tanah papua: perjuangan yang berlanjut untuk tanah dan

Download Tanah Papua: perjuangan yang berlanjut untuk tanah dan

Post on 09-Dec-2016

224 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Buletin DTE Edisi KhususNo. 89-90, November 2011

    Tanah Papua:perjuangan yangberlanjut untuk tanahdan penghidupan

  • DTE: Greenside Farmhouse, Hallbankgate, Cumbria CA82PX, England, email: dte@gn.apc.org tel: +44 16977 46266 web:www.downtoearth-indonesia.org

    Masyarakat yang kuat untuk masa depan yang berkelanjutanInsiden yang baru-baru ini terjadi di Papua kekerasan di tambang Freeport-RioTinto, penyerangan brutal terhadap kebebasan berpendapat di Abepura memperlihatkan bahwa orang Papua masih terus menghadapi eksploitasi danpelanggaran HAM yang ekstrim. Sementara itu proyek investasi besar-besaran terusberjalan dan meminggirkan serta memiskinkan rakyat Papua, dari kampung kekampung. Para pejabat dan pebisnis jauh lebih menghargai emas, tembaga, sawit dankayu daripada orang kampung yang hidupnya bergantung pada kekayaan alam Papua.Namun demikian orang Papua terus menuntut hak mereka untuk menentukan masadepan dan hak untuk memiliki, mengelola dan memanfaatkan tanah dan sumber dayaalam mereka. Masyarakat dan gerakan masyarakat sipil yang mendukung merekabersama-sama menuntut adanya upaya dan sumber daya yang lebih besar untukmemperkuat posisi mereka. Pada gilirannya, kampung demi kampung akan dapatmempertahankan diri lebih baik dari sisi buruk pembangunan yang dipaksakan olehpihak luar.

    Buletin DTE edisi khusus ini berfokus pada sejumlah kampanye dan debatdi masa lalu dan saat ini seputar pembangunan yang bersifat dari atas ke bawah dandampaknya terhadap masyarakat. Beberapa artikel adalah sumbangan dari penulistamu dari Papua, Indonesia dan Inggris. Semuanya memaparkan mengenai kebutuhanyang mendesak untuk memikirkan ulang cara pengelolaan Papua dan sumber dayaalamnya sehingga suara masyarakat di kampung-kampung tidak hanya para pebisnisdan politikus menjadi hal penting dalam pengambilan keputusan akan masa depanyang berkelanjutan.

    Daftar Isi

    Eksploitasi sumber daya alam di Papuaselama 22 tahun dengan pendekatan dariatas ke bawah

    Mengakhiri konflik di Papua Baratoleh Carmel Budiardjo,Tapol

    Indonesia Ditegur Terkait MIFEE

    Pusaka di Tanah Papua,oleh Franky Samperante, Pusaka

    Fenomena global perampasan tanaholeh Anna Bolin

    Akankah REDD bermanfaat bagimasyarakat adat Papua?dari blog Pietsau Amafnini, JASOIL

    REDD di Indonesia berita terkini

    BP Tangguh, setelah dua tahun

    Nyanyian Galau, Nyanyian Harap

    1

    6

    8

    11

    13

    17

    20

    22

    23

    Halaman ini: pulang berburu, MeraukeHalaman depan: Papua Barat dari udara(Foto-foto oleh Adriana Sri Adhiati, 2011)

  • Proyek lumbung pangan dan energi terpaduMerauke atau Merauke Integrated Food andEnergy Estate (MIFEE) yang diluncurkan padabulan Agustus tahun lalu saat ini merupakanrencana pengembangan sumber daya alamyang paling ambisius untuk Papua.

    Rencana itu meliputi perubahanperuntukan sejumlah besar lahan, termasukhutan, untuk dijadikan perkebunan yang akanditanami berbagai tanaman untuk pangan,energi dan tanaman produktif lainnya. Pekerjaakan didatangkan ke Merauke untukmemenuhi kebutuhan tenaga kerja.Kekhawatiran mendalam telah disampaikanoleh organisasi masyarakat setempat sertaornop regional, nasional dan internasionalmengenai potensi kerusakan yang akanditimbulkan oleh mega proyek ini terhadapmasyarakat adat, tanah adat, sumber daya

    alam dan budaya mereka; dan juga dampakpolitik yang lebih luas, dampak terhadap HAM,sosiologi dan budaya serta lingkungan Papuasecara keseluruhan.

