transparansi analisis kebijakan publik 1

of 53/53

Click here to load reader

Post on 14-Jul-2015

180 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

    Oleh :

    Prof. Dr. Sadu Wasistiono, [email protected]

    [email protected]

  • A. PENDAHULUANAnalisis kebijakan publik adalah proses utk menghasilkan pengetahuan mengenai dan di dalam proses kebijakan ( Dunn, 1981).Proses = serangkaian kegiatan yg saling berkaitan dan berkelanjutan.Policy analysis is an applied social science which uses multiple method of inquiry and argument to produce and transform policy-relevant information that may be utilized in political setting to resolve policy problem (Dunn, 1981 : ix)[email protected]

    [email protected]

  • [email protected] = Kebijakan atau kebijaksanaan ?Policy kebijakan Wisdom kebijaksanaan, kearifan yg artinya upaya penyimpangan dr kebijakan disesuaikan situasi dan kondisi krn adanya tuntutan kebutuhanPublic = umum, masyarakat, pemerintah, negara (tergantung konteksnya)Public policy = kebijakan pemerintah yg berkaitan dengan kepentingan umumAnalisis vs SintesisAnalisis = usaha memisahkan masalah ke dalam bagian-bagian pokoknya (pendekatan mikro)Sintesis = usaha memadukan bagian-bagian pokok menjadi satu kesatuan konseptual (pendekatan makro).

    [email protected]

  • [email protected] Kebijakan Publik ilmu sosial terapan

    Pengetahuan Tindakan

    Keputusan

    Analisis pengambilan keputusan Analisis kebijakan publik memerlukan metodologi tertentu, agar dpt dilaksanakan scr tepat dan akurat.

    [email protected]

  • [email protected] kebijakan publik perlu dianalisis secara mendalam ? krn kebijakan publik baik prosesnya maupun akibatnya menyangkut aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat luas berdampak politis, ekonomis, sosiologis.* Kesalahan dlm pengambilan keputusan dlm bidang bisnis kemungkinan terbesarnya adalah bangkrutnya perusahaan. Sedangkan kesalahan mengambil kebijakan publik dpt mengakibatkan bangkrutnya sebuah negara, baik krn kehancuran ekonomi maupun krn perang.

    [email protected]

  • B. DEFINISI MENGENAI KEBIJAKAN PUBLIKPolicy is defined as a standing decision characterized by behavioral consistency and repetitiveness on the part of both those who make it and those who abide it. (Heinz Eulau and Kenneth Prewitt in Jones, 1984 : 26).Policy is A course of action adopted and pursued by a government, party, ruler, statesman, etc; any course of action adopted as advantageous or expedient ( The Oxford English Dictionary in Michael Hill, 1997 : 6).A policy consists of a web of decisions and actions that allocate . Values (David Easton, 1953 : 130)

    [email protected]

    [email protected]

  • [email protected] policy is the relationship of a government unit to its environment ( Robert Eyestone in Anderson, 1978 : 2) Public policy is whatever governments choose to do or not to do. ( Thomas R. Dye in Anderson, 1978 : 2) Policy is A purposive course of action followed by an actor or set of actors ini dealing with a problem or matter of concern. (Anderson, 1978 : 3) Policy be considered a long series of more-or-less related activities. (Richard Rose in Anderson, 1978 : 2)

    [email protected]

  • [email protected] analisis kebijakan dpt dihasilkan infromasi & argumentasi masuk akal mengenai tiga macam pertanyaan yi : 1) nilai-nilai yg pencapaiannya menjadi tolok ukur apakah sesuatu masalah telah dpt dipecahkan; 2) fakta-fakta yg keberadaannya dpt mem- batasi atau mempertinggi pencapaian nilai-nilai; 3) tindakan-tindakan yg pelaksanaannya dpt menghasilkan pencapaian nilai dan pemecahan masalah.

    [email protected]

  • C. Kerangka Analisis KebijakanAnalisis kebijakan publik bersifat interdisipliner, artinya didlm menganalisis menggunakan berbagai disiplin ilmu lainnya spt : ilmu perilaku, ilmu politik, sosiologi dlsb.Ada tiga sifat tujuan analisis kebijakan publik yaitu : 1) penandaan (designative); 2) penilaian (evaluation); 3) anjuran (advocative)[email protected]

    [email protected]

  • Gambar 2. Prosedur Analisis Umum Menurut Waktudan Tipe [email protected]

    TipePertanyaan Penandaan Evaluasi AnjuranSebelum tindakan (ex- ante)Setelah tin-dakan (ex-post).

