therapi komplementer ige

Download THERAPI KOMPLEMENTER IGE

Post on 02-Mar-2016

27 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

THERAPI KOMPLEMENTER UNTUK KLIEN DENGAN HIPERTENSI

Diajukan untuk memenuhi tugas praprofesi ners

Disusun Oleh:IMAN FIRMANSYAH S. KepPROGRAM PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMIPRODI S1 KEPERAWATANKOTA SUKABUMI2012/2013

HIPERTENSI

A. Definisi1. Hipertensi adalah tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg menetap atau tekanan diastolic > 90 mmHg. Diagnosis dipastikan dengan mengukur rata-rata dua atau lebih pengukiran tekanan darah pada waktu yang terpisah (Engram, 1998).2. Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolnya diatas 90 mmHg (Brunner and Suddarth, 2001).3. Hipertensi adalah peningkatan sistole, yang tingginya tergantung umur individu yang terkena. Tekanan darah berfluktuasi dalam batas-batas tertentu, tergantung posisi tubuh, umur dan tingkat stress yang dialami (Tamboyong,2000).B. Etiologi (Sjaifoellah Noer, 2001)Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua :1. Hipertensi EsensialYaitu hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dan meliputi 90 % dari seluruh penderita hipertensi, faktor-faktor yang mempengaruhi antara laina. GenetikPeran faktor genetik terhadap hipertensi esensial dibuktikan bahwa kejadian hipertensi lebih banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot dari pada heterozigot, apabila salah satu diantara menderita hipertensi. Pada 70 % kasus hipertensi esensial didapatkan riwayat hipertensi esensial.b. UsiaInsiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun dengan jelas menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian prematur.

c. ObesitasAdanya penumpukan lemak terutama pada pembuluh darah mengakibatkan penurunan tahanan perifer sehingga meningkatkan aktivitas saraf simpatik yang mengakibatkan peningkatan vasokontriksi dan penurunan vasodilatasi dimana hal tersebut dapat merangsang medula adrenal untuk mensekresi epinerpin dan norepineprin yang dapat menyebabkan hipertensi.d. HiperkolesterolLemak pada berbagai proses akan menyebabkan pembentukan plaque pada pembuluh darah. Pengembangan ini menyebabkan penyempitan dan pengerasan yang disebut aterosklerosis.e. Asupan Natrium meningkat (keseimbangan natrium)Kerusakan ekskresi natrium ginjal merupakan perubahan pertama yang ditemukan pada proses terjadinya HT. Retensi Na+diikuti dengan ekspansi volume darah dan kemudian peningkatan output jantung. Autoregulasi perifer meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan berakhir dengan HT.f. RokokAsap rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran adrenalin yang merangsang denyutan jantung dan tekanan darah. Selain itu asap rokok mengandung karbon monoksida yang memiliki kemampuan lebih kuat dari pada Hb dalam menarik oksigen. Sehingga jaringan kekurangan oksigen termasuk ke jantung.g. AlkoholPenggunaan alkohol atau etanol jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan lipogenesis (terjadi hiperlipidemia) sintesis kolesterol dari asetil ko enzim A, perubahan seklerosis dan fibrosis dalam arteri kecil.h. Obat-obatan tertentu atau pil anti hamilPil anti hamil mengandung hormon estrogen yang juga bersifat retensi garam dan air, serta dapat menaikkan kolesterol darah dan gula darah.i. Stres psikologisStres dapat memicu pengeluaran hormon adrenalin dan katekolamin yang tinggi, yang bersifat memperberat kerjaya arteri koroner sehingga suplay darah ke otot jantung terganggu.Stres dapat mengaktifkan saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten.2. Hipertensi sekunderDisebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya :a. Penyakit ginjalKerusakan pada ginjal menyebabkan renin oleh sel-sel juxtaglomerular keluar, mengakibatkan pengeluaran angiostensin II yang berpengaruh terhadap sekresi aldosteron yang dapat meretensi Na dan air.b. Diabetes MellitusDisebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam waktu yang sama mengakibatkan gula darah pekat dan terjadi pengendapan yang menimbulkan arterosklerosis meningkatkan tekanan darah.C. KlasifikasiKlasifikasi Stadium hipertensi Menurut Sjaifoellah Noer, (2001) terdiri dari:1. Stadium 1 (ringan)Tekanan sistolik antara 140 159 mmHg. Tekanan diastolik antara 90-99 mmHg.2. Stadium 2 (sedang).Tekanan sistolik antara 160 179 mmHg. Tekanan diastolik antara 100 109 mmHg.3. Stadium 3 (berat)Tekanan sistolik antara 180 209 mmHg. Tekanan diastolik antara 110 119 mmHg.4. Stadium 4 (sangat berat)Tekanan sistolik lebih atau sama dengan 210 mmHg. Tekanan diastolik antara>120 mmHg.Klasifikasi ini tidak untuk seseorang yang memakai obat antihipertensi dan tidak sedang sakit akut. Apabila tekanan sistolik dan diastolik terdapat pada kategori yang berbeda. Maka harus dipilih kategori yang tinggi untuk mengklasifikasi status tekanan darah seseorang.D. Tanda dan GejalaMenurut Tambayong (2000) gejala dan tanda dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :1. Sakit kepala2. Nyeri atau berat di tengkuk3. Sukar tidur4. Mudah lelah dan marah5. Tinnitus6. Mata berkunang-kunang7. Epistaksis8. Gemetar9. Nadi cepat setelah aktivitas10. Sesak napas11. Mual, muntahE. KomplikasiKomplikasi yang mungkin terjadi pada hipertensi adalah sebagai berikut :1. Payah jantung (gagal jantung)2. Pendarahan otak (stroke)3. Hipertensi maligna : kelainan retina, ginjal dan cerabrol4. Hipertensi ensefalopati : komplikasi hipertensi maligma dengan gangguan otak.5. Infark miokardiumDapat terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat menyuplai cukup oksigen kemiokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut.6. Gagal ginjalKarena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, glomerulus. Dengan rusaknya glomerulus darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal. Nefron terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kemataian. Dengan rusaknya membran glomerulus,proteinakan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang,menyebabkan edema,yang sering dijumpai pada hipertensi kronik.

