topikal 2013

52
Bentuk sediaan obat topikal,transdermal,implant Susana Elya Sudradjat, MFarm., Apt

Upload: roni-junior-simanjuntak

Post on 04-Jan-2016

353 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: topikal 2013

Bentuk sediaan obat topikal,transdermal,implant

Susana Elya Sudradjat, MFarm., Apt

Page 2: topikal 2013

Tujuan Pembelajaran

• Menjelaskan konsep dasar fisiologi kulit dan mekanisme penyerapan obat perkutan.

•Mengklasifikasi berbagai jenis sistem penghantaran dan pelepasan obat topikal dan transdermal.

•Membandingkan keuntungan dan kerugian dari berbagai bentuk sediaan topikal dan transdermal.

•Memilih sistem penghantaran obat yang paling tepat untuk terapi yang efektif.

•Penanganan yang tepat dan penyimpanan produk topikal dan transdermal.

Page 3: topikal 2013

3

Drugs enter different layers of skin via intramuscular, subcutaneous, or transdermal delivery methods.

Page 4: topikal 2013

Topikal

Lokal

Transdermal

Sistemik

Page 5: topikal 2013

Sediaan topikal /dermatologi: dirancang u/ membawa obat ke kulit untuk terapi kelainan dermal/kulit.

Transdermal DDS: dirancang untuk membawa obat melalui kulit (absorpsi perkutan) menuju sirkulasi umum untuk efek sistemik (kulit bukanlah organ target/tujuan)

Page 6: topikal 2013

• Uptake into the systemic circulation ?• Healthy or diseased skin ?

Dermal VS Transdermal Delivery

Physicochemical properties of drugs are not ideally suited to uptake into and through the skin

The Challenge

Page 7: topikal 2013
Page 8: topikal 2013

Topical

Page 9: topikal 2013

Factors Affecting Absorption:

The absorption of a topical drug is affected by:• The strength of a drug• How long the drug is in contact with the skin• The size of the area of application• Skin thickness• Amount of water in the tissues• Amount of skin breakdown or irritation

Page 10: topikal 2013

 Why Apply Topical Drugs:

• Clean and debride (remove) a wound

• Hydrate (add water) to the skin• Reduce inflammation• Relieve itching or a rash• Provide a protection barrier to the

skin• Reduce thickening of skin

Page 11: topikal 2013

Faktor2 yg mempengaruhi absorpsi perkutan

1. Harga koefisien partisi obat yg tgtg dr kelarutannya dlm air & minyak. Harga ini dpt berubah dgn melakukan modifikasi kimia gugus dlm struktur obat dan variasi pembawa

2. Kondisi pH akan mempengaruhi tingkat disosiasi serta kelarutan obat yg bersifat lipofil.

3. Konsentrasi obat4. Profil pelepasan obat dr pembawanya, tgtg dr

afinitas obat thd pembawa, kelarutan obat dlm pembawa dan pH pembawa

5. Komposisi sistem tempat pemberian obat, yang ditentukan dr permeabilitas stratum korneum yg disebabkan hidratasi dan perubahan struktur lipida 11

Page 12: topikal 2013

Faktor2 yg mempengaruhi absorpsi perkutan6. Adanya efek depot pada lapisan tanduk, shg

dpt terjadi ikatan yg bersifat irreversibel dan dpt memodifikasi permeasi kulit

7. Peningkatan suhu kulit dpt menyebabkan perubahan difusi yg disebabkan oleh peningkatan kelarutan obat

8. Adanya vasodilatasi pembuluh darah juga dpt meningkatkan kelarutan obat

9. Pembawa yg dpt meningkatkan kelembaban kulit akan mendorong terjadinya absorpsi perkutan dr obat

10. Waktu kontak obat dgn kulit11. Penggunaan pembalut atau plester

12

Page 13: topikal 2013

Prinsip Formulasi Sediaan Semi-Solida

Formulasi umum sediaan semi-solida

terdiri dari:1. Zat Aktif2. Pembawa3. Zat Tambahan

13

Page 14: topikal 2013

Zat Aktif

1. Germisida dan zat anti-bakteri (termasuk antibiotik & antifungi)

2. Anti-inflamasi3. Anti-histamin4. Anti-puritik dan anestetik lokal5. Antiseptik6. Antiperspirant7. Astringent ringan8. Keratolitik9. Rubefacient10.Sunscreen11.Bermacam bahan aktif u/ tujuan

transdermal

Zat aktif pada sediaan semi-solid:

14

Page 15: topikal 2013

Pembawa

Berdasarkan zat aktif yg akan digunakan & keadaan kulit tempat pemberian sediaan topikal tsb, dipilih pembawa yg sesuai.

