Status lingkungan hidup indonesia 2012. pilar lingkungan hidup indonesia

Download Status lingkungan hidup indonesia 2012. pilar lingkungan hidup indonesia

Post on 08-Jun-2015

3.243 views

Category:

Health & Medicine

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

merupakan buku data lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh kementerian lingkungan hidup tahun 2012

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Pilar Lingkungan Hidup Indonesia </li></ul><p> 2. i KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Pilar Lingkungan Hidup Indonesia 3. ii KATA PENGANTAR P embangunan nasional Indonesia bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, serta membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pelaksanaannya perlu memperhatikan keseimbangan tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yakni sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan hasil kesepakatan dunia dalam Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup yang diadakan di Stockholm Tahun 1972 dan Deklarasi Lingkungan Hidup pada KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992 yang menyepakati prinsip-prinsip dalam pengambilan keputusan pembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan, ekonomi dan manusia. Indonesia yang dikaruniai kekayaan sumber daya alam dengan keanekaragaman hayati yang berlimpah seyogyanya dapat membawa bangsa dan negara kita menjadi salah satu yang terbesar di dunia serta, yang terpenting, dapat menjamin tingginya tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata. Sasaran tersebut sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang Sustainable Growth with Equity, atau Pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dengan memperhatikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan secara seimbang, maka dari sisi dimensi lingkungannya diperlukan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup sepenuhnya yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Dengan begitu pembangunan akan sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan hidup, yaitu meningkatkan nilai dan fungsi lingkungan hidup. Hal yang harus diperhatikan adalah daya dukung, daya tampung dan aspek pencadangannya serta tata ruang sehingga tidak menimbulkan berbagai bencana lingkungan seperti pencemaran lingkungan, kerusakan hutan dan lahan, banjir, longsor, kekeringan serta berbagai wabah penyakit. Semua itu menyebabkan krisis energi, air dan pangan yang pada akhirnya menjadi ancaman bagi peri kehidupan kita. Patut kita sesali bersama karena pada kenyataannya lingkungan hidup Indonesia telah banyak yang rusak dan cemar serta sumber daya alam kita semakinterkikis.Sesalsajasangattidakcukup,keterpurukaniniharusmenjadi wake-upcallpadakitasemuauntukbersama-samaberupayameningkatkan kapasitas diri dalam mengatasi semua permasalahan lingkungan hidup. 4. iii Upaya tersebut di atas dipengaruhi oleh perilaku semua pemangku kepentingan baik secara individu maupun kolektif. Oleh karenanya, perilaku ini yang harus diubah menjadi lebih ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan tema Tema Hari Lingkungan Hidup Tahun 2013 Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan. Tema ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian kita atas pentingnya pemanfaatansumberdayaalamsecarabijakdanberwawasanlingkungan hidup. Tema ini diadopsi dari Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013 yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu Think.Eat.Save, mengingat perilaku dan pola konsumsi terutama dalam menyikapi daur hidup pangan berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tematik (SLHI) Tahun 2012 disusununtukmemberikanpemahamanakankondisilingkunganhidup Indonesia dan bagaimana semua pemangku