Tugas 1-Rekayasa Lingkungan-pencemaran Minyak Di Perairan Brazil-Annike Fatmawati

Download Tugas 1-Rekayasa Lingkungan-pencemaran Minyak Di Perairan Brazil-Annike Fatmawati

Post on 15-Jul-2015

362 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>REKAYASA LINGKUNGAN TUGAS 1 (INDIVIDU)PENCEMARAN MINYAK DI PERAIRAN BRAZIL</p> <p>ANNIKE FATMAWATI</p> <p>NIM 0909025019</p> <p>TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA 2012</p> <p>Peristiwa pencemaran minyak di perairan Brazil, Rio de Janeiro dari berbagai sumber Tim penegak hukum Brasil akan menjerat Chevron dengan pasal kriminal terkait tumpahan minyak mentah yang mencemari perairan Rio de Janeiro bulan lalu. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, Kepolisian pusat Brasil atau Brazilian Federal Police menuduh pejabat tinggi Chevron di negara itu melakukan kejahatan perang. Menurut inspektur polisi Fabio Scliar, pihaknya telah membuat laporan tuntutan dan sudah dikirim kepada jaksa penuntut umum. Dalam laporannya itu, Chevron dan Transocean telah merusak lingkungan dan menyembunyikan informasi penting dari pejabat berewenang. Transocean merupakan mitra Chevron dalam pengeboran minyak lepas pantai di Brasil. "Saya yakin atas temuan kepolisian pusat. Ada kelalaian saat pengoperasian sumur minyak di Brasil. Untuk itu, para pejabat eksekutif Chevron, termasuk Presiden Chevron di Brasil, George Buck, harus bertanggung jawab," kata Scliar kepada jaringan televisi Globo, Kamis (22/12). Scliar menambahkan dengan mengatakan bahwa Chevron dan Transocean bekerja melampaui batas kapasitas mereka. Dia menegaskan keputusan mengenai hasil temuan itu kini berada di</p> <p>tangan penuntut umum. Hasil temuan baru kepolisian federal di Brasil tersebut semakin menambah tekanan bagi unit operasional Chevron di negara ekonomi terbesar di Amerika Latin. Jika tuntutan tersebut dikabulkan pihak pengadilan, denda yang harus dibayar raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS) itu akan semakin tinggi. Musibah tumpahan minyak di lepas pantai Brasil bermula ketika sumur minyak atau rig Sedco 706 yang dioperasikan Chevron bocor pada 8 November lalu. Menurut Chevron, sekitar 220-330 barel minyak mentah mencemari perairan sampai saat ini. Namun, organisasi penyelamat lingkungan, Greenpeace, menaksir kebocoran minyak mencapai 3.700 barel per hari.Izin Dicabut Proses eksplorasi rig Sedco 706 melibatkan konsesi yang terdiri dari Petrobras dengan penguasaan saham sebesar 30 persen; Chevron sebesar 52 persen yang juga berperan sebagai operator; serta sisanya dimiliki oleh Frade Japao dari Jepang. Sebelumnya, Chevron mengklaim kebocoran minyak telah teratasi pada 13 November lalu. Tapi sejumlah pihak mengkritik klaim itu karena saat itu proses penyelidikan masih dilakukan. Bahkan, hasil pengawasan NPA menunjukkan kebocoran minyak masih belum terhenti di sejumlah titik. Akibat musibah tersebut, Pemerintah Brasil melalui lembaga lingkungan hidup Brasil, Ibama, mendenda Chevron sebesar 28 juta dollar AS untuk kerusakan lingkungan akibat kebocoran minyaknya. Denda tersebut diperkirakan bisa bertambah hingga menjadi 145 juta dollar AS, mengingat banyaknya potensi kesalahan Chevron dalam kasus itu. Sejak 23 November, pihak berwenang Chevron mencabut sementara izin operasi pengeboran minyak Chevron. Dampak dari musibah ini, juga membuat pihak berwenang Brasil menolak permintaan pembukaan lapangan pengeboran minyak baru. http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/79048</p> <p>Cemari laut Para penggugat menuduh Texaco, yang diakuisisi oleh Chevron pada 2001, menyebabkan minyak tercecer mencemari hutan, menyebabkan penyakit dan kematian penduduk asli Indian. Mengomentari keputusan pengadilan banding itu, Presiden Ekuador Rafael Correa, mengatakan senang dan dia menggambarkan sengketa sebagai pertempuran David dan Goliat. "Saya kira keadilan