F. Keperawatan Komplementer Untuk klien Dengan Hipertensi1. Mentimun

a. Sejarah MentimunSebelum memasuki pada subtansi kandungan mentimun alangkah baiknya kita mempelajari sejarah mentimun. Tanaman mentimun secara alami berkembang baik dalam lingkungan beriklim sedang dan tropis, dan umumnya memerlukan suhu antara 60-90 F/15-33 C. Dalam istilah evolusioner, mentimun pertama mungkin berasal di Asia Barat (dan mungkin lebih khusus di India) atau bagian dari Timur Tengah. Mentimun yang disebutkan dalam legenda Gilgames, seorang raja uruk yang hidup sekitar 2500 SM di yang sekarang adalah Irak dan Kuwait. Ini adalah sekitar 3.300 tahun kemudian, ketika budidaya mentimun menyebar ke bagian Eropa, termasuk Prancis. Dan itu tidak sampai saat kolonis Eropa yang akhirnya muncul mentimun di Amerika Utara pada tahun 1500-an (Anonymous, 2011). Dan menurut buku karangan Isnaini M, (2009) mengatakan asal tanaman ini belum diketahui secara pasti, tapi sudah lama dibudayakan di sekitar Burma dan Thailan. Mentimun mempunyai nama lain yaitu timun, (Jawa), bonteng (Sunda), ketimun (Kalimantan), hantimun (Lampung), timoh (Aceh).Mentimun (cucumis satlvuus Linn) adalah salah satu sayuran yang keberadaannya melimpah di negeri ini. Mentimun merupakan tanaman semusim yang memang banyak dibudidayakan. Harga mentimun relatif selalu murah. Tidak heran jika kemudian banyak orang yang menjadikannya makanan pendamping seperti lalapan, acar dan pelengkap kuliner sate. Buah mentimun memiliki kandungan air yang berlebih, karenanya bisa menyegarkan tubuh. Tak hanya itu, mentimun juga ternyata memiliki khasiat bagi kesehatan manusia. Salah satu khasiat mentimun adalah untuk mengatasi darah tinggi atau hipertensi.b. Kandungan MentimunSebelum membedahmanfaat mentimun untuk darah tinggi, penting untuk mengurai zat apa saja yang terkandung di dalam sayuran ini. Secara klinis, mentimun mengandung zat-zat saponin (yang berfungsi mengeluarkan lendir), protein, Fe atau zat besi, sulfur, lemak , kalsium, Vitamin A, B1 dan juga C. Jika memakai pendekatan matematis, maka dalam 100 gram mentimun terdapat 0,7 gram protein, 12 kkl kalori, 0,1 gram lemak, 21 miligram fosfor, 0,3 miligram Fe, 0,3 karbohidrat, 8,0 vitamin C, dan 0,3 miligram Vitamin A dan juga vitamin B1. Berbagai zat ini bersifat porgonik yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.c. Manfaat Mentimun Terhadap Perubahan HipertensiPada sub pembahasan ini akan dipaparkan secara detail manfaat dari beberapa kandungan yang ada pada mentimun sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Menurut Solanki. P, (2011) menyatakan beberapa mekanisme bagaimana kalium dapat menurunkan tekanan darah sebagai berikut: Kalium dapat menurunkan tekanan darah dengan vasodilatasi sehingga menyebabkan penurunan retensi perifer total dan meningkatkanoutputjantung. Karena mentimun memiliki sekitar 90% dari kandungan air mereka adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan serat dan air. Ada tingginya kandungan vitamin A, B6 dan C hadir dalam daging mentimun. Selain itu sayuran ini diketahui memiliki konsentrasi tinggi mineral seperti kalsium , kalium, magnesium, dan silika. Berikut ini adalah bagan yang mewakili nilai gizi mentimun.

