Student centered learning scl

Download Student centered learning scl

Post on 25-Dec-2014

498 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) PENGERTIAN SCL Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada pendidik menjadi pembelajaran yang berpusat pada anak didik diharapkan dapat mendorong anak didik untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Melalui proses pembelajaran dengan keterlibatan aktif anak didik ini berarti pendidik tidak mengambil hak anak untuk belajar dalam arti yang sesungguhnya. Dalam proses SCL, maka mahasiswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam , dan pada akhimya dapat meningkatkan mutu kualitas mahasiswa. Berikut ini beberapa pengertian SCL dari berbagai literature: Rogers (1983), SCL merupakan hasil dari transisis perpidahan kekuatan dalam proses pembelajaran, dari kekuatan dosen sebagai pakar menjadi kekuatan mahasiswa sebagai pembelajar. Perubahan ini terjadi setelah banyak harapan untuk memodifikasi atmosfer pembelajaran yang menyebabkan siswa menjadi pasif, bosan dan resisten. Kember (1997), SCL merupakan sebua kutub proses pembelajaran yang menekankan mahasiswa sebagai pembangun pengetahuan sedangkan kutub yang lain adalah dosen sebagai agen yang memberikan pengetahuan. Harden dan Crosby (2000), SCL menekankan pada Mahasiswa sebagai pembelajar dan apa yang dilakukan siswa untuk sukses dalam belajar dibanding dengan apa yang dilakukan oleh guru. Dari berbagai definisi tersebut dapat dipahami bahwa Student Centered Learning (SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Model pembelajaran ini berbeda dari model belajar Instructor-Centered Learning yang menekankan pada transfer pengetahuan dari guru ke murid yang relatif bersikap pasif. </li> <li> 2. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 Dalam menerapkan konsep Student-Centered Leaning, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. Dalam batas-batas tertentu mahasiswa dapat memilih sendiri apa yang akan dipelajarinya . Dengan anggapan bahwa tiap mahasiswa adalah individu yang unik, proses, materi dan metode belajar disesuaikan secara fleksibel dengan minat, bakat, kecepatan, gaya serta strategi belajar dari tiap peserta didik. Tersedianya pilihanpilihan bebas ini bertujuan untuk menggali motivasi intrinsik dari dalam dirinya sendiri untuk belajar sesuai dengan kebutuhannya secara individu, bukan kebutuhan yang diseragamkan.Sebagai ganti proses transfer ilmu pengetahuan, peserta didik lebih diarahkan untuk belajar ketrampilan Learn how to learn seperti problem solving, berpikir kritis dan reflektif serta ketrampilan untuk bekerja dalam tim. Gambar1. Contoh Pembelajaran </li> <li> 3. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 2. Karakteristik Pengajar dan Peserta disik dalam SCL Memulai pembelajaran dengan asumsi dasar bahwa semua mahasiswa dengan kondisinya masing-masing bersedia untuk belajar dan ingin melakukan dengan sebaik-baiknya, serta memiliki minat intrinsik untuk memperkaya kehidu-pannya. Pada SCL, ilmu pengetahuan tidak lagi dianggap statik tetapi dinamis dimana peserta didik secara aktif mengembangkan ketrampilan dan pengetahuannya artinya siswa secara aktif menerima pengetahuan tidak lagi pasif. Dengan demikian sangat mungkin nantinya siswa didik menjadi lebih pintar dari gurunya (tidak seperti film silat jaman dahulu dimana murid selalu kalah dari gurunya) apabila sang guru tidak aktif mengembangkan pengetahuannya. SCL tidak melupakan peran dosen, dalam SCL dosen masih memiliki peran seperti berikut : Bertindak sebagai fasilitator dan motivator dalam proses pembelajaran. Mengkaji kompetensi matakuliah yang perlu dikuasai mahasiswa di akhir pembelajaran Merancang strategi dan lingkungan pembelajaran dengan menyediakan berbagaipengalaman belajar yang diperlukan mahasiswa dalam rangka mencapai kompetensi yang dibebankan pada matakuliah yang diampu. Membantu mahasiswa mengakses informasi, menata dan memprosesnya untuk dimanfaatkan dalam memecahkan permasalahan nyata. Mengidentifikasi dan menentukan pola penilaian hasil belajar mahasiswa yang relevan dengan kompetensinya. Sementara itu, peran yang harus dilakukan mahasiswa dalam pembelajaran SCL adalah: Mengkaji kompetensi matakuliah yang dipaparkan dosen Mengkaji strategi pembelajaran yang ditawarkan dosen Membuat rencana pembelajaran untuk matakuliah yang diikutinya </li> <li> 4. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 Belajar secara aktif (dengan cara mendengar, membaca, menulis, diskusi, dan terlibat dalam pemecahan masalah serta lebih penting lagi terlibat dalam kegiatan berfikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi), baik secara individu maupun berkelompok. Mengoptimalkan kemampuan dirinya. Dengan SCL maka kedua belah pihak, siswa dan dosen mempunyai peran masing-masing dalam proses pembelajaran. Pembelajaran secara SCL hanya dapat berlangsung dengan baik apabila kedua pihak melaksanakan perannya dengan baik. 3. STRATEGI DALAM SCL Problem-based Learning Problem-based Learning mengutamakan pemecahan masalah sehari-hari. Murid mengidentifikasi isu yang akan mereka eksplorasi, dan yang perlu mereka selesaikan. Guru hanya bertindak sebagai pembimbing, membantu murid dengan memantau usaha mereka untuk menyelesaikan masalah. Pada umumnya, terdapat empat langkah yang perlu dilakukan mahassiwa dalam PBL/I, yaitu: a. Menerima masalah yang relevan dengan salah satu/beberapa kompetensi yang dituntut mata kuliah, dari dosennya. b. Melakukan pencarian data dan infromasi yang relevan untuk memecahkan masalah c. Menata data dan mengaitkan data dengan masalah d. Menganalisis strategi pemecahan masalah. Essential Questions Essential Questions adalah pertanyaan yang merefleksikan hal yang penting dari kurikulum, hal yang penting yang dipercaya murid akan dapat dieksplorasi dan dipelajari (Santrock, 2001). Discovery Learning Discovery Learning adalah pembelajaran dimana murid membuat pemahaman mereka sendiri. Dalam Discovery Learning, murid harus bereksplorasi sendiri. Menurut Dewey dan Bruner (Santrock, 2001), Discovery Learning menyemangati murid untulk </li> <li> 5. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 berpikir sendiri dan menemukan bagaimana pengetahuan dibangun. Sebagai guru yang mulai menggunakan Discovery Learning, mereka akan menemukan bahwa hal tersebut efektif dalam pendekatan instruksi sistematis yang perlu dimodifikasi, yang akan mengembangkan guided discovery learning. Guided discovery learning adalah ketika murid masih mendapat dukungan akan pembangungan pengertian, tetapi masih dengan pengarahan pertanyaan dan arahan dari guru. Project-based Learning Project-based Learning adalah metode belajar yang sistematis, yang melibatkan anak didik dalam belajar pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/penggalian (inquiry) yang panjang dan terstruktur terhadap pertanyaan yang otentik dan kompleks serta tugas dan produk yang dirancang dengan sangat hati-hati. Contextual Instruction CI adalah konsep belajar yang membantu pendidik mengaitkan isi mata kuliah dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan memotivasi anak didik untuk membuat keterhubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan seharihari sebagai anggota masyarakat, pelaku kerja professional atau manajerial, entrepreneur, maupun investor. Self Directed Learning SDL adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa sendiri. Anak didik sendiri yang merencanakan, melaksanakan dan menilai sendiri terhadap pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu yang bersangkutan. Manfaat dari metode ini adalah menyadarkan dan memberdayakan anak didik, bahwa belajar adalah tanggung jawab mereka sendiri. Individu anak didik didorong untuk bertanggung jawab terhdapa semua fikiran dan tindakan yang dilakukannya. Small Group Discussion Metode ini dapat digunakan ketika akan menggali ide, menyimpulkan poin penting, mengakses tingkat skill dan pengetahuan mahasiswa, mengkaji kembali topik di kelas sebelumnya, membandingkan teori, isu dan interprestasi, dapat juga untuk menyelesaikan masalah. </li> <li> 6. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 Cooperative Learning (CL) CL bermanfaat untuk membantu menumbuhkan dan mengasah kebiasaan belajar aktif pada diri anak didik, rasa tanggungjawab individu dan kelompok anak didik, kemampuan dan ketrampilan bekerjasama antar anak didik, dan keterampilan sosial anak didik. Collaborative Learning (CbL) Collaborative Learning adalah metode belajar yang menitikberatkan pada kerja sama antar anak didik yang didasarkan pada consensus yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok. Masalah/tugas/kasus memang berasal dari pendidik dan bersifat open ended, tetapi pembentukan kelompok yang didasarkan pada minat, prosedur kerja kelompok, penentuan waktu dan tempat diskusi/kerja kelompok, sampai dengan bagaimana hasil diskusi/kerja kelompok ingin dinilai oleh dosen, semuanya ditentukan melalui consensus bersama antar anggota kelompok. 