telah dilakukan. Kerugian yang disebabkan Chevron di Amazon tidak bisa dipungkiri," kata Correa kepada wartawan di kota pesisir Guayaquil.Selain di Ekuador, Chevron juga terjerat masalah di Brasil. Hampir bersamaan dengan keputusan pengadilan Ekuador, pengawas industri minyak Negeri Samba itu mengeluarkan denda atas kebocoran ladang minyak Frade yang dikelola Chevron di perairan Campos Basin, negara bagian Rio de Janeiro, yang berlangsung sejak 7 November 2011. Jika sebelumnya Chevron hanya didenda sebesar US$28 juta atau sekitar Rp252,7 miliar, maka keputusan terakhir menyebutkan pengadilan Brasil mendenda Chevron senilai US$ 20 miliar. Tak cukup Chevron, para penegak hukum Brasil tanpa ragu menindak perusahaan pengeboran Transocean yang mengerjakan proyek Chevron di perairan Campos Basin tersebut. Menurut Badan Perminyakan Brasil (NPA), kebocoran itu menyebabkan gangguan produksi di kawasan kilang minyak Frade yang dimiliki perusahaan minyak Brasil, Petrobras, yang menggandeng konsorsium dari Jepang.Dalam sehari, kebocoran di ladang Frade imenyemburkan minyak mentah sebanyak 200 hingga 330 barel. Sebagai perbandingan, tumpahan minyak di Teluk Meksiko yang disebabkan BP mencapai lebih dari 3.000 barel</p> <p>minyak per hari.Pada puncak dari tumpahan di Rio de Janeiro, NPA melaporkan bahwa ada 200 hingga 330 barel minyak per hari yang bocor ke lautan. Jumlah denda yang dijatuhkan seperti dikutip dari Rio Times tak kalah gilanya, mencapai US$10,8 miliar atau setara Rp97,2 triliun. Keputusan rasanya cukup berat bagi Brasil karena Transocean adalah pemain besar di bisnis minyak lepas pantai. Per Agustus 2011, utilisasi atas fasilitas pengeboran lepas pantai di Brasil mencapai 95%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yang mencapai 80%, sementara harga sewa kapal sehari mencapai US$310.000 lebih mahal dibandingkan dengan rata-rata dunia yang mencapai US$230.000. Bagi Transocean, operasional di Brasil menjadi penyumbang terbesar perusahaan yang bermarkas di Swiss tersebut disusul Amerika Serikat, Inggris dan India. Di Brasil, Transocean memiliki 10 rig lepas pantai, tujuh di antaranya dikontrak oleh Petrobras.Rig Transocean paling mahal di Brasil dalam sehari harus dibayar US$535.000 dan tak satu pun dari sembilan rig lainnya yang disewa dengan harga kurang dari US$253.000.Dengan ancaman denda dan larangan operasional di Brasil, utilitas rig Transocean diprediksi akan turun hingga separuh pada tahun ini dan membuat harga sewanya melorot hingga US$ 240.000 yang berimbas pada penurunan nilai saham hingga 10%. www.bisnis.com/articles/pil-pahit-amerika-selatan-buat-chevron</p> <p>Pencemaran minyak dari ladang yang dikelola Chevron di perairan Brasil</p> <p>Perusahaan minyak internasional, Chevron, diperintahkan menghentikan operasional satu dari 11 ladang minyak produktifnya di lepas pantai Rio de Janeiro, Brasil. Keputusan itu diambil setelah terjadinya kecelakaan pengeboran pada 9 November lalu. Keputusan penghentian operasional dari salah satu ladang milik anak usaha Chevron di Brasil ini dikeluarkan oleh</p> <p>National Petroleum Agency (NPA) di Brasil. Hal itu menambah panjang daftar perusahaan minyak asal Amerika Serikat yang mengalami masalah di Amerika Selatan. Seperti dikutip VIVAnews.com dari laman Forbes, Jumat, 2 Desember 2011, Brazils National Petroleum Agency atau ANP memerintahkan penghentian operasional salah satu ladang minyak milik Chevron di laut dalam Brasil, Frade. Chevron merupakan pemegang saham terbesar dari sumur minyak Frade yang menggunakan sistem fasilitas floating production Storage and offloading (FPSO) bersama Transocean (RIG).Keputusan ANP ini diperoleh setelah dilakukan audit keselamatan FPSO Frade yang dilaksanakan pada 23-25 November lalu. Kebocoran yang terjadi di ladang Frade muncul akibat proses pemompaan ketika perusahaan tengah mencari minyak di lepas