tanah problematik dan - pengembangan jalan, yaitu teknologi yang yang sifatnya menjaga kondisi tanah

Download Tanah Problematik dan - Pengembangan Jalan, yaitu teknologi yang yang sifatnya menjaga kondisi tanah

Post on 14-Oct-2019

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Keruntuhan Timbunan

    Modul

    Tanah Problematik dan

    Permasalahannya serta Implementasi

    Teknologi Penanganannya di Bidang

    Jalan dan Jembatan

    Keruntuhan Timbunan

  • MODUL TANAH PROBLEMATIK DAN

    PERMASALAHANNYASERTA IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENANGANANNYA DI BIDANG

    JALAN DAN JEMBATAN

    PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum

    www.pusjatan.pu.go.id

    http://www.pusjatan.pu.go.id/

  • i

    MODUL TANAH PROBLEMATIK DAN PERMASALAHANNYA SERTA IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENANGANANNYA DI BIDANG JALAN DAN JEMBATAN

    Penyusun:

    Munarto Eddie Sunaryo

    November 2014

    Cetakan Ke-1 November 2014

    © Pemegang Hak Cipta Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

    Kode Kegiatan : 2423.004.009.107

    Koordinator Penelitian

    Ir. Rudy Febrijanto, MT.

    Ketua Program Penelitian

    Dr. Ir. M. Eddie Sunaryo, M.Sc.

    Desain dan Tata Letak

    Balai Geoteknik Jalan, Puslitbang Jalan dan Jembatan

    Diterbitkan oleh:

    Kementerian Pekerjaan Umum

    Badan Penelitian dan Pengembangan

    Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

    Jl. A.H. Nasution No. 264 Ujungberung – Bandung 40293

    KEANGGOTAAN SUB TIM TEKNIS

    BALAI GEOTEKNIK JALAN

    Ketua Sub Tim Teknis:

    Ir. Rudy Febrijanto, MT.

    Anggota:

    Dr. Ir. Hindra Mulya

    Ir. Imam Aschuri, M.Sc., Ph.D.

    Dr. Ir. M. Eddie Sunaryo, M.Sc.

    Ir. GJW Fernandez

    Ir. Benny Moestofa

    Drs. M. Suherman

  • ii

    © PUSJATAN 2014

    Modul ini disusun dengan sumber dana APBN Tahun 2104, pada paket pekerjaan Penyusunan dan Workshop (Diseminasi) Teknologi Penanganan Tanah PRoblematik, DIPA Puslitbang Jalan dan Jembatan.

    Pandangan-pandangan yang disampaikan di dalam publikasi ini merupakan pandangan penulis dan tidak selalu menggambarkan pandangan dan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum, unsur pimpinan, maupun institusi pemerintah lainnya. Penggunaan data dan informasi yang dimuat di dalam publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.

    Buku ini juga dibuat versi e-book dan dapat diunduh dari website pusjatan.pu.go.id.

  • iii

    PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN

    Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) adalah lembaga riset yang berada di bawah Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Lembaga ini memiliki peranan yang sangat strategis di dalam mendukung tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum dalam menyelenggarakan jalan di Indonesia. Sebagai lembaga riset, Pusjatan memiliki visi sebagai lembaga penelitian dan pengembangan yang terkemuka dan terpercaya, dalam menyediakan jasa keahlian dan teknologi bidang jalan dan jembatan yang berkelanjutan, dan dengan misi sebagai berikut:

     Meneliti dan mengembangkan teknologi bidang jalan dan jembatan yang inovatif, aplikatif, dan berdaya saing;

     Memberikan pelayanan teknologi dalam rangka mewujudkan jalan dan jembatan yang handal; dan

     Menyebarluaskan dan mendorong penerapan hasil litbang bidang jalan dan jembatan.

    Pusjatan memfokuskan dukungan kepada penyelenggara jalan di Indonesia, melalui penyelenggaraan litbang terapan untuk menghasilkan inovasi teknologi bidang jalan dan jembatan yang bermuara pada standar, pedoman, dan manual. Selain itu, Pusjatan mengemban misi untuk melakukan advis teknik, pendampingan teknologi, dan alih teknologi yang memungkinkan infrastruktur Indonesia menggunakan teknologi yang tepat guna. Kemudian Pusjatan memiliki fungsi untuk memastikan keberlanjutan keahlian, pengembangan inovasi, dan nilai-nilai baru dalam pengembangan infrastruktur.

