review fistum 1

Post on 06-Jan-2016

24 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fztm again

TRANSCRIPT

NAMA: SHINTA MAHARANIKELAS : ANIM: K4313065

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN

REVIEW STRUKTUR DAN ANATOMI TUMBUHAN BERBIJI

Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang bersifat autotrof. Tumbuhan berperan penting dalam rantai makanan sebagai produsen. Ilmu yang mempelajari tumbuhan adalah ilmu botani. Ilmu botani mencakup beberapa kajian seperti morfologi tumbuhan yaitu ilmu yang mempelajari bentuk luar dari tumbuhan, struktur penyusun tumbuhan (anatomi), kekerabatan tumbuhan (taksonomi), fungsi faal organ-organ tumbuhan (fisiologi), tumbuhan dan lingkungannya (ekologi), dan kajian-kajian khusus lainnya yang saling berkaitan sehingga dibutuhkan pengetahuan yang menyuluruh. (Dewi Rosanti, 2013)Tumbuhan dikatakan sebagai suatu sistem dengan aktivitas kehidupan dengan menggunakan karbon dioksida dari atmosfir, serta air dan nutrisi dari tanah dalam proses metabolisme untuk menghasilkan pertumbuhan dan reproduksi. Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik apabila sistem tersebut berjalan dengan baik. Tumbuhan berperan dalam pemeliharaan kualitas lingkungan yang diperlukan untuk kehidupan sehubungan dengan fungsi tanaman yang mengikat CO2 dan menghasilkan O2 dan memperlambat aliran air. Kinerja tanaman menjalankan proses/kegiatan kehidupan berhubungan dengan fungsi dari komponen penyusun tubuh tanaman. Fungsi ini dipelajari secara khusus dalam fisiologi tanaman yang merupakan salah satu cabang dari ilmu botani. Hal ini menunjukkan hubungan erat dengan bidang lain seperti morfologi tumbuhan, ekologi tumbuhan, fitokimia, biologi sel dan biologi molekuler. Secara umum, dunia tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta (memiliki jaringan pembuluh yang mengangkut air serta nutrisi) dan Thallophyta (tak memiliki jaringan pembuluh). Tumbuhan berpembuluh dibagi menjadi 2 yaitu tumbuhan kelompok paku-pakuan dan yang kedua adalah tumbuhan berbiji atau spermatophyta. Tumbuhan berbiji atau spermatophyta dibagi menjadi 2 yaitu gymnospermae (berbiji terbuka) dan angiospermae (berbiji tertutup, berbunga dan berbuah). (Estiti B. Hidayat, 1995)Tumbuhan terdiri dari organ vegetatif yang meliputi akar, batang dan daun serta organ generatif yaitu biji, bunga dan buah. Struktur dari masing-masing organ tersebut adalah sebagai berikut:1. AkarRadix atau akar memiliki fungsi utama sebagai alat penyerap air dan unsur hara, yang akan diteruskan ke batang dan daun, sehingga terjadilah proses metabolisme. Akar juga memiliki fungsi untuk mengangkut air dan zat-zat makanan terlarut, ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang membutuhkan serta sebagai tempat penimbunan makanan.Saat tumbuhan masih dalam bentuk lembaga di dalam biji, calon akar yang disebut radicula/akar lembaga. Akar lembaga tersebut akan menunjukkan perkembangan yang berbeda hingga dapat dibedakn menjadi dua macam sistem perakaran, antara lain:a. Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radix primaria). Susunan akar tersebut terdapat pada tumbuhan berbiji belah (dicotyledoneae) dan tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae).b. Sistem akar serabut , yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar tersebut berbentuk serabut dan tidak keluar dari radikula sehingga disebut radix adventitia . Susunan akar serabut terdapat pada tumbuhan berbiji berkeping satu (Mocotyledoneae).(Gembong Tjitrosoepomo, 1985)Berikut penampang melintang akar dikotil dan monokotil dapat dilihat di gambar sebagai berikut:

Struktur dalam akar tersusun atas jaringan-jaringan yang membentuk lapisan secara berurutan dari lapisan yang terluar sampai lapisan terdalam, berikut struktur dari irisan melintang pada akar:a. EpidermisMerupakan jaringan terluar yang menutupi seluruh lapisan akar. Epidermis akar terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Derivat epidermis akar berupa rambut akar yang memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam. b. Korteks akarUmumnya terdiri atas sel-sel parenkimatis selama perkembangannya, sel-selnya mengalami differensiasi sehingga ukuran sel-sel tersebut bertambah. Korteks akar berukuran lebih besar daripada korteks batang sehingga berperan dalam penyimpanan cadangan makanan.c. EndodermisEndodermis tersusun oleh satu lapis sel yang saling berhubungan berbentuk silinder. Endodermis memisahkan parenkim korteks dengan silinder pusat/stele dan berkas pengangkut didalamnya. Endodermis dapat dibedakan menjadi: Endodermis primer, merupakan endodermis yang mengalami penebalan berupa titik-titik caspary dari suberin dan kutin Endodermis sekunder, merupakan penebalan berupa pita kaspary dari zat lignin Endodermis tersier, merupakan penebalan membentuk huruf U yang mengandung lapisan suberin dan selulose pada dinding radial dan tangensial bagian dalam. Di antara sel-sel endodermis terdapat beberapa sel yang tidak mengalami penebalan dinding yaitu sel-sel yang terletak berhadapan dengan protoxilem yang kemudian disebut sebagai sel-sel peresap. (Nugroho, 2006)d. Stele atau silinder pusate. Bagian yang terdalam dari akar, tediri dari perisikel atau perikambium dan berkas pembuluh angkut atau empulur.

