trauma ruptur

Download Trauma Ruptur

Post on 07-Jan-2016

16 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medicine

TRANSCRIPT

PowerPoint Presentation

|Ruptur arteri radialis+ ruptur tendon fleksor digitorUM SUPERFICIAL & PROFUNDAAYU NATALIAIdentitas pasienNama lengkap : Tn. ISJenis kelamin : Laki-lakiTempat / tanggal lahir : Karawang, 28 Sept 1986Suku bangsa : JawaStatus perkawinan : menikahPendidikan : SMAAlamat : jl. Wijaya Kusumah I/16, KarawangAgama : IslamPekerjaan : Karyawan SwastaTanggal masuk RS : 09-06-2015

Diambil dari: Autoanamnesis, Tanggal : 09-06-2015 , Jam : 11:00 WIB

Keluhan utama: Perdarahan di bagian depan pergelangan tangan kanan akibat tertimpa plat besi tajam sejak 30 menit SMRS. Anamnesis :Os datang ke IGD RS Bayukarta dengan perdarahan di bagian depan pergelangan tangan kanan sejak 30 menit SMRS. Os mengatakan pergelangan tangan kanannya tertimpa plat besi tajam saat sedang bekerja 30 menit SMRS. Terlihat darah mengucur deras dari pergelangan tangan kanan. Os sudah mencoba menghentikan perdarahan dengan membebat lengan bagian atas menggunakan ikat pinggang tetapi darah tetap menetes. Os dalam keadaan sadar penuh dan berteriak kesakitan.

Mechanism of Injury :

Tiga puluh menit SMRS os tertimpa plat besi tajam dan mengenai bagian depan pergelangan tangan kanannya saat sedang bekerja. Saat plat mengenai pergelangan tangan kanannya, os refleks menarik tangannya sehingga menimbulkan luka robek cukup dalam sampai memotong pembuluh darah dan tendon. Darah mengucur deras. Pasien datang ke RS dalam keadaan sadar penuh. Primary Survey

Airway: ClearBreathing: Adekuat/spontan.Circulation: Nadi 72 kali/menit, TD 120/80 mmHg.Disability: GCS 15 (E4 V5 M6), compos mentis/Alert.Exposure: -

2nd survey AMPLE Allergic : pasien tidak memiliki riwayat alergiMedication : pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentuPast illness : tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnyaLast meal : pasien terakhir makan 4 jam yang lalu 2nd survey head to toe Keadaan umum: pasien tampak sakit sedangKesadaran: Compos MentisTanda-tanda vital : TD : 120/80N : 72 x/menitRR : 20 x/menitS : 36,1 0CKepala: normocephal, tidak ada massa, tidak ada jejas, tidak ada lesiMata: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kornea jernih, pupil bulat, isokor.Telinga: Bentuk normal, sekret -/-, serumen -/-Hidung: Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi, sekret -/-, krepitasi(-)Mulut: Simetris, sianosis -Leher: perbesaran kgb -, perbesaran tiroid -, jejas -.

Thorax:Paru-paru :Inspeksi : Bentuk normal, simetris dalam statis dan dinamis, retraksi sela iga (-)Palpasi : nyeri tekan -, vocal fremitus samak kuaat di kedua lapang paruPerkusi : Sonor pada kedua lapang paruAuskultasi : Bunyi nafas vesikuler (+/+), wheezing(-/-), Ronkhi (-/-)

Jantung :Inspeksi : Ictus cordis tak tampakPalpasi : Ictus cordis teraba ics V midclavicula line sinistra, kuat angkatPerkusi:batas atas: ics II parasternal line sin.batas kanan : midsternal linebatas kiri: ics V midclavicula line sin.Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler murni, murmur (-), gallop (-)

Abdomen :Inspeksi : Datar, tidak terdapat luka post op, massa -.Palpasi : Supel, nyeri - hepar dan lien tidak teraba membesar, nyeri tekan (-) di daerah perut bawah, defense muskular(-) Perkusi : Timpani, meteorismus (-), pekak (-) Auskultasi : Bising usus (+) normalEkstremitas bawahKanan KiriTonus : normotonusnormotonusMassa : normotrofi normotrofiSendi :normalnormalGerakan :normal normalKekuatan : 55Edem : (-)(-)

STATUS LOKALIS

Look: terlihat darah mengucur deras (di OK terlihat arteri dan tendon yg ruptur)Feel: teraba aliran darah mengucur dari lukaMove: ROM menurun, tidak bisa menggerakkan jari-jari tangan

Diagnosis Ruptur arteri radialisRuptur tendon fleksor digitorum superfisialis & profunda

Pemeriksaan penunjang PemeriksaanHasilNilai NormalSatuanDARAH RUTINHemoglobinLeukositHematokritLED/BSETrombositEritrosit14,4104372235,0811,5-184,6-10,237-540-20150-4003,8-6,5g/dlK/uL%mm/1jamK/uLM/uLHitung Jenis LeukositBasofilEosinofilBatang/statLimfositMonositSegmen03047744 [K]0-10-30-525-502-1050-80%%%%%%Pemeriksaan penunjang Nilai eritrosit rata-rataVER (MCV)HER (MCH)KHER (MCHC)84,328,333,680-10026-3231-36fLpgg/dlFaktor PembekuanMasa PerdarahanMasa Pembekuan391-64-15MenitMenitRingkasan Laki-laki, 28 tahun mengalami kecelakaan kerja yaitu tertimpa plat besi tajam pada bagian depan pergelangan tangan kanannya sejak 30 menit SMRS. Terlihat darah mengalir cukup deras dari area luka. Keadaan umum pasien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis. Tanda-tanda vital : Nadi 72 kali/menit, TD 120/80 mmHg, RR 20 x/menit, suhu: 36,1C.

