strategi pengembangan manajemen sistem informasi · pdf file strategi pengembangan manajemen...

Click here to load reader

Post on 06-Sep-2020

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • STRATEGI PENGEMBANGAN

    MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PUBLIK

    Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

    Sistem Informasi Manajemen Sektor Publik

    Yang dibina oleh Bapak Nurjati Widodo, S. AP, M.AP

    Disusun Oleh:

    1) Ricke Silva Lorenza (145030100111034)

    2) Devi Sheila Ismaya (145030100111046)

    3) Tasyakurnia Laili Putri (145030101111051)

    4) Anastasia Jumriati B. (145030101111057)

    5) Yualita Windy Lestari (145030101111048)

    Kelas E

    JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

    FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    MALANG

    2016

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Informasi, dan Komunikasi

    telah memaksa dunia khususnya kepada negara-negara maupun masyarakat di

    dalamnya untuk ikut serta terlibat dalam partisipasi berkembangnya aspek-aspek di

    seluruh kehidupan manusia. Ruang lingkup, dan batasan-batasan antar negara di dunia

    ini semakin sempit bahkan tidak ada batasan. Globalisasi telah mendunia, memaksa

    dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan secara mengglobal. Dengan berjalan dan

    berkembangnya dinamika-dinamika kehidupan secara mengglobal menyebabkan

    banyak sekali dampak yang melingkupinya. Baik dampak positif maupun negative,

    baik dalam skala kecil maupun besar. Proses-proses akulturasi memaksa kita agar

    memfilterisasi segala sesuatu agar tidak terjadi mengilangnya jati diri (Asimilasi).

    Sejalan dengan mengglobalnya dinamika perkembangan kehidupan

    masyarakat, timbulya hasrat masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan

    hidupnya. Terpenuhinya seluruh kebutuhan baik premier, sekunder, maupun tersier

    tidak lepas dari ikut serta peran Pemerintah di dalamnya karena sebagai pemegang

    kendali dalam scope negara. Dampak mengglobalnya Globalisasi di Negara

    Berkembang khususnya di Indonesia, membuka cakrawala akan dahsyatnya pengaruh

    yang dirasakan baik dari sisi ideology, ekonomi, politik, hukum, kebudayaan, dan

    lain-lain. Kita sekarang hidup dalam dunia tanpa batas, dimana negara-bangsa telah

    menjadi rekaan dan dimana para politikus telah kehilangan semua kekuatan efektif

    mereka, ( menurut Harper Collins dalam Anthony Giddens,1995 ).

    Informasi publik merupakan hak dasar yang mesti dipenuhi oleh lembaga

    publik untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Informasi ini ketika dikemas

  • sedemikian rupa akan dapat mendukung berkembangnya partisipasi publik dan

    hubungan yang ideal antara masyarakat dengan aparatur pemerintah. Akan tetapi,

    faktanya kemampuan sebagian masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi

    tidak sama baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, bukan saja terhadap media yang

    berbasis teknologi komunikasi dan informasi, tetapi juga media konvensional yang

    telah berkembang sebelumnya. Kesenjangan informasi terjadi antara masyarakat baik

    dari latar belakang pendidikan, faktor ekonomis dengan faktor lingkungan geografis

    tempat tinggal.

    Kehadiran Undang-Undang No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi

    Publik ini pun dikhawatirkan dapat menimbulkan “kepanikan” di kalangan birokrasi,

    karena bisa jadi masyarakat berbondong-bondong menyerbu instansi pemerintah dan

    meminta informasi apa saja yang mereka inginkan. Apa saja. Bisa saja nanti ada yang

    meminta penjelasan secara teknis maupun non-teknis tentang penanganan bencana

    lumpur di Sidoarjo, atau permintaan literatur yang sebenarnya sangat lama, misalnya

    berapa lokasi pekuburan Belanda di Indonesia.

    Sistem informasi dapat membantu segala jenis informasi konsumsi publik

    dalam meningkatkan efisiensi, efektifitas serta kapabilitas pelayanan publik dalam

    bentuk informasi publik elektronik kepada masyarakat. Tidak hanya itu dengan

    adanya sistem informasi, dapat dijadikan sebagai bahan yang dibutuhkan untuk

    pengambilan keputusan organisasi publik atau pemerintah dilingkungan global yang

    dinamis saat ini. Strategi pemerintah merupakan bagian penting untuk mencapai

    tujuan perusahaan dan menjadi pedoman dalam penyusunan strategi lainnya.

    Pengembangan sistem informasi (SI) Pemerintah yang didukung oleh penggunaan

    teknologi informasi (TI) dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kinerja

  • pemerintah dalam komunikasi dan informasi serta pelayananan informasi kepada

    masyarakat.

    Pengembangan Sistem Infomasi berkaitan dengan perkembangan teknologi.

