sedimen deposit

Download Sedimen Deposit

Post on 05-Aug-2015

121 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH GEOLOGI LAUT DEPOSIT SEDIMEN

Disusun oleh :RAHTYA LUHCITA A. ARBYANTO AZMI HARRY MUHAMMAD H NAUFAN INDRA IKHSAN ANGGA PRATAMA N. LUTHFIYYAH AZIZAH ANDI DESANDI YUSHAR RONA SANDRO FATIMAH MAULIDA 230210110028 230210110029 230210110030 230210110031 230210110032 230210110033 230210110034 230210110035 230210110036

ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

DAFTAR ISIMAKALAH GEOLOGI LAUT...................................................................1 DEPOSIT SEDIMEN...................................................................................1 RAHTYA LUHCITA A. 230210110028...................................................1 ILMU KELAUTAN.....................................................................................1 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN.............................1 UNIVERSITAS PADJADJARAN..............................................................1 2012..............................................................................................................1 DAFTAR ISI.................................................................................................i BAB I. PENDAHULUAN...........................................................................1 Latar Belakang.........................................................................................1 1.2. Tujuan...............................................................................................1 1.3. Manfaat.............................................................................................2 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.................................................................3 2.1. Pengertian Mineral............................................................................3 2.2. Pembentukan Endapan Mineral........................................................6 2.2.1. Proses Magmatis........................................................................7 2.2.2. Proses Pegmatisme...................................................................10 2.2.3. Proses Pneumatolisis................................................................10 2.2.4. Proses Hydrotermal..................................................................10 2.2.5. Proses Replacement (Metasomatic replacement).....................12 2.2.6. Proses Sedimenter....................................................................15 2.2.7. Proses Evaporasi......................................................................15

i

2.2.8. Konsentrasi Residu dan Mekanik.............................................15 2.2.9. Supergen enrichment................................................................16 2.2.10. Metamorfisme........................................................................16 BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN...................................................17 3.1. Kesimpulan.....................................................................................17 3.2. Saran................................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA................................................................................18

ii

BAB I. PENDAHULUAN

Latar BelakangProses proses pembentukan endapan mineral mineral baik yang memiliki nilai ekonomis,maupun yang tidak bernilai ekonomis sangat perlu diketahui dan dipelajari mengenai proses pembentukan , keterdapatan serta pemanfaatan dari mineral mineral tersebut. Mineral yang bersifat ekonomis dapat diketahui bagaimana keberadaan dan keterdapatannya dengan memperhatikan asosiasi mineralnya yang biasanya tidak bernilai ekonomis. Dari beberapa proses eksplorasi penyelidikan , pencarian endapan mineral, dapat diketahui bahwa keberadaan suatu endapan mineral tidak terlepas dari beberapa faktor yang sangat berpengaruh,antara lain banyaknya dan distribusi unsur unsur kimia, aspek fisika dan biologis. Secara umumnya proses pembentukan endapan mineral baik jenis endapan logam maupun non logam dapat terbentuk karena proses mineralisasi yang diakibatkan oleh aktivitas magma ,dan endapan mineral ekonomis selain karena aktifitas magma ,juga dapat dihasilkan dari proses alterasi yaitu mineral hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor.Pada proses pembentukan mineral baik secara mineralisasi dan alterasi tidak terlepas dari faktor faktor tertentu yang selanjutnya akan dibahas lebih detail untuk setiap jenis pembentukan mineral.

1.2. Tujuan1. Mengetahui proses pembentukan deposit mineral 2. Mengetahui sebaran deposit meneral 3. Mengetahui potensi dari deposit mineral

1

1.3. Manfaat1. Dapat Mengetahui proses pembentukan deposit mineral (endapan mineral), baik yang memiliki nilai ekonomis,maupun yang tidak bernilai ekonomis 2. Dapat mengetahui daerah mana saja yang dominan terhadap sebaran dari deposit mineral 3. Di samping itu, kita juga dapat mengetahui potensi dari deposit mineral itu sendiri, baik yang bersifat positif maupun yang negatif.

