stroke rspad

Download Stroke Rspad

Post on 20-Dec-2015

233 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

stroke

TRANSCRIPT

UNIVERSITAS INDONESIA

PENATALAKSANAAN PROGRAM OKUPASI TERAPI PADA

LAPORAN KASUS PRAKTIK KLINIK IIIOleh:Restu Suwandari1206281335

PRAKTIK KLINIK III PERIODE 3PROGRAM STUDI OKUPASI TERAPI RUMPUN KESEHATANUNIVERSITAS INDONESIAJAKARTA, 6 APRIL 1 MEI 2015

LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa dengan seksama makalah kegiatan Praktik Klinik III Periode 3 Program Vokasi Rumpun Kesehatan Universitas Indonesia yang diselenggarakan 6 April 1 Mei 2015 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Disusun oleh:Restu Suwandari 1206281335

Demikianlah Makalah Praktik Klinik III Periode 3 disetujui oleh pembimbing dan instruktur mahasiswa, yaitu :

Jakarta , April 2015Instruktur dan Pembimbing Mahasiswa Praktik Klinik III Periode 3Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Triono Hadi, AMd. OT, S.NIP.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah kasus yang berjudul di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit.Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Praktek Klinik III Periode 3 Program Vokasi Rumpun Kesehatan Program Studi Okupasi Terapi Universitas IndonesiaMelalui kesempatan yang berharga ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang telah diberikan.

Jakarta, April 2015

Penulis

DAFTAR ISILEMBAR PENGESAHANiiKATA PENGANTARiiiBAB I5PENDAHULUAN5I.1.Definisi5I.2.Anatomi6I.3.Klasifikasi8I.4.Prevalensi13I.5.Patofisiologi14I.6.Etiologi14I.7.Gejala klinis15I.8.Prognosis16I.9.Peran OT17I.10.Kerangka Acuan19BAB II22PEMBAHASAN22II.1.Data Identitas Pasien22II.3.Informasi Obyektif (O)22II.4.Assessment (A)23II.5.Ringkasan Kasus24II.6.Prioritas Masalah24II.7.Program OT (P)24BAB III25KESIMPULAN DAN SARAN25III.1.Kesimpulan25III.2.Saran26

BAB IPENDAHULUAN

Stroke atau Cerebral Vascular Accident (CVA) adalah penyakit neurologi yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Stroke merupakan kematian jaringan pada otak yang mengakibatkan gangguan fungsi otak. Kerusakan jaringan otak diakibatkan karena penyumbatan di otak (Iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (Hemoragik), sehingga menyebabkan kematian jaringan disekitarnya.Stroke dapat menyebabkan gangguan yang akan timbul pada penderita ketika terjadi kerusakan jaringan otak berbeda-beda, tergantung letak kerusakan jaringan, seberapa luas jaringan yang rusak, dan lamanya waktu saat penderita terserang sampai penderita mendapatkan pengobatan. Ketiga hal itu jugalah yang nantinya akan mempengaruhi proses pemulihan bagi penderita.

I.1. DefinisiII.1.i Okupasi TerapiDefinisi Okupasi Terapi (OT) menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada pasien/klien dengan kelainan/kecacatan fisik dan/atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional, dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas, dan pemanfaatan waktu luang. 1Definisi Okupasi Terapi (OT) merupakan ilmu kesehatan berbasis client centered yang berfokus pada promosi kesehatan dan kesejahteraan melalui okupasi yang mempunyai tujuan utama untuk memungkinkan seseorang berpartisipasi dalam aktivitas keseharian yang dicapai melalui kerjasama dengan orang lain dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan keikutsertaan okupasi yang diinginkan, dibutuhkan, atau diharapkan untuk dilakukan, atau melalui modifikasi okupasi maupun lingkungan yang lebih baik untuk mendukung mereka dalam keikutsertaan okupasional. 2

II.1.ii StrokeStroke atau Cerebral Vascular Accident (CVA) adalah penyakit neurologi yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Stroke adalah disfungsi kompleks yang disebabkan oleh lesi pada otak. Hal ini mengakibatkan terjadinya disfungsi upper motor neuron yang menghasilkan hemiplegia atau paralisis pada salah satu sisi tubuh yang terdiri dari anggota gerak, badan, dan kadang-kadang wajah dan struktur oral yang kontralateral dari hemisfer otak yang terdapat lesi.3WHO mendefinisikan stroke sebagai disfungsi neurologi akut yang berasal dari peredaran darah...dengan gejala dan tanda yang berhubungan dengan area lesi pada otak.4Stroke ischemic adalah stroke terjadi karena adanya penurunan suplai oksigen di dalam pembuluh darah di otak. Hal ini juga dapat mengakibatkan kematian jaringan (infark).Program .....menggunakan sendok garpu yang diberikan terapis adalah program makan yang bertujuan untuk melatih pergerakan dan meningkatkan kekuatan otot dari lengan dan tangan kiri pasien serta koordinasi tangan kanan dan kiri pasien. Selain itu program ini juga bertujuan untuk melatih kemandirian pasien dengan memberikan aktifitas simulasi makan kepada pasien.Program ... yang diberikan terapis kepada pasien berarti terapis mengajarkan pasien cara memotong kuku kanan menggunakan tangan kirinya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pergerakan tangan kiri juga untuk melatih koordinasi motorik halus serta hand skill dari pasien itu sendiri.

