responsi praktikum

Author: qiqitazkia

Post on 10-Mar-2016

223 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asa

TRANSCRIPT

  • RESPONSI PRAKTIKUM FARMASI FISIKASANI EGA PRIANI, M.SI., APT.

  • KELARUTAN

  • KelarutanKelarutan adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuhnya pada suhu dan tekanan tertentu

  • Faktor-faktor yang mempengaruhiFaktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan:pHSenyawa yang bersifat asam atau basa kelarutannya akan dipengaruhi oleh pH. Senyawa asam akan lebih mudah larut dalam suasana basa karena membentuk garam yang larut. Dan sebaliknya.SuhuUkuran partikel (Semakin kecil ukuran partikel luas permukaan semain besar semakin mudah larut)Adanya zat lain Surfaktan (surfaktan bisa meningkatkan kelarutan zat pada konsentrasi di atas KMK)

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutanJenis pelarut dan konstanta dielektrikPelarut polar melarutkan senyawa polarPelarut non polar melarutkan senyawa non polarKonstanta dielektrik bisa menggambarkan derajat kepolaran semakin polar konstanta dielketrik semakin besarUntuk dapat larut maka senyawa KD pelarut ~ KD zat terlarutUntuk senyawa yang sukar larut dalam air maka bisa menggunakan pelarut campur agar konstanta dilektrik pelarut mendekati KD zat aktifKD pelarut campur = %pelarut A (KD A) + % pelarut B (KD B) +....

  • STABILITA

  • STABILITASSalah satu aktivitas yang paling penting dalam preformulasi adalah evaluasi kestabilan fisika dan kimia dari suatu sediaan farmasiFaktor-faktor yang dapat mempengaruhi kestabilan suatu zat antara lain adalah panas, cahaya, kelembaban, oksigen, pH, mikroorganisme dan bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam formula sediaan obat

  • UJI STABILITAS DIPERCEPATPada awalnya untuk mengevaluasi kestabilan suatu sediaan farmasi, dilakukan pengamatan pada kondisi yang sesuai dengan kondisi penyimpanan obat SUHU KAMAR membutuhkan waktu yang lamaUntuk mempercepat waktu pengujian maka pengujian dilakukan pada suhu yang lebih tinggi (berdasarkan persamaan arhenius)

  • TAHAPAN PERCOBAANPada percobaan maka sediaan akan disimpan pada tiga suhu yakni 60, 70, 80 CKadar zat ditentukan pada interval waktu tertentu menggunakan spektrofotometri UV/VisTentukan waktu kadaluarsa dengan cara :Tentukan tingkat/orde reaksi penguraian dengan metode substitusi dan metode grafik.Hitung: Energi aktivasi (Ea) dengan menggunakan persamaan Arrhenius.Tentukan K pada suhu kamar (25C).Hitung kadaluarsa larutan Indometasin tersebut pada suhu kamar apabila larutan tersebut dianggap sudah tidak dapat digunakan lagi bila telah terurai sebanyak 10%.

  • TEGANGAN PERMUKAAN

  • Tegangan PermukaanTegangan permukaan zat cair adalah gaya yang bekerja sejajar dengan permukaan zat cair yang dapat mengimbangi gaya kohesi antar molekul zat cair dari gaya terhadap zat lain dipermukaan. Pada permukaan suatu zat cair terdapat gaya tarik-menarik antara sesama molekul air (gaya kohesi)Tegangan permukaan dinyatakan sebagai gaya per satuan panjang yang memiliki simbol dengan satuan dyne/cm. Untuk mengukur tegangan permukaan dapat dilakukan beberapa metode, diantaranya:Metode tensiometer Du NouyMetode Drop Weight (Berat tetes)Metode Kenaikan Kapiler

  • Metode tensiometer du nouyPrinsip kerja metode Cincin Du Nouy adalah tegangan permukaan/antarmuka suatu zat cair sebanding dengan besar gaya yang dibutuhkan untuk melepaskan cincin yang tercelup dalam zat cair.

    Dimana, masing-masing adalah :=Tegangan permukaan (dyne/cm)air=Tegangan permukaan air (72,8 dyne/cm)2r= Keliling cincin (cm)

  • Tegangan permukaan akan menurun seiring bertambahnya konsentrasi surfaktan sampai akhirnya akan konstan pada saat terbentuknya miselPada konsentrasi tertentu surfaktan yang disebut dengan Konsentrasi Misel Kritik (KMK), yakni molekul surfaktan tidak lagi berada dipermukaan tetapi masuk ke dalam air membentuk agregat yang disebut dengan misel Dengan kata lain ketika misel telah terbentuk, maka meningkatnya konsentrasi surfaktan tidak lagi akan menyebabkan penurunan tegangan permukaan.

  • EMULSIFIKASI

  • EmulsiEmulsi adalah suatu sistem yang tidak stabil secara termodinamik yang mengandung paling sedikit dua fase cair yang tidak bercampur, dimana satu diantara zat cair tersebut terdispersi (fase terdispersi) dalam fase cair lainnya (fase pendispersi)

  • Tipe EmulsiEmulsi minyak dalam air (m/a atau o/w) Emulsi dimana fase minyak berupa globul-globul terdispersi sebagai bola-bola keseluruh fase air yang kontinyu.Emulsi air dalam minyak (a/m atau w/o)Emulsi dimana fase air berupa globul-globul terdispersi sebagai bola-bola keseluruh fase minyak yang kontinyu.

  • EmulgatorEmulgator adalah zat yang bisa menstabilkan emulsiZat pengemulsi dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:Surfaktan: Menurunkan tegangan permukaan.Koloida hidrofilik: Membentuk lapisan multimolekular.Partikel padat terbagi halus: Teradsorpsi pada batas antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur.

  • SURFAKTANSetiap surfaktan punya nilai HLB (hidrofilik lipofilik balance)Semakin tinggi nilai HLB semakin polar/hidrofil Emulsi m/a (HLB tinggi) Emulsi a/m (HLB rendah)Minyak yang akan diemulsikan memiliki nilai HLB butuhAgar emulsi stabil maka HLB butuh minyak = HLB butuh surfaktanPada praktikum dibuat beberapa emulsi dengan berbagai nilai HLB dan dievaluasi emulsi mana yang paling stabil

  • Perhitungan Jumlah SurfaktanUntuk mendapat nilai HLB surfaktan yang diinginkan, umumnya digunakan kombinasi surfaktan (HLB tinggi dan rendah)

  • VISKOSITAS DAN RHEOLOGI

  • Viskositas adalah ukuran tahanan (resistensi) dari suatu cairan untuk mengalirRheologi adalah ilmu yang mempelajari sifat aliran zat cair atau deformasi zat padat

  • Kecepatan Disolusi

  • Kecepatan DisolusiKecepatan disolusi adalah suatu ukuran yang menyatakan banyaknya zat aktif yang dapat terlarut per satuan waktuKecepatan disolusi adalah suatu faktor penting yang menentukan seberapa besar suatu bahan aktif dapat diabsorbsi oleh tubuh.

  • Suatu persamaan yang umum menggambarkan proses disolusi zat padat adalah persamaan yang dikembangkan oleh Noyes dan Whitney dalam bentuk persamaan berikut:

  • *