Pembawa pada sediaan dermatologi dilihat dari bentuk fisiknya dapat dibagi 4 bentuk:- Padat (solid)- Cair (liquid)- Setengah padat (semisolid)- Aerosol 15

Page 16: topikal 2013

Zat Tambahan

Zat tambahan pada sediaan topikal pada umumnya dapat dikelompokkan dalam:

1. Memperbaiki konsistensi2. Pengawet3. Pendapar4. Pelembab5. Anti-oksidan6. Pengompleks7. Peningkat penetrasi

(enhancers) 16

Page 17: topikal 2013

Disain sediaan topikal menurut Katz M dapat digambarkan sbb:

AQUEOUS

EMULSIFIER

POWDER

OIL

O/W Lotion

O/W Cream

W/O CreamW/O

Ointment

Absorption Base

Pasta

Soak Ointment

Lotion shake

Powder

17

Page 18: topikal 2013

Klasifikasi Sediaan Topikal

1. Pembawa monofasik serbuk, cairan u/ topikal, lemak

2. Pembawa bifasik krem, gel, pasta berlemak, pasta kering, larutan kocok,

3. Pembawa trifasik pasta pendingin, pasta krem

Klasifikasi sediaan farmasi u/ topikal berdasarkan jenis pembawa yg digunakan:

18

Page 19: topikal 2013

Salep (Ointments)Sediaan setengah padat yg berlemak, anhidrous dan mengandung bahan aktif dlm btk terlarut atau terdispersi dlm pembawa.Basis salep:

Basis hidrokarbon Lemak dan basis berminyak Senyawa silikon Basis absorpsi Basis teremulsi Basis larut air

19

Page 20: topikal 2013

Krim (Cream)Sediaan emulsi setengah padat u/ pemakaian luar

Emulsi: sistem heterogen yg tddr 2 cairan yg tdk saling bercampur, yi fasa polar (air) dan fasa minyak.

Krim yg banyak dibuat di farmasi adlh:- Emulsi m/a sbg basis yg tercuci dgn air- Emulsi a/m sbg pelunak dan pembersih (emollient & cleansing)

20

Page 21: topikal 2013

Pasta

Salep dgn kandungan zat padat tinggi (smp 50%) yg terdispersi dlm basis berlemak.

Tujuan pembuatan pasta awalnya dgn konsep bahwa konsentrasi zat padat yg tinggi dpt meng-absorpsi eksudat kulit,ttp konsep ini kurang benar krn partikel yg disalut lemak membatasi penyerapan air.

21

Page 22: topikal 2013

GelSediaan setengah padat dgn sistem 2 komponen yg banyak mengandung air.

Pada gel yg bersifat polar (berasal dari polimer alam atau sintetik) pada konsentrasi rendah (<10%) membentuk matriks 3 dimensi pada keseluruhan massa hidrofilik.

Sistem ini dpt bersifat jernih atau keruh, krn zat pembentuk gel tdk larut sempurna atau krn membentuk agregat yg dpt membiaskan cahaya.

22

Page 23: topikal 2013

Contoh resep

Page 24: topikal 2013

Acidum boricum(antiseptik/ fungistatik)

• Solutio 3%• Bedak 3-5%• Salep 3-10%

24

Page 25: topikal 2013

Kompres

R/Acid boric sol.3% 500ml Suc

R/Acid boric 3% Aqua ad 500 ml

m f sol Suc

25

Page 26: topikal 2013

Pulv. adspersorius

R/ Salicyl talc pulv.adsp 2% 200

Sue

R/ Acid salicyl 2% Talc. Venet ad 200 mf. pulv. Adsp Sue

26

Page 27: topikal 2013

Bedak Purol

R/Acid salicylicBals.peruv. aa 1Adeps lanae 2Oxyd. magnesicOxyd. Zincici aa 5

Talcum ad 50

27

Page 28: topikal 2013

Unguenta

R/ Ichtyol ung. 10% 10

Sue

R/ Ichtyol 10% Vaselin flavum ad 10

mf ungSue 28

Page 29: topikal 2013

Larutan Iodium

R/Iodium 2Natrii Iodium 2,4Aqua ad 100mlmf sol.Sue

29

Page 30: topikal 2013

Boraks gliserin sol.

