spm neonatus

Download SPM Neonatus

Post on 29-Nov-2015

630 views

Category:

Documents

89 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penting

TRANSCRIPT

CATATAN FELLOWS RSCM-FK UI

PEDOMAN PELAYANAN MEDIKUNIT NEONATOLOGI RSAM LAMPUNG

Dr. H. Prambudi Rukmono, SpA(K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK FK UNILA/RUMAH SAKIT H.ABDUL MOELOEKLAMPUNG

PEMBAGIAN RUANGAN NEONATOLOGI

Ruangan Neonatologi, dalam ilmu neonatologi yang modern terbagi atas 3 bagian besar. Yaitu SCN, NICU dan Isolasi.Modifikasi untuk ruangan itu dapat sebagai berikut:

1. SCN I (1st Spesial Care Nursery) Perawatan bayi baru lahir dgn resiko rendah Termasuk disini : Penyuluhan ASI dan pemberian minum BBLR, Perawatan bayi terlantar. Bayi yang membutuhkan observasi. Post SC. Jumlah tempat tidur : 8

2. SCN II (2nd Spesial Care Nursery) Perawatan bayi baru lahir dgn resiko tinggi, perawatan bayi BBLR, BBLSR Termasuk disini: Pemberian minum sampai fullfeed, Pemberian Vitamin usia 5 hari, Pemberian Vitamin E usia 7 hari, Pemberian Fe usia 21 hari, Catch up pertumbuhan, Periksa ROP dan Osteopenia pada bayi prematur. Dibagi ruang A berjumlah 7 tempat tidur dan ruang B berjumlah 7 tempat tidur3. NICU (Neonatal Intensive Care Unit) Perawatan bayi khusus atau dgn kegawatan neonatus. Termasuk disini : Pemakaian ventilator/CPAP, Pemasangan Longline/ICL, Pemakaian HFO, Tranfusi tukar, Pemasangan arteri line. Jumlah tempat tidur : 24. Isolasi Perawatan bayi khusus yg membutuhkan karantina Termasuk disini : Pemakaian Ventilator/CPAP, sangat infeksius, termasuk disini GO, Tetanus, Pseudomonas, Klebsiella, Multi Drug Resisten. Jumlah tempat tidur : 2

5. Bedah Perawatan bayi pre dan post bedah Termasuk disini : perawatan bayi dgn kelainan kongenital, kelainan bedah digestif, kelainan bedah saraf, kelainan bedah mulut, onkologi dan kelainan jantung congenital. Jumlah tempat tidur : 7

Jumlah tempat tidur total adalah 33 tempat tidur

STATUS NEONATUS DAN INSTRUKSI MEDIK

Di dalam status harus ada intruksi medik yang dibuat oleh dokter konsulen, dokter bangsal (asisten dokter) atau dokter muda (Coasisten dokter), yg didalamnya terdapat: 1. S : Subjek Keluhan utama penderita Yang menjadi masalah penderita2. O : Objek Pemeriksaan fisik, KU, TTV, Keadaan spesifik organ (dari kepala s/d kaki) Pemeriksaan laboratorium, hasil darah rutin, kultur, rontgent, USG, CT Scan Pemeriksaan lain yang dilakukan3. A : Assasement Kemungkinan diagnosisnya Kondisi penderita sekarang4. P : Planning Rencana tatalaksana selanjutnya Rencana pemeriksaan selanjutnya Rencana obat2an selanjutnya Harus dicantumkan data lain seperti :U/G = usia perawatan........hariUG = usia gestasi........mingguUK = usia koreksi.....mingguBL = berat lahir....kgBS = berat sekarang..... kgB = balance....ml atau positif/negatifGDS = gula drh sewaktuGIR = glukosa in requirent

Contoh catatan medik :

HIPOTERMI

Hipotermia: suhu tubuh di bawah 36,5 C Faktor risiko yang berkaitan dengan Hipotermia Lingkungan yang dingin Asuhan BBL yang tidak tepat segera setelah lahir misalnya tidak cukup kering, baju tidak memadai dan dipisahkan dari ibu. Prosedur penghangatan tidak memadai (sebelum dan selama perjalanan). BBL yang sakit dan stres.

Tanda-tanda awal Hipotermia Kaki teraba dingin. Kemampuan menghisap rendah atau tidak bisa menyusu. Letargis dan merintih. Perubahan warna kulit karena pucat dan cyanosis terhadap mottling perifer atau plethora. Tachypnea dan tachycardia. Saat Hipotermia berlanjut, tanda-tanda berikut juga berlanjut: Letargis Apnea dan bradycardia Risiko tinggi berlanjutnya hipoglikemia, asidosis metabolik, gawat nafas dan faktor pembekuan abnormal (DIC, perdarahan intraventricular, perdarahan pulmonar).