kepentingan berupaya untuk melindungi dan mengelolanya. Laporan ini difokuskan pada tema kapasitas pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dengan judul Pilar Lingkungan Hidup Indonesia. Laporan ini menyajikan kecenderungan kualitas lingkungan hidup, gambaran interaksi dinamis antara kapasitas dan kualitas lingkungan hidup serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kapasitas pengelolaan lingkungan hidup yang memadai merupakan elemen penting yang akan menentukan status lingkungan hidup Indonesia di masa depan. Atas nama Kementerian Lingkungan Hidup, pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Pakar dan semua pihak yang telah membantu penyusunan buku Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 ini. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan, yakni pembuat kebijakan, dunia akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, media massa serta masyarakat luas. Jakarta, 5 Juni 2013 Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA 5. iv KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Diterbitkan oleh: Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Jl. D. I. Panjaitan Kav. 24 Jakarta 13410 Telp : 021 -8580081 Fax : 021 -8580081 ISBN 978-602-8358-67-5 Isi dan materi yang ada dalam buku ini boleh di reproduksi dan disebarluaskan dengan tidak mengurangi isi dan arti dari dokumen ini. Diperbolehkan mengutip isi buku ini dengan menyebutkan sumbernya. Pelindung : Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Menteri Lingkungan HIdup Pengarah : DR. Henry Bastaman, Deputi MENLH Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Penanggung Jawab : Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, Asisten Deputi Data dan Informasi Lingkungan Editor : Dida Gardera, Eri Rura, Luhut P Lumban Gaol, Lindawati, Nuke Mutikania, Harimurti, Heru Harnowo, R.Susanto, Adi Fajar Ramly, Hasan Nurdin, Heru Subroto, Indira Siregar, Abdul Aziz Sitepu, Wahyudi Suryatna Penulis : Prof. Dr. Akhmad Fauzi, Prof. Dr. Dedy Darnaedi MSc., Prof. Dr. Lilik Budi Prasetyo, Dr. Budhi Gunawan, Dr. Driejana, Ir. Idris Maxdoni Kamil, M.Sc.,Ph.D., Dr. Herto Dwi Ariesyadi, Hernani Yulinawati, ST., MURP, Ph.D., Ano Herwana, SE, MM., Dida Gardera, S.T., M.Sc., Dr. Esrom Hamonangan, Ir. Dewi Ratnaningsih, Jetro, S.T. Sekretariat : Suhartono, Trileni Ratna Aprita, Saeprudi Pendukung : Baiah, Wiyoga, Agnes Swastikarina Gusthi, Sudarmanto, Tommy Aromdani, Juarno, Sarjono, S Dombot Sunaryedi, Yayat Rukhiyat, Nurheni Astuti, Anastasia, M. Bambang Eko Ariwibowo, Rio Kurniawan M, Tri Prihartiningsih 6. v Ucapan Terima Kasih Kementerian Lingkungan Hidup Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2012 Kontributor : Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Kontributor Foto : Sugiarti Penjelasan Cover: Sesuai dengan judul SLHI 2012 yaitu Pilar Lingkungan Hidup Indonesia , cover ini berusaha menampilkan keseimbangan tiga pilar pembangunan Indonesia berkelanjutan yakni sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, serta membangun manusia Indonesia seutuhnya. 7. vi DAFTAR Isi Cover Dalam Kata Pengantar Ucapan Terima Kasih Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Kotak 1. INTERAKSI KAPASITAS PENGELOLAAN DENGAN KUALITAS LINGKUNGAN TANTANGAN LINGKUNGAN MEMETAKAN KAPASITAS PENGELOLAAN DAN KUALITAS LINGKUNGAN 2. