sejarah arsitektur kolonial

Download sejarah arsitektur kolonial

Post on 28-Nov-2015

95 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Ppt Sejarah

Presentasi Sejarah arsitektur Kolonial di Indonesiakelompok :Jordan Leander (22412016)Christian harianto(22412100)Radityo chrisna A (22412110)Christian Febriono (22412112)Yusuf Surya P.(22412126)Victor Tanedi(22412132)Dan Karana (22412141)

Museum sejarah jakarta (museum Fatahillah)arsitektur Kolonial abad 16-17

SEJARAH BANGUNANMuseum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia ini adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.Gedung Museum Sejarah Jakarta ini mulai dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon CoenPada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah. Pada tahun 1925-1942 gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 digunakan pula sebagai Markas Komando Militer Kota (KMK) I yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Fungsi bangunan Koleksi yang dipamerkan berjumlah lebih dari 500 buah, yang lainnya disimpan di storage (ruang penyimpanan). Umur koleksi ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi warisan Museum Jakarta Lama berasal dari abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata. Semua barang secara berkala dilakukan rotasi sehingga semua koleksi dapat dilihat pengunjung.

Ciri-ciri Arsitektur Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Museum fatahillah memiliki 3 lantai yang keseluruhannya mendapatkan sentuhan warna kuning tanah sebagai catnya, bagian-bagian berkayu seperti jendela serta kusen pintu terbuat dari kayu jati yang dikenal memiliki daya tahan yang cukup tinggi.

Tidak adanya teritisan atapBergaya neoklasik

Tulisan gouverneurskantoor adalah kantor pemerintahan dalam bahasa belanda. Ciri khas museum ini yang menjadikannya lebih mirip lagi dengan bangunan-bangunan eropa bergaya neoklasik abad 17 adalah :1. penunjuk arah mata angin pada bagian atap utama2. pekarangan dengan susunan konblok3. kolam yang dihiasi dengan pohon-pohon tuaInterior museum sejarah jakarta : 1. tata ruang dalam museum dipersiapkan untuk menampilkan cerita berdasarkan kronologis sejarah jakarta dalam bentuk modern seperti display, diperlukan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan ditunjang secara grafis dengan menggunakan foto-foto, gambar-gambar dan sketsa, peta dan label penjelasan agar mudah dipahami dalam kaitannya dengan faktor sejarah Jakarta. 2. fasilitas ruang pada museum Fatahillah :perpustakaan, kantin, ruang sinema, toko souvenir, ruang pertemuan, ruang pameran, taman dalam.

Gereja Immanuel (abad 17-18)

Alamat : Jl. Merdeka Timur no. 10, Jakarta

Sejarah

Dibangun berdasarkan kesepakatan antara umat reformasi dan umat lutheran di Batavia.

Bangunan ini diresmikan menjadi gereja untuk menghormati raja Willem I.Pembangunan dimulai tahun 1834 dan selesai tahun 1839Rancangan : J.H. Horst

Karakter arsitekturTermasuk ke dalam arsitektur gaya Indische Empire dengan ciri-ciri :Simetri Serambi depan terbuka dengan barisan kolom klasikHalaman luas di depan (terlihat megah)

KANTOR POS MEDAN(arsitektur transisi)

Sejarah :Bangunan yang didirikan pada tahun 1909 ini memiliki bentuk yang cukup Unik karena memiliki atap kubah. Kantor Pos yang berada di Jalan Medan Merdeka Square ini menjadi destinasi wajib bagi hampir seluruh wisatawan yang melancong ke Medan.

Meski memiliki fungsi yang masih sama, yaitu sebagai kantor pos, bangunan ini hampir selalu ramai didatangi wisatawan. Apalagi letaknya yang tidak terlalu jauh dari Merdeka Walk yang ada di jantung Kota Medan membuat bangunan ini cukup strategis untuk didatangi. Di bangun oleh Snuyf, seorang arsitek yang telah menjadi kepala Sipil Pekerjaan Umum untuk Indonesia.Fungsi Bangunan :Fungsi dari bangunan ini tetap sama sejak pertama kali di dirikan. Saat ini, Kantor Pos Besar Medan tersebut masih melayani jasa pos dan telekomunikasi serta menjadi tempat kumpul para filatelisSelain berfungsi sebagai kantor pos, bangunan ini juga sering di datangi orang orang sebagai tempat wisatawanCiri ciri Arsitektur Di Eropa, desain bangunan seperti pada Kantor Pos Besar Medan dikenal dengan nama arsitektur modern fungsional (art deco geometrik). Di ruang tengah, yang disebut vestibule, pada bagian atas tergantung lampu hias antik khas zaman dulu. Lampu setinggi lebih kurang sepuluh meter dan berada pada ketinggian sekitar enam meter dari lantai tersebut masih asli dari zaman Belanda. Di sisi pinggir bawah langit-langitnya terukir beberapa ekor merpati pos dengan desain Belanda kuno, berbeda dengan ukiran merpati pos ciri khas Pos Indonesia.