pantai. Awalnya, Chevron menganggap masalah itu muncul karena gerakan alami dari dasar laut. Namun, perusahaan akhirnya mengaku bertanggung jawab terhadap musibah tersebut.Chevron dan ANP memperkirakan ribuan barel minyak mentah telah keluar dari ladang minyak yang berlokasi 74 mill dari lepas pantai Rio de Janeiro tersebut. Perusahaan telah mengerahkan 18 kapan untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut kendati aparat keamanan setempat menilai langkah Chevron tersebut sangat lambat. vivanews.com/news/read/269199-bocor--sumur-minyak-chevron-dipaksa-berhenti Pemerintah Brasil mengganjar denda kepada perusahaan minyak Amerika Serikat, Chevron, sebesar US$28 juta (sekitar Rp252,7 miliar) karena kebocoran di ladang minyak lepas pantai yang mereka kelola telah mencemari perairan di negeri itu. Chevron pun bahkan bisa dikenakan denda tambahan dan digugat secara hukum. Menurut kantor berita Reuters, kebocoran ladang minyak Frade yang dikelola Chevron di perairan Campos Basin, negara bagian Rio de Janeiro, berlangsung sejak 7 November 2011. Kebocoran itu mengancam habitat mahluk hidup di sekitar ladang minyak. Presiden Brasil, Dilmar Roussef, dan para menteri di bidang energi dan lingkungan hidup mengadakan pertemuan khusus, sehari setelah Chevron menyatakan mengemban tanggungjawab sepenuhnya atas kebocoran ladang minyak yang mereka kelola sebanyak 2.400 barel. Menurut Badan Perminyakan Brasil (NPA), kebocoran itu menyebabkan gangguan produksi di kawasan kilang minyak Frade. Kawasan itu dimiliki perusahaan minyak Brasil, Petrobras, dengan menggandeng konsorsium dari Jepang. Kebocoran di ladang Frade itu setiap hari menyemburkan minyak mentah sebanyak 200 hingga 330 barel. Badan Lingkungan Hidup Brasil menyatakan bahwa Chevron akan dikenakan denda sebesar 50 juta reais (US$28 juta) dan bisa digugat secara hukum. Bahkan</p> <p>pemerintah negara bagian Rio de Janeiro berencana mengganjar denda tambahan kepada Chevron, yaitu sebesar 30 juta reais. Menurut Chevron, denda 50 juta reais itu kira-kira sama dengan pendapatan produksi minyak mentah selama tiga setengah hari dari kilang Frade.Wilayah itu memproduksi minyak sebesar 79.000 barel per hari. Kebocoran minyak terparah di Brasil sejak 2000 itu bisa mengancam kredibilitas Chevron di Negeri Samba setelah mereka mengungkapkan bahwa kasus tersebut terjadi akibat kesalahan perhitungan teknis. vivanews.com/news/read/266320-sumur-minyak-bocor--brasil-mendenda-chevron Polisi federal Brazil, Jumat (18/11) memulai penyelidikan pencemaran atas pencemaran yang diduga melibatkan raksasa minyak AS, Chevron.Pencemaran itu diakibatkan tumpahan minyak di lepas pantai akibat kebocoran proyek lepas pantai di Frade. Aktivis lingkungan menuduh kerusakan akibat pencemaran itu jauh lebih besar daripada yang dilaporkan perusahaan.Fabio Scliar, polisi federal yang mengepalai divisi lingkungan dan warisan sejarah, mengatakan bukti menunjukkan pengeboran Chevron dilakukan 500 meter di luar izin yang diberikan.Scliar menyebut informasi yang disediakan Chevron pada polisi tidak sesuai dengan keadaan yang ditemukan polisi dilapangan. Kami melihat tumpahan besar minyak, di daerah yang sangat besar dan kami tidak bisa menemukan batasnya, kata Scliar seperti dilansir Al Jazeera.Saya tidak akan mengatakan Chevron berbohong, tapi saya berpikir bahwa mereka tidak transparan seperti sebagaimana yang seharusnya. Saya pikir itu adalah sebuah bencana, saya tidak ragu bahwa itu adalah masalah besar kerusakan lingkungan hidup dengan proporsi yang sangat besar.Menurut regulator perminyakan di Brasil, minyak merembes di lepas pantai Rio de Janeiro akibat kebocoran sumur minyak Frade milik Chevron. Sebelumnya, diperkirakan 650 barel minyak tumpah ke laut.Menteri Energi Lobao Edison kepada wartawan di Brasilia, Kamis kemarin menyebut bahwa kebocoran itu tidak baik, namun juga bukan seperti kuburan seperti yang dikatakan. Dia mengatakan ANP, minyak Brasil dan regulator gas, bisa mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan jika ada alasan untuk itu. Dia juga memperingatkan bahwa Chevron bisa didakwa untuk setiap pelanggaran yang mungkin dilakukan. Jika Chevron tidak melakukan kewajibannya, dia akan dihukum berat, kata Lobao.