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA UDARA AIR Kualitas Air Sungai Penurunan Beban Pencemar Kualitas Air Danau Dampak Penurunan Kualitas Air Kuantitas Air Dampak Penurunan Kuantitas Air HUTAN DAN LAHAN Lahan Kritis PESISIR DAN LAUT Kualitas Air Laut KEANEKARAGAMAN HAYATI Keanekaragaman Hayati yang Dilindungi Perundang-Undangan Republik Indonesia Flora Fauna DalamRed Data List IUCN Flora Fauna dan Mikroba Invasif 3. KAPASITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP KELEMBAGAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Lembaga Nasional Pengelolaan Lingkungan Hidup Unit Pelayanan Terpadu Registrasi Bahan Berbahaya dan Beracun Lembaga Daerah Pengelolaan Lingkungan Hidup SARANA DAN PRASARANA Laboratorium Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) SUMBER DAYA MANUSIA PENGELOLA Anggaran Lingkungan Hidup i ii-iii v vi ix xiii xv 1 3 4 6 9 23 24 26 27 29 30 32 37 47 50 56 60 60 61 63 66 69 69 70 71 72 76 76 76 76 78 80 8. vii PENAATAN HUKUM LINGKUNGAN Pengembangan Sistem Penanganan Kasus Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Penaatan Dalam Konteks Pembinaan Pendidikan Formal Pendidikan Non Formal Pendidikan Informal PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Internasionalisasi Lingkungan Hidup Peran Indonesia di Forum Internasional Indonesia Sebagai Tuan Rumah Dalam Pertemuan Internasional Patisipasti Aktif Indonesia dalam Organisasi Regional/Internasional Kerja sama Bilateral Hutan dan Lahan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan di Kementerian Kehutanan Gerakan Penanaman 1 Miliar Pohon Air Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Hidup di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Penyidik Pegawai Negeri Sipil Sumber Daya Air Keanekaragaman Hayati Balai Kliring Keamanan Hayati Taman Keanekaragaman Hayati Protokol Nagoya Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Genetik Konservasi Tumbuhan di Kawasan Ex-situ Konservasi Pesisir dan Laut Program Rantai Emas Rehabilitasi Pantai, Entaskan Masyarakat Setempat Program rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang COREMAP Udara Perubahan Iklim Upaya Sektor Industri Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN) Sampah AKSES PARTISIPASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dunia Usaha Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Pengembangan Industri Hijau Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Badan Usaha Milik Negara Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Hukum Adat Perguruan Tinggi 84 86 87 89 90 90 90 91 92 92 92 95 96 96 97 98 101 101 101 102 103 104 105 105 106 106 108 108 108 109 112 114 115 116 118 118 118 120 121 122 123 125 126 9. viii Media Massa Masyarakat Umum Pemangku Kepentingan Pro Lingkungan Hidup 4. CATATAN KHUSUS PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN Pulau Sumatera Pulau Kalimantan Pulau Papua PENGENDALIAN KERUSAKAN SUNGAI Sungai Ciliwung Sungai Citarum Sungai Cisadane Sungai Brantas GERAKAN PENYELAMATAN DANAU Danau Limboto Danau Singkarak Danau Rawa Pening Danau Ayamaru RAGAM AKSI DAN HIKMAH PEMBELAJARAN Aksi Pengelolaan Teluk Tomini Aksi Pengelolaan Lingkungan Selat Bali Peraturan Tingkat Kampung Melindungi Terumbu Karang Usaha Pelestarian Badak Jawa dan Sumatera Pelestarian Ratusan Spesies Bambu Proyek Raksasa Konservasi Lahan Pembuangan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun 5. KUALITAS LINGKUNGAN DAN KAPASITAS PENGELOLAANNYA KONDISI SAAT INI POTENSI TEKANAN DAN ISU LINGKUNGAN DI MASA DEPAN Sebaran dan Pertumbuhan Penduduk Kemiskinan Alih Fungsi Lahan Pertumbuhan Sektor Transportasi Permintaan Energi Perilaku Peduli Lingkungan KAPASITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MASA DEPAN 6. SINTESIS DAN HARAPAN SINTESIS HARAPAN KE DEPAN 128 128 132 134 136 137 139 141 147 147 154 158 160 163 163 163 164 165 167 168 169 169 172 174 175 176 178 180 186 186 189 191 193 194 195 196 198 200 203 10. ix DAFTAR Gambar Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 2.1. Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4. Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 2.7. Gambar 2.8. Gambar 2.10. Gambar 2.11. Gambar 2.12. Gambar 2.13. Gambar 2.14. Gambar 2.15. Gambar 2.16. Gambar 2.17. Gambar 2.18. Gambar 2.19. Gambar 2.20. Gambar 2.21. Gambar 2.22. Gambar 2.23. Gambar 2.24. Gambar 2.25. Gambar 2.26. Gambar 2.27. Gambar 2.28. Gambar 2.29. Gambar 2.30. Gambar 2.31. Gambar 2.32. Gambar 2.33. Gambar 2.34. Gambar 2.35. Gambar 2.36. Foto Deforestasi Hutan, Eksploitasi BatuBara Skema Driver-Pressure-State-Impacts-Response Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Hidup vs Kualitas Lingkungan Hidup Konsumsi Energi di Indonesia Tahun 1990 2009 dari Berbagai Sektor Tren Peningkatan Jumlah Kendaraan Bermotor (Darat) Nasional Untuk Kategori (A) Mobil, Truk Dan Bus, (B) Sepeda Motor Tren Rata-Rata Tahunan Pengukuran Metode Pasif (A) NO2 ; (B) SO2 di 33 Ibukota Provinsi Sebaran Konsentrasi Rata-Rata NO2 dan SO2 Di 248 Kota/Kabupaten di Indonesia Konsentrasi SO2 dan NO2 dari Sektor Transportasi Tahun 2011 Konsentrasi SO2 dan NO2 dari Sektor Pemukiman Tahun 2011 Konsentrasi SO2 dan NO2 dari Sektor Komersial Tahun 2011 Konsentrasi SO2 dan NO2 dari Sektor Industri Tahun 2011 Konsentrasi CO Tahun 2011-2012 di Perkotaan (Road Monitoring) Konsentrasi Road Side Monitoring NO2 Tahun 2011-2012 Konsentrasi Road Side Monitoring TSP Tahun 2011-2012 Konsentrasi Road Side Monitoring SO2 Tahun 2011-2012 Konsentrasi Road Side Monitoring Hidrokarbon Tahun 2011-2012 Konsentrasi Road Side Monitoring O3 Tahun 2011-2012 Konsentrasi Rata-Rata PM10 dan PM 2,5 di Sepuluh Kota Indonesia Tahun 2012 Kandungan Logam Berat (ng/m3 ) Dalam PM Tahun 2012 Konsentrasi Sulfat (mol/L) Air Hujan Rata-Rata Tahunan, 2001-2011 Konsentrasi Nitrat (mol/l) Air Hujan Rata-Rata Tahunan, 2001-2011 Dampak Deposisi Asam Case Fatality Rate KLB Diare di Indonesia Tahun 2005-2012 Persentase Titik Pantau Air Sungai di Indonesia dengan Status Tercemar Berat Berdasarkan Kriteria Mutu Air Kelas II PP 82 Tahun 2001 Penurunan Kualitas Sungai di Indonesia (peta 2008 dan 2012) Sebaran nilai rasio BOD/COD dan Nilai Pencemar Organik Berdasarkan Provinsi Persentase Parameter Kualitas Air 2008-2012 yang Tidak Memenuhi Kriteria Mutu Air Kelas II PP 82/2001 Proporsi Rumah Tangga dengan Akses Terhadap Air Minum Layak (Perkotaan dan Perdesaan) Potensi Air dan Ketersediaan Air per Kapita Sumber Daya Air per Pulau pada Musim Hujan Tinggi Curah Hujan di Tiap Pulau (mm/tahun) Sebaran DAS Kritis pada Tahun 1984, 1992, dan 2005 Jumlah Kejadian Banjir di Indonesia Beberapa Potret DAS Kritis di Indonesia Penurunan Luasan Hutan pada Periode 2000 2011 Persentase Perubahan Hutan pada Periode 2000 2011 Persentase Perubahan Hutan Mangrove pada Periode 2000 2011 Penurunan Luasan Hutan pada periode 2000 2011 per Propinsi 2 4 5 9 10 11 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 19 19 21 21 22 23 24 25 26 26 29 31 31 31 32 33 33 37 39 39 41 11. x Sebaran Kejadian Bencana Banjir &amp; Bencana Banjir Yang Disertai Longsor Tahun 2004 Sampai Dengan Tahun 2011 Sebaran Kejadian Kekeringan Tahun 2004 Sampai Dengan Tahun 2011 Kondisi Terumbu Karang di Indonesia (%) Kandungan Amoniak di Pelabuhan Perbandingan Kandungan Oksigen Terlarut di Pelabuhan Tanjung Priok dan Gorontalo Tahun 2011 2012 Perbandingan Kandungan Fenol di Pelabuhan Tanjung Priok dan Gorontalo Tahun 2011 2012 Perbandingan Kandungan Amoniak di Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2011-2012 Kandungan TSS di Daerah Wisata Kandungan Oksigen Terlarut di Daerah Wisata Kandungan Minyak dan Lemak di Daerah Wisata Kandungan Fenol di Daerah Wisata Kandungan Amoniak di Daerah Wisata Kandungan MBAS di Daerah Wisata Flora Fauna Yang Dilindungi Oleh Undang-Undang Republik Indonesia Flora-Fauna Berdasarkan Kriteria IUCN Kategori Kriteria IUCN pada Fauna Kategori Kriteria IUCN pada Flora Jumlah Jenis Flora Fauna danMikroba Invasif...</p>

Recommended

View more >