapat (sealing) atau disebut laher dan bantalan (bearing) merupakan piranti yang memiliki fungsi tertentu. Bantalan (bearing) memiliki beberapa fungsi yang diantaranya adalah mengurangi gesekan, panas, dan aus; menahan beban shaft ddan machine; menahan radial load dan thrust load; menjaga toleransi kekencangan; serta mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional. Mengingat fungsi Bantalan (bearing) yang cukup banyak dalam aplikasi di Industri, maka pembelajaran tentang Bantalan (bearing) perlu dilakukan. Begitupula dengan perapat (sealing) memiliki fungsi yang cukup banyak dalam aplikasinya yaitu menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi), menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem, memberikan batasan cairan supaya tidak bercampur, lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor, melapisi permukaan yang tidak rata, serta agar komponen tidak cepat rusak. Mengingat fungsi Bantalan (sealing) perlu dilakukan. perapat (sealing) yang cukup banyak dalam aplikasi di Industri, maka pembelajaran tentang</p> <p>1.2 Tujuan Penyusunan Adapun tujuan penyusunan dalam makalah ini adalah untuk mempelajari atau mengetahui Sealing and Bearing.</p> <p>1.3 Permasalahana. Mengetahui dan memahami tipe/ jenis Sealing and Bearing di pasaran Sealing Bearing Page I-1</p> <p>b. Mengetahui dan memahami material atau bahan baku dari Sealing and</p> <p>Bearingc. Mengetahui dan memahami aplikasi dari Sealing and Bearing</p> <p>1.4 Batasan Masalah Makalah ini membahas tentang Sealing and Bearing seperti jenis-jenis Sealing and Bearing di pasaran, material Sealing and Bearing serta aplikasinya.</p> <p>1.5 Metode Penyusunan Metode penyusunan yang digunakan penyusun untuk mendapatkan informasi maupun data dalam penyusunan makalah ini adalah dengan metode Studi Kepustakaan (Suatu cara pengumpulan data melalui perpustakaan, buku, majalah, dan internet yang berhubungan dengan judul yang tertulis).</p> <p>1.6 Sistematika Penyusunan Adapun sistematika penyusunan dalam penyusunan makalah ini adalah dimulai dari bab 1 sampai dengan bab , yaitu :</p> <p>BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini penyusun menjelaskan tentang latar belakang alat penukar kalor dan beberapa jenis alat penukar kalor yang sering digunakan. Adapun bab ini meliputi : latar belakang, tujuan penyusunan, permasalahan, batasan masalah, metode penyusunan, dan sistematika penyusunan.</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-2</p> <p>BAB II ISI Pada bab Isi ini penyusun menjelaskan lebih terperinci tentang sealing dan bearing sehingga lebih mudah dalam memahaminya (berisi tentang pembahasan permasalahan). Dalam bab ini mencakup tipe/ jenis Sealing and Bearing di pasaran, material atau bahan baku dari Bearing, dan aplikasi dari Sealing and Bearing. Sealing and</p> <p>BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dari keseluruhan materi yang telah diuraikan</p> <p>BAB V KESIMPULAN Dalam bab ini akan mencakup inti-inti dari bab-bab sebelumnya</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-3</p> <p>BAB II LANDASAN TEORI2.1. Bearings Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya</p> <p>Gb. 1.2-1 Bearing Bila gerakan dua permukaan yang saling berhubungan terhambat, maka akan menimbulkan panas. Hambatan ini dikenal sebagai gesekan (friction). Gesekan yang terus menerus akan menyebabkan panas yangSealing Bearing Page I-4</p> <p>makin lama semakin meningkat dan menyebabkan keausan pada komponen tersebut. Gesekan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan alat tidak bisa bekerja.</p> <p>Gb. 1.2-2. Friction Bearing digunakan untuk menahan /menyangga komponenkomponenyang bergerak. Bearing biasanya dipakai untuk menyangga perputaran pada shaft, dimana terjadi sangat banyak gesekan.