rpp pendidikan agama budha dan budi pekerti smp kelas viii

Download RPP Pendidikan Agama Budha dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII

If you can't read please download the document

Post on 12-Feb-2017

858 views

Category:

Education

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

    Sekolah : SMP NEGERIMata Pelajaran : Pendidikan Agama Budha dan Budi PekertiKelas/Semester : VIII/GanjilTema : Khotbah Pertama BuddhaAlokasi Waktu : 18 x 40 menit

    A. Kompetensi Inti1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotongroyong),

    santun, percayadiri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalamjangkauan pergaulan dan keberadaannya.

    3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, danprosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

    4. Mencoba, mengolah, dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,memodifikasi, danmembuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, danmengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudutpandang/teori.

    B. Kompetensi Dasar1.1 Menghayati makna khotbah pertama dalam kehidupan sehari-hari1.2 Menghargai jasa para pejuang dhamma2.1 Menghayati khotbah pertama dalam kehidupan sehari-hari2.2 Menghayati perilaku tanggung jawab terhadap tempat-tempat Dharmayatra dan tempat-tempat suci

    agama Buddha3.1 Mendeskripsikan isi khotbah pertama Buddha4.1 Membuat tulisan agama Buddha terkait isi khotbah pertama Buddha.

    C. Indikator:1.1.1 Peserta didik menghayati makna khotbah pertama dalam kehidupan sehari-hari1.2.1 Peserta didik menghargai jasa para pejuang dhamma2.1.1 Peserta didik menghayati khotbah pertama dalam kehidupan sehari-hari2.2.1 Peserta didik menghayati perilaku tanggung jawab terhadap tempat-tempat Dharmayatra dan tempat-

    tempat suci agama Buddha3.1.1 Menjelaskan alasan Buddha merenungkan Dharma3.1.2 Menemukan alasan Buddha enggan mengajarkan Dharma3.1.3 Menjelaskan tujuan memohon kepada Buddha untuk mengajarkan Dharma3.1.4 Menunjukkan alasan Buddha terdorong untuk mengajarkan Dharma3.1.5 Menjelaskan tujuan Buddha melakukan perjalanan ke Benares3.1.6 Mencari syair Dhammapada yang berhubungan dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan4.1.1 Membacakan syair yang disampaikan oleh brahma sahampati kepada Buddha4.1.2 Membuat rangkuman isi khotbah pertama Buddha4.1.3 Menyajikan rangkuman isi khotbah pertama Buddha4.1.4 Menghafalkan unsur-unsur secara berurutan Jalan Mulia Berunsur Delapan4.1.5 Membuat karya 3 dimensi, yaitu cakra dari sterofoam atau kardus sebagai lambang Jalan Mulia

    Berunsur Delapan4.1.6 Mempresentasikan hasil karya4.1.7 Membaca renungan syair Dhammapada tentang Jalan Mulia Berunsur Delapan

    D. Materi PembelajaranKhotbah Dharma sangat efektif untuk menyebarkan ajaran Buddha. Para umat Buddha berbondong-

    bondong ke vihara untuk mendengarkan khotbah Dharma. Dengan demikian, orang-orang akan dapatmemahami Dharma dengan baik. Khotbah Pertama Buddha dikenal dengan nama DhammacakkappavattanaSutta. Khotbah ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah berdirinya agama Buddha. Tanpa adakhotbah ini, mungkin tidak ada agama Buddha. Sampai sekarang khotbah ini diperingati sebagai hariAsadha pada bulan Juli setiap tahunnya. Di Indonesia, peristiwa Asadha diperingati di vihara-vihara, disekolah-sekolah, bahkan di gedung-gedung. Tujuannya untuk mengenang peristiwa penting KhotbahPertama Buddha kepada lima petapa.A. Buddha Merenungkan Dharma

    Segera setelah mencapai Pener angan Sempur na, Buddha duduk bermeditasi di bawah pohonRajayatana untuk merenungkan Dharma yang telah ditemukan. Perlu kamu ketahui bahwa setelah

  • melewatkan 49 hari di bawah pohon Rajayatana, Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna, yaitupada hari Rabu malam purnama bulan Waisak. Pada hari ke-50, tepatnya hari Kamis, tanggal 6 bulanAsadha, Buddha bangkit dari duduk-Nya di bawah pohon Rajayatana. Beliau kembali dan berdiam dibawah pohon gembala (Ajapala) dengan duduk bersila. Dalam kesunyian dan ketenangan di bawahpohon Ajapala itulah, Buddha merenungkan hal berikut.Empat Kebenaran Mulia, terlihat dengan jelas melalui kebijaksanaan yang muncul dengan sendirinya(syambhu Nana). Sungguh sulit untuk dilihat (bagaikan sebutir biji mostar yang ditutupi Gunung Meruyang besar); sungguh sulit dipahami (sesulit memecahkan sehelai bulu binatang menjadi seratus bagiandengan sehelai bulu lain); sungguh damai; dan sungguh mulia.