4. Hal-hal yang Perlu dipersiapkan dalam SCL Beberapa hal utama yang perlu disiapkan adalah: Perubahan Sikap dan Peranan Dosen Dalam konsep belajar Instructor-Centered Learning, dosen memainkan peranan utama dalam mentransfer ilmu pengetahuan ke peserta didik. Dosen harus mempersiapkan materi selengkap mungkin, menerangkan secara searah. Mahasiswa akan menerima secara pasif materi yang diberikan dengan mencatat serta menghafal. Dengan demikian sumber belajar utama adalah dosen. Melalui berbagai metode, seperti diskusi, pembahasan masalah-masalah nyata, proyek bersama, belajar secara kooperatif , serta tugas-tugas mandiri, dosen akan lebih dituntut sebagai motivator, dinamisator dan fasilitator, yang membimbing, mendorong, serta mengarahkan peserta didik untuk menggali persoalan, mencari sumber jawaban, menyatakan pendapat serta membangun pengetahuan sendiri. Dalam perubahan peranan ini, dibutuhkan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi serta keterbukaan dari pendidik untuk dapat menjalin hubungan secara individu, untuk dapat mengerti serta mengikuti perkembangan dari masing-masing peserta didik, disamping tentunya wawasan yang luas dalam mengarahkan peserta didik ke sumbersumber belajar yang dapat digali. </li> <li> 7. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 Akses ke Pelbagai Sumber Belajar Untuk menunjang metode belajar yang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengenali permasalahan, serta menggali informasi sebanyak mungkin secara mandiri, akses informasi tidak boleh lagi dibatasi hanya pada guru, buku wajib serta perpustakaan lokal saja. Peserta didik perlu ditunjang dengan akses tanpa batas ke pelbagai sumber informasi, antara lain industri, organisasi sosial maupun profesi, media massa, para ahli dalam bidang masing-masing, bahkan dari masyarakat, keluarga maupun sesama peserta didik. Perkembangan teknologi informasi bahkan memungkinkan tersedianya akses ke pelbagai informasi global ke seluruh dunia, melalui akses ke perpustakaan maya , museum maya, pangkalan-pangkalan data di web, atau bahkan kemungkinan untuk dapat berhubungan langsung dengan para ahli internasional. Penyediaan Infrastruktur Yang Menunjang Untuk mendukung perubahan serta kebutuhan yang diperlukan dalam menerapkan konsep SCL secara maksimal, perlu adanya infrastruktur yang menunjang. Jaringan kerjasama antar institusi baik pendidikan maupun non pendidikan secara nasional, regional maupun internasional akan sangat mendukung terbukanya kesempatan untuk belajar diluar batasan dinding sekolah atau budaya sehingga lebih memperkaya pengertian akan perbedaan sekaligus menambah wawasan ilmu pengetahuan menjadi lebih tak terbatas. Fasilitas pendamping pendidikan seperti perpustakaan, museum sekolah, laboratorium, pusat komputer maupun layanan administrasi yang memudahkan, responsif, simpatik, serta mengacu pada kepuasan dan kebutuhan peserta didik, akan sangat mendukung terciptanya budaya SCL. Perubahan Metode Belajar Beberapa metode belajar yang mengacu pada belajar secara alamiah dan mengacu pada keunikan individu yang perlu dikembangkan adalah collaborative learning, problembased learning, portfolio, team project, resource-based learning. Metode-metode ini menekankan pada hal-hal seperti kerjasama tim, diskusi, jawabanjawaban terbuka, interaktivitas, mengerjakan proyek nyata bukan hanya menghafal, serta belajar cara untuk belajar, bukan hanya memperoleh ilmu pengetahuan dan sebagainya. </li> <li> 8. NAMA : NOVI YANTHY NPM : 8126141013 SCL diperlukan karena konsekuensi penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), proses pembelajaran yang sesuai dengan SCL. SCL juga diperlukan untuk mengantisipasi dan mengakomodasi perubahan dalam bidang sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lingkungan, yang menyebabkan informasi dalam buku teks dan artikel-artikel yang ditulis lebih cepat kadaluarsa. Selain itu, di masa mendatang, dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang berpendidikan baik, yang mampu bekerja sama dalam tim, memiliki kemampuan memecahkan masalah secara efektif, mampu memproses dan memanfaatkan informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pasar global, dalam rangka meningkatkan produktivitas. Oleh sebab itu, proses pembelajaran harus difokuskan pada pemberdayaan dan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Era globalisasi serta perkembangan teknologi informasi telah menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala bidang. Batasan wilayah, bahasa dan budaya yang semakin tipis, serta akses informasi yang semakin mudah menyebabkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperol...</li></ul>