studi kelayakan bisnis

of 51 /51
STUDI KELAYAKAN BISNIS PROYEK CATERING BOX I. Latar Belakang Permintaan atas produk catering box cukup tinggi khususnya di daerah perkantoran dan pasar swalayan. Selain konsumen dapat menghemat waktu dan tenaga, mereka juga dapat menghemat uang untuk makan siangnya. Karena biasanya tempat makan siang di lokasi perkantoran atau pertokoan di pusat bisnis harganya cukup mahal. Sedangkan untuk harga yang lebih terjangkau lokasinya agak jauh. Jadi akan lebih praktis untuk menggunakan jasa “Catering Box”. Usaha catering Box yang dimaksud disini adalah usaha paket masakan/makanan yang diperuntukan bagi karyawan perkantoran atau pertokoan di pusat bisnis. Bisnis ini merupakan usaha dengan permintaan efektif, yakni membuat paket makanan berdasarkan jumlah permintaan pelanggan, sehingga tingkat resikonya sangat rendah. Pada kesempatan ini, kami mendapat tawaran dari rekan kami yang kebetulan bekerja sebagai pengelola suatu gedung perkantoran. Kami diminta untuk menyediakan catering box untuk makan siang karyawan di perkantoran tersebut. II. PEMRAKARSA Dengan latar belakang diatas, maka saya bernama Santi Damayanti merencanakan untuk membangun usaha Catering Box tersebut. Dimana saya telah mempunyai pengalaman dalam pengelolaan usaha Catering Box dan saya sudah pernah kerja diperusahaan catering + 5 tahun. Sehingga saya cukup mengerti mengenai seluk beluk dan operasional usaha tersebut. Lebih detail tentang rencana usaha tersebut dapat lebih lanjut proposal ini. III. KEPEMILIKAN USAHA

Upload: abdi-zentra-aorna-manik

Post on 15-Apr-2017

308 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Page 1: Studi Kelayakan Bisnis

STUDI KELAYAKAN BISNISPROYEKCATERING BOX

I.   Latar Belakang

Permintaan atas produk catering box cukup tinggi khususnya di daerah perkantoran dan pasar swalayan. Selain konsumen dapat menghemat waktu dan tenaga, mereka juga dapat menghemat uang untuk makan siangnya. Karena biasanya tempat makan siang di lokasi perkantoran atau pertokoan di pusat bisnis harganya cukup mahal. Sedangkan untuk harga yang lebih terjangkau lokasinya agak jauh. Jadi akan lebih praktis untuk menggunakan jasa “Catering Box”.

Usaha catering Box yang dimaksud disini adalah usaha paket masakan/makanan yang diperuntukan bagi karyawan perkantoran atau pertokoan di pusat bisnis. Bisnis ini merupakan usaha dengan permintaan efektif, yakni membuat paket makanan berdasarkan jumlah permintaan pelanggan, sehingga tingkat resikonya sangat rendah.

Pada kesempatan ini, kami mendapat tawaran dari rekan kami yang kebetulan bekerja sebagai pengelola suatu gedung perkantoran. Kami diminta untuk menyediakan catering box untuk makan siang karyawan di perkantoran tersebut.

 

II.  PEMRAKARSA

Dengan latar belakang diatas, maka saya bernama Santi Damayanti merencanakan untuk membangun usaha Catering Box tersebut. Dimana saya telah mempunyai pengalaman dalam pengelolaan usaha Catering Box dan saya sudah pernah kerja diperusahaan catering + 5 tahun. Sehingga saya cukup mengerti mengenai seluk beluk dan operasional usaha tersebut. Lebih detail tentang rencana usaha tersebut dapat lebih lanjut proposal ini.

III. KEPEMILIKAN USAHA

Proyek Catering Box ini merupakan usaha perorangan dimana pengurus usaha adalah anggota-anggota keluarga terdekat, yaitu:

Pemilik / Pimpinan Usaha       : Santi Damayanti

Pengurus Harian                      : Widi

Total jumlah Karyawan: 7 orang

 

Page 2: Studi Kelayakan Bisnis

Riwayat hidup pemilik, saat ini saya masih bekerja sebagai karyawan pada sebuah perusahaan catering, sedangkan yang menjalankan usaha saya adalah saudara saya. Untuk lebih jelas tentang Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.

MODAL USAHA

 

Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 39.875.000 (Tiga puluh sembilan juta delpan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

Surat-surat Izin

Photo Copy surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dilampirkan dalam proposal ini adalah:

-          Surat izin Domisili

-          SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)

-          TDP (Tanda Dartar Perusahaan)

-          NPWP (Nomor Pokok Wajik Pajak)

-          Sertifikat tanah, Hak milik – Rumah pribadi

-          IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

-          Surat Kawin

-          Kartu keluarga

-          Kartu tanda penduduk (KTP)

IV.  Pemasaran

Produk dan Segmentasi

Produk usaha ini adalah lunch catering (katering makan siang), segmentasinya adalah karyawan diperkantoran.

Permintaan

Dari informasi yang kami dapat dari pengelola gedung tersebut bahwa jumlah karyawan di gedung itu lebih dari 2000 orang. Sedangkan yang berminat untuk paket catering sementara ini berjumlah + 150 orang. Dan akan bertambah terus peminatnya jika paket makanan kami sesuai

Page 3: Studi Kelayakan Bisnis

dengan selera mereka.dan diperkirakan dalam 3 – 4 bulan penjualan akan mencapai 500 box/hari (11.000 box/bulan). Pengelola tersebut meminta komisi 5% dari total penjualan, dan harga paket makanan Rp.8.500 dengan 3 macam menu makanan, yaitu: Nasi, ayam/daging,/telor, sayur 2 macam dan buah-buahan.

Harga Pokok

Harga pokok Catering Box adalah:

No Nama ProdukHarga

Rp / kg1

2

3

4

5

Nasi

Ayam/Daging /Telor

Sayur -1

Sayur -2

Buah-buahan

1.000

2.000

250

250

500Total 4.000

 

Pesaing

Usaha ini tidak ada pesaing di gedung tersebut, karena telah memiliki kontrak penjualan, disamping itu pemilik gedung dan pengelolanya masih ada hubungan keluarga.

