telaah kritis konsep haki

Download Telaah kritis konsep haki

Post on 25-May-2015

207 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. Surah al-Mujadilah ayat 11 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis. maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu. maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al- Mujadilah: 11).

2. 1. KHOLID NURRAHMAN (12131325) 2. HAMMAD MUSOFFA (1213132*) 3. LOREN SAPUTRA (12131326) 4.MAHMUD YUSRON (1213132*) 5. HILMI MUBAROK (1213132*) 3. 1. Sejarah Hak Cipta 2. Prinsip Dasar Konsep HAKI 3. Hak Cipta (Copyright) 4. HAKI dalam Tinjauan hukum positif dan perspektif Islam 5. Penanggulangan pelanggaran hak cipta 4. Perlindungan hak cipta adalah ide yang berasal dari ideologi kapitalisme. Negara-negara kapitalisindustri telah membuat konvensi Berne pada tahun 1883 tentang hak cipta dan konvensi Paris pada tahun 1886 tentang hak paten, merek dan industri. Selain kesepakatan-kesepakatan tersebut, mereka juga membuat beberapa kesepakatan lain yang jumlahnya tidak kurang dari 20 kesepakatan. Kemudian terbentuklah Lembaga Internasional untuk Hak Cipta yang bernama WIPO (World Intellectual Property Organization), yang bertugas mengontrol dan menjaga kesepakatan tersebut. Pada tahun 1994, WTO telah mengesahkan adanya perlindungan hak cipta, dan WIPO menjadi salah satu bagiannya. WTO mensyaratkan bagi negara-negara yang ingin bergabung dengannya, harus terikat dengan perlindungan hak cipta, dan membuat undang-undang terkait guna mengatur perlindungan hak cipta. 5. Prinsip Dasar Konsep HAKI adalah hak yang timbul dari suatu karya yang dihasilkan dengan menggunakan kemampuan intelektual manusia yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dalam teknis pelaksanaanya, HAKI diklasifikasikan berdasark an jenis pemakaian objek atau barangnya menjadi dua katego ri : Industrial Property dan Hak Cipta (Copyright).A. Industrial Property Yang dimaksud dengan industrial property adalah semua benda hasil kreasi dan digunakan untuk tujuan industri atau komersial. Material yang termasuk dalam kategori ini adalah : Merk, desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), Perlindungan Varietas Tanaman(PVT), Rahasia dagang, dan Paten 6. Hak Cipta atau lebih kita kenal dengan istilah hak paten atau hak salin adalah suatu hak khusus untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, memberi izin tanpa mengurangi pembatasan pembatasan menurut peraturan perundangan yang berlaku. Sedangkan ciptaan adalah hasil setiap karya dalam bentuk yang khas menunjuk keasliannya dalam lapangan ilmu, seni dan sastra. Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Ci pta, serta orang yang menerima hak dari Pencipta, atau orang lain yang menerima lebih lanjut hak dari orang tersebut. 7. Suatu ciptaan tidak wajib didaftarkan untuk mendapatkan hak cipta. Namun jika sudah didaftarkan, maka akan mendapatkan Surat Pendaftaran Ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti jika terjadi sengketa. Hak cipta dapat dialihkan sebagian atau seluruhnya: pewarisan, hibah, wasiat, perjanjian yang harus dilakukan dengan akta. Pendaftaran hak cipta dilakukan di Kantor Hak Cipta, yaitu suatu organisasi di lingkungan departemen yang melaksanakan tugas dan kewenangan di bidang hak cipta. Dalam UU hak cipta, ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam ilmu pengetahuan, seni dan sastra 8. Islam telah mengatur kepemilikan individu dengan sebuah pandangan bahwa kepemilikan tersebut merupakan salah satu pemenuhan dari (gharizah baqa). Atas dasar itu, Islam mensyariatkan bagi kaum Muslim kepemilikan untuk memenuhi naluri ini, yang akan menjamin eksistensi dan kehidupan yang lebih baik. Kepemilikan dalam Islam, secara umum diartikan sebagai ijin Syaari untuk memanfaatkan barang. Sedangkan kepemilikan individu adalah hukum syara yang mengatur barang atau jasa yang disandarkan kepada individu; yang memungkinkannya untuk memanfaatkan barang dan mengambil kompensasi darinya. 9. Kepemilikan individu dalam Islam tidak ditetapkan kecuali atas dasar ketetapan hukum syara. Karena itu, hak untuk memiliki sesuatu tidak muncul dari sesuatu itu sendiri, atau manfaatnya; akan tetapi muncul dari ijin Syaari untuk memilikinya dengan salah satu sebab kepemilikan yang syari, seperti jual-beli dan hadiah. Islam telah memberikan kekuasaan kepada individu atas apa yang dimilikinya, dengan memanfaatkannya sesuai hukum syara. Islam juga mewajibkan negara agar memberikan perlindungan atas kepemilikan individu dan menjatuhkan sanksi bagi setiap orang yang melanggar kepemilikan orang lain. 10. 1. Membangun budaya masyarakat untuk lebih menghargai karya orang lain Dengan kesadaran masyarakat akan rasa menghargai setiap hasil karya sesama maka akan muncul tindakan untuk tidak meng-copy paste, membajak, menggunakan aplikasi yang tidak berlesensi dan memperjual belikannya karena hal tsb ilegal 2. Pemerintah yang berperan aktif Pemerintah, baik instansi-instansi terkait, jajaran penegak hukum dan segenap lapisan masyarakat hendaknya sepakat untuk secara bersama-sama memerangi pembajakan terhadap karya-karya intelektual dalam bentuk apapun sekecil apapun. 11. 3. Dibentuknya badan penanggulangan pelanggaran HAKI dengan peraturan yang tegas berbadan hukum Dengan adanya pembuatan undang-undang tentang hak cipta diharap dapat mengatasi pelanggaran hak cipta, karena peraturan yang mengatur hak cipta sudah ada pada isi undang-undang tentang hak cipta, apa bila ada yang melanggar Undang-undang hak cipta tersebut akan ada sangsi yang menjerat pelaku. Sehingga ada efek jera yang didapat karena denda beserta hukum pidana akan menjeratnya. 12. Adapun beberapa UU terkait hak cipta diantaranya sebagai berikut (3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). 4. Mendaftarkan hasil karya ke instansi terkait agar berbadan hukum dan menimbulkan kesadaran lebih tentang arti sebuah karya apapun itu 5. Menasehati dan atau melaporkan tentang pelanggaran yang ada dilingkungan terdekat ke pihak terkait 13. Sumber pustaka http://www.google.com Perlindungan Kekayaan Intelektual Global. www.dgip.go.id Habibie, Iqbal. Hak Kekayaan Intelektual. http://www.iqbalhabibie.staff.gun adarma.ac.id Fakultas Hukum Pasca Sarjana UI,2005[vi]http://www.Ummujib. multiply.com/journal/item/65.com . 14. Adakah yang mau ditanyakan guys?