</p> <p>Kerjasama Chevron Menjawab pertanyaan Reuters tentang penyelidikan polisi, juru bicara Chevron mengatakan perusahaan, akan sepenuhnya menginformasikan dan bekerja sama dengan instansi pemerintah Brazil sebagai bagian dari upaya tanggap perusahaan.Selasa lalu, Chevron mengatakan akan memulai operasi pemulihan di sumur pengeboran dan mengatakan kebocoran sepertinya telah terhenti. Menurut mereka kebocoran akhir pekan lalu meliputi area seluas 163 kilometer persegi.Chevron menyebut kapal milik mereka sudah berada di perairan itu dan memulai menyedotan minyak yang tumpah itu Skalanews.com Pencemaran Air (Laut) karena Limbah Industri Minyak SUMBER PENCEMARAN LAUT Lingkungan laut merupakan tempat hidupnya berbagai jenis biota laut dan tumbuhan yang sangat beraneka ragam dan harus dilindungi untuk mempertahankan ekosistem yang telah ada. Kerusakan lingkungan laut diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak peduli dan akibat pencemaran. Penyebab pencemaran laut dan lingkungan perairan berasal dari sumber-sumber pencemar antara lain sebagai berikut: 1. Ladang minyak di bawah dasar laut, baik melalui rembesan maupun kesalahan pengeboran pada operasi minyak lepas pantai 2. Kecelakaan pelayaran misalnya kandas, tenggelam, tabrakan kapal tanker atau barang yang mengangkut minyak/bahan bakar 3. Operasi tanker dimana minyak terbuang ke laut sebagai akibat dari pembersihan tanki atau pembuangan air ballast, dll. 4. Kapal-kapal selain tanker melalui pembuangan air bilge (got). 5. Operasi terminal pelabuhan minyak, dimana minyak dapat tumpah pada waktu memuat atau membongkar muatan dan pengisian bahan bakar ke kapal. 6. Limbah pembuangan refinery. 7. Sumber-sumber darat misalnya minyak pelumas bekas atau cairan yang mengandung hidrokarbon 8. Hidrokarbon yang jatuh dari atmosfir misalnya asap pabrik, asap kapal laut, asap pesawat udara, dll. Sedangkan minyak bumi yang masuk ke dalam lingkungan laut, seperti diperlihatkan</p> <p>pada Tabel berikut ini. Tabel 1. Sumber Pencemaran Laut No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. SUMBER PENCEMAR MINYAK BUMI Pembuangan limbah industri/perkantoran Operasi kapal Kecelakaan kapal tanker Atmosfir Sumber alam Eksplorasi dan produksi JUMLAH 37% 33% 12% 9% 7% 2%</p> <p>Sebab-Sebab Terjadinya Tumpahan Minyak dari Kapal Tumpahan minyak dari kapal terjadi karena faktor-faktor :</p> <p>A. Kerusakan Mekanis Kerusakan mekanis pada kapal pada umumnya disebabkan oleh, antara lain : 1. Kerusakan dari sistim peralatan kapal 2. Kebocoran lambung kapal 3. Kerusakan katup-katup hisap atau katup pembuangan ke laut 4. Kerusakan selang-selang muatan bahan bakar Kerusakan mekanis dapat diatasi dengan sistem pemeliharaan dan perawatan yang lebih baik dan pemeriksaan berkala oleh pemerintah dalam hal ini instansi yang terkait</p> <p>B. Kesalahan Manusia Terjadinya tumpahan minyak dari kapal yang disebabkan oleh kesalahan manusia antara lain : 1. Kurang pengetahuan atau pengalaman. 2. Kurang perhatian dari personil pada saat pengisian bahan bakar. 3. Kurang ditaatinya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. 4. Kurang pengawasan terhadap pentingnya menjaga lingkungan laut. Kesalahan manusia dapat di atasi dengan memberikan training kepada personil kapal</p> <p>untuk meningkatkan keterampilan sehingga ABK dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif Pengaruh Tumpahan Minyak Pengaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut ditentukan oleh faktor biologis dan non biologis, yait...</p>