(seagrass) terhadap pencemaran logam berat timbal (pb)

Download (seagrass) terhadap pencemaran logam berat timbal (Pb)

Post on 12-Jan-2017

222 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGI NASIONAL

    TAHUN ANGGARAN 2009

    EKSPRESI PROTEIN LAMUN (SEAGRASS)

    TERHADAP PENCEMARAN LOGAM BERAT

    TIMBAL (Pb) DI PERAIRAN PESISIR UTARA

    JAWA TIMUR

    OLEH : Dr.Ir.Endang Yuli Herawati., MS.

    Dr.drh. Aulanniam, DES

    Dibiayai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, melalui DIPA Universitas Brawijaya

    No 0174.0/02304.2/XV/2009 tanggal 31 Desember 2008, dan berdasarkan SK Rektor Nomor : 160/SK/2009, tanggal 7 Mei 2009

    UNIVERSTAS BRAWIJAYA

    MALANG, NOVEMBER 2009

  • RINGKASAN

    Resiko polusi lingkungan ion logam berat Pb karena toxisitas serta menyebabkan

    kelumpuhan dan akumulasi dalam biota, maka diperlukan monitoring konsentrasi logam

    berat dalam lingkungan. Analisa kandungan logam berat dalam sedimen dan air banyak

    dilakukan namun dalam tumbuhan lamun masih sangat sedikit dilakukan. Tujuan 1).

    Mengetahui kandungan Pb pada akar, seludang dan daun lamun, sedimen dan air dari

    lokasi yang berbeda 2). Menentukan tingkat pencemaran perairan pesisir Utara Jawa

    Timur berdasarkan kandungan logam berat Pb; 3). Mengetahui dan menentukan profil

    protein bagian - bagian tumbuhan lamun yang terkontaminasi Pb. Hasil penelitian didapat

    1). Kandungan Pb dalam tumbuhan lamun dan sedimen di lingkungan tercemar

    cenderung lebih tinggi daripada di lingkungan tidak tercemar; 2). Kandungan Pb air laut

    Lamongan (0,062 0,003 ppm) dan Lempuyang (0,049 0,004 ppm) < sedimen

    Lamongan (5,847 0,058 ppm) dan Lempuyang (1,238 0,034 ppm) namun pada air

    sudah melebihi ambang batas Baku mutu air laut untuk kehidupan biota oleh KMNLH

    (2004) 0,008 ppm; 3). Profil protein menunjukkan terekspresi hampir sama dengan berat

    molekul 75,7 kDa di Lamongan dan 72 kDa di Lempuyang dari sampel akar, seludang

    dan daun lamun Cymodocea rotundata. Disarankan 1). Tumbuhan lamun berguna untuk

    membantu mengurangi toksisitas Pb di perairan pesisir; 2). Perlu penelitian tentang luas

    area tumbuhan lamun pada suatu perairan dalam upaya mengurangi kandungan Pb dan 3).

    Perlu dilakukan pengamatan tentang pengaruh salinitas yang lebih rendah

    Kata kunci : lamun dan logam berat Pb

  • SUMMARY

    Environmental pollution risk Pb heavy metal ion because toxicitas and causes

    immobility and accumulation in biota, therefore needful monitoring concentrates heavy

    metal in environmentally. Heavy metal concentration analysis in sedimentary and water a

    lot of is done but on seagrass still measly is done. To the effect 1). Knowing Pb content

    on seagrass parts (root, rhizome and leaf ), sediment and water of location that variably

    2). Determining pollution degree Javanese North coast East base Pb's heavy metal

    content; 3 ). Know and determines seagrass part protein profiles contamination Pbs ones.

    Observational result to be gotten 1). Pb's content in seagrass and sedimentary at begrimed

    environment tends to overbid than at environment is not begrimed; 2 ). Pb's content water

    goes out to sea Lamongan (0,062 0,003 ppm) and Lempuyang (0,049 0,004 ppm) <

    Lamongan's sediment (5,847 0,058 ppm) and Lempuyang (1,238 0,034 ppm) but on

    water was overshot Default bounds sill water quality goes out to sea to biota's life by

    KMNLH (2004) 0,008 ppm; 3 ). Protein profile points out most expression close

    resemblance heavily molecule 75,7 kDa at Lamongan and 72 kDa at Lempuyang of root

    sample, seludang and leaf romances Cymodocea rotundata . Suggested 1). Seagrass plant

    to help reduce Pb's toxicity at coast waters; 2 ). Need research seagrass area extent at one

    particular waters in the effort reduce Pb's content and 3). Need to be done by more watch

    about inferior salinity influence

    Key word : Seagrass and Pb heavy metal

    DAFTAR PUSTAKA

    American Public Health Association (APHA), 1989. Standard Methods for The

    xamination f Water and Waste Water. 17 ed. AWWA (American Water

    Works Association) and WPCF Water Pollution Control Federation)

    Washington D.C.

    Arisandi, P. 2001. Mangrove Jawa Timur, Hutan pantai yang terlupakan. Ecological

    observation and Wetlands Conservation. ecotton@ecoton.or.id.

    Azkab, M.H. 1999. Pedoman Inventarisasi Lamun, dalam Oseana, Majalah Ilmiah Semi

    Populer, Volume XXIV, Nomor 1. Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta.

    1-16

    Bengen, D. G. , 2001. Sinopsis Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta

    Prinsip Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan.

    Institut Pertanian Bogor. Bogor.

  • Brix, H. , J.E. Lyngby & H.H. Schierup, 1983. Eelgrass (Zostera marina L.) as an

    indicator organism of trace metals in the Limfjord, Denmark. Mar.

    Environ. Res., 8: 165 181.