I.2. AnatomiOtak adalah bagian terpenting dalam tubuh manusia, otak menjadi pusat kontrol dan pengendali tubuh. Otak manusia terdiri dari otak besar atau (Cerebrum) dan otak kecil (Cerebellum).

Gambar 1.

Cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia dibagi menjadi 2 belahan yaitu Hemisfer kanan dan Hemisfer kiri, yang keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Gambar 2.

Otak besar memiliki 4 buah bagian yang disebut lobus, yang terdiri dari Lobus Frontal, Lobus Parietal, LobusTemporal, dan Lobus Oksipitalis.1. Lobus Oksipitalis, yang teletak disebelah posterior (di kepala belakang), bertanggung jawab untuk pengolahan awal masukan pengelihatan. Sensasi suara mula-mula diterima oleh 2. Lobus Temporalis, yang terletak disebelah lateral disisi kepala).3. Lobus Parietalis bertanggung jawab untuk menerima dan megolah masukan sensorik seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan nyeri dari permukaan tubuh. 4. Lobus Frontalis terletak di korteks bagian depan, bertanggung jawab pada 3 daerah utama yaitu : Motorik voluntary, elaborasi pikiran, kemampuan bicara.

Cerebellum merupakan bagian yang melekat pada bagian belakang atas batang otak. Batang Otak merupakan daerah paling tua dan paling kecil di otak, bersambungan dengan korda spinalis. Bagian ini mengontrol banyak proses untuk mempertahankan hidup, misalnya bernafas, sirkulasi, dan pencernaan. Melekat ke bagian atas-belakang dari batang otak adalah serebelum, yang berkenaan dengan pemeliharaan posisi tubuh dalam ruang yang sesuai dan terkoordinasi bawah-sadar aktivitas motorik (gerakan). Diatas batang otak, terselip di dalam interior serebrum adalah diensefalon, yang mengandung dua komponen otak, hipothalamus yang mengontrol banyak fungsi homeostasis yang penting untuk mempertahankan stabilitas lingkungan internal, dan thalamus, yang melakukan sebagian pengolahan sensorik primitive. Kemudian terdapat serebrum yang merupakan bagian yang paling berkembang pada manusia, yang meliputi 80% berat total otak. Lapisan luar serebrum yang memiliki banyak lekukan adalah korteks serebrum. Korteks menutupi bagian tengah yang mengandung nukleus basal. Korteks serebrum berperan penting dalam sebagian besar fungsi tercanggih saraf, misalnya inisiasi voluntary gerakan, persepsi sensorik akhir, berpikir sadar, bahasa, sifat kepribadian, dan faktor-faktor lain yang kita hubungkan dengan pikiran atau intelektual.5

I.3. KlasifikasiBerdasarkan penyebabnya stroke dibagi menjadi 2 macam, yaitu:IntraserebralSubarachnoid

LacunarTrombotikEmbolikStrokeHemoragikIskemik

Tabel 1. 1. IskemikStroke iskemik adalah tipe stroke yang paling sering terjadi, terhitung sekitar 80% dari kasus stroke (Fulgham, 2004). Cerebral infark atau kematian jaringan otak, dihasilkan ketika sirkulasi ke salah satu area otak tersumbat. Stroke iskemik diklasifikasikan menjadi 3 tipe; stroke trombotik, lacunar dan embolik.a. TrombotikCerebral thrombosis terjadi ketika sebuah bentuk bekuan darah pada salah satu arteri yang menyuplai darah ke otak menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Ukuran dan lokasi infark tergantung pada pembuluh yang tersumbat dan jumlah dari sirkulasi kolateral. Thrombosis terjadi lebih sering pada pembuluh darah yang telah rusak oleh atherosclerosis. Atherosclerosis adalah penyakit degeneratif progresif pada dinding pembuluh darah, sebuah proses patologi dari proses penuaan normal.

Gambar 3.

b. Lacunar/Penetrating Artery DiseaseLacunar stroke adalah infark kecil, biasanya terdapat pada struktur otak dalam seperti ganglia basalis, thalamus, pons, kapsul internal, dan deep white matter. Dalam beberapa bulan, onset dari lacunar stroke adalah meninggalkan rongga (dalam bahasa Perancis: Lacune) kecil.

Gambar 4. c. EmbolikEmbolik terjadi ketika bekuan darah yang telah terbentuk di suatu tempat (thrombus) terpecah dan beredar pada aliran darah hingga mencapai arteri yang terlalu kecil untuk dilaluinya dan menyumbat arteri tersebut (Montaner et al,.2008)

Gambar 5. 2. Hemoragik

Gambar 6.

Sekitar 20% dari kasus stroke adalah stroke hemoragik (Amarenco, 2009) yang disebabkan oleh ruptur didalam pembuluh darah atau aneurysme yang mengakibatkan pendarahan didalam atau disekitar jaringan otak. Aneurysme adalah pembengkakan atau tonjolan pada dinding arteri yang mengakibatkan kelemahan dinding pembuluh; hal ini mengakibatkan rentan akan ruptur (Mayo Clinic Staff, 2009). Ada dua tipe dari stroke hemoragik, yaitu:a. Intraserebral hemoragikIntraserebral hemoragik menyebabkan pendarahan langsung didalam otak dan memiliki presentase yang tinggi terhadap kematian akibat stroke. (Feig