Pengendalian hipotermia :Di ruang bersalin Keringkan BBL segera. Kontak kulit ibu-bayi langsung bisa berfungsi sebagai sumber panas. Selimuti ibu dengan BBLnya sekaligus atau tutupi dengan kain Gunakan radiant warmer pada saat lahir untuk semua BBL dari ibu yang mempunyai faktor risiko atau menunjukkan tanda-tanda stres intrapartum atau nilai Apgar rendah. Tutup kepala BBL, jika ada, untuk menutupi bagian kepala.

Penggunaan Radiant Warmer Pengukur suhu harus diletakkan rata di kulit BBL, biasanya di bagian kanan perut. Suhu servo harus diatur di 36,5C. Bila menggunakan menyetelan manual, harus diatur suhunya sesuai yang dikehendaki, biasanya 33-34C tergantung BBL

Selama Perawatan Inkubator Suhu BBL harus dipantau secara berkala, setiap jam atau sesuai instruksi dokter untuk mempertahankan suhu pada suhu 36,5 37,5C. Lubang di inkubator harus digunakan sebisa mungkin saat melakukan perawatan BBL, dan tidak dengan membuka pintu inkubator yang lebih besar. Jika inkubator terkena sinar matahari langsung atau lampu phototherapy digunakan, pemantauan suhu BBL dan penyesuaian suhu inkubator perlu sering dilakukan untuk mencegah BBL terlalu panas Bila menggunakan suhu bayi, pergunakan indikator pengukur suhu yang ditempelkan di perut kanan bayi. Dan suhu diatur di 36,5 - 37C. Bila menggunakan suhu dalam inkubator, harus disesuaikan dengan BBL nya. Biasanya disetel antara 33-34C.

Tatalaksana Pertama kali perhatikan ABC resusitasi bayi Untuk bayi dibawah 1500 gr, harus di selimuti dengan plastik, kemudian baru dibungkus dengan kain/selimut. Tutup kepalanya Pasang jalur IVFD, bila kesulitan, dapat dgn kateter no 3,5 atau 5. Masuk jangan terlalu dalam sekitar 2-3cm. Beri Infus D10 dgn tetesan kira2 BBx3gtt mikro. Mis : 1,3 kgx3 = 4 gtt. Periksa GDS bila dibawah 50g/dl, loading dgn glukosa 10%, 1cc/kgBB cepat.ulangi tiap jam bila belum naik. Periksa sirkulasi bila CRT25001501-25001251-15001001-1250750-1000708090100105130110120130140>130>130>130>140>150

Kebutuhan cairan ini harus diperhatikan IWL dan faktor lingkungan nya, serta penyakit yang mendasari. Untuk penyakit dengan RDS harus dikurangi kebutuhan cairannya, demikian juga untuk bayi yang berada di bawah radian warmer.

PARENTERAL NUTRISI (TPN)

1. GLUKOSAGukosa yang digunakan biasanya adalah Dextrosa 10%, untuk mencukupi kebutuhan glokosa di dalam darahnya antara 50-120gr/dl. Atau GIR dipertahankan antara 4-6 untuk BBLR dan dapat ditingkatkan 6-8 bila diperlukan. Untuk kondisi tertentu konsentrasi glukosa dapat ditingkatkan sampai 12,5% bila menggunakan akses perifer dan lebih bila menggunakan akses sentral/umbilikal. Cara menaikkan konsentrasi glukosa adalah dengan mencapurkan Dextrosa 10% dengan Dextrosa 40%.

KONSENTRASI GLUKOSADektrose 10%Dextrose 40%Konsentrasi

46 cc42 cc38 cc34 cc30 cc20 cc 4 cc 8 cc12 cc16 cc20 cc24 cc12,5%15 %17,5%20 %22,5%25 %

2. PROTEINPemberian protein dapat dilakukan pada hari pertama. Protein yang diberikan adalah aminosteril infant. Dalam setiap 1gr nya terdapat 20cc aminosteril infant. Untuk gangguan hepar dapat digunakan aminoleban. Dalam 1gr terdapat 12,5cc. Aminosteril dapat di stop bila bayi sudah minum ASI/PASI 30-50cc/kgbb/hari. BB < 1000 grPemberian aminofusin harus diperhatikan GIR nya, apakah cukup apa tidak, minimal GIR 4 atau 20kal/kgBB maka dapat diberi aminofusin mulai dosis 3g/kgBB/hari yg dapat dinaikkan 0,5g per hari maksimum 3,5 gr/kgbb/hari BB > 1000 grBeri aminofusin hari 1, dgn Do: 3gr/kgBB/hari, hari 2 dinaikkan 0,5g/kgBB/hari sampai maksimal 3,5 g/kgb/hari.