</p> <p>Gb. 1.2-3 Bearing pada Transmisi2.1.1. Fungsi bearing secara umum</p> <p>i. Mengurangi gesekan, panas dan aus.ii. Menahan beban shaft danmacine. iii. Menahan radial load dan thrust load.</p> <p>iv. Menjaga toleransi kekencangan.v. Mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional. Sealing Bearing Page I-5</p> <p>Gb. 1-2-3Radial dan Thrust Bearing Load PadaGear Shaftyang beroperasi pada machine, shaft tersebut menahan beban machine yang bervariasi dan beban tersebut harus ditanggung oleh bearing. Beban dari berat shaftdangear 90 derajat daricenter line shaft disebut Radial Load. Sedangkan arah dari gerakan shaft ke kiri dan ke kanan karena putaran disebutThrust Load. Bearing menahan Radial Load dan Thrust Load untuk menjaga supaya shaft tetap berputar.2.1.2. Jenis-Jenis Bearing A. Bearing dibagi menjadi dua bagian yaitu:</p> <p>1)2)</p> <p>Solid Bearing Anti-friction Bearing.</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-6</p> <p>1) Solid Bearing</p> <p>Gb. 1.2-4 Solid Bearing Pada solid bearing, shaft berputar pada permukaan bearing. Antara shaft dan bearing dipisahkan oleh lapisan tipis oli pelumas. Ketika berputar pada kecepatan operasional shaft ditahan oleh lapisan tipis oli bukan oleh bearing. Yang termasuk Solid Bearing: Sleeve/ Bushing Bearing, dan Spit-half Bearing. a. Sleeve Bearing</p> <p>Gb. 1.2-5 Bentuk yang sangat sederhana dari solid bearing adalah SleeveSealing Bearing Page I-7</p> <p>Bearing atau juga disebut bushings. Sleeve bearing umumnya dipakai pada shaftnya roda yang bergerak dari awal.</p> <p>Gb. 1.2-6 Sleeve Bearing dan Camshaft Camshaft ditahan pada posisinya oleh sleeve bearing padaengine block.Shaft yang ditahan oleh bearingdisebutJournal, dan penahanan ke bagian luarnya oleh sleeve. Bila Journal dan Sleeve terbuat dari logam (steel), dengan pelumasan yang bagus memungkinkan sangat sedikit kontak yang terjadi antara dua permukaan. Sleeve dari bearing kebanyakan dilapisi dengan Bronze, atau Babbitt metal. Bronze sleeve bearing umumnya digunakan pada pompa dan motor elektrik. Solid Bearing dilapisi dengan metal yang lebih lunak dari shaft sehingga apabilaterjadi perputaran antara keduanya, maka yang mengalami keausan adalah bearing, dan bukan shaft. Sleeve bearing umumnya menggunakan pelumasan bertekanan yang melewati lubang pada Journal. b. Split-half Bearing Tipe lain dari Solid Bearing adalah Split-half Bearing.Split-half Bearing lebih banyak dipakai pada outomotive engine yaitu pada Crankshaft dan</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-8</p> <p>connecting rod. Crankshaft rod bearing caps menggunakan split-half bearing yang menempel pada rod piston.</p> <p>Gb. 1.2-7 Split-half Bearing Bearing ini dapat diganti bila sudah aus. Split-half bearing umumnya diberi tambahan lubang oli, sering berupa alur yang berfungsi untuk mengalirnya oli yang akan melumasi seluruh permukaan bearing. Split - half Bearing juga mempunyai locking tabs (bagian yang menonjol) yang akan ditempatkan pada notches (coakan) padabearing caps. Tabs ini berfungsi untuk mencegah bearing bergerak horisontal pada shaft. Split-half bearing biasanya terbuat dari dua tipe metal, permukaan bearing menggunakan aluminum yang lebih lunak dari logam dan menghantarkan panas yang baik. Manfaat dari solid bearing adalah: i. Biaya penggantian lebih murah.ii. Menahan berat Radial Load.</p> <p>2)</p> <p>Anti Friction Bearings</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-9</p> <p>Gb. 1.2-8 Konstruksi Anti Friction Bearings Anti Friction Bearing digunakan pada benda-benda yang berputar, untuk mengurangi gesekan danmemperkecil gesekan awal pada permukaan bearing yang rata/datar. Anti Friction bearing terdiri dari: a. Ball bearingb. Roller bearing,</p> <p>c. Needle bearing Anti friction bearing tersusun dari beberapa komponen yaitu: Inner race,Outer race, Ballsatauroller dan Cage.i.