R/Natrii tetraboras 1Glycerin ad 10 ml

mf.sol Sue

30

Page 31: topikal 2013

Bedak kocok

R/Lotio Faberi 100ml Sue

R/ Acidum salicylicum 500mg 0,5%Talc.Venet 5 5%Oxyd Zinci 5 5%Amylum manihot 5 5%Alkohol 90% ad 100mlmf. LotioSue

31

Page 32: topikal 2013

Lotio Pekelhering/ anti ketombe

R/Acidum salicylicum 1 Glycerin 3 Alkohol 70%ad 100 ml Sue

32

Page 33: topikal 2013

Lotio Kummerfeldi

R/Lotio Kummerfeldi 100ml Sue

R/ Camphora 1Sulfur praecip 6,6Etanol 90% 3 mlSol. Calc. hidr 40mlSusp.agent 1,5Ol.Rosae gtt 1Aquadest ad 100 mlmf. LotioSue

Sol. Calc. Hidr = 333 mg Ca(OH)2 /100ml

33

Page 34: topikal 2013

Lotio Calamin

R/ Calamin 8Zinc oxyd 8Glycerin 2 mlBentonitum magma25mlCalcii hidroxydi sol.ad 100mlmf.lotioSue

34

Page 35: topikal 2013

Pasta Lassari

R/Acidum salicylicum 200mg Zinc.Oxydum 2,5 g Amylum Tritici 2,5 g Vaselin flavum ad 10g mf pasta Sue

35

Page 36: topikal 2013

Salep 2-4

R/ Acid. Salicylic. 2 Sulfur praecip. 4 Vaselin flavum ad 50 mf ung

Sue

36

Page 37: topikal 2013

Ung.Leniens (salep sejuk)

R/Cetaceum 12,5 Cera alba 12 Paraffin liq 56 Natrii tetraboras 500 mg Aquadest 19 mlmf ungSue

37

Page 38: topikal 2013

Liniment Calcis (Luka bakar)

R/ Ol.LiniAqua calcis aa 50mf. LinimentSue

38

Page 39: topikal 2013

Liniment amonia

R/Acid.Oleinic. Crud 1 Ol. Sesami 79 Ammonii.liq 20 mf. Liniment Sue

39

Page 40: topikal 2013

Daktarin

Miconazole creamCream 2% x 5g ,10g, 20gPowd 2% x 20 g

40

Page 41: topikal 2013

Penulisan resep obat paten

Ketoconazole Cream 2% x 5g, 15g

R/ Ketoconazole cream 2% 5g tb No ISue 2

----------//----------

41

Page 42: topikal 2013

Transdermal

Page 43: topikal 2013

Transdermal• To provide controlled continuous

delivery of drugs via the skin to the systemic circulation

Page 44: topikal 2013

Advantages

• Steady and sustained drug concentration • Variability are not exist : pH intestinal• Hepatic pass metabolism• Constant rate absorption• Ease and convenience• Terminable• Avoid gastro intestinal upset• Half time < < reduces dosing frequency

Page 45: topikal 2013

Disadvantages

• small plasma concentration• Local irritation, enzymes in

epidermis• Less permeable• Must contains >> drugs

Page 46: topikal 2013

Example

• Nicotine patch• Fentanyl ( Duragesic patch)• Hormonal patches : estrogen, testosterone, contraceptive• Nitroglicerin patch (angina)• Scopolamine (motion sickness)• Clonidine (anti-hypertensive)

Page 47: topikal 2013

Implant

Page 48: topikal 2013

Implant

An implant is a single-unit drug delivery system that has been designed to deliver a drug moiety at a therapeutically desired rate, over a prolonged period of time.

Implant are available in many forms, including:

polymers, which can be biodegradable or non-biodegradable and are available in various shapes (rod, cylinder, ring, film, etc.), sizes and mechanisms of drug release;

mini-pumps, which can be powered by osmotic or mechanical mechanisms.

Page 49: topikal 2013

Contoh

Norplant• Terdiri dari 6 batang silastik lembut

berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm yang diisi dengan 36mg Levonogestrel dan lama kerjanya 5 tahun.

Page 50: topikal 2013

Advantages and Disadvantages of Iplantation Therapy

Convenience

Compliance

Potential for controlled release

Potential for bio-responsive release

Flexibility

Commercial

Advantages

Page 51: topikal 2013

Advantages and Disadvantages of Implantation Therapy

Invasive

Termination

Danger of device failure

Limited to potent drugs

Possibility of adverse reactions

Biocompatibility issues

Commercial disadvantages

Disadvantages

Page 52: topikal 2013

Selesai

Selesai