Strategi Pemasaran:

Dalam rencana untuk mengembangkan usaha ini. Kami memilih lokasi usaha dekat dengan gedung tersebut alasannya adalah:

-          Lebih dekat dengan pasar, karena daerah tersebut merupakan daerah perkantoran sehingga kami lebih mudah untuk memasarkan produk kami ke tempat lain.

-          Agar kami lebih mudah mengantar produk tersebut kelangganan kami

V. Teknis

Lokasi Usaha:

Tempat usaha ini berlokasi dekat dengan lokasi gedung tersebut, dengan jarak + 1 km. Alamat Jl. ……………

Page 4: Studi Kelayakan Bisnis

 

 

Barang Investasi:

- Kontrak Rumah 1 tahun

- Kompor Gas 2 unit

- Perlatan memasak lainnya

- Kulkas

- Box catering 500 unit

- Mobil Minibus

- Motor

 

 

VI.  Keuangan

Total biaya pembangunan Catering Box tersebut sebesar Rp 88.000.000, dengan rincian sebagai berikut

Barang Investasi:

- Kontrak Rumah 1 tahun                                           Rp   25.000.000

- Kompor Gas 2 unit                                                   Rp     2.000.000

- Peralatan memasak lainnya                                       Rp     1.500.000

- Kulkas                                                                       Rp     3.000.000

- Box catering 500 Unit x Rp 7.500                           Rp     3.750.000

- Mobil (minibus second) I unit                                  Rp    30.000.000

- Motor I unit                                                              Rp    12.000.000

- lain-lain                                                                     Rp     2.500.000

Page 5: Studi Kelayakan Bisnis

Total                                       Rp   79.750.000

1.    Modal Kerja (Pembelian beras, Bumbu, dll)          Rp.       8,250.000

Grand Total                           RP 394.195.000

Sumber Dana InvestasiKebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:

Modal sendiri

- Investasi                                            Rp   39.875.000

Kredit Bank

- Investasi                                            Rp    39.875.000

- Modal Kerja                                      RP           8.250.000

Total               Rp   48.125.000

Grand Total                           Rp   88.000.000Pembayaran Kredit Investasi

Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan pertama (sebulan setelah pinjaman diterima), serta selanjutnya setiap 1 bulan sekali, selama 12 bulan. (lebih ditail dapat dilihat pada table dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

BulanPokok Kredit

(Rp)

Bunga Kredit

(Rp)

Total

(Rp)Bulan-1 4.010 000 798.000 4.808.000Bulan-2 4.010 000 882.000 4.892.000Bulan-3 4.010 000 802.000 4.812.000Bulan-4 4.010 000 722.000 4.732.000Bulan-5 4.010 000 642.000 4.652.000Bulan-6 4.010 000 562.000 4.572.000Bulan-7 4.010 000 481.000 4.491.000

Page 6: Studi Kelayakan Bisnis

Bulan-8 4.010 000 401.000 04.411.00Bulan-9 4.010 000 321.000 4.331.000Bulan-10 4.010 000 241.000 4.251.000Bulan-11 4.010 000 161.000 4.171.000Bulan-12 4.015 000 80.000 4.095.000

 

Proyeksi Laba Rugi

Pada bulan operasi pertama diperkirakan usaha air isi ulang sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3.078.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 11.958.000, Akumulasi keuntungan dalam satu tahun adalah Rp 351.949.000 Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03

Analisa Investasi

Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:

1.      Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.

Payback Period usaha ini adalah + 5 Bulan.

2.      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

IRR dalam 12 bulan adalah 23,69%.

Rasio Keuangan

Metode yang digunakan adalah:

Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.

Bulan LikuiditasBulan -1

Bulan -2

Bulan -3

23.70%

53.71%

121.66%

Page 7: Studi Kelayakan Bisnis

Bulan -4

Bulan -5

Bulan -6

Bulan -7

Bulan -8

Bulan -9

Bulan -10

Bulan -11

Bulan -12

241.77%

396.48%

603.08%

892.69%

1327.57%

2052.92%

3504.15%

7856.25%

0

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

Profitabilitas

Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

 

Bulan ROI ROEBulan -1

Bulan -2

Bulan -3

Bulan -4

Bulan -5

Bulan -6

Bulan -7

4,61%

16,05%

31,65%

48,99%

51,88%

55,13%

58,82%

7,72%

29,99%

58,29%

86,60%

86,80%

87,00%

87,20%

Page 8: Studi Kelayakan Bisnis

Bulan -8

Bulan -9

Bulan -10

Bulan -11

Bulan -12

63,04%

67,91%

73,60%

80,32%

88,41%

87,40%

87,60%

87,81%

88,01%

88,21%

Terlihat ROI dan ROE pada awal bulan sudah lebih dari suku bunga bank dan makin meningkat setiap yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05.

V.    Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan rumah pribadi saya.

Penutup

Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.

Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

 

Terimakasih atas kerja samanya.

 

 

 

 

Hormat Kami

Page 9: Studi Kelayakan Bisnis

Proposal Usaha "Keripik Pisang"

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Kondisi Ekonomi di jaman sekarang sedang dalam keadaan krisis ekonomi, krisis ekonomi yang

sedang terjadi pada saat ini sangat berpengaruh pada segi kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga

masyarakat sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga mengakibatkan

rendahnya kehidupan ekonomi masyarakat dan itu sangat memprihatinkan. Selain itu dimana produksi

perusahaan - perusahaan besar pun ikut menurun, banyak pula perusahaan - perusahaan yang berhenti

berproduksi karena perusahaan tersebut juga tidak bisa lagi memproduksi dalam jumlah besar dan

perusahaan banyak yang mengalami gulung tikar / kebangkrutan sehingga mengakibatkan penghentian

karyawan - karyawan / yang lazim disebut PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sehingga menambah angka

pengangguran dimana - mana semakin banyak dan khususnya di daerah saya sendiri karena sulitnya

untuk mencari pekerjaan lagi.

Mengingat pentingnya perubahan ekonomi masyarakat di jaman sekarang ini, maka masyaraka di

tuntut agar lebih semangat dan berusaha lagi untuk mencapai suatu pekerjaan dan mengalami

perubahan yang lebih baik demi memenuhi kehidupan sendiri, keluarga, maupun untuk membantu

Page 10: Studi Kelayakan Bisnis

orang lain yang mengalami kesusahan. Bukan hanya faktor tersebut saja melainkan juga masyarakat

sekarang ini harus lebih kreatif lagi dalam mencari pekerjaan.

