resume sken 1

Download Resume Sken 1

If you can't read please download the document

Post on 11-Dec-2015

232 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

resume

TRANSCRIPT

I

I. MENETAPKAN PERMASALAHANUPPER RESPIRATORY SYSTEM

1.1 Anatomy dan Histologi

1.1.1 hidung

1.1.2 sinus paranasal1.1.3 faring 1.1.4 laring

1.1.5 trachea

1.1.6 cavum thorak

1.1.6.1 otot

1.1.6.2 rangka

1.1.6.3 mediastinum

1.1.6.4 innervasi dan vaskularisasi1.2 Fisiologi

1.2.1 Fungsi pernafasan

1.2.2 Mekanisme pernafasan1.2.2.1 inspirasi

1.2.2.2 ekspirasi

1.2.3 Macam macam pernafasan1.2.3.1 Pernapasan Dada & pernafasan perut

1.2.3.2 Control pernafasan

1.2.4 Mekanisme protektive

1.2.4.1 batuk

1.2.4.2 bersin1.3 Mikrobiologi

1.3.1 Flora normal

1.4 Patofisiologi

1.4.1 Demam1.4.2 Batuk

1.5 Penatalaksanaan

1.5.1 Farmakologi dan Non farmakologiII. MENGANALISIS PERMASALAHANUPPER RESPIRATORY SYSTEM

ANATOMY DAN HISTOLOGIa. Anatomi dan Histologi HidungAnatomi hidung

Hidung merupakan suatu bentukan pyramid berongga yang mempunyai rangka tulang dan tulang rawan.

a. Fungsi hidung: Septum nasi membagi hidung menjadi rongga nasal dextra dan sinistra Bagian anterior septum adalah kartilago.

b. Naris eksternal dibatasi oleh kartilago nasal

1) Kartilago nasal lateral terletak di bawah jembatan hidung

2) Ala besar dan ala kecil kartilago nasal mengelilingi nostril

c. Tulang hidung

1) Tulang nasal membentuk jembatan dan bagian superior kedua sisi hidung

2) Vomer dan pars prependikular os etmoidalis membentuk bagian posterior septum nasi

3) Lantai rongga nasal adalah palatum durum yang terbentuk dari os maxilaris dan os palatinum

4) Langit-langit rongga nasal pada sisi medial terbentuk dari pars cribiformis os etmoidalis, pada sisi anterior dari os frontal dan os nasal, dan pada sisi posterior dari os sfenoid

5) Concha nasalis superior, medial dan inferior menonjol pada sisi medial dinding lateral rongga nasal

6) Meatus superior, medial dan inferior merupakan jalan udara rongga nasal yang terletak di bawah konka

Empat pasang sinus paranasa:1. sebagai saluran pernafasan.

2. menyaring udara pernafasan oleh bulu-bulu hidung(vibrissae).

3. menghangatkan dan melembabkan udara pernafasan melalui evaporasi sekresi serus dan mucus.

4. Sebagai resepsi odor epithelium olfaktori pada hidung mengandung sel-sel olfaktori yang mengalami spesialisasi untuk indera penciuman.

Nasal terdiri dari nasus eksternus, nasus internus, dan sinus paranasalis.Nasus Eksternus

tersusun atas kerangka kerja tulang, katilago hialin, dan jaringan fibroareolar.

terdiri dari:

1. Apek nasi

2. Dorsum nasi

3. Radix nasi

4. Kolumela

5. Basis nasi

6. Nares

7. Ala nasikartilago pada nasus eksternus:

1. kartilago lateral

2. kartilago alaris mayor

3. kartilago alaris minorNasus Internus terdiri dari cavum nasi (rongga hidung) dan septum nasi. cavum nasi terbentuk dari:

Atap: lamina cribosa os ethmoidalis

Anterior: os frontal dan os nasal

Posterior: os sfenoid

Di dalam cavum nasi terdapat concha, yaitu concha superior yang ditutupi oleh epitel olfaktorius, concha medial dan concha inferior yang ditutupi oleh epitel respirasi.

Hidung eksternal berbentuk piramid disertai dengan suatu akar dan dasar. Bagian ini tersusun dari kerangka kerja tulang, kartilago hialin dan jaringan fibroaerolar.

frontal, etmoid, maxilar, dan sfenoid) adalah kantong tertutup pada bagian frontal, etmoid, maxilar dan sfenoid.

1) Sinus berfungsi untuk meringankan tulang kranial, memberi area permukaan tambahan pada saluran nasal untuk menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk, memproduksi mukus dan memberi efek resonansi dalam memproduksi wicara.

2) Sinus paranasal mengalirkan cairannya ke meatus rongga nasal melalui duktus kecilyang terletak di area tubuh yang lebih tinggi dari area lantai sinus. Pada posisi tegak, aliran mukus ke dalam ronga nasal mungkin terhambat, terutama pada kasus infeksi sinus.

3) Duktus nasolakrimalis dari kelenjar air mata membuka ke arah meatus inferior

I. Membran mukosa nasal

a. Strukur

Kulit pada bagian eksternal permukaan hidung merentang sampai ke vestibula yang terletak di dalam nostril. Kulit di bagian dalam mengandung vibrissae yang berfungsi untuk menyaring partikel dari udara yang terhisap

b. Fungsi

1) Penyaringan partikel kecil

2) Penghangatan dan pelembaban udara yang masuk. Udara yang kering akan dilembabkan melaui evaporasi sekresi serosa dan mukus serta dihangatkan oleh radiasi panas dri pembuluh darah yang terletak di bawahya

3) Resepsi odor.