Sedangkan pada irisan tangensial, dapat diketahui struktur akar adalah sebagai berikut:a. Tudung akar (Kaliptra)Terletak pada ujung akar dan berfungsi untuk melindungi promeristem akar serta membantu dalam penembusan tanah oleh akar. Selnya tersusun atas deretan radial yang berasal dari permulaan tudung akar . Pada beberapa tumbuhan, sel sentral pada tudung akar membentuk struktur yang lebih jelas dan tetap yang disebut kolumela. (Estiti B. Hidayat, 1995)Tudung akar memiliki fungsi fiologis yaitu untuk memnentukan arah gravitasi pertumbuhan akar. Pemotongan pada ujung akar akan mempengaruhi responnya terhadap gaya berat karena tudung akar mengandung amiloplas yang dapat mempengaruhi geotropisme.b. Daerah meristem Merupakan daerah yang sering mengalami pembelahan. Hal ini bertujuan untuk menambah jumlah sel dan memperbaiki sel yang rusak. Daerah meristem terdapat di sebelah dalam tudung akar.c. Daerah elongasi Merupakan daerah pemanjangan, sel-sel yang terbentuk dari daerah meristem membesar dan mengakibatkan akar tumbuh memanjang.d. Daerah penyerapanMerupakan daerah yang ditumbuhi rambut-rambut akar (Trikhoblas). Rambut-rambut akar merupakan modifikasi dari sel-sel epidermis akar muda.e. Daerah diferensiasiMerupakan tempat sel-sel menjadi matang Perbedaan struktur akar dikotil dan monokotilAkar MonokotilAkar dikotil

Berkas xilem polyarchBerkas xilem bervariasi dari diarch dan hexarch

Tidak terdapat kambiumTerdapat kambium yang akan muncul sebagai meristem sekunder

Parenkim sentral berkembang baik, kadang menjadi sklerenkimTidak ada parenkim sentral

Perisikel mengadakan aktifitas membentuk cabang akar sajaPerisikel mengadakan aktifitas membentuk cabang akar dan meristem sekunder yaitu kambium dan felogen

2. BatangBatang mempunyai fungsi utama sebagai jalur transportasi air dan zat-zat hara dari akar ke daun dan sebaliknya. Batang juga mendukung bagian-bagian tumbuhan yang lainnya seperti daun, buah, bunga. Melalui percabangannya, batang dapat memperluas bidang asimilasi. Peranan lain dari batang selain sebagai transportasi air dan zat-zat hara adalah sebagai tempat penimbunan cadangan makanan. (Dewi Rosanti, 2013)Batang atau Caulis tumbuhan berbiji keping dua ( dicotyledoneae ) dan batang tumbuhan biji berkeping satu (monocotyledoneae) memiliki struktur anatomi jaringan yang berbeda. Struktur anatomi batang dikotil lebih bervariasi dibandingkan dengan struktur anatomi batang monokotil yaitu berasal dari meristem apikal yang terus menerus membelah sehingga batang tumbuh memanjang dan tumbuh berdiferensiasi menjadi jaringan primer yang meliputi bakal daun, tunas ketiak, epidermis, korteks, ikatan pembuluh dan empulur.Berikut struktur anatomi pada irisan melintang batang:a. EpidermisEpidermis pada batang terdiri dari satu lapis sel yang rapat. Dinding luarnya terdapat kutikula untuk melindungi batang dari kekurangan air. Pada tumbuhan dikotil sudah tua yang umumnya berkambium terdapat kambium gabus untuk menggantikan fungsi jaringan primer. Kambium gabus tersebut melakukan pertukaran gas melalui lentisel. b. KorteksPada korteks batang terdiri dari beberapa lapis jaringan parenkim, terdapat juga sklerenkim dan kolenkim. Jaringan parenkim atau jaringan dasar terbentuk dari meristem dasar. Jaringan ini terletak di sebelah dalam jaringan epidermis. Sel-sel parenkim biasanya bundar, oval, silindris, dengan vakuola besar dalam setiap sel, dinding sel sangat tipis, dan biasanya terdapat ruang antar sel (setjo dkk, 2004). Sedangkan jaringan kolenkim merupakan jaringan penyokong atau penguat pada organ tubuh tumbuhan muda dan tanaman herba. Dinding sel kolenkima mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Dinding sel kolenkima mengalami penebalan yang tidak merata. Sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri atassel mati. Dinding sel sklerenkim sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin. Korteks bagian dalam mengandung amilum.c. Stele/silinder pusatLapisan terluar berupa perisikel dan didalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut (xilem dan floem). Floem tersusun dari sel tapis dan parenkima floem serta sel pengiring, sel jejari dan sel serabut memiliki fungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Sedangkan, xilem berfungsi untuk mengangkut mineral dari akar ke daun dan bagian tubuh lainnya. Sedangkan xilem yang tersusun dari trakeida, buluh kayu, sel-sel jejari, serabut dan parenkima xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan bagian tubuh lainnya.

Perbedaan batang dikotil dan monokotilJaringanBatang dikotilBatang monokoti