Page 11: Studi Kelayakan Bisnis

Lingkungan saya merupakan daerah yang agraris, masih banyak lahan pertanian dan lahan

pertanian tersebut banyak digunakan untuk menanam pohon pisang karena kondisi tanah tersebut

sangat cocok sekali untuk penanaman pohon pisang, namun pisang bukanlah kebutuhan pokok di

daerah saya maka ketika mereka panen mereka kebingungan akan menjual pisang ini kemana, saya

semakin prihatin dengan kondisi seperti itu, karena itu merupakan satu - satunya lahan pertanian yang

bisa mereka jadikan sebagai mata pencahariannya.

Dengan melihat kondisi seperti itu saya akan membuat sebuah usaha yang pastinya dapat

membantu kesulitan - kesulitan yang sedang terjadi di daerah saya yaitu dengan membantu masyarakat

yang mempunyai lahan pertanian pohon pisang dan juga membantu masyarakat yang tidak mempunyai

pekerjaan. Saya akan membuat keripik pisang, dengan seperti itu para petani yang menanam pohon

pisang tidak akan lagi kebingungan untuk menjual hasil panennya dan dengan saya membuat keripik

pisang ini saya juga dapat menarik tenaga kerja sehingga angka pengangguran dapat berkurang.

Pada saat ini banyak orang yang serba ingin praktis dalam makanan. Maka dari itu saya akan

membuat keripik pisang ini dengan pembuatan yang berbeda agar orang yang menyukai makanan ini

tidak merasa bosan karena banyaknya kalangan masyarakat yang menyukai cemilan ini, maka saya akan

berusaha memberikan kualitas dan mutu yang baik yang harganya relatif murah bagi semua kalangan

masyarakat.

Page 12: Studi Kelayakan Bisnis

2. Alasan

Pisang merupakan tumbuhan tropis yang biasa hidup di dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Sehingga banyak terdapat di berbagai daerah dan mudah mendapatkannya. Keripik pisang merupakan

salah satu makanan jajanan yang sangat disukai oleh masyarakat. Cara pembuatannya sangat sederhana

dan mudah dikerjakan oleh siapa pun. Dari pemahaman akan dunia usaha, sangat diharapkan produk

yang sebaiknya dihasilkan untuk dapat bersaing dan diterima oleh kalangan masyarakat. Oleh karena itu,

saya lebih memilih usaha untuk pengolahan keripik pisang. Karena usaha ini terbilang mudah dan cepat

di terima oleh masyarakat. Karena keripik pisang sudah tidak asing lagi menjadi makanan ringan yang

gurih dan enak ini di kalangan masyarakat, sehingga orang pun tak akan bosan untuk terus mencoba

keripik pisang. Dari produk keripik pisang ini, saya akan menjamin kualitas produk ini. Dari kualitas ini

saya dapat melihat bagus atau tidaknya keberhasilan dalam pengenalan wirausaha dari produk ini.

Nantinya produk yang dihasilkan dapat menjadi produk yang berkembang dalam lingkungan masyarakat.

Bukan hanya itu saja, saya juga melihat bahwa dalam proses pembuatan keripik pisang ini

sangatlah mudah maka semua kalangan masyarakat pasti bisa membuatnya, dengan seperti itu saya

tidak akan kesulitan dalam mencari tenaga kerja untuk membantu saya dalam proses pembuatan keripik

pisang ini.

Karena pisang merupakan bahan utuma dalam pembuatan keripik pisang ini maka saya akan

memilih kualitas dan mutu pisang yang baik. Dalam pembuatannya pun mudah dan sederhana sehingga

tidak mengurangi kualitas dan mutu produk. Selain itu juga saya akan melakukan pengemasan pada

keripik pisang yang sudah di produksi dengan kemasan yang sederhana tetapi tidak mengurangi nilai

dan rasa dari keripik pisang ini. Keripik pisang dapat menjadi salah satu alternanif makanan ringan yang

praktis, dan hemat.

Page 13: Studi Kelayakan Bisnis

Adapun tujuan saya di dalam membuat usaha (makanan) ini adalah :

1. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi

2. Untuk menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

3. Dapat membantu para petani yang menanam pohon pisang

4. Memasarkan produk hasil olahan kepada masyarakat sekitar

5. Memperkenalkan hasil olahan sendiri agar masyarakat mengetahui bahwa keripik pisang ini

mempunyai nilai cita rasa yang tinggi.

Page 14: Studi Kelayakan Bisnis

BAB II

PERENCANAAN PEMASARAN

1. Target Pasar

Semua proses produksi telah dilakukan, dari mulai pemilihan pisang yang baik sampai kepada

packing, kemudian yang akan saya lakukan yaitu mencari target pasar. Dalam memulai usaha apapun,

maka yang harus diketahui adalah peluang pasar yang dapat menerima produk saya ini. Target pasar

sudah merupakan kunci penting dalam proses pemasaran karena pemasaran akan berjalan dengan

lancar apabila sudah mendapatkan target pasar yang kita inginkan.

Sistem pemasaran saya akan mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing saya dan

sejauh mana kemampuan saya untuk bersaing dengan mereka dalam segala aspek, baik itu dari sisi

harga, pelayanan maupun kualitas yang saya berikan kepada para konsumen. Saya akan mensurvei dan

meneliti pesaing - pesaing saya bagaimana caranya membuat keripik pisang ini agar berbeda dengan

keripik pisang lainnya yang sudah beredar di pasaran. Bukan hanya rasanya saja yang berbeda namun

saya akan membuat keripik pisang ini berbeda dari segi packing, dan cara pemasarannya juga, yang pasti

akan lebih unik dari pada yang lainnya, dengan seperti itu para konsumen tidak akan mengalami yang

namanya kejenuhan dalam mengkonsumsi makanan ini.

Page 15: Studi Kelayakan Bisnis

Saya akan menjual keripik pisang ini di tempat yang cukup ramai, yang banyak dikenal dan dilalui

banyak orang, dengan seperti itu maka keripik saya ini akan lebih cepat dikenal banyak lapisan

masyarakat.