  • iv

    Kata Pengantar

    Modul Tanah Problematik dan Teknologi Penanganan pada Jalan & Jembatan ini merupakan panduan umum yang dirangkum untuk keperluan workshop dalam diseminasi dan sosialisasi penyebarluasan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan di Balai Geoteknik Jalan, Puslitbang Jalan dan Jembatan yang dipersiapkan oleh Gugus Kerja Kelompok Program Penelitian (KPP) Teknologi Penanganan Tanah Problematik. Modul ini mencakup rangkuman sebagian kasus permasalahan jalan dan jembatan yang dibangun di atas tanah problematik. Diharapkan kegiatan diseminasi dan sosialisai ini dapat bermanfaat terutama sebagai sarana pertukaran informasi. Disamping itu kegiatan ini juga untuk mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap permasalahan geoteknik khususnya tanah problematik sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

    Hal lain yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat lebih meningkatkan kesadaran bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bahwa pembangunan jalan pada tanah problematik perlu disingkapi dengan seksama dalam pemahamannya sehingga dapat menenentukan teknologi penanganannya yang sesuai.

    Tujuan Tujuan workshop dalam kegiatan diseminasi ini untuk mensosialisasikan teknologi hasil LITBANG, sehingga dapat, diketahui, dipahami dan dicermati untuk dikembangkan dan diimplementasikan.

    Tujuan Instruksional Umum Peserta diharapkan dapat mengetahui, memahami dan menyadari bahwa permasalahan jalan dan jembatan yang dibangun pada tanah problematik perlu ditindak lanjuti dengan penerapan teknologi yang sesuai dan tepat sesuai dengan pedoman terkait.

    Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir workshop berupa diseminasi terhadap sosialisasi teknologi hasil litbang penanganan teknologi rekaysa dan manajemen lereng ini diharapkan para peserta mampu untuk hal sebagai berikut:

    1. Memahami yang dimaksud dengan tanah problematik 2. Memahami karakteristik properties tanah problematik 3. Mengetahui bahwa kerakteristik tanah problematik sebagai salah satu faktor

    penyebab ketidakstabilan timbunan jalan. 4. Memahami prinsip penanganan permasalahan konstruksi jalan pada tanah

    problematik baik untuk jalan baru maupun jalan eksisting.

  • v

    5. Memahami beberapa prinsip metode penanganannya yang diawali dengan mengevaluasi dan menganalisa terhadap permasalahan yang akan terjadi sebelum menentukan tipe penanganannya.

