teori ultrasonik & flaw detector

of 33 /33
Teori Ultrasonik & Flaw Teori Ultrasonik & Flaw Detektor Detektor

Author: wahyu-adi-purwono

Post on 27-Oct-2015

115 views

Category:

Documents


17 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Teori Ultrasonik & Flaw Detektor

  • UltrasoundTeori Ultrasound

  • UltrasoundTeknik menggunakan gelombang frekuensi tinggi dan pantulan.Sama seperti teori untuk menentukan sebuah lokasi yg digunakan oleh kelelawar, ikan paus, lumba-lumba, seperti untuk SONAR yg digunakan oleh kapal selam tapi frekuensinya lebih tinggi.Teori Ultrasound

  • Transducer:

    Suatu Alat yg mengubahenergi dari satu bentuk kebentuk lainnya.Ultrasonic Transducer:

    Alat yang menggunakan pulsa listrik dan mengubahnya menjadigelombang suara mekanik. Alat ini juga dapat bekerja sebaliknya.Ultrasonic Transducers

  • Rumus Dasar Ultrasonikd = (V * T) / 2Prinsip Mengukur dengan Ultrasonik

  • Ultrasonic Nondestructive TestingTidak Merusak ataupun merubah sifat material.Frekuensi yang biasa digunakan 0.5 MHz - 20.0 MHzMemasukkan gelombang suara frekuensi tinggi kedalam benda yang diuji untuk mendapatkan informasi dari benda tersebut.Udara adalah reflektor untuk suara frekuensi tinggi. Gelombang suara dipantulkan dari backwall material atau cacat di bagian dalam.Teori NDT

  • KeuntunganMasuk kedalam materialPortable, Menggunakan BatereiMengukur dari satu sisiGo/No-Go Testing (Audio dan Visual Alarms)KeterbatasanBenda Uji harus mampu menghantarkan suaraHampir selalu membutuhkan Couplant cairMembutuhkan operator yg terlatihKeuntungan & Keterbatasan NDT

  • Flaw DetectorMenghasilkan dan menerima pulsa listrik. Menampilkan gelombang/pulsa echo.TransducerMengubah energi suara listrik ke gelombang suara mekanik (kemudian kembali lagi).Transducer CableMenghubungkan transducer ke flaw detector.CouplantCairan digunakan diantara transducer dan material yg dites untuk menghilangkan celah udara dan melewatkan suara.Peralatan yg Dibutuhkan

  • LANGKAH #1: Flaw Detector menghasilkan sebuah pulsa listrik yg merambat melalui kabel ke transducer.Mekanisme dari Flaw Detection

  • LANGKAH #2: Transducer mengubah pulsa listrik ke gelombang suara mekanik yg disebarkan melalui couplant ke material. Gelombang suara dipantulkan kembali ke transducer oleh backwall dan/atau reflektor lainnya yg ada di material.Mekanisme dari Flaw Detection

  • LANGKAH #3: Transducer mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yg merambat kembali ke flaw detector. Unit mengubah sinyal analog ke digital dan menampilkannya dalam bentuk gelombang pada layar.Mekanisme dari Flaw Detection

  • Waktu (Jarak)Tampilan Layar A-SCAN

  • Tidak ada CacatSuara merambat melalui material dan dipantulkan kembali oleh backwall.Aplikasi Probe Normal

  • Ada CacatBeberapa suara merambat melewati seluruh material dan dipantulkan kembali oleh backwall, dan sebagian lagi dipantulkan kembali oleh perantara cacat.Amplitudo Echo berhubungan dengan besar cacat.Aplikasi Probe Normal

  • Bisanya digunakan untuk memeriksa las-lasanLas-lasan Crown dan orientasi cacat tidak diizinkan dan tidak akan berhasil jika menggunakan teknik untuk probe normal.Aplikasi Probe Sudut

  • Gerakkan probe maju mundur untuk scan keatas dan kebawah pada sisi las-lasan dan disepanjang las-lasanAplikasi Probe Sudut

  • Las-lasan yg Bagus(tidak ada pantulan suara)Tidak ada tampilan pantulanAplikasi Probe Sudut

  • Las-lasan yg Tidak Bagus(Pantulan dari lubang yg ada didalam)Aplikasi Probe Sudut

  • Lack of FusionSlagLack of PenetrationCrackCacat Las-lasan (dilihat dari samping)

  • Teori inspeksi Las-lasan menggunakan Ultrasonik

  • Teori Inspeksi Las-lasanTipe-tipe DiscontinuityPorosity, Lack of Fusion, Incomplete Penetration, Slag Inclusions, Toe Cracks, Root Cracks, Laminasi

    Teknik InspeksiInspeksi dengan Probe Normal/Straight BeamInspeksi dengan Probe Sudut/Angle Beam

  • Cacat Las-lasan (Tampilan Cross-Sectional)

  • Memeriksa dengan Straight Beam/Probe NormalMenghasilkan sebuah gelombang longitudinal pada keadaan normalMendeteksi Laminasi didalam atau didekat daerah yg dipengaruhi oleh panasMemeriksa dengan Probe Normal/Straight beam biasanya dilakukan di daerah sambungan digabung dengan pemeriksaan dengan probe sudut/angle beam karena tidak ada metode yg dapat mencari semua jenis cacat dengan satu metode saja.

  • Memeriksa dengan Straight Beam/Probe Normal

  • Tidak ada CacatSuara merambat melewati material dan dipantulkan kembali.Memeriksa dengan Straight Beam/Probe Normal

  • Ada CacatBeberapa suara merambat melewati seluruh material dan dipantulkan kembali, sementara beberapa dipantulkan kembali karena adanya cacat.Echo amplitude berhubungan dengan ukuran cacat.Memeriksa dengan Straight Beam/Probe Normal

  • Memeriksa dengan Angle Beam/Probe SudutPrinsip pembiasan dan mode konversi menghasilkan gelombang shear atau longitudinal di test material.Dapat juga menginspeksi pada: Root, Sidewall, Crown, Heat Effected ZonesLas-lasan crown dan orientasi cacat tidak dapat menggunakan teknik straight beam/probe normal.

  • Komponen Angle Beam/Probe Sudut: R = Sudut BiasLEG = T/(Cos R)T = Tebal MaterialV-Path = 2T/(Cos R)Skip Distance = 2T x Tan RMemeriksa dengan Angle Beam/Probe Sudut

  • Memeriksa dengan Angle Beam/Probe SudutSurface Distance = Sin R x SoundpathDepth (1st Leg) = Cos R x SoundpathDepth (2nd Leg) = 2T-[Cos R x Soundpath] Komponen Angle Beam/Probe Sudut:

  • Aplikasi Angle Beam/Probe SudutGerakkan probe maju dan mundur untuk scan sampai ke sisi bawah las-lasan dan disepanjang las-lasanTeknik Scanning Las-lasan

  • Aplikasi Angle Beam/Probe SudutLas-lasan yg Bagus(Tidak ada Suara yg dipantulkan)Tidak ada Tampilan Pantulan

  • Aplikasi Angle Beam/Probe SudutLas-lasan yg Tidak Bagus(Pantulan dari lubang yg ada didalam)

  • Terimakasih