    Sumber : Dunn, 1981 : 39 Prediksi

    DeskripsiEvaluasi

    EvaluasiPreskripsi

    [email protected]

  • Keterangan : Preskripsi dpt terjadi setelah tindakan diambil, meskipun bentuk kebijakan yg bersifat retrospektif ini kurang memberi manfaat(seharusnya pemerintah melakukan dsb).Prosedur analisis umum di atas dpt disamakan dgn empat jenis metoda analisis kebijakan sbb :deskripsi, memungkinkan menghasilkan informasi mengenai sebab dan akibat kebijakan di masa lampau;Prediksi, memungkinkan menghasilkan informasi mengenai akibat kebijakan di masa mendatang;Evaluasi, adalah pembuatan informasi mengenai nilai dari kebijakan di masa lalu dan masa mendatang;Rekomendasi (preskripsi), memungkinkan menghasil- kan informasi mengenai kemungkinan bahwa arah tindakan di masa mendatang akan menimbulkan akibat-akibat [email protected]

    [email protected]

  • =Dalam melakukan analisis kebijakan publik, hrs didasarkan pada kesadaran mengenai adanya masalah yg sangat penting dan adanya potensi utk memecahkan masalah tsb.

    yg senyatanya Masalah = =/= 1 yg seharusnya

    * Perumusan masalah merupakan pusat pengatur seluruh proses analisis [email protected]

    [email protected]

  • Gambar 3. Modifikasi Metoda Analisis Umum ke Metode Analisis [email protected]

    Metoda Analisis UmumMetoda Analisis KebijakanDeskripsi (description)

    Prediksi (prediction)

    Evaluasi (evaluation)

    Preskripsi (prescription)Perumusan masalah (problem structuring)Peliputan (monitoring)Peramalan (forecasting)Evaluasi (evaluation)Rekomendasi (recommendation)Penyimpulan praktis (practical inference)

    [email protected]

  • Gambar 4. Jenjang Enam Metoda Analisis Kebijakan Perumusan Masalah

    Peliputan Modus Modus Modus Empiris Evaluatif Anjuran Peramalan

    Evaluasi Rekomendasi

    Penyimpulan Praktis [email protected]

    [email protected]

  • Gambar Lima Tipe Informasi yang relevan Dengan Kebijakan

    Masalah Alternatif Tindakan Hasil Hasilguna Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan

    Sumber : Robert C. Wood, foreword to The Study of Policy Formulation, p [email protected]

    [email protected]

  • Gambar Tiga Elemen Sistem Kebijakan PELAKU KEBIJAKAN

    LINGKUNGAN KEBIJAKAN KEBIJAKAN PUBLIK

    Sumber : Dunn, 1981.

    [email protected]

    [email protected]

  • D. Bentuk-bentuk Analisis KebijakanAda 3 (tiga) bentuk analisis kebijakan yaitu :Analisis kebijakan prospektif (penciptaan dan transformasi informasi sebelum kebijakan ditentukan dan dilaksanakan).2) Analisis kebijakan retrospektif (penciptaan dan transformasi informasi setelah tindakan kebijakan diambil, meliputi : a. analisis yg berorientasi pada disiplin; b. analisis yg berorientasi pada masalah; c. analisis yg berorientasi pada penerapan.3) Analisis kebijakan terpadu (penciptaan dan transformasi informasi sebelum dan setelah tindakan kebijakan dilaksanakan).Sumber : Dunn, [email protected]

    [email protected]

  • [email protected] kebijakan terpadu merupakan analisis yg menggunakan pendekatan eklektik, yakni memanfaatkan kelebihan analisis kebijakan prospektif dan analisis kebijakan retrospektif.Penggunaan salah satu bentuk analisis kebijakan sangat ditentukan oleh karakteristik masalah yg dihadapinya. Utk masalah-masalah yg berkaitan dg perencanaan, umumnya digunakan analisis prospektif. Sedangkan utk masalah aktual, digunakan analisis kebijakan retrospektif. Analisis kebijakan terpadu dpt digunakan utk menganalisis semua karakteristik masalah yg berkaitan dg kebijakan publik.

    [email protected]

  • [email protected]

    Keputusan berkaitan dgn analisis kebijakan diambil menurut :a. Teori Keputusan Deskriptif (sekumpulan proporsisi yg secara logika konsisten dlm mendeskripsikan tindakan)b. Teori Keputusan Normatif (sekumpulan proposisi yg secara logika konsisten dlm memberikan dasar dalam memperbaiki akibat tindakan).