Tulisan ANNO 1911 merupakan bahasa yang umum di pakai di Eropa yang berarti Tahun 1911. Anna Domini misalnya, yang populer disingkat AD, merupakan bahasa Italia yang berarti Tahun Tuan Kita atau Tahun Masehi atau yang umum disebut Masehi atau yang disingkat M.Hotel savoy Homann (arsitektur kolonial modern)

Lokasi : Jl. Asia Afrika No.112 Bandung, Jawa Barat, Indonesia Luas lahan : 11464.8625 M2 ( 1.15 Ha ) Peruntukan : Wisma Besar / Penginapan Ketinggian Bangunan : >12 Lantai Luas bangunan : 5473.4559 M2 ( 5480 M2 ) Arsitek: renovasi 1883 oleh : G.Westerlo yang bergaya eksletis. Renovasi tahun 1936 oleh : Albert Aalbers yang bergaya Art Deco

Sejarah Arsitektur

1849: Pembangunan ini baru selesai dan saat itu direalisasikan oleh Mr.F.J.A. Van Es.1870 : Pemilik hotel ini adalah keluarga Homann. Mereka berasal dari Jerman dan pindah ke Bandung. Yang bentuknya berupa rumah panggung beratap rumbia dan berdinding gedek bambu. Pemilik lamanya adalah RHM saddak. 1876-1880:Berubah nama menjadi Hotel Post Road. Bangunan ini sudah berbentuk permanen dan bergaya arsitektur Romantik dan Barok.1883-1920 :Berubah Gaya arsitektur bangunan menjadi Gothik Revival. Yang kemudian makin dipercantik dengan gaya art-deco. Perubahannya yaitu penggunaan kaca patri, mebel baru & kap lampu. Namun, hotel ini tidak lagi dikelola keluarga Homann, tetapi oleh Fr JA van Es. 1937-1939:Hotel ini pun kembali berubah nama menjadi Hotel Savoy Homann.

1945-1946: Kedatangan negara Belanda menjadikan fungsi Hotel ini berubah menjadi Markas Palang Merah International yang kemudian dikembalikan kepada Van Es, dan ia kembali mengelola hotel hingga meninggal pada tahun 1952.

1955- 1987:Pada saat dipimpin Saddak, Hotel Savoy Homann dipakai sebagai tempat tinggal para kepala negara yang mengikuti Konferensi Asia- Afrika. Dia menjual saham hotel kepada HEK Ruhiyat, pemilik Hotel Panghegar, Bandung

2000:Ruhiyat memutuskan berkonsentrasi mengembangkan Hotel Panghegar melepas 89 persen sahamnya kepada Grup Bidakara. Dan kini Savoy Homann bernama Savoy Homann Bidakara Hotel. Ciri ciri ArsitekturMerupakan bentuk arsitektur Art Deco. Terdiri dari Unsur unsur dekoratif berupa garis-garis dan Bidang geometris, seperti penggunaan lampu dari kaca patri berwarna-warni, dan kusen dari besi. Art Deco pada bangunan Hotel Savoy Homann ini berupa garis garis Horizontal, vertikal dengan irama komposisi tersusun sehingga terlihat adanya keselarasan, keseimbangan dan keharmonisan

Hotel savoy-homann termasuk ke art deco

Hotel savoy-homann termasuk dalam gaya arsitektur Art Deco: Streamline Deco. Hal ini terlihat jelas pada penekanan garis-garis horizontal bangunan yang lugas dan dinamis. adanya penggunaan unsur dekoratif berupa garis-garis dan bidang yang minimalis pada fasad dan permukaan fasad yang halus juga merupakan ciri arsitektur streamline deco.

Matur nuwun