Page 16: Studi Kelayakan Bisnis

2. Promosi

Promosi makanan yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar, sekolah, kampus,

kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan barang dagangan. Berikut ini

adalah beberapa cara promosi makanan yang akan saya lakukan :

1. Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan yang saya

jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau sering disebut delivery.

2. Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu dengan

pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.

3. Melalui internet cara ini efektif walau tak semua orang memakai internet tapi cara ini cukup

memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak membuka internet

seperti facebook, twetter, yahoo, google dan lain - lain, tak ada salahnya bila dicoba.

4. Melalui iklan radio, cara ini cukup lumayan walau tak ada gambar visual yang dapat terlihat tapi

setidaknya pesannya dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Page 17: Studi Kelayakan Bisnis

3. Tips Pemasaran

Tips sukses berdagang

1. Tetapkan impian (carilah impian yang sesuai dengan hobi dan kemampuan) atau menjual produk sesuai

dengan kebutuhan pasar, diperlukan riset dahulu dengan membaca koran atau membuka buka internet.

2. Cari tahu tentang bisnis itu (bahan baku, pemasaran, cara produksi)

3. Turun ke lapangan dan perkenalkan produk

4. Cari pengusaha yang sukses di bidang sejenis untuk sharing informasi

5. Buat merek-logo produk

6. Silaturahim dengan Dinas, Departemen, Kementrian terkait. Serahkan kartu nama, foto produk, dan

company profile

7. Bermitra dengan BUMN atau perusahaan swasta yang sudah memiliki manajemen, usaha berjalan

minimal 2 tahun dan sertakan proposal.

8. Perbaiki diri, perkuat branding, tingkatkan pelayanan, profesional, dan perluas pemasaran

9. Berdoa dan bersedekah, ini adalah kunci sukses yang sering di lupakan orang

Page 18: Studi Kelayakan Bisnis

SWOT

Strengths (Kekuatan)

- Harga keripik pisang ini cukup terjangkau oleh kalangan masyarakat

- Kualitas dari keripik pisang ini sangat terjamin, karena dalam proses pembuatannya diutamakan

kebersihan dan untuk kesehatan.

- Tersedia kemasan berbagai ukuran

- Keripik pisang ini mempunyai rasa yang gurih dan enak

- Keripik pisang dapat menjadi salah satu alternanif makanan ringan yang praktis, dan hemat.

Weakness (Kelemahan)

- Bahan baku keripik pisang yang mudah rusak

- Keripik pisang akan mudah rusak jika penyimpanan yang dilakukan sembarangan atau ditumpuk

Opportunity (Peluang)

- Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah saya untuk memasarkan produk.

- Permintaan pasar yang semakin meningkat

Threats (Ancaman)

- Jumlah kompetitor yang terus meningkat

- Munculnya produk baru yang lebih unggul

- Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas

Page 19: Studi Kelayakan Bisnis

BAB III

PROSES PEMBUATAN

Proses pembuatan keripik pisang ini cukup mudah dan sederhana, dalam proses pembuatannya

dibutuhkan alat - alat dan bahan - bahan. Setelah alat dan bahannya telah siap maka proses

pembuatannya pun dapat dilakukan. Alat - alat dan bahan - bahan pembuatan keripik pisang ini

sederhana dan mudah didapatkan, tak lupa juga proses pembuatan keripik pisang ini mudah dan

sederhana sehingga hampir semua lapisan masyarakat dapat membuatnya.

1. Alat dan Bahan

Alat - alat yang digunakan dalam proses pembuatan keripik pisang ini diantaranya adalah :

- Penggorengan (wajan) dan perlengkapan penggorengan lainnya digunakan untuk dalam proses

penggorengan.

- Parutan pisang atau pisau digunakan untuk memotong pisang

- Tungku, penggunaan tungku karena agar dalam proses penggorengan dapat menghasilkan panas api

yang cukup, karena jika menggunakan kompor gas bukan hanya karena boros saja melainkan api yang

dihasilkannya pun kurang.

Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan keripik pisang ini adalah :

Page 20: Studi Kelayakan Bisnis

- Pisang, secara umum pisang yang sering digunakan dalam pembuatan keripik pisang ini yaitu pisang

nangka, karena pisang nangka apabila digoreng pisangnya dapat kering disbanding dengan pisang -

pisang lainnya.

- Minyak goreng,

- Garam.

Page 21: Studi Kelayakan Bisnis

2. Langkah - Langkah atau Proses Pengolahan

Langkah awal saya yaitu memilih pisang yang muda untuk dijadikan produk. Kemudian, garam

dicampurkan menjadi ke dalam wajan atau loyang yang berisi air bersih, lalu diaduk sampai tercampur

merata. Selanjutnya, pisang tersebut dikupas, diiris tipis - tipis dan dimasukkan ke dalam loyang yang

berisi larutan tadi. Setelah itu, pisang diangkat dari larutan dan dimasukkan ke dalam penggorengan

yang berisi minyak goreng, tetapi sebelum dimasukkan pastikan dulu minyak goreng telah panas. Selama

di dalam penggorengan, pisang diaduk - aduk atau digerak - gerakkan agar semuanya merata. Apabila

sudah kekuning - kuningan, pisang dapat diangkat dari penggorengan dan ditiriskan dalam beberapa

menit. Tunggu hingga dingin, kemudian dikemas didalam kantong plastik dan keripik pisang pun siap

untuk dijual / dipasarkan.

Itulah proses pembuatan keriping pisang, mudah dan sederhana, tidak memrlukan bahan atau alat

yang rumit. Tetapi dapat menghasilkan kerepik pisang yang enak dan gurih.

Page 22: Studi Kelayakan Bisnis

BAB IV

PERENCANAAN BISNIS

Dalam berwirausaha tujuan yang paling utama ialah memperoleh keuntungan. Keuntungan di

sini tergantung pada apa yang kita hasilkan dan bagaimana cara menjual produk tersebut. Dalam sehari

saya dapat menghasilkan dan menjual keripik pisang ini sebanyak 30kg dengan membutuhkan bahan

baku yaitu pisang sebanyak 50 kg, selain pisang yang sebagai bahan baku dari pembuatan keripik pisang

ini dibutuhkan juga minyak untuk melakukan proses penggorengan dan yang dibutuhkan sebanyak 15

kg, agar rasa keripik pisang ini gurih, renyah dan enak maka dalam proses pembuatannya dibutuhkan

bumbu – bumbu sebagai penyedap rasa dalam keripik pisang ini.