    B. Permohonan Brahma SahampatiBrahma Sahampati dengan tubuhnya yang bercahaya terang, tiba-tiba turun dari alam brahma dan berdiridi hadapan Buddha. Setelah memberi hormat, Brahma Sahampati pun berkata:Demi belas kasihan kepada para manusia, semoga Tathagata berkenan mengajar Dharma. MeskiDharma dalam dan sulit, namun di dunia ini ada juga orang-orang yang dihinggapi sedikit kotoran batinsehingga dapat pula mengerti Dharma yang akan diajarkan.Permohonan Brahma Sahampati kepada Buddha itu sampai sekarang selalu dibacakan umat kepadabhikkhu sebagai permohonan mengajar Dharma (aradhana dhammadesana). Syairnya adalah sebagaiberikut.Brahma ca lokadhipati Sahampati Katanjali adhivarang ayacatha Santidha sattapparajakkajatika DesetuDhammang anukampimang pajang

    C. Perjalanan Buddha ke BenaresBuddha melalui mata dewa-Nya mengetahui bahwa ada orang-orang yang mudah mengerti Dharma.Buddha mengambil keputusan untuk mengajar Dharma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia.Selanjutnya, Buddha mengucapkan syair sebagai berikut, Terbukalah pintu Kehidupan Abadi bagimereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Alara Kalama sebagai tujuan pertama untukdiajarkan Dharma, tetapi telah meninggal dunia seminggu sebelumnya. Uddaka Ramaputta juga telahmeninggal semalam sebelumnya.Akhirnya, Buddha mengalihkan perhatianNya kepada lima orangpetapa yang tengah berada di Taman Rusa Isipatana di Kota Benares, sekarang bernama Vanarasi.

    D. Isi Khotbah Pertama BuddhaHidup tidak lepas dari masalah. Bagaimana cara menghadapi masalah? Buddha mengungkapkan bahwadalam hidup tidak lepas dari masalah. Buddha mengajarkan adanya masalah, sumber masalah,terhentinya masalah, dan carauntuk mengatasi masalah. Semua hal itu diungkap dalam Khobah PertamaBuddha.Nama Khotbah Pertama Buddha adalah Dhammacakkappavattana Sutta, yang berarti KhotbahPemutaran Roda Dharma. Khotbah ini diberikan pada saat bulan Purnamasidhi di bulan Asadha kepadalima petapa, yaitu Kondanna, Vappa, Bhaddiya, Mahanama, dan Assaji di Taman Rusa Isipatana,Benares. Khotbah ini berisi Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani) seperti berikut.1. Kebenaran Mulia tentang Dukkha;2. Kebenaran Mulia tentang Sebab Dukkha;3. Kebenaran Mulia tentang Terhentinya Dukkha; dan4. Kebenaran Mulia tentang Jalan Menuju Terhentinya Dukkha

    Jalan Menuju Terhentinya Dukkha atau dikenal Jalan Tengah adalah jalan yang menghidari dua jalanekstrim. Dua jalan ekstrem itu ialah ekstrim pemuasan hawa nafsu dan ekstrim penyiksaan diri. JalanTengah terdiri atas delapan unsur yang disebut Jalan Mulia Berunsur Delapan. Berikut adalah JalanMulia Berunsur Delapan.(1) Pandangan benar(2) Pikiran benar(3) Ucapan benar(4) Perbuatan benar(5) Penghidupan benar(6) Usaha benar(7) Perhatian benar(8) Konsentrasi benar

    E. Alam Semesta BergetarSetelah Khotbah Pertama dibabarkan oleh Buddha, alam semesta tergugah dan bergoyang dengan bunyigemuruh dan cahaya yang gilang-gemilang, melebihi cahaya dewa, terlihat di dunia. Kronologisnyaadalah sebagai berikut.1. Para Dewa Bumi berseru serempak,Di dekat Benares, di Isipatana, di Magadaya, telah diputar roda

    Dhamma yang tiada tara bandingannya oleh Sang Bhagava yang tidak dapat dihentikan, baik olehseorang Samana, Brahmana, Dewa, Mara, Brahma, atau siapa pun di dunia.

    2. Mendengar kata-kata dewa bumi, Dewa Catummaharajika berseru serempak, Di dekat Benares, diIsipatana, di Magadaya, telah diputar roda Dhamma yang tiada tara bandingannya oleh Sang

  • Bhagava. Yang tidak dapat dihentikan, baik oleh seorang Samana, Brahmana, Dewa, Mara, Brahma,atau siapa pun di dunia.

    3. Mendengar kata-kata dewa bumi, Dewa Tavatimsa berseru serempak, ... selanjutnya diikuti DewaYama, Dewa Tusita, Dewa Nimmanarati, dan berakhir di alam Dewa Paranimmitavasavatti.

    E. Langkah-langkah Pembelajaran1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 40 menit ) Waktu Pendahuluan/Kegiatan Awal

    Guru :o Orientasi

    Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulaipembelajaran

    Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan

    pembelajaran.o Apersepsi

    Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalamanpeserta didik dengan tema sebelumnya.

    Mengingatkan kembali materi prasyaratdengan bertanya. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan

    dilakukan.o Motivasi

    Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akandipelajari.

    Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapatmenjelaskan tentang, Buddha merenungkan Dharma

    Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengajukan pertanyaan.

    o Pemberian Acuan; Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan

    KKM pada pertemuan yang berlangsung Pembagian kelompok belajar Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan

    langkah-langkah pembelajaran.

    15menit

    Kegiatan IntiPesertadidik di dalam kelompok belajar :Mengamatio Melihat (tanpa atau dengan alat)o Mengamati gambar dibawah ini

    o Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung), :peserta didik diminta untuk membaca materi tentang Buddha merenungkan Dharma

    o Mendengaro Menyimak

    Penjelasan pengantar yang di sampaikan oleh guru secara global tentang Pengertianagama.

    Menanyao Menga