    Proposisi : pernyataan tentang hubungan yg terdapat diantara dua term.Term : kata sebagai fungsi dari pengertian.

    [email protected]

  • LANGKAH PEMECAHAN MASALAH:IDENTIFIKASI DAN DEFINISI HAKIKAT MASALAH YANG DIHADAPI PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA - INFORMASIIDENTIFIKASI ALTERNATIFANALASIS BERBAGAI ALTERNATIFPENENTUAN PILIHAN ALTERNATIF TERBAIKPELAKSANAANEVALUASI HASIL YANG DICAPAI

    [email protected]

    [email protected]

  • [email protected] WHOMFOR: ME, YOU, US, HIM/HER

    [email protected]

  • LOGICAL FRAME WORK AKPMARSINDEPENDENTVARIABLEKEBIJAKAN PEMERINTAHANMASALAHPRA ANGGAPANKERANGKA TEORI:PEMERINTAHANSUBSTANSIREGULASIPENDUKUNGMETODOLOGIFAKTA:POKOKLINGKUNGANEMPIRIKANALISA:KUANTITATIFKUALITATIFKESIMPULANSARAN:KEBIJAKANSTRATEGIUPAYADEPENDENTVARIABLEMENJAWABFEED. [email protected]014

    [email protected]

  • METHODS FOR POLICY ANALYSIS(William N. Dunn)[email protected]

    [email protected]

  • CYCLUS POLICY ANALISIS

    [email protected]:PROBLEM STRUCTURINGFORECASTINGRECOMANDINGMONITORINGEVALUATINGINFERENCEPOLICY PROBLEMPOLICY ALTERNATIVEPOLICY ACTIONPOLICY OUTCOMESPOLICY PERFORMANCE

    [email protected]

  • [email protected] PROGRAMPOLICY ACTION/IMPLEMENTATIONPOLICY EVALUATIONIDEA/PROBLEMSELABORATERESEARCH/SURVEYDATAANALISYAPROPOSALACTUATINGCOORDINATINGMOTIVATINGBUDGETINGHUMAN RELATINGDECiSSION MAKINGCONTROLLINGINSPECTINGMONITORINGREPORTING

    [email protected]

  • POLICY PROGRAMIDEA &PROBLEMSELABORATIONSOLUTION OF PROBLEMRESEARCH &INVESTIGATIONTIME, BUDGET, MATERIAL & METHODE ANALISYAPROPOSALVISI OBSESI MISI STRATEGIOUTPUT PURPOSE GOAL SUPER GANT SWOT & NWP

    [email protected]

    [email protected]

  • ORGANIZATION & MANAGEMENTMAN MONEY MATERIAL METHODECOORDINATION MOTIVATION COMUNICATIONTEAM WORK SPAN OF CONTROL LEADERSHIP STAFF WORK DECETION MAKINGENVIRONMENT [email protected] ACTION

    [email protected]

  • MONITORING & EVALUATIONINSPECTIONCONTROLLINGINVESTIGATIONBILT IN CONTROLINTERNAL&EKSTERNAL CONTROLPRE IN POST CONTROLREPORTING & RECOMENTIONFOLLOW UP ACTIONIMPACT [email protected] EVALUATION

    [email protected]

  • ALAT ANALISAKUALITATIF DESKRIPTIFKAUNTITATIF STASTISTIK VERIFIKATIFPROGRAM KERJA TERPADUPROGRAM PENINGKATAN KINERJAMEANS & ENDSSWOT & STRATEGICH T A [email protected]

    [email protected]

  • [email protected]/ RUANGWAKTUSISTEMSASARAN LINGKUNGAN NASIONAL/REGIONAL/LOKAL DARAT/LAUT/UDARA MASA LALU KINI MASA YANG AKAN DATANG ROSEDUR METODA TEKNIK JUKLAK/JUKNIS JANGKA PENDEK JANGKA MENENGAH JANGKA PANJANG MAKRO/MIKRO

    [email protected]

  • OPEN MANAJEMENPARTICIPATIF MANAJEMEN TRANSPARAN LUGAS DEMOKRATISTWO WAYS TRAFFICTC S W PIKIR UCAP BATHINPERILAKUWAKTU & GUNAPRIBADI-ORGANISASIREGULASI MEDIA MASSADATA AKURATHUMAN RELATIONCEPAT TEPAT &CERMATDISIPLININFORMASI KOMUNIKASIHI TECH EFISIEN EFEKTIFUP TO [email protected]