Tatalaksana Infus RL 20 tpmATS injeksiKetorolac 1 ampulObservasi TTV setiap setengah jam. Vit K 1 ampulPro eksplorasi + repair vascular + repair tendon

Trauma vaskulerTrauma vaskular dapat disebabkan oleh luka tajam, luka tumpul, maupun luka iatrogenik. Trauma vaskuler sering terdapat bersamaan dengan trauma organ lain seperti syaraf, otot dan jaringan lunak lainnya atau bersamaan dengan fraktur atau dislokasi pada ekstremitas.

Tipe TraumaGejala KlinisLaserasi parsialPulsasi menurun, hematoma, perdarahanTranseksiHilangnya pulsasi distal, iskemiaKontusioAwal : pemeriksaan dapat normalDapat progresif menjadi thrombosisKompresi eksternalPulsasi menurun, pulsasi dapat menjadi normal ketika fraktur diluruskan

Gejala klinisGambaran klinis dari trauma arteri dapat berupa perdarahan luar, iskemia, hematoma pulsatil, atau perdarahan dalam yang disertai tanda-tanda syok. Gejala klinis paling sering pada trauma arteri ekstremitas adalah iskemia akut. Tanda-tanda iskemia adalah nyeri terus- menerus, parestesia, paralisis, pucat, dan poikilotermia. Adanya trauma vaskular pada ekstremitas dapat diketahui denganmelihat tanda dan gejala yang dialami pasien. Tanda dan gejala tersebut berupa hard sign dan soft sign.

Hard SignSoft SignHilangnya pulsasi distalBerkurangnya pulsasi distalPerdarahan pulsatil yang aktifRiwayat perdarahan sedangTanda-tanda iskemiaTrauma pada daerah dekat PD utamaThrill arteri dengan palpalsi manualDefisit neurologisBruit pada daerah cedera dan sekitarnyaHematoma sekitar lesi yang tidak meluasHematoma yang meluasalgoritma diagnosa gangguan arteri

Tatalaksana Tujuan akhir dari rekonstruksi pada trauma vaskular adalah untuk menurunkan angka amputasi. Untuk mencegah hal ini yang dapat kita lakukan adalah:Secepat mungkin mengenal dan memberikan perawatan Arterigrafi preoperatif dan intraoperatif dipertimbangkan sebaik mungkin Mengerjakan trombektomi ke bagian proksimal dan distal Pemakaian heparin yang sepantasnya Mengutamakan vena autogen sebagai graft.

Komplikasi Thrombosisinfeksistenosisfistula arteri-venaaneurisma palsu.tendonTendon merupakan struktur dalam tubuh yang menghubungkan otot ke tulang.Tendon terdiri dari jaringan padat dan jaringan ikat fibrosa yang tersusun secara paralel.Tendon berfungsi sebagai kekuatan untuk tarikan otot ke tulang. Kontraksi otot menarik tendon, kemudian tulang dan terjadilah gerakan.Tendon flexor tangan

Ruptur tendonRuptur tendon adalah robek, pecah atau terputusnya tendon yang diakibatkan karena tarikan yang melebihi kekuatan tendon.Etiologi : Trauma Tumpul, Trauma Tajam, Luka Bakar, Gigitan Binatang

Zona tendon flexor tangan

anamnesisTidak mampu fleksi atau ekstensi satu atau lebih sendi jari tangan)Nyeri saat tangan dibengkokkanTerdapat luka terbuka atau riwayat traumaPembengkakan pada lipatan kulit tempat jari menekuk

28Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjangFoto rontgen tanganUSGMRIIrigasi luka dan DebridementJahitan pada tendonPemasangan splintRehabilitasiPENATALAKSANAANpenatalaksanaanKarakteristik rekonstruksi tendon (Strickland)

Mudah menempatkan jahitan dalam tendonSimpul jahitan amanTautan halus pada ujung tendonCelah minimal pada lokasi perbaikanIntervensi minimal dengan vaskularitas tendonRegangan cukup selama penyembuhanTeknik penjahitan tendon

Bunnell repairKessler grasping repair C) The original Kessler repairD) Kessler-Tajima modified repairE ) Interlock repairF) Double loop repair.tendon healingPenyembuhan tendon terdiri dari 2 tipe yaitu :ExtrinsikIntrinsikFase inflamasi pada 0-14 hari pasca operasiFase reparasi sekitar 28 hari setelah fase inflamasi (minggu ke 2-6)Fase remodelling setelah minggu ke 6.