Tabel 1.1.Nilai Gizi dalam Mentimun (mg/100 gram)

No.GiziKontenmmol

1.Karbohidrat3.63 gm-

2.Gula1,67 gm-

3.Diet Serat0,5 gm-

4.Lemak0,11 gm-

5.Protein0,65 gm-

6.Thiamin (vitamin B1)0,027 mg-

7.Riboflavin (Vitamin B2)0,033 mg-

8.Niacin (vitamin B3)0,098 mg-

9.Asam pantotenat (vitamin B5)0,259 mg-

10.Vitamin B60,040 mg-

11.Folat (Vitamin B9)7 pg-

12.Vitamin C2,8 mg-

13.Kalsium16 mg250 mmol

14.Besi0,28 mg170 mmol

15.Magnesium13 mg420 mmol

16.Fosfor24 mg320 mmol

17.Kalium147 mg260 mmol

18.Seng0,20 mg150 mmol

19.Silika2%/100 g-

Sumber:Parul Solanki, 2011 danElson M. Haas, MD

Tabel 1.2.Nilai Kalori dalam Mentimun (mg/100 gram)

No.Kalori% DV (Daily Value)

1.Dari Karbohidrat6.5 (27.2 kJ)

2.Dari Lemak0,5 (2,1 kJ)

3.Dari Protein0,8 (3,3 kJ)

Sumber:Parul Solanki, 2011d. Ramuan Penurun HipertensiKandungan mineral kompleks dalam mentimun seperti potassium, magnesium juga fosfor menjadikan sayuran yang satu ini berkhasiat untuk menurunkan darah tinggi atau hipertensi. Jika Anda termasuk penderita hipertensi, Anda baiknya mengkonsumsi mentimun setiap hari secara rutin. Cara mengkonsumsinya bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih. Tetapi akan lebih baik lagi jika Anda menghaluskan satu buah mentimun dan kemudian peras airnya. Buang ampas dan minum air perasan tadi. Untuk hasil optimal, minumlah air perasan mentimun sebanyak tiga kali dalam sehari. Pagi, siang dan malam hari. Jika anda menginginkan rasa yang juga lezat,resep jus mentimunjuga dapat dipakai untuk menurunkan darah tinggi.Para ahli menjawab alasan mengapakhasiat mentimun untuk darah tinggisangat baik. Alasannya tak lain adalah sifat uretic pada mentimun yang terdiri dari 90% air mampu mengeluarkan kandungan garam dari dalam tubuh. Mineral yang kaya dalam buah mentimun memang mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin.Universitas Erlangga melakukan penelitian terhadap mentimun terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan air yang mencapai 90% di dalam mentimun, serta kalium yang tinggi akan mengeluarkan garam dari tubuh. Dengan cara 300gram atau dua mentimun dijus airnya diminum.Selama ini, para penderita hipertensi mengendalikan dan mengobati tekanan darah tinggi mereka dengan mengkonsumsi obat-obatan kimia dan juga diharuskan menghindari makanan tertentu. Hal tersebut tentunya tak mengenakkan. Namun dengan mengkonsumsi mentimun, khasiat dan rasa yang nikmat bisa didapatkan sekaligus. Jauh lebih baik lagi jika penderita hipertensi juga mengkonsusmsi makanan penurun darah tinggi lainnya sepertitimun jepang atau kiuri, bawang putih, seledri, tomat, kucai, belimbing dan masih banyak lagi lainnya. Kuncinya adalah telaten dan bersabar. Sebab, pengobatan alami memang memakan waktu yang relatif lebih lama ketimbang pengobatan kimiawi.Khasiat mentimun untuk darah tinggimulai terasa dalam 2-3 minggu, dengan ketentuan Anda mengkonsumsinya secara teratur dan dengan porsi yang pas. Selamat mencoba!e. Cara pembuatan ramuan mentimun 1. Bahan bahan Buah mentimun segar 2. Cara membuat dan menggunakan Cuci mentimun hingga bersih kemudian parut Peras hasil parutan dan saring Minum ramuan sekaligus 2-3 kali sehari secara rutin G. Pengertian Diet HipertensiDiethipertensiadalah cara untuk mencegah terjadinya hipertensi tanpa efek samping, karena menggunakan bahan makanan yang lebih alami, dari pada menggunakan obat penurun tekanan darahpasien akan menjadi tergantung seterusnya pada obat tersebut (Sustrani, 2005).Diet hipertensi adalah salah satu cara untuk mengatasi hipertensi tanpa efek samping yang serius, karena metode pengendaliannya yang alami (Vitahealth, 2006 : 51).a. Syarat-Syarat pemberian makanan pada penderita hipertensi Syarat-syarat pemberian makanan pada penderita hipertensi adalah :1. Cukup energi, protein, mineral dan vitamin2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam (Almatsier, 2006 : 65).