    [email protected]

  • Gambar : Bentuk-bentuk Analisis KebijakanRestrospeksi :Mengetahui apa yang telah terjadi dan perbedaan apa yang diperbuatnya

    [email protected]

    [email protected]

  • Gambar : Sub Proses Perumusan MasalahMASALAH [email protected] MASALAHSPESIFIKASI MASALAHSITUASI PROBLEMATISPENGENALAN MASALAHMASALAH FORMAL22Miroff dan Kilmann, Methodological Approach is to Social Science. Lihat juga Thomas Kuhn, The Structureof Scientific Revolutions, edisi kedua (Chicago: University of Chicago Press,1971); dan Ian G. Barbour,Myths, Model and Pardigm (New York:Harper and Row, 1976).

    [email protected]

  • Gambar : Perbedaan dalam struktur dari tiga kelas masalah kebijakan [email protected] MasalahTersusun BaikAgak TersusunTidak Tersusun

    ALTERNATIFTerbatas Terbatas Tak terbatas MANFAAT (NILAI)KonsenusKonsensus Konflik HASILPROBABILITASnyatatidak nyatatidak diketahuidapat diperhitungkanTidak dapat diperhitungkan Tidak dapat diperhitungkan PENGAMBILAN KEPUTUSANSatu atau beberapaSatu atau beberapaBanyak

    [email protected]

  • Gambar : Jenjang Tipe Isyu KebijakanKeputusan [email protected] OperasionalIsu utamaIsu sekunderIsu fungsionalIsu minor

    [email protected]

  • E. TEKNIK PERAMALAN [email protected] kebijakan publik perlu didahului dengan penyusunan berbagai alternatif untuk dipilih yang terbaik. Patton & Sawicki (1989 : 181) mengemukakan 10 (sepuluh) metoda untuk mengidentifikasikan alternatif yaitu sbb:1) Analisis hasil riset dan eksperimentasi;2) Analisis tanpa tindakan;3) Survey cepat;4) Kajian literatur;5) Perbandingan dengan pengalaman dunia nyata;6) Klasifikasi dan pengumpulan data secara pasif;7) Pengembangan tipologi;8) Analogi, metapora dan sintetik/kiasan;9) Curah pendapat;10) Perbandingan yang ideal;

    [email protected]

  • Berkaitan dengan peramalan kebijakan, Dunn (1981 : 141) mengemukakan 3 (tiga) bentuk yaitu sbb :

    [email protected] berkaitan dengan masa depan. Dalam hal tersebut, Dunn (1981) : 143) membedakan masa depan menjadi 3 (tiga) macam yaitu :Masa depan potensial (potential futures/alternative futures); (adalah masa depan masyarakat yang mungkin dicapai yang dinyatakan dengan pernyataan mungkin terjadi, yang membedakan dengan keadaan masyarakat yang terjadi sekarang. Masa depan yang mungkin terjadi tidak pernah meyakinkan sampai menjadi kenyataan).

    Bentuk PeramalanDasar PeramalanFokus Utama ArgumentasiPROYEKSI

    PREDIKSIDUGAANKecenderungan sekarang dan masa laluAsumsi teoritisPenetapan secara subjektifMetode kasus

    Analogi kasusMotivasi dari dalam

    [email protected]

  • [email protected]) Masa depan yang masuk akal (plausible futures)(masa depan jenis ini adalah masa depan yang mungkin terjadi dengan dasar asumsi-asumsi mengenai penyebab di dalam alam dan masyarakat).3) Masa depan Normatif (normative futures)(masa depan jenis ini adalah masa depan yang mungkin dan masuk akal yang konsisten dengan konsepsi analisis mengenai kebutuhan, nilai dan peluang-peluang masa depan)

    [email protected]

  • PERUMUSAN MASALAH DALAM ANALISIS KEBIJAKAN

    Perumusan masalah mrpkn langkah menentukan dlm analisis kebijakan publik. Perumusan masalah yg tepat berarti tlh menyelesaikan separuh dari masalah.Kondisi-kondisi yg diharapakan dalam perumusan masalah yi : 1) Hasil analisis bersifat relatif baru, dalam arti bahwa kebanyakan orang tidak atau belum sampai pd pemecahan yang sama;