Dalam proses pembuatannya juga saya membutuhkan 3 orang sebagai tenaga kerja untuk

membantu saya dalam memproduksi keripik pisang ini, dan setelah keripik pisang ini matang maka

langkah selanjutnya adalah pengemasan maka saya membutuhkan kemasan untuk mengemas keripik

pisang ini sebagai biaya pembungkus, setelah semuanya sudah siap maka keripik pisang tersebut tinggal

dipasarkan / dijual, dengan itu maka saya membutuhkan biaya transportasi.

Page 23: Studi Kelayakan Bisnis

Adapun harga - harga dari bahan - bahan pembuatan keripik pisang dan biaya - biaya yang akan

keluar dalam produksi keripik pisang ini yaitu :

- Pisang Rp. 4.000 / kg

- Minyak Rp. 10.500 / kg

- Bumbu Rp. 10.000

- Tenaga kerja Rp. 20.000 / orang

- Biaya pembungkus Rp. 10.000

- Biaya transportasi Rp. 10.000

- Lain - lain Rp. 10.000

Adapun perhitungan rugi / laba selama proses produksi hingga proses pemasaran keripik pisang

ini, dari mulai modal 1 hari, 1 minggu hingga 1 bulan dan laba yang diperoleh selama 1 hari, 1 minggu

hingga 1 bulan yaitu sebagai berikut :

- Pisang 50 kg X Rp. 4.000 = Rp. 200.000

- Minyak 15 kg X Rp. 10.500 = Rp. 157.500

- Bumbu Rp. 20.000

- Tenaga kerja 3 X Rp. 20.000 = Rp. 60.000

- Biaya pembungkus Rp. 10.000

Page 24: Studi Kelayakan Bisnis

- Biaya transportasi Rp. 10.000

- Lain - lain Rp. 20.000 +

Rp. 477.500

Page 25: Studi Kelayakan Bisnis

Harga jual keripik pisang ini Rp. 20.000 / kg

Maka dalam sehari : 30 X Rp. 20.000 = Rp.600.000

Jadi labanya : harga jual – modal

600.000 – 477.500 = Rp. 122.500 / hari

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

• Modal

- Modal dalam 1 hari Rp. 477.500

- Modal dalam 1 minggu Rp. 3. 342.500

- Modal dalam 1 bulan Rp. 14.325.000

• Laba

- Laba dalam 1 hari Rp. 122.500

- Laba dalam 1 minggu Rp. 857.500

- Laba dalam 1 bulan Rp. 3.675.000

Page 26: Studi Kelayakan Bisnis

PROPOSAL

MEMBUKA USAHA KECIL

USAHA MEMBUAT KRIPIK TALAS

A.    LATAR BELAKANGDi zaman era globalisasi ini banyak hal – hal yang instan, tidak terkecuali makanan . Hal

inilah yang cenderung menurunkan kualitas makanan . banyaknya makanan – makanan instan

menyebabkan beberapa makanan tradisional sering terabaikan dan menurun jumlahnya di

pasaran, sehingga menyebabkan para pembuat makanan tradisional merugi.

Adanya persaingan yang cukup ketat dalam pasar makanan tidak menyurutkan langkah saya

untuk mencoba memproduksi suatu makanan tradisional yang tidak kalah menarik dengan

makanan instan ,dan tentunya mampu bersaing dalam pasar makanan , “kripik talas” jenis usaha

yang akan saya jalankan ini akan di modifikasi dari bentuk maupun rasa sehingga mampu

menghasilkan makanan yang berkualitas dan menarik. Adapun makanan ini saya beri nama

“KRIPIK TALAS CITRA BANGSA”. Kenapa??? Karna berhubungan saya masih sekolah di SMK

yang benama SMK CITRA BANGSA dan menurut saya namanya cukup itu unik.

B.     VISI USAHAMemperkenalkan dan mempertahankan kualitas produk makanan Indonesia “kripik

talas” yang mampu menjadi makanan yang berkualitas, menarik dan diterima oleh kalangan

masyarakat sebagai makanan cepat saji atau cemilan.

C.    MISI USAHAAdapun misi yang saya terapkan adalah :

Memperkenalkan produk pada masyarakat luas

Memberikan kepuasan pada pelanggan

Memanfaatkan bahan baku utama ,talas sehingga menjadi makanan yang berkualitas

Mencari keuntungan dari modal yang kecil

Page 27: Studi Kelayakan Bisnis

Selain ingin mendapatkan keuntungan saya ingin mendapatkan berkah dalam usaha ini.

Di balik ”berbisnis juga beramal”.

D.    ANALISA PELUANG USAHASemua proses produksi telah dilakukan, dari mulai pemilihan talas yang baik sampai

kepada packing, kemudian yang akan saya lakukan yaitu mencari peluang usaha. Dalam

memulai usaha apapun, maka yang harus diketahui adalah peluang pasar yang dapat menerima

produk saya ini. Peluang usaha sudah merupakan kunci penting dalam proses pemasaran karena

pemasaran akan berjalan dengan lancar apabila sudah mendapatkan peluang usaha yang kita

inginkan.

Sistem pemasaran saya akan mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing saya

dan sejauh mana kemampuan saya untuk bersaing dengan mereka dalam segala aspek, baik itu

dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas yang saya berikan kepada para konsumen. Saya akan

mensurvei dan meneliti pesaing - pesaing saya bagaimana caranya membuat keripik pisang ini

agar berbeda dengan keripik talaslainnya yang sudah beredar di pasaran. Bukan hanya rasanya

saja yang berbeda namun saya akan membuat keripik pisang ini berbeda dari segi packing, dan

cara pemasarannya juga, yang pasti akan lebih unik dari pada yang lainnya, dengan seperti itu

para konsumen tidak akan mengalami yang namanya kejenuhan dalam mengkonsumsi makanan

ini.