</p> <p>Inner raceatau Cone: cincin baja yang dikeraskan dengan diberialur untuk pergerakanroller atau ball di bagian luarnya, sering dipasang pada shaft yang berputar sebagai penyangga bearing.</p> <p>ii. Outer race:Outer race hampir sama denganInner race, outer</p> <p>raceadalah cincin baja yang dikeraskan dengan alur untuk pergerakan ball atau roller di bagian dalam.iii. Balls atau Rollers: Di antaraInner race danouter race ada komponen</p> <p>yang berfungsi mengurangi gesekan yang dilakukan oleh balls, rollers atau tapered rollers. Balls dan Rollers ini terbuat baja yang dikeraskan. Balls atau rollers bergerak bebas di antara inner dan outerrace.</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-10</p> <p>Gb. 1.2-9 Balls atau Rollersiv. Cage:Letakcageantarainner race dan outer race yang digunakanuntuk</p> <p>menjaga jarak ball atau roller yang satu dengan yang lainnya.</p> <p>Gb. 1.2-10 Cage Anti Friction Bearing mengurangi panas dengan cara mengurangi kontak area yang saling bergesekan. Balls mempunyai contact point antara inner dan outer race untuk menahan beban sehingga memungkinkan berputar dengan kecepatan tinggi. Lapisan oli lubrikasi berfungsi memisahkan komponen yang saling berhubungan. Yang termasuk Anti Friction Bearing:</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-11</p> <p>a. Straight Roller, mempunyai line contact, yang memungkinkan</p> <p>bisamenahan bebanRadial Load yang lebih besar.</p> <p>Gb. 1.2-11 Straight Rollerb. Tapered</p> <p>Roller,</p> <p>cara kerjanya sama denganstraight</p> <p>roller.</p> <p>Taperedbearing sering digunakan di bagian ujungshaft yang berputar bersama untuk menahanradial load dan menahan gerak ke arah kiri, kanan shaft (Thrust Load).c. Needle</p> <p>Bearing cara kerjanya sama denganstraight bearing</p> <p>dantapered bearingdenganline contact. Sebab dengan diameter yang lebih kecil, needle bearing bisa digunakan pada pengaplikasian di tempat-tempat sempit.</p> <p>d. Caged Needle Bearing</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-12</p> <p>Gb. 1.2-12 Caged Needle Bearing Caged Needle Bearing mempunyai kemampuan beban yang lebihtinggi dibandingkan denganNeedle bearing dan aplikasinya terbatas pada celah yang lebih kecil dari 10 inch (245 mm). Keuntungan Anti Friction Bearing:i.</p> <p>Tidak ada keausan padashaft</p> <p>ii. Memperkecil tenaga yang terbuang. iii. Memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi.B. Pada umumnya bantalan diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu</p> <p>berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros dan berdasarkan arah beban terhadap poros. 1) Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros a. Bearing gelinding Pada bearing ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bearing karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bearing dengan perantaraan lapisan pelumas b. Bearing luncur Pada bearing ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulatSealing Bearing Page I-13</p> <p>2) Berdasarkan arah beban terhadap porosa. Bearing radial</p> <p>Arah beban yang ditumpu bearing ini adalah tegak lurus sumbub. Bearing aksial</p> <p>Arah beban bearing ini sejajar dengan sumbu poros. Bearing ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.c. Bearing gelinding</p> <p>Bearing ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.2.1.3. Jenis dan fungsi dari bearing atau bantalan luncur:</p> <p>1. Bantalan luncur silinder penuh, digunakan untuk poros-poros yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan. 2. Bantalan luncur silinder memegas, digunakan pada poros-poros mesin bubut, mesin frais dan mesin perkakas lainnya. 