    Dalam hal ini, bagaimana sistem informasi (SI) dapat memanfaatkan teknologi-

    teknologi yang semakin berkembang ini agar lebih efisien dan efektif dalam

    pemanfaatannya. Penggabungan teknologi dengan sistem informasi terutama dalam

    informasi publik menggunakan metode sehingga terciptalah sistem informasi yang

    berbasis teknologi informasi. Dalam pengembangan sistem informasi berbasis

    teknologi memerlukan langkah-langkah yang harus ditempuh dengan menyesuaikan

    dengan kebutuhan informasi dan teknologi komunikasi serta pengguanaan internet.

    Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan sistem dan metoda pelayanan

    informasi publik yang efisien, dan efektif dengan bobot materi informasi yang

    terpercaya. Semua hal tersebut hendaknya dilakukan oleh instansi/lembaga penyedia

    informasi publik secara sinergi; hal ini sangat penting untuk meningkatkan

    kepercayaan masyarakat terhadap instansi/lembaga penyedia informasi publik baik di

    pusat maupun daerah.

    1.2 Rumusan Masalah

    1.2.1 Bagaimana konsep strategi pengembangan manajemen sistem informasi

    publik ?

    1.2.2 Bagaimana pendekatan pengembangan manajemen sistem informasi publik ?

    1.2.3 Bagaimana metodologi pengembangan sistem dan perangkat ?

    1.2.4 Bagaimana langkah-langkah pengembangan manajemen sistem informasi

    publik ?

    1.2.5 Apa Studi kasus pengembangan manajemen sistem informasi publik ?

  • 1.3 Tujuan

    1.3.1 Untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep strategi pengembangan

    manajemen sistem informasi publik.

    1.3.2 Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendekatan strategi pengembangan

    manajemen sistem informasi publik.

    1.3.3 Untuk mendeskripsikan dan menganalisis metodologi strategi pengembangan

    manajemen sistem informasi publik.

    1.3.4 Untuk mendeskripsikan dan menganalisis langkah-langkah strategi

    pengembangan manajemen sistem informasi publik.

    1.3.5 Untuk memberikan contoh studi kasus pengembangan manajemen sistem

    informasi publik .

  • BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Konsep Strategi Pengembangan Sistem

    Pengembangan sistem informasi menurut Loudon (dalam Husein dan Wibowo,

    2000:89) didorong oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah

    faktor lingkungan organisasi yang mempengaruhi adopsi dan desain sistem. Beberapa

    faktor lingkungan eksternal adalah peningkatan biaya tenaga kerja atau sumber daya

    lain, persaingan dari perusahaan lain dan perubahan regulasi pemerintah (UU).

    Sedangkan faktor internal adalah faktor institusional organisasi yang mempengaruhi

    proses adopsi dan desain sistem informasi. Faktor ini mencakup value (tata nilai),

    norma, dan hal-hal penting yang dapat membentuk strategi penting dalam organisasi.

    Sumber: Loudon (dalam Husein dan Wibowo, 2000)

    Glueek, dkk, dalam LAN-RI (2008) mengemukakan ada empat strategi utama,

    yaitu langkah yang dilakukan setelah menganalisa proses kondisi lingkungan internal

    dan eksternal adalah menetapkan strategi yang sesuai, antara lain:

  • 1. Stability Strategy

    Industri yang menggunakan strategi stabilitas dapat melanjutkan strategi yang

    sebelumnya dapat dikerjakan. Keputusan strategi utama difokuskan pada

    penambahan perbaikan terhadap pelaksanaan fungsinya, alasannya karena

    industri atau perusahaan telah berhasil dalam taraf kedewasaan, lingkungan

    relative stabil, tidak terlalu berisiko.

    2. Retrenchment Strategy

    Strategi penciutan pada umumnya digunakan untuk mengurangi produk pasar,

    alasannya karena industri atau perusahaan tidak berjalan dengan baik,

    lingkungan semakin mengancam, mendapat tekanan dari konsumen sehingga

    peluang tidak dimanfaatkan dengan baik.

    3. Growth Strategy

    Strategi pertumbuhan banyak dipertimbangkan untuk dapat diterapkan pada

    industry dengan petimbangan bahwa keberhasilan industry adalah industry

    yang selalu terus berkembang. Strategi pertumbuhan melalui ekspansi dengan

    memperluas daerah pemasaran dan penjualan produk atau dapr berupa

    diversifikasi produk.

    4. Combination Strategy

    Strategi ini tepat digunakan bila industry banyak menghadapi perubahan

    lingkungan dengan kecepatan yang tidak sama, tidak mempunyai potensi

    masa depan yang sama serta mempunyai arus kas negative.

    Untuk pengembangan agropolitan di suatu Kabupaten, startegi pertumbuhan

    (growth strategy) merupakan alternatif strstegi yang patut dipertimbangkan mengingat

    pembangunan di bidang pertanian terus berkembang dan pemerintah daerah selalu

    berusaha mencari solusi dengan inovasi dan kreativitas yang tinggi untuk

View more