2. LIPIDPemberian lipid, perhatikan keadaan umumnya. Pemberian harus dengan siringe khusus dan ET yang khusus berwarna hitam. Bila tidak ada, dapat dibungkus dengan kertas kopi atau plastik berwarna hitam. Lipid yg digunakan adl Ivelid konsentrasi 20%, dimana 1gr ivelid = 5cc. Diberikan kontinyu selama 24 jam. Dosis hari 1 : 1gr/kgbb, hari 2 : 2gr/kgbb, hari 3 : 3gr/kgbb mis: BB 1,3kg, jadi beri 1,3g lipid. Bila ivelid 1gr=5cc, maka beri ivelid 1,3x5cc=6,5cc ivelid/24jam. Atau 0,2cc/jam. Cek trigliserid bila tinggi stop. Bila normal lipid dapat dinaikkan 2gr sampai 3 gr/kgbb. 4. ELEKTROLIT KCl : 1-2mg/kgbb. Atau 1-2 ml/kgbb per hari. Praktisnya adalah tiap 500cc cairan tambah 10 cc KCl 10%, Ca glukonas, 2-4 meq/kgBB/hari atau 1-2 cc/kgBB/hari. Praktisnya tiap 500cc cairan tambah 10cc Caglukonas. Untuk terapi kejang atau hipokalsemia, dapat diberikan 5cc/kgbb/hari Ca glukonas atau tiap 500cc cairan tambah 50cc Ca glukonas. NaCl : 2-4meq/kg/hr. Bila memakai NaCl 3% 4-6cc/kgbb. Praktisnya tiap 500cc, tambahkan 25-30cc. Contoh :Bayi usia 1 hari, BB: 2000gr. Retraksi(+), dirawat di dalam inkubator. Hitung kebutuhan cairan dan elektrolitnya. Kebutuhan cairan hari 1: 80x2 = 160cc/hari 20% (RDS) tapi +20%(inkubator). Jadi tetap 160cc/hari. (kebutuhan cairan harus di catatkan dulu) Terdiri dari : Ca glukonas: 2x2 : 4cc/hari Dextrosa 10%. 160-4 : 156cc/hari GIRnya harus dipertahankan 4-6. Setelah dimasukkan rumus, GIR nya 5,4. (artinya GIR bagus) Aminosteril 3 gr/hari. Tiap 1gr aminosteril infant: 20cc. Jadi 3x20cc:60cc. Cairan yg diberikan jadi berkurang 60cc jadi tinggal 96 cc. Sekarang GIR nya tinggal 3,3 (artinya tidak bagus), bayi bisa hipoglikemia. Bila GIR dibawah 4, harus dinaikkan konsentrasi glukosanya bisa sampai 12,5% untuk infus perifer. Atau aminosteril diturunkan tidak 3 gr tapi mulai dengan 2gr dulu. Hari pertama KCl dan NaCl tidak diberikan. Setelah hari ke dua, dihitung ulang cairannya sesuai kebutuhannya, dan ditambahkan KCl dan NaCl sesusi dengan kebutuhannya. CARA PEMBERIAN DENGAN SIRINGE PUMPMisalnya: BB=3kg, usia 1hr jadi kebutuhan 60cc/kgbb/hari atau 180cc/hari.Setting : 180cc = 7,5cc/jam 24

PERHATIKAN PERFUSI CAIRAN DALAM PEMBERIAN CAIRAN TPN Cara : dgn menekan telapak kaki, bila perfusi jelek, maka kembali merah lebih dari 3 detik. Biasanya disertai dengan FiO2>80%. Terapi dgn loading cairan 10cc/kgbb/30 menit. Loading dpt sampai 2-3 kali. Bila perfusi masih jelek beri dopamin/dobu. Bila masih jelek, beri bicnat blind 2mg/kg dlm NaCl bila masih jelek beri adrenalin.

GANGGUAN SIRKULASI (capilary refill) Capilary refill 2412-24>24>12>8>6

PEMBERIAN NUTRISI BAYI S