3. Bantalan luncur blah, digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol, bantalan poros pada roda kendaraan dan lain-lain. 4. Bantalan inside, digunakan untuk poros dengan beban yang sering berubah, misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi. 5. Bantalan luncur sebagian, digunakan untuk poros yang berputar lambat, beban berat tetapi tidak berubah-ubah. Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala cekam. 6. Bantalan bukan logam, digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas, bahan lapisan yang digunakan yaitu karet, plastik dan ebonit.Sealing Bearing Page I-14</p> <p>7. Bantalan luncur tranlasi, digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus, seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. 2.1.4. Material atau Bahan baku Bearing 1. Besi cor (BC 14 : BC 22), beban dan kecepatan rendah. 2. Brons, dibuat dari tembaga (Cu), timah putih (Sn), timah hitam (Pb) dan aluminium (Al). 3. Babit, dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimon. 4. Logam bubut (metal powder), dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak.5. Bahan bukan logam, dibuat dari keramik, kayu keras, karet plastik</p> <p>dan bahan sintesis lainnya. 2.1.5. Aplikasi Penggunaan Bearing Seperti yang sudah diketahui bearing adalah suatu komponen yang digunakan untuk menahan poros berbeban, beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. Maka bearing pada umumnya digunakan pada pump, turbine, compressor. 2.1.6. Perawatan Umum Bearing (Bantalan Gelinding) Kontrol rutin bantalan gelinding : 1. Mendengarkan Letakkanlah sepatang kayu atu obeng atau benda lain yang sejenis menempel pada rumah bantalan, sedekat mungkin pada lokasi dekat bantalan. Letakkanlah telinga anda pada ujung batang yang lain dan dengarkan. Jika bantalan masih bagus maka akan terdengar suara yang lembut, tapi jika rusak makaa akan terdengar suara berisik. 2. Merasakan (meraba)</p> <p>Sealing Bearing</p> <p>Page I-15</p> <p>Kontrol ini suhu bantalan gelinding dilakukan ddengan termometer, atu dengan cara sederhana dengan menempelkan tangan pada rumah bantalan. Jika suhu naik tidak seperti biasanya, maka hal tersebut merupakan indikasi ketidakberesan, seperti: kotoran, kelonggaran, kelebihan beban, keausan, dan gesekan pada bantalan 3. Melihat Periksalah kondisi sil yang yang berada didekat bantalan untuk memastikan cairan panas atau kotoran maupun pengkarat tidak dapat memasuki bantalan. 4. Melumasi Pelumasan dengan gemuk : bersihkan dulu nipel dan rumah bantalan dengan lap, kemudian buka cover rumah bantalan dan bersihkan dari gemuk yang lama hingga bersih, lalu masukkan grease yang baru. Pelumasan dengan minyak (oli) : periksalah kembali ketinggian oli dan isi kembali bila kurang, jika oli harus diganti maka oli lama harus di tap dan dibersihkan dengan oli yang sejenis sebelum diisi kembali. Oli yang terdapat dalam bak pelumas cukup diganti sekali saja dalam setahun asalkan temperatur tidak lebih dari 50C dan tidak terjadi pencemaran oli selama itu. Jenis pelumasan bantalan Pelumasan oli Oli mineral yang tidak mengandung bahan pelarut harus digunakan untuk melumasi bantalan gelinding. Pada temperatur diatas +125C didianjurkan menggunakan oli sintetis, misalnya poyglycol. Bahan-bahan yang ditambahkan untuk mempertinggi kemampuan pelumas hanya bila kondisi kerjanya sangat istimewa. Sebagai pelumas biasanya digunakan oli yang memiliki indeks viskositas dari yang menengah sampai tinggi. Bagaimanapun juga, pada angka putaran yang tinggi boleh digunakan oli berviskositas rendah, agar tempratur bantalan tetap rendah.Sealing Bearing Page I-16</p> <p>Petunjuk pelumasan Bantalan yang dilumasi secar betul tidak akan aus, karena pelumas mencegah terjadinya kontaak langsung antara komponen bantalan yang satu dengan yang lain yang terbuat dari logam. Bantalan...</p>