2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian MineralMenurut defenisi klasik, mineral adalah suatu benda padat anorganik yang terbentuk secara alami, bersifat homogen, yang mempunyai bentuk kristal dan rumus kimia yang tetap. Dan menurut defenisi kompilasi, mineral adalah suatu zat yang terdapat dialam dengan komposisi kimia yang khas, bersifat homogen, memiliki sifat-sifat fisik dan umumnya berbentuk kristalin yang mempunyai bentuk geometris tertentu. Hal yang membedakan kedua defenisi tersebut adalah pada defenisi klasik, yang termasuk mineral hanyalah benda atau zat padat saja. Dan pada defenisi kompilasi, mineral mempunyai ruang limgkup yang lebih luas karena mencakup semua zat yang ada dialam yang memenuhi syarat-syarat dalam pengertian tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan karena ada beberapa bahan yang terbentuk karena penguraian atau perubahan sia-sisa tumbuhan dan hewan secara alamiah juga digolongkan kedalam mineral, seperti batubara, minyak bumi dan tanah diatome. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam-garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang mineral. Mulai dari pembagian atau penggolongan mineral, pengenalan sifat-sifat mineral, pendeskripsian mineral dan semua hal yang berkaitan dengan mineral. Untuk mempelajari tentang mineral, tentu harus terlebih dahulu mengetahui sifat-sifat yang ada pada mineral tersebut. Ada beberapa sifat mineral, yaitu sifat fisik secara teoritis dan sifat fisik secara determinasi (laboratorium). Sifat fisik secara teori hanya bisa menggambarkan sebagian dari sifat-sifat mineral dan tidak dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan atau membedakan mineral-mineral yang ada, karena hanya terdapat pada sebagian mineral saja. Adapaun sifat-sifat mineral secara teori tersebut adalah :

3

1.Suhu Kohesi Sifat kohesi mineral adalah kemampuan atau daya tarik-menarik antar atom pada sebuah mineral. Pada mineral, antar mineral-mineral yang sejenis, akan mempunyai daya tarik-menarik yang menyebabkan mineral-mineral tersebut cenderung akan terkumpul dalam suatu jumlah tertentu dalam suatu daerah. Hal ini disebabkan oleh susunan atom-atom atau komposisi kimia dalam mineral yang tetap. Daya tarik-menarik ini juga dapat dipengaruhi oleh suhu. Suhu yang mempengaruhi daya tarik-menarik atau kohesi ini disebut suhu kohesi. 2. Reaksi Terhadap Cahaya Mineral cenderung akan bereaksi terhadap cahaya yang dating atau dikenai padanya. Reaksi ini pada umumnya dapat terlihat oleh mata kita. Namun, sifat ini tidak dapat dijadikan penentu untuk membedakan mineral. Karena kecenderungan timbulnya reaksi yang sama pada mineral-minera bila terkena cahaya. Reaksireaksi yang terjadi pada mineral akan menimbulkan atau menampakkan sifat fisik mineral secara determinasi seperti warna, gores, kilap, transparansi dan perputaran warna. 3. Perawakan Kristal Perawakan kristal pada mineral diartikan sebagai kenampakkan sekelompok mineral yang sama yang tumbuh secara tidak sempurna karena ada gangguan dari sumber utama mineral maupun gangguan dari lingkungan tempat terjadinya mineral, sehingga mineral tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan ada perbedaan bentuk dan ukuran mineral. Kenampakkan tersebut sering disebut sebagai struktur mineral. 4. Sifat Kelistrikan Sifat kelistrikan pada mineral adalah kemampuan mineral untuk menerima dan juga meneruskan aliran listrik yang dikenakan padanya. Pada mineral hanya

4

ada dua jenis sifat kelistrikan. Yaitu, yang dapat menghantarkan listrik (konduktor) dan yang tidak dapat menghantarkan listrik (isolator). 5. Sifat Radioaktivitas Sifat Radioaktivitas mineral tercermin dari unsur-unsur kimia yang ada dalam mineral tersebut yang unsure-unsur tersebut dapat mengeluarkan sinar-sinar , , dan . Ada mineral-mineral unsure-unsur yang dapat bersifat radioaktiv seperti Uranium(U), Radium(Ra), Thorium(Th), Plumbum(Pb), Vanadium(V) dan Kalium(K). Biasanya, mineral_mineral yang bersifat radioaktiv dijumpai dalam mineral-mineral ikutan atau mineral-minera yang terbetas jumlahnya. Kegunaan dari mineral-mineral radioaktiv adalah dapat digunakan sebagai sumber energi dan dapat juga digunakan untuk mengukur waktu Geologi dengan cara menghitung waktu paruhnya (half time). 6. Gejala Emisi Cahaya Gejala emisi cahaya adalah gejala sumber cahaya yang dihasilkan dalam proses-proses tertentu. Misalnya, proses radiasi dan keluarnya sinar Ultraviolet. Mineral Phospor yang pada waktu malam mengeluarkan cahaya adalah contoh emisi cahaya yang terus-menerus, demikian juga halnya yang terjadi pada mineral Radium(Ra). Cahaya tersebut merupakan gelombang cahaya yang dikeluarkan oleh mineral, dimana panjang gelombang cahaya tersebut lebih panjang daripada gelombang cahaya biasa. Hanya ada beberapa mineral yang