Septum nasi terdiri atas pars perpendicularis os ethmoidalis, kartilago septi nasi, vomer, dan krista maxilla dan palatina.

Nasal terletak di dalam cavum nasi. Cavum nasi dibagi menjadi dua oleh septum nasi, yaitu cavum nasi dextra dan cavum nasi sinistra. Pintu masuk dari saluran pernafasan adalah nares (lubang hidung). Kemudian terdapat vestibulum nasi. Pada vestibulum nasi terdapat rambut-rambut tebal yang menjulur keluar (vibrissae) untuk menyaring partikel kasar (>5 mikrometer).

Bagian bagian dari hidung terdiri atas:

1. Atap

Septal cartilage, os. Nasalis,spina frontal, lamina cribosa ossis ethmoideal, corpus os. Ethmoidea.

Bulbus olfaktorius untuk tempat keluarnya saraf olfaktorius.

2. Dasar

Palatine durum

Palatine molle

3. Medial

Septum nasi yang membagi cavum nasi menjadi 2 bagian yaitu dextra dan sinistra. Septum nasi terdiri dari:

Superior: os ethmoidale

Inferior: os. Vomer

4. Lateral

Concha nasalis (superior, medial, dan inferior) dilapisi oleh epitel respirasi.

Di dalam lamina propria konka terdapat vena besar yang disebut juga badan pengembang (swell bodies). Setiap 20 menit badan pengembang pada satu sisi fosa nasalis akan penuh terisi darah sehingga mukosa konka membengkak dan mengurangi aliran udara. Sementara sebagian besar udara diarahkan lewat fosa nasalis lain. Interval penutupan periodik ini mrngurangi aliran udara sehingga epitel respirasi dapat pulih dari kekeringan

Meatus Nasi

Bagian meatus superior (muara dari sinus ethmoidea posterior), medial (muara dari sinus frontalis, sinus ethmoide anterior dan medial serta sinus maksila), dan inferior (muara dari ductus nasolacrimalis). Pada daerah apex terdapat recessus sphenoethmoidea (muara dari sinus sphenoidalis). Tempat muara dari meatus adalah sinus. Sinus adalah rongga yang berisi udara. Sinus dilapisi oleh lapisan mukosa, ada 4 sinus:

a. Sinus frontalis paling beda karena mengalami involusi.

b. Sinus ethmoidalis

c. Sinus sphenoidalis

d. Sinus maxillaries.

Sinus frontal terbentuk dalam intrauterus dan sinus yang lain terbentuk saat kanak-kanak.

a. Septum nasal

Membagi hidung menjadi dextra dan sinistra

Bagian anteriornya adalah kartilago

b. Nares (nostril) eksternal

Dibatasi oleh kartilago nasal

Dikelilingi oleh kartilago nasal ala mayor et minor

c. Os nasal

Membentuk jembatan dan bagian superior kedua sisi hidung

Bagian posterior septum nasal dibentuk oleh vomer dan lempeng perpendikular os ethmoidal

Bagian inferior (lantai) rongga nasal adalah pallatum durum yang terbentuk dari os maxilla dan pallatinum

Bagian superior (langit-langit) rongga nasal pada sisi medial terbentuk dari lempeng cribiform os ethmoidal, pada sisi anteriornya dari os frontal dan nasal, dan pada sisi posteriornya dari os sphenoidal

Konka (turbinatum) nasalis:

Terdiri atas 3 bagian superior, medial, dan inferior yang menonjol pada sisi medial dinding lateral rongga nasal

Setiap konka dilapisi membran mukosa yang berisi kelenjar penghasil mukus dan banyak mengandung pembuluh darah

Meatus superior, medial, dan inferior merupakan jalan udara rongga nasal yang terletak di bawah konka

Histologi Laring

Cavum nasi dibagi menjadi:

a. Vestibulum nasi (region vestibularis) merupakan rongga terlebar dengan epitel berlapis pipih bertanduk terdapat vibrissae untuk menyaring udara yang masuk, terdapat kelenjar keringat dan lemak namun semakin ke dalam kelenjar keringat dan lemak tidak ada begitu juga dengan epitelnya menjadi tak bertanduk dan tipis.

b. Bagian Respiratorik, dibagi menjadi:

Mukosa respiratoria, merupakan epitel berderet silindris dengan kinosilia dan sel goblet yang menghasilkan lender untuk membasahi mukosa rongga hidung. Kinosilia selalu bergerak ke arah nasopharing untuk menghalau kotoran yang akan masuk. Pada lamina propia terdapat jaringan ikat kendor yang berisi sinus venosus, sabut elastis, makrofag, limfosit, sel plasma, tissue eosinophyl dan PMN.

Mukosa Olfaktoria, terdapat pada seluruh atap rongga hidung, concha nasalis superior bagian atas, dan septum bagian atas dengan Epitel Berderet Silindris tebal yang terdiri dari sel pembau, sel penyangga, dan sel basal. Tidak ada sel goblet, lamina basalis tidak jelas, terdapat Fila olfaktoria.

Septum Nasi, kerangka jaringan tulang rawan hialin dan jaringan tulang dengan kedua sisinya yang dilapisi oleh mukosa olfactoria atau respiratoria.

Concha Nasalis, merupakan 3 penonjolan tulang yang melengkung pada dinding lateral cavum nasi dan dilapisi oleh mukosa. Kerangka terdiri dari tulang turbinate bone, permukaannya dilapisi mukosa respiratoria atau olfactoria, mempunyai sinus venosus banyak dan lebar yang disebut plexus venosus. Ada 3 buah concha berdasarkan letaknya yaitu superior, medius, dan inferior.

Sinus Paranasalis

Rongga berisi udara dalam tulang disekitar