Saya akan menjual keripik pisang ini di tempat yang cukup ramai, yang banyak dikenal dan

dilalui banyak orang, dengan seperti itu maka keripik saya ini akan lebih cepat dikenal banyak

lapisan masyarakat.

Apabila kita lihat dari analisa sistem SWOT seperti hal berikut :

SWOT

  Strengths (Kekuatan)

  Harga keripik talas ini cukup terjangkau oleh kalangan masyarakat.

  Kualitas dari keripik talas ini sangat terjamin, karena dalam proses pembuatannya diutamakan

kebersihan dan untuk kesehatan.

  Keripik talas ini mempunyai rasa yang gurih dan enak.

  Rasa yang bervariasi memancing minat pembeli.

  Keripik talas dapat menjadi salah satu alternanif makanan ringan yang praktis, dan hemat.

  Weakness (Kelemahan)

Page 28: Studi Kelayakan Bisnis

  Talas masih dipandang sebelah mata dan tidak banyak orang yang mengenal sehingga diperlukan

promosi- promosi.

  Minimnya modal untuk tenaga kerja sehingga ,sehingga bahan yang di produksi kurang banyak.

  Bahan baku keripik talas yang mudah rusak.

  Keripik talas akan mudah rusak jika penyimpanan yang dilakukan sembarangan atau ditumpuk.

  Opportunity (Peluang)

  Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah saya untuk memasarkan

produk.

  Permintaan pasar yang semakin meningkat.

  Banayk diminati setiap orang dari mulai anak-anak, dewasa, maupun orang tua.

  Threats (Ancaman)

  Jumlah kompetitor yang terus meningkat.

  Munculnya produk baru yang lebih unggul.

  Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas.

Jenis usaha yang saya jalankan ini termasuk usaha rumahan,yang mampu bersaing dengan

usaha snack modern,karena usaha saya ini telah saya modifikasi dari tampilan maupun rasa.

Cara pembuatan secara garis besar:

1. Kupas talas

2. Iris tipis dengan bentuk menarik

3. Rendam isisan talas dalam air yang sudah di campur kapur sirih dan garam

4. Panaskan minyak yang cukup banyak

5. Goreng talas hngga kering dan matang

6. Angkat dan tiriskan

1.Penilaian Terhadap Pasar

Pelanggan

Page 29: Studi Kelayakan Bisnis

Dalam hal ini konsumen terdiri dari berbagai tingkat kalangan ekonomi baik dari tingkat

bawah, menengah dan atas. Karena makanan ringan merupakan makanan yang banyak diminati

orang dan dalam hal harga dapat dijangkau semua kalangan.

Jumlah Produk yang di Jual

Dalam jumlah produk yang dijual, saya memprediksi jumlah produk yang terjual 70

bungkus/hari.

Anak-anak 35%

Remaja 30%

Ibu-ibu 20%

Bapak-bapak 15%

Proyeksi Masa Depan dan Pesaing

Dalam hal proyeksi masa depan dan pesaing ada kekuatan dan kelemahan bagi saya maupun

pesaing.

E.     MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)Dilihat dari promosi makanan yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar,

sekolah, kampus, kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan barang

dagangan. Berikut ini adalah beberapa cara promosi makanan yang akan saya lakukan :

1. Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan

yang saya jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau sering

disebut delivery.

2. Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu dengan

pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.

3. Melalui internet cara ini efektif walau tak semua orang memakai internet tapi cara ini

cukup memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak

membuka internet seperti facebook, twetter, yahoo, google dan lain - lain, tak ada

salahnya bila dicoba.

Page 30: Studi Kelayakan Bisnis

4. Melalui iklan radio, cara ini cukup lumayan walau tak ada gambar visual yang dapat

terlihat tapi setidaknya pesannya dapat tersampaikan kepada masyarakat.

F.     PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL1. Modal lancar =Rp.500.0000 ,-per hari

Dalam satu bulan memproduksi 20 X jadi modal satu bulan adalah

Rp.500.000,- X 20 =Rp.10.000.000,-

2. Modal investasi

Peralatan produksi = Rp.1.000.000,-

3. Biaya Produksi

Satu hari produksi

Harga 1 kg talas Rp.4.000,-

Harga 1 kg minyak Rp10.000,-

Bahan baku Harga

Talas 70 kg

Minyak

Bumbu

Pembungkus

Promosi

Transport

Gaji karyawan 2 orang

Lain lain

Rp.280.000,-

Rp.100.000,-

Rp. 20.000,-

Rp. 10.000,-

Rp. 5.000,-(hanya bulan pertama)

Rp. 10.000,-

Rp.50.000,-

Rp.25.000,-

Jumlah Rp.500.000,-

4.Penetapan harga

Modal lancar x 150%

Rp.500.000,- x 150% = Rp.750.000,-

Page 31: Studi Kelayakan Bisnis

Kripik jumlah bungkus harga/bungkus total

Balado 25 Rp.11.000,- Rp.275.000,-

Pedas 25 Rp.11.000,- Rp.275.000,-

Original 20 Rp.10.000,- Rp.200.000,-

Jumlah Rp.750.000,-

G.    PEHITUNGAN RUGI/LABA

Modal lancar x 150%

Rp.500.000,- x 150% = Rp.750.000,-

Penjualan /bulan = 20 X Rp.750.000,- = Rp.15.000.000,-

Modal lancar = 20X Rp.500.000,- = Rp.10.000.000,- (-)

Rp. 5.000.000,-

Modal investasi = Rp. 1.000.000,- (-)

Laba bersih =Rp. 4.000.000,-H.    ANALISA KEUNTUNGAN

Untuk menganalisa keuntunagan baik buruknya suatu perusahaan atau maju mundurnya perusahaan yang kita jalani akan terlihat, namun saya menganalisis saya harus optimis kemungkinan besar keuntungan yang saya dapatkan dapat di lihat sebagai berikut :

Laba /bulanLaba /tahun Laba /5 tahun

= Rp. 4.000.000,-= Rp. 48.000.000,-= Rp 2.480.000.000,-

I.       KESIMPULANDari beberapa uraian sebelumnya kini penulis dapat menyimpulkan. Tujuan yang paling

utamanya adalah di balik Berbisnis juga beramal.Analisa peluang usaha, perhitungan modal dan penetapan harga jual, perhitungan

rugi/laba dan terakhir analisa keuntungan sangatlah penting dan berpengaruh terhadap baik buruknya suatu bisnis atau naik turunnya perusahaan yang kita jalani ini akan trlihat.