b. Bahan Makanan yang Dianjurkan pada Penderita Hipertensi (Almatsier, 2006 : 67).

No.Bahan MakananMakanan yang Dianjurkan

1.KarbohidratBeras, kentang, singkong, terigu, tepioka, hunkwe, gula, makana yang diolah dari bahan makanan tersebut diatas tanpa garam dapur dan soda seperti : makaroni, mi, bihun, roti, biscuit dan kue kering

2.Protein HewaniDaging dan ikan maksimal 100 g sehari; telur maksimal 1 butir sehari

3.Protein NabatiSemua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur

4.SayuranSemua sayuran segar ; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate

5.Buah-buahanSemua buah-buahan segar ; buah yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoate

6LemakMinyak goreng, margarin dan mentega tanpa garam.

7.MinumanTeh dan kopi

8.BumbuSemua bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium.

c. Makanan yang Tidak Dianjurkan Pada Penderita Hipertensi (Almatsier, 2006:67)

No.Bahan MakananMakanan yang Tidak Dianjurkan

1.KarbohidratRoti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur ataubaking powderdan soda

2.Protein HewaniOtak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawetkan dengan garam dapur seperti daging asap, ham,bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin dan telur pindang.

3.Protein NabatiKeju kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur.

4.SayuranSayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan dan acar.

5.Buah-buahanBuah-buahan yang diawet dengan garam dapur seperti buah dalam kaleng.

6LemakMargarin dan mentega biasa.

7.MinumanMinuman ringan

8.BumbuGaram dapur,baking powder, soda kue, vetsin dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur serta kecap, terasi, magi,tomato ketchup, petis dan tauco.

THERAPY MENTIMUNA. PENGKAJIAN 1. Biodata Klien Nama : Ny. KUmur : 57 tahunJenis Kelamin: PerempuanPendidikan: SDPekerjaan: Ibu Rumah TanggaPenyakit : Hipertensi Tgl Pengkajian : 15 Juli 2013 B. Exception Summary Data1. Penampilan UmumNy. K terlihat sadar penuh2. Pengkajian Fokusa. Anamnesa Pada saat dikaji pada tanggal 15 Juli 2013 klien mengeluh pusing, sakit pundak dan susah tidur, klien mengatakan sejak umur 30 tahun klien mengalami hipertensi. Klien mengatakan kadang-kadang masih makan ikan asin, daging-dagingan, dan sayuran hijau seperti daun singkong, kangkung, bayam, klien mengatakan kurang tau makanan apa saja yang boleh dimakan atau yang dilarang dimakan pada penderita hipertensi. Klien mengatakan dikeluarganya ada yang mempunyai penyakit keturunan hipertensi yaitu ayahnya, klien tidak mempunyai penyakit menular seperti TBCb. Pemeriksaan TTV TD : 180/100 mmHg R : 24 x/menit N: 88 x/menit

C. Nursing Care PlanData MasalahTujuanIntervensi

UmumKhusus

DO : TD 180/100 mmHg N 88x / menit R 24x / menit

DS : Klien mengatakan kadang-kadang pusing, nyeri pundak dan susah tidur, klien juga mengatakan mempunyai riwayat hipertensiSetelah dilakukan theraphy komplementer herbal dengan menggunakan ketimun 2x1 pemberian selama 7 hari tekanan darah Ny. K normal /stabil