    2) Proses analisis relatif maju (tidak konvensional),dalam arti mengandung modifikasi atau penolakan terhadap ide-ide sebelumnya;

    [email protected]

    [email protected]

  • [email protected] analisis membutuhkan motivasi dan kesinambungan yang tinggi, dalam arti bahwa analisis dilakukan dengan intensitas tinggi atau dalam jangka waktu panjang;

    4) Hasil analisis dipandang berharga oleh analis, pengambil keputusan, dan pelaku kebijakan lain, krn memberikan pemecahan yg diperlukan terhadap masalah yang ada;

    5) Masalah pada mulanya bersifat tidak jelas, samar-samar dan sulit didefinisikan, shng tugas pertama adalah merumuskan masalah tersebut.

    [email protected]

  • Perumusan masalah dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yaitu : 1) konseptualisasi masalah2) Spesifikasi masalah3) pengenalan masalah

    Perumusan masalah dapat dimulai dari tahap manapun,tetapi harus diawali dengan pemahaman mengenai situasi problematis (problematic situation)

    situasi problematis pengenalan masalah situasi problematis konseptualisasi masalah situasi problematis spesifikasi masalah

    [email protected]

    [email protected]

  • Alasan Pentingnya Analisis Kebijakan PublikTidak terdapat kesepakatan umum mengenai nilai-nilai sosial, kecuali pada individu-individu atau sekelompok masyarakat tertentu. Nilai seringkali bersifat konflik, sehingga sulit atau tidak mungkin membandingkan atau menimbang tujuan atau sasaran yang dipertentangkan tersebut.

    Pembuat kebijakan cenderung memaksimalkan nilai-nilai mereka dan tidak tertarik utk bergeser dari landasan nilainya. Dalam memaksimalkan nilai-nilai mereka, pengambil kebijakan lebih banyak memuaskan secara tidak langsung tuntutan kearah pemecahan, daripada membandingkan atau menimbang akibat-akibat dari banyak alternatif kebijakan yang tersedia. [email protected]

    [email protected]

  • [email protected] Waktu dan usaha utk mengumpulkan informasi yg relevan pada semua alternatif memerlukan biaya sehingga mengurangi hasrat mengumpulkan informasi baru.

    Komitmen dari sumber kebijakan dan program yg ada menghalangi pembuat kebijakan dari usaha mempertimbangkan alternatif baru dan kreatif karena keputusan sebelumnya sudah membatasi atau menutup pilihan pilihan sekarang.

    5. Pembuat kebijakan dan analisis kebijakan seringkali tdk dapat meramalkan semua akibat positif dan negatif dari setiap alternatif kebijakan, Hal ini cenderung menghasilkan tindakan yg hanya sedikit berbeda dari status quo.(Dunn, 1981 : 106).

    [email protected]

  • 6 (enam) cara memperoleh pengetahuan yang benarAkal sehatWahyuIntuisiCoba-cobaOtoritasMetode ilmiah

    [email protected] KEBIJAKANModel kebijakan (policy model) adalah bentuk penyederhanaan mengenai aspek-aspek terpilih dari sebuah situasi problematik yang disusun untuk sasaran tertentu. Model kebijakan dapat digambarkan dalam bentuk : konsep, diagram,grafik atau perhitungan matematika; Model kebijakan digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menjadi elemen perkiraan situasi problematis serta untuk membantu meningkatkan tindakan pemecahan masalah tertentu.

    [email protected]

  • Model kebijakan merupakan alat buatan untuk menata secara imajinatif serta menginterpretasiakan pengalaman kita mengenai situasi problematis.Model kebijakan sangat berguna untuk menyederhanakan masalah yang bersifat kompleks, termasuk membedakan gambaran antara situasi problematis yang esensial dan yang tidak esensial.Model kebijakan dapat dijadikan alat untuk melakukan kritik diri dengan memaksa analisa membuat asumsi-asumsi yang [email protected] tipe model kebijakan publik, dilihat dari tujuannya, antara lain :Model deskriptif (menjelaskan dan atau meramalkan sebab dan akibat pilihan kebijakan).Model Normatif (menjelaskan, meramalkan dan memberi aturan dan merekomendasikan pilihan kebijakan).