Demikianlah yang saya dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya.Amiiin,,,

Page 32: Studi Kelayakan Bisnis

PROPOSAL USAHA KERIPIK SINGKONG “KABAYAN” 

I.    PENDAHULUAN      1.1    Latar Belakang    Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan keluarga.Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong mulai diinovasikan berbagai varian rasa, seperti keripik singkong pedas dengan beberapa tingkatan level. http://aiirm59.blogspot.com. Meskipun trend tersebut belum lama dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen keripik singkong mulai beralih jalur dengan menambahkan ekstra pedas pada produk keripik yang diciptakannya.     Sejatinya, produk keripik singkong pedas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan level rasa pedas yang ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.     1.2    Tujuan Pengembangan Proyek    Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif, Kreatif, Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.    Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial, Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan, sementara Aspek sosial adalah sedikitnya untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

      1.3    Studi Kelayakan Proyek    Dari Pengamatan Langsung di lapangan, keripik singkong KABAYAN yang kami produksi sangat digemari oleh konsumen, terutama para remaja karena mempunyai rasa khas yang membedakan dengan produk serupa lainnya. Maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa singkong “KABAYAN”cukup laris dan memasyarakat serta dari segi Ekonomi layak untuk dijadikan Produk yang akan dipasarkan. Data tersebut juga ditunjang oleh data yang meningkat dari para distributor yang memesan langsung keripik singkong KABAYAN untuk dijual kembali.     Dengan mengambil Asumsi bahwa Produksi Keripik Singkong KABAYAN ini berjalan

Page 33: Studi Kelayakan Bisnis

dengan baik, dimana pada tahap awal branding dan penjualan produk kami langsung menarik konsumen dari segi kemasan maupun kualitas rasa dan bahannya.

II.    TARGET PASAR / KONSUMEN    Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Ini menjadikan sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Di samping itu, kami juga menyediakan varian rasa yang lain selain pedas level, seperti keripik singkong keju, keripik singkong original, keripik singkong nano – nano, keripik singkong balado, keripik singkong rasa rumupt laut, keripik singkong jaung manis, dan berbagai rasa lainnya, yang tentunya sangat renyah dan sedap untuk dijadikan sebagai makanan ringan atau camilan.

III.    MARKETING MIX      3.1    Penentuan Harga    Setelah menentukan target pasar atau positioning produk di pasaran, maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih terkenal adalah Marketing Mix.     Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada, dimana dalam hal ini Strategi Penentuan Harga, Produk/Merek, Promosi, dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada, sehingga dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi untuk keripik singkong yang kami produksi.    Untuk Keripik Singkong “Kabayan” sendiri dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah segmen menengah bawah, terutama untuk para remaja, maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive, untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah. Dan selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan untung, sehingga untuk menentukan harga keripik singkong “Kabayan” sudah dipertimbangkan supaya terjangkau oleh semua kalangan. 

     3.2    Penentuan Produk/Merek    Penentuan Merek produk kami dilakukan dengan memilih nama produk berdasarkan nama generic dari Produk tersebut, umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu. Begitu pun kami, nama KABAYAN sendiri sudah familiar di tengah masyakat luas, sehingga kami maksudkan supaya produk kami juga ikut cepat familiar di tengah kehidupan masyarakat. Label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya nama Genericnya saja.

     3.3    Promosi   Untuk Produk Keripik Singkong KABAYAN, Media Promosi yang pertama yang paling adalah membranding logo dan melakukan Promosi langsung ke konsumen, dimana konsumen disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa dan produk dari keripik singkong Kabayan dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain. Dalam melakukan Promosi selanjutnya ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari membuat

Page 34: Studi Kelayakan Bisnis

iklan dengan pamphlet – pamphlet, spanduk, sampai pada mempromosikannya melalui dunia maya, khususnya pada situs – situs jejaring social dan social group lainnya yang banyak dikunjungi masyarakat online.

     3.4    Distribusi/Tempat Penjualan    Untuk tujuan sebagai tempat penjualan produk keripik singokong KABAYAN ini adalah di semua pasar yang menjual makanan. Baik itu super market, pasar tradisional, toko, warung, maupun distributor yang menjualnya langsung pada konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Karena dengan cara demikian, maka keripik singkong yang diproduksi kami terdapat di berbagai sudut tempat yang sering dikunjungi oleh konsumen, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan membeli keripik singkong KABAYAN. selain itu, penjualan yang didasarkan pada banyaknya remaja juga sangat kami pertimbangkan dalam memilih tempat penjualan yang menjadi target kami. 

IV.    PERENCANAAN PERMODALAN      1.1.    Sumber-sumber permodalan    Sebagai sumber awal mula pendirian D’Maddy Distro yaitu dari pemilik distro sendiri. Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah perusahaan dalam bidang perdagangan

     1.2.    Analisa EkonomiAsumsi- Produksi skala rumah tangga- Dibantu oleh dua orang tenaga kerja

Modal awalMesin pengiris singkong (Slicer)                               Rp 4.500.000Mesin pengemas (Sealer)                                         Rp   500.000Peralatan menggoreng (wajan dan alat penirisnya)     Rp   300.000Kompor gas dan tabung 3 kg                                                                 Rp     300.000 Total                                                                      Rp 5.600.000

Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :- Mesin slicer : 1/60 x Rp 4.500.000,00                  Rp  75.000,00/bln- Mesin sealer : 1/36 x Rp 500.000,00                    Rp  13.900,00/bln- Penggorengan : 1/36 x Rp 300.000,00                  Rp    8.400,00/bln- Kompor gas : 1/36 x Rp 300.000,00                                     Rp       8.400,00/bln+ Total                                                                     Rp.105.700,00/bln

Biaya operasional per bulanBelanja bahan baku per hari :- Singkong (Rp 1.500,00/kg x 50 kg)                     Rp   75.000,00- Minyak goreng (Rp 13.000,00/kg x 20 kg)          Rp 260.000,00- Cabe                                                                                                                             Rp 250.000,00 + Total                                                                     Rp 585.000,00