  • vi

    Daftar Isi

    1. PENDAHULUAN 1

    2. TANAH PROBLEMATIK DAN PERMASALAHANNYA 2

    2.1. PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR 2

    2.2. KARAKTERISTIK PROPERTIS TANAH PROBLEMATIK 3

    2.3. DISTRIBUSI TANAH PROBLEMATIK 6

    2.4. STRATIFIKASI PERLAPIASAN TANAH PROBLEMATIK 7

    3. PEDOMAN DAN MANUAL DALAM MEMBANGUN JALAN DI ATAS TANAH PROBLEMATIK 8

    4. PERMASALAHAN KONSTRUKSI JALAN PADA TANAH PROBLEMATIK 9

    4.1. MACAM TANAH PROBLEMATIK 10

    4.1.1. Tanah lunak 10

    4.1.2. Tanah gambut 10

    4.1.3. Tanah ekspansif 10

    4.2. KASUS PERMASALAHAN TANAH PROBLEMATIK 11

    4.3. PRINSIP PENANGANAN TANAH PROBLEMATIK 11

    4.4. INVESTIGASI PADA TANAH PROBLEMATIK 12

    4.5. PERMASALAHAN KERUNTUHAN TIMBUNAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA 14

    5. PERMASALAHAN PERUBAHAN KARAKTERISTIK PROPERTIS TANAH LUNAK DAN KETIDAKSTABILAN TIMBUNAN 17

    5.1. MEMPERHITUNGKAN STABILITAS TIMBUNAN TERHADAP TINGGI KRITIS 17

    5.2. MEMPERHITUNGKAN STABILITAS TIMBUNAN TERHADAP KESEIMBANGAN MOMEN DAN TEGANGAN GESER 18

    5.3. MEMPERHITUNGKAN STABILITAS TIMBUNAN TERHADAP PENURUNAN DAN DERAJAT KONSOLIDASI 19

    5.4. MEMPERHITUNGKAN STABILITAS TIMBUNAN TERHADAP PERUBAHAN TATA-GUNA LAHAN DAN POLA ALIRAN SUNGAI 21

    6. TEKNOLOGI PENANGANAN TANAH PROBLEMATIK 23

    6.1. TEKNOLOGI PENANGANAN TANAH LUNAK 23

    6.2. TEKNOLOGI PENANGANAN TANAH LUNAK DENGAN MENGURANGI BERAT BEBAN TIMBUNAN 24

    6.3. TEKNOLOGI PENANGANAN TANAH EKSPANSIF 25

    6.4. TEKNOLOGI PERKUATAN TIMBUNAN UNTUK FONDASI PERKERASAN JALAN 27

    6.5. TEKNOLOGI PERKUATAN LERENG TIMBUNAN 28

    7. PENUTUP 29

  • vii

    Daftar Gambar

    GAMBAR 2-1. KORIDOR MP3EI 2

    GAMBAR 2-2. TRANS ASEAN HIGHWAY IN INDONESIA 3

    GAMBAR 2-3. TRANS ASIAN HIGHWAY AND HGH 3

    GAMBAR 2-4. DISTRIBUSI TANAH PROBLEMATIK DI INDONESIA, DAUD (2000) 6

    GAMBAR 2-5. DISTRIBUSI PENYEBARAN GAMBUT INDONESIA YANG MERUPAKAN NO. 3 DARI BEBERAPA NEGARA DI DUNIA 7

    GAMBAR 3-1. GEOGUIDE 1, 2, 3 DAN 4 UNTUK PERENCANAAN TIMBUNAN JALAN PADA TANAH LUNAK NON ORGANIK 8

    GAMBAR 3-2. PANDUAN GEOTEKNIK 5 (GEOGUIDE 5) KONSTRUKSI JALAN PADA TANAH GAMBUT DAN ORGANIK 8

    GAMBAR 4-1. PERMASALAHAN TANAH PROBLEMATIK DAN IDENTIFIKASI AWAL BERDASARKAN GRADASINYA 11

    GAMBAR 4-2. T-BAR, BALL PENETROMETER DAN NORMAL KONUS SERTA PISTON SAMPLER UNTUK INVESTIGASI TANAH GAMBUT DAN TANAH ORGANIK (SKEMPTON, A.W. 1985) 12

    GAMBAR 4-3. HASIL INVESTIGASI YANG DIPEROLEH DENGAN MENGGUNAKAN T-BAR, BALL PEMETROMETER DAN NORMAL KONUS YANG DILAKUKAN PADA TANAH GAMBUT / ORGANIK DI DUMAI 13

    GAMBAR 4-4 KERUNTUHAN TIMBUNAN YANG BERDAMPAK PADA TERJADINYA HEAVING DI KIRI DAN KANAN BADAN JALAN. 14

    GAMBAR 4-5. PENURUNAN TIMBUNAN OPRIT YANG BERDAMPAK TERJADINYA DEFORMASI BAGIAN ATAS ABUTMEN JEMBATAN 15

    GAMBAR 4-6. PENURUNAN TIMBUNAN OPRIT YANG BERDAMPAK TERJADINYA DEFORMASI BAGIAN BAWAH ABUTMEN JEMBATAN 15

    GAMBAR 4-7. KERUNTUHAN JALAN PADA TANAH LUNAK DAN GAMBUT 16

    GAMBAR 5-1. PERMASALAHAN HEAVING DAN DAMPAKNYA PADA BANGUNAN SE