    MIFEE mengikuti pola baku darimega proyek ambisius di Indonesia yang padadasarnya ditujukan untuk pasar ekspor.Proyek-proyek itu memberikan insentif bagiinvestor sektor swasta, tetapi sama sekali takmempedulikan potensi pembangunan dankebutuhan masyarakat setempat.

    Tinjauan atas proyek dukunganpemerintah yang menargetkan Papua sepertiyang telah dicermati oleh DTE selama lebihdari dua puluh tahun terakhir inimenunjukkan bahwa pembangunan semacamitu cenderung memiliki beberapa persamaankarakter. Ciri-ciri tersebut antara lain:pengambilan keputusan dengan pendekatan

    dari atas ke bawah, pernyataan resmi bahwaproyek itu untuk kepentingan masyarakat,penyerobotan lahan milik masyarakat adat,dan didatangkannya tenaga kerja non-Papua.

    Fakta bahwa MIFEE memiliki banyakpersamaan karakter ini menunjukkan bahwatak banyak perubahan dalam pola pikir parapengambil keputusan sejak jaman Suharto.Alhasil, dampak negatif serupa yang timbuldari proyek-proyek sebelumnya kemungkinanbesar akan terjadi lagi.

    Sementara beberapa rencanainvestasi yang lebih buruk di Papua belumberjalan, atau paling tidak tak berjalansebagaimana diumumkan sebelumnya,penebangan hutan, pembangunan perkebunan,dan eksploitasi pertambangan, minyak dan gasterus berlanjut dengan kecepatan yang

    Eksploitasi sumber daya alam di Papua selama 22 tahundengan pendekatan dari atas ke bawah

    Sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam di Papua, dari Freeport/Rio Tinto hingga MIFEE, tak lepas daripelanggaran HAM, penindasan oleh militer, perusakan lingkungan dan kemiskinan yang berkepanjangan bagi

    sebagian besar rakyat Papua.Artikel ini menelusuri sejarah tersebut dari akhir tahun 1980an ketika DTE berdirihingga hari ini, sebagai latar belakang untuk memperjelas artikel-artikel lain dalam buletin edisi khusus Papua ini.Tulisan ini awalnya adalah sebuah makalah yang dipresentasikan dalam sebuah seminar di Yale tentang Papua

    pada bulan April 2011.

    DOWN TO EARTH No. 89-90, November 2011 Edisi Khusus Papua

    (bersambung ke halaman 3)

    Source: JASOIL

  • 2

    Berikut adalah sebagian kasus yang dilaporkandalam terbitan berkala DTE selama lebih dari22 tahun terakhir. Angka dalam kurungmengacu pada edisi terbitan berkala terkait.Daftar ini tidak lengkap, tetapi memberikanindikasi besarnya kerusakan sumber daya Papuadalam beberapa dekade terakhir.

    1989: Marubeni dari Jepang dijadwalkanuntuk mulai mengimpor kayu serpih daridaerah hutan bakau di Teluk Bintuni sebagaibagian dari proyek bersama PT BintuniUtama Murni yang mencakup kegiatanpabrik kayu serpih di Pulau Amutu Besar.Takada AMDAL, dan konsesi itu tumpang tindihdengan area hutan konservasi (1). Di Jepangprotes terhadap proyek itu dilancarkan olehJATAN dan FoE Jepang (6).

    Scott Paper melanjutkan rencanapembukaan perkebunan dan proyek buburkayu di Merauke setelah mendapatpersetujuan pemerintah pada bulan Oktober1988 (1). Surat protes dilayangkan olehsejumlah ORNOP (2) dan aksi protes jugadilancarkan di Jakarta (3). Perusahaanakhirnya menarik diri dari proyek tersebut(6).