Biaya belanja per bulan :

Page 35: Studi Kelayakan Bisnis

Rp 585.000,00 x 30 hari                                        Rp 17.550.000,00Plastik kemasan                                                     Rp   1.500.000,00Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x 15 tabung)                    Rp      262.500,00Gaji pegawai (2 orang x Rp 800.000,00)               Rp   1.600.000,00Biaya transportasi                                                  Rp   1.000.000,00Biaya penyusutan peralatan                                                                   Rp           105.700,00+ Total                                                                    Rp 22.018.200,00

Omset penjualan per bulanRata-rata penjualan produk Rp 1.000.000,00/hari :Perbulan         : Rp 1.000.000,00 x 30 hari = Rp 30.000.000,00

Laba bersih per bulan Rp 30.000.000,00 - Rp 22.018.200,00           Rp 7.981.800,00

V.    UJI PEMASARAN      5.1    Strategi Penjualan    Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi, pemasaran, dan tempat Penjualan. Strategi pemasaran yang kami lakukan yaitu :

Membranding produk atau memperkenalkan produk kripik singkong singkong yang kami produksi sebagai salah satu keripik singkong dengan cita rasa yang super ekstra pedas, juga dilengkapi berbagai varian rasa lainnya yang tak kalah sedap di lidah konsumen. Baik online maupun offline, kami secara aktif promosi keripik singkong. Dengan strategi ini, diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran bagi para konsumen, hingga pada akhirnya mereka mulai percaya untuk mencoba keripik singkong yang kami produksi.

Untuk memperluas jangkauan pasar, kami membuka sistem keagenan baik secara offline maupun online bagi para distributor makanan yang tertarik memasarkan produk keripik singkong kami. Dengan begitu tidak dibutuhkan tambahan biaya promosi, kami mendapatkan bantuan dari para agen untuk meningkatkan omset penjualan setiap bulannya.

Strategi promosi lainnya yang juga kami jalankan yaitu dengan cara mengikuti berbagai pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sering diadakan di daerah kami maupun di luar kota. Melalui pameran, kami bisa mengenalkan produk keripik singkong pedas kepada khalayak ramai, dan membuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha tersebut.

     Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting bagi kami adalah menjaga kualitas cita rasa pedas dan cita rasa khas Kripik Singkong KABAYAN dan menjamin kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor penentu kualitas keripik singkong “KABAYAN” yang kami tawarkan kepada para konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Dengan kualitas produk dan strategi pengemasan produk yang menarik. Hal ini sangat penting kami lakukan untuk menarik perhatian konsumen dan menjadi salah satu cara untuk membedakan produk kami dengan yang lain.

     5.2    Studi Hasil Penjualan   Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal maka hendaknya kami harus memasang

Page 36: Studi Kelayakan Bisnis

target penjualan. Target penjualan ini bisa ditentukan tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan. Toleransi untuk mengukur apakah penjualan produk keripik singkong “KABAYAN”  baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Presentase, misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal.     Namun demikian pada tahap pertama kami tidak memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kami jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

VI.    RISIKO      2.1.    Evaluasi tentang kelemahan Usaha (Analisis SWOT)Strength (Kekuatan)

1. Berpengalaman dalam kualitas rasa, disiplin kerja, kreatif dan inovatif2. Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan

3. Memiliki produk keripik singkong yang berkualitas dengan rasa yang khas yang sangat cocok di lidah konsumen

Weaknes (Kelemahan)Semakin sulit mendapatkan sumber bahan baku singkong yang berkualitas

Oportunity (Peluang)1. Dengan tetap menjaga mutu dan kualitas produk keripik singkong “Kabayan”, kami

yakin kami dapat bersaing walaupun harus bersaing dengan perusahaan atau industry lain yang skalanya lebih tinggi.

2. Saat ini dengan banyaknya penggemar keripik singkong terutama yang memiliki rasa khas dengan berbagai varian rasa yang unik, kami yakin perusahaan kami akan cepat maju untuk masa mendatang.

3. Keripik singkong merupakan penganan yang paling diminati oleh konsumen dan paling laku di pasaran.

Threaty (Ancaman)

Banyaknya dan munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi

perusahaan kami, dengan keunikan dan kekhasan perusahaan mereka sendiri.

       2.2.    Gambaran tentang Kendala Usaha Masa Kini 

    Kendala usaha yang kami temui dalam produksi keripik singkong pedas adalah sulitnya

mendapatkan persediaan bahan baku singkong dan cabe yang benar-benar berkualitas bagus.

Persediaannya yang kurang stabil membuat harga bahan baku tersebut cenderung naik turun,

sehingga kami harus pintar-pintar menyiasatinya tanpa harus menaikan harga jual produk ke

Page 37: Studi Kelayakan Bisnis

pasaran.

     Selain itu, kendala yang lainnya yaitu adanya persaingan pasar yang cukup ketat. Sekarang ini

jumlah produsen keripik singkong pedas sudah cukup banyak di pasaran, sehingga kami dituntut

untuk menghasilkan cita rasa yang lezat dan melengkapinya dengan kemasan yang bisa menarik

perhatian konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Namun, untuk hal itu, kami sudah menemukan

solusi yang tepat, mulai dari cita rasa yang menggugah lidah konsumen, hingga kemasan yang

apik dan unik sudah kami siapkan sebagai strategi pemasaran kami.

VII.    PENUTUP

      Dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus, kita tidak bisa dalam memulai

bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meski pun usaha tersebut berupa

usaha sampingan.

Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita

sendiri, dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan. Perhitungan

perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita

salah dalam perhitungan di awal maka yang terjadi adalah efek Berantai di mana kita akan terus

menerus mengalami kesalahan, sementara modal lama kelamaan tersedot habis

    Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih sukses

agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurang Dengan demikian kita akan

terhindar dari resiko yang lebih besar.

     Demikian proposal ini kami buat, semoga langkah ini dapat mengembangkan suatu bisnis,

khususnya bagi perusahaan kami dan untuk masyarakat luas pada umumnya. Semoga Allah

Page 38: Studi Kelayakan Bisnis

SWT memberikan berkat dan Rahmat-Nya bagi kita semua, sebelum dan sesudahnya kami

ucapkan terima kasih.