    Bryan, G.W. 1976a. The effects of heavy metals (other than mercurry) on marine and

    estuarine organisms. Proc. Roy. Soc. Lond. B 177 : 389-410.

    Calmet D., C.E.Boudouresque & A.Meinesz, 1988. Memorization of nuclear atmospheric

    tests by rhizomes and scales of the Mediterranean seagrass Posidonia

    oceanica (Linnaeus) Delile. Aquat. Bot., 30: 279 294.

    _________., S.Charmasson, G.Gontier, A. Meinesz & C.F.Boudouresque, 1991.

    Chernobyl radionuclides in the Mediterranean seagrass Posidonia

    oceanica, 1986 1987. J.Environ. Rad., 13: 157 173.

    Carter, R.J.& R.S.Eriksen, 1992. Investigation into the use of Zostera muelleri (Irmish ex

    Aschers.) as a sentinel accumulator for copper. In : G.E.Batley (Ed.),

    Trace Metals in the Aquatic Environment. Sci. Total Environ. 125 : 185

    192.

    Connell. D.W. dan Miller, G. 1995. Kimia dan ekotoksikologi pencemaran. Jakarta : UI

    Press.

    Dahuri, R., J. Rais., S. P. Ginting., M. J. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber Daya

    Wilayah Pesisir Dan Lautan Secara Terpadu, Edisi Revisi. PT. Pradnya

    Paramita. Jakarta

    Den Hartog, C. 1970. The Seagrass of The World. North Holland Publishing Company.

    Amsterdam

    English, C. Wilkinson and V.Baker, 1994. Survey manual for tropical marine resources.

    ASEAN-Australia Marine Science Project : living Coastal Resources.

    Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Kanisius. Yogyakarta. Fardiaz, S. 1992. Polusi

    Air dan Udara. Kanisius. Yogyakarta.

    Fitter, A.H. dan Hay, R.K.M. 2001. Fisiologi lingkungan tanaman. Yogyakarta: UGM

    Press.

    Harper, H.A., Rodwell, V.W. dan Mayes, P.A., 1999. Biokimia. Review of Physiological

    chemistry. Lange Medical Publications. Los althos, California.

    Kiswara, 1994. Perbandingan Kadar Logam Berat (Cd, Cu, Pb dan Zn) Dalam Lamun di

    Perairan Tropis dan Subtropis dalam D. Setiapermana, Sulistijo, H. P.

    Hutagalung (Eds). Prosiding Seminar Pemantauan Pencemaran Laut.

    Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta. 30-38.

  • Lyngby, J. E., & Brix, H., 1989. Heavy metals in eelgrass (Zostera marina L.) during

    growth and decomposition. Hydrobiologia, 176/177, 189196.

    Lytle, J. S., & Lytle, T. F. (2001). Use of plants for toxicity assessment of estuarine

    ecosystems. Environmental Toxicology and Chemistry, 20, 6883.

    Marin-Guirao, L., Atucha, AM., Barba, JL., Lopez, EM. and Fernandez, AJG., 2005.

    Effect of mining wastes on a seagrass ecosystem: metal accumulation and

    bioavailability, segrass dynamics and associated community structure.

    Marine Environmental Researsc 60 (2005) 317 337.

    Hutagalung, H.P. 1991. Pencemaran laut oleh logam berat. Status pencemaran laut di

    Indonesia dan teknik pemantauannya. Puslitbang Oseanologi (LIPI),

    Jakarta. Hlm 45 59.

    Lim-Sylianco, CY., 1984. Modern Biochemistry. Philippine Graphic Arts, Inc. Caloocan

    City, Philippines.

    Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta

    Parker, S. P. 1992. Encylopedia Of Chemistry 2nd ed. Mc Graw Hill Inc. New York.

    Parker, P. L. 1993. Zinc In A Texasbay. Publhication. Institut. Mar. Sci. Abstrack Texas,

    8 : 75 79

    Phillips, D.J.H.,1990; Use of macroalgae and invertebrates as monitors of metal levels in

    estuaries and coastal waters. In : R.W.Furness and P.S.Rainbow (Eds.),

    Heavy metals in the Marine Environment. CRC.Press.Boca Raton, FL : 81

    99.

    Romimohtarto, K dan S. Juwana. 1999. Biologi Laut. Pusat Penelitian dan

    Pengembangan Oseanografi. LIPI. Jakarta.

    Salisbury, F.B. dan Ross W.C. 1995. Fisiologi tumbuhan. Jilid I, II dan III. Bandung. ITB

    Press.

    Sanchizc, Benedito, Garcia- Carrascosa, AM and Pastor A, 1999. A Multivariate analysis

    of heavy metal contents and physico-chemical characteristics of sediments

    from marine Macrophyte meadows. Frensemis Envir Bulletin 7.

    Sanchiz C, Garcia- Carrascosa, AM and Pastor A, 2000a. Bioaccumulation of Hg, Cd, Pb

    and Zinc in four marine phanerogams and the alga Caulerpa polifera

    (Forsskal) Lamouroux from the East coast of Spain. Botanica

    Marine.vol.42.

    Suhendrayatna, 2003. Bioremoval logam berat dengan menggunakan microorganisme :

    Suatu kajian kepustakaan. Disampaikan pada seminar on-air Bioteknologi

  • untuk Indonesia Abad 21, 1 14 Februari 2001. Sinergy Forum PPI

    Tokyo Institute of Technology.

    Sumirat, J., 2005. Toksikologi lingkungan. Gadjag Mada University Press.

    Sundelin, B., & Eriksson, A., 2001. Mobility and bioavailability of trace metals in

    sulfidic coastal sediments. Environmental Toxicology and chemistry, 20,

    748756.