    Perusahaan Finlandia Rauma-Repola Oytengah menjajaki kerja sama patungan denganPT Furuma Utama Timber Co, untukmengembangkan proyek kertas dan buburkayu di Papua (6).

    Konglomerat Indonesia PT Garuda Masmelakukan studi kelayakan untuk pabrikpemrosesan sagu di distrik Sorong (1). PTSagindo Sari Lestari telah membangunpabrik sagu di Bintuni-Manokwari (4)

    Enam puluh enam dari 77 pemegang HPHdilaporkan telah menghentikan kegiatanpenebangan mereka (1). Perusahaan AustraliaMcLean Ltd berencana untuk melakukanpenebangan di atas lahan HPH seluas 60.000hektare di daerah Mamberamo melalui kerjasama dengan PT Sansaporinda, yang disebutMamberamo Forest Products (5).

    BUMN PT Aneka Tambang berencana untukmembuka tambang nikel di Pulau Gag dengandukungan finansial dari Queensland NickelJoint Venture,Australia (3).

    Ekspansi besar-besaran terjadi di tambangFreeport dengan peningkatan produksiemas sebanyak tiga kali lipat dari 5 tonmenjadi 15 ton dalam 3 tahun ke depan danproduksi konsentrat tembaga dari 25.000ton menjadi 40.000 ton per hari. Freeportmerayakan ulang tahunnya yang ke 21 sambilmeraup keuntungan terbesar yang pernah

    dicapai. Seorang pekerja medis melaporkantelah terjadi 143 kecelakaan kerja yang seriusdan 4 kematian dalam 3 tahun terakhir (5).

    Perusahaan patungan penebangan hutanKorea Selatan-Indonesia, You Liem Sari(anak perusahaan You One Construction)dan PT Kebun Sari telah menghancurkanpenghidupan 90 keluarga di Muris, dekatJayapura (6).

    1990: Investigasi oleh kantor berita Jepang,Kyodo, menemukan bukti pembalakan liar diTeluk Bintuni oleh Bintuni Utama MurniWood Industries yang didukung olehMarubeni (7). Di Teluk Bintuni, pemiliktanah suku Iraturu menuntut royalti dariperusahaan, sementara kampanye terhadapketerlibatan Marubeni dalam perusakanhutan bakau terus berlanjut di Jepang (10).Perusahaan itu diperintahkan untukmenghentikan kegiatannya dan didenda olehMenteri Kehutanan karena pembalakan liar(11).

    Perusahaan minyak Amerika Serikat Conocoakan melakukan pengeboran sumur minyakyang konon terbesar di Papua di daerahKepala Burung sesuai dengan perjanjian bagihasil dengan perusahaan minyak negaraPertamina (8).

    Pengapalan pertama ke Jepang tepung saguyang diproduksi oleh Sagindo Sari Lestarimelalui kegiatannya di Teluk Bintuni.Perusahaan itu mengumumkan rencanauntuk mendatangkan 200 keluargatransmigran untuk memenuhi kebutuhantenaga kerja. (9).

    Freeport melakukan negosiasi untukmemperluas kawasan kontrak menjadi 20kali lebih besar dari luas awalnya. (10).Ornop Indonesia SKEPHI melaporkan bahwa77 pemegang HPH sudah mendapatkan 12,9juta hektare dan mengatakan bahwa 70%dari hutan Papua seluas 41,8 juta hektaretelah dialokasikan untuk berbagai jeniseksploitasi (penebangan hutan, pembangunanwaduk, lokasi transmigrasi, perkebunan,pertambangan dan minyak) (10).

    PT Yapen Utama Timber siapmenghancurkan hutan perawan Pulau Yapendan penghidupan masyarakat di pulau itu(10).

    Pemerintah memberikan lampu hijau kepada19 pabrik bubur kayu baru, empat diantaranya berada di Papua (11).

    2009: Komitmen perubahan iklim BP untukproyek Tangguh dicermati lebih dekatseiring dengan akan beroperasinya proyekgas itu. Sekitar 3 juta ton karbon dioksidaakan dilepaskan per tahun, menurutdokumen AMDAL (80-81).

    Freeport men