    [email protected]

  • Dilihat dari model penyajiannya, model kebijakan dapat dibedakan menjadi : Model Verbal (menggunakan narasi kalimat). Model Simbolik (menggunakan simbol-simbol matematika yang tepat untuk menjelaskan hubungan antar variabel).Model Prosedural (menggunakan serangkaian prosedur sederhana untuk menunjukkan dinamika hubungan antar variabel yang dipercayakan memberi ciri pada masalah kebijakan). [email protected] lainnya, antara lain adalah Model Pengganti dan Model Perspektif :

    [email protected]

  • Peramalan alternatif berkaitan dengan tujuan (goals) dan sasaran (objectives). Perbedaan antara tujuan dengan sasaran dapat digambarkan sebagai berikut :[email protected] 6 (enam) sumber yang biasanya digunakan untuk menetapkan tujuan, sasaran dan alternatif, yaitu : Otoritas (authority) Wawasan (insight) Metoda (method)Teori ilmiah (scientific theories) Motivasi (motivation) Kasus paralel (parallel case)

    KarakteristikTujuanSasaranSpesifikasiDefinisi termPeriode waktuProsedur pengukuranPerlakuan terhadap kelompok targetBersifat meluasFormalTidak spesifik Non kuantitatifDidefinisikan secara luasBersifat kongkretOperasionalSpesifikSeringkali kuantitatifDidefinisikan secara khusus

    [email protected]

  • F. TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSANAda perbedaan antara pengambilan keputusan (decision making) dengan pembuatan kebijakan (policy making).Pengambilan keputusan melibatkan pemilihan berbagai alternatif diantara berbagai alternatif yg relevan.Pembuatan kebijakan pd umumnya melibatkan sebuah pola tindakan, aktivitas yang panjang dan berbagai keputusan, mengenai hal-hal rutin maupun yang tidak rutin.Pengambilan keputusan merupakan dasar bagi pembuatan kebijakan. (Sumber diambil dr : James E. Anderson, Public Policy-Making, 1978)[email protected]

    [email protected]

  • [email protected] Rasional-komprehensif ( The Rational- Comprehensive Theory) , dgn elemen-elemen sbb:

    1) Pembuat keputusan dihadapkan pd masalah yg telah ada yg dpt dipisahkan dr masalah yg lain, atau setidak-tidaknya dpt dibandingkan diantara keduanya. 2) Tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yg memandu pembuat keputusan ditetapkan scr jelas dan dibuat peringkat menurut tingkat pentingnya. 3) Berbagai alternatif yg berkaitan dgn masalah telah diuji.

    [email protected]

  • [email protected] 4) Konsekuensi (biaya dan manfaat) yg akan mengikuti setiap alternatif yg akan diambil sdh dikaji. 5) Setiap alternatif dan setiap konsekuensi ikutan dapat dibandingkan dgn alternatif lainnya. 6) Pembuat keputusan akan memilih berbagai alternatif dan konsekuensi yg mengikutinya, yg akan memaksimalkan tujuan, nilai-nilai atau sasaran.

    [email protected]

  • [email protected] Inkremental (Incremental Theory) 1) Tujuan dan sasaran selektif dan analisis empiris tindakan diperlukan utk memadukannya satu dgn yg lain; 2) Pembuat keputusan memberi perhatian hanya pd beberapa alternatif yg erat dgn masalah, yg akan berbeda dgn kebijakan yg sdh ada; 3) Utk setiap alternatif, hanya ada beberapa konsekuensi penting yg dievaluasi;

    [email protected]

  • [email protected]) Masalah dihadapkan pd pembuat keputusan. Pandangan inkrementalis memungkinkan tdk menghitung penyesuaian alat-tujuan dan tujuan-alat yg membuat masalah menjadi lebih terkelola.

    5) Tidak ada keputusan tunggal atau pemecahan masalah yg benar. Pengujian keputusan yg baik dpt menghasilkan kesimpulan setuju atau tdk setuju dengan alternatif yg akan diambil.

    6) Pengambilan keputusan yang inkremental mrpkn cara perbaikan yg penting utk mengurangi ketidaksempurnaan.

    [email protected]

  • Teori Perpaduan (Mixed Scanning)Pandangan perpaduan memungkinkan pembuat keputusan utk menggunakan baik Teori Rasional Komprehensif maupun Teori Inkremental pd situasi yg berbeda.Kemampuan terbesar dr pembuat keputusan didayagunakan utk melaksanakan keputusannya. Semakin banyak melakukan pelarikan thdp berbagai alternatif, semakin baik keputusan diambil.

    Pandangan perpaduan merupakan pendekatan kompromi antara kelompok inkrementalis dgn kelompok [email protected]

    [email protected]