transpor membran

of 18/18
MEKANISME TRANSPOR MEMBRAN Salah satu fungsi membran plasma adalah menjembatani materi yang masuk/keluar sel. Pada umumnya,materi dapat bergerak melintasi membran plasma dengan cara transpor pasif atau transpor aktif

Post on 10-Jul-2015

797 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Slide 1

MEKANISME TRANSPOR MEMBRANSalah satu fungsi membran plasma adalah menjembatani materi yang masuk/keluar sel. Pada umumnya,materi dapat bergerak melintasi membran plasma dengan cara transpor pasif atau transpor aktifTRANSPOR MELALUI MEMBRANTRANSPOR PASIFTRANSPOR AKTIFDIFUSI TERFASILITASIOSMOSISDIFUSIEKSOSITOSISENDOSITOSISPINOSITOSISFAGOSITOSIS Transpor PasifTranspor Pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Perpindahan molekul terjadi secara spontan mengikuti gradien konsentrasi dari konsentrasi tinggi ke rendah. Transpor pasif meliputi difusi (sederhana & terfasilitasi) dan osmosis.Difusi adalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik melalui membran plasma ataupun tidak. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi.Difusi dibedakan menjadi dua, yaitu:Difusi SederhanaDifusi Terfasilitasi

A. Difusi

B. Difusi TerfasilitasiDifusi terfasilitasi merupakan proses difusi yang dibantu oleh protein tertentu pada membran plasma,yaitu protein kanal dan protein pembawa.

Sebagai contoh mekanisme difusi terbantu, yaitu proses molekul glukosa melewati membran.Membran sel memiliki struktur protein perifer dan protein integral pada lapisan fosfolipidnya. Fungsi protein ini untuk membantu pengangkutan molekul gula yang tidak dapat berdifusi secara spontan melewati membran sel.

Pada proses ini, molekul diikat oleh reseptor pada sisi luar sel dan di lewatkan melaluimembran plasma oleh protein transmembranyang telah mengalami perubahan susunan.Difusi merupakan salah satu cara pertukaran materi dari suatu sel dengan lingkungannya. Proses difusi biasanya bergantung pada kondisi-kondisi sebagai berikut :

Wujud MateriDifusi akan sangat lambat terjadi jika zatnya berwujud padat. Difusi lebih cepat terjadi pada zat cair dan sangat cepat pada zat yang berwujud gas.

SuhuSuhu panas dapat mempercepat gerakan molekul-molekul sehingga meningkatkan rata-rata difusi. Sebaliknya, suhu dingin akan menurunkan kecepatan rata-rata difusi.

Ukuran MolekulMolekul yang berukuran lebih kecil lebih cepat melintasi suatu membran dibandingkan dengan molekul yang berukuran lebih besar pada suhu yang sama.

KonsentrasiSemakin besar gradien konsentrasi antara dua daerah, semakin cepat rata-rata difusinya.

C. OsmosisOsmosis adalah perpindahan molekul dari larutan berkepekatan rendah(hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi(hipertonis) melalui membran semipermiabel.

Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis, yaitu hipertonik, hipotonik, dan isotonik.Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya.

Dalam hal ini, larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil.

Larutan isotonik, memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.

Proses osmosis dapat menyebabkan kerusakan sel. Apabila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk ke dalam sel dan terjadi endosmosis. Endosmosis ini menyebabkan kehancuran sel karena membran plasmanya robek. Apabila konsentrasi larutan di luar sel tinggi, air dalam sel akan ke luar dan terjadi eksosmosis. Akibat dari eksosmosis adalah membuat sel tersebut menjadi mengkerut. Proses osmosis dapat menyebabkan kerusakan sel. Apabila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk ke dalam sel dan terjadi endosmosis. Endosmosis ini menyebabkan kehancuran sel karena membran plasmanya robek. Apabila konsentrasi larutan di luar sel tinggi, air dalam sel akan ke luar dan terjadi eksosmosis. Akibat dari eksosmosis adalah membuat sel tersebut menjadi mengkerut.

TRANSPOR AKTIFTranspor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukkan ion ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat permeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel.Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel, dimana muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klorin (Cl). Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium-kalium. Transpor aktif dapat berhenti jika sel didinginkan, mengalami keracunan, atau kehabisan energi.Pada transpor aktif terjadi pemompaan molekul melewati membran dan melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif memerlukan energi untuk melawan gradien konsentrasi.

Pengambilan tiga ion Na+ dari dalam sel dan menempati situs pengikatan pada protein integral.Energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran yang sebelumnya membuka ke arah dalam sel menjadi membuka ke bagian luar sel.Selanjutnya, ion Na+ terlepas dari situs pengikatan dan keluar dari protein integral menuju ke luar sel.Kemudian dari luar sel, dua ion K+ menempati situs pengikatan di protein integral. Bentuk protein integral berubah, dari sebelumnya membuka ke arah luar menjadi membuka ke arah dalam sel dan ion kalium dilepaskan ke dalam sel.

Ion Na+ terikat pada suatu tempat di protein membran.(2) Ion Na+ tersusun dengan formasi tertentu untuk dilepaskan ke luar sel.(3) Ion K+ dari luar diikat.(4) Setelah mengikat ion K+, membran sel teransang untuk kembali ke bentuk semula.(5) Ion K+ dilepaskan protein membran dan masuk ke dalam sel.A. Endositosis

Endositosis adalah proses pemasukan zat ke dalam sel. Proses ini terjadi melalui fagositosis dan pinositosis. Fagositosis: Memakan sel atau benda padat, misalnya sel darah putih memakan benda asing yang masuk ke aliran darah. Pinositosis: Memakan atau meminum zat cair, misalnya sel yang memakan zat cair dan memasukkannya ke dalam vakuola.

B. Eksositosis

Eksositosis adalah proses pengeluaran zat dari dalam sel ke luar sel. Sekret terbungkus kantong membran yang selanjutnya melebar dan pecah. Eksositosis terjadi pada beberapa sel kelenjar atau sel sekresi.

Perbedaan traspor aktif dan pasifTranspor Pasif1. gerakan molekul 2 arah2. gerakan gradien zat menurut gradien konsentrasi3. gerakan zat akan berhenti jika kedua zat dalam keadaan isotonis4. tidak memerlukan energi

Transpor Aktif1. gerakan molekul searah2. gerakan molekul melawan gradien konsentrasi3. gerakan zat berlangsung terus menerus tanpa memperhitungkan konsentrasi4. memerlukan energi ATP